MAKALAH KEBIJAKAN TENTANG

BAB I PENDAHULUAN A. Keadaan Penganggur dan Setengah Pengangguran. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja, yang disebabkan antara lain; perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif; peraturan yang menghambat inventasi; hambatan dalam proses ekspor impor, dan lain-lain. Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002, sebesar 9,13 juta penganggur terbuka, sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). Selain itu terdapat sebanyak 2,7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless). Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional. Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu, pada tahun 2002 berjumlah 28,87 juta orang. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan, upah rendah, yang mengakibatkan produktivitas rendah. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan. B. Keadaan Angkatan Kerja dan Keadaan Kesempatan Kerja. Masalah pengangguran dan setengah pengangguran tersebut di atas salah satunya dipengaruhi oleh besarnya angkatan kerja. Angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2002 sebesar 100,8 juta orang. Mereka ini didominasi oleh angkatan kerja usia sekolah (15-24 tahun) sebanyak 20,7 juta. Pada sisi lain, 45,33 juta orang hanya berpendidikan SD kebawah, ini berarti bahwa angkatan kerja di Indonesia kualitasnya masih rendah. Keadaan lain yang juga mempengaruhi pengangguran dan setengah pengangguran tersebut adalah keadaan kesempatan kerja. Pada tahun 2002, jumlah orang yang bekerja adalah sebesar 91,6 juta orang. Sekitar 44,33 persen kesempatan kerja ini berada disektor pertanian, yang hingga saat ini tingkat produktivitasnya masih tergolong rendah. Selanjutnya 63,79 juta dari kesempatan kerja yang tersedia tersebut berstatus informal. Ciri lain dari kesempatan kerja Indonesia adalah dominannya lulusan pendidikan SLTP ke bawah. Ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja yang tersedia adalah bagi golongan berpendidikan rendah. Seluruh gambaran di atas menunjukkan bahwa kesempatan kerja di Indonesia mempunyai persyaratan kerja yang rendah dan memberikan imbalan yang kurang layak. Implikasinya adalah produktivitas tenaga kerja rendah. Sasaran Sasaran yang diharapkan, dirumuskan sebagai berikut : Menurunnya jumlah penganggur terbuka dari 0,96 pesen menjadi 5,5 persen pada tahun 2009. Menurunnya jumlah setengah penganggur dari 28,65 persen menjadi 20 persen dari

Sebenarnya tingkat pengangguran ini relatif kecil dibanding tingkat pengangguran di beberapa negara industri maju di Eropa di tahun 90-an yang bahkan mencapai dua digit.7 juta.97 juta orang. meliputi Pengendalian Jumlah Angkatan kerja peningkatan Kualitas angkatan Kerja. Pasca krisis moneter. Fenomena ini patut diantisipasi sebab cakupannya berdimensi luas. Suatu tingkat yang sangat serius dan membahayakan dalam pembangunan nasional. Terbangunnya jejaring antara pusat dengan seluruh Kabupaten/kota. khususnya dalam kaitannya dengan strategi serta kebijakan perekonomian dan pendidikan nasional. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans. Angka ini sebenarnya masih di sekitar tingkat pengangguran natural (Natural Rate of Unemployment). total pengangguran nyata bisa mencapai 35-40 persen. yakni penduduk angkatan kerja yang benar-benar menganggur. pembinaan Hubungan Industrial. Pertama. Dengan jumlah angkatan kerja 92. hampir . kebijakan dan program-program yang perlu terus dibahas untuk menjadi kesepakatan semua pihak. Di samping masalah tingginya angka pengangguran. Untuk mencapai hal tersebut disusun strategi. Ini mencakup pengangguran yang muncul karena peralihan antar kerja oleh tenaga kerja. yang termasuk juga rawan adalah pengangguran tenaga terdidik. Konsep lainnya adalah under employment. Meningkatnya jumlah tenaga kerja formal dari 36. pada 1998. Tingkatkan perluasan lapangan kerja dari 91. Pola Pengangguran Dari tabel di bawah mengungkapkan beberapa hal menarik.5 juta orang penganggur. Berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik) sampai Mei 1997. Namun tingkat pengangguran 5. gap tersebut semakin membengkak tajam. Jika ditambah angka pengangguran terbuka 2. Ini disebabkan pertambahan angkatan kerja baru jauh lebih besar dibanding pertumbuhan lapangan kerja produktif yang dapat diciptakan setiap tahun. peningkatan Efektivitas Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja. Di luar pengertian tersebut. pengangguran 5.jumlah yang bekerja pada tahun 2009.03 TH. yaitu angkatan kerja berpendidikan menengah ke atas dan tidak bekerja.7 persen.XXIV-Juni 2004 C.71 persen menjadi 60 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009. suatu tingkat yang secara alamiah mustahil dihindarkan. 11 Pebruari 2004). 29 Juni 2004.7 persen berarti terdapat 4. (Sumber: Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia. terdapat sejumlah besar penganggur yang dalam konsep ekonomi termasuk dalam kualifikasi pengangguran terselubung (disguised unemployment).65 juta orang menjadi 108. Sumber : Majalah Nakertrans Edisi . yakni tenaga kerja yang jumlah jam kerjanya tidak optimal karena ketiadaan kesempatan untuk bekerja. yakni tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya disebabkan lemahnya permintaan tenaga kerja. persoalan mendasar ketenagakerjaan di Indonesia saat ini menyangkut tingkat pengangguran. Menurunnya jumlah angkatan kerja usia sekolah dari 20.7 persen tersebut sebenarnya adalah angka pengangguran terbuka (open unemployment). sekitar 45 persen tenaga kerja bekerja di bawah 35 jam per minggu atau setara dengan 25 persen pengangguran penuh. Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik Selain masalah upah.54 persen menjadi 15 persen pada tahun 2009. Pada tahun 1998 tingkat pengangguran mencapai 5.67 persen dan pengaruh krisis ekonomi yang berkepanjangan.

Periode 1980-98.44 SLTA Umum 12. Secara makro ini juga disebabkan transformasi struktur ekonomi dari sektor primer (pertanian) ke sektor sekunder dan tersier (industri dan jasa) tidak diikuti transformasi penyerapan tenaga kerja.90 32. Akademi dan Sarjana) secara signifikan dari 26 persen menjadi 57 persen. di samping membangun industri skala besar yang sifatnya padat modal dan teknologi.02 persen pada 1998. perhatian juga sudah seharusnya diberikan pada pengembangan industri yang lebih berorientasi pada penyerapan tenaga kerja terdidik . Akan tetapi. Pertama.09 SLTP 11.Diploma I 0. periode 1982-1998. Ketiga.57 3. persentase peningkatan tingkat pengangguran berpendidikan sarjana adalah paling tinggi. Keempat.separuh (49 persen) penganggur ternyata berpendidikan menengah atas (SMTA Umum dan Kejuruan).30 24. Ini menimbulkan gejala supply induce di mana tenaga kerja terdidik yang jumlahnya cukup besar memberi tekanan kuat terhadap kesempatan kerja di sektor formal yang jumlahnya relatif kecil. yang melonjak dari 0. terjadi peningkatan pengangguran berpendidikan menengah ke atas (SMTA.47 .61 3. kualitas tenaga kerja nasional meningkat disebabkan dua hal.02 Sumber: Statistik Tahunan Indonesia.87 2. laju peningkatan pengangguran di sekolah menengah kejuruan lebih rendah daripada sekolah menengah umum.74 40. penyerapan tenaga kerja sektor primer turun 9 persen menjadi 47 persen.53 Universitas 0. pembangunan ekonomi pada tingkat tertentu berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga masyarakat lebih mampu membiayai pendidikan formal dan mengakomodasi makanan bergizi yang membantu kualitas tenaga kerja.Diploma II 1.57 persen pada 1982 menjadi 5. 1998 Beberapa Sebab Secara kualitatif. lapangan kerja masih didominasi sektor-sektor subsistensi yang tidak membutuhkan tenaga kerja berpendidikan.33 19. Di lain pihak kontribusi sektor primer terhadap PDB turun sebesar 9 persen menjadi 15 persen sementara sektor sekunder dan tersier meningkat sekitar 14 persen menjadi 27 persen.74 0. baik pada menengah pertama maupun pada menengah atas.86 Diploma 0.94 . Kedua. Dengan demikian. 1995. pada saat angkatan kerja terdidik meningkat dengan pesat.61 16. Kedua.79 16.86 5. sementara sektor sekunder dan tersier hanya meningkat 3 persen dari 23 persen. Tabel Struktur Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan (%) Pendidikan 1982 1995 1998 SD ke bawah 61. Tampaknya gejala tersebut diakibatkan pola perkembangan industri saat ini yang kurang berbasis pada permasalahan nasional yang sifatnya seolah labor surplus padahal karena permintaan yang kecil.69 11. berbagai kebijakan di bidang pendidikan nasional membawa peningkatan pada kualitas pendidikan formal angkatan kerja.91 2. atau meningkat hampir 120 persen. sehingga terjadi pendayagunaan tenaga kerja terdidik yang tidak optimal. 1985.13 SLTA Kejuruan 12.68 23.

tinggal di pulau Jawa dan berlokasi di daerah perkotaan. Sektor di hulu .18 juta menjadi 11. Pengangguran dan setengah pengangguran merupakan permasalahan di muara yang tidak bisa diselesaikan pada titik itu saja. Hal ini karena pada dasarnya SMTA Umum dipersiapkan untuk memasuki perguruan tinggi. Angka Pengangguran Indonesia Naik Sejak 1997 sampai 2003. Perlu juga penanganan serius terhadap tingginya persentase lulusan SMTA Umum yang menganggur (lebih tinggi daripada SMTA Kejuruan). Secara fungsional. Menurut data Sub Direktorat Informasi Pasar Kerja. di tengah membengkaknya jumlah penganggur. Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. peneliti dan praktisi niscaya sulit untuk mempersempit gap tersebut. Selain itu. Berbagai perubahan menyangkut penjurusan di tingkat menengah atas tampaknya tidak akan mampu menjawab permasalahan kualitas angkatan kerja golongan pendidikan ini. selain tempat terbatas. dari 254.032 lowongan kerja terdaftar. Tingginya proporsi lowongan kerja untuk sarjana dan sarjana muda yang belum terisi menunjukkan adanya kesenjangan antara kualitas penawaran tenaga kerja (dunia perguruan tinggi) dengan kualitas permintaan tenaga kerja (dunia usaha). yang secara perlahan membawa perubahan pada kurikulum. Apa yang terjadi sekarang adalah. Sekitar 50 persen di antaranya adalah angkatan kerja berpendidikan sarjana dan sarjana muda. sedangkan paling rendah lulusan SD dan diploma satu (D1) sekitar 10 persen. Tiap Tahun. kurikulum SMTA Umum sekarang mendapat proporsi keterampilan praktis sehingga bilamana lulusan SMTA tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi. dari 4. Intensitas permasalahan juga lebih banyak terjadi pada penganggur wanita dan pengaggur terdidik. pada hal untuk masuk ke dunia perguruan tinggi. tapi juga harus ditangani dari hulu. BAB II MASALAH A. Depnaker April 1998. sejauh mana konsep tersebut tertuang dalam kerangka yang lebih operasional.yang tidak hanya jumlahnya besar tetapi juga tumbuh dengan sangat cepat. Seharusnya. Selain usia muda. Akan tetapi. paling tidak sudah memiliki bekal keterampilan yang dibutuhkan untuk masuk dunia kerja. beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) sudah menerapkan hal ini di mana banyak praktisi bisnis menjadi dosen-dosen PTS. bila tidak diimbangi dengan penjembatanan secara struktural. mayoritas angkatan kerja berpendidikan SMTA Umum bekerja di sektor perdagangan dan sektor informal yang produktivitasnya relatif rendah. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. pengangguran juga banyak mencakup berpendidikan rendah. angka pengangguran terbuka di Indonesia terus menaik. Didominasi oleh penganggur usia muda. ternyata lowongan kerja yang belum terisi cenderung meningkat serta porsinya terhadap lowongan kerja relatif besar. Kesenjangan ini memang sudah sering diangkat ke permukaan sampai lahirnya konsep link and match. Masalahnya. dosen. mahalnya biaya juga menjadi kendala utama. misalnya dengan berbagai proyek kerjasama penelitian antara dunia usaha dengan perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa. terdapat 15 persen lowongan kerja yang tidak dapat terisi.35 juta. Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu.

Sejak 2000.1 persen.7 persen pada periode 2005-2009.5 juta pertahun. perdagangan. penduduk yang kerja (91.81 juta). transformasi sektor informal ke sektor formal dapat dipercepat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan terutama di sektor pertanian. Pengangguran Terus Bertambah Kolapsnya perekonomian Indonesia sejak krisis pada pertengahan 1997 membuat kondisi ketenagakerjaan Indonesia ikut memburuk.0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1. pendidikan dan ekonomi.005 juta). data pekerja dan pengangguran menunjukkan. persoalan terus datang. setengah penganggur sukarela (24. dapat ditekan menjadi 1.18 juta.7 persen pada periode 2005-2009. jumlah penganggur terbuka mencapai 4. otomatis penyerapan tenaga kerja juga ada.033 juta).807 juta). Sementara itu.647 juta). pada 1999 (6. Kedua.812 juta). sisa perkara (189) . masalah pengangguran erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Jumlah putusan (91). Tapi pemecahan persoalan tidak semudah itu.1 persen.yang banyak berdampak pada pengangguran dan setengah pengangguran adalah sektor kependudukan. setengah penganggur sukarela .005 juta). Selesaikan masalah? Tunggu dulu. dapat ditingkatkannya pertumbuhan ekonomi menjadi 6. Ketiga. ditekan menjadi 1.0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4. lihatlah data berikut: Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) 2001: Perkara yg Masuk (81). perdagangan.0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4. pada 2002: usia kerja (148. setiap tahun pasti ada sisa. Setiap pertumbuhan ekonomi satu persen. Jumlah Putusan (80). pertumbuhan ekonomi ditingkatkan menjadi 6.4 persen. 2002 (9. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja. pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun ditekan dari 2. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan. tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 400 ribu orang. penganggur terbuka (9. Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 3-4 persen.6 juta tenaga kerja. pada 2001: usia kerja (144. 2000 (5. angkatan kerja (98. untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran bisa saja dicapai lewa tiga asumsi dasar. penganggur terbuka (8. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja.4 persen. Pertama. Bayangkan. Sebenarnya. setengah penganggur terpaksa (6. baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Bicara soal ketenagakerjaan tidak akan lepas dari persoalan buruh dan pengusaha yang tiap hari kian mencuat ke permukaan.9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2. Sisa*) Perkara (73) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara masuk (101). yaitu pertama. hingga “terpaksa” harus melahirkan paket Undang Undang Serikat Pekerja.422 juta). Padahal. penduduk yang kerja (90. 2001 (8.869 juta).0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1. setengah penganggur terpaksa (28. Kedua. Sejak itu.13 juta) dan 2003 (11. jasa dan industri. tentunya hanya akan menyerap 1. Selanjutnya.730 juta). Sehingga. mempercepat transformasi sektor informal ke sektor formal. B. terutama di sektor pertanian.132 juta). jasa dan industri.9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2. angkatan kerja (100.03 juta). Ketiga.010 juta). pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tidak pernah mencapai 7-8 persen.779 juta).35 juta). pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun dapat ditekan dari 2. Ketenagakerjaan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI). Jika pertumbuhan ekonomi ada. Ada tiga asumsi yang menjadi harapan untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran. pada 1997. sementara pencari kerja mencapai rata-rata 2.

jumlah putusan (117.933). sisa perkara (2.413) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans.393) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans. Ditjen Binawas Berdasarkan data di atas. kasus PHI (95) Sumber: Depnakertrans.445).845) 2002: Kasus pemogokan (220). itu dulu deh.906).145). jumlah putusan (95). Sisa perkara (321) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans.790) Sumber: Depnakertrans. Ditjen Binawas Jumlah Perkara dan Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Kasus PHK (2. apakah hak upah minimum itu berkorelasi dengan pengangguran? Soal pengangguran itu jelas terkait dengan krisis ekonomi yang tidak bisa diselesaikan pemerintah. sisa perkara (205.175). tenaga kerja yang terlibat (769.160). tenaga kerja yang terlibat (61. Belum di industri lainnya. jumlah putusan (1. industri tidak bersaing sehingga terjadi .933). tenaga kerja yang terlibat (109. Tentunya. Tidak ada korelasi. jumlah putusan (2.867) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (110.142) 2003: Kasus pemogokan (146). Ditjen Binawas Jumlah Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Perkara yang masuk (114. Tanpa ada kemampuan yang didukung ekonomi nasional. tidak perlu harus mengeluarkan UU baru yang ternyata menguntungkan pasar bebas. adalah hak buruh yang bisa dipahami. kasus PHI (101) 2003: Kasus PHK (12. memang harus ada berbagai jaminan. Pertanyaannya.565).Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara masuk (95).5 persen pangsa pasar tenaga kerja itu ada di desa.. Ditjen Binawas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 2001: Perkara yang masuk (2.357).445).175). Tenaga Kerja PHK (114. Tapi yang bisa di berikan saat ini adalah yang sesuai dengan dukungan ekonomi kita. uruh itu hanya concern pada dua hal: PHK dan penyelesaian perselisihan. dan upah minimum bukan penyebab utama pengangguran itu. tenaga kerja PHK (110. sisa perkara (6. jelas menguntungkan pasar bebas itu. sisa perkara (223. jelas masalah buruh dan pengusaha seakan juga menjadi bom waktu yang tiap saat bisa meledak dan menghancurkan kerangka ketenagakerjaan Indonesia.145). Ditambah lagi. Jumlah buruh di 2665 perusahaan tekstil dan produksi tekstil serta terkait dengan industri tesktil dan produksi tekstil saja mencapai 4.7 juta. kenaikan upah minimum akan menyumbang pengangguran sebesar satu persen.632) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara yang masuk (2. sisa perkara (4. Ditjen Binawas Pemogokan 2001: Kasus Pemogokan (174). Fakta hubungan buruh dan pengusaha tidak bisa serta merta terselesaikan dengan hadirnya UU Ketenagakerjaan dan PPHI. adanya pernyataan beberapa ekonom yang mengatakan. Tuntutan kesejahteraan buruh itu.980). jumlah putusan (98. 62.098). jelas makin hari makin terjadi PHK. jumlah putusan (1.415) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (2.

Kemungkinan. Ketidak-stabilan peta . Dengan cara ini. buruh sebenarnya mau berkompromi untuk menunda pemenuhan hak yang mereka tuntut. bekerja di perusahaan. tapi kembalikan ke buruh. tentunya tidak mempunyai jaminan sama sekali: satu perbandingan yang tidak sehat. redistribusi pendapatan dalam bentuk seperti pengalihan subsidi BBM tidak perlu lagi dilakukan.deindustrialisasi dan jadilah pedagang. seperti yang kita alami sekarang ini. sehingga terjadi pengangguran yang tentunya. produktifitas tidak naik. bukan sekadar mendapatkan win-win solution. penggunaan keuntungan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) untuk kepentingan buruh dan pengusaha. Karena investor akan melihat. Tapi pemerintah jangan menaikkan harga barang. Soal buruh dan pengusaha. itu tidak ada masalah. Tidak apa-apa upah tidak dinaikkan untuk sementara. Dana Jamsostek itu juga seharusnya bisa dijadikan solusi dalam hal kesejahteraan buruh. normatif ketenagakerjaan Indonesia bagaimana. kesejahteraan buruhpun jadi terhambat. buruh bisa save biaya transportasi dan memberikan hidup yang lebih layak. pegawai negeri dan lainnya yang memang mempunyai jaminan perlindungan. Sisanya. kemungkinan kita akan dikejar oleh Vietnam. Bahkan. itu namanya tidak baik dan mampu berkompetisi. Laos dan Kamboja. Tidak heran saat ini. jumlah pengangguran terus bertambah. mau tidak mau. Jelas. tutupnya perusahan elektronik SONY dan DOSON yang memproduksi sepatu Reebok. compete tidak? Jika upah buruh naik. tapi juga memperhatikan kepentingan publik. Investasi akan semakin tidak mampu masuk. Dana Jamsostek yang surplus sekitar satu triliun rupiah itukan bisa dikembalikan ke buruh dengan membangun perumahan buruh yang tersebar di sekitar sentra industri. Celakanya. Cina dan Thailand bukanlah kompetitor lagi. Karena berdasarkan riset ILO (International Labour Organization) 2-3 tahun terakhir. Soal paketan UU Ketenagakerjaan boleh jadi harus menjadi perhatian serius. upah minimumnya. Tapi siapa yang akan memberikan pekerjaan? Soal ketenagakerjaan memang menjadi hal pokok dalam menggerakkan iklim investasi. UU yang baru ini jelas memberatkan pengusaha. Janganlah pemerintah mengambil deviden dari Jamsostek. sebenarnya banyak yang bisa dilakukan pemerintah. Jelas. lebih dari 60 persen angkatan kerja Indonesia ada di sektor informal. listrik dan layanan publik lainnya dong. banyak industri berubah jadi trading. ada di sektor formal. Bahkan. kompetisi usaha Indonesiapun semakin menurun. Bagi pengusaha. efek netto dari hasil pembangunan yang diperkirakan akan semakin baik di masa mendatang perlu didistribusikan kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk. Informal yang jumlahnya jelas lebih banyak ini. Fakta tetap mengatakan. UU Ketenagakerjaan justru membuat pengusaha menutup perusahaannya yang kemudian menurunkan kesempatan meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan. seperti tiap bulan mendapatkan gaji tetap. impor. semua mata serasa tertuju ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) sebagai operator (pemerintah) penyelesaian soal ketenagakerjaan ini. akan diikuti juga perusahaan lainnya. Satu contoh yang mungkin pengusaha dan buruh lainnya juga sepakat. atau hanya bersifat supplemen bilamana keadaan terlalu memaksa. Komponen pengeluaran besar buruh adalah penginapan dan transportasi. ada jaminan kesehatan dan lainnya. Kebijakan itu perlu ditempuh untuk menghindari dampak negatif yang lebih besar dari sekadar dampak negatif. Untuk menanggulangi masalah penganggur dan setengah penganggur. antara lain terciptanya kesempatan kerja produktif dan remunerative. Artinya. Di sisi lain.

supaya juga bisa membuat tolak ukur. Bila hal ini benar-benar terjadi. Praktek dan rill di lapangan. pembiayaan. Bagaimana mungkin Depnaker bisa menjalankan programnya jika basis data saja tidak punya? Sudah pernah di mintakan ke Pemda. seperti kelurahan dan desa. antara lain: identifikasi dan pemilihan program. Seperti pertanian. pemerintah pusat hanyalah pembuat kebijakan. 54-60 persen sektor informal mampu menampung pencari kerja. Yang mampu mengatasinya adalah semua sektor. Dengan otonomi daerah. Selain itu. Depnakertrans diberikan dana sekitar 1 trilyun rupiah agar sampai tenaga kerja sarjana bisa di tampung dan fokuskan pada pengembangan desa. sektor pertanian menyerap tenaga kerja. Tapi Depnakertrans mengaku. Depnakertrans hanya mempunyai dana 40-41 milyar rupiah dan dibagikan ke seluruh Indonesia. Depnakertrans juga mencoba “menyentil” instansi lain untuk peduli terhadap masalah pengangguran. tenaga kerja terdidik. sejahtera dan berkembang dan tidak menganggur. termasuk instansi-instansi pemerintah yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan ketenaga-kerjaan untuk harus segera mengkonsolidasikan diri. fasilitator. Pemda hanya mengharapkan PAD. pemerintah dan masyarakat sendiri. mencakup berbagai aspek penting. latar-belakangnya dan potensi wilayah yang ada. dimana diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. aspek penanggulangan pengangguran harus dijadikan sebagai titik perhatian. Untuk itu. Untuk itu seluruh komponen bangsa. harusnya mampu memperluas kesempatan pekerjaan di sektor mereka sendiri. tidak pernah memikirkan bagaimana masyarakatnya makmur. baik lewat tenaga kerja pemuda mandiri professional. koordinasi pelaksanaan. dinamisator masyarakat desa. maupun pola-pola pemberian kredit bank. Depnaker tidak mampu mengatasi pengangguran. sebagai usaha mandiri. harus bersama-sama. motivator. kemungkinan besar akan semakin parah dan mengganggu sendisendi pembangunan lainnya. departemen pertanian dan kelautan misalnya. Karena desa memerlukan ahli. dimana. Pemdalah yang mengurusi semuanya. Umumnya negara berkembang. Sampai sekarang Depnakertrans juga belum mempunyai peta potensi wilayah dan pengangguran sampai ke daerah terkecil. Data-data menunjukkan. Daerah tidak pernah meng-update data yang ada.politik dan keamanan. perencana. membuat gambaran: berapa sektor kerja dan tenaga kerja yang riil ada. Yang di dorong itu pencari kerjanya. sampai dengan 40 persen. anggaran yang dimiliki sangat terbatas untuk mendorong kesempatan kerja. Selain mempunyai Rencana Tenaga Kerja Nasional 2004-2009. Programnya mencakup pelatihan dan upayaupaya pendorongan ke wira-usaha. Idealnya untuk penanggulangan penganggur ini. Tanpa harus mengabaikan core-programe masing-masing instansi atau pihak terkait. pendorong dan pemberi wacana-wacana. Selama ini Depnakertranas sudah menyebarkan informasi dan mendorong ke arah wirausaha. Masalahnya. kecil-menengah. Indonesia akan berada pada bibir jurang kehancuran yang sulit dihindarkan. Untuk 2002 saja. Depnakertrans lewat Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri juga mempunyai program dan kegiatan yang diarahkan untuk pencapaian Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja serta Program Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja. seperti data penganggur. pengawasan dan lain-lain. Tapi tidak pernah ada. bersama-sama mengatasi masalah ini. Konsolidasi ini. Kegiatan yang dilaksanakan adalah: . Kemudian diikuti sektor kelautan. lalu masalah pengembangan penerapan teknologi tepat guna.

Belum lagi bicara soal banyaknya tenaga kerja asing yang masuk dan mengisi pekerjaan di Indonesia. Tidak kompetitifnya SDM Indonesia.Padat karya produktif 44. . . Penempatan Tenaga Kerja AKAD : 21. 3. 2.Pelatihan melalui anggaran DPKK-TKI : 2. SDM nantinya mampu mengisi lowongan pekerjaan dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan.561 orang meliputi : .790 orang 5.200 orang. 4. Meningkatkan kualitas pelayanan di Bidang Perluasan Kesempatan Kerja dan Penempatan Kerja .Pengembangan model perluasan kerja 685 orang. . Pengembangan Kesempatan Kerja. . Untuk itu. Meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga nasional maupun internasional .317 orang. . Tampaknya. Merumuskan pedoman atau petunjuk teknis.Pelatihan kewirausahaan : 2. Pelatihan ketrampilan sebanyak 42. Pelaksanaan pemagangan ke Jepang sebanyak 4. penempatan. Sejak otonomi daerah. penempatan dan produktivitas tenaga kerja. Pemberian bantuan peralatan kepada 78 lembaga pelatihan BLK/LLK dan 12 pondok pesantren. kita upayakan agar dengan standar kompetisi. Karena tenaga kerja Indonesia belum mampu mengisinya.Pembinaan dan pendayagunaan anak jalanan dan pedagang asongan 690 orang.951 orang meliputi : . “SDM kita belum mampu bersaing.A. Indonesia hanya memperoleh perunggu untuk kompetisi di bidang otomotif. TKI saja masih dalam posisi menengah. 4. eletronik dan lainnya itu.589 orang.800 orang. . hingga SDM bisa bekerja secara produktif. tenaga kerja sarjana dan tenaga kerja mandiri terdidik sebanyak 67. Membangun sistem peningkatan kualitas tenaga kerja .Pelatihan MTU : 20. jika bicara soal ketenagakerjaan. . 2003 telah dilaksanakan : 1.Pelatihan institusional : 14.Pendayagunaan tenaga kerja pemuda mandiri profesional. Pemberian ijin tenaga kerja asing (IKTA) sebanyak 19.764 orang.280 orang. ada beberapa tugas yang bisa dilakukan direktoratnya: pembinaan yang menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia. . Apalagi. b. Perluasan lapangan kerja bagi 120. Apalagi.855 orang.734 orang. terkait dengan semangat otonomi daerah.Pelatihan Teknisi :1. dalam T. SDM Indonesia ditempatkan pada posisi 112 dari 117 negara yang diteliti. 6.Penciptaan wirausaha baru 2.225 orang. Saat itu. mengimplementasikan dan mensosialisasikan kebijakan pembinaan yang bertujuan untuk : 1.485 orang. . terbukti pada lomba ketrampilan se-Asia pada dua tahun lalu.898 orang. 2.a. .Pelatihan Magang : 1. 3. Soal penanggulangan pengangguran dan perencanaan tenaga kerja nasional seharusnya juga ada di tiap daerah. Mendorong peranan masyarakat luas di Bidang Ketenagakerjaan meliputi pelatihan.276 orang.088 orang. 7.Terapan teknologi tepat guna 4. harus benar-benar menjadi perhatian Depnakertrans. semua perencanaan yang “terkesan” bagus itu. . Pelatihan untuk angkatan kerja khusus seperti penyandang cacat dan lanjut usia sebanyak 1.

sudah disiapkan angka-angka yang benar-benar dapat dipercaya dan mewakili jumlah PMA langsung yang masuk ke Indonesia. obligasi korporasi. Tidak adil jika penanaman modal asing (PMA) langsung hanya diukur dari perizinan yang diberikan BKPM. Tax holiday sama sekali tidak termasuk fasilitas perpajakan yang dimaksud. Padahal. Sementara tingkat pengangguran terbuka tahun 2003 tercatat 10 juta orang. semoga tahun ini kita dapat menunjukkan apa artinya (pertumbuhan ekonomi) naik dari empat persen ke lima persen. penjabarannya ada di daerah. perekonomian Indonesia harus menggalakkan ekspor dan investasi. Oleh karena itu. perekonomian Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi dan pasar dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 tercatat 4. Tahun 2004 pemerintah menggerakkan ekspor agar pada tahun 2005 ekspor mulai meningkat dan investor akan merasa lebih pasti lagi dalam menanamkan modalnya. C. dan surat utang negara menuju penggunaan dana untuk penanaman modal langsung. investasi harus digalakkan. Diharapkan. Sekitar 2005. tingkat kemiskinan di Indonesia sebetulnya sekarang sudah kembali ke waktu kita mau masuk krisis. nasib ketenagakerjaan akan semakin memburuk sampai ada kejelasan pada 2006. ekspor nonmigas ditargetkan tumbuh mencapai tujuh persen dari tahun sebelumnya. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. jika ingin kembali ke tingkat pertumbuhan ekonomi enam persen. pembangunan pembangkit tenaga listrik yang baru. di tingkatkan sektor formal.0 persen.3 persen. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis Jika perekonomian tumbuh lima persen pada tahun 2004. Alasannya. tahun 1996. tetapi harus memanfaatkan ekspor.pusat dan daerah terputus. Indonesia dapat mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan. . tingkat kemiskinan Indonesia akan kembali ke posisi sebelum krisis. Untuk tahun 2004. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tujuh persen. seperti proyek sejuta rumah. tetapi tidak membutuhkan fasilitas. pusat hanya pembuat kebijakan. Dalam kenyataannya. sektor informal bisa di persiapkan. pasar luar negeri. Selanjutnya. investasi yang di lakukan baru investasi prasarana. Sekarang. dan proyek banjir kanal timur di Jakarta. proyek 700 km jalan tol. Tahun 2004 ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 4. Ini berarti. Banyak investasi yang juga sudah masuk ke Indonesia. apa lagi fasilitas yang bisa kita tawarkan kepada mereka Tidak banyak. Tingkat kemiskinan sudah lebih baik daripada waktu krisis. yang masuk ke BKPM adalah persetujuan untuk perusahaan yang meminta fasilitas.8-5. Salah satu unsur penguatan daya saing adalah pemberian fasilitas perpajakan. penanaman modal bergeser dari sekadar pembelian reksa dana. Sehingga pada 2006. Hal itu dapat dicapai melalui penetrasi pasar dan penguatan daya saing. Jika berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi lima persen tahun 2004 ini. pembangunan sistem irigasi. dan tahun-tahun berikutnya baru di dorong migrasi tenaga kerja di sektor informal menuju sektor formal. Untuk mencapai pertumbuhan lima persen. Untuk tingkat pengangguran. Sekadar dengan mengerem investasi dan mempergunakan subsidi langsung.

Lima orang tokoh dari pemerintah provinsi. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja. Penanggulangan Pengangguran di Indonesia Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar. kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. maka diperlukan penanganan khusus secara terpadu program aksi penciptaan dan perluasan kesempatan kerja khusus bagi kaum muda oleh semua pihak. Bambang Ismawan.BAB III PEMBAHASAN A. pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata.P. Palgunadi. Salah satu tolok ukur kebijakan nasional dan regional haruslah keberhasilan dalam perluasan kesempatan kerja atau penurunan pengangguran dan setengah pengangguran. pengusaha. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. Bina Swadaya. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. menjadi beban keluarga dan masyarakat. merekaadalah Gubernur Riau H. menjadi beban keluarga dan masyarakat. Rusli Zainal. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung. Dalam pembangunan Nasional. Gerakan tersebut dicanangkan dalam satu Deklarasi GNPP yang diadakan di Jakarta 29 Juni 2004. Mengingat 70 persen penganggur didominasi oleh kaum muda. kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. Setyawan. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. pendamping. Zulkarnaen Karim. UPN Veteran Jakarta. Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP). sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. T.M. Sitanggang. DR. LSM. Berdasarkan kondisi diatas perlu dilakukan Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP) dengan mengerahkan semua unsur-unsur dan potensi di tingkat nasional dan daerah untuk menyusun kebijakan dan strategi serta melaksanakan program penanggulangan pengangguran. perwakilan pengusaha. sumber utama kemiskinan. mereka adalah sebagian kecil dari para tokoh yang memandang masalah ketenagakerjaan di Indonesia harus segera ditanggulangi oleh segenap komponen bangsa. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.ABAC. Walikota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. perwakilan perguruan tinggi. Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. pemerintah kabupaten/kota. sumber utama kemiskinan. B. J. menandatangani deklarasi tersebut. .

. dan keadaan kesempatan kerja. akan tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. bahwa GNPP ini dimaksudkan untuk membangun kepekaan dan kepedulian seluruh aparatur dari pusat ke daerah. Dalam proses penyusunan ini telah dilakukan beberapa kali pembahasan di lingkungan Depnakertrans sendiri. Selanjutnya secara lebih konkrit pada Pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa : " tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan " dan pada Pasal 28 D ayat (2) menyatakan bahwa:" Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja". baik pemerintah maupun swasta harus dikaitkan dengan penciptaan kesempatan kerja yang seluas-luasnya.. keadaan angkatan kerja. Menakertrans Jacob Nuwa Wea dalam penjelasannya juga berkesempatan memaparkan konsepsi penanggulangan pengangguran di Indonesia. bahwa untuk itu. Depnakertrans dengan mengikut sertakan pihakpihak terkait sedang menyusun konsepsi penanggulangan pengangguran. Sementara itu dalam Raker dengan Komisi VII DPR-RI 11 Pebruari 2004 yang lalu. sebaiknya segera dibentuk Badan Koordinasi Perluasan Kesempatan Kerja. dan juga pembahasan dengan beberapa Departemen dan Bappenas. pemerintah berkewajiban untuk menyediakan pekerjaan dalam jumlah yang cukup. pihak pemerintah baik pusat maupun daerah. produktif dan remuneratif. Kedua Pasal UUD 1945 ini perlu menjadi perhatian bahwa upaya-upaya penanganan pengangguran yang telah dilaksanakan selama ini masih belum memenuhi harapan.. Hal ini berarti. Kesadaran dan dukungan sebagaimana diwujudkan dalam kesepakatan GNPP tersebut.. Menyadari bahwa upaya penciptaan kesempatan kerja itu bukan semata fungsi dan tanggung jawab Depatemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. masih memerlukan waktu dan dukungan biaya sehingga pada akhirnya dapat dirumuskan suatu Konsepsi Penanggulangan Pengangguran . sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam konteks ini kiranya paparan tersebut masih relevan untuk diinformasikan. bahwa secara konstitusional. Dalam salah satu bagian paparannya Menteri menyebutkan. Konsepsi. untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. disadari bahwa penyusunan konsepsi tersebut masih perlu didiskusikan dan dikembangkan lebih lanjut dengan berbagai pihak yang lebih luas. serta masyarakat seluruhnya untuk berupaya mengatasi pengangguran. serta mendorong segera dapat dirumuskan Konsepsi Penanggulangan Pengangguran. dengan Tripartit secara terbatas (Apindo dan beberapa Serikat Pekerja). " Memperhatikan kompleksnya permasalahan pengangguran. dalam penyusunan kebijakan dan program masing-masing pihak. dunia usaha. Oleh karena itu. utamanya upaya penanggulangan pengangguran. bahwa pembukaan UUD 1945 mengamanatkan: ". maupun dunia pendidikan. Selanjutnya Menakertrans menyatakan. dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa .". antara lain sangat dibutuhkan masukan dan dukungan sepenuhnya dari Anggotra DPR-RI yang terhormat khususnya Komisi VII. serta sasaran yang akan dicapai.Menurut para deklarator tersebut. meliputi keadaan pengangguran dan setengah pengangguran. Dalam deklarasi itu ditegaskan. menunjukan suatu kepedulian dari segenap komponen bangsa terhadap masalah ketenagakerjaan.

Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Kebijakan Mikro Selain itu. Setiap orang harus mengkonsumsi beras. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. pakaian. Karena itu. Pertama. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. gula. Kepribadian yang matang. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. jasa dan sebagainya setiap hari. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia. C. Selain itu. sepatu. Sebagai solusi pengangguran. Bekerja berarti memiliki produksi. Dengan demikian. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. politik dan kemiskinan. minyak. dinamis dan kreatif memiliki tujuan dan visi yang jauh ke depan. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Itu merupakan tuntutan utama dan mendasar di era globalisasi dan informasi yang sangat kompetitif dewasa ini dan di masa-masa mendatang. energi listrik. Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait. berani mengambil tantangan serta mempunyai mindset yang benar. tutur Menteri Jacob Nuwa Wea. tingkat suku bunga. diharapkan setiap pribadi sanggup mengaktualisasikan potensi terbaiknya dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik. . komprehensif. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. apa pun alasan dan bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. bernilai dan berkualitas bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara. ada juga kebijakan mikro (khusus). Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral).di Indonesia yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat". berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut.

Perlu diyakini oleh setiap orang. Ketiga. Kebijakan ini dapat diimplementasikan menjadi gerakan nasional melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan yang kompeten untuk itu Kedua. kesuksesan yang hakiki berawal dari sikap mental kita untuk berani berpikir dan bertindak secara nyata. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Pengembangan lembaga itu mencakup. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil (skilled). antara lain sumber daya manusianya (brainware). seperti sampah. keberadaaan lembaga itu dapat disusun dengan baik. gedung. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). perlu dibuat peraturan tersendiri tentang pengiriman TKI ke luar negeri seperti di . sepenuh hati. Keenam. sumber daya manusia maupun keuangan (finansial). Ketujuh. Secara teknis dan rinci. Semuanya mempunyai nilai ekonomis tinggi dan akan menciptakan lapangan kerja. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. Sampah. manajemen dan keuangan. Hal itu dapat dilakukan serentak dengan pendirian Badan Jaminan Sosial Nasional dengan embrio mengubah PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) menjadi Badan Jaminan Sosial Nasional yang terdiri dari berbagai devisi menurut sasarannya. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Di samping itu. setiap penganggur di Indonesia akan tercatat dengan baik dan mendapat perhatian khusus. Kelima. Perlu seleksi lebih ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. Keempat. Bagi pemerintah Daerah yang memiliki lahan cukup. Sampah sebagai bahan baku pupuk organik dapat diolah untuk menciptakan lapangan kerja dan pupuk organik itu dapat didistribusikan ke wilayah-wilayah tandus yang berdekatan untuk meningkatkan produksi lahan. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. terdiri dari bahan organik yang dapat dijadikan kompos dan bahan non-organik yang dapat didaur ulang. Lembaga itu dapat disebutkan sebagai job center dan dibangun dan dikembangkan secara profesional sehingga dapat membimbing dan menyalurkan para pencari kerja. perbankan. Tentunya badan itu diperlengkapi dengan lembaga pelatihan (Training Center) yang kompeten untuk jenisjenis keterampilan tertentu yang sangat banyak peluang di negara lain. tulus. profesional dan bertanggung jawab. pengendalian banjir. dan lingkungan yang tidak sehat. jujur matang. keuangan dan aset lainnya yang memadai dapat membangun Badan Usaha Milik Daerah Pengerahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri (BUMD-PJTKI). Itu semua perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan investasi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Lembaga itu dapat di bawah lembaga jaminan sosial penganggur atau bekerja sama tergantung kondisinya. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. misalnya. perangkat keras (hardware). perangkat lunak (software). Dengan membangun lembaga itu.

penurunan produktivitas. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. tingkat suku bunga. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. atau orang yang baru masuk ke pasar kerja. dan sebagainya. Sisdiknas perlu reorientasi supaya dapat mencapai tujuan pendidikan secara optimal. BAB IV PENUTUP A. segera mengembangkan potensi kelautan kita. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. umurnya penganggur terbuka atau setengah penganggur. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). Hal-hal yang paling sedikit yang dapat dikembangkan untuk menciptakan lapangan kerja bagi para penggemar sesuai pendidikannya. Pihak-pihak yang terlibat sangat banyak dan kompleks sehingga hal itu perlu dicegah dengan berbagai cara terutama penyempurnaan berbagai kebijakan. justru sebaliknya bermuara pada PHK yang berarti menambah jumlah penganggur. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Kesimpulan Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. ada juga kebijakan mikro (khusus). yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Pertama. Selain itu. Akibatnya. PHI dewasa ini sangat banyak berperan terhadap penutupan perusahaan. keterampilannya. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Karena itu. berangkat . Potensi kelautan Indonesia perlu dikelola lebih baik supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif dan remuneratif. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulau-pulau yang sangat potensial sebagai negara maritim. Kedelapan.Filipina. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. bukan hanya tidak mampu menciptakan lapangan kerja baru. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan. penurunan permintaan produksi industri tertentu dan seterusnya. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Kesepuluh. Kesembilan.

Ketujuh. Depnakertrans. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. 2004 Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia. segera mengembangkan potensi kelautan kita. Kesembilan. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. 2004 Levi Silalahi . Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia. Angka Pengangguran Indonesia Naik. Media Indonesia. DAFTAR PUSTAKA --------------. Jakarta. 11 Pebruari 2004. 29 Juni 2004. Kedelapan. seperti sampah. Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik. Keenam. 1985. Kritik dan saran Demikianlah makalah ini. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan. Ketiga. pengendalian banjir. Terimakasih.XXIV-Juni 2004 Muchamad Nafi. Kesepuluh. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas).Tempo Interaktif. Tiap Tahun. Kedua. 1998 . segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. 1995. Suara Pembaruan Daily. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Keempat. 2004 Statistik Tahunan Indonesia. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Jakarta Daulat Sinuraya.dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. Kelima. B. Pengangguran Terus Bertambah. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. Kompas. Elwin Tobing. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. dan lingkungan yang tidak sehat. semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional.03 TH. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. 2004 Majalah Nakertrans Edisi . kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful