Anda di halaman 1dari 24

BAB VIII

PERENCANAAN BANTALAN

Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban, sehingga putaran
atau gerakan bolak-baliknya dapat berlangsung secara halus, aman, dan panjang umur.
Bantalan harus cukup kokoh untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya
bekerja dengan baik. Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka prestasi seluruh
sistem akan menurun atau tak dapat bekerja secara semestinya.
Bantalan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Atas dasar gerakan bantalan terhadap poros
• Bantalan luncur (Journal Bearings), pada bantalan ini terjadi gesekan luncur antara
poros dan bantalan karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan
dengan perantaraan lapisan pelumas.
• Bantalan gelinding (Ball Bearings), pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding
antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti
bola (peluru), rol atau rol jarum, dan rol bulat.

b. Atas dasar arah beban terhadap poros


• Bantalan radial, arah beban yang ditumpu adalah tegak lurus sumbu poros.
• Bantalan aksial, arah beban bantalan ini sejajar dengan sumbu poros.
• Bantalan gelinding khusus, bantalan ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar
dan tegak lurus sumbu poros.

Perbandingan antara bantalan luncur dan bantalan gelinding


Bantalan luncur mampu menumpu poros berputaran tinggi dengan beban besar.
Bantalan ini sederhana konstruksinya dan dapat dibuat serta dipasang dengan mudah.
Karena gesekannya yang besar pada waktu mulai jalan, bantalan luncur memerlukan
momem awal yang besar. Pelumasan pada bantalan ini tidak begitu sederhana. Panas yang
ditimbulkan dari gesekan yang besar, terutama pada beban besar, memerlukan pendinginan
khusus. Sekalipun demikian, karena adanya lapisan pelumas, bantalan ini dapat meredam
tumbukan dan getaran sehingga hampir tidak bersuara. Tingkat ketelitian yang diperlukan
tidak setinggi bantalan gelinding sehingga dapat lebih murah.
Bantalan gelinding pada umumnya lebih cocok untuk beban kecil daripada bantalan
luncur, tergantung pada bentuk elemen gelindingnya. Putaran pada bantalan ini dibatasi

VIII-1
oleh gaya sentrifugal yang timbul pada elemen gelinding tersebut. Karena konstruksinya
yang sukar dan ketelitian yang tinggi, maka bantalan gelinding hanya dibuat oleh pabrik-
pabrik tertentu saja. Adapun harganya pada umumnya lebih mahal dibanding bantalan
luncur. Untuk menekan biaya pembuatan serta memudahkan pemakaian, bantalan
gelinding diproduksikan menurut standar dalam berbagai ukuran dan bentuk. Keunggulan
bantalan ini adalah pada gesekannya yang sangat rendah. Pelumasannya pun sangat
sederhana, cukup dengan gemuk, bahkan ada yang tidak perlu pelumasan lagi. Meskipun
ketelitiannya sangat tinggi, namun karena adanya gerakan elemen gelinding dan sangkar,
pada putaran tinggi bantalan ini agak bising dibanding dengan bantalan luncur. Bantalan
dibuat untuk menerima beban radial murni, beban aksial murni, atau gabungan kedua
duanya.

A. BANTALAN GELINDING

Istilah lain untuk bantalan gelinding (rolling bearing) adalah bantalan kontak
bergulir (rolling contact bearing) dan bantalan anti gesekan (anti-friction bearing). Pada
suatu bantalan rol gesekan awal kira-kira 2x gesekan setelah berputar, walaupun gesekan
ini masih dapat diabaikan dengan gesekan awal pada bantalan luncur. Bagian utama
bantalan peluru yaitu cincin luar, cincin dalam, elemen peluru atau rol dan pemisah.

Gambar 8.1. Tata nama dari suatu bantalan peluru

Beberapa jenis bantalan peluru seperti ditunjukkan gambar 8.2 dan 8.3 yang meliputi :

VIII-2
• Bantalan satu baris, beralur dalam: akan menerima beban radial dan sebagian beban
aksial. Peluru peluru dimasukan kedalam alur dengan menggeser cincin dalam ke
posisi eksentris. Peluru peluru dipisahkan setelah pembebanan, dan alat pemisah
kemudian dipasangkan.
• Bantalan takikan pengisi: pada cincin dalam dan cimcin luar memungkinkan
jumlah peluru yang lebih banyak untuk dimasukan , jadi meningkatkan kapasitas
beban, namun kapasitas aksial jadi berkurang, karena adanya benturan peluru pada sisi
takikan bila diberi beban aksial.
• Bantalan berkontak sudut: beban aksial disediakan lebih besar, biasanya terdapat
pelindung pada salah satu sisi atau keduanya untuk melindunginya dari kotoran.
• Bantalan berpenyesuaian sendiri: dapat menahan ketidak lurusan atau lendutan
poros.
• Bantalan berbaris ganda: digunakan untuk beban aksial dan radial yang lebih berat.
• Bantalan rol lurus akan menerima beban yang lebih besar dari bantalan peluru dari
ukuran yang samam karena mempunyai bidang kontak yang lebih besar. Bantalan
inimempunyai kerugian karena memerlukan geometri alur luncur dan roller yang harus
sempurna. Suatu ketidaklurusan yang kecil saja akan menyebabkan roller tsb. Menjadi
miring dan keluar dari garisnya., oleh karena penahan harus kuat.
• Bantalan rol aksial berbentuk bola sangat berguna bila beban dan ketidaklurusan
yang sangat besar. Elemen yang berbentuk bola mempunyai keuntungan karena
bertambahnya luas bidang kontak sewaktu beban bertambah besar.
• Bantalan jarum berguna untuk ruangan dimana arah aksial terbatas.
• Bantalan rol kerucut menggabungkan keuntungan dari bantalan peluru dan bantalan
rol lurus, karena bantalan ini dapat menerima beban radial atau aksial dari setiap
kombinasi kedua-duanya. Bantalan ini mempunyai kapasitas penerimaan beban yang
tinggi dari bantalan rol lurus.

a. Rol-lurus c. Rol aksial kerucut e. Rol kerucut


b. Rol aksial berbentuk bola d. Jatum f. Rol kerucut bersudut curam

Gambar 8.2. Jenis-jenis bantalan rol

VIII-3
Takik Bersegel
Alur dalam Kotak sudut Berpelindung
pengisian

Berpenyesuaian Berpenyesuaian Berpenyesuaian


luar sendiri Baris ganda Aksial
sendiri aksial sendiri

Gambar 8.3. Berbagai jenis bantalan peluru

1. Umur Bantalan
Umur (life) dari suatu bantalan adalah jumlah putaran total, atau jumlah jam pada
suatu kecepatan putar tertentu dari operasi bantalan diperlukan untuk mengembangkan
kriteria kegagalan (penghancuran permukaan yang menerima beban). The anti-Friction
Bearing Manufacturers Association (AFBMA) menyatakan bahwa hal ini menunjukkan
awal dari kelelahan.
Umur penilaian (rating life) adalah jumlah putaran, atau jam pada suatu kecepatan putar
yang konstan tertentu, di mana 90 % dari kelompok bantalan akan tahan atau dapat
melampauinya sebelum kriteria kegagalan tersebut terjadi, meliputi Istilah umur minimum
(minimum life) dan umur L10 (i.JO life).

100
Umur L10

Persentasi operasi
bantalan Umur
50 menengah

Umur

Gambar 8.4. Kurva perkiraan umur bantalan

Bila mesin dipasang dengan sejumlah N bantalan, nasing-masing mempunyai keandalan


bantalan (R; dalam %), maka kendalan dari kelompok bantalan tersebut (RN) adalah :
RN =RN
Keandalan bantalan dapat ditaksir dari distribusi Weibull :
  L 1.17 
R = exp . −   
  6.84.L10  
  (8.1)

VIII-4
Di mana :
L = Nilai umur bantalan yang harapkan pada keandalan R
L10 = Umur penilaian bantalan pada keandalan 90%

2. Beban Bantalan
Percobaan menunjukkan bahwa dua kelompok bantalan yang sama yang diuji di
bawah beban-beban F1 dan F2 masing-masing akan mempunyai umur L1 dan L2 dengan
hubungan berikut :
a
L1  F2 
= 
L2  F1  (8.2)
dimana :
a = 3 untuk bantalan peluru
a = 10/3 untuk bantalan rol
Maka, umur suatu bantalan yang menerima setiap beban lain F akan menjadi :
a
C 
L= 
F (8.3)
dimana :
L = Umur dalam jutaan putaran.
C = Penilaian beban dasar, yaitu beban radial yang konstan terhadap mana
kelompok bantalan yang hamper mirip dapat bertahan untuk satu umu
penilaian sebesar satu juta putaran dari cincin dalam (dengan beban &
cincin luar yang diam).

Timken Engineering Journal menyusun nilai beban pada 300 jam untuk umur L10 pada
500 rpm. Dengan menggunakan notasi bawah D untuk menyatakan harga perencanaan
(design) atau harga yang dibutuhkan, dan R sebagai harga dari katalog atau penilaian
(rated),
1
 L  n D 
a

C R = F  D  


 LR  n R  (8.4)
Dimana CR adalah nilai beban dasar yang berkaitan dengan LR yang dari umur L10 pada
putaran nR rpm. Gaya F adalah beban radial bantalan yang sebenarnya; yang harus
didukung oleh bantalan selama Ld yang dari umur L10 pada putaran sebesar nD rpm.
Persamaan diatas bila dihubungkan dengan suatu keandalan :
1/ a
 F ( LD nD / LR nR ) 
CR = F  1/1/ 4 
 0.02 + 4.91.[ln(1 / R )]  (8.5)
Harga perkalian LR.nR selalu diambil 106

VIII-5
3. Pemilahan Bantalan Peluru Dan Bantalan Rol Lurus
Bantalan peluru biasanya beroperasi dengan sedikit kombinasi dari beban radial
dan aksial. Karena pemilihan pada catalog didasarkan hanya pada beban radial, maka lebih
memudahkan untuk menetapkan satu beban radial ekivalen Fe yang akan mempunyai
pengaruh yang sama pada umur bantalan sebagaimana pada beban yang bekerja.
Fe = V Fr
Fe = X V Fr + Y Fa (8.6)
Dimana:
Fe = Beban radial ekivalen
Fr = Beban radial yang bekerja
Fa = Beban aksial yang bekerja
V = Faktor rotasi (V = 1 bila cincin dalam yang berputar atau bantalan yang
dapat menyesuaikan diri; untuk perputaran cincin yang mana saja. V = 1,2
bila cincin luar yang berputar)
X = Faktor radial
Y = Faktor aksial

Tabel 8-1. Faktor Beban Radial Ekivalen


Jenis Barang X1 X2 X3 X4
Bantalan peluru bersinggung secara radial 1 0 0.5 1.4
Bantalan peluru bersinggung dengan sudut yang kecil 1 1.25 0.45 1.2
Bantalan peluru bersinggung dengan sudut yang curam 1 0.75 0.4 0.75
Bantalan peluru beerbis ganda dan duplex (Jenis DB Atau DF) 1 0.75 0.63 1.25

Dalam rancangan dasar AFBMA, bantalan dinyatakan dengan suatu nomor


berdigit-dua yang disebut kode deret-dimensi (dimension-series code). Angka pertama di
dalam kode tersebut adalah dari deret lebar (width series) 0, 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Angka
kedua adalah dan deret diameter (diameter series) (diameter luar) 8, 9, 0, 1, 2, 3, dan 4.
Karena kode deret dimensi tidak menunjukkan ukuran secara langsung, maka adalah perlu
untuk memeriksak kembali pada tabulasi.

Gambar 8.5. Rancangan dasar AFBMA untuk kondisi batas. Berlaku


untuk bantalan peluru, bantalan rol lurus dan rol seperti bola,
tetapi tidak untuk bantalan rol kerucut atau bantalan peluru
dalam ukuran inci
VIII-6
Tabel 8-2. Dimensi dan Nilai Beban Dasar untuk Seri Bantalan Peluru-02
Diameter Diameter Jari-jari Dia. Bahu, mm
Lebar Nilai Beban
Dalam Luar Lengkung
mm dS dH kN
mm mm mm
10 30 9 0.6 12.5 27 3.58
12 32 10 0.6 14.5 28 5.21
15 35 11 0.6 17.5 31 5.87
17 44 12 0.6 19.5 34 7.34
20 47 14 1.0 25 41 9.43
25 52 15 1.0 30 47 10.8
30 62 16 1.0 35 55 14.9
35 72 17 1.0 41 65 19.8
40 80 18 1.0 46 72 22.5
45 85 19 1.0 52 77 25.1
50 90 20 1.0 56 82 26.9
55 100 21 1.5 63 90 33.2
60 110 22 1.5 70 99 40.3
65 120 23 1.5 74 109 44.1
70 125 24 1.5 79 114 47.6
75 130 25 1.5 86 119 50.7
80 140 26 2.0 93 127 55.6
85 150 28 2.0 99 136 64.1
90 160 30 2.0 104 146 73.9
95 170 32 2.0 110 156 83.7

Tabel 8-3. Dimensi dan Nilai Beban Dasar untuk Seri Bantalan Peluru-03
Diameter Diameter Jari-jari Dia. Bahu, mm
Lebar Nilai Beban
Dalam Luar Lengkung
mm dS dH kN
mm mm mm
10 35 11 0.6 12.5 31 6.23
12 37 12 1.0 16 32 7.48
15 42 13 1.0 19 37 8.72
17 47 14 1.0 21 41 10.37
20 52 15 1.0 25 45 12.24
25 62 17 1.0 31 55 16.2
30 72 19 1.0 37 65 21.6
35 80 21 1.5 43 70 25.6
40 90 23 1.5 49 80 31.4
45 100 25 1.5 54 89 40.5
50 110 27 2.0 62 97 47.6
55 120 29 2.0 70 106 55.2
60 130 31 2.0 75 116 62.7
65 140 33 2.0 81 125 71.2
70 150 35 2.0 87 134 80.1
75 160 37 2.0 93 144 87.2
80 170 39 2.0 99 153 94.8
85 180 41 2.5 106 161 101.9
90 190 43 2.5 111 170 110.8
95 200 45 2.5 117 179 117.9

VIII-7
Tabel 8-4. Dimensi dan nilai beban dasar untuk bantalan rol lurus
Seri - 02 Seri - 03
Diameter
Dalam Diameter Diameter
Lebar Beban Lebar Beban
mm Luar Luar
mm kN mm kN
mm mm
25 52 15 10.9 62 17 23.1
30 62 16 18.0 72 19 30.3
35 72 17 26.0 80 21 39.2
40 80 18 34.0 90 23 46.3
45 85 19 35.6 100 25 63.6
50 90 20 36.9 110 27 75.7
55 100 21 45.4 120 29 92.6
60 110 22 55.6 130 31 103.0
65 120 23 65.0 140 33 116.0
70 125 24 65.8 150 35 136.0
75 130 25 80.1 160 37 162.0
80 140 26 87.2 170 39 163.0
85 150 28 99.7 180 41 196.0
90 160 30 126.0 190 43 211.0
95 170 32 140.0 200 45 240.0
100 180 34 154.0 215 47 274.0
110 200 38 205.0 240 50 352.0
120 215 40 220.0 260 55 416.0
130 230 40 239.0 280 58 489.0
140 250 42 280.0 300 62 538.0

Tabel 8-5. Saran Umur Bantalan untuk Berbagai Kelas Mesin


Jenis Pemakaian Umur, kh
Instrumen dan apparatus untuk pemakaian yang jarang Up to 0.5
Mesin pesawat terbang 0.5 – 2
Mesin untuk operasi yanmg singkat atau terputus-putus di mana gangguan 4–8
pelayanan adalah tidak penting
Mesin untuk pelayanan terputus-putus dimana operasi yang terjamin adalah
sangat penting 8 – 14

Mesin untuk pelayanan selama 8 jam, yang tidak selalu penuh terpakai
Mesin untuk pelayanan selama 8 jam, yang beroperasi penuh 14 – 20

Mesin untuk pelayanan selama 24 jam terus-menerus 20 – 30

Mesin untuk pelayanan selama 24 jam terus-menerus dimana keandalan adalah 50 – 60


sangat penting 100 – 200

Tabel 8-6. Faktor Pemakaian Beban *


Jenis Pemakaian Faktor Beban
Roda-gigi presisi 1.0 – 1.1
Roda-gigi perdagangan 1.1 – 1.3
Pemakaian dengan segel bantalan yang jelek 1.2
Mesin tanpa tumbukan 1.0 – 1.2
Mesin dengan tumbukan ringan 1.2 – 1.5
Mesin dengan tumbukan sedang 1.5 – 3.0

* berguna seperti nilai faktor keamanan untuk menaikkan beban ekivalen sebelum memilih
suatu bantalan.

VIII-8
4. Pemilihan Bantalan Rol Kerucut
Tata nama bantalan rol kerucut terdiri atas cincin dalam disebut kerucut (cone) dan
cincin luar sangkup (cup). Sangkup pada bantalan rol kerucut dapat dilepas dari satuan
kerucut dan rol. Untuk menghindarkan terpisahnya alur pacu dan rol, akibat gaya aksial
bekerja, maka gaya ini harus ditahan oleh gaya yang sama dan berlawanan arah. Salah satu
cara untuk menimbulkan gaya ini adalah dengan selalu memakai paling tidak dua bantalan
rol kerucut pada sebuah poros. Ini dapat dipasang dengan punggung yang saling
berhadapan yang disebut pemasangan tak langsung (indirect mounting) atau dengan muka
yang saling berhadapan disebut pemasangan langsung . Komponen aksial Fa dihasilkan
oleh beban radial murni Fr ditetapkann oleh Timken sebagai berikut :
0.47.Fr
Fa =
K (8.7)
di mana K perbandingan dari nilai radial dengan nilai aksial dari bantalan tersebut. K = 1.5
untuk bantalan radial dan 0.75 untuk bantalan berkemiringan-curam.

Gambar 8.6. Tata nama dari bantalan rol kerucut. Titik G pusat beban efektif
Dipakai untuk menghitung beban radial

VIII-9
Gambar 8.9 menunjukkan suatu pemasangan bantalan yang khas yang menerima
beban luar aksial Te. Besar beban radial FrA dan FrB dihitung dengan mengambil momen
terhadap pusat beban efektif G.
 0.47 FrB 
FeA = 0.4 FrA + K A  + Te  (8.8)
 KB 

 0.47 FrA 
FeB = 0.4 FrB + K B  + Te  (8.9)
 KA 

Gambar 8.7. Sepasang bantalan rol kerucut yang dipasang pada poros tunggal

Diameter Dalam Lurus Baris Tunggal - TS

Radius Radius
Nilai pada Pusat Keleng Diameter Keleng
Dia. Dia. Faktor Bilangan Bahu
Lebar 500 rpm selama Beban kungan Lebar Bahu kungan Lebar
Dalam Luar Bagian Belakang
3000 jam L10 Efektif Poros Belakang Rumah
Maks. Maks.
Radial
Gaya
Baris
d D T aksial K a Kerucut Sangkup R B db da r C Db Da
Satu
lb
lb
1.2500 2.3125 0.5781 1280 1040 1.23 -0.05 08125 08231 0.04 0.5937 1.48 1.42 0.04 0.4219 2.05 2.17
1.2500 2.3280 0.6250 1580 1110 1.42 -0.12 LM67048 LM67010 Spec. 0.6600 1.67 1.42 0.05 0.4650 2.05 2.20
1.2500 2.4404 0.6250 1580 1110 1.42 -0.12 LM67049A LM67014 0.03 0.6600 1.46 1.42 0.05 0.4650 2.13 2.24
1.2500 2.4404 0.7150 1990 1190 1.67 -0.19 15123 15245 Spec. 0.7500 1.67 1.44 0.05 0.5625 2.17 2.28
1.2500 2.4409 0.7500 1990 1190 1.67 -0.23 15125 15245 0.14 0.8125 1.67 1.44 0.05 0.5625 2.17 2.28
…. …. …. …. …. …. …. …. …. …. …. …. …. …. …. …. ….

1.3125 3.0000 1.1563 3880 3630 1.07 -0.22 HM89444 HM89411 0.15 1.1250 2.09 1.75 0.03 0.9063 2.56 2.87
1.3125 3.4843 1.0000 3180 4250 0.75 -0.09 44131 44348 0.08 0.9330 2.01 1.89 0.06 0.6875 5.95 3.31
1.3750 2.5625 0.7100 2140 1380 1.55 -0.15 LM48548 LM48510 Spec. 0.7200 1.81 1.57 0.05 0.5500 2.28 2.40
1.3750 2.5625 0.8300 2140 1380 1.55 -0.15 LM48548A LM48511A 0.03 0.7200 1.59 1.66 0.06 0.6700 2.28 2.40
1.3750 2.5650 0.8125 2520 1520 1.66 -0.22 M38549 M38510 0.14 0.8125 1.83 1.57 0.09 0.6563 2.28 2.44
1.3750 2.6875 0.8125 2330 1410 1.66 -0.23 14585 14525 0.14 0.8125 1.81 1.57 0.09 0.6250 2.32 2.48
1.3750 2.7148 0.7813 2180 1420 1.53 -0.27 14137A 14274A 0.06 0.7710 1.65 1.57 0.13 0.6250 2.32 2.48
1.3750 2.7148 0.7813 2180 1420 1.53 -0.17 14138A 14274A 0.14 0.7710 1.81 1.57 0.13 0.6250 2.32 2.48
1.3750 2.8438 1.0000 3190 2980 1.07 -0.18 NM88649 HM88610 0.09 1.0000 1.91 1.69 0.09 0.7812 2.36 2.72
1.3750 2.8750 0.8750 2620 2030 1.29 -0.15 02877 02820 0.14 0.8750 1.91 1.65 0.13 0.6875 2.44 2.68
1.3750 2.8750 0.8750 2620 2030 1.29 -0.15 02876 02820 0.03 0.8750 1.67 1.65 0.13 0.6875 2.44 2.68

Gambar 8.8. Dimensi bantalan rol kerucut, diameter dalam lurus baris tunggal-TS

VIII-10
5. Pelumasan pada Bantalan Gelinding
Tujun dari pelumas bantalan anti gesekan adalah sebagai berikut:
• Untuk menyediakan suatu lapisan pelumas diantara permukaan yang saling
meluncur dan saling menggelinding.
• Untuk membantu mendistribusikan dah mengeluarkan panas.
• Untuk menjaga korosi dari permukaan bantalan.
• Untuk menjaga bagian-bagian bantalan dari masuknya benda-benda luar.

Baik oli maupun gemuk biasa dipakai sebagai pelumas. Aturan berikut dapat
membantu dalam memutuskan pilihan diantara keduanya.
Pemakaian gemuk bila :
1. Suhu tidak lebih dari 200oF
2. Kecepatan rendah
3. Perlindungan yang khusus diperlukan atas masuknya benda benda luar
4. Diinginkan penutup bantalan yang sederhana
5. Diinginkan operasi untuk waktu yang lama tanpa perhatian
Pemakaian Oli bila :
1. Kecepatan tinggi
2. Suhu tinggi
3. Bantalan dilumasi dari satu pusat penyalur yang juga dipakai untuk bagian mesin
lainnya
4. Jenis bantalan tidak cocok untuk pelumasan gemuk
5. Segel penahan oli siap tersedia untuk dipakai

6. Pemasangan dan Penutup


Gambar 8.9a pemasangan bantalan secara umum. Cincin dalam disandarkan pada
bahu poros dan dipegang pada posisinya oleh mur bulat yang diikatkan kepada poros.
Cincin luar dan bantalan sebelah kiri disandarkan pada bahu rumah dan dipegang pada
posisinya oleh sebuah alat yang tidak diperlihatkan pada gambar. Cincin luar dari bantalan
di sebelah kanan mengambang di dalam rumah bantalan.
Banyak variasi yang mungkin bagi metoda yang diperlihatkan pada Gambar 6.
Sebagai contoh, fungsi dari bahu poros dapat dilakukan oleh cincin penahan, oleh naf dari
suatu roda gigi atau puli, atau oleh pipa atau oleh cincin pemisah jarak. Mur bulat dapat
diganti oleh cincin penahan atau penahan yang dikuncikan pada posisinya oleh sekrup,
pasak, atau pena tirus. Bahu rumah dapat diganti oleh cincin penahan, cincin luar dari

VIII-11
bantalan dapat diberi alur untuk cincin penahan, atau suatu cincin luar yang diberi flens
dapat dipakai. Gaya pada cincin luar dari bantalan sebelah kiri biasanya diberikan oleh
pelat penutup, tetapi kalau gaya aksial tidak ada, cincin dapat ditahan di tempatnya dengan
cincin penahan.
Gambar 8.9b menunjukkan suatu pilihan metoda pemasangan dimana cincin dalam
bersandar pada bahu poros seperti sebelumnya tetapi tidak menggunakan alat penahan.
Dengan metoda ini cincin luar sepenuhnya ditahan. Ini menghindarkan pembuatan alur
atau ulir, yang menyebabkan pemusatan tegangan pada ujungnya yang berlebih, tetapi ini
memerlukan ukuran yang teliti pada arah aksial atau penggunaan alat penyetel. Metoda ini
mempunyai kerugian, yaitu bila jarak antara bantalan besar, suhu yang naik selama operasi
bila memperpanjang poros sedemikian rupa cukup untuk merusak bantalan.

Gambar 8.9. (a) Pemasangan bantalan yang umum.


(b) Pemasangan bantalan dengan cara lain

Bila kekakuan maksimum dan ketahanan terhadap ketidaklurusan poros diinginkan,


pasangan-pasangan bantalan peluru berkontak sudut sering dipakai susunan yang disebut
Perangkapan (duplexing) :
• Pemasangan muka dengan muka DF, akantahanterhadap beban radial dan aksial
dari kedua arah.
• Pemasangan punggung dengan punggung DB mempunyai kekakuan kelurusan
yang sangat besar dan pemasangan ini juga baik beban radial yang besar dan beban
aksial dari kedua arah.

VIII-12
• Pemasangan tandem DT, dipakai dimana gaya aksial selalu dalam satu arah yang
sama, karena kedua bantalan mempunyai fungsi aksialnya pada arah yang sama, suatu
beban awal, bila diperlukan harus didapat dengan cara yang sama.

Gambar 8.10. Pemasangan dua-bantalan

Gambar 8.11. Susunan rangkap (duplex) daripada bantalan yang berkontak sudut
(a) Pemasangan DF (b) Pemasangan DB (c) Pemasangan DF

Untuk menghindarkan kotoran dan benda luar dan untuk menahan pelumas, pemasangan
bantalan harus mengikut sertakan segel (seal), yaitu metode :
• Segel bulu-kempa (felt seals) bisa dipakai dengan pelumasan gemuk bila putaran
rendah. Permukaan yang kena hosok haruslah dipoles licin. Segel bulu kempa harus
dilindungi dari kotoran dengan meletakannya didalam alur yang dibubutkan atau
dengan menggunakan logam yang ditempelkan sebagai pelindung.
• Segel dagang (commercial seals) adalah suatu pemasangan yang terdiri atas elemen
yang akan bergosokan dan umumnya dibantu oleh pegas yang ditahan pada suatu
selubung dari lembaran logam. Segel ini biasanya dibuat dengan menyambungkannya
kedalam lubang diameter dalam pada penutup bantalan secara ditekan. Karena aksi
penyegelan didapat dengan penggosokan, maka jenis ini tak boleh dipakai untuk
putaran yang tinggi.
• Segel labirin (labyrinth seals) khususnya efektif untuk pemasangan berkecepatan
tinggi dan bisa dipakai baik untuk oli maupun untuk gemuk. Kadang-kadang dipakai
dengan alat perentang. Paling tidak tiga alur yang harus dipakai dan alaur ini bisa

VIII-13
dibubutkan pada diameter dalam ataupun diameter luar. Jarak kelonggaran bisa
berkisar 0,010 – 0,04, tergantung pada kecepatan dan suhu.

Gambar 8.12. Metode penyegelan tertentu

B. BANTALAN LUNCUR

Bantalan luncur dapat diklasifikasikan menurut beberapa cara :


• Menurut bentuk dan letak bagian poros yang ditumpu bantalan (jurnal).
- Bantalan radial, yang dapat berbentuk silinder, belahan silinder, elips, dll
- Bantalan aksial, yang dapat berbentuk engsel, kerah, dll
- Bantaln khusus, yang berbentuk bola, dll
• Menurut pemakaiannya terdapat bantalan untuk penggunaan umum,
bantalan poros engkol, bantalan utama mesin perkakas, bantalan roda kereta api.
Dalam teknik otomotif bantalan luncur dapat berupa bus, bantalan logam sinter dan
bantalan plastik.

VIII-14
Gambar 8.13. Macam-macam bantalan luncur

1. Perencanaan Bantalan Radial


a. Kekuatan Bantalan

Gambar 8.14. Bantalan radial ujung dan radial tengah

Besar tegangan lentur yang terjadi ditentukan dari persamaan :


M
σ= (8.10)
Z
Dimana untuk bantalan radial ujung M = w.l2 / 2 = W.l / 2 dan untuk bantalan radial
tengah M = W L / 8. Nilai momen tahan Z = π d3 / 32.

b. Pemilihan l/d
Berdasarkan berbagai pertimbangan, maka perbandingan l/d terletak antara 0,4 – 4,0
atau lebih baik antara 0,5 – 2,0. Bila l/d melebihi 2,0 maka tekanan permukaan terjadi

VIII-15
secara lokal (tidak merata) sehingga lubang bantalan perlu dibuat tirus. Harga yang
terlalu kecil sebaliknya akan mengurangi kemampuannya membawa beban.

c. Tekanan bantalan
Besar tekanan pada bantalan dicari dari persamaan umum berikut :
W
p= (8.11)
l.d

d. Harga pv (faktor tekanan kecepatan maksimum yang diizinkan)


Di celah antara permukaan poros dan bantalan terdapat selaput minyak tipis. Selaput
ini bergerak karena tertarik oleh permukaan yang bergerak serta karena kekentalannya.
Tegangan geser τ (dyn/cm2) dari minyak dinyatakan dengan persamaan berikut :
τ = Z1 R (8.12)
dimana Z1 adalah viskositas (kekentalan) minyak (dyn.s/cm2 = poise = P). dan R
(cm/s/cm) kecepatan selaput minyak per satuan tebal selaput.

Bila suatu lapis tipis dari selaput minyak dengan gaya tarik Ft (dyn) yang bekerja
secara tangensial pada luas A (cm2), maka :
τ = Ft / A dan Ft = Z1 A ( v / hh ) (8.13)

Tabel 8-7. Sifat-Sifat Beban Bantalan Luncur


Tek. Maks. yang Temp. Maks. yang
Kekerasan
Bahan Bantalan Diperbolehkan Diperbolehkan
HB
(kg/mm2) ( 0 C)

Besi cor 160 – 180 0.3 – 0.6 150


Perunggu 50 – 100 0.7 – 2.0 200
Kuningan 80 – 150 0.7 – 2.0 200
Perunggu fosfor 100 – 200 1.5 – 6.0 250
Logam putih berdasar Sn 20 – 30 0.6 – 1.0 150
Logam putih berdasar Pb 15 – 20 0.6 – 0.8 150
Paduan Cadmium 30 -40 1.0 – 1.4 250
Kelmet 20 – 30 1.0 – 1.8 170
Paduan Aluminium 45 – 50 2.8 100 – 150
Perunggu timah hitam 40 – 80 2.0 – 3.2 220 - 250

Tabel 8-8. Tekanan Maksimum yang Diizinkan dari Bantalan Radial


Mesin Bantalan Perban Tek. Faktor Viskosi Harga min.
dingan Maks. Tek.-Kecp tas pada yang Diizinkan
Lebar/dia. yang Maks. yang 380 C Dari ZN/p
Standar Dizinkan diiznikan Z
l/d Pa (pv)a (cP)

VIII-16
 cP .rpm 
(kg/mm2) (kg/mm2 m/s) 
 kg / mm 2  
 
4
Bantalan utama 0.8 – 1.8 0.6+-1.2Δ 20 2 x 10
Otomobil
Pena engkol 0.7 – 1.4 1x+-3.5Δ 40 7–8 1.4 x 104
Motor pes.terbang
Pena torak 1.5 – 2.2 1.5x+-4Δ - 1 x 104
Bantalan utama 1.0 – 2.0 0.2x 0.2-0.3 4 x 104
Pompa dan
Pena engkol 0.9 – 2.0 0.4x 0.3-0.4 30 – 80 2.8 x 104
kompresor torak
Pena torak 1.5 – 2.0 0.7x+ - 1.4 x 104
Bantalan utama 1.6 – 1.8 0.4 1 x 1.5 100 4 x 104
Mesin uap torak Pena engkol 0.7 – 2.0 1.4 1.5 – 2 40 0.7 x 104
Pena torak 0.8 – 2.0 1.8 - 30 0.7 x 104
Kendaraan rel Poros 1.8 – 2.0 0.35 1 – 1.5 100 7 x 104
Turbin uap Bantalan utama 1.0 – 2.0 0.1x-0.2Δ 4 2 – 16 15 x 104
Generator, motor, 0.1+-0.2Δ
Bantalan rotor 1.0 – 2.0 0.2 – 0.3 25 25 x 104
pompa sentrifugal 0.15x-0.15x
Beban ringan 2.0 – 3.0 0.02x 14 x 104
Poros transmisi Mapan sendiri 2.5 – 4.0 0.1x 0.1 – 0.2 25 – 60 4 x 104
Beban berat 2.0 – 3.0 0.1x 4 x 104
Mesin perkakas Bantalan utama 1.0 – 4.0 0.05-0.2 0.05 – 0.1 40 0.15 x 104
Pelubang (plong) 1.0 – 2.0 2.8x 100
- -
Mesin gunting 1.0 – 2.0 5.5x 100
Mesin giling baja Bantalan utama 1.1 – 1.5 2 5–8 50 1.4 x 104
Roda gigi reduksi Bantalan 2.0 – 4.0 0.05 – 0.2 0.5 - 1 30 - 50 5 x 104
Catatan : x = Pelumasan tetes atau cincin; + = Pelumasan percik; Δ = Pelumasan pompa

Gambar 8.15. Elemen kecil dari sembarang selaput minyak

Karena peristiwa ini, beban W dapat diangkat oleh tekanan selaput minyak p f. Bila
poros berputar dengan kecepatan cukup tinggi, selaput minyak yang terbentuk akan
cukup tebal (sampai 0,1 mm) sehingga tidak terjadi kontak antara permukaan poros dan
bantalan yang saling meluncur. Keadaan ini disebut pelumasan sempurna.
Bila beban W bertambah atau kecepatan dari permukaan luncur berkurang,
maka tebal selaput minyak aberkurang. Lapisan yang menipis pada suatu batas tertentu
akan mengakibatkan kontak antara permukaan poros dan bantalan. Pada keadaan ini
gesekan tidak terjadi secara hidrodinamis melainkan secara molekuler. Daerah dimana
terjadi gesekan semacam ini disebut gesekan molekuler (gesekan campuran) dan terjadi
pada tebal selaput kurang dari 0,1 (micron). Disini dapat terjadi deformasi plastis pada
permukaan logam yang bergesek, keausan yang cepat, dan temperature yang melonjak.
Pada bantalan yang menahan beban ringan dan putaran yang sangat tinggi,
poros akan terangkat oleh selaput minyak sedemikian tinggi hingga sumbunya akan

VIII-17
berimpit dengan sumbu bantalan dan tebal selaput minyak disekeliling poros akan
merata (gambar 8.13). Besar gaya tangensial Ft’ dan momen gesekan T dinyatakan oleh
persamaan Petroff :
2π 2 Zd 2 N .l
F f' (kg ) = x1,7 x10 −12
c
(8.14)
π 2 Zd 3 N .l
T ( kg .m) = x1,7 x10 −12
c
(8.15)
Dimana c adalah kelonggaran antara permukaan bantalan dan poros, N putaran. Bila F’t
di bagi dengan W (kg) = p l d, diperoleh koefisien gesek :
F f'  d  ZN
µ= = 2π 2   x1,7 x10 −12 (8.16)
W c p
Harga ZN/p merupakan satu factor penting dalam pemilihan minyak dan harus lebih
besar daripada harga yang terdapat dalam table di bawah ini.

Tabel 8-9. ZN/p Minimum


cPxrpm
Metal bantalan ZN/p minimum ( )
kg / mm 2
Logam putih berdasar Sn 28000
Logam putih berdasar Pb 14000
Paduan Cd 5000
Kelmet 5000
Ag-Pb-In 3000

Besar panas persatuan waktu yang timbul dari gesekan Q (Kcal/s), ditentukan dari :
Q = Fv / J (8.17)
Dimana F gaya gesekan antara bantalan dan poros, J konstanta panas J = 427
(kg.m/Kcal). Panas Q ini akan diteruskan ke bantalan, rumah bantalan dan minyak
pelumas. Tinggi temperatur bantalan atau permukaan T adalah :
T ~ Fv dan T ~ μ.p. v (8.18)
Panas gesekan akan keluar melalui poros, bantalan dan rumah. Jika angka penerusan
panas untuk bantalan dinyatakan dengan k1 dan untuk poros dan rumah dengan k2 maka
1 1
T ≈ . .µ. p.v (8.19)
k1 k 2

VIII-18
Harga pv (factor tekanan kecepatan maksimum yang diizinkan) yang terdapat dalam
persamaan diatas merupakan ukuran bagi keamanan terhadap temperatur dan
kemampuan menahan beban dari bahan bantalan.

e. Tebal minimum selaput minyak


Pada kasus dimana sumbu bantalan dan poros tidak saling berimpit sehingga lingkaran
poros dan bantalan menjadi konsentris, telah dianalisa oleh Sommerfeld :

Gambar 8.16. Jarak h terhadap jarak e

Diameter dalam D, diameter poros d, kelonggaran diameter dengan D – d = c. Harga


kelonggaran yang dikehendaki kira-kira 1/1000 diameter. Selanjutnya jarak pusat
dinyatakan dengan e, tebal selaput minyak h dan eksentrisitas ε = 2.e / c. Karena c/2 =
h + e maka : h = c / 2 (1 - ε)
(8.19a)
Sommerfeld menurunkan persamaan :
 d  1 + 2ε
2
µ.  =
c 3ε
2 (8.20)
 ZN  d  (2 + ε 2 ) 1 − ε 2
    = =S
 p o  c  12π 2

Bagian kedua persamaan diatas disebut variable Sommerfeld (lihat gambar 8.14). Dari
gambar baik persamaan Petroff maupun Sommerfeld, panjang bantalan dianggap tak
hingga. Dalam prakteknya l / d terletak 0,2 – 0,4 dan pengaruh l yang terbatas harus
diperhitungkan. Berikut persamaan yang memperhitungkan factor l / d :

(2α 2 + 1) α 2 − 1
S= (8.21)
12π 2α 2
Untuk nilai α besar, maka persamaan menjadi :

VIII-19
α
S=
6π 2
(8.22)
c 1
h = 1 − 
2 α 

Perlu diperhatikan bahwa harga h persamaan 8.19a dan 8.22 harus lebih besar dari
harga minimum yang dizinkan (table 8-14). dan kekerasan permukaan poros Hjmax
ditambah dengan kekerasan permukaan bantalan Hbmax harus lebih kecil dari h / 3.

Tabel 8-10. Tebal Lapisan Minyak Minimum yang Diizinkan


Bantalan Hmin (mm) Pemakaian
Perunggu atau kelmet dengan permukaan difinis Mesin pesawat terbang dan
0,002 – 0,004
dengan mutu tinggi otomobil
Logam putih biasa 0,01 – 0,03 Generator, motor listrik
Bantalan besar untuk pemakaian umum 0,05 – 0,01 Turbin, ventilator

f. Kenaikan temperatur minyak dan minyak pengisi


Kenaikan temperatur ∆t (oC/min) yang akan dialami oleh blok bantalan karena kerja
gesekan per menit adalah :
F .V / J µ.W .V / J
∆t = = (8.23)
CmWm CmWm

dimana F gaya tangensial, V kecepatan keliling (60 v), W beban, J = 427 kg.m/Kcal,
Cm panas jenis dan Wm berat blok bantalan.
Panas yang timbul di dalam bantalan adalah ekivalen dengan daya yang diperlukan
untuk melawan gesekan yang besarnya, H = μ W v = μ d l (pv) dan PH = H /102
(kW). Panas tersebut akan dipancarkan melalui poros danbantalan, serta dibawa keluar
oleh aliran panas. Panas yang dipancarkan sukar ditaksir. Panas yang dibawa minyak
sebesar H dikurangi panas yang dipancarkan besarnya dinyatakan jH dimana j disebut
perbandingan kerugian daya. Besar jumlah panas jH yang dibawa keluar oleh minyak
adalah : jH = j μ W V / J = γo Co q (ta – ti) (8.24)
Dimana γo berat jenis minyak, Co panas jenis minyak, q jumlah aliran minyak per
menit, ta temperature minyak keluar dan ti temperature minyak masuk.

VIII-20
Gambar 8.17. Kurva j terhadap S

2. Bantalan Aksial
Bantalan aksial digunakan untuk menahan gaya aksial, jenisnya ada dua macam
bentuk yaitu bantalan telapak dan bantalan kerah. Pada bantalan telapak, tekanan yang
diberikan oleh bidang telapak poros kepada bidang bantalan semakin besar untuk titik yang
semakin dekat pada pusat, sehingga perlu dibuat lekukan dengan bentuk tertentu. Jika
diameter bantalan d1 dan d2 adalah lekukan, maka : d2 = (0,5 - 0,7) d1.

(a) (b) (c)


Gambar 8.18. (a) Bantalan aksial telapak, (b) Bantalan aksial kerah
(c) Distribusi tekanan dalam bantalan aksial telapak

VIII-21
Karena jari-jari rata-rata bantalan adalah (d1 + d2) / 4 maka besarnya momen tahanan gesek
Mf ditentukan dari :
Mf = μ W (d1 + d2) / 4000 (8.25)
Kerja gesekan per satuan luas per satuan waktu Hf (kg.m/(mm2.s) dengan putaran poros N
rpm :
M f ( 2πN / 60) µWN
Hf = = (8.26)
(π / 4)( d − d )
1
2 2
2 30000 ( d1 − d 2 )
Besar kecepatan keliling pada diameter rata-rata vm (m/s) :
vm = π (d1 + d2) N / (2 x 60 x 1000)
maka :
(pvm) = C / 3000 (8.27)
Untuk macam pelumasan biasa, harga (pvm) adalah 0,17 [kgm/(mm2.s)], untuk pelumasan
dengan pompa minyak 0,4 – 0,8 [kgm/(mm2.s)], untuk pelumsan dengan alat pendingin 0,8
[kgm/(mm2.s)] atau kurang.

Tabel 8-11. Tekanan yang Dizinkan untuk Bantalan Aksial


Poros Bantalan Tekanan yang diizinkan, pa (kg/mm2)
Baja keras Perunggu 0,5 – 0,75
Baja keras Besi cor mutu tinggi 0,5 – 0,75
Baja lunak Perunggu 0,5 - 0,4
Baja lunak Besi cor 0,2 – 0,25

Bantalan kerah dapat diperlakukan seperti bantalan telapak. Jika jumlah kerah adalah z,
diameter luar kerah d1, diameter poros d, maka tekanan rata-rata pada bantalan p adalah :
p = W / {z(π/4)(d12 – d2)} (8.28)
z (d1 – d) = W N / C (8.29)
z.b = W N / (2C) (8.30)

Gambar 8.19. Bantalan kerah

Dalam praktek, tinggi kerah b adalah (0,1 – 0,15)d dan d 1 adalah (1,2 – 1,3) d,
sedang tebal kerah t dan jarak kerah t’ masing-masing adalah (1 – 1,5) b. Tekanan bantalan

VIII-22
yang diizinkan pa adalah 0,028 – 0,055 kg/mm2. Besarnya (pv)a tidak boleh lebih dari 0,3
[kgm/(mm2.s)] pada metal bantalan yang berputar dan 0,05 [kgm/(mm 2.s)] pada metal
bantalan yang diam. Dalam prakteknya besarnya C adalah 1000 – 2000 dan H f adalah
0,003 [kgm/(mm2.s)] atau kurang.

3. Cara Pelumasan Bantalan Luncur


Dalam pemilihan cara pelumasan sangat perlu diperhatikan konstruksi, kondisi
kerja dan letak bantalan. Tempat pelumasan, lokasi, bentuk dan kekasaran alur minyak
juga merupakan faktor-faktor penting.
• Pelumasan Tangan
Cara ini sesaui untuk beban ringan, kecepatan rendah atau kerja yang tidak terus-
menerus. Kekurangannya adalah aliran pelumas tidak selalu tetap atau pelumsan
menjadi tidak teratur.
• Pelumasan Tetes
Dari sebuah wadah, minyak diteteskan dalam jumlah yang tetap danteratur melalui
sebuah katup jarum. Cara ini adalah untuk beban ringan dan sedang.
• Pelumasan Sumbu
Cara ini menggunakan sebuah sumbu yang dicelupkan dalam mangkok minyak
sehingga minyak terisap oleh sumbu tersebut. Pelumsan ini dipakai seperti dalam hal
pelumasan tetes.
• Pelumsan Percik
Dari suatu bak penampung, minyak dipercikan. Cara ini dipergunakan untuk melumasi
torak dan silinder motor baker torak yang berputaran tinggi.
• Pelumsan Cincin
Pelumasaninimenggunakan cicncin yang digantungkan pada poros sehingga akan
berputar bersama poros sambil mengangkat minyak dari bawah. Cara ini dipakai untuk
beban sedang.
• Pelumsan Pompa
Di sini pompa dipergunakan untuk mengalirkan minyak ke dalam bantalan. Cara ini
dipakaiuntuk melumasi bantalan yang sulit letaknya seperti bantalan utama motor
putaran tinggi. Dipakai untuk keadaan kerja kecepatan tinggi dan beban besar.
• Pelumsan Gravitasi

VIII-23
Dari sebuah tangki yang diletakkan diatas bantalan, minyak dialirkan oleh gaya
beratnya. Cara ini dipakai untuk kecepatan sedang dan tinggi pada kecepatan keliling
sebesar 10 – 15 (m/s).
• Pelumsan Celup
Sebagian dari bantalan dicelupkan dalam minyak. Cara ini cocok untuk bantalan
dengan poros tegak, seperti pada turbin air. Disini perlu diberikan perhatian pada
besarnya daya gesekan karena tahanan minyak, kenaikan temperatur dan kemungkinan
masuknya kotoran atau benda asing.

(a) (b) (c)


Gambar 8.20. Pelumasan : (a) sumbu (b) percik (c) cincin

VIII-24

Beri Nilai