Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL PENDIDIKAN KESEHATAN

DIABETES DAN DIET DM


Dosen Pembimbing : Hana Nafiah, S.Kep.,Ns., MNS
Pembimbing Klinik : Ns. Noor Faizah, S.Kep.

Disusun oleh :
Laili Hikmawati
202102040014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN
2021
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Diabetes mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang berdampak pada
produktivitas dan dapat menurunkan sumber daya manusia. Penyakit ini tidak hanya
berpengaruh secara individu, tetapi system Kesehatan suatu negara. Diperkirakan
penderita diabetes mellitus semakin meningkat, terutama pada kelompok unur dewasa
keatas pada seluruh status social ekonomi. Saat ini upaya penanggulangan penyakit
belum menempati skala prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, walaupun diketahui
dampak negative yang ditimbulkannya cukup besar antara lain komplikasi kronik pada
penyakit jantung kronis, hipertensi, hipertensi, system saraf, hati, mata dan ginjal.
Menurut WHO angka penyandang penyakit yang dikenal dengan sebutan kencing
manis memang cukup fantastis, yaitu menempati urutan ke 4 terbesar di dunia. Menurut
data WHO terdapat 171 juta penderita diabetes mellitus dan akan meningkat 2 kali pada
tahun 2030. Dari 50% yang sadar mengalami diabetes mellitus hanya 30% yang rutin
berobat. Kecenderungan perubahan prevalensi menyebabkan diabetes mellitus semakin
menonjol yang ditandai dengan perubahan atau kenaikan peningkatannya dikelompok
10 besar.
B. Tujuan
a. Tujuan umum
Setelah mengikuti penyuluhan pasien dan kelurga mengetahui tentang gambaran
umum diabetes melitus.
b. Tujuan khusus
1. Untuk mengetahui pengertian diabetes mellitus
2. Untuk mengetahui penyebab diabetes mellitus
3. Untuk mengetahui tanda dan gejala diabetes melitus
4. Mengetahui diet diabetes melitus
C. Sasaran
Sasaran pendidikan kesehatan ini adalah pasien dan keluarga
BAB II
DESKRIPSI KASUS
A. Karakteristik sasaran
1. Pasien yang baru mengetahui tentang diabetes melitus
2. Keluarga pasien
B. Analisa kasus
Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme menahun akibat pankreas
yang tidak mampu memproduksi insulin secara cukup atau tidak mampu menggunakan
insulin yang telah diproduksi secara efektif. Insulin merupakan hormone yang memiliki
fungsi untuk mengatur keseimbangan gula darah dalam tubuh.
C. Prinsip belajar menurut teori
Prinsip belajar dari pendidikan kesehatan ini adalah untuk menambah pengetahuan
pasien dan keluarga terhadap diabetes melitus sehingga di harapkan pasien dan keluarga
mampu menjaga kondisi tubuh dan dapat mengatur diet dm.
D. Karakteristik Media Belajar Menurut Teori
1. Sesuai dengan materi pendidikan kesehatan yang diberikan
2. Menarik
3. Mudah dipahami oleh audience atau sasaran
4. Bahasa sederhana dan mudah dimengerti
5. Tidak melelahkan/menghemat energi
6. Sesuai dengan karakteristik sasaran (tingkat pendidikan dan budaya)
7. Dapat diterapkan oleh audience atau sasaran
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Deskriptif media belajar
Mahasiswa keperawatan yang sedang menjalani program profesi ners dengan
menggunakan media berupa lembar balik. Informasi dalam media tersebut meliputi
pengertian diabetes melitus penyebab, tanda gejala dan mengetahui diet diabetes melitus.
B. Tujuan belajar
Meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga dengan cara memberikan
pendidikan kesehatan mengenai diabetes melitus.

C. Ketrampilan yang diperlukan


Ketrampilan yang diperlukan dalam pendidikan kesehatan ini adalah ketrampilan
dalam berkomunikasi terutama menyampaikan informasi kepada sasaran, sehingga mudah
diterima dan dimengerti oleh sasaran.

D. Jenis media
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demonstrasi
E. Alat yang digunakan
a. leaflet
b. Materi pengajaran (SAP)
c. Lembar balik
F. Proses Pendidikan Kesehatan
No Tahap/waktu Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Pasien

1. Pembukaan a. Membuka pertemuan a. Memperhatikan


2 menit b. Mengulang kontrak b. Menjawab
c. Menjelaskan tujuan pertanyaan
d. Apersepsi

2. Inti 15 menit a. Menjelaskan materi a. Memperhatikan


b. Memberikan kesempatan b. Bertanya
bertanya c. Menjawab
c. Menjawab pertanyaan pertanyaan
d. Memberikan pertanyaan
e. Memberikan pujian
f. Menyimpulkan materi
3. Penutup 3 Menutup pertemuan a. Memperhatikan
menit

G. Waktu pelaksanaan
Tanggal : 6 Oktober 2021

Waktu : 10.30 sampai selesai

Tempat : Ruang Sulaiman 4 RS Roemani Muhammadiyah Semarang

H. Hal-hal yang perlu diwaspadai


1. Kelelahan pasien dan keluarga selama diberikan pendidikan kesehatan
2. Kebosanan pasien dan keluarga
3. Penggunaan bahasa yang tidak sesuai
4. Tingkat pendidikan keluarga dan pasien
I. Antisipasi untuk meminimalkan hambatan
1. Menjelaskan maksud dan tujuan pendidikan kesehatan
2. Waktu pelaksanaan pendidikan kesehatan tidak terlalu lama
3. Menggunakan media yang menarik
4. Melibatkan peran serta dari audience
J. Pengorganisasian
Pelaksana : Laili Hikmawati

K. Sistem evaluasi
1. Evaluasi struktur
Pasien mengikuti penyuluhan sampai selesai

2. Evaluasi proses
Pasien antusias

3. Evaluasi penyuluh
a. Dapat memfasilitasi jalannya penyuluhan
b. Dapat menjalankan peran dengan baik
L. Evaluasi waktu
Penyuluhan berjalan sesuai waktu yang ditentukan

Evaluasi hasil

Dari beberapa pertanyaan diberikan kepada pasien dengan rentang nilai:

Baik jika standar nilai >70%-100%, bisa menjawab semua pertanyaan

Cukup jika standar nilai >50%-70%, bisa menjawab empat pertanyaan

Kurang jika standar nilai <50%, bisa menjawab tiga atau <3 pertanyaan
BAB IV
PENUTUP
Lampiran materi
DIET DIABETES MELITUS
A. Pengertian
Diabetes Mellitus yaitu suatu kelainan pada seseorang yang ditandai naiknya
kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia) yang diakibatkan adanya gangguan sistem
metabolisme dalam tubuh, dimana pankreas kekurangan insulin ataupun tidak mampu
lagi memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh.

B. Penyebab diabetes
1. Diabetes tipe I
a. Faktor genetik
b. Faktor imunologi
c. Faktor lingkungan
2. Diabetes tipe II Faktor-faktor resiko :
a. Usia (retensi insulin cenderung meningkat pada usia diatas 65 tahun)
b. Obesitas

c. Riwayat keluarga
C. Tanda dan gejala diabetes melitus
Tanda dan gejala yang timbul terkadang baru muncul setelah penyakit berjalan cukup
panjang.:
1. Sering Buang Air Kecil
Hal ini terjadi karena ginjal ingin membersihkan kelebihan glukosa dalam sirkulasi
darah.
2. Sering Haus dan Banyak Minum
Karena banyak cairan yang dikeluarkan, anak menjadi gampang haus.
3. Berat Badan Menurun
Tubuh tidak lagi bisa memproses glukosa untuk energi dan mulai memecah otot dan
cadangan lemak untuk menghasilkan energi bagi sel-sel yang lapar.Karenanya meski
nafsu makan normal tetapi berat badannya sulit naik.
4. Mudah lelah
Anak tampak kelelahan karena tubuhnya tidak mampu memproses glukosa untuk
energi. Gejala-Gejala Diabetes Tahap Lanjut Diabetes tipe 1 umumnya terjadi pada
anak-anak dan remaja meskipun pada dasarnya dapat terjadi pada usia berapapun.
5. Sering Kesemutan
Gejala ini terjadi karena pembuluh darah yang rusak, sehingga darah yang mengalir di
ujung–ujung saraf pun berkurang.
6. Luka yang sulit sembuh
Kerusakan ini mengakibatkan penderita diabetes tidak merasakan sakit jika
mengalami luka.Mereka bahkan kadang tidak sadar telah terluka. Gabungan kadar
gula darah yang tinggi dan tidak adanya rasa nyeri, maka luka yang awalnya kecil
dapat membesar menjadi borok dan bahkan membusuk..

D. Diet Diabetes Melitus


1. Pengertian

Diet diabetes merupakan cara dimana penderita bisa mengatur pola makan
untuk sehari-hari agar dimana kondisi penderita bisa stabil. Diet diabetes berfungsi
agar mencegah kadar gula naik berlebihan

2. Tujuan diet diabetes melitus

a. Mencapai dan mempertahankan kadar glukosa darah dalam batar normal


b. Batas berat badan normal
c. Dapat mencegal datangnya komplikasi
d. Meningkatkan kesehatan secara menyeluruh pada penderita diabetes melitus
3. Perhatikan Jadwal Makan

Pada penderita diabetes melitus hal yang biasa dapat terjadi munculnya rasa
lapar meningkat mengakibatkan keadaan mempunyai porsi makan yang berlebihan.
Makan berlebihan dapat mengakibatkan naiknya kadar gula darah. Bilamana jenis
makan mengandung zat yang berpengaruh pada naiknya gula darah. Jadwal makan
untuk penderitta diabetes melitus yang di tujukan adalah sebanyak 6x, yaitu 3x
makan utama dan 3x makan selingan di antara makan utama, berikut jadwal makan
untuk diabetes melitus (contoh) :
a. Jam 05.30 – 07.00 : sarapan pagi
b. Jam 09.00 – 10.00 : makan selingan
c. Jam 12.00 – 14.00 : makan siang
d. Jam 15.00 – 16.00 : makan selingan
e. Jam 18.00 – 19.00 : makan malam
f. Jam 21.00 : makan selingan
4. Perhatikan jenis makanan

ada beberapa yang harus di perhatikan dalam jenis makanan adalah sebagai berikut :
a. Karbohidrat kompleks
Karbohidrat kompleks diubah menjadi gula lebih lama dari pada karbohidrat
sederhana sehingga tidak mudah menaikkan kadar gula darah dan lebih bisa
menyediakan energi yang bisa di pakai bertingakat sepanjang hari.
Karbohidrat sedarhana adalah karbohidrat yang mempunyai ikatan kimiawi
hanya satu dan mudah di serap ke dalam aliran darah sehingga dapat langsung
menaikkan kadar gula darah, karbohidrat sederhana ditemukan dalam makanan
yang di proses mengandung sedikit kalori, dan cenderung diubah menjadi
lemak.
b. Asupan protein
Protein terdiri dari 2 yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein nabati
merupakan protein yang di dapatkan dari sumber-sumber tumbuhan, sumber
protein yang baik ditujukan untuk di konsumsi yaitu dari kacang-kacangan.
Sedangkan protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan misalnya
ikan, daging merah dan daging putih
c. Asupan lemak
Pada asupan lemak kurang lebih dari 30% dari asupan total energi per hari. Ini
setara dengan 67 gram lemak per hari, jika jumlah kebutuhan energi per hari
2000 kalori. Atau, setara dengan 5-6 sendok makan minyak per hari.
d. Asupan makanan dengan indeks glimik rendah
Indeks glikemik adalah seberapa besar efek suatu makanan yang mengandung
karbohidrat dalam meningkatkan kadar gula darah setelah makan
e. Pengendalian asupan gula
Tujuan utama pada penderita diabetes melitus adalah menghindari gula murni dan
makanan yang manis gunakan lebih banyak dengan karbohidrat komplek tinggi,
serat tinggi dan gula secara alami, gula bisa menjadi racun apabila mengkonsumsi
gula 8 sendok/hari (gula murni)
f. Cukupi nutrisi
Konsumsi makan banyak jenis sayur atau buah maka akan semakin banyak jenis
viamin yang masuk ke dalam tubuh menjamin dapat kecukupan pada nutrisi.
g. Cukupi konsumsi air putih
Kecukupan air minum sangat penting yaitu 2-3 liter/hari yang harus diingat
jangan meminum air putih langsung dalam jumlah yang banyak dan minumlah air
putih secara rutin. Waktu yang tepat mengkonsumsi air putih pada pukul 04.00 –
12.00 siang
h. Stop kebiasaan buruk miliki sikap yang baik
Menghilangkan kebisaan yang buruk meliputi merokok, konsumsi alkohol, tidak
cukup tidur, melakukan olahraga secara rutin.