Anda di halaman 1dari 3

Cr+

6
dalam limbah cair direduksi dengan NaHSO3 dengan penambahan
larutan NaOH sebagai pensuasana akan berubah menjadi Cr+
3. Cr+
3
selanjutnya diendapkan dengan penambahan kapur menjadi Cr(OH)3 .

Endapan ini kemudian disaring dan hasil saringannya ditamabahkan dengan zat pembangkit warna
defenil karbazida yang selanjutnya dapat diukur dengan spektrofotometer visibel yang berprinsip pada
absorbsi cahaya dan sifat serapannya mengikuti ketentuan Beer-Lambert.
PEMBENTUKAN KOMPLEKS
Ion logam dapat menerima pasangan elektron dari donor elektron membentuk senyawa koordinasi atau
ion kompleks. Ion logam dalam kompleks tersebut dinamakan atom pusat sedangkan gugus yang
terikat pada atom pusat disebut ligan. Banyaknya ikatan yang dibentuk oleh atom pusat disebut
bilangan koordinasi.
Contoh:
Ag+ + 2CN Ag(CN)2-

Dalam kompleks Ag(CN)2- ini, perak merupakan atom pusat dengan bilangan koordinasi dua dan
sianida adalah ligannya. Beberapa contoh kompleks yang khas dapat dilihat pada tabel 9.1.
Tabel 9.1. Beberapa Kompleks yang Khas
Ion Logam Ligan Kompleks Nama Kompleks Bilangan Koordinasi
Logam
Ag+ NH3 Ag(NH3)2+ diamin argentat (I) 2
Cu2+ NH3 Cu(NH3)42+ tetramin kuprat (II) 4
Fe3+ CN- Fe(CN)63- heksasiano ferat (III) 6
Reaksi pembentukan kompleks antara ion logam dengan ligan tersebut dapat dianggap sebagai suatu
reaksi asam basa Lewis dimana ligan bertindak sebagai basa dengan menyumbangkan sepasang
elektronnya kepada kation yang merupakan asamnya. Contoh:
Ag+ + ‫ ׃‬ºN
2C [NºC – Ag – CºN]-
Asam Lewis Basa Lewis Ion kompleks
akseptor donor
pasangan pasangan
elektron electron
A. Ligan
Ligan atau donor pasangan elektron harus mempunyai paling sedikit sepasang elektron bebas untuk
membentuk ikatan dengan ion logam. Ada ligan monodentat, bidentat maupun multidentat. Contoh
ligan monodentat atau unidentat dapat dilihat pada tabel 9.2. Sedangkan contoh ligan polidentat dapat
dilihat pada tabel 9.3. Ion sianida disebut ligan monodentat karena berikatan dengan ion logam melalui
satu atom (atom karbon). Sedangkan etilen diamin (NH2CH2CH2NH2) merupakan contoh ligan
bidentat karena berikatan dengan ion logam melalui dua ion ligan.
Ligan multidentat dapat membentuk lingkaran yang menyepit ion logam, senyawa yang dihasilkannya
disebut sepit (“chelate”).
Tabel 9.2. Ligan Monodentat
Netral Anion
H2O F-, Cl-, Br-, I-
NH3 SCN-
CN-
OH-
S2-
Tabel 9.3. Ligan Polidentat
Jenis Struktur Nama
Bidentat Etilen diamin
Tetradentat Trietilen tetramin
Heksadentat Asam etilen diamintetra
asetat
Oktadentat Asam dietilentriamin
penta asetat
B. Kestabilan Kompleks
Ketabilan suatu senyawa/ion kompleks dinyatakan oleh tetapan kestabilannya. Jika suatu ion logam
Mn+ membentuk kompleks dengan ligan L maka terbentuk kompleks MLn+ melalui persamaan reaksi:
Mn+ + L MLn+
Tetapan kestabilan kompleks (Kstab) atau tetapan pembentukan kompleks (Kf) tersebut adalah
Makin besar harga Kf makin stabil kompleks yang terbentuk.
http://takdir.blog.com/2011/03/gravimetri/
Pereaksi Ammonium molibdovanadat adalah pereaksi yang digunakan khusus dalam penentuan
senyawa-senyawa fosfat yang berfungsi membentuk senyawa komplek berwarna sehingga pengukuran
senyawa fosfat dengan spektrofotometer UV-VIS menjadi sangat sfesifik mengingat bahwa hanya
senyawa fosfat yang dapat membentuk senyawa komplek berwarna kuning jika direaksikan dengan
ammonium molibdovanadat. Cara membuat pereaksi ini adalah dengan mencampurkan pereaksi
ammonium molibdat dengan pereaksi ammonium matavanadat, dalam langkah kerja sebelumnya telah
dituliskan bagaimana cara dalam pembuatan pereaksi ini.
Oleh sebab itu pembentukan warna kuning terjadi setelah sampel yang mengandung fosfor
ditambahkan dengan pereaksi ammonium molibdovanadat. Ketika sampel ditambahkan dengan
pereaksi ammonium molibdovanadat maka akan terbentuk senyawa komplek berwarna yang disebut
Molibdovanadat asam fosfat. Berikut reaksinya :
Tahap 1 :
7PO4³ˉ + 12[(NH4)6Mo7O24] + 36H2O 7[(NH4)3PO4.12MoO3] + 51 NH4ˉ + 72 OHˉ
Tahap 2 :
[(NH4)3PO4.12MoO3] + Reduktor Spesies kuning Mo (V) kuning
http://bebek2009.wordpress.com/2009/10/19/laporan-pkl-bpmb-jakarta/