Anda di halaman 1dari 10

JURNAL EKUBIS

Volume 1; Nomor 1; Juli 2016; ISSN: 2541.1950

Perhitungan Harga Pokok Produksi Perusahaan Jasa Kurir


Studi Kasus PT Pos Indonesia (Persero)

Sri Suharti
Fakultas Ekonomi Universitas Nusantara
srisuharti@uninus.ac.id

Abstract
The calculation of production cost is the most fundamental aspect for every company. Production cost will
be a baseline to determining selling price of goods or service that influence company’s capability to
compete with competitors. Thus, determine the right method for calculate the production cost is an
important process for the company which has to be aligned with company’s condition and business
strategies. PT. POS Indonesia as a Logistic Service Provider company has a lot of joint cost and involves
departments from different places. In conclusion, using full costing method and actual cost system to
calculate their production cost are the best method for this company.

Keywords: cost of production, joint cost, full costing, variable costing

PENDAHULUAN barang dari toko online kepada end user atau


Latar Belakang konsumen. Perkembangan ekonomi Indonesia
Peluang bisnis jasa kurir di Indonesia yang disertai dengan meningkatnya
yang menunjukkan tren meningkat pada beberapa
perdagangan domestik plus luar negeri serta
tahun terakhir ini mengakibatkan persaingan antar
maraknya perusahaan yang menyerahkan
pelaku bisnisnya tidak terhindarkan. Pada tahun
aktivitas logistiknya ke pihak ketiga
2013 diperkirakan market size logistik di
(outsourcing), juga factor lain yang harus
Indonesia mencapai angka Rp 1.583,3 triliun atau
diperhitungkan (Rahayu, 2014).
hampir mendekati nilai APBN 2014 sebesar Rp
1.816,7 triliun. Hal ini didukung oleh Dalam dunia bisnis, laba merupakan suatu

pertumbuhannya yang mencapai angka 14,9 hal yang sangat penting, yang menjadi tujuan

persen dalam kurun waktu 2008-2013 (Frost & sebuah perusahaan didirikan. Laba diperoleh dari
pengurangan pendapatan atau penjualan dengan
Sullivan, 2014). Terdapat beberapa factor. Tren
biaya. Penjualan berasal dari perkalian harga jual
maraknya belanja online atau e-commerce
dengan kuantitas. Harga itu sendiri dipengaruhi
belakangan ini turut mendongkrak
oleh harga pokok produksi dan margin
pertumbuhan industri logistic di Indonesia
keuntungan yang ditetapkan. Perhitungan harga
karena perusahaan logistik berperan mengirim pokok produksi berbeda-beda untuk setiap

SR I S U H AR TI | 72
JURNAL EKUBIS
Volume 1; Nomor 1; Juli 2016; ISSN: 2541.1950

perusahaan, tergantung kepada bisnis dan jenis analisis metode perhitungan harga pokok produksi
produk yang dihasilkan. Bagi perusahaan perusahaan jasa kurir dengan studi kasus pada PT
manufacture harga pokok penjualan ditentukan Pos Indonesia (Persero).
oleh biaya produksi yang dikeluarkan dalam
proses untuk merubah bahan baku menjadi bahan Masalah dan Tujuan Penelitian

jadi atau barang yang siap untuk dijual. Bagi setiap produsen penyedia jasa kurir,

PT Pos Indonesia (Persero) berikutnya termasuk PT Posindo, penetapan harga jual yang

disingkat dengan Posindo adalah sebuah “tepat” adalah suatu keniscayaan apabila

perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang jasa perusahaan ingin memenangkan persaingan dan

kurir yang bertugas menyampaikan surat dan tetap bertahan dalam jangka panjang. Terdapat

paket dari pengirim ke penerima. Sebagai sebuah beberapa pendekatan dalam menentukan harga

perusahaan PT Pos melakukan perhitungan harga jual, satu diantaranya adalah cost-based pricing,

pokok penjualan sebagai dasar penetapan harga yaitu menetapkan harga jual berdasarkan biaya

jual jasa yang diberikan, yang diperoleh produksi/jasa, distribusi dan penjualan plus

berdasarkan perhitungan harga pokok produksi. tingkat keuntungan yang diinginkan (fair rate of

Harga jual jasa merupakan faktor penting yang return) dan tingkat resiko (Amstrong & Kotler,

menentukan kekuatan perusahaan untuk bersaing 2015). Untuk perhitungan harga pokok produksi

dengan perusahaan jasa sejenis lainnya dan barang tampaknya sudah ada kesepakatan yang

penentu pencapaian kinerja keuangan perusahaan. relative bulat antara akademisi dan praktisi,

Perhitungan harga pokok produksi bagi namun tidak demikian halnya untuk harga pokok

perusahaan jasa saat ini masih menimbulkan produksi jasa. Dengan demikian masalah

perdebatan, karena perusahaan jasa berbeda dari penelitian ini yaitu: bagaimana perhitungan

perusahaan manufacture dan perusahaan dagang. harga pokok produksi jasa layanan kurir yang

Perbedaan tersebut terlihat jelas dari tidak adanya dilakukan oleh PT Pos Indonesia (Persero), dan

persediaan barang dagangan dan barang yang siap bagaimana pula implikasinya terhadap harga

untuk dijual. Jasa adalah produk non fisik dan pokok penjualan dan laporan laba/rugi

tidak berwujud yang dihasilkan dari suatu proses perusahaan?

yang dimulai dari pesanan dan berakhir dengan Secara umum penelitian ini ditujukan

diterimanya jasa oleh pelanggan. Penetapan untuk mengungkap dan memahami pendekatan

metode perhitungan harga pokok produksi apakah penetapan harga pokok produksi jasa layanan

menggunakan metode full costing atau variable kurir yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia

costing berpengaruh terhadap pelaporan laba dan (Persero) selama ini. Hasil penelitian ini

rugi perusahaan. Berdasarkan hal tersebut diatas diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai

penulis melakukan penelitian dengan judul pihak, terutama dalam rangka memperkaya
wawasan keilmuan dalam bidang akuntansi biaya,

SR I S U H AR TI | 73
JURNAL EKUBIS
Volume 1; Nomor 1; Juli 2016; ISSN: 2541.1950

khususnya yang berkaitan perhitungan harga Setiap perusahaan untuk menghasilkan


pokok produksi jasa. Sementara bagi PT Pos produk melakukan proses yang menimbulkan
Indonesia (Persero) diharapkan dapat pengeluaran biaya dalam bentuk beban (expenses)
dimanfaatkan untuk dijadikan bahan referensi maupun cost. Hasil perhitungannya dikenal
alternatif dalam upaya merumuskan kebijakan dengan harga pokok, yang selanjutnya digunakan
penetapan harga yang tepat. sebagai patokan untuk menentukan harga jual
yang akan diberikan kepada pelanggan sesuai
KERANGKA TEORITIS dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam
Jasa kurir merupakan produk service yang
proses produksi. Hal tersebut berlaku juga untuk
membantu konsumen memindahkan barang dan
perusahaan jasa, meskipun produk yang
surat atau dokumen dari Sipengirim kepada
dihasilkan bukan dalam bentuk barang seperti
Sipenerima. Berdasarkan beberapa pendapat para
pada perusahaan manufacture atau dalam bentuk
ahli (Widya dan Saputra, 2015) jasa kurir
persediaan barang untuk dijual dalam perusahaan
memiliki karakteristik, pertama, yaitu tidak
dagang.
berwujud yang berarti jasa kurir tidak dapat
Menurut Witjaksono Armanto (2013),
dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau dicium
terdapat tiga alternatif sistem pengumpulan biaya
sebelum dibeli. Untuk mengurangi ketidakpastian
yang dapat dilakukan oleh perusahaan, yaitu: 1).
jasa kurir service, konsumen akan mencari bukti
Sistem biaya aktual (Actual Costing); 2). Sistem
mutu jasa tersebut. Kedua, tidak terpisahkan yaitu
biaya normal (Normal Costing); 3). Sistem biaya
jasa kurir dihasilkan dan dikonsumsi secara
standar (Standard Costing). Dalam sistem biaya
bersamaan, konsumen hadir pada saat jasa itu
aktual seluruh biaya dicatat berdasarkan nilai
dihasilkan dan interaksi penyedia dengan
aktualnya, termasuk didalamnya adalah direct
konsumen merupakan ciri khusus pemasaran jasa
material, direct labor dan overhead. Namun
kurir. Ketiga, bervariasi yaitu jasa kurir bersifat
demikian pendekatan ini memiliki kelemahan,
berbeda karena pada umumnya jasa ini merupakan
diantaranya adalah kesulitan dalam menetapkan
nonstandardized output, artinya banyak variasi
komponen overhead yang tidak berkaitan
kualitas dan jenis, tergantung pada siapa, kapan,
langsung produksi, terjadinya biaya overhead
dan dimana jasa kurir tersebut dihasilkan.
tidak serentak dalam tahun yang sama (uneven
Keempat, sifat jasa mudah rusak, tetapi sifat ini
overhead cost), dan sistim biaya actual tidak
tidak akan menjadi masalah apabila permintaan
memberikan informasi unit cost yang tepat
tetap berjalan lancar. Beberapa hal yang harus
berdasarkan basis waktu (Mowen, Hansen, &
diperhatikan agar jasa tidak rusak antara lain
Heitger, 2012). Kelemahan ini kemudian
adalah ketepatan waktu, keamanan, kehilangan,
diperbaiki oleh system biaya normal yaitu
dan pelayanan.
menetapkan unit cost dengan menambahkan

SR I S U H AR TI | 74
JURNAL EKUBIS
Volume 1; Nomor 1; Juli 2016; ISSN: 2541.1950

bahan langsung actual, tenaga kerja langsung produk. Metode harga jual dibedakan
actual dan overhead hasil estimasi. Biaya berdasarkan: 1). harga jual diketahui pada titik
overhead dicatat berdasarkan tarif yang telah pisah, yaitu biaya bersama dibebankan kepada
ditentukan dimuka (predetermine overhead rate). produk berdasarkan nilai jual masing-masing
Adapun dalam sistem biaya standar seluruh biaya produk terhadap nilai jual keseluruhan produk; 2).
(bahan langsung, tenaga kerja langsung dan harga jual tidak diketahui pada titik pisah, maka
overhead) dicatat berdasarkan standar. Sistem digunakan harga pasar hipotetis, yaitu nilai jual
biaya standar memberikan landasan bagi produk setelah diproses lebih lanjut dikurangi
pengendalian biaya, evaluasi kinerja dan proses dengan biaya yang dikeluarkan untuk proses lebih
perbaikan (Blocher, Stout, & Cokins, 2010). lanjut. Berdasarkan metode rata-rata perunit,
Dari ketiga alternatif sistem pengumpulan maka biaya bersama seluruh produk yang
biaya tersebut, perusahaan yang bergerak dibidang dihasilkan dari proses produksi bersama dibebani
jasa kurir karena memiliki banyak joint cost dan dengan suatu nilai secara proporsional dari
biaya overhead cenderung lebih cocok seluruh biaya bersama atau dari besarnya unit
menggunakan sistem biaya normal. Melalui yang diproduksi. Sedangkan metode rata-rata
sistem biaya normal, perusahaan mencatat biaya tertimbang adalah metode yang dalam
langsung berdasarkan jumlah actual yaitu biaya mengalokasikan biaya bersama berdasarkan
tenaga kerja langsung sedangkan biaya yang kepada unit produksi dan dikalikan dengan faktor
dimiliki bersama menggunakan standar yang penimbang, dan diperoleh jumlah penimbang rata-
tarifnya ditentukan dimuka. Joint cost pada rata setiap produk dibagi dengan jumlah
perusahaan jasa kurir timbul disebabkan oleh penimbang rata-rata seluruh produk.
proses operasi menggunakan tenaga kerja dan Terdapat dua alternatif sistem perhitungan
biaya overhead yang sama untuk menghasilkan biaya, yaitu sistem perhitungan harga pokok
beberapa jenis jasa. Dalam produksi barang, penuh (full costing) dan sistem perhitungan harga
proses joint cost tersebut akan menghasilkan tiga pokok variabel (variable costing). Pada sistem
klasifikasi produk, yaitu: joint product, by- perhitungan biaya penuh, seluruh biaya termasuk
product atau scrap (Kinney & Raiborn, 2011). didalamnya biaya tetap dan biaya variable
Menurut Bustami Bastian dan Nurlela dibebankan kedalam harga pokok produksi
(2006), terdapat beberapa metode alokasi biaya ditambah dengan biaya nonproduksi/
joint cost, yaitu metode harga pasar/ metode nilai komersial seperti biaya pemasaran dan biaya
jual hipotetis; metode unit fisik; metode rata-rata administrasi dan umum.
sederhana; dan metode rata-rata tertimbang. Biaya overhead dibebankan kedalam
Berdasarkan metode harga pasar, pembebanan biaya produksi menggunakan tarif yang
biaya bersama atas dasar nilai jual masing-masing ditentukan dimuka pada kapasitas normal atau

SR I S U H AR TI | 75
JURNAL EKUBIS
Volume 1; Nomor 1; Juli 2016; ISSN: 2541.1950

terpasang. Pada sistem perhitungan harga pokok beratkan pada penyajian biaya menuru prilaku
variable hanya biaya variabel saja yang yang terkait dengan perubahan volume kegiatan,
dibebankan kedalam harga pokok produksi oleh karena itu biaya dikelompokan ke dalam
(Horngren, Datar, & Rajan, 2013). Pada biaya variable dan biaya tetap. Pengaruh kedua
perusahaan manufacture penggunaan sistem sistem perhitungan tersebut terhadap harga pokok
perhitungan harga pokok berdampak terhadap penjualan produk adalah pada sistem full costing
laporan laba rugi, karena berdasarkan sistem full harga pokok penjualan lebih tinggi sedangkan
costing biaya ovehead tetap pabrik tersimpan pada sistem variabel costing harga pokok penjulan
didalam persediaan dan menjadi biaya pada saat lebih rendah sehingga sangat baik untuk
produk telah dijual, sedangkan pada sistem meningkatkan strategi bersaing dengan
variable costing tidak terdapat penundaan menggunakan keunggulan biaya.
pertanggungan biaya overhead tetap dalam Masalah lain timbul dalam perhitungan
persediaan, biaya ini dibebankan dalam periode harga pokok penjualan adalah bagaimana
terjadinya atau dikenal dengan cost period mengalokasikan biaya departemen pendukung ke
(Hilton, 2008). Terdapat perbedaan dalam dalam biaya operasi. Terdapat dua metode untuk
memperlakukan biaya periode berdasarkan kedua mengalokasikan biaya departemen pendukung,
sistem tersebut. Menurut sistem full costing yaitu metode tarif tunggal dan metode tarif
biaya produksi dipisahkan dengan biaya periode, ganda. Berdasarkan metode tarif tunggal biaya
biaya produksi merupakan biaya yang dapat departemen pendukung dialokasikan ke objek
diidentifikasi dengan produk yang dihasilkan, biaya departemen operasi, dengan tidak perlu
sedangkan biaya periode merupakan biaya yang membedakan antara biaya tetap dan biaya
tidak ada kaitannya dengan proses produksi, variable. Menurut metode tarif ganda
misalnya: biaya pemasaran, biaya administrasi mengklasifikasikan biaya dalam dua kelompok
dan umum. Sedangkan menurut sistem variable, yaitu biaya variable dan biaya tetap dan masing-
biaya periode merupakan biaya-biaya yang tidak masing kelompok menggunakan standar yang
berubah bila terjadi perubahan volume produksi. berbeda. Perusahaan membebankan biaya
Sistem perhitungan biaya yang digunakan departemen pendukung ke departemen operasi,
berpengaruh terhadap penyajian laporan laba dan berdasarkan beberapa tarif, yaitu: 1). Tarif yang
rugi perusahaan. Sistem full costing dianggarkan dan jam yang dianggarkan divisi
menitikberatkan pada penyajian unsur biaya operasi; 2). Tarif yang dianggarkan operasi dan
berdasarkan fungsi pokok perusahaan, misalnya: jam aktual yang digunakan departemen operasi;
biaya administrasi dan umum, biaya pemasaran 3). Tarif aktual dan jam aktual yang digunakan
dan biaya pengembangan produk. Laporan laba departemen operasi (Charles T. Horngren, 2006).
dan rugi berdasarkan sistem variable menitik

SR I S U H AR TI | 76
JURNAL EKUBIS
Volume 1; Nomor 1; Juli 2016; ISSN: 2541.1950

Dalam hubungannya dengan sesuatu yang aliran biaya tidak dapat diidentifikasi dengan
dibiayai, biaya dapat dikelompokan menjadi dua kasat mata.
golongan yaitu: biaya langsung (direct cost) dan
biaya tidak langsung (indirect cost). Dalam METODE PENELITIAN

hubungannya dengan produk, biaya produksi Penelitian ini dilakukan dengan

dibagi menjadi dua: biaya produksi langsung dan menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu

biaya produksi tidak langsung. Dalam secara sistimatis menggambarkan atau

hubungannya dengan departemen, biaya menjadi menjelaskan situasi, fenomena atau masalah

biaya langsung departemen dan biaya tidak tertentu pada saat penelitian dilakukan (Neuman,

langsung departemen. Biaya langsung adalah 2007; Creswell, 2014; Umar, 2003). Dalam hal ini

biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya fenomena yang diteliti adalah penetapan harga

adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai. produksi jasa kurir PT Pos Indonesia (Persero).

Biaya langsung departemen adalah semua biaya Pengumpulan data dilakukan dengan

yang terjadi di dalam departemen tertentu. Biaya menggunakan teknik wawancara yang ditujukan

tidak langsung adalah biaya yang terjadinya tidak untuk memperoleh kejelasan tentang bagaimana

hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. perhitungan harga pokok dilakukan di PT Pos

Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan Indonesia (Persero). Wawancara dilakukan

produk disebut dengan istilah biaya produksi tidak terhadap Kepala Bagian yang bertanggungjawab

langsung atau biaya overhead pabrik. Dalam terhadap perhitungan harga pokok penjualan.

hubungan dengan departemen, biaya tidak Selain itu, beberapa data yang relevan diperoleh

langsung adalah biaya yang terjadi pada satu dari dokumen resmi PT Posindo yang terkait

departemen tetapi manfaatnya dirasakan atau dengan objek penelitian ini.

dinikmati oleh departemen lain (Mulyadi, 1999).


HASIL DAN PEMBAHASAN
Pembagian biaya berdasarkan kemanfaatan yang
PT Pos Indonesia (Persero) adalah sebuah
diberikan oleh suatu biaya, dalam perusahaan
perusahaan yang bergerak di bisnis jasa kurir
manufacture dapat diidentifikasi dengan mudah,
(pengiriman surat/dokumen dan paket), jasa
karena produk yang dihasilkan jelas dan aliran
layanan keuangan (weselpos dan giropos serta
biaya dapat ditelusuri secara jelas, terlihat dan
layanan pembayaran) dan layanan keagenan
kasat mata. Bagi perusahaan jasa kurir yang
(penjualan materai). Secara umum proses
menghasilkan jasa pengiriman surat dan paket,
produksi jasa kurir adalah sebagai berikut
produk yang dihasilkan tidak dapat dilihat dan
:

SR I S U H AR TI | 77
JURNAL EKUBIS
Volume 1; Nomor 1; Juli 2016; ISSN: 2541.1950

Gambar 1. Proses produksi jasa kurir

Berdasarkan gambar diatas diketahui bahwa rantai dikumpulkan dari setiap fasilitas layanan (loket)
proses produksi dimulai dari collecting, yaitu yang terdapat di kantor cabang pembantu, loket
pegawai menerima kiriman dari costumer di loket tambahan dan layanan bergerak di kumpulkan dan
kantor pos dan loket bergerak, kemudian di entry diangkut ke sentra pengolahan pos untuk
kedalam aplikasi penerimaan kiriman sesuai dilakukan proses lebih lanjut. Berdasarkan uraian
dengan jenis layanan yang diminta pelanggan. proses diatas, dapat diketahui biaya-biaya yang
Dari software penjualan tersebut dihasilkan bukti timbul terdiri dari: biaya pegawai, biaya
pengiriman atau yang disebut resi, kemudian transportasi, biaya cetak resi dan prangko, biaya
pelanggan membayar sesuai besar uang yang penyusutan gedung atau biaya sewa gedung dan
tercantum dalam resi tersebut. Pada tahap biaya overhead lainnya (listrik, air dan telepon).
collecting, berbagai jenis produk jasa dapat Tahap selanjutnya adalah prosesing, yang
dihasilkan oleh seorang pegawai yaitu: 1) paket dilakukan oleh kantor khusus yang disebut sentra
terdiri dari: paket biasa dan paket kilat khusus; 2) pengolahan pos disingkat SPP. Di SPP ini kiriman
surat terdiri dari: surat biasa, surat kilat khusus dalam bentuk surat dan paket yang diterima dari
dan surat ekspress; 3) layanan keuangan; 4) seluruh fasilitas pelayanan penerimaan kiriman,
layanan keagenan. Perbedaan masing-masing oleh pegawai surat disusun secara berhadapan
layanan terletak pada prosesnya dan alat kemudian disortir dan dikelompokan berdasarkan
pembayaran biaya pengiriman yang digunakan, alamat kota tujuan secara manual. Kiriman
yaitu surat kilat khusus, paket kilat khusus, surat dimasukan kedalam masing-masing kantung
ekspress, layanan keuangan dan layanan keagenan sesuai dengan alamat kantor tujuan. Kantung-
menggunakan resi dalam bentuk kertas yang kantung kiriman tersebut diberi label alamat
didalamnya terdapat identitas khusus layanan. tujuan dan discaning menggunakan mesin. Biaya-
Khusus surat dan paket nomor identitas kiriman biaya yang timbul dalam tahap processing adalah:
menggunakan barcode yang dapat digunakan biaya pegawai, biaya pembuatan kantung dan
pelanggan untuk melacak kiriman, sedangkan administrasi kiriman, biaya gedung, biaya
surat biasa menggunakan perangko dan tanpa transportasi dari kantor SPP ke Bandara dan biaya
identitas khusus kiriman. Kiriman yang overhead langsung. Pada tahap Pada tahap ini

SR I S U H AR TI | 78
JURNAL EKUBIS
Volume 1; Nomor 1; Juli 2016; ISSN: 2541.1950

biaya-biaya dapat dipisahkan secara jelas antara kendaraan roda empat untuk mengantar kiriman
biaya kiriman paket dengan biaya kiriman surat. yang tidak mungkin diangkut menggunakan
Proses berikut adalah distribusi atau sepeda motor dan biaya overhead.
transporting yaitu kiriman setelah diproses Struktur organisasi PT Pos Indonesia
kemudian diangkut ke bandara untuk dikirimkan (Persero) yang disingkat Posindo berbentuk
menggunakan pesawat terbang atau langsung piramid. Organisasi yang berada di paling atas
diangkut menggunakan truk ke kantor tujuan. adalah Kantor Pusat, yang berperan sebagai
Perbedaan distribusi antara paket biasa dengan pengambil kebijakan dan pengendali seluruh
paket kilat khusus terletak pada pemilihan moda operasional di seluruh regional. Organisasi
transportasi, yaitu paket biasa menggunakan moda dibawahnya adalah kantor regional yang berperan
transportasi darat atau laut sedangkan paket kilat sebagai pengambil kebijakan diwilayahnya dan
khusus menggunakan transportasi udara. pengendali operasional kantor pengawas, kantor
Penggunaan moda tranposrtasi darat atau laut sentra pengolahan dan kantor fase(hub) kiriman.
menimbulkan biaya yang lebih kecil dibandingkan Organisasi dibawahnya adalah kantor pengawas,
dengan penggunaan moda transportasi udara. kantor sentra pengolahan pos dan kantor fase.
Berbeda dengan layanan paket, transportasi untuk Kantor pengawas berperan mengawasi
surat tidak membedakan antara surat biasa dan operasional collecting di seluruh loket baik yang
surat kilat khusus, keduanya menggunakan berada di kantor cabang maupun yang berada
transportasi udara. Biaya -biaya yang timbul dikantornya sendiri. Kantor sentra pengolahan pos
adalah biaya pegawai, biaya bagasi pesawat atau bertanggungjawab memroses kiriman, distribusi
biaya bagasi laut atau biaya trucking, biaya dan delivery. Kantor fase hanya berperan untuk
overhead. mengirimkan kiriman melalui sarana udara atau
Tahap terakhir proses adalah delivery, laut. Berdasarkan pendapat para ahli yang telah
yaitu kiriman yang diterima dari kantor kirim atau kami tuangkan dalam tinjauan pustaka, maka
kantor antara, oleh pegawai disortir menurut ditinjau dari fungsi masing-masing kantor maka
alamat dan dikelompokan sesuai dengan wilayah dapat dikatakan bahwa biaya-biaya yang
antar yang ditunjukan dengan nomor code pos. dikeluarkan berupa biaya pegawai, administrasi
Kiriman diserahkan kepada masing-masing dan umum serta biaya overhead yang dikeluarkan
pengantar untuk diantarkan ke masing-masing oleh kantor pusat dan regional karena tidak
penerima. Bukti pengiriman yang telah terlibat langsung dalam proses produksi dapat
ditandatangani penerima kiriman discan dan di dikatagorikan sebagai biaya tidak langsung atau
upload ke dalam aplikasi jejak lacak atau track biaya variable. Biaya langsung adalah biaya yang
and trace. Biaya-biaya yang timbul adalah biaya dikeluarkan oleh kantor yang terlibat langsung
pegawai, biaya sewa motor pengantar atau biaya

SR I S U H AR TI | 79
JURNAL EKUBIS
Volume 1; Nomor 1; Juli 2016; ISSN: 2541.1950

dengan proses collecting, processing, distribusi penghitungan harga pokok produksi transporting
atau transporting dan delivery. dilakukan dengan membagi total biaya sewa
Bagaimana biaya-biaya tersebut di hitung angkutan dengan berat produksi per kota tujuan.
dan dikumpulkan diatur dalam sebuah kebijakan Penghitungan harga pokok produksi delivery per
dalam bentuk Keputusan Direksi PT Pos item dilakukan dengan membagi biaya actual pada
Indonesia (Persero) nomor: KD.169/DIRUT/0816 proses delivery dengan jumlah item produksi yang
tanggal 11 Agustus 2016 tentang Metode dihasilkan.
Perhitungan Harga Pokok Produksi Layanan Pos. Perhitungan harga pokok produksi
PT Posindo menggunakan metode full costing menggunakan metode full costing yaitu
untuk biaya langsung. Harga pokok produksi menggunakan data laporan keuangan audited
untuk collecting dan processing dan delivery memberikan hasil yang akurat karena didukung
dihitung memakai satuan item berdasarkan oleh data yang valid. Namun penggunaan metode
kapasitas standar produksi terpasang. Harga tersebut untuk pengambilan keputusan, terutama
pokok produksi transporting memakai satuan dalam penentuan harga jual memilki kelemahan
berat per-kota tujuan dan tarif sewa angkutan. yaitu harga pokok produksi yang dihasilkan lebih
Biaya-biaya dikumpulkan dengan menggunakan tinggi dibandingkan dengan menggunakan metode
sistem biaya aktual yaitu seluruh biaya dihitung variable. Berdasarkan metode full costing, biaya
dalam bentuk laporan pengeluaran biaya yang langsung, biaya variable dan biaya tetap
dicatat dalam laporan akuntansi perusahaan. merupakan komponen perhitungan harga pokok
Dampak dari penggunaan metode full costing, produksi. Hal tersebut berbeda bila perusahaan
maka seluruh biaya yang terkait langsung dengan menggunakan metode variable, maka komponen
proses collecting, processing, distribusi dan biaya produksi tidak termasuk fixed cost, sehingga
delivery atau transporting dihitung sebagai harga harga pokok produksi yang dihasilkan lebih kecil.
pokok produksi dan pada laporan laba rugi Penggunaan metode variable sesuai dengan sifat
seluruh biaya yang terdiri dari beban pegawai, biaya itu sendiri, yaitu fixed cost per-unit produk
beban operasi, beban administrasi, beban umum, akan berkurang bila unit produksi meningkat,
beban penyusutan dan amortisasi serta beban sedangkan biaya variable besarannya sesuai
pemasaran dibebankan sebagai harga pokok dengan unit produksi yang dihasilkan. Metode
produksi. perhitungan harga pokok produksi yang
Proses pembebanan biaya collecting dan digunakan akan memengaruhi laba operasi dan
processing dilakukan dengan cara membagi harga jual produk, maka bila harga pokok
seluruh biaya actual pada proses tersebut dengan produksi ditetapkan terlalu tinggi menyebabkan
jumlah produksi, sehingga diperoleh harga pokok harga jual yang tinggi pula. Dari sudut pandang
produksi per item atau per transaksi. Proses bisnis, hal tersebut dapat mengakibatkan

SR I S U H AR TI | 80
JURNAL EKUBIS
Volume 1; Nomor 1; Juli 2016; ISSN: 2541.1950

kemampuan perusahaan untuk bersaing dengan Creswell, J. W. (2014). Research Design:


perusahaan menjadi berkurang. Qualitative, quantitative, and mixed
method approach (4th ed.). Washington
DC, California: Sage Publication, Inc.
KESIMPULAN Frost & Sullivan. (2014, June 11). Indonesia
Terdapat beberapa metode dalam perhitungan Logistic Industry: The way forward. Frost
& Sullivan Analysis. Frost & Sullivan.
harga pokok produksi yang dapat digunakan
Hilton, R. W. (2008). Managerial Accounting:
perusahaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Creating value in a dynamic business
perusahaan. Metode yang lazim digunakan adalah environment (International ed.).
Singapore: McGraw-Hill.
metode full costing dan metode variable costing.
Horngren, C. T., Datar, S. M., & Rajan, M. V.
Berdasarkan metode full costing seluruh biaya (2013). Cost Accounting, A managerial
tanpa membedakan antara biaya variable dan emphasis (14 ed.). Harlow: Pearson
biaya tetap dijumlahkan menjadi harga pokok Education Limited.
Kinney, M. R., & Raiborn, C. A. (2011). Cost
produksi, sedangkan menurut metode variable Accounting: Foundation and Evaluation
costing, hanya biaya langsung dan variable saja (8th ed.). Mason, USA: South-Western
yang menjadi komponen harga pokok produksi. Cengage Learning.
Mowen, M. M., Hansen, D. R., & Heitger, D. L.
Hal tersebut mempengaruhi perusahaan dalam
(2012). Managerial Accounting: The
menghasilkan laba operasi dan menentukan harga cornerstone of business decisions (4th
jual produk, oleh karena pemilihan metode yang ed.). Mason, USA: South-Western
Cengage Learning.
tepat perlu untuk menjaga kemampuan bersaing
Mulyadi. (1999). Akuntansi biaya. Yogyakarta:
perusahaan. Analisa metode perhitungan harga Aditya Media.
pokok produksi layanan jasa pos menyimpulkan Neuman, W. L. (2007). Basic of Social Research:
Qualitative and quantitative approach
bahwa PT Posindo menggunakan metode full
(2nd ed.). Boston: Pearson Education, Inc.
costing dengan sistem pengumpulan biaya Rahayu, E. M. (2014, November 30). SWA.
menggunakan actual costing, yaitu berdasarkan Diambil kembali dari https://swa.co.id/:
laporan keuangan audited. https://swa.co.id/swa/trends/management/
berebut-kue-logistik-yang-menggiurkan
Suci Fika Widyana, S. S. (2015). Analisis faktor -
DAFTAR PUSTAKA faktor pembentukan citra merek industri
Amstrong, G., & Kotler, P. (2015). Marketing: An jasa kurir dan pengaruhnya terhadap
introduction (12th ed.). Harlow, England: keunggulan bersaing. Competitive
Pearson Education Limites. majalah ilmiah enam bulanan, 51-57.
Blocher, E. J., Stout, D. E., & Cokins, G. (2010). Umar, H. (2003). Metode penelitian untuk skripsi
Cost Management: A strategic emphasis dan tesis bisnis. Jakarta: Rajawali pers
(5th ed.). New York: McGraw-Hill. citra niaga buku perguruan tinggi.
Bustami, B., & Nurlela. (2006). Akuntansi biaya Witjaksono, A. (2012). Akuntansi biaya.
teori dan aplikasi. Yogyakarta: Graha Jogyakarta: Graha ilmu.
Ilmu.

SR I S U H AR TI | 81