Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

ANALISIS AKTIVITAS PENDANAAN

OLEH:

KELOMPOK 4

MARIA FORTUNARTI NAU REMA (1810020001)

BERNADINA LISTINA HOAR NAHAK (1810020016)

MARGARETHA YOLANDA MOO (1810020020)

BAYU SWASTIKA (1810020037)

MARIA LISWANTY (1810020038)

INRIKE CYLLVIA TARI (1810020039)

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG

2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya maka
makalah ini dapat diselesaiakan dengan baik dan tepat waktu. Makalah ini disusun berdasarkan
pengetahuan yang diperoleh dari beberapa sumber buku dan media elektronik dengan harapan
para pembaca dapat memahami mengenai “Analisis Aktivitas Pendanaan”.

Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu terlaksananya penulisan makalah ini hingga bisa tersusun dengan
baik.

Akhirnya, kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi
penyempurnaan makalah ini.

Kupang, 8 September 2021

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................................2
DAFTAR ISI...............................................................................................................................................3
BAB I..........................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.......................................................................................................................................4
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................................................4
BAB II.........................................................................................................................................................6
PEMBAHASAN.........................................................................................................................................6
2.2 Pengertian Aktivitas Pendanaan...................................................................................................6
2.3 Kewajiban....................................................................................................................................7
2.4 Sewa............................................................................................................................................9
2.5 Akuntansi Pelaporan Sewa..........................................................................................................9
BAB III......................................................................................................................................................12
PENUTUP.................................................................................................................................................12
3.1 Kesimpulan................................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................13

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Aktivitas bisnis didanai dengan kewajiban atau ekuitas, atau keduanya. Kewajiban
merupakan utang untuk mendapatkan pendanaan yang membutuhkan pembayaran dimasa depan
dalam bentuk uang, jasa, atau aset lainnya. Kewajiban merupakan klaim pihak luar atas aset dan
sumber daya perusahaan kini dan masa depan. Kewajiban dapat berupa pendanaan atau operasi
dan biasanya didahulukan dari pada pemegang ekuitas. Kewajiban pendanaan merupakan
seluruh bentuk pendanaan kredit seperti wesel berjangka panjang dan obligasi, pinjaman jangka
pendek, dan sewa.
Aktivitas pendanaan (financing activities) adalah metode yang digunakan dalam
perusahaan untuk mendapatkan uang guna membayar kebutuhan-kebutuhan perusahaan.
Terdapat dua sumber pendanaan eksternal yaitu investor ekuitas (pemilik atau pemegang saham)
dan kreditor (pemberi pinjaman). Keputusan tentang komposisi aktivitas pendanaan tergantung
pada kondisi di pasar keuangan. Pasar keuangan merupakan sumber potensial untuk pendanaan.
Investor meyediakan pendanaan dengan harapan mendapatkan pengembalian atas investasi,
setelah mempertimbangkan pengembalian yang diharapkan (expected return) dan risiko.
Pengembalian (return) adalah bagian dari investor ekuitas atas laba atau reinvestasi laba.
Distribusi laba (earning distribution) adalah pembayaran dividen kepada pemegang saham.
Dividen dapat dibayar langsung dalam bentuk tunai atau dividen saham, atau secara tidak
langsung melalui pembelian kembali saham. Pembayaran dividen (dividend payout) mengacu
pada proporsi laba yang didistribusikan, yang sering dinyatakan dalam rasio atau prsentase, yaitu
rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio). Dengan demikian maka sangat penting sekali
penyusun membahas materi ini yang dituangkan dalam bentuk makalah yang berjudul
“ANALISIS AKTIVITAS PENDANAAN”

1.2 Rumusan Masalah


Adapun yang menjadi rumusan masalah, sebagai berikut:

4
1. Apa itu Aktivitas Pendanaan?
2. Apa itu Kewajiban?
3. Bagaimana Menganalisis Kewajiban?
4. Apa itu Sewa?
5. Bagaimana Akuntansi Pelaporan Sewa
6. Bagaiamana Menganalisis Sewa?
1.3 Tujuan

Adapun yang menjadi tujuan, yaitu:

1. Untuk Mengetahui Pengertian Aktivitas Pendanaan


2. Untuk Mengetahui Pengertian Kewajiban
3. Untuk Mengetahui Analisis Kewajiban
4. Untuk Mengetahui Pengertian Sewa
5. Untuk Mengetahu Akuntansi Pelaporan Sewa
6. Untuk Mengetahui Analisis Sewa

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.2 Pengertian Aktivitas Pendanaan


Aktivitas pendanaan (financing activities) adalah metode yang digunakan dalam
perusahaan untuk mendapatkan uang guna membayar kebutuhan-kebutuhan perusahaan.
Terdapat dua sumber pendanaan eksternal yaitu investor ekuitas (pemilik atau pemegang saham)
dan kreditor (pemberi pinjaman). Keputusan tentang komposisi aktivitas pendanaan tergantung
pada kondisi di pasar keuangan. Pasar keuangan merupakan sumber potensial untuk pendanaan.
Investor menyediakan pendanaan dengan harapan mendapatkan pengembalian atas investasi,
setelah mempertimbangkan pengembalian yang diharapkan (expected return) dan risiko.

Aktivitas pendanaan juga diartikan sebagai aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam
jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan.
Pengembalian (return) adalah bagian dari investor ekuitas atas laba atau reinvestasi laba.
Distribusi laba (earning distribution) adalah pembayaran dividen kepada pemegang saham.
Dividen dapat dibayar langsung dalam bentuk tunai atau dividen saham, atau secara tidak
langsung melalui pembelian kembali saham. Pembayaran dividen (dividend payout) mengacu
pada proporsi laba yang didistribusikan, yang sering dinyatakan dalam rasio atau prosentase,
yaitu rasio pembayaran dividen (Dividend Payout ratio). Reinvestasi laba (earnings
reinvestment) atau laba ditahan mengacu pada penahanan laba dalam perusahaan untuk
digunakan dalam bisnis perusahaan; yang disebut pula pendanaan internal (internal financing).
Reinvestasi laba sering diukur dengan rasio penahanan. Rasio laba ditahan (earnings retention
ratio) mencerminkan proporsi laba ditahan, yang didefinisikan sebagai satu dikurangi dividend
payout ratio.

Selain dari investor, perusahaan juga bisa memperoleh pendanaan dari kreditor. Terdapat
dua jenis kreditor: (1) kreditor hutang, yang secara langsung meminjamkan uang kepada
perusahaan, dan (2) kreditor operas, yang meminjamkan uang kepada perusahaan sebagai bagian
dari operasinya. Pendanaan hutang sering terjadi melalui pinjaman (loan) atau melalui penerbitan
efek seperti obligasi. Pemberi hutang meliputi organisasi seperti bank, institusi simpan pinjam,
dan institusi keuangan atau non keuangan lainnya. Pendanaan kreditor berbeda dengan

6
pendanaan ekuitas dalam hal perjanjian atau kontrak, yang umumnya mensyaratkan pembayaran
kembali pinjaman dengan bunga pada tanggal tertentu. Bunga tidak selalu dinyatakan dalam
kontrak tersebut melainkan secara implicit. Periode pinjaman bervariasi dan tergantung pada
keinginan kreditor dan perusahaan. Pinjaman dapat berjangka waktu 50 tahun atau lebih, atau
kurang dari seminggu. Seperti investor ekuitas, kreditor berkepentingan atas pengembalian dan
risiko, namun berbeda dari investor ekuitas, pengembalian kreditor umumnya ditentukan dalam
kontrak pinjaman. Sedangkan pengembalian dari investor ekuitas tidak dijamin dan tergantung
pada tingkat laba di masa depan. Risiko kreditor adalah kemungkinan kegagalan perusahaan
untuk membayar kembali pinjaman dan bunga.

Dari pemaparan dan penjelasan diatas dapat kami simpulkan bahwa aktivitas pendanaan
adalah suatu cara yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh uang untuk menutupi
kebutuhan-kebutuhan perusahaan. Sumber pendanaan eksternal ada dua yaitu pemilik atau
pemegang saham, dan pemberi pinjaman.

2.3 Kewajiban
Kewajiban (liabilities) merupakan klaim pihak luar atas asset dan sumber daya perusahaan
kini dan masa depan. Kewajiban dapat berupa pendanaan atau operasi dan biasanya
didahulukan daripada pemegang ekuitas. Kewajiban pendanaan (financing liabilities)
merupakan seluruh bentuk pendanaan kredit seperti wesel bayar jangka panjang dan obligasi,
pinjaman jangka pendek, dan sewa. Kewajiban operasi (operating liabilities) merupakan
kewajiban yang timbul dari operasi seperti kreditor perdagangan, kredit yang ditangguhkan, dan
kewajiban pensiun. Kewajiban umumnya dilaporkan sebagai lancar dan tidak lancar, biasanya
didasarkan pada kapan kewajiban tersebut jatuh tempo, dalam waktu satu tahun atau tidak.
Ekuitas (equity) merupakan klaim pemilik atas asset bersih perusahaan.

1. Kewajiban Lancar

Kewajiban lancar (atau jangka pendek) merupakan kewajiban yang pelunasannya


memerlukan penggunaan aset lancar atau munculnya kewajiban lancar lainnya. Periode
yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban adalah periode mana yang lebih panjang
antara satu tahun dan satu siklus operasi perusahaan. Secara konsep, perusahaan harus

7
mencatat seluruh kewajiban pada nilai sekarang seluruh arus kas keluar yang diperlukan
untuk melunasinya.

Terdapat dua jenis kewajiban lancar. Jenis pertama timbul dari aktivitas operasi,
meliputi utang pajak, pendapatan diterima dimuka (unerned revenue), uang muka, utang
usaha, dan beban operasi akrual lainnya, seperti utang gaji. Jenis kedua kewajiban lancar
timbul dari aktivitas pendanaan, meliputi pinjaman jangka pendek, bagian utang jangka
panjang yang jatuh tempo dan utang bunga.

2. Kewajiban Tak Lancar

Kewajiban tak lancar (atau kewajiban jangka panjang), merupakan kewajiban jatuh
temponya tidak dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi, mana yang lebih panjang.
Kewajiban ini meliputi linjaman, obligasi, utang dan wesel bayar.

Obligasi merupakan bentuk kewajiban tak lancar yang umum. Nilai nominal obligasi
bersama tingkat kuponnya menentukan bunga yang dibayarkan atas obligasi tersebut.
Penerbit obligasi menawarkan beragam insentif untuk mempromosikan penjualan obligasi
dan mengurangi tingkat bunga yang diinginkan. Promosi ini meliputi fitur konversi dan
waran untuk membeli saham biasa perusahaan penerbiat obligasi. Dan biasanya penawaran
ini disebut sebagai pemanis utang konversi (convertible debt sweetener) Pengungkapan
juga disyaratkan untuk pembayaran di masa depan utang jangka panjang dan untuk saham
yang dibeli kembali. Pengungkapan ini meliputi:

 Tanggal jatuh tempo dan persyaratan pencadangan dana pelunasan (sinking


funds) setiap tahun selama lima tahun ke depan.
 Persyaratan pelunasan setiap tahun selama lima tahun ke depan

3. Analisis Kewajiban

Auditor merupakan satu sumber keyakinan dalam identifkasi dan pengukuran


kewajiban. Auditor menggunakan teknik seperti konfirmasi langsung, melakukan telaah
atas notulen rapat, membaca kontrak dan perjanjian, serta bertanya pada pihak-pihak yang
memahami kewajiban perusahaan untuk menyakinkan bahwa perusahaan telah mencatat
semua kewajibannya. Analisis harus didasarkan pada catatan atas laporan keuangan dan

8
pada komentar manajemen dalam laporan tahunan, serta dokumen-dokumen terkait. Setiap
perbedaan yang tidak dapat dijelaskan memerlukan analisis lebih lanjut atau memerlukan
penjelasan manajemen. Fitur penting dalam analisis kewajiban:

a. Ketentuan utang (seperti tanggal jatuh tempo, tingkat bunga, pola pembayaran, dan
jumlah)

b. Pembatasan pemakaian sumber daya dan pelaksanaan aktivitas bisnis

c. Kemampuan dan fleksibilitas untuk memperoleh pendanaan selanjutnya

d. Kewajiban untuk modal kerja perbandingan utang tehadap ekuitas dan ukuran
keuangan lainnya

e. Fitur konversi kewajiban yang bersifat difusi

f. Larangan atas pembayaran-pembayaran seperti dividen

2.4 Sewa
Sewa (lease) merupakan perjanjian kontraktual antara pemilik (lessor) dan penyewa
(lesse). Perjanjian tersebut memberi hak kepada lease untuk menggunakan aset yang di miliki
leasor selama masa sewa. Sebagai balasannya lease membayar sewa yang disebut pembayaran
sewa minimum lease payment. Ada dua jenis sewa yaitu:

a. Sewa pendanaan, yang mana lessor mencatat sewa sebagai penjualan dan transaksi
pendanaan

b. Sewa operasi, dimana jika di klasifikasikan sebagai sewa guna usaha ini baik aset
yang disewakan maupun kewajiban sewa diakui dalam neraca.

2.5 Akuntansi Pelaporan Sewa


1. Klasifikasi dan Pelaporan Sewa

Klasifikasi lease dan mencatat sewa sebagai capital lease jika pada saat terjadinya
memenuhi salah satu dari keempat criteria berikut: jika pada saat terjadinya:

a. Terdapat transfer kepemilikan aset kepada lesse pada akhir masa sewa

9
b. Terdapat opsi untuk membeli aset pada harga murah

c. Masa sewa 75% atau lebih dari estimasi umur ekonomis aset

d. Nilai sekarang pembayaran sewa dan pembayaran sewa minimum lainnya sebesar
90% atau lebih dari nilai wajar aset dikurangi dengan kredit pajak investasi yang
ditahan oleh lessor.

e. Sewa dapat di klasifikasikan sebagai operating lease jika tidak ada satupun
kriteria tersebut terpenuhi

2. Akuntansi sewa

Bagian membandingkan dampak akuntansi sewa sebagai kapital lease. Secara khusus
kita dapat melihat dampaknya pada laporan laba rugi maupun neraca lease. Secara
sederhana, meskipun operating lease lebih sederhana, namun capital lease secara
konseptual lebih unggul, dipandang dai perspektif neraca maupun laporan laba rugi.

3. Pengungkapan Sewa

Aturan akuntansi mensyaratkan perusahaan dengan capital lease untuk


melaporkan aset sewa maupun kewajiban sewa dalam neraca. Terlebih lagi,
perusahaan harus mengungkapkan komitmen sewa di masa depan untuk capital lease dan
operating lease yang tidak dapat dibatalkan. Pengungkapan ini berguna untuk tujuan
analisis. Perusahaan mengklasifikasikan seluruh sewa sebagai operating lease dan
menyediakan jadwal pembayaran sewa di asa depan dalam catatan atas laporan keuangan.

4. Analisis Sewa

Bagian ini melihat dampak operating lease dan capital lease terhadap laporan
keuangan. Bagian ini memberikan bagian yang spesifik tentang bagaimana menyesuaikan
laporan keuangan untuk operator lease dan di catat sebagai capital lease.

a. Dampak Operating Lease

10
 Menyajikan kewajiban lebih rendah dari seharusnya dengan tidak
menyajikan pendanaan sewa dalam neraca. Selain itu juga menaikkan
rasio solvabilitas yang sering digunakan dalam analisis kredit.

 Menyajikan aset lebih rendah dari seharusnya. Hal ini dapat meningkatkan
rasio tingkat pengembalian investasi, terutama rasio perputaran aset.

 Menunda pengakuan beban dibandingkan dengan capital lease.


Artinya capital lease melaporkan laba lebih tinggi di awal masa sewa dan
melaporkan laba lebih rendah di akhir masa sewa.

 Menyajikan kewajiban lancar lebih rendah dari seharusnya


dengan tidak menyajikan porsi pembayaran pokok yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun dalam neraca. Hal tersebut meningkatkan rasio
lancer dan pengukuran likuiditas lainnya

 Memasukkan bunga dalam beban sewa. Dengan demikian


operating lease menyajikan lebih rendah dari yang seharusnya laba
operasi dan beban bunga. Hal tersebut menaikkan coverage ratio seperti
times interest earned.

b. Konversi operating lease menjadi capital lease

Langkah-langkah konveksi operating lease menjadi capital lease, yaitu:

 Menilai apakah klasifikasi operating lease dapat diterima.

 Untuk mengkonversi operating lease kita memerlukan estimasi nilai


sekarang kewajiban operating lease.

 Menghitung nilai aset sewa.

 Mengestimasi dampak reklasifikasi sewa pada laba yang di laporkan.

11
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Aktivitas pendanaan adalah suatu cara yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh uang
untuk menutupi kebutuhan-kebutuhan perusahaan. sumber pendanaan eksternal ada dua yaitu
pemilik atau pemegang saham, dan pemberi pinjaman. Kewajiban lancar adalah kewajiban yang
pelunasannya menggunakan aset lancar atau munculnya kewajiban lancar lainnya. Pada
praktiknya keajiban lancar dicatat pada nilai temponya bukan pada nilai waktu sekarang. Ada
dua jenis kewajiban lancar yaitu yang timbul dari aktivitas pendanaan dan yang timbul dari
aktivitas operasi. Sedangkan kewajiban tak lancar adalah kewajiban yang jatuh temponya tidak
dalam satu tahun atau siklus operasi.
Sewa merupakan suatu perjanjian antara pemilik dan penyewa yang memberikan hak
kepada penyewa untuk memakai aset pemilik selama sewa berlangsung dan imbalan bagi
pemilik adalah sipenyewa harus memberikan pembayaran ayng disebut minimum selama sewa
berlangsung. Terdapat dua manfaat pasca pension, yaitu manfaat pension pemberi kerja
menjanjikan manfaat monter kepada para pekerja, dan manfaat lain pasca pensiun pemberi kerja
untuk memberikan manfaat nonmoneter untuk pemeliharaan kesehatan dan asuransi jiwa.

12
DAFTAR PUSTAKA

Http://www.academi.edu/32210241/ANALISIS_AKTIVITAS_PENDANAAN

Http://docplayer.info/55526460-Analisis-aktivitas-pendanaan.html

Http://dokumen.tips/documents/analisis-aktivitas-pendanaan567aeafe9ab35.html

Http://ahmadhuseinkonsepdanpengenalanpadalaporankeuangan.wordpress.com/2015/03/15/anali
sis-aktivitas-pendanaan/

13