Anda di halaman 1dari 4

1. Jelaskan Definisi Pertanggungjawaban Pidana dan Bentuk Kesalahan!

a. Pertanggung jawaban pidana dalam bahsasa asing disebut sebagai “toereken-


baarheid”, “criminal responbilty,” “criminal liability,” pertangungjawaban
pidana dimaksudkan untuk menentukan apakah seseorang tersebut dapat
dipertangungjawabkan atasnya pidana atau tidak terhadap tindakan yang
dilakukannya (Sianturi, 1996:245) Dalam konsep KUHP tahun 1982-1983, pada
pasal 27 menyatakan bahwa pertanggungjawaban pidana adalah diteruskannya
celaan yang objektif ada pada tindak berdasarakan hukum yang berlaku, secara
objektif kepada pembuat yang memenuhi syarat-syarat undang-undang untuk
dapat dikenai pidana karena perbuatannya (Prakoso, 1987:75).
b. Arti “kesalahan” dalam hukum pidana
Dalam hukum pidana kesalahan memilii 3 pengertian yaitu:
- Kesalahan dalam arti yang seluas-luasnya yang dapat disamakan dengan
pengertian “pertanggungjawaban dalam hukum pidana”, didalamnya
terkandung makna dapat dicelanya sipelaku atas perbuatannya. Jadi apabila
dikatakan, bahwa orang bersalah melakukan sesuatu tindak pidana, maka itu
berarti bahwa ia dapat dicela atas perbuatannya.
- Kesalahan dalam arti bentuk kesalahan yang berupa:
- Kesengajaan
- Kealpaan
c. Kesalahan dalam arti sempit, ialah kealpaan seperti yang disebutkan diatas.
Pemakaian istilah “kesalahan” dalam arti ini sebaiknya dihindarkan dan
digunakan saja istilah “kealpaan”

2. Jelaskan tentang Teori Generalisasi dan Teori Individualisasi!


a. Teori generalisasi
Ialah teori yang dalam mencari sebab dari rangkaian faktor yang berpengaruh atau
berhubungan dengan timbulnya akibat adalah dengan melihat dan menilai pada
faktor yang secara wajar dan menurut akal serta pengalaman pada umumnya dapat
menimbulkan suatu akibat.
b. Teori individualisasi
Ialah reori yang dalam usahanya mencari faktor penyebab dari timbulnya suatu
akibat dengan hanya melihat pada faktor yang ada atau terdapat setelah perbuatan
dilakukan, dngan kata lain setelah peristiwa itu beserta akibatnya benar-benar
terjadi secara konkret.

3. Jelaskan tentang Pidana Pokok, Pidana Tambahan!


a. Pidana pokok :
- Pidana penjara
Merupakan jenis hukuman yang berdasarkan pelaksanaannya mempunyai
kemiripan pelaksanaan pidana kurungan.
- Pidana mati
Bentuk pidana ini merupakan hukuman yang dilaksanakan dengan
merampas jiwa seseorang yang melanggar ketentuan undang-undang.
- Pidana kurungan
Pidana kurungan dilaksanakan dipenjara, tetapi lebih bebas, ada hak
pistole yaitu tersedia fasilitas yang lebih dari terpidana penjara.
- Pidana tutupan
Pidana tuutpan yang dijatuhkan oleh hakim dengan mempertimbangkan
bahwa perbuatan yang dilakukan didasari oleh suatu motivasi yang patut
dihormati/dihargai.
- Pidana benda
Mengenai pidana benda oleh pembuat undang-undang tidak ditentukan
suatu batas maksimum. Dalam tiap-tiap pasal dalam KUHP yang
bersangkutan dditentukan batas maksimum (yang khusus) pidana benda
yang dapat ditetapkan oleh hakim.
b. Pidana tambahan
Pidana tambahan menurut Pasal 10 KUHP berupa:
1. Pencabutan beberapa hak tertentu = Menurut hukum, pencabutan seluruh hak
yang dimiliki seseorang yang dapat mengakibatkan kematian perdata tidak
diperkenankan (pasal 3 BW)
2. Perampasan barang tertentu = Perampasan barang sebagai suatu pidana
diperkenankan atas barang-barang tertentu saja, tidak diperkenankan untuk
semua barang.
3. Pengumuman keputusan hakim = pidana pengumuman putusan hakim ini
hanya dapat dijatuhkan dalam hal-hal yang telah ditentukan oleh UU,
misalnya terdapat dalam pasal 128,206,377,3955,405.
Dalam WvS Belanda, ada empat jenis pidana tambahan selain tiga jenis seperti
yang terdapat dalam pasal 10 KUHP, ada satu jenis pidana tambahan yaitu
pidana penempatan di satu latihan kerja negara, yang diancamkan hanya pada
tindak pidana tertentu saja (pengemis, gelandangan,mucikari)
Pidana tambahan menurut R-KUHP:
Pasal 67
(1) Pidana tambahan terdiri atas:
- Pencabutan hak tertentu
- Perampasan barang tertentu dan/atau tagihan
- Pembayaran ganti kerugian
- Pemenuhan kewajiban adat setempat dan/atau kewajiban menurut hukum
yang hidup dalam masyarakat.
(2) Pidana tambahan dapat dijatuhkan bersam-sama dengan pidana pokok,
sebagai pidana yang berdiri sendiri atau dapat dijatuhkan bersama-sama
dengan pidana tambahan lainnya
(3) Pidana tambahan dapat dijatuhkan bersama-sama dengan pidana pokok,
sebagai pidana yang berdiri sendiri atau dapat dijatuhkan walaupun tidak
tercantum dalam perumusan tindak pidana.
(4) Pidana tambahan untuk percobaan dan pembantuan adalah sama dengan
pidana tambahan untuk pidananya.

Pidana pencabutan hak-hak tertentu

Hak-hak yang dapat dicabut adalah:

1. Hak memegang jabatan pada umumnya


2. Hak menjalankan jabatan dalam angkatan bersenjata
3. Hak memilih dan dipilih dalam pemilihan yang diadakan berdasarkan aturan-aturan
umum
4. Hak menjalankan kekuasaan bapak, menjalalankan perwalian
5. Hak menjalalnkan mata pencarian

Pidana perampasan barang tertentu

Ada dua jenis barang yang dapat dirampas melalui putusan hakim pidana (Pasal 39) :

1. Barang yang berasal dari suatu kejahatan yang disebut dengan corpora delictie, misal
uang dan cek palsu
2. Barang-barang yang digunakan dalam melakukan kejahatan untuk membunuh dengan
instrumental delictie, misalnya, pisau yang digunakan untuk membunuh

Pidana pengumuman putusan hakim

Yaitu suatu publikasi extra dari sesuatu pemidanaan seseorang dari pengadilan pidana,
misalnya media cetak atau elektronik

4.Jelaskan tentang Definite sentence, Indefinite sentence, Indeterminate sentence!

a) Definite sentence

sistem pemindahan ditetapkan secara pasti, arttinya penetapan sanksi dalam undang-
undang tidak dipakai sistem peringatan atau pemberatan yang berhubungan dengan faktor
usia, keadaan jiwa si pelaku, kejahatan-kejahatan yang dilakukan terdahulu, maupun
keadaan-keadaan khusus dari perbuatan/kejahatan yang dilakukan

b) Indefinite sentence
Dalam pemidaan memberikan kewenangan kepada hakim untuk menetapkan pidana
penjara antara minimum dan maksimum yang telah ditetapkan
c) Indeterminate sentence
Pidana tidak ditentukan secara pasti, motivasi seseorang melakukan tindakan kriminal
dilatarbelakangi hal-hal yang berbeda sehingga hukuman yang diajtuhkan berbeda
pula.

SUMBER : HKUM4203 EDDY O.S. HIARIEJ

Anda mungkin juga menyukai