Anda di halaman 1dari 32

BABx I

PENDAHULUAN

A. Latarx Belakang
Pemasyarakatanx merupakanx perkembanganx darix sistemx pemidanaanx
diIndonesiax yangx manax berupax sistemx kepenjaraanx danx selanjutnyax
telahx bergantix namax begitux pulax denganx tujuan,x yangx manax awalnyax
merupakanx penjeraanx menjadix memasyarakatanx (x memulihkanx hidup,x
kehidupan,x danx penghidupan).x Pemasyrakatanx berawalx darix konsepx Dr.x
Saharjo,x S.Hx dalamx pidatonyax yangx berisix tentangx konsepx pengayomanx
denganx lambangx pohonx beringin.x Konsepx tersebutx selanjutnyax menjadix
sistemx dalamx pembinaanx narapidanax yangx manax menggantikanx sistemx
kepenjaraanx yangx dix cetuskanx padax tanggalx 27x Aprilx 1964x yangx
sekarangx menjadix harix ulangx tahunx pemasyarakatan.x Sistemx
pemasyarakatanx dix perkuatx secarax hukumx denganx dix bentukx danx
disahkannyax Undangx –x Undangx Nomorx 12x Tahunx 1995x Tentangx
Pemasyarakatan.x Pengertianx pemasyarakatanx sendirix yaitux memulihkanx
hidup,x kehidupan,x danx penghidupanx narapidana.x Selainx itux pengertianx
pemasyarakatanx jugax tertuangx dalamx Pasalx 1x Ayatx (1)x Undangx –x
Undangx nomorx 12x Tahunx 1995x Tentangx Pemasyarakatanx yaitux
“Pemasyarakatanx adalahx kegiatanx untukx melakukanx pembinaanx
Wargax Binaanx Pemasyarakatanx (WBP)x berdasarkanx sistemx
kelembagaanx danx carax pembinaanx yangx merupakanx bagianx akhirx
darix sistemx pembinaanx dalamx tatax peradilan”.
Sedangkanx untukx pengertianx sistemx pemasyarakatanx itux tertuangx
dalamx Pasalx 1x Ayatx (2)x Undangx –x Undangx Nomorx 12x Tahunx 1995x
tentangx pemasyarakatanx bahwax :x
“Sistemx pemasyarakatanx adalahx suatux tatananx mengenaix arahx
danx batasx sertax carax pembinaanx Wargax Binaanx Pemasyarakatanx
berdasarkanx Pancasilax yangx dilaksanakanx secarax terpadux antarax
pembina,x yangx dibinax danx masyarakatanx untukx meningkatkanx
kualitasx Wargax Binaanx Pemasyarakatanx agarx menyadarix
kesalahan,x memperbaikix dirix danx tidakx mengulangix tindakx pidanax
sehinggax dapatx diterimax kembalix dix lingkunganx masyarakatan,x
dapatx aktifx berperanx dalamx pembangunan,x danx dapatx hidupx
secarax wajarx sebagaix wargax yangx baikx danx bertanggungx jawab”.
Tujuanx sistemx pemasyaraatanx yaitux mengintegrasix sosialx
narapidanax agarx dapatx kembalix dalamx kehidupannyax denganx Tuhan,x
kehidupanx individu,x kehidupanx berkeluargax danx kehidupanx denganx
masyarakat.x Disampingx itux tujuanx sistemx pemasayarakatanx jugax agarx
narapidanax sadarx akanx tindakaknnyax dalamx melakakukanx tindakx pidanax
sertax tidakx melakukanx kembalix ataux mengulangix perbuatannya,x sehinggax
dapatx hidupx secarax noralx danx bertanggungx jawabx dix lingkunganx
masyarakat.x Tujuanx tersebutx berkembangx danx terusx berajalanx turunx
temurun.x Sistemx pemasayarakatanx itux sendirix terbagix menjadix beberapax
tugasx danx fungsix yaitux pelayananx danx perawatanx yangx merupakanx
tugasx darix Unitx Pelaksanax Teknisx (UPT)x Pemasyarakatanx Rumahx
Tahananx Negarax (RUTAN).x Kemudianx pembinaanx merupakanx tugasx
UPTx Pemasyarakatanx yaitux Lembagax Pemasayaraatanx (LAPAS),x
pembimbinganx merupakanx tugasx UPTx Pemasyarakatanx Balaix
Pemasyarakatanx (BAPAS)x danx pengelolaanx merpakanx tugasx UPTx
Pemasyarakatanx Rupbasan.
Lembagax Pemasayarakatanx merupakanx salahx satux unitx pelaksanax
teknisx yangx mempunyaix tugasx danx fungsix sebagaix pembinax wargax
binaanx pemasayarakatan.x Dalamx Pasalx 1Aytx 3x Undangx –x Undangx
Nomorx 12x Tahunx 1995x Tentangx Pemasyarakatanx menyebutkanx bahwax :x
“Lembagax Pemasyarakatanx yangx selanjutnyax disebutx LAPASx adalahx
tempatx untukx melaksanakanx pembinaanx Narapidanax danx Anakx Didikx
Pemsyarakatan”.
Pembinaanx yangx dilakukanx diLapasx terbagix menjadix duax bagianx
yaitux pembinaanx kepribadianx danx pembinaanx kemandirian.x Pembinaanx
kepribadianx bertujuanx untukx meningkatkanx kualitasx ketaqwaanx kepadax
Tuhanx YME,x intelektual,x sikapx danx prilakux sehinggax menyadarix bahwax
apax yangx telahx dilakukanx merupakanx tindakx kejahatanx sehinggax
diharapkanx dapatx merubahx dirix menjadix lebihx baikx danx tidakx
mengulangix kesalahannya.x Sedangkanx pembinaanx kemandirianx bertujuanx
untukx meningkatkanx keterampilanx kerjax darix narapidanax agarsetelahx
keluarx darix Lapasx merekax dapatx hidupx denganx baikx danx mampux
bersaingx denganx masyarakatx lainnya.x Padax kondisix saatx inix dalamx
prosesx pembinaanx terutamax pembinaanx terutamax pembinaanx kemandirianx
masihx belumx berjalanx seacarax optimalx dibeberapax lapas.x Terdapatx
faktorx –x faktorx yangx menyebabkanx pembinaanx dix Lapasx belumx
berjalanx secarax optimalx baikx itux darix faktorx internalx maupunx faktorx
eksternal.
Dix Lemabagax pemasyarakatanx Kelasx IIAx Metrox padax tanggalx 26x
Maretx 2021x terdapatx 593x orangx denganx keteranganx 530x Narapidanax
danx 63x Tahanan.x Pembinaanx yangx diselenggarakanx olehx Lapasx Kelasx
IIAx Metrox yaitux pembinaanx kepribadianx denganx kegiatanx untukx
meningkatkanx ketaqwaanx kepadax Tuhanx YMEx danx meningkatkanx
intelektualx narapidanax sertax terdapatx beberapax kegiatanx keterampilanx
yaitux lasx listrik,x penjahitanx tapisx Lampung,x sertax pembenihanx ikanx
gurame.x Kegiatanx keterampilanx kerjax merupakanx bagianx darix programx
pembinaanx kemandirianx yangx manax narapidanax diajarkanx danx dilatihx
untukx menghasilkanx sebuahx produk.x Dalamx pelaksanaanx pembinaanx
kemandirianx narapidanax diwajibkanx melakukanx kegiatanx kerjax selainx
termasukx dalamx programx pembinaanx jugax merupakanx salahx satux syaratx
bagix narapidanax untukx mendapatkanx haknya.x Selainx itux kegiatanx kerjax
jugax dapatx menguntungkanx bagix narapidanax karenax mendapatkanx premix
yangx bisax digunakanx untukx menambahx biayax kehidupanx narapidanax
selamax menjalanix masax pidananya.x Narapidanax yangx mengikutix kegiatanx
kerjax tentux mendapatx keahlianx danx keterampilanx yangx nantinyax apabilax
merekax keluarx darix Lapasx dapatx digunakanx untukx mencukupix
kehidupanx seharix –x hari.
Pembinaanx kemandiranx ataux kegiatanx kerjax merupakanx programx
yangx diwajibkanx bagix seluruhx narapidanax selamax menjalanix masax
pidananya.x Kegiatanx kerjax yangx tersediax dix Lapasx kelasx IIx Ax Metrox
tidakx hanyax satux namunx minatx darix narapidanax itux sendririx kurangx
danx seharusnyax dimanfaatkanx denganx baikx menjadix kurangx optimal.x
Hanyax beberapax narapidanax yangx berminatx mengikutix kegiatanx kerjax
ataux kegiatanx lainnyax danx sisanyax tidakx memilikix kegiatanx apapunx
yangx artinyax hanyax menghabiskanx masax pidananyax denganx siax –x sia.x
Sedangkanx hampirx semuax narapidanax mengikutix programx pembinaanx
kemandirianx dilapasx Kelasx IIAx Metrox yangx manax jumlahx 593x orang.x
Narapidanax yangx aktifx mengikutix kegiatanx kepribadianx danx kemandirianx
seacarax bersamaanx sangatx sedikit,x narapidanax lebihx banyakx mengikutix
pembinaanx keribadianx dibandingkanx denganx pembinaanx kemandirian.x Dix
Lembagax Pemasyarakatanx telahx menyiadakanx saranax danx prasaranax bagix
narapidanax namunx belumx dix manfaatkanx secarax optimal.x Halx inix
menjadix alasanx penulisx dalamx melakukanx penelitianx dix Lemabagax
Pemasyarakatanx Kelasx IIAx Metrox tentangx “Analisisx Motivasix Kerjax
Narapidanax Dalamx Mengikutix Pembinaanx Kemandirianx Dix Lapasx
Kelasx IIAx Metro”.

B. Rumusanx Masalah
Bedasarkanx padax latarx belakangx permasalahanx diatas,x makax
pertanyaanx penelitianx inix adalahx :

1. Bagaimanax Motivasix Kerjax Narapidanax Dalamx Mengikutix


Pembinaanx Kemandirianx Dix Lapasx Kelasx IIAx Metrox ?
2. Apax Hambatanx Yangx Mempengaruhix Motivasix Kerjax
Narapidanax dalamx Mengikutix Pembinaanx Kemandirianx Dix
Lapasx Kelasx IIAx Metro?

C. Tujuanx Penelitan
Tujuanx yangx hendakx dicapaix dalamx penulisanx penelitianx inix
adalahx :
1. Untukx mengetahuix motivasix kerjax narapidanax dalamx mengikutix
pembinaanx kemandirianx dix Lapasx Kelasx IIAx Metro.
2. Untukx mengetahuix hamabatanx yangx mempengaruhix motivasix
kerjax narapidanax dalamx mengikutix pembinaanx kemandirianx dix
Lapasx Kelasx IIAx Metro.

D. Manfaatx Penelitian
Manfaatx yagx dapatx diperolehx darix penelitianx inix yaitux sebagaix
berikutx :

1. Manfaatx Teoritis
Secarax teoritisx hasilx penelitianx inix diharapkanx dapatx bermanfaatx
yaitux

a. Memeberikanx sumbanganx pemikiranx bagix programx


pembinannx yangx diselenggarakanx olehx Lembagax
Pemasyarakatan.
b. Memberikanx sumbanganx pengetahuanx bagix petugasx
pemasyarakatan,x yaitux denganx mempertimbangkanx motivasix
narapidanax dalamx mengiktix pembinaanx kemandirian.
c. Sebagaix refrensix padax penelitianx –penelitianx selanjutnyax
yangx berhubunganx denganx tingkatx motivasix narapidanax
dalamx mengikutix programx pembinaanx kemandirian.
2. Manfaatx Praktis
Secarax praktisx penelitianx inix memlikix manfaatx sebagaix berikutx :

a. Bagix Penulis

Dapatx menambahx wawasanx danx pengalamanx sertax sebagaix


salahx satux syaratx memperolehx gelarx sarjanax terapanx
pemasyarakatan.

b. Bagix UPTx Pemasyrakatan

Sebagaix bahanx pertimbanganx dalamx melaksanakanx programx


pembinaanx kemandirianx dix Lembagax Pemasyarakatanx Kelasx
IIAx Metro.

c. Bagix Pihakx Lain

Sebagaix bahanx bacaanx ataux sumberx refrensix terkaitx


motivasix narapidanax dalamx mengikutix programx –x programx
pembinaanx kemandirianx dix Lembagax Pemasyarakatanx Kelasx
IIx Ax Metro.

E. Asumsix
Dalamx upayax meningkatkanx motivasix kerjax narapidanax dalamx
mengikutix kegiatanx pembinaanx kemandirianx dix Lembagax
Pemasyarakatanx Kelasx IIx Ax Metrox penelitix memilikix beberapax
asumsix yaitux :
1. Minatx kerjax narapidanax dalamx mengikutix kegiatanx pembinaanx
kemandirianx tidakx maksimalx dikarenakanx kurangnyax motivasix
ataux keinginanx kerjax darix narapidana.x Karenax tidakx
maksimalnyax kegiatanx pembinaanx kemandirianx makax akanx
berdampakx padax kemampuanx danx keterampilanx padax
narapidanax sebagaix modalx awalx untukx kembalix padax
kehidupanx dimasyarakat.
2. Kendalax yangx mempengaruhix motivasix kerjax narapidanax dalamx
mengikutix programx pembinaanx kemandirianx yaitux :

a) Kurangnyax saranax danx prasaranax yangx terdapatx dix


Lembagax Pemasyarakatanx Kelasx IIx Ax Metro.
b) Kurangnyax perhatianx darix petugasx yangx mengawasix
jalannyax programx pembinaanx kemandirian.
c) Adanyax kesenjanganx socialx yangx terjadix terhadapx
sesamax narapidanax didalamx kamarx hunian
BABx II
TINJAUANx PUSTAKA

A. Literaturx Review

Padax penulisanx skripsix ini,x penulisx menemukanx beberapax


temuanx danx bahanx penelitianx yangx dix perolehx darix bahanx acuanx
(jurnal,x buku,x danx hasilx studi)x untukx dapatx dijadikanx sebagaix
landasanx kegiatanx penelitianx tentunyax berkaitanx denganx motivasix
kerja.x Berikutx adalahx penelitianx yangx dimaksud;
Tabelx 2.1x Literaturx Review

NO JUDUL PENULIS TAHUN

1 Jurnalx Analisisx Motivasix 1. Astuti 2017


Kerjax Karyawanx dalamx
Upayax Meningkatkanx
Produktivitasx Krjax
Karyawan

2 Jurnalx Analisix Motivasix 1. Rikax Suwito 2016


Kerjax Karyawanx Padax 2. Agnitax Yolanda
PT.x Bankx SUMUTx KCPx
Marelanx Medan
3 Jurnalx Analisix Motivasix 1. Adix Widyo 2016
Kerjax Karyawanx Padax 2. Ariefx Rifaix H
PT.x Peputrax Masterindox
KEC.x TAPUNGx KAB.x
KAMPAR

4 Jurnalx Motivasix Kerjax 1. Sarix Sagitax 2015


Pegawaix Padax Programx Firsani
Pascasarjanax Universitasx
Tadulako

5 Jurnalx Studix Kualitatifx 1. Dwix 2016


Motivasix Kerjax Pegawaix Ambariningrum
Negerix Sipilx Padax Badanx 2. Mx Yusufx Sx
Pemberdayaanx Masyarakatx Barusman
Danx Pemerintahanx Desax 3. Hendrix Dunan
Kabupatenx Lampungx
Timurx

sumber:x dibuatx olehx peneliti

1. Diantarax artikel-artikelx yangx penulisx gunakanx sebagaix acuanx dalamx


penelitianx inix adalahx pertamax analisisx motivasix kerjax karyawanx
dalamx upayax peningkatanx produktivitasx karyawanx yangx dilakukanx
olehx Astuti,x yangx menjelaskanx bahwax adax beberapax halx yangx
menjadix pertimbanganx perusahaanx untukx meningkatkanx Bisnisx
Motivasix kerjax dapatx menggunakanx strategix pengembanganx dalamx
upayax meningkatkanx produktivitasx kerjax karyawan.x Stephenx P.x
Robbinsx danx Merryx Counterx mentransmisikanx dalamx Suwantox danx
Priansax (2016)x pengertianx motivasix sebagaix kesediaanx untukx
melakukanx upayax yangx besarx untukx mencapaix tujuanx organisasi,x
dikondisikanx olehx kemampuanx untukx memenuhix kebutuhanx
tertentu.x Berkenaanx denganx motivasi,x menurutx Emron,x Yhonyx danx
Imasx (2016),x adax tigax halx yangx salingx berinteraksix danx
bergantungx padax unsurx kebutuhan,x doronganx danx tujuan.x Artikelx
tersebutx jugax menyimpulkanx bahwax motivasix yangx hadirx dalamx
dirix seseorangx merupakanx dayax dorongx dalamx memperbaruix suatux
perilakux gunax mencapaix tujuanx berpuasx diri.x Orangx inginx bekerjax
untukx memenuhix kebutuhannya,x baikx sadarx maupunx tidakx sadar,x
sepertix halnyax orangx yangx inginx bekerjax untukx kebutuhanx fisikx
danx mental.
2. Artikelx yangx berjudulx Analisisx Motivasix Kerjax Karyawanx PT.x
Bankx SUMUTx KCPx Marelanx Medanx Rikax Suwitox danx Agnitax
Yolandax menjelaskanx bahwax motivasix diartikanx sebagaix kondisix
yangx berpengaruhx dalamx penciptaan,x pengendalianx danx
pemeliharaanx perilakux yangx berkaitanx denganx lingkunganx kerja.x
Motivasix menanyakanx bagaimanax Andax memobilisasix kekuatanx danx
potensix Andax sehinggax Andax inginx bekerjax samax secarax produktifx
untukx mencapaix tujuanx Anda.x Motivasix pegawaix yangx baikx danx
benarx dapatx meningkatkanx motivasix pegawaix dimasax yangx akanx
datang.x Faktorx membangunx hubunganx yangx baikx antarax atasanx
danx bawahanx merupakanx faktorx utamax yangx dapatx mengarahkanx
karyawanx untukx bekerjax samax denganx baikx untukx mencapaix
tujuanx tersebut.
3. Artikelx yangx berjudulx Analisisx Motivasix Kerjax Karyawanx PT.x
Peputrax Masterindox KEC.x KABx TAPUNG.x CAMPARx olehx Adix
Widyox danx Ariefx Rifaix Hx menjelaskanx bagaimanax motivasix
karyawanx dapatx diterapkan.x Indikatorx evaluasinyax adalahx prestasi,x
penghargaan,x peluangx kemajuan,x promosi,x gaji,x bonus,x dll.x Agarx
karyawanx dapatx bekerjax denganx baikx danx memberikanx pelayananx
yangx terbaikx kepadax organisasi,x karyawanx danx karyawanx harusx
memilikix motivasi.x Tujuannyax agarx karyawanx selalux bersemangatx
dalamx bekerjax danx berperilakux positifx dalamx melaksanakanx
tugasnya.
4. Analisisx motivasix kerjax pegawaix padax programx pascasarjanax
Universitasx Tadulakox olehx Sarix Sagitax Firsanix menjelaskanx dalamx
artikelx inix konsepx motivasix sebagaix bagianx pentingx darix sebuahx
lembagax negara.x Karyawanx akanx bekerjax denganx sungguh-sungguhx
jikax memilikix motivasix yangx tinggi.x (Siagianx 1997))x Motivasix
adalahx mesinx yangx membuatx seorangx anggotax organisasix siapx danx
maux melaksanakanx berbagaix kegiatanx yangx menjadix tanggungx
jawabnyax danx memenuhix kewajibannya.x Uraianx tersebutx
menjelaskanx bahwax motivasix merupakanx kekuatanx pendorongx dix
belakangx aparaturx untukx mencapaix tujuanx suatux organisasi.x
Motivasix jugax dapatx dijelaskanx sebagaix suatux dayax penggerakx
yangx mendasarx ataux merangsangx yangx membuatx orangx melakukanx
sesuatu,x ataux bahwax motivasix adalahx suatux dayax penuntunx yangx
menyebabkanx orangx bertingkahx lakux untukx mencapaix tujuanx
tertentu.x Lebihx jauhx lagi,x itux adalahx prosesx mempengaruhix
seseorangx untukx melakukanx apax yangx kitax inginkanx (Handoko,x
1996).
5. Kajianx kualitatifx motivasix kerjax aparaturx Badanx Pemberdayaanx
Masyarakatx danx Pemerintahx Desax Kabupatenx Lampungx Timurx
yangx menjelaskanx aspek-aspekx pentingx untukx meningkatkanx ataux
mempertahankanx etosx kerjax aparatur,x lembagax pemberdayaanx
masyarakatx danx pemerintahx desax dalamx rangkax tetapx gigihx danx
aktifx bekerjax untukx meningkatkanx ataux mempertahankanx
produktivitasx kerja,x yaitux melaluix motivasix (dayax rangsang)x
karyawan,x agarx semangatx kerjax karyawanx tidakx berkurang.x
Antusiasmex karyawanx inix diperlukan,x karenax denganx tingkatx
semangatx yangx tinggi,x karyawanx dapatx bekerjax denganx segenapx
tenagax danx tenagax yangx dimilikix (tidakx setengah-setengah)x untukx
memaksimalkanx produktivitasnyax danx memungkinkanx tercapainyax
tujuan.x Menurutx Arax (1998),x motivasix adalahx suatux perilakux kuatx
yangx berorientasix padax suatux tujuanx tertentu,x dibalikx perilakux
yangx kuatx tersebutx diasumsikanx terdapatx semacamx kebutuhan,x
keinginanx ataux keinginan.x Istilahx "kebutuhan"x ataux "keinginan"x
menunjukkanx adanyax kekuranganx ataux kelebihanx sesuatux yangx
dengannyax pencapaianx tujuanx inix dapatx dipenuhi.x Ernestx dalamx
Mangkunegarax (2001)x mengemukakanx bahwax “motivasix kerjax
didefinisikanx sebagaix keadaanx yangx mempengaruhix gairah,x arahx
danx pemeliharaanx perilakux yangx relevanx dalamx lingkunganx kerja”.

B. Tinjauanx Teori

Penelitianx inix menganalisisx tentangx motivasix kerjax narapidanax


dalamx mengikutix programax pembinaanx kemandirian.x Teorix yangx
menjadix landasanx dalamx penelitianx inix adax teorix motivasix maslow.x
Teorix heirarkix kebutuhanx Abrahamx Maslowx ataux teorix motivasix
Maslowx dix kembangkanx padax tahunx 1950x hinggax saatx inix teorix
hierarkix kebutuhanx tetapx digunakanx dalamx memahamix motivasix
manusia,x pelatihanx manajemen,x danx pengembanganx pribadi.x Teorix
motivasix maslowx menyatakanx bahwax prilakux manusiax dix kendalikanx
olehx duax factorx yaitux internalx danx eksternal.x Selainx itux teorix
maslowx jugax menyatakanx bahwax manusiax mempunyaix kemampuanx
unikx untukx membuatx pilihanx danx melaksanakanx pilihanx merekax
sendiri.
Dalamx bukunyax Motivationx andx Personalityx Tahunx 1954x
menjelaskanx bahwax individux berprilakux dalamx upayax untukx
memenuhix kebutuhanx yangx bersifatx hierarkis,x sertax padax edisix kex 2x
yangx diterbitkanx Tahunx 1970x Maslowx mempernalkanx Hierarchyx ofx
Needs.x Darix seluruhx teorix yangx dikembangkanx olehx Maslowx
disimpulakanx bahwax kebutuhanx manusiax itux dapatx diklasifikasikanx
padax limax hierarkix kebutuhanx yaitux :
1) Physiologicalx Needs

Manifestasix yangx palingx nyatax darix kebutuhanx fisiologisx adalahx


kebutuhanx dasarx manusia.x Kebutuhanx inix merupakanx kebutuhanx
yangx palingx mendasar,x sepertix cukupx makanan,x udara,x airx untukx
bertahanx hidup,x kebutuhanx inix dianggapx bukanx hanyax kebutuhanx
dasarx karenax setiapx orangx membutuhkannyax terusx menerusx darix
lahirx sampaix mati,x tetapix karenax seseorangx tanpax terpenuhinyax
kebutuhanx tersebutx tidakx Dikatakanx bahwa.x untukx hidup.x Berbagaix
kebutuhanx fisiologisx bersifatx universalx danx tidakx memperhitungkanx
batasx geografis,x asal,x tingkatx pendidikan,x statusx sosial,x pekerjaan,x
usia,x jenisx kelamin,x danx faktorx lainx yangx menunjukkanx
keberadaanx seseorang.

2) Safetyx Needs

Keamananx harusx dilihatx dalamx artix luas,x tidakx hanyax darix segix
keamananx fisik,x tetapix jugax mental,x sebagaix perlakuanx yangx
manusiawix danx adil.
3) Belongingnessx andx Lovex Needs

Kebutuhanx itux terdirix darix kebutuhanx akanx cintax danx rasax


memiliki.x Manusiax adalahx makhlukx sosialx dan,x sebagaix makhlukx
sosial,x iax memilikix kebutuhanx yangx berbedax sehubunganx denganx
pengakuanx keberadaannyax danx penghormatanx terhadapx reputasix danx
martabatnya.

4) Esteemx Needs

Salahx satux cirix manusiax adalahx hargax diri,x sehinggax setiapx orangx
membutuhkanx pengakuanx keberadaanx danx statusnyax olehx orangx
lain.x Kebutuhanx inix meliputix reputasi,x prestise,x danx pengakuanx
darix orangx lain,x sertax kebutuhanx akanx kepercayaanx danx kekuasaan.

5) Self-Actualizationx needs

Keinginanx untukx realisasix dirix untukx menjadix yangx terbaikx


mampu.x Dix dalamx kesemuanyax itux terdapatx potensix kemampuanx
yangx belumx sepenuhnyax berkembang.x Padax umumnyax setiapx
individux menginginkanx potensinyax dikembangkanx secarax sistematis,x
sehinggax menjadix keterampilanx yangx efektif.
Dalamx hierarkix kebutuhanx Maslow,x jikax individux terlambatx
memenuhix kebutuhanx pertama,x kebutuhanx fisiologis,x makax iax
mungkinx menginginkanx kebutuhanx dix atasnya,x yaitux kebutuhanx akanx
rasax aman.x Setelahx kebutuhanx rasax aman,x kebutuhanx berafiliasix danx
bersosialisasix denganx orangx lainx sebagaix anggotax masyarakatx
mendominasix kebutuhanx lainnya.x Ketikax kebutuhanx inix terpenuhi,x
kebutuhanx akanx hargax dirix memilikix kekuatanx yangx dominanx dix
antarax kebutuhanx lainnya.x Ketikax kebutuhanx akanx hargax dirix
terpuaskan,x kebutuhanx akanx pemenuhanx dirix menempatix tingkatx yangx
palingx penting.x Kebutuhanx realisasix dirix adalahx kebutuhanx untukx
mengoptimalkanx potensix diri,x keinginanx untukx menjadix apax yangx
dirasakanx individux karenax memilikix potensix untukx mencapainya,x
menurutx Maslowx bahwax hierarkix kebutuhanx inix merupakanx modelx
yangx khasx danx dapatx diterapkanx hampirx dix semuax tempat.x waktux
(Thoha,x 2001:199).x Setiapx orangx memilikix kebutuhanx yangx berbeda;x
Jikax tidak,x adax kalanyax seseorangx untukx mencapaix kebutuhanx
realisasix dirix harusx melaluix pemuasanx kebutuhanx fisikx danx kemudianx
merangkakx menujux realisasix diri.x Dix sisix lain,x adax orangx lainx yangx
tidakx membutuhkanx banyakx waktux padax satux tingkat,x tiba-tibax
menemukanx dirix merekax padax tingkatx kebutuhanx aktualisasix diri.
Konsepx pentingx dalamx teorix yangx diperkenalkanx olehx Maslowx
adalahx perbedaanx antarax kebutuhanx dasarx danx kebutuhanx
pertumbuhan.x Kebutuhanx dasarx (kebutuhanx fisiologis,x rasax memiliki,x
cinta,x danx rasax hormat)x merupakanx kebutuhanx yangx pentingx bagix
kebutuhanx fisik,x danx kebutuhanx psikologisx harusx dipenuhi.x Begitux
kebutuhanx itux terpuaskan,x motivasix seseorangx untukx memenuhix
kebutuhanx itux berkurang.

C. Definisix Operasional

1. Lembagax Pemasyarakatanx (LAPAS)

Lapasx ataux LAPASx adalahx tempatx ataux tempatx tinggalx


orangx yangx dinyatakanx bersalahx melanggarx hukumx olehx
pengadilan.x Penjarax disebutx jugax penjarax umum.x Jikax seseorangx
sudahx dipenjara,x hakx kebebasanx sebagaix wargax negarax akanx
dicabut.x Merekax tidakx memilikix prasangkax bebasx sepertix
masyarakatx umum.x Lembagax Pemasyarakatanx merupakanx lembagax
terakhirx dalamx sistemx peradilanx pidanax yangx berperanx dalamx
mewujudkanx tujuanx sistemx peradilanx pidana.x Menurutx Marjonox
Reksodiputro,x tujuanx sistemx peradilanx pidanax adalahx untukx
mencegahx orangx menjadix korbanx kejahatan,x menyelesaikanx perkarax
pidanax agarx orangx yakinx bahwax keadilanx telahx ditegakkanx danx
yangx bersalahx dihukum,x danx berusahax mencegahx kepadax merekax
yangx bersalah.x telahx melakukanx kejahatanx denganx mengulangix
kejahatannyax berulang-ulangx (Marjonox Reksodipurox dalamx Romlix
Atmasasmita).x ,x 2010).
Pasalx 1x butirx 2x Undangx –x undangx Nomorx 12x Tahunx 1995x
tentangx Pemasyarakatanx mengatakanx :

x x x x x “Sistemx Pemasyarakatanx adalahx pengaturanx arah,x batas,x


danx metodex pembinaanx berbasisx Pancasilax bagix wargax binaanx
pemasyarakatanx yangx dilakukanx secarax terpadux antarax pembina,x
penerima,x danx masyarakatx untukx meningkatkanx kualitasx wargax
binaanx pemasyarakatanx sehinggax dapatx merasax lebihx nyaman.x
bersamax merekax Mewaspadaix kesalahan,x memperbaikix danx tidakx
mengulangix tindakx pidanax agarx dapatx diterimax kembalix dix
masyarakat,x berperanx aktifx dalamx pembangunanx danx tentunyax
hidupx sebagaix wargax negarax yangx baikx danx bertanggungx
jawab”.
Tujuanx utamax darix lemabagax pemasyarakatanx adalahx
melakukanx pembinaanx bagix wargax binaanx pemasyarakatanx
berdasarkanx system,x kelembagaanx danx carax pembinaanx sebagaix
bagianx akhirx darix systemx pemidanaanx dalamx systemx peradilanx
pidana.
2. Pembinaanx Kemandirian

Dalamx PPx No.x 31x Tahunx 1999x dijelaskanx bahwax pembinaanx


narapidanax dilaksanakanx secarax bertahapx yaknix pembinaanx tahapx
awal,x tahapx lanjutan,x danx tahapx akhir.x Adapunx jenisx pembinaanx
yangx diberikanx yaknix pembinaanx kepribadianx danx kemandirian.x
Berikutx adalahx hal-halx yangx berkaitanx denganx pembinaanx
kepribadianx danx kemandirianx :x
a. Ketaqwaanx kepadax Tuhanx Yangx Mahax Esa;
b. Kesadaranx berbangsax danx bernegara;
c. Intelektual;
d. Sikapx danx perilaku;
e. Kesehatanx jasmanix danx rohani;
f. Kesadaranx hukum;
g. Reintegrasix sehatx denganx masyarakat;
h. Keterampilanx kerja;
i. Latihanx kerjax danx produksi.
Selamax pelaksanaan,x pengembanganx pribadix lebihx
diarahkanx untukx mencapaix poinx ax sampaix denganx g,x sedangkanx
pengembanganx kemandirianx lebihx diarahkanx untukx mencapaix poinx
hx danx i.x Lapasx dapatx bekerjax samax denganx pihakx ketigax untukx
melaksanakanx duax kursusx pelatihanx ini.x Halx inix terdapatx dalamx
PPx RIx No.x 57x Tahunx 1999x tentangx kerjasamax pelaksanaanx
pedomanx danx pedomanx bagix narapidana.x Kolaboratorx yangx dapatx
membantux lembagax pemasyarakatanx menasihatix narapidanax
dijelaskanx adalahx instansix pemerintahx terkaitx lainnya,x pemerintahx
daerah,x dan/ataux perorangan.x Mitrax kerjasamax menyediakanx sumberx
dayax yangx diperlukanx untukx programx pembinaan.x Jangkax waktux
pelaksanaanx kerjasamax pembinaanx terdirix darix kerjasamax jangkax
panjangx denganx jangkax waktux pelaksanaanx 5x (lima)x tahunx ataux
lebih;x kerjasamax jangkax menengahx denganx jangkax waktux
pelaksanaanx 2x (dua)x sampaix denganx 5x (lima)x tahun;x danx
kerjasamax jangkax pendekx denganx waktux pelaksanaanx palingx lamax
2x (dua)x tahun.x Setelahx masax pelaksanaanx berakhir,x mitrax kerjax
samax dapatx mengajukanx proposalx kepadax menterix agarx kerjax
samax dapatx diperpanjang.
Kerjax samax tersebutx diselenggarakanx dalamx rangkax
pengembangan,x meningkatan,x danx perluasanx pembinaanx yangx akanx
diberikanx kepadax narapidana.x Darix kegiatanx tersebutx akanx
menghasilkanx barangx ataux jasa.x Narapidanax berhakx menerimax
upahx ataux premix darix hasilx penjualanx barangx ataux jasax yangx
telahx merekax hasilkan.x Kepalax Lapasx danx mitrax kerjax samax
wajibx untukx membuatx danx menyampaikanx laporanx tertulisx secarax
berkalax kepadax Menteri.x Apabilax kerjax samax yangx terjalinx tidakx
sesuaix denganx penyelenggaraanx sistemx pemasyarakatan,x makax dapatx
dihentikanx olehx pejabatx yangx berwenang.
3. Motivasix Kerja

a. Minatx Kerja

Minatx diartikanx sebagaix kemauan,x keinginan,x danx kasihx


sayang.x Minatx bersifatx pribadix danx berhubunganx denganx sikap.x
Minatx merupakanx sumberx motivasix yangx mendorongx orangx
untukx melakukanx apax yangx merekax inginkanx ketikax merekax
memilikix kebebasanx untukx memilih.x Menurutx Slametox
(2010:57),x minatx adalahx kecenderunganx yangx menetapx untukx
memperhatikanx danx mengingatx kegiatanx tertentu.x

Minatx kerjax dapatx diartikanx sebagaix kecenderunganx terus-


menerusx individux untukx merasax bahagiax danx tertarikx padax
aktivitasx fisik,x psikologis,x mentalx danx sosialx yangx dikejarx
dalamx kesadaranx dirix denganx tujuanx kepuasan,x statusx danx
kontenx ekonomix danx keuangan.x .x danx maknax menghargaix
kehidupanx danx menyatukanx seseorangx denganx individux lainx danx
denganx masyarakat.
Unsur-unsurx minatx kerjax dapatx diidentifisikanx sebagaix berikutx :

1) Adanyax kecenderunganx untukx kebutuhanx dalamx jiwax seseorang

2) Adanyax pemusatanx perhatianx individu

3) Adanyax rasax senangx padax individu,x baikx keinginanx untukx


mengetahui,x melaksanakanx maupunx membuktikanx lebihx lanjut.

4) Adanyax pemusatanx pikiran,x perasaanx danx kemauanx ataux


pemusatanx perhatianx terhadapx suatux obyekx tersebutx menarikx
perhatian.

b. Motivasi

Motivasix dapatx diartikanx sebagaix kekuatanx (energi)x


seseorangx yangx dapatx menimbulkanx tingkatx kegigihanx danx
semangatx dalamx melakukanx suatux kegiatan,x baikx darix dalamx
dirix individux itux sendirix (motivasix intrinsik)x maupunx darix luarx
individux (motivasix ekstrinsik).x (Poernami,x 201x :x 27).x Motivasix
adalahx seperangkatx sikapx danx nilaix yangx mempengaruhix orangx
untukx mencapaix tujuanx tertentux berdasarkanx tujuanx individu.x
Sikapx danx nilai-nilaix tersebutx merupakanx hal-halx takx kasatx
matax yangx memberikanx kekuatanx yangx mendorongx manusiax
untukx berperilakux menujux tujuan.x Doronganx tersebutx terdirix darix
duax komponen,x yaitux arahx perilakux kerjax (bekerjax menujux
tujuan)x danx kekuatanx perilakux (seberapax kuatx usahax individux
dalamx bekerja).x (Rivaix danx Ela,x 2013:837)x Darix definisix
tersebutx dapatx disimpulkanx bahwax motivasix adalahx suatux
kondisix yangx menggerakkanx orangx menujux suatux tujuanx
tertentu,x suatux kemampuanx untukx mengarahkanx pekerjax agarx
maux bekerjax secarax optimalx sehinggax keinginannyax terpenuhix
secarax memadai,x sehinggax inisiasix danx arahx perilakux perilaku,x
sebagaix energix untukx membangkitkanx impulsx dalamx dirix sendirix
danx sebagaix kondisix yangx mempengaruhix untukx menghasilkan,x
mengarahkanx danx memeliharax perilakux yangx berhubunganx
denganx lingkunganx kerja.
c. Motivasix Kerja

1. Definisix Motivasix Kerja

Menurutx Stokesx (1966:x 92)x dalamx Kadarsimanx


(2012),x motivasix kerjax merupakanx pendorongx seseorangx untukx
melakukanx pekerjaannyax denganx baik,x jugax merupakanx faktorx
yangx menentukanx keberhasilanx danx kegagalanx dalamx banyakx
halx danx merupakanx kekuatanx emosionalx yangx sangatx pentingx
bagix seorangx orang.x Pekerjaanx Baru.x Motivasix umumnyax
munculx darix kebutuhanx yangx tidakx terpenuhix ataux tidakx
terpuaskan.x Kebutuhanx tersebutx akanx menimbulkanx tekananx
danx keteganganx sehinggax menimbulkanx doronganx ataux usahax
untukx memenuhix kebutuhanx tersebut.x Ketikax kebutuhanx inix
dapatx dipenuhi,x tekananx akanx berkurang.x
Dapatx disimpulkanx bahwax motivasix kerjax adalahx
motorx ataux doronganx seseorangx untukx berperilakux danx
bekerjax denganx sungguh-sungguhx danx baikx sesuaix denganx
tugasx danx kewajibanx yangx dibebankanx kepadanya.

2. Tujuanx Motivasix Kerja

Menurutx H.x Malayux S.Px (2016),x tujuanx pemberianx motivasix


kerjax antarax lainx adalah:
a) Meningkatkanx moralx danx kepuasanx kerjax karyawan.
b) Meningkatkanx produktivitasx kerjax karyawan.
c) Mempertahankanx kestabilanx karyawanx perusahaan.
d) Meningkatkanx kedisiplinan
e) Mengefektifkanx pengadaanx karyawan.
f) Menciptakanx suasanax danx hubunganx kerjax yangx baik.
g) Meningkatkanx loyalitas,x kreatifitasx danx partisipasix karyawan.
h) Meningkatkanx tingkatx kesejahteraanx karyawan.
i) Mempertinggix rasax tanggungx jawabx karyawanx terhadapx
tugasnya.
j) Meningkatkanx efisiensix penggunaanx alatalatx danx bahanx
baku.x
Sedangkanx menurutx Saydamx (2000:x 328)x dalamx Kadarsimanx
(2012)x padax hakikatnyax tujuanx pemberianx motivasix kerjax
padax karyawanx adalahx untuk:

a) Mengubahx perilakux karyawanx sesuaix denganx keinginanx


perusahaan.

b) Meningkatkanx gairahx danx semangatx kerja.

c) Meningkatkanx disiplinx kerja.

d) Meningkatkanx prestasix kerja.

e) Meningkatkanx rasax tanggungx jawab.

f) Meningkatkanx produktivitasx danx efisiensi.

g) Menumbuhkanx loyalitasx karyawanx padax perusahaan.


Berdasarkanx uraianx diatasx dapatx disimpulkanx bahwax
tujuanx darix pemberianx motivasix adalahx untukx meningkatkanx
keinginanx pekerjax dalamx melakukanx pekerjaannya.x Selainx itux
pemberianx motivasix dilakukanx untukx memberikanx doronganx
dalamx dirix untukx mencapaix tujuan,x dalamx halx inix motivasix
kerjax akanx mengubahx perilakux pekerjax menjadix lebihx baik

D. Kerangkax Pemikiran

Lapasx Kelasx IIx Ax


Metro

Pembinaanx
Kemandiranx

.
Meningkatkanx Motivasix Kerjax
Padax Narapidanax Dalamx
Mengikutix Pembinaanx
Teorix Kebutuhanx
Kemandirian
Maslow

Belongingnessx
Physiologicalx
andxNeeds Esteemx Needs Safetyx Needs
Self-Actualizationx
Lovex Needs Needs
BAB III
METODE PENELITIAN

Dalam bahasa Inggris, research berarti penelitian. Secara harfiah terdiri dari dua
suku kata, yaitu re yang artinya melakukan lagi atau mengulang, dan to search
yang artinya melihat, mengamati atau mencari, sehingga penelitian dapat diartikan
sebagai rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memenangkan pengetahuan
baru yang lebih kompleks, rinci dan lengkap dari suatu hal yang akan diselidiki.
Menurut Denzin dan Lincoln (199 ), penelitian kualitatif adalah penelitian yang
menggunakan lingkungan alam dengan maksud menginterpretasikan fenomena
sebagaimana terjadinya, dan yang dilakukan dengan menggunakan berbagai
metode yang ada. Erickson (1968) menemukan bahwa penelitian kualitatif
berusaha menemukan aktivitas yang dilakukan dan efek tindakan pada kehidupan
mereka dan menggambarkannya secara naratif. (Albi Anggito, Johan Setiawan,
2018).

A. Pengertian dan Pemahaman Metode Kualitatif

Dalam melakukan penelitian, penulis menggunakan pendekatan kualitatif.


Penulis memilih metode kualitatif karena belum tersedianya data yang
memadai untuk masalah penelitian, sehingga peneliti segera melihat kondisi
lapangan untuk melakukan observasi pada objek penelitian. (Creswell, 2016)
menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menggali
dan memahami pentingnya berbagai individu atau kelompok orang yang
menyimpang dari masalah sosial. Menurut (Kirk dan Miller dalam Nasution,
1988: 23), penelitian kualitatif sejak itu telah menjadi tradisi tertentu dalam
ilmu-ilmu sosial yang secara mendasar bergantung pada pengamatan manusia
dan yang berhubungan dengan orang-orang ini dalam diskusi dan istilah
mereka.
Penelitian kualitatif dapat digunakan dalam penelitian tentang kehidupan
masyarakat, fungsionalisasi organisasi, dan banyak lagi. Penulis menggunakan
pendekatan kualitatif karena pengalaman peneliti lain bahwa metode kualitatif
dapat digunakan untuk menemukan atau memahami apa yang melatarbelakangi
fenomena yang terkadang sulit dipahami secara memuaskan (Alwasilah, 2003).

B. Pendekatan Penelitan

Metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Moleong


(2005) mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penyelidikan yang
bertujuan untuk memahami secara komprehensif fenomena tentang
pengalaman subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan
lain-lain melalui deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Creswell (2010)
menjelaskan bahwa data berupa kata-kata atau teks kemudian dianalisis dalam
penelitian kualitatif. Dari hasil analisis, peneliti mengekstrak interpretasi untuk
menangkap makna yang lebih dalam. Selain itu, peneliti akan
mendeskripsikannya dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang dilakukan
oleh ilmuwan lain. Hasil akhir penelitian kualitatif dituangkan dalam bentuk
laporan tertulis. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Syaodih
(2008) menyatakan bahwa penelitian deskriptif harus menggambarkan
fenomena yang ada, baik fenomena alam maupun rekayasa manusia.

C. Desain Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif


kualitatif. Menurut (Nazir, 201 ) metode deskriptif adalah pernyataan fakta
dengan interpretasi yang benar. Sehingga peneliti dapat membandingkan
fenomena tertentu dalam suatu studi banding. Sedangkan menurut
(Sukmadinata, 2013) metode deskriptif kualitatif dilakukan untuk
menggambarkan dan menggambarkan fenomena yang ada yang bersifat
alamiah dan hasil rekayasa manusia yang memperhatikan sifat, keterkaitan
antara aktivitas dan kualitas. Selain itu, metode deskriptif kualitatif tidak
mengubah atau memanipulasi variabel yang diteliti, tetapi lebih
menggambarkan keadaan apa adanya, apa yang terjadi melalui observasi,
wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan beberapa pernyataan para ahli sebelumnya, dapat
disimpulkan bahwa penelitian deskriptif kualitatif adalah serangkaian kegiatan
yang bertujuan untuk memperoleh data sebagaimana ditemukan dalam kondisi
tertentu. Disini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif, karena
dalam penelitian ini mencoba mencari fakta tentang upaya peningkatan
motivasi kerja narapidana dengan mengikuti kegiatan pengembangan
kemandirian di lapas kelas IIA. Selain mempelajari permasalahan yang muncul
di lapangan, juga proses-proses yang terlibat dalam kegiatan pengembangan
wirausaha, sehingga para tahanan mau melakukan proses pengembangan
wirausaha.
D. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah :


1. Data Primer

Menurut S. Nasution, data primer adalah data yang diperoleh


langsung dari lapangan atau tempat penelitian (Moleong, 2010). Menurut
Lofland, sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan
tindakan, yaitu sumber data yang diperoleh dari lapangan melalui observasi
atau wawancara.
Data utama penelitian ini adalah informan Individu yang menjawab
atau menjawab pertanyaan dari peneliti, baik tertulis maupun lisan. Adapun
informan dalam penelitian ini adalah:

a. Petugas Pemasyarakatan Bimker Lapas Kelas II A Metro; dan

b. Warga Binaan Pemasyarakatan Kelas II A Metro yang diambil secara


acak.

2. Data Sekunder

Menurut (Sugiyono, 2015), data sekunder adalah sumber data yang


tidak secara langsung menyediakan data untuk pengumpulan data, mengenai
data yang diperoleh dari penelitian dan dokumentasi kepustakaan yang
merupakan hasil penelitian. dalam bentuk buku dan dokumentasi. .
Sumber sekunder adalah data tertulis berupa jurnal, penelitian yang
pernah dilakukan oleh peneliti lain, artikel, literatur, dan bahan bacaan lain
yang berkaitan dengan penelitian ini.

E. Teknik Pengumpulan Data

Selama melakukan penelitian, peneliti akan menggunakan Teknik


pengumpulan data sebagai berikut:
1. Wawancara

Penulis akan melaksanakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan-


pertanyaan secara lisan kepada informan secara individual maupun
kelompok. Data yang diperoleh dari wawancara akan menjadi data dukung
penjelasan dari permasalahan yang diteliti.

2. Observasi

Penulis meninjau dan mengamati yang berhubungan langsung dengan


pelaksaan kegaiatan pembinaan kemandiran di Lapas Kelas II A Metro
yakni di bidang kegiatan kerja di Lapas Kelas II A Metro dan lingkungan
sekitar Lapas Kelas II A Metro.

3. Studi Kepustakaan
Dalam penelitian ini, penulis juga menggunakan sumber bacaan yang
berkaitan dengan penelitian sebagai referensi dan masukan sehingga
menambah pemahaman penulis tentang permasalahan yang akan dibahas
dan menemukan solusi atas permasalahan yang diteliti.

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah :


1. Reduksi Data

Proses pemilihan, penyederhanaan, mempertegas, memperpendek, membuat


fokus, sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan;

2. Penyajian Data
Penyajian data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
mengorganisasikan informasi secara sistematis, menggabungkan dan
merangkai keterkaitan antar data, menggambarkan proses dan fenomena
yang ada dari obyek penelitian;

3. Penarikan Kesimpulan

Upaya penarikan kesimpulan dilakukan peneliti secara terus-menerus


selama berada di lokasi penelitian.

G. Jadwal Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan sejalan dengan pelaksanaan kegiatan


magang yang dilakukan oleh peneliti dengan rincian sebagai berikut :
1. Tempat penelitian
Tempat penelitian ini adalah Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Metro
yang berada di Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Lampung.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga November 2021 berikut
adalah detail jadwal penelitian yang dilakukan