Anda di halaman 1dari 7

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS JEMBER FAKULTAS ILMU BUDAYA

Mata Kuliah : Sejarah Linguistik


Jurusan : Sastra Indonesia
Kelas :A
Hari/Tgl. : Senin, 18 November 2021
Jam : 18.00 – 19.40
Ruang :
Dosen Pembina : Drs. Budi Suyanto, M.Hum.

Soal Ujian:
1. Kajian bahasa berdasarkan filsafat spekulativa pada abad 4 SM menimbulkan
dua dikotomi, yaitu fisei dengan nomos, dan analogi dengan anomali. Coba
jelaskan:
a. Pandangan fisei, nomos, analogi dan anomali yang terjadi pada abad 4
SM tersebut, dan berilah contoh-contohnya dalam bahasa Saudara.
b. Berilah penilaian Saudara terhadap dikotomi tersebut.
Jawaban:
a. Kebanyakan pakar dalam mengupas hubunga ilmu bahasa dan filsafat selalu
menempatkan filsafat ke dalam posisi yang prestisius. Hal ini tidaklah aneh
mengingat filsafat adalah roh dari semua ilmu termasuk ilmu bahasa. Kajian
bahasa pertama kalipun justru dilakukan oleh filosof dan bukan oleh ahli bahasa.
Pada jaman dulu, para filosof memecahkan berbagai macam problem filsafat
melalui pendekatan analisis bahasa. Sebagai contoh problem filsafat yang
menyangkut pertanyaan-pertanyaan kefilsafatan mendasar seperti yang ada,
reality, eksistensi, sensi substansi, materi, bentuk kausalitas, makna pernyataan
dan verifikasinya (Katsoff, 1989: 48–63) dan pertanyaan-pertanyaan fundamental
lainnya dapat dijelaskan dengan menggunakan analisis data bahasa.
Tradisi ini oleh para ahlisejarah filsafat disebutsebagai Filsafat Analitik, yang
berkembang di Eropa terutama di Inggris abad XX.
Semua ahli filsafat sepakat bahwa ada hubungan yang sangat erat antara filsafat
dan bahasa terutama yang berhubungan dengan peran pokok filsafat sebagai
analisator konsep-konsep. Konsep-konsep yang dianalisa filsafat memiliki raga
kuat karena berbentuk istilah-istilah bahasa dan karenanya, tidak bisa tidak,filosof
harus memahami makna “apa itu bahasa” yang selalu digunakan dalam
memahami konsep-konsep tersebut.
Sejak zaman Yunani kuno, sudah muncul paham Phusis yang menyatakan bahwa
bahasa bersifat alamiah (fisei atau fisis), yaitu bahasa mempunyai hubungan
dengan asal-usul, sumber dalam prinsip-prinsip abadi dan tidak dapat diganti di
luar manusia itu sendiri dan karena itu tidak dapat ditolak. Dengan demikian
dalam bahasa ada keterkaitan antara kata dan alam. Tokoh paham natural ini di
antaranya Cratylus dalam Dialog Pluto (Solikhan, 2008: 55).
Paham naturalis ini mendapat penentangan dari pahamThesis yang berpendapat
bahwa bahasa bersifat konvensi (nomos). Bahasa diperoleh dari hasil-hasil tradisi,
kebiasaan berupa tacit agreement(persetujuan diam). Bahasa bukan pemberian
Tuhan, melainkan bersifat konvensional. Pendapat ini diwakili oleh
Hermoganes dalam Dialog Pluto (Kaelan, 1998: 29).
Dikotomi spekulatif tentang hakikat bahasa fusie dan nomos merupakan pusat
perhatian filosof pada saat itu. Demikian juga dikotomi analogi dan anomali
merupakan diskursusfilosofis yang mendasar mengingat bahasa merupakan
sarana utama dalam filsafat terutama dalamlogika. Golongan analogi yang dianut
kelompok Plato dan Aristoteles mengatakan bahwa alam ini memiliki keteraturan
demikian juga manusia yang terefleksi dalambahasa. Oleh karena itu bahasa
memiliki keteraturan dan disusun secara teratur. Sebaliknya, kaum Anomalis
berpendapat bahwa bahasa tidak memiliki keteraturan.Mereka menunjukkanbukti
kenyataan sehari-hari mengapa ada kata yang bersifat sinonim, dan homonim,
mengapa ada unsur kata yang bersifat netral, dan jika bahasa itu bersifat universal
seharusnya kekacauan itu dapat diperbaiki. Dalam pengertian inilah bahasa pada
hakikatnya bersifat alamiah.
b.
2. Para linguis modern menilai bahwa teori-teori (konsepsi-konsepsi) linguistik
yang dibuat oleh Kaum Tata Bahasawan Tradisional di masa lalu masih memiliki
banyak kelemahan, namun mereka juga mengakui bahwa Kaum Tata Bahasawan
Tradisional dinilai telah berhasil menanamkan dasar-dasar yang cukup kuat pada
perkembangan linguistik modern dewasa ini. Oleh karena itu, jelaskan:
a. Kontribusi Kaum Tata Bahasawan Tradisional terhadap perkembangan
linguistik modern.
b. Teori Tata Bahasa Tradisional dari salah satu tokoh yang Saudara ketahui.
c. Kelemahan teori (konsepsi) linguistik yang dibuat oleh Kaum Tata Bahasawan
Tradisional.
Jawaban:
a. Tata bahasa tradisional dimulai dari zaman Yunani sampai dengan
munculnya linguistik modern di sekitar akhir abad ke 19. Dengan tahapan
sebagai berikut: Pertama, tahap spekulasi, yaitu pernyataan tentang bahasa
tidak didasrkan pada data empiris tetapi datanya dari dongeng atau cerita.
Kedua, tahap observasi dan klasifikasi, yaitu pengamatan dan
penggolongan terhadap bahasa-bahasa yang diselidiki tapi tidak sampai
merumuskan teori. Tahap ketiga adalah tahap perumusan teori.
b. Tata bahasa tradisional menurut Abdul Chaer (2003: 333) menganalisis
bahasa berdasarkan filsafat dan semantik. Dalam merumuskan kata kerja,
misalnya, tata bahasa mengatakan kata kerja adalah kata yang menyatakan
tindakan atau kejadian.
c. - Teori tradisional belum dapat membedakan bahasa ujaran dan tulisan.
- Teori ini tidak pernah memberikan contoh yang dianalisis kemudian
disimpulkan (memahami istilah dengan definisi dan menghafal)
- Siswa pandai teori dan menghafal tapi tidak mahir berbicara dalam
kehidupan masayarakat
- Objek kajian huruf, kata, kalimat. Hanya sampai pada kalimat, sehingga
tidak memungkinkan menyentuh aspek komunikatif
- Pemerian bahasa hanya berdasarkan pada bahasa tulis baku padahal hal
ini hanya sebagian dari ragam bahasa yang ada
- Permasalahan tata bahasa hanya didominasi jenis kata, sehingga ruang
lingkupnya masih sangat sempit.
- Pemerian bahasa latin dengan dengan pola bahasa Indonesia sangat
berbeda.
3. Jelaskan berikut ini terkait dengan perkembangan linguistik historis komparatif.
a. Latar belakang munculnya kajian linguistik historis komparatif atau
linguistik komparatif.
b. Kontribusi kajian linguistik historis komparatif di masa lalu terhadap
perkembangan linguistik dewasa ini.
Jawaban:
a.Linguistik historis komparatif komparatif salah satu cabang ilmu linguistik yang
membandingkan bahasa-bahasa yang serumpun serta mempelajari perkembangan
bahasa dari satu masa ke masa yang lain dan mengamati bagaimana bahasa-bahasa
mengalami perubahan serta mencari tahu sebab akibat perubahan bahasa tersebut.
Sejarah perkembangan linguistik komparatif historis berlangsung selama empat
periode.
Di dalam komparatif linguistik untuk menentukan hubungan kekerabatan bahasa
yaitu dengan menggunakan 3 metode yaitu metode kuantitatif dengan teknik
leksikostatistik dan teknik grotokronologi, metode kualitatif dengan teknik
rekonstruksi dan metode sosiolinguistik. Metode kualitatif dengan teknik
grotokronologi digunakan untuk menentukan waktu terpisah antara bahasa-bahasa
yang berasal dari bahasa awal.
Tujaun linguistik historis komparatif yaitu:
1. Mempersoalkan bahasa yang serumpun dengan membandingkan unsur-unsur
yang menunjukkan kekerabatannya. Bidang-bidang yang digunakan untuk
membandingkannya adalah fonologi dan morfologi.
2. Mengadakan rekonstruksi bahasa yang ada pada saat ini. Pada bahasa purba
atau berusaha menunjukkan bahasa proto yang melahirkan bahasa modern.
3. Mengadakan pengelompokkan bahasa yang termasuk bahasa serumpun.
Linguistik historis komparatif komparatif salah satu cabang ilmu linguistik yang
membandingkan bahasa-bahasa yang serumpun serta mempelajari perkembangan
bahasa dari satu masa ke masa yang lain dan mengamati bagaimana bahasa-bahasa
mengalami perubahan serta mencari tahu sebab akibat perubahan bahasa tersebut.
Perkembangan bahasa mengakibatkan adanya perubahan, perubahan itu ada dua yaitu
perubahan sejarah eksternal dan sejarah internal.
Sejarah internal yaitu perkembangan atau perubahan bahasa yang terjadi
dalam sejarah bahasa tersebut, perubahan itu mencakup kata, struktur kalimat dan
lain-lain. Sedangkan, Sejarah eksternal yaitu perkembangan atau perubahan bahasa
yang terjadi di luar sejarah bahasa tersebut, perubahan yang mencakup sosial, budaya,
politik, geografis dan lain-lain.
Linguistik historis komparatif merupakan kajian linguistik yang memiliki peranan
sangat besar dalam memberikan kontribusi yang berharga dalam pemahaman, cara
kerja, dan perkembangan bahasa di dunia. Tugas utama dari linguistik historis
komparatif ini adalah menganalisis dan memberikan penjelasan mengenai hakikat
perubahan suatu bahasa. Pada umumnya suatu bahasa memiliki struktur bahasa
(dimensi sinkronis) dan selalu mengalami perubahan bahasa (dimensi diakronis).
b. Linguistik historis komparatif komparatif salah satu cabang ilmu linguistik yang
membandingkan bahasa-bahasa yang serumpun serta mempelajari perkembangan
bahasa dari satu masa ke masa yang lain dan mengamati bagaimana bahasa-bahasa
mengalami perubahan serta mencari tahu sebab akibat perubahan bahasa tersebut.
Sejarah perkembangan linguistik komparatif historis berlangsung selama empat
periode.
Sejarah perkembangan linguistik komparatif historis berlangsung selama empat
periode yaitu:
Periode pertama dimulai pada tahun 1830-1860, dimulai dari seorang tokoh yang
meletakan dasar-dasar ilmu perbandingan bahasa berkebangsaan Jerman Franz Boop
yakni meneliti asal mula akhir kata kerja yang menurut pendapatnya semua bentuk
kata kerja berasal dari bagian-bagian yang tadinya terlepas dari pokok kata bagian
yang selalu ada selalu ada kutipan sein. Boop perbandingan akhiran-akhiran dari kata
kerja dalam bahasa Sanskerta, Yunani, Latin, Persia, dan German (terbit tahun 1816)
Periode kedua terjadi dalam kurun waktu 1861 hingga 1880, Agustus Schleicher
bermula dari Beliau adalah ahli linguistik. Meskipun bahasa yang betul-betul dikenal
adalah bahasa Slavia dan Lithaunia (= salah satu bahasa Baltis), belajar bahasa Ceko
dan dapat berbicara dalam bahasa Rusia. B. Menentukan asal mula timbulnya bahasa-
bahasa Indo-Jerman. Dianngapnya bahawa bahasa Indo-Jerman asal itu tinggal di
Asia Tengah yang kemudian berubah karena perceraian bangsa. Indo-Jerman, Utara,
Selatan Slavia, Asia Jerman Bahis, Iran Sanskerta
Periode ketiga berlangsung dari tahun 1889 sampai akhir abad ke-19 yaitu muncul
airan yang bernama junggrammatiker yang mengandung hukum Grimm. Aliran ini
bergerak di Leipzig, salah satu muridnya adalah Leonard Bloomfil yang menjadi
linguis strukturalis Amerika. Menjadikan linguistik komparatif historis sebagai
sebuah ilmu yang eksak dalam metode-metodenya. Tokoh yang terpenting Karl
Brugmann, H. Osthoff, dan A. Leskien. Selain itu J. Schmidt mencetuskan sebuah
teori batu yang disebut wallentheori. Ia kemudian melahirkan hukum verner dan pada
tahun 1880 Hermann Paul mengeluarkan buku prinzipen der sprachgescichte (1880).
Ahli lainnya H. Steinthal mencoba membagi bahasa dengan landasan psikologi dan
Fr. Muller menerbikan bukunya grundriss der sprachwissenchaft (1876-1888).
Periode keempat lahir pada abad ke-20 ketika fonetik berkembang menjadi studi
ilmiah dan lahirnya cabang linguistik yaitu psikolinguistik dan sosiolinguistik.
Muncul pula aliran praha sebagai reaksi terhadap studi bahasa individu atau idiolek.
4. Dalam rentang sejarah kajian bahasa terdapat perbedaan orientasi kajian bahasa
yang signifikan antara periode awal (4 SM s.d. 16 M) dengan periode
pertengahan (abad 17 M - abad 19 M). Coba kemukakan perbedaan yang
dimaksud.
Jawaban:

5. Munculnya Rennaisance pada abad XIV di Eropa membawa perubahan besar


pada kajian bahasa. Coba jelaskan perubahan yang terjadi di masa itu.
Jawaban:
Renaisans atau Abad Pembaharuan adalah kurun waktu abad ke-15 sampai abad
ke-16 di dalam sejarah Eropa yang merupakan masa peralihan dari Abad
Pertengahan ke Zaman Modern. Renaisans bermula seusai Krisis Akhir Abad
Pertengahan, dan berkaitan dengan perubahan sosial besar-besaran. Menurut para
pendukung "Renaisans panjang", Renaisans adalah kurun waktu dari abad ke-14
sampai abad ke-17. Pandangan tradisional lebih menyoroti aspek-aspek
permulaan Zaman Modern dari Renaisans, sehingga berpendapat bahwa
Renaisans adalah keterlepasan dari masa lampau, tetapi banyak sejarawan dewasa
ini lebih menyoroti aspek-aspek Abad Pertengahannya, sehingga berpendapat
bahwa Renaisans adalah kelanjutan dari Abad Pertengahan.
Landasan intelektual dari Renaisans adalah paham humanismenya, yang digali
dari konsep humanitas Romawi dan ajaran filsafat Yunani Klasik yang kembali
diminati orang, misalnya ajaran filsafat Protagoras bahwa "manusia adalah tolok
ukur dari segala sesuatu". Pemikiran baru ini mengejawantah di bidang seni rupa,
arsitektur, politik, ilmu pengetahuan, dan kesusastraan. Contoh-contoh awalnya
adalah perkembangan perspective dalam pembuatan lukisan cat minyak dan
dihidupkannya kembali kepandaian membuat beton. Sekalipun penemuan huruf
lepas logam mempercepat penyebarluasan ide-ide sejak akhir abad ke-15,
perubahan-perubahan Renaisans tidaklah seragam di seluruh Eropa. Jejak-jejak
pertama perubahan Renaisans tampak di Italia seawal-awalnya pada akhir abad
ke-13, teristimewa dengan munculnya karya-karya tulis Dante dan karya-karya
lukis Giotto.
Sebagai gerakan budaya, Renaisans mencakup pengembangan inovatif di bidang
kesusastraan Latin maupun bahasa sehari-hari yang diawali dengan
dihidupkannya kembali kegiatan belajar-mengajar yang berasaskan sumber-
sumber pustaka klasik pada abad ke-14, pengembangan perspektif linier maupun
teknik-teknik lain di bidang seni lukis dengan tujuan menghadirkan realitas yang
lebih alami pada lukisan, serta reformasi pendidikan yang dilakukan berangsur-
angsur tetapi menyebar luas ke mana-mana. Kontribusi Renaisans di bidang
politik adalah pengembangan kebiasaan-kebiasaan dan konvensi diplomasi,
sementara kontribusinya di bidang ilmu pengetahuan adalah tumbuhnya sikap
mengandalkan observasi dan penalaran induktif. Meskipun pada masa Renaisans
terjadi revolusi dalam berbagai usaha peningkatan intelektual serta ilmu sosial,
dan kegiatan perbankan serta akuntansi modern mulai dikenal orang, sepertinya
Renaisans lebih dikenal karena pengembangan-pengembangan dan kontribusi-
kontribusi artistik dari tokoh-tokoh serba bisa seperti Leonardo da Vinci dan
Michelangelo, yang mengilhami pencetusan istilah "manusia Renaisans".
Sesudah mengalami masa kebudayaan tradisional yang sepenuhnya diwarnai oleh
ajaran Kristiani, orang-orang kini mencari orientasi dan inspirasi baru sebagai
alternatif dari kebudayaan Yunani-Romawi sebagai satu-satunya kebudayaan lain
yang mereka kenal dengan baik. Kebudayaan klasik ini dipuja dan dijadikan
model serta dasar bagi seluruh peradaban manusia.
Dalam dunia politik, budaya Renaissance berkontribusi dalam pengembangan
konvensi diplomasi. Sedangkan dalam ranah ilmu pengetahuan, gerakan
Renaissance membantu meningkatkan ketergantungan atau kebutuhan atas hasil
pengamatan atau observasi.
Sejarawan sering berargumen bahwa transformasi intelektual ini adalah jembatan
antara Abad Pertengahan dan sejarah modern. Meskipun Renaissance yang
dipenuhi revolusi terjadi di banyak kegiatan intelektual, serta pergolakan sosial
dan politik, Renaissance mungkin paling dikenal karena perkembangan artistik
dan kontribusi dari polimatik seperti Leonardo da Vinci dan Michelangelo, yang
menginspirasi berbagai kalangan dengan istilah "manusia Renaissance".
Ada konsensus bahwa Renaissance dimulai di Firenze, Italia, pada abad ke-14.
[13] Berbagai teori telah diajukan untuk menjelaskan asal usul dan
karakteristiknya, berfokus pada berbagai faktor termasuk kekhasan sosial dan
kemasyarakatan dari Firenze pada beberapa waktu; struktur politik; perlindungan
keluarga dominan, Wangsa Medici; serta migrasi sarjana Yunani dan terjemahan
teks ke bahasa Italia setelah Kejatuhan Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani.
Kata Renaissance, yang terjemahan literal dari bahasa Prancis ke dalam bahasa
Inggrisnya adalah "Rebirth" (atau dalam bahasa Indonesia "Kelahiran kembali"),
pertama kali digunakan dan didefinisikan[19] oleh sejarawan Prancis Jules
Michelet pada tahun 1855 dalam karyanya Histoire de France. Kata Renaissance
juga telah diperluas untuk gerakan sejarah dan budaya lainnya seperti Carolingian
Renaissance dan Renaissance dari abad ke-12.
6. Jelaskan asumsi yang dibuat oleh para sarjana (seperti Schleicher, Yohanes
Schmidt, dll.) bahwa bahasa-bahasa Indo-Eropa berkerabat dan diturunkan dari
proto bahasa yang sama.
Jawaban:

7. Sampaikan beberapa pemikiran Ferdinand de Saussure yang dianggap


revolusioner dalam perkembangan linguistik abad XIX.
Jawaban:
Ferdinand de Saussure adalah Bapak ilmu linguistik modern, yakni
orang yang mereorganisasikan kajian yang sistematik terhadap bahasa sehingga
memungkinkan tercapainya prestasi dalam ilmu linguistik abad kedua puluh. Hal
ini telah menjadikannya sebagai penguasa yang modern yakni penguasa suatu
disiplin ilmu yang dimodemkan. Akan tetapi, ia juga mempunyai pernyataan lain
yang meminta perhatian kita.
Pertama, bersama dengan kedua pengarang besar pada zamannya, yakni Emile
Durkheim dalam ilmu sosiologi dan Sigmund Freud dalam ilmu psikologi,
Saussure membantu meletakkan kajian mengenai perilakau manusia pada pijakan
yang baru.
Kedua, melalui contoh metodelogisnya dan rnelalui saran-saran bersifat ramalan
yang ditawarkannya, Saussure membantu mempromosikan semiologi, yakni ilmu
umum mengenai tanda dan sistem tanda, dan struk-turalisme, yang telah menjadi
suatu kecenderungan yang penting dalam antropologi kotemporer dan kritik
sastra serta dalam linguistik. Sesung-guhnyalah, bangkitnya kembali minat
Saussure dalam beberapa tahun terakhir ini, terutama disebabkan oleh kenyataan
bahwa ia telah menjadi
inspirasi bagi semiologi dan strukturalisme serta bagi linguistik struktural.
Ketiga, dalam pernyataan metodelogisnya dan pendekatan umum
terhadap bahasa, Saussure memberikan kepada kita suatu ekspresi yang jelas
mengenai hal yang dapat kita sebut strategi formal dalam pemikiran modernis:
cara-cara yang digunakan ilmuwan, filsuf, artis, dan penulis yang bekerja pada
awal abad ini dalam mencoba mencapai kesepakatan dengan alam yang kompleks
dan sernrawut. Bagaimana kita secara sistematik menghadapi kesernrawutan
dunia modem? Pertanyaan ini diajukan dalam berbagaijenis bidang dan jawaban
yang diberikan Saussure adalah salah satu contohnya,
yakni bahwa Anda tidak dapat berharap memperoleh suatu pandangan yang
absolut atau pandangan ketuhanan mengenai sesuatu. Anda harus memilih suatu
perspektif, dan dalam perspektif ini objek-objek didefinisikan yang berkaitan satu
sama lainnya dan bukan menurut suatu jenis hakikat. Saussure memungkinkan
kita memahami dengan sangat jelas strategi yang ada dalam pikiran para
modemis.
Saussure mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendasar dan
menyelidik yang oleh para linguis sebelum dia dipertanyakan, dan ia memberikan
jawaban yang telah menimbulkan revolusi dalam cara mengkaji bahasa.
Meskipun pemecahan dan definisi yang ditawarkannya pada awalnya tampak
hanya menarik bagi mereka yang mempelajari linguistik. Pemecahan tersebut
mempunyai pengaruh langsung bagi masalah-masalah mendasar yang oleh orang
Perancis disebut 'ilmu-ilmu filsafat', yakni disiplin ilmu
yang membahas tentang dunia yang menyangkut objek dan tindakan yang
bermakna (dan bukan tentang objek fisik dan peristiwa itu sendiri). Pemikiran
Saussure mengenai tanda dan sistem tanda telah merintis jalan bagi kajian umum
mengenai cara-cara mengatur pengalaman manusia.
8. Dalam teori dikotomi sintagmatik dan paradigmatik, Ferdinan de Saussure
mengemukakan konsep in presentia dan in absentia untuk menjelaskan adanya
hubungan antarunsur. Coba jelaskan, apa yang dimaksud dengan hubungan in
presentia dan in absentia? Beri contoh secukupnya.
Jawaban:
Linguist Struktural bernama Ferdinand de Saussure memperkenalkan model
sintagmatik dan paradigmatik dalam menganalisis bahasa. Sintagmatik (in
praesentia)adalah hubungan di antara mata rantai dalam suatu rangkaian ujaran,
sifat hubungannya horisontal. Paradigmatik (in absentia) merupakan hubungan
unsur kebahasaan yang muncul tidak dalam ujaran, sifatnya vertikal.
Contohnya:
Model paradigmatik dapat disebut juga model asosiatif, model ini dapat
dimanfaatkan dalam kepenulisan cerita rekaan khususnya terkait dengan
penyusunan alur cerita.
Ambillah kalimat saya makan buah. Nah, dalam model paradigmatik ini, kita bisa
mengasosiasikan kata selain kata saya, makan, dan buah untuk diisikan ke dalam
rangkaian kalimat ini dan sifatnya dapat saling menggantikan. Coba bandingkan,
saya makan buah kita ganti menjadi Adi/Anto/Syifa/Ipud/Marisya/Yetik makan
buah. Nah, ternyata kata saya dapat digantikan dengan unsur lain yang memiliki
bentuk dan jenis kata yang sama, dalam hal ini sama-sama noun atau kata benda.
Lalu, coba kita ganti kata apel, maka akan didapati kalimat Saya makan
nasi/jeruk/jambu/apel/mangga/ayam, dst. Lagi-lagi pengganti yang dapat
dimasukkan adalah yang berjenis kata yang sama. Demikian juga kata makan
dalam kalimat saya makan buah, dapat diganti dengan kata yang berjenis kata
kerja atau verba, misalnya saya membeli/mencuci/mencuri/memetik/menjual
buah.
9. Apa yang Anda ketahui tentang aliran linguistik struktural di Amerika apa
perbedaanya dengan aliran linguistik tradisional di masa sebelumnya?
Jawaban:
Linguistik struktural berkembang sebagai akibat ketidakpuasan para peneliti
bahasa terhadap aliran tradisional. Untuk memahami bahasa secara utuh, harus
dikaji strukturnya (bagian internal bahasa). Jadi bahasa didudukan sebagai
bahasa, tanpa ditambahi beban apapun. Sejak tahun 1930-an sampai tahun 1950-
an, kajian linguistik didominasi aliran strukturalisme Amerika, terutama
dikembangkan oleh linguis Amerika ketiga tokoh tersebut ialah Franz Boas,
Erdward Sapir, dan Leonard Bloomfield.
Franz Boas berpendapat, diantara aspek-aspek kebudayaan yang dapat
dipelajari dengan baik, bahasa merupakan sarana yang tepat untuk mempelajari
kebudayaan itu dengan jelas. Bahasa hanyalah merupakan tuturan artikulasi,
yakni komunikasi dengan menggunakan kelompok-kelompok bunyi yang
dihasilkan oleh alat-alat artikulasi. Buah pemikirannya tentang linguistik
strukturalisme mengenai : 1) kategori gramatikal, 2) pronomina kata ganti, 3)
verb (kata kerja).
Erward Sapir membuat batasan akan bahasa itu adalah suatu metode yang
semata-mata digunakan oleh manusia dan tidak bersifat naluri yang digunakan
mengkomunikasikan ide, perasaan, dan keinginan dengan menggunakan sistem
lambang secara sukarela (Samsuri, 1988:54). Sumbangsi pemikirannya antara
lain mengenai : 1) unsur-unsur tuturan, 2) bunyi bahasa, 3) bentuk bahasa, 4)
bahasa-ras dan kebudayaan.
Pemikiran Leonard Bloomfield juga tidak kalah dari kedua ilmuan diatas,
ia membagi bentuk grammar ke dalam 3 kelas yaitu sentence type (tipe kalimat),
construction (konstruksi), subtitution (subtitusi).
Ciri/ karakterisitik teori kebahasaan struktural mempunyai asumsi dan
hipotesis tentang bahasa berdasarkan pada hasil pemakaian yang otonom tentang
bahasa (tidak ada campur tangan filsafat dan logika). Asumsi dan hipotesis
tentang bahasa diuji atau diverifikasi dengan data bahasa, baik yang berbentuk
lisan maupun tulisan.
Perbedaannya:
Linguistik Tradisional.
- Teori tradisional lebih tahan lama karena pola pikir aliran ini bertolak dari
pola pikir filsafat.
- Aliran ini berkiblat pada bahasa tulis baku, maka keteraturan penggunaan
bahasa bagi para penganutnya amat dibangggakan.
- Aliran tradisional mampu menghasilkan generasi yang mempunyai
kepandaian dalam menghafal istilah karena salah satu ciri aliran ini senang
bermain dengan definisi.
- Aliran tradisional menjadikan penganutnya memiliki pengetahuan tata bahasa
yang cukup tinggi karena pemakaian bahasa berkiblat pada pola atau kaidah.
- Aliran ini telah memberikan kontribusi besar terhadap penegakan prinsip:
“yang benar adalah benar walaupun tidaka umum, dan yang salah adalah
salah walaupun abanyak pengikutnya”.
Linguistik Strukturalis
- Aliran ini sukses membedakan konsep grafem dan fonem.
- Metode drill and practice membentuk keterampilan berbahasa berdasarkan
kebiasaan.
- Kriteria kegramatikalan berdasarkan keumuman sehingga mudah diterima
masyrakat awam.
- Level kegramatikalan mulai rapi mulai dari morfem, kata, frase, klausa, dan
kalimat.
- Berpijak pada fakta, tidak mereka-reka data
Linguistik Transformasional
- Proses berbahasa merupakan proses kejiwaan buakan fisik.
- Secara tegas memisah pengetahuan kebahasaan dengan keterampilan
berbahasa (linguistic competent dan linguistic performance)
- Dapat membentuk konstruksi-konstruksi lain secara kreatif berdasarkan
kaidah yang ada.
- Dengan pembedaan kalimat inti dan transformasi telah dapat dipilah antara
substansi dan perwujudan.
- Dapat menghasilkan kalimat yang tak terhingga banyaknya karena
gramatiknya bersifat generatif.

Anda mungkin juga menyukai