Anda di halaman 1dari 7

CHAPTER 3

RMK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN


AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II

KELOMPOK 1
MUH NUR IRFAN SYARIF (A031191127)
MOH GOFALDI (A031191138)

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II KELAS E


TAHUN AJARAN 2021/2022
PELAKSANAAN PENGGABUNGAN USAHA MELALUI AKUISISI SAHAM
Konsep akuntansi penggabungan usaha, yang diuraikan pada FASB Statement
No. 141, meliputi penggabungan usaha dimana satu atau lebih perusahaan menjadi
perusahaan anak dari suatu perusahaan induk. Suatu perusahaan akan menjadi
perusahaan anak apabila perusahaan lain mengakuisisi kepemilikan pengendalian atas
saham berhak suaranya yang beredar. Biasanya, kepemilikan pengendalian asat
perusahaan lain diperoleh secara langsung dengan mengakuisisi mayoritas (lebih dari
50%) saham berhak suara. Investor juga bisa memperoleh pengendalian dan dalam
rangka membina hubungan induk-anak.
Penggabungan usaha terjadi ketika satu perusahaan mengakuisisi lebih dari
50% saham berhak suara perusahaan lain, tetapi setelah hubungan induk0anak
terbentik, pembelian saham tambahan perusahaan anak tidak dianggap sebagai
penggabungan usaha. Dengan kata lain, entitas yang terpisah hanya dapat bergabung
satu kali. Peningkatan kepemilikan pengendalian hanya dianggap sebagai investasi
tambahan. Akuisi saham tambahan perusahaan anak diperhitungkan dengan metode
pembelian, seperti dijelaskan pada FASB Statement no. 141.

ENTITAS PELAPORAN
Penggabungan usaha membuat dua perusahaan yang sebelumnya terpisah
berada di bawah pengendalian satu tim manajemen (para pejabat dan direktur
perusahaan induk). Meskipun kedua perusahaan itu tetap beroperasi sebagai entitas
hukum yang terpisah, pembelian tersebut menciptakan entitas pelaporan baru yang
meliputi semua operasi yang dikendalikan oleh manajemen perusahaan induk.
Apabila investasi dalam saham berhak suara menimbulkan hubungan induk-
anak, entits yang membeli (perusahaan induk) dan entitas yang diakuisisi (perusahaan
anak) tetap berfungsi sebagai entitas yang terpisah dan mempertahankan catatan
akuntansinya berdasarkan hukum yang terpisah. Laporan keuangan perusahaan induk
dan perusahaan anak yang terpisah dikonvensi menjadi laporan keuangan konsolidasi
yang mereflesikan posisi keuangan serta hasil operasi entitas gabungan saham dan
kreditor perusahaan induk serta pihak lain yang berkepentingan.
Perusahaan induk dapat mengakusisi sebuah perusahaan anak dalam industri
yang sangat berbeda dengan industri yang digelutinya sebagai cara untuk
mendiversifikasi risiko bisnisnya secara keseluruhan. Maka pengalaman dan
keterampilan manajemen yang diperlukan dalam lini bisnis perusahaan anak sudah
tersedia dalam entitas yang terpisah tersebut. Lebih lanjut, perusahaan anak mungkin
telah membentuk sistem rantai pasokan dan distribusi yang sangat berbeda dengan
perusahaan induknya. Perusahaan anak juga mungkin telah mendapatkan loyalitas
pelanggan, sehingga lebih mudah dipertahankan sebagai entitas yang terpisah.
- Hubungan Perusahaan Induk-Anak
Mengasumsikan bahwa satu perusahaan yang memiliki lebih dari 50%
saham berhak suara perusahaan lain dapat mengendalikan perusahaan tersebut
melalui kepemilikan sahamnya, da nada hubungan perusahaan induk-anak di
antara kedua perusahaan itu. Apabila ada hubungan induk-anak, perusahaan-
perusahaan tersebut saling berafiliasi.
Afiliasi (affiliate) digunakan untuk mengartikan istilah perusahaan anak,
dan kedua istilah itu digunakan secara bergantian serta di sejumlah literature
akuntansi. Jadi, laporan keungan konsolidasi terutama ditujukan bagi investor
perusahaan induk, dan bukan bagi pemegang saham minoritas serta kreditor
perusahaan anak. Perusahaan anak, sebagai entitas hukum yang terpisah, tetap
melaporkan hasil operasinya kepada para pemegang saham minoritas.
- Kebijakan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi menyediakan sejumlah informasi yang
tidak terdapat dalam laporan keuangan terpisah milik perusahaan induk, dan
laporan itu biasanya diwajibkan untuk menyajikan secara wajar posisi keuangan
serta hasil operasi bagi kelompok perusahaan yang berafiliasi. Kondisi yang
umum bagi konsolidasi adalah kepemilikan lebih dari 50% saham berbentuk
suara perusahaan laon. Menurut Ketentuan FASB Statement No. 94,
“Konsolidasi Perusahaan Anak yang Dimiliki Mayoritas”, perusahaan anak tidak
dikonsolidasikan jika:
(1) Pengendalian
FASB Statement No. 141 lebih memilih istilah kepemilikan nonpengendalian
ketimbang kepemilikan minoritas.
(2) Pengendalian tidak berkaitan dengan pemilik mayoritas
Pengendalian dianggap tidak berkaitan dengan pemilik mayoritas jika
perusahaan anak sedang dalam proses reorganisasi hukum atau bangkrut
atau beroperasi di bawah pembatasan mata uang yang ketat, pengendalian,
atau ketidakpastian lainnya akibat pengaruh pemerintah.

- Perusahaan Induk dan Perusahaan Anak dengan Periode Fiskal yang


Berbeda
Apabila periode fiskal perusahaan induk dan perusahaan anak berbeda,
laporan konsolidasi disusun berdasarkan akhir periode fiskal perusahaan induk.
Apabila perbedaan fiskal tidak lebih dari 3 bulan, laporan perusahaan anak
dengan tahun fiskal yang berbeda tersebut dapat digunakan untuk tujuan
konsolidasi, dengan pengungkapan “pengaruh peristiwa yang berselang yang
dapat mempengaruhi secara material posisi keuangan atau hasil operasi.

- Pembiayaan Akuisisi
Keputusan pembiayaan secara strategis dapat menjadi hal yang penting.
Saham biasa yang memiliki hak suara, dan terutama akuisisi bernilai besar,
mungkin akan memberatkan manajemen dalam memperoleh pengendalian atas
hak suara. Saham preferen yang tidak memiliki hak suara atau pembiayaan
alternative lainnya sangat berguna dalam kasus dimana mempertahankan
pengendalian atas hak sauara merupakan pertimbangan yang penting.

NERACA KONSOLIDASI PADA TANGGAL AKUISISI


Entitas konsolidasi adalah suatu entitas pelaporan yang bersifat fiktif
(konseptual). Hal ini di dasarkan pada asumsi bahwa entitas-entitas yang terpisah
secara hukum dan akuntansi dari sebuah perusahaan induk dan perusahaan anaknya
dapat digabung menjadi satu perangkat laporan keuangan yang bermanfaat untuk
tujuan pelaporan eksternal.
- Hak Minoritas/Kepemilikan Nonpengendalian
Semua aktiva dan kewajiban perusahaan anak dimasukkan dalam neraca
konsolidasi dan pengurangan yang terpisah dilakukan untuk bagian hak
minoritas atas aktiva bersih perusahaan anak berdasarkan nilai bukunya. Secara
konseptual klasifikasi kepemilikan pemegang saham minoritas sebagai
kewajiban adalah inkonsisten karena hal ini merupakan investasi ekuitas dalam
aktiva bersih konsolidasi oleh pemegang saham diluar struktur afiliasi.
FASB, sebagai bagian dari proyek konsolidasi, membuat keputusan
tentative berikut dalam diskusinya mengenai penyajian hak minoritas
(noncontrolling interest):
o Hak minoritas dalam perusahaan anak harus ditampilkan dan diberi
judul pada neraca konsolidasi sebagai komponen ekuitas yang
terpisah.
o Laba yang menjadi bagian hak minoritas bukan merupakan beban
atau kerugian, melainkan pengurang laba bersih konsolidasi untuk
menentukan laba yang menjadi bagian kepemilikan pengendali
(controlling interest).
o Kedua komponen laba bersih konsolidasi (laba bersih yang menjadi
bagian hak minoritas atau kepemilikan nonpengendalian dan laba
bersih yang menjadi bagian kepemilikan dengan pengendali) harus
diungkapkan pada laporan laba rugi konsolidasi.

NERACA KONSOLIDASI SETELAH AKUISISI


Saldo akun perusahaan induk maupun perusahaan anak akan berubah untuk
mereflesikan operasi masing-masing setelah hubungan perusahaan induk-anak
dibentuk. Selanjutnya membuat penyesuaian tambahan untuk mengeliminasi saldo
yang bersifat resipokal lainnya. Jika neraca konsolidasi dibuat antara waktu
pengumuman dan waktu pembayaran dividen oleh perusahaan anak, pembukuan
perusahaan induk akan nenunjukkan akun piutang dividen yang merupakan resipokal
dari akun utang dividen pada pembukuan perusahaan anak. Karena saldo semacam itu
bukan merupakan jumlah piutang atau utang dari/kepada pihak-pihak di luar kelompok
afiliasi, saldo tersebut bersifat (resipokal) yang akan dieliminasi dalam membuat
laporan konsolidasi.
FASB Statement No. 141, tidak memberikan klasifikasi neraca yang jelas
mengenai hak minoritas sebagai kewajiban atau ekuitas. Isi ini menjadi agenda FASB,
yang dihubungkan dengan proyek konsolidasi dan proyek penetepan definisi yang jelas
antara kewajiban dengan ekuitas. Kemungkinan besar FASB akan mengharuskan
perusahaan mencatat hak minoritas sebagai ekuitas seperti dalam revisi pada SFAS
No. 141.

ALOKASI KELEBIHAN KE AKTIVA BERSIH YANG DAPAT DIIDENTIFIKASI DAN


GOODWILL
Asumsi yang mendasari pembebanan kelebihan tersebut adalah bahwa nilai
buku serta nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi berjumlah sama.
Jika ada bukti yang mengindikasikan bahwa nilai wajar melebihi nilai buku atau nilai
buku melebihi nilai wajar, kelebihan tersebut harus dialokasikan.
- Pengaruh Alokasi terhadap Neraca Konsolidasi pada Saat Akuisisi
Pada akuisisi yang mencipkan hubungan perusahaan induk-anak,
perbedaan biaya/nilai buku tidak dicatat dalam pembukuan perusahaan induk
maupun perusahaan anak. Karena itu, prosedur kertas kerja digunakan untuk
menyesuaikan nilai buku perusahaan anak guna merefleksikan perbedaan
biaya/nilai buku. Jumlah yang disesuaikan tersebut disajikan pada neraca
konsolidasi. Jumlah penyesuaian untuk setiap akun aktiva dan kewajiban
ditentukan dengan menggunkan pendekatan konsolidasi satu-baris.

- Pengalokasian Perbedaan Biaya/Nilai Buku


Penyesuaian yang diperlukan untuk menggabungkan neraca perusahaan
induk dan perusahaan anak ditentukan dengan membebankan perbedaan antara
biaya investasi dan nilai buku yang diperoleh ke aktiva serta kewajiban yang
dapat diidentifikasi dan lalu ke goodwill jika ada yang tersisa.
- Prosedur Kertas Kerja Untuk Memasukkan Alokasi
Pada Neraca Konsolidasi Alokasi kelebihan biaya atas nilai buku
dimasukkan dalam neraca konsolidasi melalui prosedur kertas kerja.

LAPORAN LABA-RUGI
Perbedaan antara laporan laba rugi konsolidsi dan tidak dikonsolidasi milik
perusahaan induk terletak pada penyajiaannya yang terinci dan bukan pada jumlah laba
bersihnya. Laporan laba rugi konsolidasi, seperti neraca konsolidasi, lebih dari sekedar
penjumlahan akun-akun pendapatan perusahaan afiliasi.

AKUNTANSI PUSH-DOW
Akuntansi push-down adalah proses pencatatn dampak alokasi harga beli secara
langsung terhadap pembukuan perusahaan anak. Akuntansi push-down mempengaruhi
pmbukuan perusahaan anak dan laporan keuangan terpisah perusahaan anak.
Akuntansi push-down tidak menggantikan laporan keuangan konsolidasi, dapat
menyederhanakan proses konsolidasi.

MENYUSUN NERACA LAJUR UNTUK NERACA KONSOLIDASI


Rumus spreadsheet yang digunakan dalam membuat neraca lajur. Sebagian
besar rumus itu dapat dimasukkan dengan menggunakan perintah COPY yang tersedia
dalam perangkat lunak spreadsheet. Dalam dua kolom pertama, total aktiva dan total
ekuitas hanya merupakan pejumlahan dari saldo-saldo yang relevan. Setiap kolom
penyesuaian dan eliminasi berisi satu rumus penjumlahan bagi total kolom. Hal ini
sangat berguna dalam memverifikasi kesamaan debet dan krdit-yang dalam kata lain
kita tidak melakukan setiap kesalahan ketika memposting ayat jurnal konsolidasi.