Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS TINDAKAN

FISIOTERAPI DADA

PENGKAJIAN
1. Keluhan pasien tepat
Sebelum dilakukan tindakan keperawatan perawat mengkaji kebutuhan pasien dengan
tepat. Pasien mengeluh sudah dua hari susah bernapas karena mau batuk tapi tertahan.

2. Pengkajian fokus tepat


Pada saat pengkajian perawat melakukan pemeriksaan secara head to toe dan hasil
wawancara dengan keluarga pasien.
Data yang didapat saat pengkajian :
DS :
- Pasien mengatakan susah bernapas
- Pasien mengatakan ada dahak yang tertahan
DO :
- Pasien tampak sesak

3. Diagnosa keperawatan
Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan

TINDAKAN
1. Persiapan alat lengkap
Alat dan bahan yang digunakan perawat cukup lengkap dan sesuai kebutuhan.
Persiapan alat
a. Bantal 2 atau 3
b. Tempat penampung sekret berisi desinfektan
c. Tissue
d. Perlak/pengalas
e. Bengkok
f. Air minum hangat
g. Tempat tidur yang dapat diatur pada posisi trendelenburg
h. Pakaian/handuk
2. Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan
Perawat telah mencuci tangan sebelum tindakan maupun sesudah tindakan dilakukan
sesuai dengan SOP cuci tangan 6 langkah dengan benar sebelum dan sesudah
melakukan tindakan selama 30 detik dengan menggunakan antiseptik dan 60 detik
dengan menggunakan air mengalir.

3. Langkah prosedur tindakan tepat dan sistematis


Prosedur yang dilakukan perawat runtut/sistematis yaitu dari fase orientasi, fase kerja,
dan fase terminasi.
Tahap orientasi :
a. Beri salam, panggil klien dengan namanya
b. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan
c. Beri kesempatan pada klien untuk bertanya
Tahap kerja :
a. Siapkan klien dengan menjaga privacy dari pandangan dan pendengaran, karena
batuk dan sekret dapat mempersulit klien dan gangguan lain
b. Lakukan auskultasi untuk mengetahui letak sekret
c. Atur posisi klien pada posisi yang tepat untuk postural drainage (sesuai letak
sekret)
d. Mulai melakukan tindakan postural drainage
e. Pengaliran dari lobus atas, lobus atas terdiri dari tiga segmen apikal/segmen
paling atas dan segmen posterior, anterior dibawahnya.
- Untuk mengalirkan segmen apikal lobus atas, tempatkan klien terlentang pada
sudut 30 derajat. Perkusi dan vibrasi antara clavicula dan atas scapula
- Untuk mengalirkan segmen posterior lobus atas, tempatkan klien duduk diatas
kursi/tempat tidur dengan kepala sedikit kedepan. Perkusi dan vibrasi daerah
antara clavicula dan scapula
- Untuk mengalirkan segmen anterior lobus atas, tempatkan klien terlentang
dipermukaan tempat tidur dengan bantal di bawah lutut untuk fleksi, perkusi
dan vibrasi dada atas dan dibawah scapula, dibawah garis susu, kecuali
perempuan. Payudara perempuan tidak diperkusi karena dapat menyebabkan
nyeri. Pengaliran lobus tengah kanan dan daerah bawah lobus atas kiri; lobus
tengah kanan mempunyai dua segmen lateral dan medial, daerah bawah lobus
atas kiri, disebut lobus lingula, mempunyai dua segmen superior dan anterior.
- Untuk mengalirkan dari segmen lateral dan medial, miringkan kaki dari
tempat tidur + 15º/40 cm, dan tempatkan klien terlentang pada sisi kiri. Bantu
klien untuk sedikit memiringkan punggung (+ ¼ putaran), tempatkan bantal
dipunggung mulai pundak sampai pinggul. Jika perempuan, letakkan tangan
miring didepan axila, dengan melengkung didepan bawah payudara untuk
perkusi dan vibrasi.
- Untuk mengalirkan segmen lingular kiri, miringkan kaki dari tempat tidur +
15º/40 cm, dan letakkan klien terlentang pada sisi kanan. Lakukan perkusi dan
vibrasi.
f. Pengaliran lobus bawah; lobus bawah mempunyai empat segmen: segmen
superior, lateral basal, anterior basal dan posterior basal.
- Untuk mengalirkan segmen superior, tempatkan klien tengkurap di permukaan
tempat tidur dan letakkan dua bantal dibawah pinggul. Perkusi dan vibrasi
daerah tengah dada (dibawah scapula) pada kedua sisi spinal.
- Untuk mengalirkan segmen anterior basal, tempatkan klien terlentang pada sisi
yang tidak efektif dengan kedua tangan di atas kepala. Miringkan kaki dari
tempat tidur 30º/40 cm atau setinggi kemampuan klien. Letakkan bantal antara
kedua lutut, perkusi dan vibrasi sisi yang mempengaruhi dada diatas iga
bawah, dibawah axila.
- Untuk mengalirkan segmen lateral basal, tempatkan klien miring sebagaian
pada sisi yang tidak dipengaruhi dan sebagaian pada abdomen. Miringkan kaki
dari tempat tidur 30º/40 cm atau miringkan pinggul klien dengan bantal.
Perkusi dan vibrasi sisi paling atas dari iga bawah.
- Untuk mengalirkan segmen posterior basal, tempatkan klien pada posisi prone.
Miringkan kaki dari tempat tidur + 45 cm dan miringkan pinggul klien dengan
dua atau tiga bantal untuk menghasilkan posisi jack-knife dari lutut sampai
bahu. Perkusi dan vibrasi diatas iga bawah pada kedua sisi, tapi tidak langsung
di atas spina dan ginjal.
g. Lakukan perkusi/clapping dengan cara tangan perawat membentuk mangkuk dan
menepuk punggung klien secara bergantian. Pastikan daerah yang diperkusi
ditutup baju/handuk, karena perkusi langsung ke kulit dapat menyebabkan
ketidaknyamanan.

h. Anjurkan klien melakukan ekshalasi, pada saat bersaman perawat melakukan


vibrasi.
i. Dorong klien untuk batuk efektif dan mengeluarkan sekret kedalam tempat
sputum.
j. Bersihkan mulut jika sudah selesai.
k. Lakukan auskultasi paru dan bandingkan ke data dasar
l. Observasi jumlah, warna dan karakteristik sekret.
Tahap terminasi :
a. Evaluasi hasil / respon klien
b. Dokumentasikan hasilnya
c. Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
d. Akhiri kegiatan, membereskan alat-alat
e. Cuci tangan

4. Memperhatikan teknik septik dan antiseptik


Perawat memperhatikan setiap tindakan yang dilakukan agar tidak terjadi infeksi.
Perawat selalu menerapkan teknik septik dan antiseptik yaitu mencuci tangan sebelum
dan sesudah tindakan dilakukan.

5. Memperhatikan hal-hal yang kritikal


Perawat menjaga privasi pasien dengan memasang sampiran serta memperhatikan
lingkungan pasien, saat akan melakukan tindakan mengatur posisi klien supaya lebih
nyaman dan mempermudah tindakan, dan daerah yang akan diperkusi ditutup
handuk/baju.

6. Memperhatikan keselamatan pasien


Memperhatikan lingkungan pasien, pasien, alat-alat yang digunakan, serta
menjelaskan pada pasien dan keluarga tentang tujuan perawat melakukan tindakan
fisioterapi dada