Anda di halaman 1dari 4

CITRA MESTIKA TAMPUBOLON

856038909

POKJAR TEBING TINGGI

3A

No Soal Skor
1. Jelaskan secara singkat alasan-alasan mengapa pembelajaran kelas rangkap perlu 27
dipelajari di era digital ini? Berikan contoh kasus yang dapat Saudara ambil di berita
untuk menjelaskan salah satu alasan tersebut!
2. Jelaskan prinsip-prinsip yang mendasari Pembelajaran Kelas Rangkap dan berikan 20
contohnya!
3. Jelaskan model pembelajaran kelas rangkap 221 dan 222 beserta contoh penerapannya 14
disesuaikan dengan tema dalam pembelajaran kurikulum 2013!
Skor Total 61

Jawab:

1. Pembelajaran kelas rangkap perlu dipelajari di era digital ini karena dengan
kemajuanteknologi dewasa ini dapat mengatasi tantangan – tantangan yang dihadapi
dalampembelajaran PKR, seperti keterbatasan sarpras, murid, atau guru. Namun, guru
perluterlebih dulu memiliki pengalaman melakukan pendekatan pembelajaran aktif,
sebelumdiperkenalkan dengan model pembelajaran kelas rangkap. Sebagai contoh
pemerintahKabupaten Probolinggo, yang saat ini melaksanakan program rintisan
pembelajaran kelasrangkap di 8 sekolah-sekolah kecil yang berada di Kecamatan
Sukapura. Modelpendekatan seperti ini sangat penting, terutama di daerah-daerah
terpencil denganpopulasi penduduk yang sedikit, dan di sekolah-sekolah yang
kekurangan guru atau ruangkelas. Model seperti ini juga berguna bagi guru yang ingin
melakukan pembelajaranberdiferensiasi untuk siswa dengan kompetensi beragam.
2. Prinsip – prinsip yang mendasari Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR)

1. Keserempakan Kegiatan Pembelajaran

Dalam PKR guru menghadapi dua kelas atau lebih pada waktu yang bersamaan. Oleh
karena itu, prinsip utama PKR adalah kegiatan belajar mengajar terjadi secara bersamaan
atau serempak. Kegiatan yang terjadi secara serempak itu harus bermakna, artinya
kegiatan tersebut mempunyai tujuan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum atau
kebutuhan murid dan dikelola dengan benar. Dengan demikian, jika ada kegiatan yang
dikerjakan murid hanya untuk mengisi kekosongan saja , maka bukan PKR yang
diharapkan.

2. Kadar Waktu Keaktifan Akademik (WKA) Tinggi.


Selama PKR berlangsung, murid aktif menghayati pengalaman belajar yang bermakna.
PKR tidak memberi toleransi pada banyaknya WKA yang hilang karena guru tidak
terampil mengelola kelas. Misalnya, waktu tunggu yang lama, pembentukan kelompok
yang lamban, atau pindah kelas yang memakan waktu.Makin banyak waktu yang
terbuang, maka makin rendah kadar WKA. Namun perlu Anda ingat, bahwa WKA tinggi
tidak selalu berkadar tinggi. Kualitas pengalaman belajar yang dihayati murid sangat
menentukan WKA. Kualitas dan lamanya kegiatan berlangsung menentukan tinggi
rendahnya kadar WKA.

3. Kontak Psikologis Guru dan Murid yang Berkelanjutan

Dalam PKR, guru harus selalu berusaha dengan berbagai cara agar semua murid merasa
mendapat perhatian dari guru secara terus-menerus. Agar mampu melakukan hal ini, guru
harus menguasai berbagai teknik. Menghadapi dua kelas atau lebih pada saat yang
bersamaan dan kemudian mampu meyakinkan murid bahwa guru selalu berada bersama
mereka, bukan pekerjaan yang mudah. Guru harus mampu melakukan tindakan
instruksional dan tindakan pengelolaan yang tepat. Tindakan instruksional adalah
tindakan yang langsung berkaitan dengan penyampaian isi kurikulum, seperti
menjelaskan, memberi tugas, atau mengajukan pertanyaan. Tindakan pengelolaan adalah
tindakan yang berkaitan dengan penciptaan dan pengembalian kondisi kelas yang
optimal. Misalnya, menunjukkan sikap tanggap dan peka, mengatur tempat duduk,
memberi petunjuk yang jelas atau menegur murid.

4. Pemanfaatan Sumber Secara Efisien

Sumber dapat berupa peralatan/sarana, orang dan waktu. Agar terjadi WKA yang tinggi,
semua jenis sumber harus dimanfaatkan secara efisien. Lingkungan, barang bekas, dan
segala peralatan yang ada di sekolah dapat dimanfaatkan oleh guru PKR. Demikian
dengan orang dan waktu. Murid yang pandai dapat dimanfaatkan sebagai tutor. Waktu
harus dikelola dengan cermat sehingga menghasilkan WKA yang berkadar tinggi. Di
samping keempat prinsip yang telah disebutkan, masih ada satu prinsip lagi yang perlu
dikuasai guru PKR, yaitu membiasakan murid untuk mandiri. Apabila guru mampu
menerapkan keempat prinsip di atas, maka murid akan terbiasa mandiri. Kemampuan
murid untuk belajar mandiri akan memungkinkan guru PKR mengelola pembelajaran
secara lebih baik sehingga kadar WKA menjadi semakin tinggi.

3. Pada model pembelajaran kelas rangkap 222, guru menghadapi dua kelas. Misalnya kelas
5 dan kelas 6, untuk mengajar mata pelajaran matematika di kelas 5 dan IPA di kelas 6.
Topik yang diajarkan tidak memiliki saling keterkaitan. Proses pembelajaran berlangsung
dalam dua ruangan berdekatan yang berhubungan dengan pintu. Langkah-langkah
pembelajaran dapat diperhatikan matrik berikut ini.

Penjelasan:

Untuk penerapan model ini, perlu diikuti petunjuk sebagai berikut.

a. Pada kegiatan pendahuluan lebih kurang 10 menit pertama, satukan murid kelas V dan kelas
VI dalam satu ruangan yang tempat duduknya mencukupi. Berikan pengantar dan pengarahan
umum seperti dilakukan pada model PKR 221. Bila tidak mungkin bisa menyatukan murid
dalam satu ruangan, gunakan halaman/teras, dan bila tidak mungkin lagi murid tetap di ruang
masing-masing tetapi guru berada di pintu yang menghubungkan antara dua kelas.

b. Pada kegiatan inti lebih kurang 60 menit berikutnya, terapkan aneka metode yang sesuai untuk
masing-masing kelas. Yang perlu diperhatiakn adalah jangan sampai pada saat guru sedang
menghadapi kelas yang satu, kelas yang lain tidak ada kegiatan sehingga murid ribut. Atur
kepindahan guru dari ruang ke ruang secara seimbang, artinya jangan banyak menggunakan
waktu di satu ruang. Ada saat dimana guru harus berdiri di pintu penghubung.

c. Pada kegiatan penutup lebih kurang 10 menit terakhir berdirilah di pintu penghubung
menghadapi kedua kelas untuk mengadakan reviuw umum mengenai materi dan kegiatan belajar
yang baru berlaku. Berikan komentar dan penguatan sesuai dengan keperluan. Setelah itu berikan
tindak lanjut berupa tugas untuk masing-masing kelas, kemudian persiapan untuk jam pelajaran.

d. Sebaiknya untuk menerapkan model PKR 222 ini, aturlah tempat duduk murid sedemikian
rupa sehingga pandangan murid mengarah kedepan dan kearah pintu penghubung.

Anda mungkin juga menyukai