Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

GIZI SEIMBANG PADA IBU MENYUSUI

Disusun Guna Memenuhi Tugas Stase Kebutuhan Dasar Profesi

Dosen pembimbing : Dian Kartikasari, M.Kep

Pembimbing klinik : Ns. Rosikhah, S.Kep

Disusun oleh :

Kiki Alfiatur Rohmaniah

202102040016

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN

2021
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Gizi ibu menyusui adalah makanan sehat selain obat yang mengandung
protein, lemak,mineral, air dan karbohidrat yang dibutuhkan oleh ibu menyusui
dalam jumlah tertentu selama menyusui. Masa postpartum merupakan masa
pemulihan karena merupakan faktor penunjang yang utama produksi ASI
sehingga apabila gizi tidak terpenuhi akan menghambat produksi ASI dan dapat
mempengaruhi komposisi serta asupan nutrisi untuk bayi baru lahir.
Ibu menyusui memiliki kebutuhan yang banyak akan asupan gizi yang
terkandung di dalam setiap makanan yang di konsumsinya dengan
memperhatikan kebutuhan yang di perlukan oleh tubuhya. Pendidikan tentang
gizi amat penting diberikan untuk memberikan pengetahuan yang sebelumnya
tidak diketahuinya, sehingga dengan demikian pola makannya akan lebih
diperhatikan melelui penyusunan menu seimbang yang di anjurkan dalam
pemenuhan kecukupan gizinya. Selain dengan pendidikan, advokasi bisa kita
lakukan pada ibu menyusui. Agar terciptanya suatu dorongan yang mendasar
akan pentingnya gizi pada Ibu ataupun untuk bayinya.
B. Tujuan

1. Tujuan instruksional umum

Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit, sasaran mampu memahami


tentang gizi seimbang pada ibu menyusui.

2. Tujuan instruktsional khusus

Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit, diharapkan sasaran dapat :

a. Mengetahui tentang gizi seimbang.

b. Mengetahui tentang sumber makanan bergizi.

c. Mengetahui tentang manfaat gizi seimbang pada ibu menyusui.

d. Mengetahui tentang dampak kekurangan gizi pada ibu menyusui.


C. Sasaran
Sasaran pendidikan kesehatan ini adalah ibu menyusui dan keluarga.
BAB II
DESKRIPSI KASUS
A. Analisis Kasus
Ibu menyusui memiliki kebutuhan yang banyak akan asupan gizi yang
terkandung di dalam setiap makanan yang di konsumsinya dengan
memperhatikan kebutuhan yang di perlukan oleh tubuhya. Pendidikan tentang
gizi amat penting diberikan untuk memberikan pengetahuan yang sebelumnya
tidak diketahuinya, sehingga dengan demikian pola makannya akan lebih
diperhatikan melelui penyusunan menu seimbang yang di anjurkan dalam
pemenuhan kecukupan gizinya. Selain dengan pendidikan, advokasi bisa kita
lakukan pada ibu menyusui. Agar terciptanya suatu dorongan yang mendasar
akan pentingnya gizi pada Ibu ataupun untuk bayinya.
B. Prinsip Belajar Menurut Teori
Prinsip belajar dari pendidikan kesehatan ini adalah untuk menambah
pengetahuan klien dan keluarga terhadap gizi seimbang pada ibu menyusui
sehingga di harapkan ibu dapat memenuhi kebutuhan gizinya.
C. Karakteristik Media Belajar Menurut Teori
1. Sesuai dengan materi pendidikan kesehatan yang diberikan
2. Menarik
3. Mudah dipahami oleh audience atau sasaran
4. Bahasa sederhana dan mudah dimengerti
5. Tidak melelahkan/menghemat energi
6. Sesuai dengan karakteristik sasaran (tingkat pendidikan dan budaya)
7. Dapat diterapkan oleh audience atau sasaran
BAB III
METODOLOGI PENDIDIKAN KESEHATAN

A. Deskriptif media belajar


Mahasiswa keperawatan yang sedang menjalani program profesi ners dengan
menggunakan media berupa lembar balik. Informasi dalam media tersebut meliputi
pengertian gizi seimbang, sumber makanan bergizi, manfaat gizi seimbang pada ibu
menyusui dan dampak kekurangan gizi pada ibu menyusui.
B. Tujuan belajar
Meningkatkan pengetahuan klien dan keluarga dengan cara memberikan
pendidikan kesehatan mengenai gizi seimbang pada ibu menyusui.
C. Ketrampilan yang diperlukan
Ketrampilan yang diperlukan dalam pendidikan kesehatan ini adalah
ketrampilan dalam berkomunikasi terutama menyampaikan informasi kepada
sasaran, sehingga mudah diterima dan dimengerti oleh sasaran.
D. Jenis media
Ceramah dan tanya jawab
E. Alat yang digunakan
a. Materi pengajaran (SAP)
b. Lembar balik
F. Proses Pendidikan Kesehatan
No Tahap/waktu Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Klien
1. Pembukaan a. Membuka pertemuan a. Memperhatikan
2 menit b. Mengulang kontrak
b. Menjawab
c. Menjelaskan tujuan
pertanyaan
d. Aperseps

2. Inti 15 menit a. Menjelaskan materi a. Memperhatikan


b. Memberikan kesempatan b. Bertanya
bertanya
c. Menjawab
c. Menjawab pertanyaan
d. Memberikan pertanyaan pertanyaan
e. Memberikan pujian

f. Menyimpulkan materi
3. Penutup 3 a. Menutup pertemuan a. Memperhatikan
menit

G. Waktu pelaksanaan
Tanggal : 2 Oktober 2021
Waktu : 10.30 sampai selesai
Tempat : Ruang ayyub 1 RS Roemani Muhammadiyah Semarang
H. Hal-hal yang perlu diwaspadai
1. Kelelahan klien dan keluarga selama diberikan pendidikan kesehatan
2. Kebosanan klien dan keluarga
3. Penggunaan bahasa yang tidak sesuai
4. Tingkat pendidikan keluarga dan klien
I. Antisipasi untuk meminimalkan hambatan
1. Menjelaskan maksud dan tujuan pendidikan kesehatan
2. Waktu pelaksanaan pendidikan kesehatan tidak terlalu lama
3. Menggunakan media yang menarik
4. Melibatkan peran serta dari audience
J. Pengorganisasian
Pelaksana : Kiki Alfiatur R
K. Sistem evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Klien mengikuti penyuluhan sampai selesai
2. Evaluasi proses
a. Klien antusias
3. Evaluasi penyuluh
a. Dapat memfasilitasi jalannya penyuluhan
b. Dapat menjalankan peran dengan baik

4. Evaluasi waktu
a. Penyuluhan berjalan sesuai waktu yang ditentukan
5. Evaluasi hasil
Dari beberapa pertanyaan diberikan kepada klien dengan rentang nilai:
Baik jika standar nilai >70%-100%, bisa menjawab semua pertanyaan
Cukup jika standar nilai >50%-70%, bisa menjawab empat pertanyaan
Kurang jika standar nilai <50%, bias menjawab tiga atau <3 pertanyaan

BAB IV
PENUTUP

Pendidikan kesehatan diberikan pada keluarga dan klien yang membutuhkan


pengetahuan tentang gizi seimbang pada ibu menyusui . Diharapkan dapat merubah
terhadap kemampuan kognitif, affektif dan psikomotor. Setelah diberikan pendidikan
kesehatan ecara efektif, keluarga dan klien bisa mengetahui tentang gizi seimbang pada
ibu menyusui.
Lampiran materi

A. Pengertian gizi seimbang


Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat-
zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan
memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik,
kebersihan dan berat badan ideal.9
Gizi seimbang mengandung 3 zat gizi utama yaitu:
1. Zat tenaga (yang terdiri dari karbohidrat dan  lemak)
2. Zat pembangun  (yang terdiri dari protein)
3. Zat pengatur (yang terdiri dari vitamin dan mineral)
(Godam, 2011)
B. Manfaat gizi seimabng pada ibu menyusui
Gizi seimbang pada ibu menyusui dapat diartikan bahwa konsumsi
makanan ibu menyusui harus memenuhi kebutuhan untuk dirinya sendiri dan
untuk pertumbuhan serta pekembangan bayinya. Gizi seimbang pada saat
menyusui merupakan seuatu yang penting bagi ibu menyusui karena sangat erat
kaitannya dengan produksi air susu. Oleh karena itu, pemenuhan gizi yang baik
bagi ibu menyusui akan berpengauh terhadap status gizi ibu menyusui dan juga
tumbuh kembang bayinya. Komponen-komponen di dalam ASI diambil dari
tubuh ibu sehingga harus digantikan oleh makan makanan yang cukup pada ibu
menyusui tersebut. Oleh karena itu, ibu menyusui membutuhkan zat gizi yang
lebih banyak  dibandingkan dengan keadaan tidak menyusui dan masa
kehamilan,  tetapi konsumsi pangannya tetap harus beranekaragam dan jumlah
serta poposinya sesuai.
1. Untuk melakukan aktivitas.
2. Melakukan berbagai proses di dalam tubuh.
3. Mengembalikan alat-alat kandungan ke keadaan sebelum hamil.
4. Sebagai cadangan dalam tubuh.
5. Sangat erat kaitannya dengan produksi ASI yang diperlukan untuk
pertumbuhan bayi.
Jika ibu berhasil memenuhi gizi seimbang saat menyusui,
maka pertumbuhan bayi juga akan berhasil dan tubuh ibu bisa menjadi sehat dan
kuat serta kualitas dan kuantitas produksi ASI menjadi baik2

C. Sumber makanan bergizi


Menurut Kemenkes RI (2014) dan Kemenkes RI (2011),  kandungan makanan
bergizi dapat diperoleh dari:
1.     Karbohidrat
Nasi, ubi, kentang, singkong, bihun, mie, roti, makaroni dan jagung
2.     Protein Hewani
Ikan, daging, telur, unggas, susu dan hasil olahannya
3.     Protein Nabati
Tahu, tempe, kacang-kacangan dan hasil olahannya (susu kedelai)
4.     Lemak
Omega 3 : ikan salmon, tuna, kakap, tongkol, lemuru, tenggiri, sarden dan
cakalang
Omega 6 : minyak kedelai, minyak jagung dan minyak bunga matahari
5.     Vitamin dan Mineral
Buah-buahan dan sayur-sayuran.
Sumber : Sari, 2011

D. Dampak kekurangan gizi pada ibu menyusui


Ibu menyusui sering kekurangan energi karena kebutuhan ibu menyusui
yang meningkat tidak diimbangi dengan pola makan ber-gizi seimbang.
Dampak kekurangan gizi bagi ibu menyusui akan mempengaruhi ibu
serta bayinya, antara lain:
1. Pada bayi 
 Proeses tumbuh kembang terganggu
 Daya tahan tubuh menurun sehingga bayi mudah sakit
 Mudah terkena infeksi
 Menimbulkan gangguan pada mata ataupun tulang
2. Pada ibu
 Gangguan pada mata
 Kerusakan gigi dan tulang
 Mengalami kekurangan gizi dan darah
 Kualitas ASI menurun
DAFTAR PUSTAKA

Kemenkes RI. 2011. Makanan Sehat Ibu Menyusui. Kementrian Kesehatan RI:


Direktorat Bina Gizi.
Kemenkes RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Kementrian Kesehatan RI: Direktorat
Bina Gizi.
Kurniasih, D,. Hilmansyah, H., Astuti, M.P. & Imam, S. 2010. Sehat & Bugar Berkat
Gizi Seimbang. Jakarta : P.T Penelitian Sarana Bobo.
Sari, M.D.  2011. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Bidan Praktek Swasta tentang
Inisiasi Menyusui Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa
Kecamatan Tanjung Morawa. Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Keperawatan
Universitas Sumatera Utara.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24121/4/Chapter%20II.pdf