HUKUM PERJANJIAN INTERNASIONAL

Hukum Publik (Public International Law) : Negara-negara di dunia pasti, baik di bidang politik, kesehatan, ekonomi dan berbagai bidang di belahan dunia. Ketika Negara-negara itu berhubungan sam sama lain. Seperti Amerika-Indonesia-Cina. Dibangun internasional hukum. The Law of Nations or Intenational Law : Maybe defined as..??
y y y y

The body of rules and principle of action Which re binding (mempunyai kekuatan mengikat) Upon civilized states In their realation with one another. 

Statute of International Court of Justice : Untuk menyelesaikan suatu Dispute (sengketa).  Sumber Hukum :      International Conventions International Custom The Gcneral Principles of Law Judicial Decision Teachings

Yudicial decisions : Tidak semua keputusan pengadilan menjadi sumber hukum tetapi keputusan hakim atau pengadilan yang telah di yurisprudensi. Tidak hirarki : Tidak menurut dari yang tertinggi kerendah. And the of the most highly qualified.Perkembangan historis dalam perspektif sumber hukum General : Multilateral International Conventions Multilateral : Regional (Kawasan tertentu ASEAN/ UNI EROPA) Particular Bilateral : 2 negara saja (Perjanjian Lintas Batas) International Costom (Kebiasaan) : Yang sudah diterima bertahun-tahun dan mengikat pihak tersebut jika tidak ada maka dia akan melihat bias dipakai prinsip-prinsip hukum yang umum yang diakui Negara. dikenal di commen law. Statua MI General Internasional conventions Particular Bilateral Multilateral Regional Multilateral .

International treaties : Subjek hukum. tata cara mempersiapkan perjanjian tata cara membuat perjanjian. Jenis-jenisnya. => Legally Binding Force : Mempunyai kekuatan mengikat. Negara boleh individu (membuat perjanjian internasional). Negara-negara menandatangani dan mereka meratifikasi maka mereka terikat. ruang lingkup.?? Terdapat dalam Konvensi Wina 1969 Hukum Konvensi Mengenai Perjanjian.=> Dimanakah Kaidah-kaidah hukum itu berlaku. tata cara melaksanakan perjanjian disuatu Negara kemudian kapan berakhirnya suatu perjanjian dalam hal apa suatu dapat di amandemen.  PASAL 2 y y y y y International Agreement States Written form International law International particular designation .. Dimulai dari pengertiannya. Konvensi ini untuk perjanjian yang dibuat Negara.. => Karena konvensi wina mengatur semua hal mengenai perjanjian Internasional secara lengkap. => Member : Contracting Parties : Negara-negara suatu perjanjian internasional.  PASAL 1 Kita menafsirkan pasal 1 bahwa konvensi wina berlaku untuk Negara. Mengikat kepada Negara-negara anggota.

Agreement Dipakai perjanjian internasional selain konvensi. Dengan Forum Negosiasi Semakin multilateral jumlah Negara itu maka akan semakin kompleks isinya. traktat dll. bisa B. Perjanjian tadi dibuat menjadi naskah. y Konvensi : Perjanjian internasional yang multilateral (pasti). # Siapa yang berinisiatif mengusulkan ? Bisa A. Setuju Yang dilakukan sebelum persiapan rancangan perjanjian adalah menyusun suatu naskah. Organisasi internasional WTO Kesepakaan (Agreement) IPR/ TRIPS Agreement 1945 => General Agreement On Tarif Treat (GATT). Maka perjanjian itu akan ditandatangani oleh Negara-negara . naskah tadi setelah disepakati. maka naskah itu dibawa ke meja perundingan dan dibahas di meja perundingan. Setelah pembahasan a lot itu selesai. atau dua-duanya. Hukum mana yang dipilih : y y Hukum nasional Choice of court  Sering digunakan : y Traktat : Suatu macam perjanjian internasional yang sering digunakan untuk mengatur masalah politik. merupakan perjanjian yang sangat formal. Semakin banyak kompleksnya maka samakin sulit juga penyelesaiannya.

y Apa yang dimaksud tahapan : Tahapan berikutnya adalah ratifikasi y Apa perbedaan ratifikasi dengan approval : Misal : bilateral Indonesia dan china ingin mengatur bagaimana melindungi HKI boleh Indonesia ataupun china. Ketika itu diratitikasi. His agreement enter into force sign this agreement.yang membuatnya. Agreement between Indonesia and the people republic of china connecting intellectual property protection = particular. Cara mengapprove adalah otenticaion. Kalau itu perjanjian bilateral ada kemungkinan pasal 25. . Maka dengan demikian perjanjian yang ditandatangani itu akan mengikat dan tergantung perjanjian itu sendiri. Contoh perjanjian : Pertukaran dokumen Ratifikasi Perbedaaan APPROVAL dan RATIFIKASI Approval Ratifikasi : Menyetujui : Pengesahan Yang di approve adalah naskahnya oleb para pejabat yang mewakili pemerintah ikut dalam negosiasi setelab diapprove. Oleh Negara-negara anggota yang menandatangani maka naskah itu dibawa pula ke Negara masing-masing.

Bila ratifikasi dengan UU atau peraturan presiden. General MuItilateral Particular : Hanya mengikat Negara tertentu saja (ASEAN) Bilateral Contoh: Perjanjian Bilateral Indonesia dan USA mengenal Hak Cipta. perundingan (negosiasi). Bawalah Nasional yg diatur UUPA. Approval : Persetujuan Ratifikasi : Suatu pengesahan yg dilakukan terhadap perjanjian internasional yang dilakukan menurut hukurn nasional masing-masing. Multilateral berlakunya kepada ketentuan itu sendiri. Dimulai dari persiapannya. penandatanganan. kemudian berakhirnya perjanjian internasional.  Persiapan Persiapan dimulai dan needs (kebutuhan) untuk membuat suatu peijanjian internasional. .Mana yang hukum internasional : Perjanjian Indonesia-china dli. Maka prinsip itu berlaku untuk Bilateral. pelaksanaan perjanjian itu. regional. Sikius mi diatur dalam konvensi Wina 1969. ratfikasi. 29 Maret 2011 Apa yang diatur dalarn konvensi Wina 1969? Karena semua mengatur hukum perjanjian Internasional. amandemen.

Inisiator dan Indonesia. of indonesia Minister of Law and Human Right Government of USA . dan seni. The two parties agree to follows Article Singn in Washingtin DC 15 Mei 2011 Government of Rep. Maka. ilmu pengetahuan. hak cipta dan Amerika yang masuk ke Indonesia maka Indonesia melindungi begitu pun Konsep Perjanjian Bilateral Indonesia ² USA BILATERAL AGREEMENT BETWEEN INDONESIA AND USA CONCERING COPYRiGHT PROTECTION Contract Concering that .  Hak Cipta : Perlindungan sastra.

ratifikasi dan mempersiapkan pelaksanaan itu. maka naskah itu akan dikirim ke USA. maka akan ditulis This Agreement Needs Ratification for the Parties (Pasal 22).  Menteri Hukum & HAM mendapatkan full powers. II) Menteri tidak bisa membahas.Perjanjian terdiri dari :  Pembukaan : Inti dari suatu perjanjian  Batang tubuh : Pasal demi Pasal  Peralihan  Penutup.  Tahap2: Delegasi Indonesia dan delegasi USA dibahas dalam 2 han. Setelah disetujui kemudian ditandatangani. Yang membahas adalah Senior Official Meetings (SOM) (para pejabat eselon I. Draft tadi diperbaiki.  G to G (Government to Government)  ³ Port Folio Yang mempunyai bidang tugas itu (Minister of Law and Human Right). Setelah dipersiapkan oleh Indonesia.  Full Powers : Pejabat public itu mendapat mandate penuh dari pemerintah untuk mempersiapkan perundingan. Setelah itu maka disetujui (Approval) oleh kedua belah pihak (Minister).  Persidangan Formal merupakan perundingan internasional antara kedua Negara. Yang dikirim ke USA berupa konsep (draft) untuk dipelajari. kemudian dikirim ke Negara masing-masing. Setelah dipelajari kemudian ditentukan waktu untuk flegoSiasi dengan USA.  Dalam arti seluas-Iuasnya : Eksekutif.  Jika perjanjian tersebut meminta untuk meratifikasi. . kedua Menteri mendapat full powers. Legislatif. Yudikatif.

yaitu :  Dapat dengan syarat  Tanpa syarat Apakah suatu Negara dapat mengikat din pada perjanjian hanya sebagian? Jika sebagai Pruses = Maka dia H 1 1. Masing ² masing Negara mementingkan nasionalnya.Cara Mengikat Diri Pada Perjanjian ( BOUND) 1. . 2. 4. Aksesi.  Jika meratifikasi dengan UU. Aksesi dibagi menjadi 2. Dokurnen Pertukaran Perjanjian.menciptakan peraturan perdagangan intemasional. Penandatangan. sehingga mereka akan memutuskan untuk di ratifikasi atau tidak. maka pemerintah bias menyetujui atau menolak. Contoh : WTO > Final ACT ( P1 ). Ratifikasi. Tahapan ² tahapannya untuk rnenyelesaikan suatu perianjian internasional. 3. Aksesi Negara kuasa hal tertentu tidak ikut serta dalarn penandatangan atau ratifikasi dapat ikut secara aksesi. Apa pentingnya ratifikasi.  Resevation adfah dimana suatu Negara tidak mengikuti atau menjalankan semua pasal suatu perjanjian. 2.

Pasal 19 Naskah Agreement a) Agreement h) Preambuic c) Batang tubuh d) Peralihan e) Penutup .Semua perjanjian tersebut agar bias diterapkan di indonesia perlu di ratifikasi karena perjanjian Mensyaratkan untuk ratifikasi  Pertukaran dokumen bias dilakukan saat penandatanganan atau saat di ratifikasi Negara masing-masing yang dipertukarkan adalah dokumen ratifikasi. Syarat-syarat : 1. Resevation (Persyaratan) Pernyataan Sepihak Apapun Rumusan Saat :Tanda Tangan Ratifikasi Menerima Aksesi Mengeluarkan atau menerima akibat hukum ketentuan tertentu. Ketentuan umum 2.

Apakah H I P memperkenan. jawabannya BISA bagaimana Prosedur ? .Isi a) Negara ikut semua isi perjanjian ² tidak masalah b) Sebagian Negara termasuk kepentingan nasionalnya tidak mengikatkan diri pada seluruh pasal melainkan hanya sebagian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful