Anda di halaman 1dari 3

untuk download NJNE 1

Berita Terkini Lionel Messi: Soal Joan


Laporta, Skuad PSG, dan Ballon d'Or
Reporter: 

Terjemahan
Editor: 
Arkhelaus Wisnu Triyogo
Senin, 1 November 2021 21:50 WIB
  KOMENTAR

 Font:   Arial  Roboto  Times  Verdana   


 Ukuran Font: - + 
  

Pemain PSG, Lionel Messi berekasi kepada wasit saat bertanding melawan Manchester City dalam penyisihan grup A Liga
Champions di Parc des Princes, Paris, Perancis, 28 September 2021. REUTERS/Gonzalo Fuentes

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam sebuah wawancara, Lionel Messi membahas kembali


kepergiannya dari Barcelona pada bursa transfer musim panas lalu. Di situ, ia sempat
meminta untuk bertahan di Camp Nou. Rumor juga sempat beredar bahwa pemain 34
tahun itu ingin bermain tanpa dibayar.
Mendengar keinginan dan tawaran Messi, Presiden Barcelona Joan Laporta malah
menanggapinya dengan nada bercanda. Sejak itulah, kata Messi, ia tak pernah
berbicara dengan Laporta. “Saya melakukan semua yang saya bisa untuk bertahan,”
Messi dalam sebuah wawancara dengan Sport dikutip dari Marca.

“Saya sama sekali tidak diminta bermain secara gratis. Saya diminta untuk
mengurangi gaji saya 50 persen dan saya menyetujuinya tanpa masalah. Kami
bersedia membantu klub. Keinginan saya dan keluarga saya adalah bertahan di
Barcelona," kata pemain timnas Argentina tersebut.

Messi meneruskan, "Tidak ada yang meminta saya bermain secara gratis, tetapi pada
saat yang sama, saya pikir apa yang dikatakan presiden itu tidak pantas. Itu
menyakitkan saya karena saya pikir dia tidak perlu mengatakannya. Itu menciptakan
spekulasi atau membuat orang berpikir hal-hal yang menurut saya tidak pantas saya
dapatkan."

Messi juga berbicara tentang bulan-bulan pertamanya di PSG dan membahas


motivasinya pindah ke Parc des Princes. “Ketika saya memutuskan untuk datang ke
PSG, salah satu alasannya adalah skuad mereka yang hebat dan keinginan untuk terus
berkembang sebagai klub dan memenangkan Liga Champions ,” katanya.
Pemilik enam Ballon d'Or itu mengatakan, "Tentu berbeda di Paris dibandingkan
dengan Castelldefels, di mana kami terbiasa tinggal di sana dan memiliki semua yang
kami butuhkan di dekatnya. “Sekarang saya tidak bisa menjemput anak-anak dari
sekolah dan pergi ke tempat latihan, karena keterbatasan waktu."

Di skuad PSG, Messi pun menolak membandingkan rekan bermainnya di lini serang.
Trio Messi, Neymar dan Mbappe, dan Messi, Neymar, Luis Suarez, tentu tidak bisa
dibandingkan. "Ada pemain yang berbeda. Luis Suarez adalah tipe pemain nomor
sembilan yang berbeda dengan Kylian Mbappe. Itu karakteristik yang berbeda."

"Luis lebih merupakan pencetak gol jadul, penyerang tengah murni, sedangkan Kylian
lebih ingin berpartisipasi dalam permainan dan menjadi kuat untuk menghancurkan
Anda ketika dia menemukan ruang terbuka."

“Dengan Neymar, saya memiliki hubungan yang baik dengannya selama beberapa
waktu dan kami tetap berhubungan ketika kami tidak lagi bermain bersama. Dengan
Kylian, awalnya aneh karena kami tidak tahu siapa yang akan datang atau pergi.
Sekarang kami semakin mengenal satu sama lain, baik di dalam maupun di luar
lapangan, dan kami bermain dengan sangat baik," kata Messi.

Dalam wawancara itu, Messi diminati tanggapannya soal favorit pemenang Ballon
d'Or. Meski mengaku tak memikirkannya, ia dijagokan bisa meraih gelar pemain
terbaik ketujuhnya tahun ini. "Sejujurnya, saya tidak memikirkannya," katanya.

"Hadiah terbesar bagi saya adalah memenangkan trofi bersama negara setelah
berjuang begitu lama dan keras untuk itu. Jika saya memenangkan Ballon d'Or, itu
akan luar biasa. Memenangkan yang ketujuh itu menjadi hal yang gila. Tapi, jika saya
tidak menang pun tidak masalah," ujar Messi.
Baca juga : Lionel Messi Ingin Kembali ke Barcelona Setelah Pensiun Nanti
Selalu  update info terkini. Simak  breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co  di
kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik  https://t.me/tempodotcoupdate  untuk bergabung.
Anda perlu meng-install  aplikasi Telegram terlebih dahulu.