Anda di halaman 1dari 4

NASKAH TUGAS MATA KULIAH

UNIVERSITAS TERBUKA

Nama : Pikkah Hartanti


NIM : 856717594
Semester : 2020/21.1
Fakultas : FKIP/Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi : Pendidikan Kimia-S1
Kode/Nama MK : MKDK4005/Profesi Keguruan
Tugas :3

Soal
1. Kemampuan profesional adalah kemampuan yang dipersyaratkan atau diperlukan untuk
menjalankan tugas professional.
Berikan 5 contoh kegiatan pengembangan profesional guru yang telah dilakukan oleh
lembaga tempat Anda mengajar. Jelaskan secara rinci bentuk kegiatan tersebut
2. Sebutkan 5 bentuk kegiatan pengembangan profesional yang sudah pernah Anda ikuti
untuk mengembangkan kompetensi profesional Anda pribadi sebagai guru. Jelaskan
dengan rinci jawaban Anda.
3. Sebutkan 5 rencana kegiatan yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan kompetensi
sebagai guru yang profesional. Jelaskan secara rinci rencana Anda tersebut.
4. Kemampuan profesional adalah kemampuan yang dipersyaratkan atau diperlukan untuk
menjalankan tugas professional.
Jelaskan 5 kesulitan/kemudahan apa saja yang Anda alami dalam mengembangkan
kemampuan profesional Anda sebagai guru.

Jawaban
1. Kegiatanya:
a) melakukan kegiatan penunjang
Kegiatan penunjang adalah suatu kegiatan yang dilakukan Peserta KKN diluar Bidang
bidang ilmu pada dirinya.
b) Menangani Proses pembelajaran
Seperti yang kita ketahui untuk mengembangkan Kehebatan guru dalam mengajar
maka usahakan untuk mencoba untuk menangani proses belajar mengajar.
c) Mengikuti pendidikan
Di setiap guru pasti butuh belajar dan pendidikan karena dengan pendidikan mereka
dapat mengajar anak anak muridnya
d) Melakukan Kegiatan dalam mengembangkan Profesi.
Dalam mengembangkan profesi nya sebagai guru ,seorang guru bisa ikut kegiatan
supaya otaknya terasah.
e) Melakukan kegiatan Karya tulis Di bidang Ilmiah
Berkaitan dengan program Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah, maka penulisan karya
ilmiah adalah salah satu dari kegiatan pengembangan profesi guru. Kegiatan
pengembangan profesi adalah kegiatan guru dalam rangka penerapan dan
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan keterampilan untuk
meningkatkan mutu proses pembelajaran dalam rangka menghasilkan sesuatu yang
bermanfaat bagi pendidikan pada umumnya maupun lingkup sekolah pada khususnya.
Lingkup kegiatan karya tulis/karya ilmiah (KTI) di bidang pendidikan, meliputi :
karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei dan atau evaluasi di bidang
pendidikan, karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah gagasan sendiri dalam
bidang pendidikan, tulisan ilmiah populer, prasaran dalam pertemuan ilmiah, buku
pelajaran, diktat pelajaran dan karya alih bahasa atau karya terjemahan. Membuat alat
pelajaran/alat peraga atau alat bimbingan, melliputi pembuatan alat peraga dan alat
bimbingan. Menciptakan Karya Seni meliputi Karya Seni Sastera, Lukis, Patung,
Pertunjukan, Kriya dan sejenisnya. Menemukan teknologi tepat guna di bidang
pendidikan, meliputi teknologi yang bermanfaat di bidang pembelajaran, seperti alat
praktikum, dan alat bantu teknis pembelajaran. Mengikuti kegiatan pengembangan
kurikulum, meliputi keikutsertaan dalam penyusunan standar pendidikan dan
pedoman lain yang bertaraf nasional.

2. Untuk mengembangkan keprofesionalan, saya mengikuti:


• Mempelajari lebih dalam kemantapan belajar sebelum memulai pelajaran.
• Mengevaluasi diri sesudah melakukan pembelajaran.
• Ikut serta dalam rapat yang berguna untuk mengembangkan keprofesionalan guru.
• Selalu sharing kepada guru lain tentang masalah-masalah pembelajaran dan
bagaimana cara mengatasi.
• Menentukan model pembelajaran yang tepat.

3. 1. Guru sebagai sumber belajar


Peran guru sebagai sumber belajar ini berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran
dengan baik dan benar. Seorang Guru yang professional yang menguasai bahan ajar
dengan baik, maka ia akan benar - benar berperan sebagai sumber belajar bagi peserta
didiknya. Jadi, apapun yang ditanyakan peserta didiknya mengenai materi pelajaran maka
ia akan dapat menjawabnya dengan tegas dan penuh keyakinan. Sebagai sumber belajar,
seorang guru harus mempunyai referensi yang luas dibandingkan dengan peserta
didiknya.
2. Guru sebagai fasilitator
Sebagai fasilitator, seorang guru berperan dalam memberikan pelayanan terbaik untuk
memudahkan siswanya dalam kegiatan proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu
memahami berbagai media dan sumber belajar serta fungsinya masing masing.
Pemahaman tersebut sangatlah penting, karena belum tentu suatu media cocok digunakan
untuk mengajarkan semua bahan pelajaran. Sehingga guru perlu memiliki keterampilan
dalam merancang suatu media pembelajaran. Karena dengan merancang akan
mempermudah proses belajar. Jadi, guru sudah tahu media mana yang akan digunakan
dalam penyampaian pelajaran. Bahkan guru juga dituntut untuk dapat mengorganisasikan
berbagai jenis media serta dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar, termasuk
memanfaatkan teknologi informasi.
3. Perkembangan teknologi informasi
Seorang guru dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi yang mutakhir.
Melalui teknologi informasi ini memungkinkan guru dapat memilih media yang dianggap
cocok dalam menunjang proses pembelajaran. Jangan sampai seorang guru gagap dalam
menggunakan teknologi, karena guru harus dapat memberikan contoh kepada siswanya.
Selain itu seorang guru juga dituntut mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan
berinteraksi kepada siswanya. Karena suatu pembelajaran tidak akan berjalan dengan
lancar apabila tidak ada interaksi antara guru dan siswa. Kemampuan berkomunkasi
sangatlah penting untuk memudahkan siswa menangkap pesan yang telah disampaikan
sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mereka.
4.Guru sebagai pengelola
Sebagai pengelola seorang guru berperan dalam memberikan dan menciptakan
suasana atau keadaan belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar dengan nyaman.
Melalui pengelolaan kelas yang baik diharapkan dapat menjaga kelas agar tetap kondusif
untuk teradinya proses belajar seluruh siswa.Ketika seorang guru tidak dapat menjaga
kondisi kelas, maka para siswa tidak akan merasa nyaman dalam kelas dan akan cepat
bosan. Selain itu kelas yang kondusif dapat meningkatkan motivasi belajar para siswa.
5.Guru sebagai demonstrator
Sebagai demonstrator seorang guru harus dapat mempertunjukan kepada siswa segala
sesuatu yang membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang
disampaikan. Sebagai demonstrator berarti seorang guru harus mempunyai dan
menunjukan sifat - sifat terpuji dalam aspek kehiduan, dan guru juga merupakan sosok
ideal sebagai idola yang dapat diteladani para siswanya.

4. Kesulitan :
1. Keterbatan waktu
2. Kerbatasnya biaya Saat melakukan PTK, Karya Ilmiah,
3. Kurangnya dukungan dari pihak sekolah
4. Tidak tersedia buku referensi guna menunjang pembelajaran atau pengembangan guru
profesional
5. Terbatasnya alat peraga, permainan indoor dan outdoor
Kemudahan :
1. Mudah mempraktikkan dengan anak didik apa yang pernah di ikuti saat pelatihan
2. Mudah mengevaluasi kendala saat mengajar
3. Mudah menyampaikan informasi kepada sesama guru yang belum pernah mengikuti
pelatihan
4. Mudah merencanakan kegiatan keprofesionalan guru kedepannya
5. Mudah menjalankan segala kegiatan didalam lembaga, terutama saat mengajar anak
didik dikelas

Anda mungkin juga menyukai