Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS WIRAUSAHA

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan

Dosen Pengampu : Bapak Eka Setya Budi, S.Pd., M.Pd.

Oleh Kelompok 3
7 PAI A2

1. Maulidda Zulviana (181310003993)


2. M Kamal (18131000)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA’ JEPARA
2021/2022

1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, dan
hidayah-Nya, sehingga kami dari kelompok 3 dapat menyelesaikan penulisan
makalah ini. Dengan penulisan makalah ini semoga dapat dijadikan sebuah sarana
sebagai penunjang pembelajaran.

Kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Eka Setya Budi, S.Pd.,


M.Pd sebagai Dosen mata kuliah Kewirausahaan yang telah memberikan tugas
makalah ini sehinga kami dapat memahami tentang metode ceramah, serta
anggota kelompok yang telah bekerja sama dalam pembuatan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat menambah informasi dan pengetahuan baru


bagi kita semua, kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih
banyak kekurangan yang perlu kami perbaiki. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak untuk
kesempurnaan makalah kami. Semoga apa yang telah kita pelajari akan
bermanfaat bagi kita semua. Aamiiin.

Jepara, 21 Oktober 2021

Penulis

2
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Wirausaha adalah kemampuan kreatif, dan inovatif yang dijadikan dasar,
kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari
kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru ada dan
berbeda melalui kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang menuju
sukses.

Banyak orang yang berhasil dan sukses karena memiliki kemampuan


berfikir kreatif dan inovatif. Sukses Kewirausahaan akan tercapai apabila berfikir
dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Kreativitas dan Inovasi ?
2. Apa hubungan kreativitas dan inovasi dengan kewirausahaan ?
3. Bagaimana Imajinasi sebagai Kekuatan Pikiran ?
4. Apa Tahap Proses Kreatif ?
5. Apa saja Teknik Berpikir Kreatif ?
6. Bagaimana Kebiasaan Berpikir Kreatif ?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian Kreativitas dan inovasi
2. Untuk mengetahui hubungan kreativitas dan inovasi dengan
kewirausahaan
3. Untuk mengetahui imajinasi sebagai kekuatan pikiran
4. Untuk mengetahui tahap proses kreatif
5. Untuk mengetahui tujuan teknik berpikir kreatif
6. Untuk mengetahui kebiasaan berpikir kreatif

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kreativitas dan Inovasi.


Ensiklopedi Indonesia menuturkan bahwa kreativitas merupakan daya
menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan perhatian, kemauan, kerja keras
dan ketekunan.1

Sedangkan menurut Sahlan Sulaiman dan Miswan, menuturkan bahwa


kreativitas adalah ide-ide atau gagasan dan kemampuan untuk berpikir kreatif.2

Dari definisi-definiai di atas, dapat disimpulkan bahwa kreativitas


merupakan kemampuan seseorang dalam menuangkan ide atau gagasan melalui
proses berpikir kreatif untuk menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan,
perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Kemudian yang dimaksud dengan
wirausaha adalah seseorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur internal yang
meliputi kombinasi motivasi diri, visi, komunikasi, optimisme, dorongan
semangat, dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha.3

Inovasi merupakan sebuah keluaran dari organisasi yang memanfaatkan


sumber daya input berupa pengetahuan, informasi, dan pengalaman yang dimiliki-
diantaranya sebagian besar oleh karyawannya. Inovasi juga harus melibatkan
kreativitas dan eksperimen yang menghasilkan produk baru, layanan baru, atau
proses teknologi yang lebih baik. Inovasi beresifat konseptual dan perseptual,
dapat di pahami dan dilihat inovator harus melihat bertanya dan mendengar orang
lain dalam mencari inovasi.

Kreativitas dan inovasi lebih banyak memiliki persamaan daripada


perbedaan. Kreativitas dan inovasi adalah dua konsep yang memiliki kesamaan
1
Hasan Shadily, Ensiklopedi Indonesia, jilid 4, Jakarta : Ichtion Van Hoeve, 1987, hlm. 29.
2
Sahlan Sulaiman dan Miswan, Multi Dimensi Berkratifitas Manusia, Bandung : Sinar Baru 1988,
hlm. 5.
3
Suryana, Kewirausahaan, Edisi 3, Bandung : Salemba Empat, 2006, hlm. 16

4
dalam hal: (a) Sifat output yang dihasilkan. Output dari kreativitas ataupun
inovasi selalu berkaitan dengan sesuatu yang baru; (b) Proses yang terjadi; (c)
Pihak yang melakukan atau pelaku. Pelaku dari kegiatan kreatif dan inovasi, dapat
bersifat individual atau dapat pula bersifat kelompok.

Berdasarkan persamaan di atas, tampak bahwa antara konsep kreativitas


dan inovasi memiliki tiga kesamaan. Kesamaan tersebut cenderung ada dalam
setiap wacana kreativitas dan inovasi. Lain halnya dengan perbedaan antara
kreativitas dan inovasi. Perbedaan kreativitas dan inovasi hanya satu, yaitu dalam
konteks kegunaan yang memiliki nilai ekonomis. Dengan kata lain, dapat
dikatakan bahwa proses kreatif lebih inti (lebih awal) daripada inovasi. Proses
inovasi sudah pasti melibatkan atau melalui proses-proses kreatif. Namun, proses
kreatif belum tentu bersifat inovatif. Untuk terjadi sebuah inovasi, diperlukan
tahapan-tahapan proses kreatif. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa proses
kreatif adalah tahapan penting yang mengawali terjadinya inovasi. Dengan
demikian, berdasarkan pentingnya proses kreatif sebagai proses awal dari sebuah
inovasi.

B. Hubungan Kreativitas Dan Inovasi Dengan Kewirausahaan


 Kreativitas : Kreativitas merupakan memikirkan sesuatu, kemampuan
seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan untuk
karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
 Inovasi : Inovasi adalah proses menemukan atau mengimplementasikan
sesuatu yang baru ke dalam situasi yang baru. Konsep kebaruan ini
berbeda bagi kebanyakan orang karena sifatnya relatif (apa yang dianggap
baru seseorang atau pada suatu konteks dapat menjadi sesuatu yang
merupakan lama bagi orang lain dalam konteks lain) Inovasi adalah
memikirkan dan melakukan sesuatu yang menambah atau menciptakan
nilai-nilai manfaat. Untuk menghasilkan perilaku inovatif seseorang harus
melihat inovasi secara mendasar sebagai proses yang dapat dikelola.
 Kreativitas dan Inovasi : Kreativitas dan inovasi berbeda pada wilayah
domain yang sama, tetapi memiliki batasan yang tegas. Kreatifitas

5
berkaitan dengan produksi kebaruan dan ide yang bermanfaat. Sedangkan
Inovasi berkaitan dengan produksi atau adopsi ide yang bermanfaat dan
implementasinya.
 Kewirausahaan: Kewirausahaan pada hakikatnya adalah sifat, ciri dan
watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan
inovatif ke dalam dunia yang nyata secara kreatif. Untuk memenangkan
persaingan, maka seorang wirausahaan harus memiliki daya kreativitas
yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara
berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda
dengan produk-produk yang telah ada di pasar. Gagasan-gagasan yang
kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu.
Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan
baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan
kreatif yang kelihatannya mustahil. Namun, gagasan-gagasan yang baik
pun jika tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari hanya akan
menjadi sebuah mimpi. Gagasan-gagasan yang jenius umumnya
membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari wirausahawan yang
bersangkutan. Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan
inovasi agar laku di pasar. Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan
wirausahawan dalam menambahkan nilai guna atau nilai manfaat terhadap
suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market
oriented” atau apa yang sedang laku di pasaran. Dengan bertambahnya
nilai guna atau manfaat pada sebuah produk, maka meningkat pula daya
jual produk tersebut di mata konsumen, karena adanya peningkatan nilai
ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen. Untuk menjadi wirausaha
yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa
dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan terebut
dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan atau kompetensi. Kompetensi
itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. Seseorang
wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu
dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang memiliki

6
kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to
create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif.
Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam
kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up), kemampuan
untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative), kemauan dan
kemampuan untuk mencari peluang (opportunity), kemampuan dan
keberanian untuk menanggung resiko (risk bearing) dan kemampuan untuk
mengembangkan ide dan meramu sumber daya. 4

C. Imajinasi Sebagai Kekuatan Pikiran


Imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan)
atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dan sebagainya) kejadian
berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang secara umum. Kekuatan
Imajinasi sangat bermanfaat dalam aspek pengembangan duniawi dan juga dalam
aspek pengembangan keruhanian kita. Kekuatan imajinasi dapat mengubah hidup.
Ketika kita percaya sesuatu, emosi akan ikut.

Imajinasi yang kreatif merupakan kekuatan yang tidak terbatas, misalnya


meskipun seseorang yang hampir tidak pernah keluar rumah tetapi dengan
menggunakan imajinasinya ia dapat melalang buana ke dunia sekitar. Imajinasi
jauh lebih penting dari pada ilmu pengetahuan dan kekuatan murni dari pikiran
manusia.5

D. Tahap Proses Kreatif


Tahap proses kreatif seringkali dianggap sebagai tahap yang paling
menyenagkan karena saat dimana ditemukanya solusi atau ide yang dicari oleh
seseorang, ada beberapa cara cepat terjadinya pengalaman ide, yaitu :
1) Memikirkan impian tentang suatu rencana.
2) Mengembangkan hobi.

4
Sahlan Sulaiman dan Wisman, op, cit, hlm.74

5
Ibid, hlm. 11.

7
3) Mencatat setiap ide yang muncul.
4) Mengatur waktu istirahat ketika melakukan pekerjaan.
Salah satu teori tradisional yang sampai sekarang banyak dikutip ialah teori
Wallas yang dikemukakan tahun 1926 dalam bukunya The art of Thought
(Piirto,1992), yang mengatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap yaitu:
persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi.
Pada tahap pertama, seseorang mempersiapkan diri untuk memecahkan
masalah dengan belajar berpikir, mencari jawaban, bertanya kepada orang, dan
sebagainya. Pada tahap kedua, kegiatan mencari dan menghimpun data/ informasi
tidak dilanjutkan. Tahap inkubasi ialah tahap di mana individu seakan-akan
melepaskan diri sementara dari masalah tersebut, dalam arti bahwa ia tidak
memikirkan masalahnya secara sadar, tetapi “mengeramnya” dalam alam pra
sadar. Tahap iluminasi ialah tahap saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru,
beserta proses-proses psikologis yang mengawali dan mengikuti munculnya
inspirasi atau gagasan baru. Tahap verifikasi atau tahap evaluasi ialah tahap
dimana ide atau kreasi baru tersebut harus diuji terhadap realitas. Di sini
diperlukan pemikiran kritis dan konvergen. Dengan perkataan lain, proses
divergen (pemikiran kreatif) harus diikuti oleh proses konvergensi (pemikiran
kritis).
E. Teknik Berpikir Kreatif
Zimmerer, menuturkan bahwasanya ada 7 langkah kreatif dalam
berwirausaha :
1. Preparation (persiapan).
Persiapan menyangkut kesiapan untuk berfikir kreatif yang dilakukan dalam
bentuk pendidikan formal, pengalaman, magang dan pengalaman belajar lainya.
Pelatihan merupakan landasan untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi
bagaimana dapat memperbaiki pikiran kita agar berfikir kreatif.
2. Investigation (penyelidikan).
Dalam penyelidikan diperlukan individu yang dapat mengembangkan pemahaman
yang mendalam tentang masalah atau keputusan. Sesorang dapat mengembangkan
pemahaman tentang masalah atau keputusan melalui penyelidikan. Untuk

8
menciptakan konsep dan ide-ide baru tentang suatu bidang tertentu, seseorang
pertama-tama harus mempelajari masalah dan memahami komponen-komponen
dasarnya.
3. Transformation (transformasi).
Yaitu menyangkut persamaan dan perbedaan pandangan di antara informasi yang
terkumpul.
4. Incubation (penetasan).
Yaitu menyiapkan pikiran bawah sadar untuk merenungkan informasi yang
terkumpul. Pikiran bawah sadar memerlukan waktu untuk merefleksikan
informasi.
5. Illumination (Penerangan).
Penerangan akan muncul pada saat inkubasi, yaitu ketika ada pemecahan sepontan
yang menyebabkan adanya titik terang pada tahap ini, semua tahap sebelumnya
muncul bersama-sama menghasilkan ide-ide kreatif dan inovatif.
6. Verification (Pengujian).
Menyangakut validasi keakuran dan manfaat ide-ide yang muncul yang dapat di
lakukan pada masa percobaan, proses simulasi tes pemasaran, dan aktivitas lain
yang di rancang untuk membuktikan ide-ide baru yang akan di implementasikan.
7. Implementasion (Implementasi).
Yaitu mentransformasikan ide-ide kedalam praktik bisnis. 6
F. Kebiasaan Berpikir Kreatif
Seoarang yang keatif seringkali dikaitkan dengan keahlianya bernyanyi,
pidato, melukis, dan menggambar. Sebenarnya, yang perlu kita koreksi disini
adalah seorang yang bekerja selain dari bidang kesenian ternyata harus memiliki
kreativitas yang tinggi untuk kemajuan hidupnya. Kreativitas sebenarnya tidak
selalu bawaan dari lahir, karena kreativitas harus dipelajari dan ditingkatkan terus
menerus. Maka dari itu ada beberapa sumber yang mempengaruhi dari krativitas
itu sendiri.
Berbagai studi menunjukkan bahwa individu yang kreatif, secara konsisten
memiliki kepribadian (Feist, 1998; Simonton, 2003): (a) menunjukkan toleransi

6
Ibid, hlm. 44

9
terhadap hal-hal yang ambigu (tidak jelas atau tidak teratur), (b) berani
mengambil risiko, (c) bersemangat/berambisi, dan (d) percaya diri.
Kreativitas sebenarnya tidak selalu bawaan dari lahir, karena ternyata
kreativitas harus dipelajari dan ditingkatkan terus menerus. Maka dari itu ada
beberapa sumber yang mempengruhi kreativitas itu sendiri, yaitu sifat proses
kreatif, akumulasi pengetahuan, proses inkubasi, pengalaman ide, latihan kreatif,
lingkungan kreatif, teknik peningkatan kreativitas, berpikir kreatif, imajinasi dan
ide.
Bentuk-bentuk Kreativitas Dalam kehidupan manusia, bentuk-bentuk
kreativitas dapat dituangkan dalam beberapa hal. Berikut ini adalah bentuk-bentuk
kreativitas :
1. Ide
Pemikiran yang kreatif dapat mengantarkan seseorang untuk menghasilkan
suatu ide. Ide di sini haruslah unik dan belum pernah terpikirkan sebelumnya. Ide
adalah suatu pemikiran yang menciptakan solusi untuk mengatasi masalah yang
ada di masyarakat.
2. Produk
Produk merupakan salah satu bentuk kreativitas pula. Hal ini karena untuk
menciptakan suatu produk, diperlukan suatu proses kreatif sehingga produk
tersebut dapat memenuhi harapan konsumen. Produk di sini dapat berupa barang
maupun jasa.
3. Gagasan
Kreativitas juga dapat dituangkan dalam wujud gagasan. Gagasan yang
dimaksud merupakan gagasan untuk mengatasi masalah. Gagasan dapat
disampaikan secara langsung maupun tulisan seperti melalui buku, publikasi, dan
lain-lain.

10
BAB III

PENUTUP
A. Simpulan
Kreativitas merupakan kemampuan seseorang dalam menuangkan ide atau
gagasan melalui proses berpikir kreatif untuk menciptakan sesuatu yang menuntut
pemusatan, perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Kreativitas sangat
penting dan berguna dengan disertai inovasi yaitu melaksanakan ide dari berbagai
sumber daya informasi pengetahuan dan pengalaman.

Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahaan harus


memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya
dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang
berbeda dengan produk-produk yang telah ada di pasar. Gagasan-gagasan yang
kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru
seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia
usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya
mustahil.

B. Saran
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Memiliki banyak kekurangan dan membutuhkan perbaikan. Sehingga kritik dan
saran sangat kami butuhkan demi perbaikan dimasa mendatang. Semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

11
DAFTAR PUSTAKA

Shadily, Hasan. 1987. Ensiklopedi Indonesia, jilid 4. Jakarta: Ichtion van hoeve.

Sulaiman, sahlan dan miswan. 1988. Multi Dimensi Berkreatifitas Manusia.


Bandung: Sinar Baru.

Suryana. 2006. Kewirausahaan, edisi 3. Bandung: Salemba Empat.

12

Anda mungkin juga menyukai