Anda di halaman 1dari 41

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN DARING

DARURAT PANDEMI COVID - 19


SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Satuan Pedidikan : SMA ISLAM AL WAHID KEPUNG


Komponen : Layanan Dasar
Bidang Layanan : Pribadi
Topik / Tema Layanan : Manfaat Menjaga Menjaga Kebersihan
Kelas / Semester : X / GANJIL
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

1. Tujuan Layanan
1. Mengidentifikasi Berbagai macam perilaku hidup bersih
2. Menjelaskan Manfaat menjaga kebersihan
3. Mengklasifikasi berbagai macam kegiatan yang mengarah kehidupan bersih
4. Menganalisis hikmah di balik selalu disiplin menjaga kebersihan
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Daring
2. Alat / Media : HP/Komputer yang terkoneksi dengan internet, Materi PPT yang diupload di
youtube, Medsos WhatsApp
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
Tahap Awal/Pendahuluan
1. Membuka dengan salam dan berdoa di group whatsApp kelas
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik di dalam group
3. Menyampaikan tujuan layanan sehubungan dengan materi yang akan disampaikan
4. Menanyakaan kesiapan kepada peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan daring
Tahap Inti
1. Menampilkan materi PPT yang sudah dijadikan video melalui link youtube ditampilkan
Ke group
2. PD membuka link dan menyaksikan video sesuai waktu yang ditentukan
3. Curah pendapat dan Tanya jawab sekitar materi dalam tayangan video
4. PD yang kurang faham akan diberi kesempatan bertanya dengan cara memunculkan
emoji tangan
5. Menampilkan beberapa flyer yang ada hubungannya dengan materi layanan
6. Memberi kesempatan kepada 2-3 anak untuk berkomentar dengan microphone
whatsApp dan dikirim di group
Tahap Penutup
1. Membuat kesimpulan terkait materi layanan
2. Membagikan link google formulir https://bit.ly/feedbackBK yang berisi umpan balik dari
layanan hari ini
3. Menyampaikan rencana layanan yang akan datang Kegiatan diakhiri dengan doa dan
salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Menyimak proses jalannya layanan via whatsApp group tentang sikap
dan keaktifan para peserta dalam mengikuti layanan..
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi dari hasil layanan ini akan dilakukan secara daring melalui link
google formulir http://bit.ly/EvaluasiLayananBK yang akan diisi anggota group
KEPUNG , Juli 2021
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Hj. IDA ARIEF, S.H DEPI MOHAMMAD UMAR, S.Pd


MATERI 1 :

MANFAAT MENJAGA KEBERSIHAN

Pernahkah terpikir oleh anda, mengapa kita harus selalu menjaga kebersihan baik diri sendiri,
maupun lingkungan tempat kita berada? Apa yang terjadi apabila kita tidak menjaga kebersihan
dengan baik? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini terdapat beberapa manfaat hidup
sehat dari menjaga kebersihan.
1. Meminimalisir Kemungkinan Terjangkit Suatu Penyakit
Ini point penting dari manfaat hidup bersih dan sehat. Karena yang namanya hidup bersih itu
berbanding lurus dengan kesehatan. Apabila anda mampu menerapkan gaya hidup yang bersih, maka
anda pun akan memiliki tubuh yang sehat. Apabila tubuh anda sehat, maka kemungkinan anda untuk
terjangkit penyakit tertentu sangatlah kecil.
Ingat bakteri-bakteri penyebab virus dan penyakit ganas dapat berkembang biak di lingkungan yang
kotor dan tidak terawatt? Hal inilah yang membuat penyakit. Sejak kecil, kita sudah diberi pengertian
untuk selalu menjaga kebersihan tubuh agar terhindar dari penyakit. Ingat, biaya berobat sangatlah
mahal. Lebih baik belajar untuk hidup bersih dan sehat daripada harus berobat ke rumah sakit. Lebih
baik mencegah daripada mengobati, cegahlah kemungkinan terjangkit suatu penyakit dengan cara
hidup bersih dan sehat.
2. Kebugaran Tubuh yang Akan Tetap Terjaga
Hidup bersih dan sehat akan berpengaruh ke dalam fungsi-fungsi tubuh anda. Apabila anda mampu
untuk hidup bersih dan sehat, maka fungsi-fungsi tubuh anda akan berada pada level optimal, dimana
kebugaran tubuh anda akan tetap tejaga dengan baik. Kebugaran tubuh anda akan mempengaruhi
kinerja anda dalam akitivitas sehari-hari.
Apabila anda memiliki gaya hidup yang tidak bersih dan tidak sehat, maka dapat dipastikan hal
tersebut akan berdampak pada cukup baiknya kebugaran tubuh anda.
 3. Tampil Lebih Menarik
Ada seorang gelandangan dan seorang pengusaha. Gelandangan tersebut menggunakan baju yang
compang camping, Sedangkan si pengusaha mengenakan setelan kemeja berdasi. Siapa yang akan
anda ajak mengobrol? Saya berani jamin, anda pasti akan lebih tertarik untuk menghampiri si
pengusaha daripada gelandangan tersebut. Inilah yang dikenal dengan istilah first impression, atau
pandangan pertama. Individu cenderung menilai seseorang dari first impression. First iimpression ini
dapat dilihat dari penampilan seseorang.
Individu dengan gaya hidup yang bersih dan sehat, akan terlihat lebih menarik, dan mengundang first
impression yang baik pula. Begitupun sebaliknya. Nah, apabila anda bisa hidup bersih dan sehat,
maka first impression orang lain terhadap anda akan sangat baik. Anda akan dilihat sebagai orang
yang menarik, rapih, dan bersih. Berebeda apabila anda memiliki gaya hidup yang kotor dan tidak
sehat.
Selain itu, gaya hidup sehat juga membuat tubuh anda terlihat lebih bugar dan segar, yang nantinya
juga dapat mempengaruhi first impression orang lain terhadap diri anda.
4. Selalu Semangat dan Optimis dalam Menjalani Hidup
Kita haruslah memiliki aura positif dalam menghadapi berbagai persoalan dalam hidp. Semangat dan
optimism merupakan contoh sederhana dari aura dan emosi positif yang bisa dimiliki oleh siapa saja.
Namun, dengan kondisi gaya hidup yang cukup baik dan tidak sehat, agaknya emosi positif ini sulit
untuk dikembangkan. Untuk kebersihan dan kesehatan dirinya sendiri saja tidak diperhatikan, lalu
bagaimana dia bisa mengembangkan emosi positif?
Maka dari itu, salah satu manfaat dari hidup bersih dan sehat adalah anda akan mampu untuk
mengembangkan emosi positif yang anda miliki. Kenapa? Karena apabila kondisi fisik anda baik,
sehat, dan bersih, hal itu akan mempengaruhi pola pikir anda. Apabila anda memiliki pola pikir yang
baik, maka emosi positif pun akan berkembang, sehingga anda akan memapu mengatur emosi positif
tersbut dan menerapkannya dalam menghadapi permasalahan hidup.
5. Beban pikiran akan menjadi lebih ringan.
Pernahkah anda terjangkit suatu penyakit, yang membuat tubuh anda menjadi sangat tidak sehat?
Bayangkan apa yang akan anda pikirkan ketika anda sedang sakit. Beban pikiran anda akan
bertambah karena penyakit yang anda derita. Nah, hidup bersih dan sehat dapat membantu
meringkankan beban pikiran anda. apabila anda dapat hidup bersih dan sehat, anda akan terhindar
dari penyakit, dan secara tidak langsung, beban pikiran anda juga tidak akan bertambah.
Selain itu, hidup bersih dan sehat juga akan membuat kehidupan anda menjadi lebih teratur. Pola
makan anda akan teratur, begitu pula dengan diri anda sendiri. Keteraturan pola hidup iniliah yang
memberikan kontribusi besar dalam meringankan beban pikiran anda. apabila anda tidak dapat hidup
bersih dan sehat, bayangkan pola hidup yang  akan anda jalani. Dijamin, tidak akan teratur dan serba
berantakan. Apabila pola hidup anda berantakan, maka secara otomatis, beban pikiran anda akan
bertambah.
6. Menghemat biaya obat-obatan
Apabila anda bisa hidup bersih dan sehat, maka secara tidak langsung tubuh anda akan segar bugar.
Kebugaran tubuh yang baik ini akan membuat anda tidak perlu sering-sering mengeluarkan biaya
lebih dalam membeli obat-obatan. Anda tidak perlu membeli vitamin-vitamin dan suplemen
tambahan apabila tubuh anda bugar. Berebeda apabila anda hidup tidak sehat dan tidak bersih.
Bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menebus obat-obatan serta vitamin dan
suplemen untuk menunjang kebugaran tubuh anda?
Dari segi biaya obat-obatan, jelas, seseorang yang hidup bersih dan sehat akan sangat menghemat
pengeluaran mereka dalam membeli obat-obatan san suplemen tambahan. Perlu kita ketahui manfaat
hidup hemat sanagt penting untuk masa depan kita
7. Bisa menyelesaikan tugas dan pekerjaan dengan lebih baik
Ketika anda jatuh sakit, dijamin, tugas dan pekerjaan yang menjadi tangggung jawab anda tidak akan
selesai tepat waktu. Inilah mengapa anda harus bisa hidup bersih dan sehat. Selain berhubungan
dengan kebugaran tubuh anda dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan anda, kebersihan anda
dalam melakukan tugas atau pekerjaan tersebut juga harus diperhatikan. Bayangkan apabila anda
harus bekerja di tempat yang berantakan dan kotor. Anda tidak akan merasa nyaman dalam
menyelesaikan tugas anda.
Maka dari itu, usahakanlah memiliki gaya hidup bersih dan sehat, agar tugas dan pekerjaan yang
harus anda kerjakan dapat selesai tepat waktu.

Itu tadi 7 manfaat hidup bersih dan sehat. Masih adakah dari anda yang tidak mau menerapkan pola
hidup bersih dan sehat? Jangan lupa, manfaat dari hidup bersih dan sehat adalah manfaat yang
bersifat positif, yang artinya hidup anda akan menjadi lebih baik apabila mampu menerapkan pola
hidup bersih dan sehat.
Sumber : https://titiknol.co.id/gaya-hidup/8-manfaat-hidup-sehat-dari-menjaga-kebersihan/
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN DARING
DARURAT PANDEMI COVID - 19
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Satuan Pedidikan : SMA ISLAM AL WAHID KEPUNG


Komponen : Layanan Dasar
Bidang Layanan : Pribadi
Topik / Tema Layanan : Pemahaman Tentang Virus Corona
Kelas / Semester : X / GANJIL
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

1. Tujuan Layanan
5. Mengidentifikasi Berbagai macam jenis virus corona
6. Menjelaskan tentang virus corona
7. Mengklasifikasi Jenis virus dalam kelompok coronavirus
8. Menganalisis bentuk penularan yang disebabkan covid-19
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Daring
2. Alat / Media : HP/Komputer yang terkoneksi dengan internet, Materi PPT yang diupload di
youtube, Medsos WhatsApp
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
Tahap Awal/Pendahuluan
5. Membuka dengan salam dan berdoa di group whatsApp kelas
6. Membina hubungan baik dengan peserta didik di dalam group
7. Menyampaikan tujuan layanan sehubungan dengan materi yang akan disampaikan
8. Menanyakaan kesiapan kepada peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan daring
Tahap Inti
7. Menampilkan materi PPT yang sudah dijadikan video melalui link youtube ditampilkan
Ke group
8. PD membuka link dan menyaksikan video sesuai waktu yang ditentukan
9. Curah pendapat dan Tanya jawab sekitar materi dalam tayangan video
10. PD yang kurang faham akan diberi kesempatan bertanya dengan cara memunculkan
emoji tangan
11. Menampilkan beberapa flyer yang ada hubungannya dengan materi layanan
12.Memberi kesempatan kepada 2-3 anak untuk berkomentar dengan microphone
whatsApp dan dikirim di group
Tahap Penutup
4. Membuat kesimpulan terkait materi layanan
5. Membagikan link google formulir https://bit.ly/feedbackBK yang berisi umpan balik dari
layanan hari ini
6. Menyampaikan rencana layanan yang akan datang Kegiatan diakhiri dengan doa dan
salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Menyimak proses jalannya layanan via whatsApp group tentang sikap
dan keaktifan para peserta dalam mengikuti layanan..
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi dari hasil layanan ini akan dilakukan secara daring melalui link
google formulir http://bit.ly/EvaluasiLayananBK yang akan diisi anggota group
KEPUNG , Juli 2021
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Hj. IDA ARIEF, S.H DEPI MOHAMMAD UMAR, S.Pd


MATERI 3 :
PEMAHAMAN TENTANG VIRUS CORONA
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang
menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa
menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama
virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang
siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu
hamil dan ibu menyusui.
Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di
kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah
menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.
Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk
memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri,
diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus
ini.
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus,
virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa
menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).
Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini
adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East
Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu
coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam
hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

Tingkat Kematian Akibat Virus Corona (COVID-19)

Virus Corona yang menyebabkan COVID-19 bisa menyerang siapa saja. Menurut data yang dirilis
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Republik Indonesia, jumlah kasus terkonfirmasi
positif hingga 8 Juli 2020 adalah 68.079 orang dengan jumlah kematian 3.359 orang. Tingkat
kematian (case fatality rate) akibat COVID-19 adalah sekitar 4,9%.
Jika dilihat dari persentase angka kematian yang di bagi menurut golongan usia, maka lansia
memiliki persentase tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan golongan usia lainnya.
Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, 60,1% penderita yang meninggal akibat COVID-19 adalah
laki-laki dan 39,9% sisanya adalah perempuan.

Gejala Virus Corona (COVID-19)

Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek,
batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau
malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak
bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi
melawan virus Corona.
Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
 Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)
 Batuk kering
 Sesak napas

Ada beberapa gejala lain yang juga bisa muncul pada infeksi virus Corona meskipun lebih jarang,
yaitu:
 Diare
 Sakit kepala
 Konjungtivitis
 Hilangnya kemampuan mengecap rasa atau mencium bau
 Ruam di kulit

Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah
penderita terpapar virus Corona.

Kapan Harus ke Dokter

Segera lakukan isolasi mandiri bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti
yang telah disebutkan di atas, terutama jika dalam 2 minggu terakhir Anda berada di daerah yang
memiliki kasus COVID-19 atau kontak dengan penderita COVID-19. Setelah itu,
hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.
Bila Anda mungkin terpapar virus Corona tapi tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak
perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi
kontak dengan orang lain. Bila muncul gejala, baru lakukan isolasi mandiri dan tanyakan kepada
dokter melalui telepon atau aplikasi mengenai tindakan apa yang perlu Anda lakukan dan obat apa
yang perlu Anda konsumsi.

Penyebab Virus Corona (COVID-19)

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang
menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi
pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi
pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute
Respiratory Syndrome  (SARS).
Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian
diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
 Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19
batuk atau bersin
 Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda
yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
 Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal
bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyakit tertentu, perokok, atau
orang yang daya tahan tubuhnya lemah, misalnya pada penderita kanker.
Karena mudah menular, virus Corona juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang
merawat pasien COVID-19. Oleh karena itu, para tenaga medis dan orang-orang yang memiliki
kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri (APD).

Diagnosis Virus Corona (COVID-19)

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang
dialami pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus
infeksi virus Corona sebelum gejala muncul. Dokter juga akan menanyakan apakah pasien ada
kontak dengan orang yang menderita atau diduga menderita COVID-19.
Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
 Rapid test untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk
melawan virus Corona
 Swab test atau tes PCR (polymerase chain reaction) untuk mendeteksi virus Corona di dalam
dahak
 CT scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

Hasil rapid test COVID-19 positif kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda memang sudah
terinfeksi virus Corona, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi kuman atau virus yang lain.
Sebaliknya, hasil rapid test COVID-19 negatif belum tentu menandakan bahwa Anda mutlak
terbebas dari virus Corona.

Pengobatan Virus Corona (COVID-19)

Belum ada obat yang benar-benar efektif untuk mengatasi infeksi virus Corona atau COVID-19.
Pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahannya. Beberapa
pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala akan di sarankan untuk melakukan protokol isolasi
mandiri di rumah sambil tetap melakukan langkah pencegahan penyebaran infeksi virus Corona.
Selain itu, dokter juga bisa memberikan beberapa beberapa langkah untuk meredakan gejalanya dan
mencegah penyebaran virus corona, yaitu:
 Merujuk penderita COVID-19 yang berat untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah
sakit rujukan
 Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
 Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang
cukup
 Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar
cairan tubuh

Komplikasi Virus Corona (COVID-19)

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi berikut ini:
 Pneumonia  (infeksi paru-paru)
 Infeksi sekunder pada organ lain
 Gagal ginjal
 Acute cardiac injury
 Acute respiratory distress syndrome
 Kematian

Pencegahan Virus Corona (COVID-19)

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab
itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan
Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
 Terapkan physical  distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan
jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
 Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat
pergi berbelanja bahan makanan.
 Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol
minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
 Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
 Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi,
berolahraga secara rutin, beristirahat yang cukup, dan mencegah stres.
 Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus
Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
 Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat
sampah.
 Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan
rumah.

Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam
pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan
agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:
 Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu.
Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang
digunakan orang lain.
 Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
 Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah
sakit untuk menjemput.
 Larang orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar
sembuh.
 Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
 Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur
dengan orang lain.
 Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama
orang lain.
 Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu
ke tempat sampah.

Kondisi-kondisi yang memerlukan penanganan langsung oleh dokter di rumah sakit,


seperti melahirkan, operasi, cuci darah, atau vaksinasi anak, perlu ditangani secara berbeda dengan
beberapa penyesuaian selama pandemi COVID-19. Tujuannya adalah untuk mencegah penularan
virus Corona selama Anda berada di rumah sakit. Konsultasikan dengan dokter mengenai tindakan
terbaik yang perlu dilakukan.

Sumber : https://www.alodokter.com/virus-corona
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN DARING
DARURAT PANDEMI COVID - 19
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Satuan Pedidikan : SMA ISLAM AL WAHID KEPUNG


Komponen : Layanan Dasar
Bidang Layanan : Belajar
Topik / Tema Layanan : Semangat Belajar Dari Rumah
Kelas / Semester : X / GANJIL
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

1. Tujuan Layanan
9. Mengidentifikasi berbagai macam kegiatan belajar dari rumah
10. Menjelaskan kriteria semangat dalam belajar
11. Mengklasifikasi perilaku belajar aktif yang dilakukan daari rumah
12. Menganalisis keberhasilan siswa dengan belajar dari rumah
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Daring
2. Alat / Media : HP/Komputer yang terkoneksi dengan internet, Materi PPT yang diupload di
youtube, Medsos WhatsApp
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
Tahap Awal/Pendahuluan
9. Membuka dengan salam dan berdoa di group whatsApp kelas
10. Membina hubungan baik dengan peserta didik di dalam group
11. Menyampaikan tujuan layanan sehubungan dengan materi yang akan disampaikan
12.Menanyakaan kesiapan kepada peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan daring
Tahap Inti
13. Menampilkan materi PPT yang sudah dijadikan video melalui link youtube ditampilkan
Ke group
14. PD membuka link dan menyaksikan video sesuai waktu yang ditentukan
15. Curah pendapat dan Tanya jawab sekitar materi dalam tayangan video
16. PD yang kurang faham akan diberi kesempatan bertanya dengan cara memunculkan
emoji tangan
17. Menampilkan beberapa flyer yang ada hubungannya dengan materi layanan
18.Memberi kesempatan kepada 2-3 anak untuk berkomentar dengan microphone
whatsApp dan dikirim di group
Tahap Penutup
7. Membuat kesimpulan terkait materi layanan
8. Membagikan link google formulir https://bit.ly/feedbackBK yang berisi umpan balik dari
layanan hari ini
9. Menyampaikan rencana layanan yang akan datang Kegiatan diakhiri dengan doa dan
salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Menyimak proses jalannya layanan via whatsApp group tentang sikap
dan keaktifan para peserta dalam mengikuti layanan..
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi dari hasil layanan ini akan dilakukan secara daring melalui link
google formulir http://bit.ly/EvaluasiLayananBK yang akan diisi anggota group
KEPUNG , Juli 2021
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Hj. IDA ARIEF, S.H DEPI MOHAMMAD UMAR, S.Pd

MATERI 4 :
SEMANGAT BELAJAR DARI RUMAH
Saat ini, pelajar dan mahasiswa Indonesia tengah menghadapi situasi di tengah wabah
pandemi virus corona. Semua pihak telah diminta untuk belajar dari rumah. Sekolah maupun
perguruan tinggi menerapkan pembelajaran dari jarak jauh atau secara online. Tugas-tugas diberikan
secara online menggunakan beragam aplikasi yang tersedia. Namun, aktivitas belajar dari rumah tak
sepenuhnya mudah. Belajar di rumah penuh tantangan seperti tergoda untuk rebahan, menonton
televisi, dan lainnya. Berikut tips-tips membuat suasana belajar dari rumah tetap menyenangkan
seperti antara lain :
. 1. Sediakan tempat yang nyaman untuk belajar
Banyak dari kita memilih belajar sambil rebahan di kasur. Rebahan di kasur memang nyaman, tetapi
nyaman untuk beristirahat. Belajar sambil rebahan di kasur bisa membuat badan pegal dan
konsentrasimu buyar. Kamu juga bisa malah tertidur saat belajar sambil rebahan. Pilihlah tempat
duduk untuk belajar. Usahakan tempat duduk memiliki sandaran dan busa yang nyaman untuk
duduk. Selain itu, sediakan meja yang posisinya tak terlalu rendah dan tinggi dari posisi dudukmu.
2. Sediakan alat-alat yang digunakan untuk belajar
Jika kamu terbiasa meminjam alat-alat untuk belajar kepada teman, saat ini siapkanlah sendiri alat-
alat tersebut. Alat-alat yang mendukung belajar bisa membuatmu mudah untuk belajar. Jangan
sampai alat-alat untuk belajar ini tak kamu perhatikan sehingga bisa mengganggumu saat belajar.
3. Pastikan koneksi internet baik
Untuk menyiapkan segala materi pembelajaranmu, hal lain yang mesti diperhatikan saat belajar dari
rumah adalah koneksi internet. Koneksi internet yang baik akan memudahkanmu untuk tetap
terhubung dengan guru maupun dosen saat belajar dari rumah. Kamu tak harus memasang jaringan
internet di rumahmu. Kamu bisa menggunakan jaringan internet lewat handphonemu. Pastikan juga
provider teleponmu menjangkau daerah tempat tinggalmu.
4. Sediakan camilan Lihat, camilan pendamping kopi. Kegiatan belajar tentunya akan membuat
tenaga terkuras. Meskipun secara fisik tak banyak bergerak, tetapi belajar menguras tenaga karena
berpikir. Supaya tetap semangat dan tak lelah saat belajar, sediakanlah camilan secukupnya. Siapkan
camilan seperti kacang-kacangan, buah-buahan, dan camilan berkalori tinggi lainnya.
5. Jauhkan benda yang membuatmu kurang fokus Belajar di rumah pasti tak akan luput dari
gangguan-gangguan yang membuatmu kurang fokus. Gangguan bisa datang dari televisi, mainan,
maupun smartphone. Rumah memang sejatinya adalah tempat untuk tenang dan beristirahat sehingga
bisa mengganggumu untuk fokus belajar. Saat ini, kurangilah akses ke kegiatan-kegiatan yang bisa
mengganggumu belajar di rumah.
6. Pastikan ruanganmu punya pencahayaan maksimal Supaya mata dan kepalamu tak pusing,
perhatikan pencahayaan di tempatmu belajar. Jangan sampai ruanganmu minim pencahayaan karena
bisa membuat matamu rusak dan kepalamu pusing. Selain itu, belajar di tempat yang redup atau
cenderung gelap akan membuatmu malas. Matamu akan bekerja keras untuk melihat sehingga lama
kelamaan akan membuat mata cepat letih dan mengantuk lebih cepat.

Sumber:
https://edukasi.kompas.com/belajar-di-rumah-ini-6-tips-menciptakan-suasana-belajar-yang-
menyenangkan.
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN DARING
DARURAT PANDEMI COVID - 19
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Satuan Pedidikan : SMA ISLAM AL WAHID KEPUNG


Komponen : Layanan Dasar
Bidang Layanan : Belajar
Topik / Tema Layanan : Mengatasi Kejenuhan Dalam Belajar
Kelas / Semester : X / GANJIL
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

1. Tujuan Layanan
13. Mengidentifikasi Berbagai macam penyebab kejenuhan dalam belajar
14. Menjelaskan bagaimana cara mengatasi kejenuhan dalam belajar
15. Mengklasifikasi berbagai macam perilaku yang menunjukkan sikap jenuh dalam
belajar
16. Menganalisis teknik yang sesuai untuk mengatasi kejenuhan dalam belajar
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Daring
2. Alat / Media : HP/Komputer yang terkoneksi dengan internet, Materi PPT yang diupload di
youtube, Medsos WhatsApp
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
Tahap Awal/Pendahuluan
13. Membuka dengan salam dan berdoa di group whatsApp kelas
14. Membina hubungan baik dengan peserta didik di dalam group
15. Menyampaikan tujuan layanan sehubungan dengan materi yang akan disampaikan
16.Menanyakaan kesiapan kepada peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan daring
Tahap Inti
19. Menampilkan materi PPT yang sudah dijadikan video melalui link youtube ditampilkan
Ke group
20. PD membuka link dan menyaksikan video sesuai waktu yang ditentukan
21. Curah pendapat dan Tanya jawab sekitar materi dalam tayangan video
22. PD yang kurang faham akan diberi kesempatan bertanya dengan cara memunculkan
emoji tangan
23. Menampilkan beberapa flyer yang ada hubungannya dengan materi layanan
24.Memberi kesempatan kepada 2-3 anak untuk berkomentar dengan microphone
whatsApp dan dikirim di group
Tahap Penutup
10. Membuat kesimpulan terkait materi layanan
11. Membagikan link google formulir https://bit.ly/feedbackBK yang berisi umpan balik dari
layanan hari ini
12. Menyampaikan rencana layanan yang akan datang Kegiatan diakhiri dengan doa dan
salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Menyimak proses jalannya layanan via whatsApp group tentang sikap
dan keaktifan para peserta dalam mengikuti layanan..
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi dari hasil layanan ini akan dilakukan secara daring melalui link
google formulir http://bit.ly/EvaluasiLayananBK yang akan diisi anggota group
KEPUNG , Juli 2021
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Hj. IDA ARIEF, S.H DEPI MOHAMMAD UMAR, S.Pd

MATERI 2

MENGATASI KEJENUHAN DALAM BELAJAR


 Faktor Penyebab Terjadinya Kejenuhan Dalam Belajar
Menurut Chaplin (dalam Muhibbin Syah, 2012:181), kejenuhan belajar dapat melanda siswa
apabila ia telah kehilangan motivasi dan kehilangan konsolidasi salah satu tingkat keterampilan
tertentu sebelum siswa tertentu sampai pada tingkat keterampilan berikutnya. Selain itu, kejenuhan
juga dapat terjadi karena proses belajar siswa telah sampai pada batas kemampuan jasmaniahnya
karena bosan dan keletihan.
Menurut Cross (1974) dalam bukunya The Psychology of Learning (dalam buku Muhabbin Syah,
2012: 182), keletihan siswa dapat dikategorikan menjadi tiga macam yakni.
1.  Keletihan indera siswa
2.  Keletihan fisik siwa
3.  Keletihan mental siswa
Keletihan fisik dan keletihan indera dalam hal ini mata dan telinga, pada umumnya dapat dikurangi
atau dihilangkan lebih mudah setelah siwa beristirahat yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang
bergizi. Begitu sebaliknya, keletihan mental tak dapat diatasi dengan mudah. Maka dari itu keletihan
mental dipandang sebagai faktor utama penyebab munculnya kejenuhan dalam belajar.
Empat faktor penyebab keletihan mental pada siswa sebagai berikut.
a)  Karena kecemasan siswa terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh keletihan itu sendiri
b)  Karena kecemasan siswa terhadap standar keberhasilan bisang study tertentu yang dianggap
terlalu
tinggi terutama ketika siswa merasa bosan mempelajari bidang-bidang study tadi
c)  Karena siswa berada di tengah-tengah situasi kompetitif yang ketat dan menuntut lebih banyak
kerja
intelek yang berat
d)   Karena siswa mempercayai konsep kinerja akademik yang optimum, sedangkan dia sendiri
menilai
belajarnya sendiri hanya berdasarkan ketentuan yang ia bikin sendiri
 Cara Mengatasi Kejenuhan Dalam Belajar
Keletihan mental yang menyebabkan munculnya kejenuhan belajar, bisa diatasi dengan kiat-
kiat berikut ini.
1)  Melakukan istirahat dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dengan takaran yang
cukup
2)  Pengubahan atau penjadwalan kembali jam-jam dari hari-hari belajar yang dianggap lebih
memungkinkan siswa lebih belajar dengan giat
3)   Pengubahan atau penataan kembali lingkungan belajar siswa yang meliputi pengubahan posisi
meja
tulis, lemari, rak buku, dan alat-alat perlengkapan belajar sampai memungkinkan siswa merasa
berada ditempat yang lebih menyenangkan untuk belajar
4)  Memberikan motivasi dan stimulasi baru agar siswa merasa terdorong untuk belajar lebih giat
daripada sebelumnya

5)  Siswa harus berbuat nyata (tidak menyerah atau tinggal diam) dengan cara mencoba belajar dan
belajar lagi. Serta menggunakan metode yang bervariasi dalam belajar.
Sumber : http://yolandasyafnur.blogspot.com/2016/10/kejenuhan-dalam-belajar-dan-transfer.html
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN DARING
DARURAT PANDEMI COVID - 19
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Satuan Pedidikan : SMA ISLAM AL WAHID KEPUNG


Komponen : Layanan Dasar
Bidang Layanan : Pribadi
Topik / Tema Layanan : Tata Cara Agar Terhindar Penularan Covid-19
Kelas / Semester : X / GANJIL
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

1. Tujuan Layanan
17. Mengidentifikasi Berbagai macam perilaku yang menyebabkan tertular covid-19
18. Menjelaskan tata cara agar terhindar dari tertularnya covid-19
19. Mengklasifikasi perilaku yang dapat menghindarkan diri dari tertularnya covid-19
20. Menganalisis kegiatan yang efektif agar terhindar dari covid-19
2. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Daring
2. Alat / Media : HP/Komputer yang terkoneksi dengan internet, Materi PPT yang diupload di
youtube, Medsos WhatsApp
3. Langkah-langkah Kegiatan Layanan
Tahap Awal/Pendahuluan
17. Membuka dengan salam dan berdoa di group whatsApp kelas
18. Membina hubungan baik dengan peserta didik di dalam group
19. Menyampaikan tujuan layanan sehubungan dengan materi yang akan disampaikan
20.Menanyakaan kesiapan kepada peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan daring
Tahap Inti
25. Menampilkan materi PPT yang sudah dijadikan video melalui link youtube ditampilkan
Ke group
26. PD membuka link dan menyaksikan video sesuai waktu yang ditentukan
27. Curah pendapat dan Tanya jawab sekitar materi dalam tayangan video
28. PD yang kurang faham akan diberi kesempatan bertanya dengan cara memunculkan
emoji tangan
29. Menampilkan beberapa flyer yang ada hubungannya dengan materi layanan
30.Memberi kesempatan kepada 2-3 anak untuk berkomentar dengan microphone
whatsApp dan dikirim di group
Tahap Penutup
13. Membuat kesimpulan terkait materi layanan
14. Membagikan link google formulir https://bit.ly/feedbackBK yang berisi umpan balik dari
layanan hari ini
15. Menyampaikan rencana layanan yang akan datang Kegiatan diakhiri dengan doa dan
salam
4. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Menyimak proses jalannya layanan via whatsApp group tentang sikap
dan keaktifan para peserta dalam mengikuti layanan..
2. Evaluasi Hasil : Evaluasi dari hasil layanan ini akan dilakukan secara daring melalui link
google formulir http://bit.ly/EvaluasiLayananBK yang akan diisi anggota group
KEPUNG , Juli 2021
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Hj. IDA ARIEF, S.H DEPI MOHAMMAD UMAR, S.Pd

MATERI 5 :
TATA CARA AGAR TERHINDAR PENULARAN COVID-19

Sebelum melindungi orang lain, sebaiknya kita harus melindungi diri sendiri terlebih dulu.
Ada beberapa cara agar kita bisa melindungi diri meminimalkan risiko dari infeksi virus Corona.
Dilansir dari twitter WHO Indonesia, cara mencegah penularan Covid-19 adalah:
1. Rajin mencuci tangan. Dengan rajin mencuci tangan, virus yang menempel di tangan akan
mati dan residu virus dan kuman di tangan kita akan terbawa oleh air mengalir.
2. Saat batuk atau bersin sebaiknya kita batuk dan bersin pada siku yang terlipat.
3. Menggunakan masker ketika berada di keramaian dan saat berada di luar rumah.
4. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut agar virus tak masuk ke dalam tubuh.
5. Hindari berada di tempat-tempat yang ramai.
6. Hindari kontak dengan orang yang sakit.
7.  Bersihkan permukaan dan benda-benda yang sering disentuh dengan disinfektan.
Itu dia cara mencegah penularan virus Corona. Semoga kita semua bisa terhindar dari penularan virus
ini ya. Semoga pandemi corona ini bisa segera berakhir. 

Sumber : https://www.kompas.tv/article/ini-7-cara-cegah-penularan-virus-corona-covid-19
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2021/2022

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Pribadi
C Topik / Tema Layanan Psikologi remaja dan permasalahannya
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli mampu mengenal ciri-ciri
perkembangan remaja, dapat memahami tugas
perkembangan, mengatasi masalah yang dihadapi dalam
perkembangan
F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami tentang
siapa remaja itu ?
2. Peserta didik/konseli dapat memahami ciri-ciri atau
karakteristik remaja
3. Peserta didik/konseli dapat memahami remaja dan
permasalahannya
G Sasaran Layanan Kelas 10
H Materi Layanan 1. Siapa remaja itu ?
2. Ciri-ciri atau karakteristik remaja
3. Remaja dan permasalahannya
I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit
J Sumber Materi 1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan
dan Konseling untuk SMA-MA kelas 10, Yogyakarta,
Paramitra Publishing
2. Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal
Bimbingan dan Konseling bidang pribadi, Yogyakarta,
Paramitra
3. Hutagalung, Ronal. 2015. Ternyata Berprestasi
ItuMudah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
4. Eliasa Imania Eva, Suwarjo.2011.Permainan (games)
dalam Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta: Paramitra
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point, Psikologi remaja dan permasalahannya
M Pelaksanaan
Tahap Uraian Kegiatan
1. Membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice
1. Tahap Awal / breaking)
Pedahuluan 3. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan
Konseling
4. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik
1. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan
dengan materi layanan
3. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
2. Tahap Inti 4. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1
kelompok 5- 6 orang
5. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing
kelompok
6. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok masing-
masing
7. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya
bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup 1. Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan
yang terkait dengan materi layanan
2. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar
dapatmenghadirkan Tuhan dalam hidupnya
3. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan
datang
4. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
M Evaluasi
1. EvaluasiProses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik
menuliskan dikertas yang sudah disiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti
kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari
pertanyaan guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang
penting/tidak penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit
dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak
menarik untuk diikuti
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Uraian materi
2. Instrumen penilaian

KEPUNG, Juli 2021


Mengetahui
Kepala Sekolah SMA Guru BK

Hj. Ida Arief, SH Depi Moh Umar, S.Pd


Lampiran 1. Uraian Materi

PSIKOLOGI REMAJA DAN PERMASALAHNNYA

a. Siapa Remaja itu ?

Remaja itu adalah suatu fase perkembangan yang dialami seseorang ketika memasuki usia
12 - 22 tahun. Mujiyono (Tesis : 1986) membagi remaja menjadi tiga rentangan, yakni :Remaja
Awal :12–15 tahun ; Remaja Madya: 15 – 18 tahun ; Remaja Akhir: 19 – 22 tahun. Masa
remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Hal ini sering
membuat bingung baik oleh si remaja sendiri dan orang tua. Begitu juga, orang tua sering kali
tidak tahu harus berbuat apa kepada anak remajanya yang sepertinya mulai nakal. Disinilah
fungsi psikologi remaja, yaitu untuk memahami cara berpikir para remaja.
b. Ciri-ciri atau Karakteristik Remaja

1. Perkembangan Fisik
Fase remaja adalah periode kehidupan manusia yang sangat strategis, penting dan
berdampak luas bagi perkembangan berikutnya. Pada remaja awal, pertumbuhan fisiknya sangat
pesat tetapi tidak proporsional, misalnya pada hidung, tangan, dan kaki. Pada remaja akhir,
proporsi tubuh mencapai ukuran tubuh orang dewasa dalam semua bagiannya. Berkaitan
dengan perkembangan fisik ini, perkembangan terpenting adalah aspek seksualitas ini dapat
dipilah menjadi dua bagian, yakni :

1) Ciri-ciri Seks Primer

Remaja pria mengalami pertumbuhan pesat pada organ testis, pembuluh yang memproduksi
sperma dan kelenjar prostat. Kematangan organ-organ seksualitas ini memungkinkan remaja
pria, sekitar usia 14 – 15 tahun, mengalami “mimpi basah”, keluar sperma.Pada remaja
wanita, terjadi pertumbuhan cepat pada organ rahim dan ovarium yang memproduksi ovum
(sel telur) dan hormon untuk kehamilan. Akibatnya terjadilah siklus “menarche” (menstruasi
pertama). Siklus awal menstruasi sering diiringi dengan sakit kepala, sakit pinggang, depresi,
dan mudah tersinggung.

2) Ciri-ciri Seks Sekunder

Seksualitas sekunder pada remaja adalah pertumbuhan yang melengkapi kematangan


individu sehingga tampak sebagai lelaki atau perempuan. Remaja pria mengalami
pertumbuhan bulu-bulu pada kumis, jambang, janggut, tangan, kaki, ketiak, dan kelaminnya.
Pada pria telah tumbuh jakun dan suara remaja pria berubah menjadi parau dan rendah. Kulit
berubah menjadi kasar.Pada remaja wanita juga mengalami pertumbuhan bulu-bulu secara
lebih terbatas, yakni pada ketiak dan kelamin. Pertumbuhan juga terjadi pada kelenjar yang
bakal memproduksi air susu di buah dada, serta pertumbuhan pada pinggul sehingga menjadi
wanita dewasa secara proporsional.
2. Perkembangan Kognitif
Pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan pada usia 12 – 20 tahun secara fungsional,
perkembangan kognitif (kemampuan berfikir) remaja dapat digambarkan sebagai berikut :

1) Secara intelektual remaja mulai dapat berfikir logis tentang gagasan abstrak.
2) Berfungsinya kegiatan kognitif tingkat tinggi yaitu membuat rencana, strategi,membuat
keputusan-keputusan, serta memecahkan masalah
3) Sudah mampu menggunakan abstraksi-abstraksi, membedakan yang konkrit dengan yang
abstrak
4) Munculnya kemampuan nalar secara ilmiah, belajar menguji hipótesis
5) Memikirkan masa depan, perencanaan, dan mengeksplorasi alternatif untuk mencapainya
6) Mulai menyadari proses berfikir efisien dan belajar berinstropeksi
7) Wawasan berfikirnya semakin meluas, bisa meliputi agama, keadilan, moralitas, dan
8) identitas (jati diri)

3. Perkembangan Emosi

Remaja mengalami puncak emosionalitasnya, perkembangan emosi tingkat tinggi.


Perkembangan emosi remaja awal menunjukkan sifat sensitif, reaktif yang kuat, emosinya
bersifat negatif dan temperamental (mudah tersinggung, marah, sedih, dan murung).
Sedangkan remaja akhir sudah mulai mampu mengendalikannya.Remaja yang berkembang di
lingkungan yang kurang kondusif, kematangan emosionalnya terhambat. Sehingga sering
mengalami akibat negatif berupa tingkah laku “salah suai”, misalnya :

1) Agresif : melawan, keras kepala, berkelahi, suka menggangu, dll


2) Lari dari kenyataan (regresif) : suka melamun, pendiam, senang menyendiri,
mengkonsumsi obat, minuman keras, atau obat terlarang
4. Perkembangan Moral

Remaja sudah mampu berperilaku yang tidak hanya mengejar kepuasan fisik saja, tetapi
meningkat pada tatanan psikologis (rasa diterima, dihargai, dan penilaian positif dari orang
lain).

5. Perkembangan Sosial

Remaja telah mengalami perkembangan kemampuan untuk memahami orang lain (social
cognition) dan menjalin persahabatan. Remaja memilih teman yang memiliki sifat dan kualitas
psikologis yang relatif sama dengan dirinya, misalnya sama hobi, minat, sikap, nilai-nilai, dan
kepribadiannya.Perkembangan sikap yang cukup rawan pada remaja adalah sikap comformity
yaitu kecenderungan untuk menyerah dan mengikuti bagaimana teman sebayanya berbuat.
Misalnya dalam hal pendapat, pikiran, nilai-nilai, gaya hidup, kebiasaan, kegemaran,
keinginan, dll

6. Perkembangan Kepribadian

Isu sentral pada remaja adalah masa berkembangnya identitas diri (jati diri) yang bakal
menjadi dasar bagi masa dewasa. Remaja mulai sibuk dan heboh dengan problem “siapa
saya?” (Who am I ? ). Terkait dengan hal tersebut remaja juga risau mencari idola-idola dalam
hidupnya yang dijadikan tokoh panutan dan kebanggaan.
Fase remaja tugas perkembangannya adalah :
1. Menerima keadaan fisik dengan segala kualitasnya
2. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan figur yang mempunyai otoritas
3. Mengembangkan keterampilan berkomunikasi antarpribadi dan belajar bergaul denganorang
lain/teman
4. Menemukan manusia model atau tokoh yang akan dijadikan identitas dirinya
5. Menerima dirinya sendiri dan yakin atas kemampuannya
6. Memperkuat kontrol diri dengan landasan nilai-nilai moral, prinsip-prinsip, dan falsafah hidup
7. Meninggalkan sifat kekanak-kanakan

c. Remaja dan Permasalahannya

Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering
menimbulkan masalah pada diri remaja. Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik
remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:

1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.


2. Ketidakstabilan emosi.
3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang
dengan orang tua.
6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
7. Senang bereksperimentasi.
8. Senang bereksplorasi.
9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi
mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja
yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja.
Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja.

Permasalahan Fisik dan Kesehatan

Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka
mengalami pubertas. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain
ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya
diri. Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang
berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, merokok, dan perilaku makan
yang maladaptiv. Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal
munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia

Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang
banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan
terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah
karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi.

Permasalahan Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang

Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat


memprihatinkan. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-kasus
penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang.
Lampiran 2. Instrumen Penilaian

INSTRUMEN
PENILAIAN PROSES
(Mengacu Pada Laporan Pelaksanaan)

HASIL
NO PROSES YANG DINILAI PENGAMATAN KET
YA TIDAK
A Keterlaksanaan program
1. Program layanan terlaksana sesuai dengan RPL
2. Waktu pelaksanaan sesuai dengan RPL
3. Metode yang digunakan variatif dan menarik
4. Menggunakan media layanan BK
5. RPL minimal terdiri dari Tujuan, Materi Layanan,
Kegiatan, Sumber, Bahan dan Alat, Penilaian
B Perolehan Siswa Pasca Layanan
1. Peserta didik memperoleh pemahaman baru
2. Peserta didik mempunyai perasaan positif
3. Peserta didik berkurang masalahnya
4. Peserta didik terentaskan masalahannya
5. Berkembangnya PTSDL
C Perhatian Peserta Didik
1. Peserta didik antusias mengikuti materi layanan BK
2. Peserta didik aktif bertanya
3. Peserta didik aktif menjawab
4. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan konselor
5. Peserta didik hadir semua
D Kesesuaiaan Program
1. Program disusun sesuai dengan kebutuhan peserta didik
2. Materi layanan sesuaikebutuhan peserta didik
3. Materi layanan sesuai tugas perkembangan peserta
didik
4. Materi layanan mengacu pada sumber yang jelas
5. Program dilaksanakan sesuai waktu yang telah
ditentukan
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2021/2022

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Pribadi
C Topik / Tema Layanan Kepribadian Manusia
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli mampu mengenal tipe-tipe
kepribadian manusia, mengenal kepribadian yang dimiliki
serta dapat tumbuh menjadi pribadi yang matang
F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian
kepribadian
2. Peserta didik/konseli dapat memahami tipe-tipe
kepribadian
3. Peserta didik/konseli dapat memahami kepribadian
yang matang
G Sasaran Layanan Kelas 10
H Materi Layanan 4. Pengertian kepribadian
5. Tipe-tipe kepribadian
6. Kepribadian yang matang
I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit
J Sumber Materi 1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan
dan Konseling untuk SMA-MA kelas 10, Yogyakarta,
Paramitra Publishing
2. Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal
Bimbingan dan Konseling bidang pribadi, Yogyakarta,
Paramitra
3.Hutagalung, Ronal. 2015. Ternyata Berprestasi ItuMudah.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
4. Eliasa Imania Eva, Suwarjo.2011.Permainan (games)
dalam Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta: Paramitra
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point, Kepribadian manusia
M Pelaksanaan
Tahap Uraian Kegiatan
5. Membuka dengan salam dan berdoa
6. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice
1. Tahap Awal / breaking)
Pedahuluan 7. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan
Konseling
8. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik
8. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
9. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan
dengan materi layanan
10. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
2. Tahap Inti 11. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1
kelompok 5- 6 orang
12. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing
kelompok
13. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok
masing-masing
14. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya
kemudian kelompok lain menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup 5. Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan
yang terkait dengan materi layanan
6. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar
dapatmenghadirkan Tuhan dalam hidupnya
7. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan
datang
8. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
M Evaluasi
1. EvaluasiProses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik
menuliskan dikertas yang sudah disiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti
kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari
pertanyaan guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang
penting/tidak penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit
dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak
menarik untuk diikuti

LAMPIRAN-LAMPIRAN
3. Uraian materi
4. Instrumen penilaian

KEPUNG, Juli 2021


Mengetahui
Kepala Sekolah SMA Guru BK

Hj. Ida Arief, SH Depi Moh Umar, S.Pd


Lampiran 1. Uraian Materi

KEPRIBADIAN MANUSIA

1. Pengertian Kepribadian

Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri
individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang
bersangkutan. Lebih detail Allport mendefinisikan kepribadian sebagai suatu organisasi yang
dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara
khas.Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan
raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta
di antara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah
khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki
kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua
orang yang berperilaku sama.

Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem
yaitu Id, Ego dan Superego. Tingkah laku tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi
ketiga sistem kepribadian tersebut.

Faktor-faktor yang membentuk kepribadian

Kepribadian terbentuk karena proses keterlibatan subjek atau individu atas pengaruh-
pengaruh internal dan eksternal yang mencakup factor-faktor genetis atau biologis, pengalaman-
pengalaman sosial, dan perubahan lingkungan. Dengan kata lain corak dan keunikan kepribadian
individu itu dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan dan lingkungan.

Kepribadian terbentuk oleh faktor-faktor :

1. Internal yang lebih menunjuk kepada faktor bawaan


2. Eksternal, meliputi pengaruh lingkungan baik sosial maupun non-sosial

b. Tipe-tipe Kepribadian

Ada beberapa tipe kepribadian menurut Hipocrates :

1. Kepribadian Sanguinis
Tipe kepribadian ini memiliki ciri-ciri ekstrovert, optimis , periang dan penuh semangat,
penuh rasa ingin tahu. Tipe ini memiliki rasa humor yang tinggi, ditambah dengan
antusiasme dan sikap ekspresif mereka selalu menjadi bintang dalam setiap pertemuan.

Tipe ini memiliki kebutuhan mendasar akan pengakuan dan penghargaan.

2. Kepribadian Melankolis
Kepribadian ini memiliki ciri-ciri : introvert, pemikir, pesimis mendalam dan penuh pikiran
yang analitis, serius dan tekun, cenderung jenius, berbakat dan kreatif, tipe ini sangat teliti,
hati-hati dan suka curiga, taat aturan, sangat konsisten dengan perasaan yang halus. Tipe
ini memiliki kebutuhan mendasar berupa jawaban yang bermutu dan didukung data yang
lengkap dan akurat.

3. Kepribadian Koleris
Ciri-ciri kepribadian ini adalah : ekstrovert, keras, tegas, tidak emosional bertindak, tidak
mudah patah semangat, bebas dan mandiri, memancarkan keyakinan dan bisa
menjalankan apa saja, berbakat menjadi pemimpin. Tipe ini sangat dinamis, aktif, dan
membutuhkan perubahan. Tipe ini memiliki kebutuhan mendasar berupa tantangan,
pilihan, dan pengendalian.
4. Kepribadian Phlegmatis
Kepribadian ini memiliki ciri-ciri: introvert, mudah bergaul dan santai, diam tenang, sabar,
pemalu, hidup konsisten, tenang tapi cerdas, simpatik dan rendah hati, menyembunyikan
emosi, bahagia menerima kehidupan, tidak suka konflik dan pertentangan. Mereka sulit
mengatakan “tidak”, sangat sentimental dan suka hal yang sama “status quo”. Tipe ini
memiliki kebutuhan mendasar berupa penghargaan dan penerimaan.

c. Kepribadian Matang

Kematangan kepribadian menggambarkan kedewasaan seseorang. Kematangan pribadi,


ditunjukkan dengan cirri-ciri antara lain :

1. Mampu menerima diri sendiri apa adanya


2. Mampu menerima kekurangan dan kelebihan diri secara positif
3. Memiliki pegangan hidup yang kuat
Agama merupakan pegangan hidup kita, bagi orang yang memiliki kematangan pribadi,
maka ia akan memiliki kehidupan agama yang kuat

4. Mampu menjalin hubungan dengan orang lain dengan rasa aman


Dalam berkehidupan sosial, pribadi yang matang dapat diterima dan menerima orang lain
tanpa hambatan yang berarti. Dia dapat segera menyesuaikan diri tanpa ikut arus.

5. Mempunyai perencanaan masa depan

Mempunyai perencanaan akan masa yang akan datang dalam kehidupannya, tidak berpikiran
sempit.
Lampiran 2. Instrumen Penilaian

INSTRUMEN
PENILAIAN PROSES
(Mengacu Pada Laporan Pelaksanaan)

HASIL
NO PROSES YANG DINILAI PENGAMATAN KET
YA TIDAK
A Keterlaksanaan program
6. Program layanan terlaksana sesuai dengan RPL
7. Waktu pelaksanaan sesuai dengan RPL
8. Metode yang digunakan variatif dan menarik
9. Menggunakan media layanan BK
10. RPL minimal terdiri dari Tujuan, Materi Layanan,
Kegiatan, Sumber, Bahan dan Alat, Penilaian
B Perolehan Siswa Pasca Layanan
6. Peserta didik memperoleh pemahaman baru
7. Peserta didik mempunyai perasaan positif
8. Peserta didik berkurang masalahnya
9. Peserta didik terentaskan masalahannya
10.Berkembangnya PTSDL
C Perhatian Peserta Didik
6. Peserta didik antusias mengikuti materi layanan BK
7. Peserta didik aktif bertanya
8. Peserta didik aktif menjawab
9. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan konselor
10. Peserta didik hadir semua
D Kesesuaiaan Program
6. Program disusun sesuai dengan kebutuhan peserta didik
7. Materi layanan sesuaikebutuhan peserta didik
8. Materi layanan sesuai tugas perkembangan peserta
didik
9. Materi layanan mengacu pada sumber yang jelas
10. Program dilaksanakan sesuai waktu yang telah
ditentukan
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GENAPA TAHUN PELAJARAN 2021/2022

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Pribadi
C Topik / Tema Layanan Kenakalan Remaja dan Cara Menghindarinya
D Fungsi Layanan Pemahama & Pencegahan
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli dapat mengetahui bentuk atau jenis
kenakalan remaja, dampak terhadap pribadi dan lingkungan
serta berusaha untuk menghindarinya
F Tujuan Khusus 4. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian
kenakalan remaja
5. Peserta didik/konseli dapat memahami jenis-jenis
dan sebab kenakalan remaja
6. Peserta didik/konseli dapat memahami akibat yang
ditimbulkan oleh kenakalan remaja
G Sasaran Layanan Kelas 10
H Materi Layanan 7. Pengertian kenakalan remaja

8. Jenis-jenis dan sebab kenakalan remaja

9. Akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja

I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit


J Sumber Materi 1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan
dan Konseling untuk SMA-MA kelas 10, Yogyakarta,
Paramitra Publishing
2. Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal
Bimbingan dan Konseling bidang pribadi, Yogyakarta,
Paramitra
3. Hutagalung, Ronal. 2015. Ternyata Berprestasi
ItuMudah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
4. Eliasa Imania Eva, Suwarjo.2011.Permainan (games)
dalam Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta: Paramitra
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point Kenakalan remaja dan cara
menghindarinya
M Pelaksanaan
Tahap Uraian Kegiatan
9. Membuka dengan salam dan berdoa
10. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice
1. Tahap Awal / breaking)
Pedahuluan 11. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan
dan Konseling
12. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik
15. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
16. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan
dengan materi layanan
17. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
2. Tahap Inti 18. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1
kelompok 5- 6 orang
19. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing
kelompok
20. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok
masing-masing
21. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya
kemudian kelompok lain menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup 9. Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan
yang terkait dengan materi layanan
10. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar
dapatmenghadirkan Tuhan dalam hidupnya
11. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan
datang
12. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan
salam
M Evaluasi
1. EvaluasiProses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik
menuliskan dikertas yang sudah disiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti
kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari
pertanyaan guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang
penting/tidak penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit
dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak
menarik untuk diikuti

LAMPIRAN-LAMPIRAN
5. Uraian materi
6. Instrumen penilaian

KEPUNG, Juli 2021


Mengetahui
Kepala Sekolah SMA Guru BK

Hj. Ida Arief, SH Depi Moh Umar, S.Pd


Lampiran 1. Uraian Materi

KENAKALAN REMAJA DAN CARA MENGHINDARINYA

a. Pengertian Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku
menyimpang.  Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat
penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial
yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat
membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat
mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak melalui 
jalur tersebut berarti telah menyimpang.

Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya perilaku
menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena si pelaku kurang
memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang disengaja,
bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk
perilaku tersebut, adalah mengapa seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa
yang dilakukan melanggar aturan. Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988,26), mengatakan
bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai
dorongan untuk berbuat demikian.

Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk
melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi
kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat
menahan diri dari penyimpangan. Masalah sosial perilaku menyimpang dalam “Kenakalan
Remaja” bisa melalui pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan
individual melalui pAndangan sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan
diidentifikasi sebagai masalah sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial
(sosialisasi).

Silahkan perhatikan definisi kenakalan remaja yang sudah disebutkan di atas tadi. Sekarang…
Kenapa seorang remaja bisa terjun ke dunia “kenakalan remaja” dan bagaimana kita sebagai
remaja bisa menghadapinya? Berikut penjelasannya, tentunya berdasarkan perspektif seorang
remaja. Balik ke definisi awal kenakalan remaja - suatu tindakan menyimpang/tidak dapat
diterima sosial. Pertanyaannya: kenapa remaja melakukan pemberontakan?Ada 3 hal yang
berperan penting dalam hal ini, yaitu: Keluarga, Pergaulan, Remaja itu sendiri
1. Keluarga
Ketika orang tua otoriter, maka yang kita sebut sebagai kenakalan remaja akan muncul
dalam artian ingin memberontak. Sementara kalau orang tua permisif, remaja malah akan
mencari-cari perhatian dengan segala tingkah lakunya yang kemungkinan besar menjurus ke
kenakalan remaja. Bahkan orang tua yang demokratis sekalipun.
2. Pergaulan
Tekanan teman bahkan sahabat, apakah itu yang namanya rasa solidaritas, ingin diterima,
dan sebagai pelarian, benar-benar ampuh untuk mencuatkan kenakalan remaja yaitu perilaku
menyimpang yang dilakukan oleh remaja. Kalau di dalam keluarga, remaja memberontak atau
mencari perhatian yang menjurus ke tindakan kenakalan remaja demi orang tua.
3. Remaja Itu Sendiri
Pada hakikatnya apa yang dilakuin oleh seorang remaja ketika mencoba menarik perhatian
dari orang tua terlebih lagi teman, adalah untuk memuaskan diri remaja itu sendiri. Bukankah
apa pun yang terjadi kalau memang remaja tersebut punya ‘hati yang besar’ menyadari bahwa
dia tidak akan bisa mendapatkan ‘perhatian itu’, pasti dia bisa untuk tidak terperosok ke dalam
jurang kenakalan remaja.

b. Jenis-jenis dan Sebab Kenakalan Remaja

Berikut ini beberpa jenis dan sebab kenakalan remaja, diantaranya :

Jenis-jenis kenakalan remaja

 1. Berkelahi/tawuran
 2. Membolos-game
 3. Merokok-drugs
 4. Pacaran di luar batas
 5. Gank dengan kegiatan negatif
 6. Melakukan tindakan bullyying
7. Perbuatan pelanggaran etika dan sopan santun
8. Pengompasa, pencurian, perampokan dan tindak kriminal
 Lainnya
Sebab Kenakalan Remaja

Perilaku kenakalan remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remajaitu sendiri (internal)
maupun faktor dari luar (eksternal).
Faktor internal:

1. Krisis identitas : Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan
terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam
kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja
gagal mencapai masa integrasi kedua.
2. Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku
yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’.
Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun
tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan
pengetahuannya. Contohnya :
- Penanaman kaidah-kaidah agama yang kurang kuat
- Kurang kuatnya pendirian remaja (labil)
Faktor eksternal:

1. Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau
perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan
yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan
agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya
kenakalan remaja.
2. Teman sebaya yang kurang baik
3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.
4. Pengaruh dampak negatif perkembangan iptek
5. Terbentur oleh keadaan yang memaksa (kondisi ekonomi)
c. Akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja

Berikut dampak atau akibat yang timbulkan oleh kenakalan remaja, antara lain :

1. Bagi diri remaja itu sendiri


Akibat dari kenakalan yang dilakukan oleh remaja akan berdampak bagi dirinya sendiri
dan sangat merugikan baik fisik dan mental, walaupun perbuatan itu dapat memberikan suatu
kenikmatan akan tetapi itu semua hanya kenikmatan sesaat saja. Dampak bagi fisik yaitu
seringnya terserang berbagai penyakit karena gaya hidup yang tidak teratur. Sedangkan
dampak bagi mental yaitu kenakalan remaja tersebut akan mengantarnya kepada mental-
mental yang lembek, berfikir tidak stabil dan kepribadiannya akan terus menyimpang dari segi
moral yang pada akhirnya akan menyalahi aturan etika dan estetika. Dan hal itu kan terus
berlangsung selama remaja tersebut tidak memiliki orang yang membimbing dan
mengarahkan.
2. Bagi keluarga
Anak merupakan penerus keluarga yang nantinya dapat menjadi tulang punggung
keluarga apabila orang tuanya tidak mampu lagi bekerja. Apabila remaja selaku anak dalam
keluarga berkelakuan menyimpang dari ajaran agama, akan berakibat terjadinya ketidak
harmonisan di dalam kekuarga dan putusnya komunikasi antara orang tua dan anak. Tentunya
hal ini sangat tidak baik karena dapat mengakibatkan remaja sering keluar malam dan jarang
pulang serta menghabiskan waktunya bersama teman-temannya untuk bersenang-senang
dengan jalan minum-minuman keras atau mengkonsumsi narkoba. Pada akhirnya keluarga
akan merasa malu dan kecewa atas apa yang telah dilakukan oleh remaja. Padahal
kesemuanya itu dilakukan remaja hanya untuk melampiaskan rasa kekecewaannya terhadap
apa yang terjadi dalam keluarganya.
3. Bagi lingkungan masyarakat
Apabila remaja berbuat kesalahan dalam kehidupan masyarakat, dampaknya akan
buruk bagi dirinya dan keluarga. Masyarakat akan menganggap bahwa remaja itu adalah tipe
orang yang sering membuat keonaran, mabuk-mabukan ataupun mengganggu ketentraman
masyarakat. Mereka dianggap anggota masyarakat yang memiliki moral rusak, dan pandangan
masyarakat tentang sikap remaja tersebut akan jelek. Untuk merubah semuanya menjadi
normal kembali membutuhkan waktu yang lama dan hati yang penuh keikhlasan.

d. Cara-cara mengatasi kenakalan Remaja


 Perlunya kasih sayang , perhatian dan pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang.
 Pemblokiran terhadap media komunikasi internet yg berpengaruh buruk terhadap remaja
 Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin pendidikan agama dan figur yang bisa
dijadikan contoh
 Kemauan orangtua untuk membatasi anaknya keluar rumah dengan membenahi kondisi
keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, nyaman bagi remaja.
 Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik untuk menyalurkan bakat dan
minatnya
 Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman
sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan
Lampiran 2. Instrumen Penilaian

INSTRUMEN
PENILAIAN PROSES
(Mengacu Pada Laporan Pelaksanaan)

HASIL
NO PROSES YANG DINILAI PENGAMATAN KET
YA TIDAK
A Keterlaksanaan program
11. Program layanan terlaksana sesuai dengan RPL
12. Waktu pelaksanaan sesuai dengan RPL
13. Metode yang digunakan variatif dan menarik
14. Menggunakan media layanan BK
15. RPL minimal terdiri dari Tujuan, Materi Layanan,
Kegiatan, Sumber, Bahan dan Alat, Penilaian
B Perolehan Siswa Pasca Layanan
11. Peserta didik memperoleh pemahaman baru
12. Peserta didik mempunyai perasaan positif
13. Peserta didik berkurang masalahnya
14. Peserta didik terentaskan masalahannya
15.Berkembangnya PTSDL
C Perhatian Peserta Didik
11. Peserta didik antusias mengikuti materi layanan BK
12. Peserta didik aktif bertanya
13. Peserta didik aktif menjawab
14. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan
konselor
15. Peserta didik hadir semua
D Kesesuaiaan Program
11. Program disusun sesuai dengan kebutuhan peserta
didik
12. Materi layanan sesuaikebutuhan peserta didik
13. Materi layanan sesuai tugas perkembangan peserta
didik
14. Materi layanan mengacu pada sumber yang jelas
15. Program dilaksanakan sesuai waktu yang telah
ditentukan
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2021/2022

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Pribadi
C Topik / Tema Layanan Pola Hidup Bersih dan Sehat
D Fungsi Layanan Pemahaman & Pencegahan
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya polah
hidup bersih dan sehat serta dapat melakukan kebiasaan
hidup bersih dan sehat sehari-hari yang dapat
mempengaruhi kesehatan
F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian
pola hidup bersih dan sehat
2. Peserta didik/konseli dapat memahami tips dalam
pola hidup bersih dan sehat
3. Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya
kebersihan perorangan dan di dalam rumah
G Sasaran Layanan Kelas 10
H Materi Layanan 10. Pengertian pola hidup bersih dans sehat

11. Tips-tips dalam pola hidup bersih dan sehat

12. Pentingnya kebersihan perorangan dan di dalam


rumah

I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit


J Sumber Materi 1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan
dan Konseling untuk SMA-MA kelas 10, Yogyakarta,
Paramitra Publishing
2. Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal
Bimbingan dan Konseling bidang pribadi, Yogyakarta,
Paramitra
3. Hutagalung, Ronal. 2015. Ternyata Berprestasi
ItuMudah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
4. Eliasa Imania Eva, Suwarjo.2011.Permainan (games)
dalam Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta: Paramitra
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point , Pola hidup bersih dan sehat
M Pelaksanaan
Tahap Uraian Kegiatan
13. Membuka dengan salam dan berdoa
14. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice
1. Tahap Awal / breaking)
Pedahuluan 15. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan
dan Konseling
16. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik
22. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
23. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan
dengan materi layanan
24. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
2. Tahap Inti 25. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1
kelompok 5- 6 orang
26. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing
kelompok
27. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok
masing-masing
28. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya
kemudian kelompok lain menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai.
3. Tahap Penutup 13. Guru BK mengajak peserta didik membuat
kesimpulan yang terkait dengan materi layanan
14. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar
dapatmenghadirkan Tuhan dalam hidupnya
15. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan
datang
16. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan
salam
M Evaluasi
1. EvaluasiProses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik
menuliskan dikertas yang sudah disiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti
kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari
pertanyaan guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang
penting/tidak penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit
dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak
menarik untuk diikuti

LAMPIRAN-LAMPIRAN
7. Uraian materi
8. Instrumen penilaian

KEPUNG, Juli 2021


Mengetahui
Kepala Sekolah SMA Guru BK

Hj. Ida Arief, SH Depi Moh Umar, S.Pd


Lampiran 1. Uraian Materi

KEJUJURAN DAN INTEGRITAS DIRI

a. Pengertian Pola Hidup Bersih dan Sehat.

Pengertian pola hidup sehat adalah upaya setiap orang yang ingin selalu sehat, yaitu dengan
memperhatikan gaya hidup sehat agar tubuh selalu terhindar dari berbagai macam penyakit.
Tidak cukup hanya mengetahuinya, anda juga harus mempraktekkannya. Dengan pola hidup
sehat, tubuh anda akan selalu sehat dan tampak segar serta bugar.

Pada era modern seperti sekarang ini, banyak orang yang tidak menghiraukan kesehatan
tubuhnya. Contohnya mereka yang masih di usia muda, yang semangatnya masih besar dan
beranggapan bahwa tubuhnya masih kuat dan tidak bisa sakit. Padahal kita semua tahu bahwa
penyakit bisa menyerang siapa saja, baik muda maupun tua. Contoh lain orang yang tidak
menghiraukan kesehatannya adalah orang yang sibuk dengan pekerjaannya. Jangankan
melakukan gaya hidup sehat, bahkan waktu untuk makan pun sering kali lupa.

Agar bisa menjalani pola hidup yang sehat, kita harus mempunyai niat yang kuat. Bila
memiliki niat yang kuat, maka yang harus dimiliki lagi adalah rasa kemauan dan kemampuan
yang kuat untuk bisa menjalani pola hidup yang sehat. Berikut ini adalah langkah – langkah pola
hidup sehat :

1. Berolahraga
Olahraga merupakan kegiatan yang mudah untuk dilakukan, tetapi juga ada banyak orang
yang sering mengabaikannya. Padahal olahraga ini merupakan kegiatan yang bisa
menyehatkan tubuh kita. Apabila kita berolahraga secara teratur, maka banyak sekali
manfaat untuk kesehatan tubuh kita seperti daya tahan tubuh meningkat, bisa menguatkan
tulang - tulang, menurunkan lemak tubuh, mengurangi stress, menambah kebugaran tubuh
dam masih banyak lagi.
2. Menjaga pola makan
Menjaga pola makanan yang harus makan tersebut memenuhi standart kesehatan. Untuk
itu kita dianjurkan mengetahui tentang makanan-makanan yang penting untuk kesehatan
tubuh kita. Pada umumnya, banyak orang sering tidak memperhatikan tentang hal ini.
Banyak sekali makan yang bisa membahayakan bagi tubuh kita. Seperti makanan yang
banyak mengandung pengawet, makanan junk food atau makanan cepat saji. Sebaiknya kita
bisa mengatur pola makan kita seperti waktu-waktu yang baik untuk kita makan dan juga
makan menyehatkan.

3. Menciptakan lingkungan yang sehat


Apabila kita ingin menikmati kesehatan yang sesungguhnya maka kita juga harus
memperhatikan lingkungan kita yang harus kita jaga. Lingkungan yang perlu kita jaga adalah,
air, tanah, udara, iklim, tumbuhan dan lain sebagainya. Apabila kita hidup dilingkungan yang
tidak baik seperti berkumpul dengan orang yang perokok, lingkungan yang penuh dengan
sampah, banyak terkena asap mobil dan lain-lain. Dengan lingkungan yang tidak baik, juga
akan bisa memicu kesehatan kita.
4. Istirahat yang cukup

Banyak sekali yang mempunyai aktivitas yang banyak yang terkadang lupa dan tidak
menghiraukan waktu istirahat kita. Bila kita mempunyai pola tidur yang berantakan seperti
tidur yang terlalu larut malam dan harus bangun pagi-pagi untuk bekerja. Padahal apabila
kurang istirahat dapat menyebabkan kurangnya konsentrasi. Sebaiknya apabila istirahat
kerja di siang hari paling tidak kita bisa tidur sejenak selama 20 menit agar pikiran kita bisa
segar kembali. Tetapi kita harus bisa menata pola tidur kita yang baik supaya tidur bisa tepat
waktu dan juga kan menyehatkan tubuh kita.

Sebenarnya pola hidup yang benar tidaklah susah akan tetapi juga tidaklah gampang, karena
setiap mempunyai kondisi tubuh yang berbeda-beda, ada yang bergadang tiap hari, akan tetapi
tidak mempengaruhi kesehatannya, akan tetapi ada yang bergadang hanya 1 hari langsung
mengalami demam atau meriang. Hal ini disebabkan daya tahan seseorang yang berbeda-beda.

Pengertian Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

PHBS sadalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota
keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif
dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.

PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bisa ratusan. Misalnya tentang Gizi: makan beraneka
ragam makanan, minum Tablet Tambah Darah, mengkonsumsi garam beryodium, memberi bayi
dan balita Kapsul Vitamin A Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada
tempatnya, membersihkan lingkungan. Setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanakan
semua perilaku kesehatan.

Apa Manfaat PHBS ?

 Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.


 Anak tumbuh sehat dan cerdas.
 Anggota keluarga giat bekerja.
 Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan
dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

b. Tips dalam Pola Hidup Sehat

Berikut beberap tips dalam pola hidup sehat, diantaranya :

1. Penuhi Konsumsi Protein


Sebagian sumber protein yang amat baik meliputi ikan, kacang-kacangan, serta daging.
tubuh memerlukan protein untuk perkembangan serta ganti beberapa sel yang rusak.
2. Hindari Makanan Yang Mengandung Pengawet
Batasilah memakan makanan yang diolah dengan suhu tinggi, serta lama atau dengan
pengolahan spesifik yang dapat menyebabkan prokarsinogen layaknya makanan yang
diasinkan, diasap, dibakar, dan dipanggang hingga hangus. ada baiknya Anda mengomsumsi
makanan yang sudah direbus.
3. Jauhi Makanan Berlemak
Kurangi terlampau banyak mengomsumsi makanan gorengan, serta makaan yang
memiliki kandungan protein serta lemak yanng culkup tinggi seperti makan jeroan.
4. Makan Buah buahan Fresh
Tahukah anda waktu paling baik makan buah yaitu di antara waktu makan atau sebelum
saat makan ? waktu makan buah setelah makan, daya buah cuma dapat disimpan tubuh
serta tidak dipakai.

5. Kurangi Minuman Memiliki Kandungan Gula


Ada baiknya kurangi minuman yang memiliki kandungan kadar gula yang tinggi, karena
gula dapat mempercepat dampak penuaan, obesitas yang menyebabkan pada penimbunan
lemak di lever. bisa gunakan pemanis alami layaknya gula aren daripada gula pasir.

6. Meminum Banyak Air


Amat dianjurkan untuk konsumsi antara delapan sampi sepuluh gelas air dalam sehari.
hal ini merupakn panduan yang dapat dikerjakan yaitu dengan minum segelas air sebelum
saat makan. terkadang kita tidak betul-betul lapar namun cuma dehidrasi.

7. Mengawali Program Olahraga Dengan Teratur


Bila anda tidak memiliki rutinitas berolahraga awalilah dengan latihan mudah serta
perlahan-lahan beranjak ke type yang lebih berat. pastikan olahraga yang beri kesegaran,
layaknya jalan-jalan saat pagi hari.
8. Jauhi Berat Badan Berlebih atau Kegemukan
Timbanglah berat badan sekali dalam 1 minggu, penelitian menbuktikan bahwa, efek
dari kegemukan sangat beresiko berlangsungnya kanker semakin besar terutama kanker
payudara, rahim, usus besar, lambung, ginjal, dan kandung empedu., khusnya bagi kaum
wanita
9. Istirahat Yang Berkualitas
Tidur saat malam hari sepanjang enam hingga delapan jam dalam sehari amat baik
untuk kesehatan. tubuh dapat bekerja mengobati dirinya sendiri waktu anda tertidur.
disamping itu juga bisa menyingkirkan stress dikarenakan orang yang kurang tidur
kandungan kortisol atau hormon stress dapat lima puluh persen semakin banyak di aliran
darah di banding mereka yang tidur cukup. istirahat yang berkwalitas pada malam hari juga
bisa menambah kekebalan tubuh dari penyakit.
10. Hidup Sehat Dengan Berolahraga
Orang yang rajin berolahraga dapat memiliki daya tahan tubuh yang tambah baik.
disamping itu olahraga juga mempunyai banyak faedah yang lain antaralain membuat lancar
aliran darah ke beberapa sel otak, metabolisme serta pergantian beberapa sel tubuh
berlangsung lebih cepat hingga bikin awet muda, olahraga teratur serta teratur amat pas
melindungi tubuh kita dari tumpukan lemak sumber penyakit, serta menambah rasa yakin
diri.
11. Mempunyai Lingkungan Yang Sehat
Pola hidup dibentuk oleh lingkungan. jika anda pingin menukar pola hidup mesti diawali
dari lingkungan. ubahnya bermakna anda dapat mempunyai banyak rekan untuk
berkomitmen mengaplikasikan hidup sehat.
12. Berpikir Positif Serta Menghindari Diri Dari Stress
Senantiasa berpikir positif dapat bikin anda jadi bahagia serta dengan demikian
kesehatan rohani anda lebih terjaga. berpikirlah positif serta optimis dan selalu bersyukur
pada nikmat yang didapatkan tuhan. serta sambutlah hari esok yang lebih cerah.

c. Kebersihan perorangan dan di dalam Rumah

Setelah kita mengetahui sedikit tentang pengertian pola hidup sehat dan pola hidup
bersih dan sehat, maka sekarang kita berusaha untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan
yang buruk bagi kesehatan. Agar badan tetap sehat dan mempunyai semangat kerja yang
tinggi, marilah kita perhatikan petunjuk dasar untuk kebersihan.

a. Kebersihan perorangan
1) Cucilah selalu tangan Anda dengan sabun setelah Anda bangun tidur, setelah buang
air besar, dan sebelum dan sesudah makan.
2) Teratur mandi. Mandilah setelah bekerja keras dan berkeringat. Sering mandi akan
mencegah infeksi kulit, ketombe, jerawat, rasa gatal. Orang yang sakit, termasuk bayi
harus dimandikan minimal 2 kali sehari.
3) Membiasakan selalu memakai alas kaki. Bila kita tidak memakai alas kaki bisa
terserang cacing tambang yang memasuki tubuh melalui telapak kaki, dan cacing ini
dapat menyebabkan kekurangan darah.
4) Sikatlah gigi Anda sesudah makan dan sebelum tidur dan hindari makanan yang
terlalu manis.
b. Kebersihan di dalam rumah
1) Jangan membiarkan hewan berkeliar di dalam rumah atau di tempat kita bermain.
2) Teratur mandi. Mandilah setelah bekerja keras dan berkeringat. Sering mandi akan
mencegah infeksikulit, ketombe, jerawat, rasa gatal. Orang yang sakit, termasuk bayi
harus dimandikan minimal 2 kali sehari.
3) Membiasakan selalu memakai alas kaki. Bila kita tidak memakai alas kaki bisa
terserang cacing tambang yang memasuki tubuh melalui telapak kaki, dan cacing ini
dapat menyebabkan kekurangan darah.
4) Sikatlah gigi Anda sesudah makan dan sebelum tidur dan hindari makanan yang
terlalu manis.
5) Jangan membiarkan anjing menjilati bagian tubuh kita atau naik ke tempat tidur.
Anjing dapat menyebabkan penyakit rabies.
6) Jika buang air kecil maupun besar, biasakan di tempat yang telah ditentukan seperti
kamar mandi/ WC, jangan buang air kecil maupun besar di sembarang tempat.
7) Buang sampah pada tempat sampah yang telah disediakan, jangan membuang
sampah di sembarang tempat.
8) Jangan meludah di lantai, air ludah dapat menyebabkan bakteri penyakit. Apabila
Anda bersin atau batuk, tutuplah mulut dengan sapu tangan.
9) Cucilah sprei, sarung bantal minimal satu minggu sekali dan jemrulah kasur dan
bantal Anda.
10) Bersihkan dan pellah lantai Anda setiap hari, bersihkan perabot-perabot yang ada di
dalam rumah, dan bersihkan lingkungan di selalu rumah, dan lain-lain.
Dengan makan makanan yang penuh dengan gizi, sesuai dengan kebutuhan, badan kita
akan sehat. Dengan menghindari rokok, minuman keras, sabu-sabu, ganja, dan
perkelahian atau tawuran hidup kita akan tenang, damai, sejahtera, dan badan kita tetap
punya semangat untuk bekerja dan belajar. Dengan menjaga kebersihan diri kita sendiri
dan lingkungan di sekitarnya, kita akan hidup sehat.
Lampiran 2. Instrumen Penilaian

INSTRUMEN
PENILAIAN PROSES
(Mengacu Pada Laporan Pelaksanaan)

HASIL
NO PROSES YANG DINILAI PENGAMATAN KET
YA TIDAK
A Keterlaksanaan program
16. Program layanan terlaksana sesuai dengan RPL
17. Waktu pelaksanaan sesuai dengan RPL
18. Metode yang digunakan variatif dan menarik
19. Menggunakan media layanan BK
20. RPL minimal terdiri dari Tujuan, Materi Layanan,
Kegiatan, Sumber, Bahan dan Alat, Penilaian
B Perolehan Siswa Pasca Layanan
16. Peserta didik memperoleh pemahaman baru
17. Peserta didik mempunyai perasaan positif
18. Peserta didik berkurang masalahnya
19. Peserta didik terentaskan masalahannya
20.Berkembangnya PTSDL
C Perhatian Peserta Didik
16. Peserta didik antusias mengikuti materi layanan BK
17. Peserta didik aktif bertanya
18. Peserta didik aktif menjawab
19. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan
konselor
20. Peserta didik hadir semua
D Kesesuaiaan Program
16. Program disusun sesuai dengan kebutuhan peserta
didik
17. Materi layanan sesuaikebutuhan peserta didik
18. Materi layanan sesuai tugas perkembangan peserta
didik
19. Materi layanan mengacu pada sumber yang jelas
20. Program dilaksanakan sesuai waktu yang telah
ditentukan

Anda mungkin juga menyukai