Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL PENDIDIKAN KESEHATAN

PERAWATAN KAKI DIABETES MELITUS


Disusun Guna Memenuhi Tugas Stase Kebutuhan Dasar Profesi
Dosen pembimbing : Hana Nafiah, S.Kep., Ns., MNS
Pembimbing klinik : Ns. Noor Faizah, S.Kep

Disusun oleh :
Laili Hikmawati
202102040014

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN
2021
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pasien dengan Diabetes melitus mempunyai resiko untuk mengalami
kerusakan sistem saraf sensorik, motorik dan autonom yang sering disebut
diabetic peripheral neuropaty. Gangguan saraf sensorik menyebabkan
kehilangan sensasi rasa, dengan atau tanpa nyeri dibagian ektremitas bawah
sehingga resiko terjadinya luka sangat tinggi. Gangguan saraf motorik
menyebabkan deformitas pada kaki sehingga menyebabkan kulit menjadi
kering dan mengalami luka yang sulit sembuh.
Luka yang terdapat pada ekstermitas bawah atau yang dinamakan dengan
ulkus diabetik terjadi karena perubahan patologis akibat adanya infeksi
sehingga menimbulkan ulserasi yang berhubungan dengan abnormalitas
neurologis, dan penyakit perifer dengan derajat yang bervariasi serta
merupakan komplikasi DM pada ekstremitas bawah.
B. Tujuan
a. tujuan umum
Setelah mengikuti penyuluhan, keluarga pasien mampu memahami cara
pengelolaan kaki diabetes.
b. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, keluarga dan pengunjung diharapkan mampu
:
1. Menjelaskan pengertian perawatan kaki
2. Menyebutkan tujuan perawatan pada kaki.
3. Menyadari akibat / bahaya yang ditimbulkan jika tidak melakukan
perawatan kaki.
4. Mengetahui pencegahan / upaya untuk menghindari
terjadinya luka.
5. Melakukan secara mandiri perawatan kaki di rumah
C. Sasaran
Sasaran pendidikan kesehatan ini adalah pasien dan keluarga.
BAB II
DESKRIPSI KASUS
A. Karakteristik Sasaran
1. Pasien dengan ulkus diabetes
2. Keluarga satu rumah yang kurang pengetahuan tentang perawatan kaki DM
secara mandiri yang benar dan efektif untuk mengurangi ulkus yang
semakin melebar.
B. Analisis Kasus
Seorang penderita Diabetes Mellitus (DM) harus selalu memperhatikan
dan menjaga kebersihan kaki, melatihnya secara baik walaupun belum terjadi
komplikasi. Jika tidak dirawat, dikhawatirkan suatu saat kaki penderita akan
mengalami gangguan peredaran darah dan kerusakan syaraf yang
menyebabkan berkurangnya sensitivitas terhadap rasa sakit, sehingga
penderita mudah mengalami cedera tanpa ia sadari. Dengan kadar glukosa
darah yang selalu tinggi dan rasa sakit yang hampir tidak dirasakan, maka luka
kecil yang tidak mendapat perhatian akan cepat menjadi borok yang besar.

C. Prinsip Belajar Menurut Teori


Prinsip belajar dari pendidikan kesehatan ini adalah untuk menambah
pengetahuan pasien dan keluarga terhadap perawatan luka diabetes melitus
sehingga di harapkan pasien dan keluarga mampu melakukan perawatan luka
mandiri.
D. Karakteristik Media Belajar Menurut Teori
1. Sesuai dengan materi pendidikan kesehatan yang diberikan
2. Menarik
3. Mudah dipahami oleh audience atau sasaran
4. Bahasa sederhana dan mudah dimengerti
5. Tidak melelahkan/menghemat energi
6. Sesuai dengan karakteristik sasaran (tingkat pendidikan dan budaya)
7. Dapat diterapkan oleh audience atau sasaran
BAB III
METODOLOGI PENDIDIKAN KESEHATAN

A. Deskriptif media belajar


Mahasiswa keperawatan yang sedang menjalani program profesi ners
dengan menggunakan media berupa lembar balik. Informasi dalam media
tersebut meliputi pengertian diabetes melitus, tujuan perawatan kaki, akibat tidak
dilakukan perawatan kaki, pencegahan terjadinya luka atau ulkus.
B. Tujuan belajar
Meningkatkan pengetahuan klien dan keluarga dengan cara memberikan
pendidikan kesehatan mengenai perawatan kaki dm.
C. Ketrampilan yang diperlukan
Ketrampilan yang diperlukan dalam pendidikan kesehatan ini adalah
ketrampilan dalam berkomunikasi terutama menyampaikan informasi kepada
sasaran, sehingga mudah diterima dan dimengerti oleh sasaran.
D. Jenis media
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demonstrasi
E. Alat yang digunakan
a. leaflet
b. Materi pengajaran (SAP)
c. Lembar balik
F. Proses Pendidikan Kesehatan
No Tahap/waktu Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Klien
1. Pembukaan 2 a. Membuka pertemuan a. Memperhatikan
menit b. Mengulang kontrak b. Menjawab
c. Menjelaskan tujuan pertanyaan
d. Apersepsi

2. Inti 15 menit a. Menjelaskan materi a. Memperhatikan


b. Bertanya
b. Memberikan kesempatan c. Menjawab
bertanya pertanyaan
c. Menjawab pertanyaan
d. Memberikan pertanyaan
e. Memberikan pujian
f. Menyimpulkan materi
3. Penutup 3 Menutup pertemuan a. Memperhatikan
menit

G. Waktu pelaksanaan
Tanggal : 29 September 2021
Waktu : 10.30 sampai selesai
Tempat : Ruang Sulaiman 4 RS Roemani Muhammadiyah Semarang
H. Hal-hal yang perlu diwaspadai
1. Kelelahan klien dan keluarga selama diberikan pendidikan kesehatan
2. Kebosanan klien dan keluarga
3. Penggunaan bahasa yang tidak sesuai
4. Tingkat pendidikan keluarga dan klien
I. Antisipasi untuk meminimalkan hambatan
1. Menjelaskan maksud dan tujuan pendidikan kesehatan
2. Waktu pelaksanaan pendidikan kesehatan tidak terlalu lama
3. Menggunakan media yang menarik
4. Melibatkan peran serta dari audience
J. Pengorganisasian
Pelaksana : Laili Hikmawati
K. Sistem evaluasi
1. Evaluasi struktur
Klien mengikuti penyuluhan sampai selesai
2. Evaluasi proses
Klien antusias
3. Evaluasi penyuluh
a. Dapat memfasilitasi jalannya penyuluhan
b. Dapat menjalankan peran dengan baik
L. Evaluasi waktu
Penyuluhan berjalan sesuai waktu yang ditentukan
Evaluasi hasil
Dari beberapa pertanyaan diberikan kepada klien dengan rentang nilai:
Baik jika standar nilai >70%-100%, bisa menjawab semua pertanyaan
Cukup jika standar nilai >50%-70%, bisa menjawab empat pertanyaan
Kurang jika standar nilai <50%, bisa menjawab tiga atau <3 pertanyaan
BAB IV
PENUTUP

Pendidikan kesehatan diberikan pada keluarga dan klien yang membutuhkan


pengetahuan tentang perawatan kaki DM pada pasien dengan diabetes melitus.
Diharapkan dapat merubah terhadap kemampuan kognitif, affektif dan psikomotor.
Setelah diberikan pendidikan kesehatan ecara efektif, keluarga dan klien bisa
mengetahui tentang perawatan kaki
Lampiran materi
PERAWATAN KAKI DM

A. Pengertian Perawatan Kaki


Perawatan kaki adalah suatu tindakan yang dilakukan individu
baik dalam keadaan kadar gula normal atau naik yang dilakukan
secara teratur untuk menjagakebersihan diri, terutama pada bagian
kaki.
B. Cara Perawatan Kaki pada Diabetes Melitus
Dengan kadar glukosa darah yang selalu tinggi dan rasa sakit
yang hampir tidak dirasakan, maka luka kecil yang tidak mendapat
perhatian akan cepat menjadi borok yang besar. Tanpa pengobatan
cukup dan istirahat total, borok di kaki bisa menjadi gangren (busuk).
Kadangkala kerusakan di kaki yang makin parah akan berakhir pada
amputasi. Masalah yang sering timbul pada kaki, antara lain kapalan,
mata ikan, melepuh, cantengan (kuku masuk ke dalam), kulit kaki
retak, dan luka akibat kutu air, kutil pada telapak kaki, radang ibu jari
kaki (jari seperti martil).
Di bawah ini ada beberapa langkah dalam melakukan perawatan
kaki, antara lain sebagai berikut:
a. Area Pemeriksaan Kaki
1. Kuku jari: periksa adanya kuku tumbuh di bawah kulit
(ingrown nail), robekan atau retakan pada kuku.
2. Kulit: periksa kulit di sela-sela jari (dari ujung hingga
pangkal jari), apakah ada kulit retak, melepuh, luka, atau
perdarahan
3. Telapak kaki: Periksa kemungkinan adanya luka pada telapak
kaki, apakah terdapat kalus (kapalan), palantar warts, atau
kulit telapak kaki yang retak (fisura)
4. Kelembaban kulit: periksa kelembaban kulit dan cek
kemungkinan adanya kulit berkerak dan kekeringan kulit
akibat luka
5. Bau: periksa kemungkinan adanya bau dari beberapa sumber
pada daerah kaki
b. Perawatan (mencuci dan membersihkan) kaki
1. Menyiapkan air hangat: uji air hangat dengan siku untuk mencegah
cedera.
2. Cuci kaki dengan sabun yang lembut (sabun bayi atau sabun
cair) untuk menghindari cedera ketika menyabun.
3. Keringkan kaki dengan handuk bersih, lembut. Keringkan
sela-sela jari kaki, terutama sela jari kaki ke-3-4 dan ke-4-5.
4. Oleskan lotion pada semua permukaan kulit kaki untuk
menghindari kulit kering dan pecah pecah
5. Jangan gunakan lotion di selasela jari kaki. Karena akan
meningkatkan kelembapan dan akan menjadi media yang
baik untuk berkembangnya mikroorganisme (fungi).
c. Perawatan kuku kaki
1. Potong dan rawat kuku secara teratur. Bersihkan kuku setiap
hari pada waktu mandi dan berikan cream pelembab kuku.
2. Gunting kuku kaki lurus mengikuti bentuk normal jari kaki,
tidak terlalu pendek atau terlalu dekat dengan kulit, kemudian
kikir agar kuku tidak tajam. Jika ragu, Anda bisa meminta
bantuan keluarga atau dokter untuk memotong kuku Anda.
3. Hindarkan terjadinya luka pada jaringan sekitar kuku. Bila
kuku keras, sulit dipotong, rendam kaki dengan air hangat
selama ± 5 menit.
C. Hal yang Mendukung Keberhasilan Perawatan Kaki Diabetes
Beberapa hal yang mendukung keberhasilan perawatan kaki DM adalah
sebagai berikut :
a. Diet yang baik dan terukur agar berat badan tidak berlebihan.
Usahakan untuk dapat mencapai dan mempertahankan berat
badan normal atau bahkan berat badan ideal. Jangan makan
makanan dalam porsi yang berlebihan, dan kurangi makan gula
atau makanan yang manis serta berlemak tinggi.
b. Olahraga secara teratur dan terukur, agar kelebihan gula dan
lemak di dalam tubuh dapat berkurang (diubah menjadi energi
gerak). Olahraga yang mendukung perawatan kaki diabetes
misalnya adalah senam kaki diabetes.
c. Monitor kadar gula darah Penderita diabetes perlu melakukan
monitor kadar gula darah secara rutin.
DAFTAR PUSTAKA
Corwin, Elizabeth J. (2011). Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
Nurarif, A. H., & Kusuma, H. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan
Diagnosa Medis dan Nanda NIC NOC Edisi Revisi Jilid I. Jogjakarta:
MediAction.
Padila. (2018). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta: Nuha
Medika.
Prasetyono, D. S. (2012). Daftar Tanda & Gejala Ragam Penyakit. Jakarta: Flash
Books.
Rendy, M. C., & Margareth. (2012). Asuhan Keperawatan Medikal Bedah dan
Penyakit Dalam. Yogjakarta: Nuha Medika.