Anda di halaman 1dari 4

Nama : Imam Fachrisyah S

NIM : 180503072
Mata Kuliah : Akuntansi Syariah

BAB 6 – SOAL KOMPREHENSIF

1. Bank ABC menerapkan kebijakan denda untuk mendisiplinkan nasabah yang membeli
barang dengan akkad Murabahah. Mengapa penerimaan denda dari nasabah tidak
dilaporkan ke laporan laba rugi bank ABC tetapi dilaporkan dalam laporan sumber dan
penggunaan dana kebijakan?
Jawab:
Hal ini didasarkan bahwa Bank Syariah hanya mengelola dana yang halal.
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan sendiri bersumber dari infaq, sedekah,
Pendapatan Non Halal dan Denda. Sedangkan penggunaannya, biasanya untuk kegiatan
sosial. Dari unsur “sumber” terlihat jelas, pendapatan non halal hanya ada pada laporan
dana kebajikan, maka dapat disimpulkan laporan laba rugidan dividen yang dibagikan
kepada pemegang saham berasal dari hal-hal yang halal.
Entitas syariah memang dilarang untuk menempatkan dana pada hal yang tidak
sesuai dengan syariah, kalaupun ada pendapatan non halal, maka merupakan pendapatan
yang bukan karena disengaja. Ada beberapa alasan yang memang membuat pendapatan
non halal masih menjadi banyak pertanyaan, hal tersebut yang tidak dapat dihindari
bahwa ada beberapa entitas syariah yang lahir dari entitas non syariah.

2. Di pos manakah dan syirkah temporer dilaporkan dalam laporan posisi keuangan bank
Syariah? Adakah perbedaan dengan pelaporan penerimaan dana pihak ketiga (tabungan,
deposito, dan giro) pada laporan posisi keuangan bank konvensional?
Jawab:
Dana syirkah temporer adalah dana yang diterima sebagai investasi dengan jangka
waktu tertentu dari individu dan pihak lainnya dimana entitas syariah mempunyai hak
untuk mengelola dan menginvestasikan dana tersebut dengan pembagian hasil investasi
berdasarkan kesepakatan.
Dana syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai kewajiban, karena entitas
syariah tidak berkewajiban untuk mengembalikan dana awal dari pemilik dana ketika
mengalami kerugian kecuali akibat kelalaian atau wanprestasi entitas syariah. Namun
demikian, dia juga tidak dapat digolongkan sebagai ekuitas karena mempunyai waktu
jatuh tempo dan tidak memiliki hak kepemilikan yang sama dengan pemegang saham.
Sedangkan pada Laporan Posisi Keuangan Bank Konvensional, sisi pasiva dalam
neraca bank menggambarkan kewajiban bank yang berupa klaim pihak ketiga atau pihak
lainnya atas kekayaan bank yang dinyatakan dalam bentuk rekening giro, tabungan,
deposito berjangka dan instrument – instrument utang atau kewajiban bank lainnya.
Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer adalah bagian bagi hasil pemilik
dana atas keuntungan dan kerugian hasil investasi bersama entitas syariah dalam suatu
periode laporan keuangan.
Hak pihak ketiga atas bagi hasil tidak bisa dikelompokkan sebagai beban (ketika
untung) atau pendapatan (ketika rugi). Namun, hak pihak ketiga atas bagi hasil
merupakan alokasi keuntungan dan kerugian kepada pemilik dana atas investasi yang
dilakukan bersama dengan entitas syariah

3. Jelaskan perbedaan utama penyaluran dana dari pihak ketiga di bank Syariah dan bank
konvensional petunjuk analisis Sisi kanan dari laporan posisi keuangan bank Syariah dan
bank konvensional?
Jawab:

 Bank Syariah

Menurut Undang-Undang No.10 tahun 1998 tentang Perbankan pada pasal 1 ayat 5
memberikan pengertian simpanan pada bank adalah sebagai dana yang dipercayakan oleh
masyarakat kepada bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana dalam bentuk giro,
deposito, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan
dengan itu. Sumber dana yang diperoleh pihak ketiga ini akan memberikan dampak pada
kemampuan dalam memenuhi skala dan volume transaksi yang pada akhirnya akan dapat
meningkatkan laba.
Dana masyarakat adalah dana-dana yang berasal dari masyarakat, baik perorangan
maupun badan usaha, yang diperoleh bank dengan menggunakan berbagai instrumen
produk simpanan yang dimiliki oleh bank. Dana masyarakat atau yang lebih biasa disebut
dana pihak ketiga merupakan dana yang terbesar yang dimiliki oleh bank dan ini sesuai
dengan fungsi bank sebagai penghimpun dana dari pihak-pihak yang kelebihan dana.7
Dana pihak ketiga (DPK) adalah dana yang berasal dari masyarakat atau nasabah yang
terdiri dari giro, tabungan dan simpanan berjangka, sertifikat deposito dan kewajiban
segera lainnya.8 Secara teknis yang dimaksud dana pihak ketiga pada perbankan syariah
adalah giro wadiah, tabungan wadiah, deposito mudharabah. Salah satu sumber dana
yang digunakan dalam pembiayaan antara lain dana simpanan atau dana dari nasabah
(DPK). Sehingga semakin besar dana pihak ketiga yang tersedia, maka Bank Syariah
akan lebih banyak menawarkan pembiayaan musyārakah.

Penggunaan Dana Pihak Ketiga Bank dalam menjalankan aktivitasnya berfungsi


sebagai financial intermediary sehingga setelah berhasil menghimpun dana dari pihak
ketiga, bank syariah berkewajiban untuk menyalurkan dana tsb untuk pembiayaan.

Alokasi penggunaan dana bank syariah pasa dasarnya dapat dibagi dalam dua bagian
penting, yaitu:

1. Aktiva yang menghasilkan (earning asset), adalah aset bank yang digunakan
untuk menghasilkan pendapatan.
Aset ini disalurkan salam bentuk investasi yang terdiri dari:
a. Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (Mudharabah).
b. Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan (Musyarakah).
c. Pembiayaan berdasarkan prinsip jual beli (Al-Ba'i).
d. Pembiayaan berdasarkan prinsip sewa (Ijarah dan Ijarah wa Iqtina)
e. Surat-surat berharga syariah dan investasi lainnya
2. Aktiva yang tidak menghasilkan (non earning asset)
a. Aktiva dalam bentuk uang tunai (cash asset), terdiri dari uang tunai,
cadangan likuiditas (primary reserve) yang harus dipelihara pada bank
sentral, giro pada bank dan item-item tunai lain yang masih dalam proses
penagihan (collection).
b. Pinjaman (qard), merupakan salah satu kegiatan bank syariah dalam
mewujudkan tanggung jawab sosialnya sesuai dengan ajaran Islam.
c. Penanaman dana dalam aktiva tetap dan investaris (premisis dan
equipment).

 Pada Bank Konvensional


Pada dasarnya salah satu jasa yang ditawarkan bank terhadap masyarakat yang
memiliki kelebihan dana adalah untuk simpanan berupa giro, tabungan dan deposito.
Ketiga bentuk simpanan itu disebut dengan dana phak ketiga. Sementara pada
masyarakat yang membutuhkan dana, bank menawarkan sebah bentuk pinjaman dalam
bentuk biaya administrasi, provisi dan komisi
Dana pihak ketiga merupakan sumber dana bank yang berasal dari masyarakat dalam
bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito. Dana yang dihimpun dari masayarakat ini
akan digunakan untuk pendanaan sektor riil melalui penyaluran kredit. Dana pihak ketiga
yang berupa giro, tabungan dan deposito ini dihimpun oleh bank melalui berbagai macam
produk dana yang ditawarkan pada masyarakat luas, yang menaruh kepercayaan terhadap
bank yang bersangkutan untuk menyimpan uangnya kemudian ditarik kembali pada saat
jatuh tempo dengan imbalan bunga maupun capital gain dari bank tersebut. Dengan
demikian dana pihak ketiga mendukung tingkat penyaluran kredit perbankan.

Anda mungkin juga menyukai