Anda di halaman 1dari 3

Putri Alit Rusmiati

043930959

UPBJJ-UT BOGOR

PENGANTAR EKONOMI MAKRO 2021

Tugas 1

1. Pemerintah memerlukan intervensi dalam perekonomian karena mekanisme pasar tidak


dapat bekerja sepenuhnya secara efisien jelaskan!
 Tujuan dan peran kebijakan ekonomi dalam perekonomian dan mengapa
kebijakam ekonomi diperlukan!
 Fungsi kebijakan ekonomi pemerintah dapat dikatagorian menjadi fungsi
stabilisasi, alokasi. Jelaskan masing-masing katagori tersebut!
 Jelaskan jenis kebijakan ekonomi yang dilakukan pemerintah dalam
perekonomian dan untuk apa dilakukan!

2. Jelaskan apa yang diketahui tentang Marginal Propensity to consume (MPC), terkait
konsep MPC, perhitungan MPC, arti nilai MPC, dan perbandingan nilai MPC di Negara
maju dan di Negara berkembang.
Jawab:
1. Pemerintah memerlukan intervensi dalam perekonomian karena mekanisme pasar tidak
dapat bekerja sepenuhnya secara efisien karena apabila pasar sudah efektif, maka
intervensi pemerintah cenderung rendah. Pada umumnya pemerintah hanya akan
memposisikan dirinya sebagai regulator dan supervisor, sementara untuk penyediannya
diserahkan kepada pasar. Namun jika pasar belum efektif, maka mau tidak mau
pemerintah harus masuk sebagai market player dan harus bisa turun langsung maupun
melalui institusi yang dibentuk seperti BUMN. Pada intinya, pemerintah ikut serta dalam
kegiatan perekonomian supaya menanggulangi kegagalan pasar sehingga tidak adanya
eksternalitas yang merugikan banyak pihak. Adapun bentuk dari peran pemerintah yakni
dengan melakukan intervensi baik secara langsung maupun tidak langsung.
 Tujuan dan peran kebijakan ekonomi dalam perekonomian yaitu untuk
kemakmuran masyarakat di suatu Negara kebijakan ini untuk menjamin
efisiensi,serta mendistribusikan sumber daya yang langka secara merata kepada
masyarakat dan stabilitas perekonomian indonesia
 a. Fungsi stabilitas yakni fungsi pemerintah dalam menciptakan kestabilan
ekonomi, social politik,hokum, pertahanan dan keamanan
b.Fungsi Alokasi yakni fungsi pemerintah sebagai penyedian barang dan jasa
public seperti pembangunan jalan eaya, gedung, sekolah dan penyediaan fasilitas
penerangan dan telepon.
Perbandingan Nilai MPC dinegara maju dan dinegara berkembang
 Kebijakan ekonomi yang dilakukan pemerintah yaitu
a. Kebijakan fisikal,merupakan kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah
untuk mengendalikan atau mengarahkan perekonomian pada saat kondisi
yang lebih baik.Kebijakan fisikal pemerintah dapat bersifat ekspansif maupun
kontraktif, kenijakan bersifat ekspansif dilakukaan saat keadaan
perekonomian sedang bermasalah adapun kebijakan fisikal nersifat kontraktif
dilakukan saat perekonomian mencapai kesempatan kerja penuh
b. Kebijakan perdagangan luar negri, merupakan peraturan yang dibuat oleh
pemerintah yang mempengaruhi struktur atau komposisi arah transksi
perdagangan luar negri
c. Kebijakan moneter, merupakan kebijakan ang digunakan bank Indonesia
untuk mengendalikan atau mengarahkan perekonomian pada kondisi yang
baik dengan mengatur jumlah uang dan tingkat suku bunga.
Pemerintah membuat kebijakan ini agar menjaga perekonomian di Indonesia
bisa stabil, mencapai alokasi sumber daya yang efisien, dan teciptanya distribusi
pendapatan yang merata.Dengan kondisi tersebut akan meminimalisasi terjadinya
ketidapastian dalam perekonomian yang berujung pada peningkatan
kesejahteraan masyarakat secara agregat.

2. Marginal Propensity to consume (MPC)


 Ialah salah satu ilmu dalam mikro ekonomi,MPC didefinisikan menunjukan
perbandingan antara jumlah tmbahan konsumsi saar memperoleh tambahan
pendapatan yang dilakukan rumah tangga dengan tambahan disposable income
yang diterima, atau menunjukan besar rupiah perubahan konsumsi untuk setiap
perubahan satu rupiah disposable income.
 Untuk Menghitung MPC Dapat mengunakan rumus:

MPC= ∆C/∆Yd =C1-C0/Yd1-Y

 Perbandingan Nilai MPC dinegara maju dan dinegara berkembang, Sebagaian


Negara berkembang memiliki nilai Marginal Propensity to Consump (MPC)
diatas 0,6 (Lestari, 2011). MPC atau lebih dikenal dengan kecenderungan
konsumsi adalah salah satu ukuran untuk melihat kondisi masyarakat terhadap
kecenderungan untuk mengonsumsi dalam hal ini baik makanan maupun non
makanan yang dihabiskan untuk keperluan sehari-hari, Semakin besar nilai MPC
menunjukkan bahwa sebagian besar pendapatan yang diperoleh masyarakat akan
digunakan untuk konsumsi, sementara yang dipakai untuk menabung hanya
sebagian kecilnya saja Nilai MPC di negara berkembang dan di negara maju
nilainya berbeda hal ini dikarenakan masyarakat di negara maju akan lebih
memilih menabung sehingga kemampuan investasi dalam rangka pembangunan
ekonomi dalam negeri dan pada Negara Maju yang terjadi adalah dimana
masyarakatnya workaholic yang biasanya dikatakan pencinta kerja. Mereka
menghabiskan waktunya untuk bekerja,Selain itu pendapatan mereka lebh cukup
untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Jika dibandingkan dengan Negara
berkembang,penghasilan yang mereka peroleh semuanya mereka alokasikan
untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.Bahkan perolehan mereka belum
mencakupi kebutuhan sehari-harinya.
Sesuai dengan hal yang diatas,semua ini terjadi dikarenakan banyak pendapatan
yang seharusnya dihitung malah tidak dihitung misalnya saat menyapu,memasak
dan mengepel misalnya semuanya dihitung kepada pendapatan orang tersebut
tapi ternyata banyak yang tak terhitung misalnya memakai jasa laundry dan
membeli makanan direstoran , maka akan banyak pendapatan yang tak
terhitung.Jadi tidak heran lagi bila terjadi konsumsi yang tinggi dengan tingkat
pendapatan yang rendah dinegara berkembang