Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM

PENYEHATAN UDARA-A
TENTANG
“PENGUKURAN KECEPATAN ANGIN DAN SUHU MENGGUNAKAN
ALAT ANEMOMETER”

OLEH :
KELOMPOK 3
FANY AFRILIANY MAKU
IMELDA TUMULO
JENI SUMURI
RIA AZRINA DOKA
RISMAN BAU

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES GORONTALO
JURUSAN SANITASI LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN SANITASI LINGKUNGAN
2021
LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan Praktikum Penyehatan Udara-A Tentang “Pengukuran Kecepatan

Angin Dan Suhu Menggunakan Alat Anemometer” ini telah diperiksa dan

disetujui oleh Dosen Pembimbing.

Mengetahui

Dosen Pembimbing

Indra Haryanto Ali, S.KM., M.Epid

ii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat,

karunia serta izinnya sehingga penulisan dan penyusunan laporan ini dapat

diselesaikan dengan sesuai waktu yang tersedia.

Adapun laporan ini adalah “Pengukuran Kecepatan Angin Dan Suhu

Menggunakan Alat Anemometer”. Kami menyadari bahwa laporan ini masih

banyak kekurangannya, dikarenakan kemampuan kami yang terbatas. Meskipun

demikian, kami berharap mudah-mudahan laporan ini ada manfaatnya khususnya

bagi kami dan masyarakat umumnya.

Gorontalo, Oktober 2021

Penyusun

Kelompok 3

iii
DAFTAR ISI

COVER ...........................................................................................................i

LEMBAR PERSETUJUAN ..........................................................................ii

KATA PENGANTAR ...................................................................................iii

DAFTAR ISI ..................................................................................................iv

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1

A. Latar Belakang...............................................................................1

B. Tujuan............................................................................................2

C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan....................................................3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................4

A. Anemometer ..................................................................................4

B. Jenis – jenis Anemometer .............................................................6

C. Fungsi Anemometer ......................................................................8

D. Prinsip Kerja Anemometer ...........................................................8

E. Kecepatan Angin............................................................................9

BAB III KEGIATAN PRAKTIKUM...........................................................11

A. Alat dan Bahan ..............................................................................11

B. Prosedur Kerja...............................................................................11

C. Hasil Praktikum.............................................................................11

BAB IV PENUTUP.........................................................................................13

A. Keseimpulan..................................................................................13

B. Saran..............................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................14

iv
DOKUMENTASI............................................................................................15

v
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Udara mempunyai arti yang sangat penting di dalam kehidupan makhluk

hidup dan keberadaan benda lainnya. Sehingga udara merupakan sumber daya

alam yang harus dilindungi untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Pemanfaatan harus dilakukan secara bijaksana dengan memperhitungkan

kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Untuk mendapatkan udara

sesuai dengan tingkat kualitas yang diinginkan, maka pengendalian udara menjadi

sangat penting untuk dilakukan.

Pencemaran udara adalah kondisi dimana turunnya kualitas udara dan udara

terkontaminasi oleh zat-zat yang tidak baik bagi kesehatan manusia, baik dalam

ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor) dengan agen kimia, fisik, atau

biologi yang telah mengubah karakteristik alami dari atmosfer. Sehingga udara

mengalami penurunan mutu dalam penggunaannya dan akhirnya tidak dapat

dipergunakan lagi sebagaimana mestinya sesuai dengan fungsinya. Adapun bahan

pencemar (polutan) utama yang dapat menimbulkan masalah kesehatan, yaitu

partikulat, karbon monoksida (CO), ozon (O₃), nitrogen dioksida (NO₂), dan

sulfur dioksida (SO₂).

Pencemaran udara sekarang ini terutama di kota-kota besar di Indonesia,

sudah sampai pada tingkat yang sangat menghawatirkan. Sumber pencemaran

udara yang utama berasal dari berbagai aktivitas manusia antara lain industri,

transportasi, perkantoran, dan perumahan. Berbagai aktivitas tersebut merupakan

1
2

kontribusi terbesar dari pencemar udara yang dibuang ke udara bebas. Sumber

pencemaran udara juga dapat disebabkan oleh berbagai kegiatan alam, seperti

kebakaran hutan, gunung meletus, gas alam beracun, dll. Dampak dari

pencemaran udara tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas udara, yang

pada akhirnya berdampak negatif terhadap kesehatan manusia.

Alat pengukur kecepatan angin yang umum digunakan pada stasiun

pengamatan cuaca adalah anemoemeter jenis cup yang menerapkan metode

mekanik dalam pengukurannya. Untuk mendapatkan alat ini, stasiun pengamatan

cuaca di Indonesia perlu mengimpor dari luar negeri, sehingga diperlukan biaya

yang cukup mahal untuk memiliki alat ini. Sebagaimana kita ketahui bahwa

prinsip kerja dari alat ini cukup sederhana yaitu Cup yang berjumlah empat buah

berputar pada suatu tiang yang dihubungkan dengan counter. Dengan megetahui

prinsip yang sederhana tersebut kita dapat mengembangkan alat ini, yaitu dengan

cara membuat Cup anemometer dari bahan-bahan yang mudah didapat dan

terjangkau harganya akan tetapi dapat bekerja secara optimal.

Berdasarkan latar belakang diatas yaitu mengetahui pengukuran kecepatan

arah angin dan suhu menggunakan alat anemometer, maka perlu diketahui dari

cara pengukuran alat anemometer tersebut.

B. Tujuan Praktikum

1. Untuk menambah wawasan dan kompetensi mahasiswa dalam pengukuran

kecepatan arah angin dan suhu menggunakan alat Anemometer.


3

2. Untuk mengetahui pengukuran kecepatan arah angin dan suhu

menggunakan alat Anemometer.

C. Waktu dan Pelaksanaan

Hari/Tanggal : Senin, 04 Oktober 2021

Waktu : 09.00 s/d selesai

Tempat : Poltekkes Kemenkes Gorontalo


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Anemometer

Kata anemometer berasal dari bahasa Yunani yaitu anemos yang berarti angin

dan metritis yang berarti pengukuran. Anemometer ini diperkenalkan pertama kali

oleh Leon Battista Alberti dari Italia pada tahun 1450. Saat itu anemometer yang

dibuat oleh Alberti berupa piringan yang terdapat tulisan arah mata angin sebagai

tanda dari mana angin tersebut berhembus. Sedangkan arah dari piringan

menandakan kecepatan angin.

Angin dalam kehidupan sehari-hari dapat bermanfaat dan juga dapat

merugikan. Angin yang tenang sesuai dengan ambang batas aman dapat

bermanfaat, sebaliknya angin yang terlalu cepat dapat merugikan manusia. Batas

ambang angin yang aman adalah dibawah 17 m/s. Kecepatan angin ini dapat di

ukur dengan menggunakan anemometer. Anemometer adalah alat yang berfungsi

untuk mengukur nilai kecepatan angin. Anemometer jenis cup adalah yang paling

banyak digunakan, selain karena teknik pembuatan yang mudah, anemometer

jenis cup juga mudah untuk digunakan. Sedangkan untuk mengetahui arah angin

yang melaju, dapat digunakan alat ukur yang bernama Windvane. Alat pengukur

arah dan kecepatan angin yang telah penulis rancang dan buat dicetak dengan

menggunakan 3D printer. Penggunaan 3D printer bertujuan untuk mendapatkan

hasil dimensi alat yang akurat, karena alat yang dirancang membutuhkan akurasi

yang detail. Hasil pengukuran alat ditampilkan pada LCD 2x16 berupa nilai

kecepatan angin dan arah angin melaju. Nilai kecepatan angin ditampilkan dalam

4
5

satuan m/s, sedangkan untuk arah angin ditampilkan berupa 8 arah mata angin.

Pembuatan alat pengukur kecepatan dan arah angin diharapkan dapat membuat

alat pengukur kecepatan dan arah angin dengan biaya yang lebih efisien dan dapat

digunakan pada kehidupan Sehari- hari. Pengambilan data dari alat ini masih

berupa skala lab dengan sumber angin berupa kipas angin. Pada kecepatan rendah

hasil yang tampil sebesar 7,48 m/s, pada kecepatan sedang hasil yang ditampilkan

sebesar 9,36 m/s, sedangkan pada kecepatan tinggi didapatkan hasil pengukuran

sebesar 10,24 m/s.

Jenis anemometer yang biasa digunakan adalah anemometer mangkok dan

baling-baling. Anemometer cup paling umum dan sering digunakan dikarenakan

cara pembuatan yang mudah dan sederhana. Anemometer merupakan sensor

angin untuk mengukur kecepatan angin di sekitarnya dan juga banyak digunakan

pada stasiun pengukuran cuaca. Pengukuran kecepatan/RPM angin yang bisa

digunakan ada beberapa metode yang digunakan, salah satunya menghitung waktu

yang terjadi tiap munculnya sinyal pulsa, namun perhitungan yang diterapkan

pada percobaan ini didasarkan atas konsep rotasi per menit, yakni menghitung

jumlah rotasi yang dilakukan peralatan salam satu menit, jumlah rotasi tersebut

dapat diketahui dengan menghitung jumlah pulsa yang dibangkitkan oleh sensor.

Agar di dapatkannya waktu pembacaan yang lebih cepat maka dapat dilakukan

pengukuran dalam waktu singkat namun di kompensasi dengan faktor pengali.

Angin yang menerpa cup anemometer akan menggerakkan cup (E. Safrianti and

H. Surya, 2010).
6

Sekitar tahun 1664, seorang ilmuwan dari Inggris yang bernama Robert

Hooke menciptakan alat serupa namun dengan melakukan perubahan sehingga

menciptakan anemometer terbaru. Di tahun 1708, seorang filsuf dari Jerman

Christian Wolff atau lebih dikenal dengan nama Wolfius melakukan perubahan

kembali anomemeter yang sudah ada sehingga dapat mengukur kecepatan angin

yang kencang. Anemometer terus mengalami perubahan, hingga pada tahun 1846

seorang penemu dari Irlandia, Dr. John Thomas Romney Robinson dari Armagh

Observatory menemukan sebuah cup setengah bola yang dipasang pada

anemometer yang kita kenal hingga saat ini. Design yang lebih sederhana serta

cukup akurat saat dibaca menjadi kelebihan dari anemometer ini. Abad ke 20 atau

pada tahun 1935, anemometer yang dirancang M. J. Brevoort dan U.T. Joyner

menjadi lebih akurat saat mencatat kecepatan angin yang berhembus serta

mengurangi presentase eror yang terjadi.

Pada masa sekarang anemometer juga digunakan pada bidang Geofisika atau

stasiun perkiraan cuaca. Oleh karena itu Badan Meteorologi Klimatologi dan

Geofisika (BMKG) biasa memakai alat ini untuk mengukur kecepatan angin dan

mengetahui perkiraan cuaca pada suatu wilayah di Indonesia (Astuti, 2015).

B. Jenis jenis Anemometer

Selain fungsinya untuk mengukur kecepatan angin, ternyata anemometer juga

memiliki berbagai macam jenis jenisnya, diantaranya adalah :


7

1. Anemometer Cup
Anemometer cup atau juga disebut anemometer putar adalah jenis

anemometer tertua yang pernah ada, cup ditempatkan pada sumbu vertical, pada

saat angin meniupnya akan menyebabkan cup tersebut berputar. Semakin cepat

cup berputar maka semakin kencang angin yang mengenainya, dan anemometer

cup ini biasanya memiliki pembaca digital (Mahar, Al Tahtawi and Sudrajat,

2018).

2. Anemometer Windmill
Anemometer ini berbentuk seperti kincir angin atau baling-baling berbentuk

panjang vertikal yang berguna untuk mengukur kecepatan angin dan pada bagian

ekor memiliki sirip untuk mengukur arah angin. Pada saat waktu tertiup angin

maka akan menggerakkan baling-baling dan membuatnya berputar mengikuti arah

angin.

3. Anemometer Ultrasonic
Anemometer ini menggunakan gelombang suara ultrasonic untuk mengukur

kecepatan angin, yang mana gelombang suara ultrasonic melewati sensor disisi

berlawanan, pada saat angin bergerak maka sensor akan terganggu dan membaca

kecepatan angin tersebut dengan sangat akurat.

4. Anemometer Laser Doppler


8

Anemometer jenis ini memakai sinar cahaya berasal dari laser yang terbagi

menjadi dua balok. Anemometer ini dipakai untuk menghitung kecepatan partikel

udara yang berada di sekitar anemometer.

5. Anemometer Hot Wire


Anemometer ini memakai kawat panas halus yang dipanaskan. Udara akan

mengalir melewati kawat yang mempunyai efek pendingin terhadap kawat.

Anemometer hot wire ini memiliki frekuensi respon yang amat tinggi serta

resolusi spasial yang baik jika dibandingkan dengan metode pengukuran yang

lainnya.

C. Fungsi Anemometer

1. Mengukur kecepatan angin.

2. Memperikirakan cuaca.

3. Memperkirakan kecepatan dan arah angin

D. Prinsip Kerja Anemometer

Cara kerja anemometer dari sudut pandang lain yaitu dengan memanfaatkan

rotasi yang terjadi saat angin menggerakan mangkok pada perangkat ini. Seperti

yang sudah diketahui bahwa anemometer mangkok adalah jenis yang paling

banyak digunakan. Initer diri dari beberapa mangkok yang menempel pada ujung

lengan horizontal terpasang pada poros vertikal. Penangkapan dalam mangkok


9

angin menyebabkan mangkok berputar. poros yang terhubung keperangkat yang

memberikan kecepatan angin dalam mil per jam, kilometer per jam, atau knot.

Poros dihubungkan ke generator listrik, jumlah arus yang dihasilkan oleh

generator bervariasi dengan kecepatan angin.

Cara kerja anemometer pada jenis terbaru dapat diketahui melalui

anemometer modern yaitu anemometer kincir. Anemometer kincir angin, dalam

hal ini harus sejajar dengan arah angin agar berfungsi dengan benar. Sebuah

baling-baling angin, melekat pada ekor anemometer, didorong sampai baling-

baling menghadap ke angin. Selain itu ada pula anemometer Hot-wire. Sebuah

anemometer Hot-wire menggunakan kawat sangat tipis yang dipanaskan sampai

suhu yang lebih tinggi dari suhu udara di sekitarnya. Elektronik dalam tubuh

instrument menghitung kecepatan angin berdasarkan hambatan listrik dari kawat.

Anemometer jenis ini cuku pakurat untuk menentukan kecepatan angin.

E. Kecepatan Angin

Kecepatan Angin Besar kecilnya gradien-gradien barometik Ialah angka yang

menunjukan paerbedaan tekanan udara antara 2 isobar melalui garis lurus,

dihitung untuk tiap-tiap 111 km (jarak di daerah equator = 1 derajar) Relief

permukaan bumi. Jika relief bertuip di daerah yang reliefnya kecil (rata), berarti

rintangannya sedikit dan kecepatannya tidak terganggu maka anginakan

berhembus kencang, begitu pula sebaliknya. Ada tidaknya tumbuh-tumbuhan

Pohon-pohon yang tinggi ataupun lebra dapat menahan kecepatan angin.

Tingginya dari permukaan tanah Angin bertiup dekat permukaan bumi akan
10

mendapatkan hambatan karena begesekan dengan muka bumi, sedangkan angin

yang bertiup jauh di atas permukaan bumi bebas dari hambatan-hambatan.

Kecepatan angin adalah cepat lambatnya angin bertiup pada suatu tempat.

Angin merupakan besaran vektor yang mempunyai arah dan kecepatan angin

adalah gerak udara yang sejajar dengan permukaan bumi. Udara bergerak dari

daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah (Nurhayati, 2016).

Kecepatan angin yang rendah bukan berarti potensi energy yang terkandung

di dalamnya tidak dapat dimanfaatkan atau dikonveksikan menjadi energi listrik,

tetap dapat dimanfaatkan atau dikonveksikan menjadi energy listrik, tetap dapat

dimanfaatkan tetapi diperlukan generator yang sesuai dengan karakteristik

kecepatan angin tersebut. Angin terjadi disebabkan oleh adanya beda tekanan

horizontal.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan angin, antara lain:

1. Gradien Barometris, yaitu bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan

udara dari dua isobar yang jaraknya 111 km. Semakin besar gradient

barometrisnya, makin cepat tiupan anginnya.

2. Letak tempat, angin yang bertiup di daerah khatulistiwa bergerak lebih cepat

daripada yang bertiup di non daerah khatulistiwa.

3. Tinggi Lokasi, semakin tinggi lokasinya semakin kencang pula angin yang

bertiup. Hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat

laju udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata

lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat,

gaya gesekan ini semakin kecil.


11

4. Waktu, Angin bergerak lebih cepat pada siang hari daripada malam hari.
BAB III

KEGIATAN PRAKTIKUM

A. Alat

1. Anemometer

2. Stopwatch

3. ATM (Alat Tulis Menulis)

4. Kamera

B. Prosedur Kerja

1. Tentukan titik arah angin yang akan di ukur

2. Sediakan alat Anemometer, kemudian tekan tombol on/off pada alat

Anemometer.

3. Arahkan kawat antena Anemometer pada arah angin, dan atur jarak yang

diingikan.

4. Kemudian diarahkan kawat antena pada arah angin, lalu tunggu selama 2

menit.

5. Setelah 2 menit, baca Display pada Anemometer pada posisi 0F atau 0C

atau dapat juga menekan tombol max ( 0C 0F).

C. Hasil Praktikum

Tabel 1. Hasil Pengukuran kecepatan angin dan suhu

Kecepatan Angin
Titik Suhu
Pengukuran Nilai Max Nilai Min
Titik 1 Gajebo 0,29 m/s 0.00 31,7 0C

11
12

Dari hasil praktikum yang diperoleh setelah dilakukan pengukuran

kecepatan angin dan suhu di satu titik dengan menggunakan alat anemometer

dapat diketahui nilai max yaitu kecepatan angin 0,29 m/s, nilai min 0,00 dan

suhu 31,7 0C.

Angin terjadi karena adanya perubahan tekanan udara atau perbedaan suhu

udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya

energy panas matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Angin yang

tenang sesuai dengan ambang batas aman dapat bermanfaat, sebaliknya angin

yang terlalu cepat dapat merugikan manusia. Batas ambang angin yang aman

adalah dibawah 17 m/s. Kecepatan angin ini dapat di ukur dengan

menggunakan anemometer.
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pengukuran kecepatan arah angin dan suhu yang dilakukan di satu titik lokasi

dengan alat ukur anemometer. Hasil kecepatan arah angin dan suhu didapatkan di

satu titik lokasi halaman kampus gajebo dengan nilai Max adalah 0,29 m/s, nilai

Min 0,00 m/s dan suhu adalah 31,7 0C.

B. Saran

Dalam praktikum ini diharapkan praktikan lebih berhati-hati dalam

memahami cara penggunaan alat anemometer tersebut agar tidak salah dalam

melakukan pengukuran kecepatan arah angin dan suhu.

13
DAFTAR PUSTAKA

Astuti, T. (2015) Buku Pedoman Umum Pelajar GEOGRAFI Rangkuman Inti


Sari Geografi Lengkap SMA Kelas 1, 2, 3, Pendoman Umum GEOGRAFI.
Available.

Safrianti and H. Surya, “Perancangan Alat Ukur Kecepatan dan Arah Angin,”
Jurnal Rekayasa Elektrika, vol. 9, no. 1, pp. 30–35, 2010.

Mahar, M. L., Al Tahtawi, A. R. and Sudrajat, S. (2018) ‘Perancangan dan


Realisasi Anemometer Digital untuk Aplikasi Sistem Peringatan Dini’,
Jurnal Teknologi Rekayasa, 2(2), p. 91. doi: 10.31544/jtera.v2.i2.2017.91-
96.

N. Nurhayati dan R. Wijayanti, Biologi untuk SMA/MA Kelas X Kelompok


Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Edisi Pertama, Bandung :
Yrama Widya, 2016.

Priyambodo, B. (2018) ‘RANCANG BANGUN ALAT UKUR KELAJUAN


DAN ARAH (KECEPATAN) ANGIN BERBASIS
MIKROKONTROLER ARDUINO UNO’, SKRIPSI, pp. 7 – 9.
55220/1/RANCANG BANGUN ALAT UKUR KELAJUAN DAN ARAH
ANGIN BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO.pdf.
Available at: http://eprints.uny.ac.id

14
DOKUMENTASI

Gambar 1. Saat menetukan arah angin

Gambar 2. Proses pengukuran kecepatan arah angin dan suhu

Gambar 3. Hasil pengukuran kecepatan arah angin dan suhu

Gambar 4. Dokumentasi kelompok 3 Penyehatan Udara-A

15

Anda mungkin juga menyukai