Anda di halaman 1dari 7

PEDOMAN PENSKORAN TUGAS MATA KULIAH KE-3

PROGRAM STUDI D4 KEARSIPAN

Nama Mata Kuliah : Etika Profesi Kearsipan


Kode Mata Kuliah : ASIP4406
Jumlah sks : 2
Nama Pengembang : Santi Dewiki, M.Kes
Nama Penelaah : Dewi Maharani Rachminingsih, S.Hum.,M.A.
Status Pengembangan : Baru/Revisi* (coret yang tidak sesuai)
Tahun Pengembangan : 2020
Edisi Ke- : 02

Skor
No Aspek/Konsep yang Dinilai
Maksimal
Perhatian
Kerjakan tugas ini dengan:
1) Menggunakan kalimat sendiri;
2) Tidak copy paste atau di-scan atau dipindai langsung dari referensi atau BMP ASIP4406
3) Bukan karya plagiasi
4) Referensi untuk setiap jawaban minimal 5 dan harus dituliskan
5) Bagi yang dapat mengakses keberadaan komputer atau laptop, usahakan menggunakan
huruf New Times Roman, spasi 1, 15, rata kiri kanan.
Jika ada nomor urut maka pengaturannya harus rapi.
Bagi yang tulis tangan, harus rapi dan terbaca, agar tidak ada salah baca, salah
pengertian sehingga mengurani nilai

Bagaimana kondisi kode etik arsiparis di luar negri ? (minimal 3 referensi, tidak
termasuk narasumber dari BMP ASIP4406, tulis di bawah jawaban, nara sumber
tersebut)

Dalam rangka untuk merawat dan melindungi bahan bahan sejarah, arsiparis harus
mengikuti serangkaian kode etik tertentu, di antaranya:
1) Mengamankan, dalam arti menentukan bagaimana materi disimpan dapat
memperpanjang jangka hidup item-nya dalam arsip dan menyediakan lingkungan
yang aman untuk bahan sejarah dengan memastikan bahwa mereka dilindungi dari
kebakaran, kerusakan, pencurian dan benca lainnya.

1 2) Penilaian, memilih materi untuk dipertahankan merupakan bagian penting dari 30


pekerjaan seorang arsiparis. Karena tidak semua arsip dapat disimpan selamanya,
maka arsiparis ditugaskan untuk bertanggung jawab dalam menentukan arsip yang
akan dipertahankan.
a) Penggunaan standar, telah disepakati dibidang kearsipan bahwa semua arsiparis
harus mengetahuia: a. asal usul (sejarah koleksi), b. urutan asli ( retensi materi
dalam urutan aslinya ditujukan untuk disimpan – secara kronologis abjad atau
menurut subjek). Standar lain meliputi metode katalogisasi, pencatatan, dan
tatanama ( nomenclature).

b) Akses, arsiparis mempunyai tanggung jawab untuk menjadikan materi sejarah

1
Skor
No Aspek/Konsep yang Dinilai
Maksimal
dalam koleksi yang tersedia untuk peneliti. Mencari bantuan, pathfinders,
catatan katalog dan koleksi online adalah cara yang bagus untuk menyediakan
akses jarak jauh mengenai koleksi. Jika sorang peneliti ingin melihat dokumen
sejarah secara pribadi, seorang arsiparis harus melatih seorang peneliti pada
penanganan yang benar dan membantu menggunakan koleksi sambal
mempertahankan integritas. Pada saat yang sama seorang arsiparis harus
menyadari hak hak hukum, hak hak individu dan permintaan donor tentang
larangan terhadap material dalam koleksi.

c) Keuntungan, perbedaan antara seorang kolektor dan arsiparis jelas bahwa


seorang kolektor pada akhirnya mencoba untuk memperoleh keuntungan dari
materi yang dikumpulkan. Sebaliknya nilai moneter tidak harus memainkan
1 peran dalam proses akuisisi.

d) Perubahan Dalam Dokumen, catatan sejarah disimpn untuk mendokumentasikan


peristiwamasa lalu. Untuk alasan ini memanipulasi apapun atau mengedit record
oleh seorang arsiparis akan berarti mengubah peristiwa dalam sejarah tersebut.

Beberapa perbandingan kode etik yang menjadi inspirasi :


a) Association of Canada Archivist
b) Universal Declaration of Archivist
c) Society of American Archivist
d) Australian Society of Archivist
e) South East Asian Regional Branch of the International Council on Archivist

2
Skor
No Aspek/Konsep yang Dinilai
Maksimal

Bagaimana kondisi kode etik arsiparis di Indonesia? (minimal 5 referensi,


termasuk BMP ASIP4406)tulis di bawah jawaban, nara sumber tersebut)

Adanya keberagaman arsiparis berasal sehingga di pandang perlu adanya ikatan untuk
menjaga etika para arsiparis, maka dibentuklan Asosiasi Arsiparis Indonesia yang
keanggotaanya berbagai kalangan arsiparis.
1) Keanggotaan, Asosiasi Arsiparis Indonesia sebagai wadah komunitas pecinta,
pemerhati dan professional di bidang kearsipan yang lahir pada konggres pertama
di Jakarta pada 20 Mai 2005. Dalam salah satu keputusan kongres ditetapkan
Anggaran Dasar, Mukadimah, yang terdiri atas 10 bab dan 29 pasal. Keanggotaan
tidak terbatas berasal dari Pegawai Negri Sipil akan tetapi berasal dari BUMN,
Perguruan tinggi, TNI, Polri maupun Swasta.

2) Syarat keanggotan, sesuai dengan pasal 9 disebutkan:


2 a) Professional 40
b) Berkebangsaan Indonesia
c) WNA hanya dapat menjadi anggota kehormatan yang diputuskan melalui rapat
pengurus nasional AAI Pusat dan ANRI

Sementara dala pasal 7 mengatur bahwa keanggotaan akan berakhir bila:


a) Meninggal dunia
b) Pindah ke dalam jabatan structural di luar lingkaran pembinaan kearsipan
sehingga menjadi bersifat keanggotaan aktif; artinya harus mendaftarkan diri
sebagai anggota AAI.
c) Meminta berhenti secara tertulis,
d) Dikeluarkan dari keanggotaan berdasarkan rapat pleno pengurus cabang atas
rekomendasi dewan kehormatan karena melanggar kode etik arsiparis.

Dalam pasal 7 juga mengatur keanggotaan yang terdiri atas:

3
Skor
No Aspek/Konsep yang Dinilai
Maksimal

a) Arsiparis dan tenaga kearsipan yang bekerja pada instansi pemerintah


b) Pejabat structural yang masih aktif dibidang pembinaan kearsipan,
c) Arsiparis dan tenaga kearsipan yang bekerja pada BUMN, BUMD dan
Lembaga swasta,
d) Masyarakat pecinta arsip, pemerhati arsip, dan kaum professional kearsipan
e) Anggota kehormatan.

3) Kedudukan Arsiparis Indonesia, arsiparis mempunyai kedudukan sebagai pelaksana


teknis fungsional di bidang pengelolaan arsip dinamis dan arsip statis dan
pembinaan kearsipan serta merupakan jabatan karier baik dikalangan PNS maupun
Lembaga swasta, BUMN, Perguruan Tinggi, TNI dan POLRI, sehingga pengertian
arsiparis menurut undang undng nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan menjadi
lebih luas. “arsiparis adalah seseorang yang memiliki kompetensi di bidang
kearsipan yang diperoleh melalui Pendidikan formal dan atau Pendidikan dan
pelatihan kearsipan serta mempunyai funsi, tugas dan tanggung jawab melakukan
2
kegiatan kearsipan.”

4) Kepengurusan, mengacu pada Bab V pasal 12 Anggaran Dasar AAI, kepengurusan


AAI terdiri atas:
a) Pengurus Nasional
b) Pengurus Wilayah untuk tingkat Provinsi,
c) Pengurus cabang untuk Tingkat Kabupaten Kota,

Mengenai legalisasi pengurus telah diatur dengan pasal 16 Anggaran Dasar AAI sebagai
berikut:
a) Pengurus nasional dilantik dan di kukuhkan oleh atau atas nama Kepala Arsip
Nasional RI atas permohonan panitia konggres
b) Kepala arsip nasional RI dalam hal ini bertindak sebagai pihak yang mewakili
southeast Asian regional branch of international council on archivist
(SARBICA)

4
Skor
No Aspek/Konsep yang Dinilai
Maksimal

c) Pengurus wilayah dilantik dan dikukuhkan oleh pengurus nasional


d) Pengurus cabang dilantik dan dikukuhkan oleh pengurus wilayah.

5) Sifat, Asas, dan Tujuan Asosiasi Arsiparis Indonesia, berdasarkan Bab II, sifat asas
dan tujuan AAI asal 3 disebutkan bahwa AAI bersifat kekeluargaan.

6) Usaha yang Dilakukan AAI, sesuai dengan tujuan organisasi yang tertuang dalam
pasal 6, maka:
a) Melakukan kajian dan publiksi ilmiah di bidang kearsipan,
b) Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan arsip sebagai
sumber informasi,
c) Mempertinggi mutu hasil kegiatan arsiparis dan tenaga kearsipan,
d) Melakukan kerja sama dengan pemerintah dan organisasi lainnya dalam
mempertinggi mutu profesi arsiparis dan kearsipan,
e) Melakukan kerja sama dengan pemerintah dalam menyosialisasikan arsip
dan kearsipan kepada seluruh Lembaga pemerintah, Lembaga swasta, dan
,masyarakat lain.
Apa yang dimaksud dengan implementasi kode etik arsiparis Indonesia secara
umum?
A. Berdasarkan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
1) Pandangan Hidup Bangsa Indonesia adalah Pancasila
2) Implementasi Arsiparis Indonesia sebagai Aparatur Pemerintah
3) Implementasi Arsiparis Indonesia dalam hubungan dengan Pembangunan
3 15
B. Berdasarkan Lembaga Kearsipan
1) Kelembagaan Formal
2) Kelembagaan independent
3) Kelembagaan Profesi

5
Skor
No Aspek/Konsep yang Dinilai
Maksimal

4 Apa yang dimaksud dengan implementasi kode etik arsiparis Indonesia secara 15
khusus?
A. Kewenangan dan Tanggung Jawab Profesi Kearsipan
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, merupakan landasan utama
bagi arsiparis dalam menjalankan tugasnya sehingga dalam ketakwaan
nya perlu menyediakan tempat ibadah sekeccil apapun.

2. Bermoral, moralitas mencakup makna yang luas, diantaranya:


a. Tingkah laku membantu orang lain,
b. Tingkah laku yang sesuai dengan norma social,
c. Internalisasi norma social,
d. Timbulnya empati atau rasa salah, atau keduanya,
e. Penalaran tentang keadilan,
f. Memperhatikan kepentingan orang lain,

3. Berorientasi Pada Visi dan Misi, setiap Lembaga kearsipan pasti


mempunyai visi dan misi sehingga seorang arsiparis harus memahami
visi dan misi Lembaga dimana mereka bekerja.

4. Jujur / Kejujuran, dapat diartikan semua Tindakan yang baik karena


tidak bertentangan dengan norma norma yang menjadi landasan
kehidupannya.

5. Kompeten, yang berarti: wenang, cakap, berkuasa menentukan sesuatu


hal. Sedangkan kompetensi adalah kewenangan atas kekuasaan untuk
menentukan sesuatu hal. Dalam butir 3 Kode Etik Arsiparis Indonesia
disebutkan bahwa arsiaris Indonesia harus jujur dan bertanggung
jawab, bersemangat untuk meningkatkan kompetensi, pofesionalisme,
komitmen, dedikasi, integritas dalam menjalankan tugas,

6. Mampu, dalam kaitannya dengan jabatan funsional arsiparis


kemampuan tersebut dapat diperoleh baik melalui Pendidikan formal
kearsipan, kursus, pemagangan sehingga mampu memunjukkan sifat
professional yang dibuktikan oleh sertifikat, atau ijazah. Dalam
pelaksanaannya latar belakang Pendidikan tersebut akan disesuaikan
dengan jenis pekerjaannya.

7. Mempunyai Kemauan, dalam melakukan pekerjaan secara serius, tidak


setengah setengah sehingga seorang arsiparis yang memiliki kemauan
didorong oleh motivasi.
8. Kinerja Baik, adalah sesuatu yang dicapai sesuai dengan aturan yang
berlaku sehingga hasil pekerjaannya donilai “baik” mencapai sasaran.
9. Mempunyai Motivasi, merupakan dorongan, pilihan, Tindakan
seseorang terhadap sesuatu yang menjadi intinya yang cocok bagi
dirinya.
10. Mempunyai Komitmen,
6
Skor
No Aspek/Konsep yang Dinilai
Maksimal
11. Percaya Diri
12. Mempunyai kebanggan
13. Mempunyai Kesabaran
14. Mempunyai Keteguhan
15. Mempunyai Prespektif
16. Patuh / kepatuhan
17. Loyal
18. Bertanggung Jawab
19. Supel
20. Simpatik
21. Empati
22. Kreatif
23. Proaktif
24. Asertif
25. Sinergi
26. Hangat
27. Pendengar yang baik

B. Faktor Kearsipan yang Baik


a. Penggunaan system secara tepat
b. Fasilitas kearsipan memenuhi syarat

TOTAL 100
* coret yang tidak sesuai

Anda mungkin juga menyukai