Anda di halaman 1dari 5

Nama : Rizal Ardiansyah

NIM : 40011220060036

Prodi : D3 Hubungan Masyarakata Batang

Mata Kuliah : Good Corporate Governance

1. PT. AIA FINANSIAL

A. PT AIA FINANCIAL (“Perusahaan”) senantiasa menerapkan prinsip Tata Kelola


Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada setiap aspek bisnisnya dengan
mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya sebagaimana diatur
dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 73/POJK. 05/2016 tentang Tata Kelola Perusahaan
Yang Baik Bagi Perusahaan Perasuransian (“POJK No. 73/2016”) serta peraturan
pelaksanaannya.   

Visi, Tujuan dan Nilai-Nilai Perusahaan

Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik mendukung pelaksanaan Visi, Tujuan dan Nilai-
Nilai Perusahaan sebagai berikut:

1.    Visi: Menjadi penyedia asuransi jiwa terkemuka di Indonesia.

2.    Tujuan: Berperan sebagai pemimpin dalam mendorong perkembangan sosial dan ekonomi di


Indonesia.

3.    Nilai-Nilai: Filosofi operasional Perusahaan adalah: “Melakukan hal yang benar, dengan


cara yang benar, dengan orang yang tepat”.

Tujuan Perusahaan dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik yaitu (i) untuk
melindungi hak dan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan (stakeholder) dan
(ii) mendorong pemegang saham, anggota Direksi, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah
(“DPS”), karyawan serta agen Perusahaan untuk mengambil keputusan dan menjalankan
tindakannya dengan dilandasi oleh nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan.

B. PENERAPAN AZAS GCG

Prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik yang meliputi keterbukaan


(transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility),
kemandirian (independency) dan kesetaraan dan kewajaran (fairness) diterapkan oleh
Perusahaan sebagai berikut:
a.   Keterbukaan (Transparency)
Dalam mewujudkan keterbukaan, Perusahaan menyediakan berbagai informasi yang
lengkap, akurat dan tepat waktu kepada para pemangku kepentingan. Perusahaan
mengkomunikasikan visi, sasaran dan strateginya secara berkesinambungan dan
berkelanjutan kepada manajemen, karyawan dan pemangku kepentingan lainnya melalui
berbagai aktivitas pertemuan dan penyediaan informasi yang dapat diakses dengan
mudah. Salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan oleh manajemen Perusahaan secara
teratur kepada karyawan adalah melalui pertemuan bersama karyawan (townhall) yang
diselenggarakan sekurang-kurangnya dua kali dalam satu tahun.
Dalam townhall manajemen memaparkan, antara lain, pencapaian Perusahaan dan arah
strategi bisnis Perusahaan kepada karyawan.
Perusahaan secara teratur menyampaikan kepada OJK informasi keuangan serta
informasi lainnya yang material dan berdampak signifikan pada kinerja Perusahaan
secara akurat dan tepat waktu. Disamping itu, perusahaan juga menyediakan informasi
mengenai laporan keuangan dalam web site Perusahaan serta informasi penting lainnya
yang dapat diakses dengan mudah oleh para pemangku kepentingan.
b.    Akuntabilitas (Accountability)
Sebagaimana diuraikan sebelumnya bahwa terdapat kejelasan fungsi dan pelaksanaan
pertanggungjawaban diantara organ-organ Perusahaan yaitu RUPS, Direksi, Dewan
Komisaris dan DPS yang dalam pelaksanaan tugasnya didukung oleh komite-komite
yang memiliki tugas dan fungsi khusus. Perusahaan memiliki komite-komite yang
dibentuk oleh Dewan Komisaris maupun Direksi. 
Dewan Komisaris dan berbagai komite baik yang didirikan oleh Dewan Komisaris
maupun Direksi, melakukan pengawasan serta pemantauan atas pengelolaan Perusahaan
yang dilakukan oleh Direksi sebagai bentuk pelaksanaan mekanisme check and balances.
Disamping itu Perusahaan juga memiliki berbagai pedoman terkait kebijakan Perusahaan,
Kode Etik, sistem deteksi dini, penerapan penghargaan dan tindakan disiplin, serta
struktur pengendalian internal yang tepat dan baik. 
c.    Pertanggungjawaban (Responsibility)
Pengelolaan Perusahaan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek kepatuhan dan
kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perusahaan telah
menetapkan standard Kode Etik sebagai pedoman bagi seluruh manajemen, karyawan
dan agen Perusahaan dalam mengambil keputusan yang tepat pada setiap keadaan serta
menjunjung tinggi nilai-nilai etika serta standar, prinsip dan praktek penyelenggaraan
usaha perasuransian yang sehat
Direksi wajib melakukan pengurusan Perseroan dengan itikad baik dan penuh tanggung
jawab. Itikad baik dalam hal ini mengandung pengertian bahwa Direksi dalam
menjalankan kepengurusan mengutamakan kepentingan Perusahaan semata-mata, serta
tidak memanfaatkan kedudukannya sebagai Direksi untuk mengambil keuntungan secara
pribadi baik langsung maupun tidak langsung dari Perusahaan secara tidak adil. Direksi
wajib untuk sebisa mungkin menghindari terjadinya benturan kepentingan serta wajib
untuk mengungkapkan apabila terdapat benturan kepentingan ataupun potensi benturan
kepentingan dalam pelaksanaan tugasnya.
Perusahaan juga senantiasa dan secara berkelanjutan melaksanakan praktik
penyelenggaraan usaha perasuransian yang sehat bagi para pemangku kepentingan yang
salah satunya diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab sosial Perusahaan kepada
masyarakat.
Perusahaan dari waktu ke waktu senantiasa menyampaikan laporan-laporan berkala dan
laporan lainnya kepada OJK dan regulator terkait lainnya sebagaimana diatur dalam
ketentuan hukum yang berlaku termasuk diantaranya Penilaian Sendiri (Self Assessment)
atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik dan Laporan Penerapan Tata Kelola
Perusahaan Yang Baik. 

d.    Kemandirian (Independency)


Perseroan dikelola secara mandiri dan profesional serta bebas dari benturan kepentingan
dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan
perundang-undangan di bidang perasuransian dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip,
dan praktik penyelenggaraan usaha perasuransian yang sehat.
Untuk meningkatkan independensi dalam pengambilan keputusan bisnis, Perusahaan
telah mengembangkan beberapa aturan, pedoman, dan praktek terutama pada tingkat
Dewan Komisaris dan Direksi demi terlaksananya pengelolaan Perusahaan yang mandiri
dan professional sesuai dengan peraturan perundang-undangan dibidang perasuransian
dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha
perasuransian yang sehat. 
e.    Kesetaraan dan Kewajaran (fairness)
Perusahaan berkomitmen untuk menerapkan prinsip kesetaraan dan kewajaran dalam
hubungannya dengan Pemangku Kepentingan termasuk tertanggung, pemegang polis,
karyawan dan mitra bisnis. Untuk memastikan prinsip ini berjalan dengan baik
Perusahaan menetapkan kebijakan internal, Standar Operasional Prosedur (SOP) dan
prosedur terkait lainnya.
Perusahaan memberikan kesempatan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk
memberikan masukkan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan Perusahaan serta
membuka akses terhadap informasi sesuai prinsip keterbukaan. Salah satu bentuk
pelaksanaan prinsip kesetaraan dan kewajaran yaitu diwujudkan dalam pemberian
kesempatan yang sama dalam penerimaan karyawan, berkarir dan melaksanakan tugas
secara professional tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, gender dan kondisi
fisik
2. Sudah berjalan dengan baik, karena pentingnya Implementasi governance yang baik
dapat memberikan dampak positif yang langsung dirasakan seperti berikut:

 Meminimalkan penyalahgunaan wewenang karena prinsip-prinsip dalam


implementasi governance yang baik akan mencegah kemungkinan dilakukannya
rekayasa oleh pihak-pihak terkait
 Mengurangi biaya modal karena organisasi dapat memperoleh kepercayaan kreditor
untuk memberikan pinjaman. Jika organisasi dapat memperoleh pinjaman usaha,
organisasi dapat meminimalkan biaya modal yang harus ditanggung.
 Meningkatkan transparansi dengan adanya pencatatan dan mekanisme pengambilan
keputusan yang jelas
 Mengoptimalkan pengambilan keputusan sehingga dapat meningkatkan efisiensi yang
pada akhirnya dapat memberikan pengaruh positif pada kinerja perusahaan.
 Meningkatkan nilai saham perusahaan karena organisasi yang dikelola secara sehat
dapat menarik investor untuk menanamkan modal. Salah satu penelitian menyebutkan
bahwa BoD (Board of Directors) yang kompeten merupakan salah satu pertimbangan
utama bagi investor sebelum memutuskan untuk membeli saham.