Anda di halaman 1dari 55

DIALOG 11.

MAJALAH
GLOBAL
3 edisi per tahun dalam berbagai bahasa

Membahas Sosiologi Johanna Sittel


dengan Dasten Julián Walid Ibrahim

Karin Fischer
Kajal Bhardwaj
Camila Gianella
Ketidaksetaraan Global Christina Laskaridis
Luckystar Miyandazi
dan Pandemi E. Venkat Ramnayya
Viha Emandi

Julie Froud
Andreas Novy
Richard Bärnthaler
Peran Baru Bob Jessop
Klaus Dörre
Negara? Walid Ibrahim
Daniel Mullis

Perspektif
Teoretis Arthur Bueno
VOLUME 11 / EDISI 2 / AGUSTUS 2021
https://globaldialogue.isa-sociology.org/

Sosiologi Bertemu Seni Jenni Tischer

Margaret Abraham
COVID-19:

Karina Batthyány
Esteban Torres
Pandemi dan Krisis

Mahmoud Dhaouadi
Alejandro Pelfini

Seksi Terbuka
> Sosiolog dalam Arena Politik-Kewargaan
> Kebungkaman di Sekitar Kekerasan Pasangan
Intim di T&T
DG

> Tentang Kemampuan Memedulikan Dunia


> Manusia sebagai Homo Culturus
> Serangan Teror Norwegia Juli 2011
> Editorial

D
alam Dialog Global edisi ini, seksi ‘Memba- oleh institusi-institusi demokratis. Berkaca pada perubah-
has Sosiologi’ membicarakan perkembangan an peran negara dalam menghadapi pandemi, para pe-
terkini di Cile. Dalam wawancara yang dila- nulis membahas seberapa jauh hal ini dapat mempenga-
kukan oleh Johanna Sittel dan Walid Ibrahim, ruhi hubungan ekonomi dan politik dalam jangka panjang,
Dasten Julián, seorang peneliti paling terkemuka yang be- arahnya pada kecenderungan untuk menjadi otoriter atau
kerja dengan interseksi bidang-bidang sosiologi dan seja- demokratis, dan untuk sejauh mana sosiologi ditantang
rah merefleksikan perkembangan-perkembangan politik, oleh intervensionisme negara baru.
protes sosial dan pekerjaan yang rentan di negaranya, dan
tentang hubungan antara ilmu sosial dan masyarakat. Pada seksi teori, Arthur Bueno merekonstruksi era neo-
liberal pada beberapa dekade terakhir yang menyebabkan
Selama satu setengah tahun terakhir pandemi COVID-19 krisis ekonomi dan sosial maupun krisis subjektivitas. De-
telah menyebabkan perubahan-perubahan mendasar dalam ngan berfokus pada isu depresi, ia membahas peralihan
kehidupan sehari-hari serta krisis-krisis ekonomi, sosial dan dari kewirausahaan-diri menjadi kelelahan, dan dari realisa-
politik baru. Sejak awal pecahnya bencana tersebut, Dialog si diri menjadi keterasingan, serta pengaruh gerakan-gerak-
Global telah berupaya untuk memberikan wawasan tentang an protes dan politik otoriter, dan perspektif masa depan.
perkembangan-perkembangan tersebut di seluruh dunia.
Untuk edisi kali ini, Karin Fischer telah menyelenggarakan Seniman Jenni Tischer berkontribusi pada debat publik
suatu simposium yang secara sistematis merefleksikan tentang pekerjaan yang esensial di masa pandemi dengan
pandemi dan ketimpangan global melalui kontribusi-kon- menjelaskan dua dari karya kolase-kolasenya yang bertu-
tribusi dari India, Peru, Inggris, dan Afrika Selatan. Meski- juan untuk membuat pekerjaan yang tidak tampak menja-
pun pandemi mempengaruhi penduduk dunia, “kita tidak di dapat lebih terlihat.
semuanya berada di dalam perahu yang sama.” Perkem-
bangan, marketisasi, dan (kurangnya) ketersediaan vaksin, Seksi tentang COVID-19 menguraikan beberapa tantang-
serta dampak-dampak pandemi dalam hal kesehatan atau an bagi sosiologi, dengan Margaret Abraham menganalisis
pendidikan memperlihatkan dan meningkatkan ketimpang- bagaimana pandemi berjalan seiring dengan meningkatnya
an global di antara negara-negara miskin dan kaya, Selatan kekerasan dalam rumah tangga, Karina Batthyány dan Es- 2
Global dan Utara Global, kelompok-kelompok rentan yang teban Torres mengangkat topik ketidaksetaraan sosial, dan
sudah menderita krisis ekologi atau ekonomi dan kelom- Mahmoud Dhaouadi membahas meningkatnya pengaruh
pok-kelompok yang mampu melindungi diri mereka sendiri. ujaran kebencian, sedangkan Alejandro Pelfini fokus pada
proses pembelajaran masyarakat.
Simposium kedua kami membahas perubahan luar bi-
asa yang terjadi dalam hubungan antara ekonomi dan Yang terakhir tapi tidak kalah penting, 'Seksi Terbuka' me-
negara. Para cendekiawan yang mempromosikan konsep nawarkan refleksi-refleksi teoretis, khususnya mengenai
Ekonomi Fundamental mengkritik liberalisasi ekonomi pergulatan konsepsi tentang kemanusiaan, serta diskusi
yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir, mengana- tentang peristiwa-peristiwa terkini dan perkembangan-per-
lisis batas-batas gagasan dominan tentang pertumbuhan, kembangan kontemporer di berbagai negara mengenai ke-
dan menuntut adanya cara-cara baru penyediaan [pela- kerasan di satu sisi dan kepedulian di sisi lain.
yanan] di bidang perawatan kesehatan, pendidikan, pa-
ngan, transfer publik, dll. yang dikombinasikan dengan Brigitte Aulenbacher dan Klaus Dörre,
infrastruktur-infrastruktur yang dibentuk dan dikendalikan editor Dialog Global

> Dialog Global dapat dijumpai dalam berbagai Bahasa ISA website.
> Naskah harap dikirim kepada globaldialogue.isa@gmail.com.

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


> Dewan Redaksi
Editor: Brigitte Aulenbacher, Klaus Dörre.
Asisten Editor: Johanna Grubner, Walid Ibrahim.
Rekan Editor: Aparna Sundar.
Editor Pelaksana: Lola Busuttil, August Bagà.
Konsultan: Michael Burawoy.
Konsultan Media: Juan Lejárraga.
Dalam wawancara dengan Dasten Julián, kami membahas protes massa
Editor Konsultasi: baru-baru ini di Cile, proses selanjutnya dari penyusunan konstitusi yang baru,
Sari Hanafi, Geoffrey Pleyers, Filomin Gutierrez, Eloísa dan peran apa yang dapat dimainkan sosiolog yang terlibat di sini dalam
Martín, Sawako Shirahase, Izabela Barlinska, Tova Benski, menghadapi kerentanan yang telah berakar.
Chih-Jou Jay Chen, Jan Fritz, Koichi Hasegawa, Hiroshi
Ishida, Grace Khunou, Allison Loconto, Susan McDaniel,
Elina Oinas, Laura Oso Casas, Bandana Purkayastha,
Rhoda Reddock, Mounir Saidani, Ayse Saktanber, Celi
Scalon, Nazanin Shahrokni.
Editor Wilayah
Dunia Arab: (Tunisia) Mounir Saidani, Fatima Radhouani,
Habib Haj Salem; (Aljazair) Souraya Mouloudji Garroudji;
(Maroko) Abdelhadi Al Halhouli, Saida Zine; (Lebanon)
Sari Hanafi.
Argentina: Magdalena Lemus, Juan Parcio, Martín
Urtasun.
Bangladesh: Habibul Khondker, Khairul Chowdhury, Abdur
Pandemi COVID-19 telah mengungkapkan dan meningkatkan ketidaksetaraan
Rashid, Ashis Kumer Banik, A.B.M. Najmus Sakib, Bijoy
Krishna Banik, Eashrat Jahan Eyemoon, Ekramul Kabir
kekayaan dan penghasilan, gender dan ras yang ada—dalam batas-batas
Rana, Helal Uddin, Juwel Rana, M. Omar Faruque, nasional, dan lebih khusus lagi pada skala global. Perkembangan, marketisasi,
Masudur Rahman, Md. Shahin Aktar, Mohammad Jasim dan (ketiadaan) ketersediaan vaksin, dan dampak pandemi dalam arti kesehatan
Uddin, Mohammed Jahirul Islam, Ruma Parvin, Sabina atau pendidikan memperlihatkan dan meningkatkan ketidaksetaraan global
Sharmin, Saleh Al Mamun, Sarker Sohel Rana, Sebak antara negara-negara miskin dan kaya, Selatan Global dan Utara Global, 3
Kumar Saha, Shahidul Islam, Shamsul Arefin, Sharmin kelompok-kelompok rentan yang sudah menderita krisis ekologi dan ekonomi
Akter Shapla, Syka Parvin, Yasmin Sultana. serta kelompok-kelompok yang mampu melindungi diri mereka sendiri.
Brasil: Gustavo Taniguti, Angelo Martins Junior, Andreza
Galli, Dmitri Cerboncini Fernandes, Gustavo Dias, José
Guirado Neto, Jéssica Mazzini Mendes.
Prancis/Spanyol: Lola Busuttil.
India: Rashmi Jain, Nidhi Bansal, Manish Yadav, Sandeep
Meel.
Indonesia: Kamanto Sunarto, Hari Nugroho, Lucia Ratih
Kusumadewi, Fina Itriyati, Indera Ratna Irawati Pattinasarany,
Benedictus Hari Juliawan, Mohamad Shohibuddin,
Dominggus Elcid Li, Antonius Ario Seto Hardjana,
Diana Teresa Pakasi, Nurul Aini, Geger Riyanto,
Aditya Pradana Setiadi.
Iran: Reyhaneh Javadi, Niayesh Dolati, Abbas Shahrabi, Simposium ini membahas pertanyaan-pertanyaan mengenai hubungan antara
Sayyed Muhamad Mutallebi. negara dan ekonomi. Para penyaji membahas bagaimana respons masing-
masing negara terhadap pandemi akan berpengaruh pula pada bentuk-bentuk
Kazakhstan: Aigul Zabirova, Bayan Smagambet,
Adil Rodionov, Almash Tlespayeva, Kuanysh Tel, Almagul
pemerintahan di masa depan dan bagaimana bentuk-bentuk intervensionisme
Mussina, Aknur Imankul, Madiyar Aldiyarov. negara yang telah nampak dapat dipahami. Apakah ada bentuk baru
intervensionisme negara yang sedang berkembang, dan bila demikian halnya,
Polandia: Justyna Kościńska, Jonathan Scovil, Sara
apakah bentuk tersebut nantinya akan akan berciri otoriter atau demokratis?
Herczyńska, Weronika Peek, Aleksandra Wagner, Aleksandra
Biernacka, Jakub Barszczewski, Adam Müller, Zofia Penza-
Gabler, Iwona Bojadżijewa.
Romania: Raluca Popescu, Raisa-Gabriela Zamfirescu, Iulian
Gabor, Monica Georgescu, Ioana Ianuș, Bianca Mihăilă.

DG
Rusia: Elena Zdravomyslova, Anastasia Daur.
Taiwan: Wan-Ju Lee, Tao-Yung Lu, Tsung-Jen Hung,
Yu-Chia Chen, Yu-Wen Liao, Po-Shung Hong, Kerk Zhi Hao,
Yi-Shuo Huang
Turki: Gül Çorbacıoğlu, Irmak Evren.
Global Dialogue dapat
terselenggara berkat
dana hibah dari SAGE
Publications.

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


> Dalam Edisi Ini
Editorial 2
> PERSPEKTIF TEORETIS
Setelah Depresi: Subjek Pasca-Neoliberal
> MEMBAHAS SOSIOLOGI oleh Arthur Bueno, Jerman 32

Sosiologi di Masa Krisis:


Wawancara dengan Dasten Julián
> SOSIOLOGI BERTEMU SENI
oleh Johanna Sittel dan Walid Ibrahim, Jerman 5
Representasi Visual Karya Tak Kasatmata
oleh Jenni Tischer, Austria 35
> KETIDAKSETARAAN GLOBAL
DAN PANDEMI
> COVID-19: PANDEMI DAN KRISIS
COVID-19 dan Ketidaksetaraan Global
9 Kekerasan Domestik selama Pandemi Global
oleh Karin Fischer, Austria
oleh Margaret Abraham, AS 37
Dahulukan Rakyat ketimbang Laba: Seruan dalam
Krisis COVID-19: Sosiologi Baru dan Feminisme
penanggulangan COVID-19
11 oleh Karina Batthyány, Uruguay dan
oleh Kajal Bhardwaj, India
Esteban Torres, Argentina 40
Vaksin COVID-19: Mengungkap Ketidaksetaraan Global
14 Dampak Global Menakutkan dari COVID-19
oleh Camila Gianella, Peru
oleh Mahmoud Dhaouadi, Tunisia 42
Melanggengkan Kesenjangan Antara Kreditur dan Debitur
oleh Christina Laskaridis, Inggris 16 Skenario Pascapandemi, dari Adaptasi ke
Pembelajaran Kolektif
Tantangan Mengurangi Kemiskinan dan Ketidaksetaraan oleh Alejandro Pelfini, Argentina 44
di Afrika
oleh Luckystar Miyandazi, Afrika Selatan 18
Bencana Kembar di India–Agenda yang Belum Selesai > SEKSI TERBUKA
oleh E. Venkat Ramnayya dan Viha Emandi, India 20 Sosiolog dalam Arena Politis-Kewargaan 4
oleh Fredy Aldo Macedo Huamán, Meksiko 46

> PERAN BARU NEGARA? Kebungkaman di sekitar Kekerasan Pasangan Intim


di Trinidad dan Tobago
Ekonomi Fundamental Sebagai Kunci Pembaruan Sosial
oleh Amanda Chin Pang, Trinidad dan Tobago 48
oleh Julie Froud, Inggris 22
Tentang Kemampuan Memedulikan Dunia
Ekonomi dan Negara yang Sesuai untuk Masa Depan
oleh Francesco Laruffa, Swiss 50
oleh Andreas Novy dan Richard Bärnthaler, Austria 24
Manusia sebagai Homo Culturus
COVID-19: Artikulasi Baru Negara dan Ekonomi
oleh Mahmoud Dhaouadi, Tunisia 52
oleh Bob Jessop, Inggris 26
Serangan Teror Norwegia, 22 Juli 2011
Leviathan Muncul Kembali! Negara Korona dan Sosiologi
oleh Pål Halvorsen, Norwegia 54
oleh Klaus Dörre dan Walid Ibrahim, Jerman 28
COVID-19: Membuat Tempat Tidak Aman di Jerman
oleh Daniel Mullis, Jerman 30

“Dalam banyak kasus ekonomi tumbuh melalui penderitaan


manusia dan bencana lingkungan”
Francesco Laruffa

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


> Sosiologi di
Masa Krisis
Wawancara dengan Dasten Julián

Dasten Julián.

Dr. Dasten Julián adalah akademisi dan


peneliti di Institut Sejarah dan Ilmu-ilmu
Sosial, Universitas Austral Cile. Ia sekarang
bekerja sebagai peneliti utama proyek “Ke-
rentanan kerja di zona-makro selatan Cile:
Persinggungan, wilayah dan perlawanan
di Maule, ñuble, Biobío dan La Arucanía”
(2020-2023) yang didanai oleh Badan Pene-
litian dan Pembangunan Nasional Cile. Ia 5
juga merupakan peneliti rekanan di Institut
Masyarakat, Kerja dan Politik di Universi-
tas Witwatersrand, Johannesburg (Afrika
Selatan). Dasten Julián lulus dari Universi-
tas-Friedrich-Schiller di Jena, Jerman dan
menekuni topik seperti: kerentanan kerja
dan hidup, strategi dan organisasi serikat,
ekstrativisme, sosiologi publik maupun ker-
Bagaimana gelombang unjuk rasa sosial 2019 terjadi
ja di Selatan Global secara umum. Peneliti-
di Cile? Gelombang unjuk rasa tersebut dipantik oleh
kenaikan tarif transportasi publik. Apakah itu hanya annya dilakukan dengan berkolaborasi seca-
hal kecil yang memicu peristiwa besar, atau adakah ra intens bersama masyarakat sipil, serikat
sesuatu yang lain di samping itu, karena situasi la- buruh dan organisasi nonpemerintah.
yanan publik serta konflik memberikan banyak indi-
kasi tentang keadaan suatu masyarakat? Di sini Dr. Julián diwawancara oleh Johan-
na Sittel dan Walid Ibrahim, peneliti re-
Gelombang unjuk rasa sosial ini memiliki asal-muasal kanan di Departemen Sosiologi Industri dan
sejarah dari Konstitusi yang dipaksakan oleh kedikta- Ekonomi Universitas-Friedrich-Schiller di
toran sipil-militer Augusto Pinochet (1973-1990), lewat
Jena, Jerman.
penghilangan secara sistematis kekuatan-kekuatan de-
mokrasi dan plebisit yang curang pada 1980. Di level
Amerika Latin, Cile adalah satu-satunya negara yang
mempertahankan konstitusi yang dirumuskan pada masa
kediktatoran militer. Daya tahannya memiliki serangkai- Hal ini merupakan bagian dari konsensus politik di an-
an ekspresi, tak lepas dari fakta bahwa ia mempersiap- tara dua koalisi yang memerintah Cile sejak 1990, yang
kan jalan untuk kemunculan kebijakan neoliberal secara mempertahankan keutamaan rezim neoliberal di dua
brutal dan total. Dalam hal ini, sepanjang lima dekade sisi: kepercayaan terhadap pasar sebagai entitas yang
masyarakat Cile sudah direntankan dan dirampas secara mengalokasikan kesejahteraan dan integrasi sosial, dan
intens, melalui proses komodifikasi yang tidak terkira dan Konstitusi Pinochet sebagai halangan untuk demokrati-
tanpa preseden. sasi dari sistem politik. Kurun ini (1990-2019) disebut
>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
sebagai “transisi demokratis,” yang mengisyaratkan pro- Pada saat ini, proses penyusunan konstitusi sedang berada
ses demokratisasi berangsur-angsur untuk memulihkan di momen kunci, mengingat proses pemilihan mereka yang
basis-basis koeksistensi dan organisasi demokratis dari akan menjadi bagian dari perhimpunan konstituen akan di-
masyarakat. Sayangnya, sistem dan aktor politik institu- helat pada 11 April1. Penetapan komposisinya melibatkan
sional menyumbat jalur partisipasi dan pengambil kepu- serangkaian diskusi terkait kesetaraan gender dan partisipasi
tusan aktif oleh mayoritas selagi model ekonomi menca- dari masyarakat adat, yang tak akan serta-merta ditetapkan
pai tingkat pertumbuhan yang tinggi. lewat pemilihan umum melainkan dengan intervensi pe-
merintah dan lobi politik. Hal ini membutuhkan kesigapan
Sebuah proses sistematis di mana sistem politik tidak konstan dari proses pengambilan keputusan kongresional.
dipercaya dan terkikis legitimasinya berangsur-angsur Kesigapan kolektif ini memperlihatkan pengambilalihan insti-
tumbuh dengan penjarakan yang melebar dari warga. tusional lewat mana proses tersebut diambil, dan bahwa mo-
Proses kolusi ekonomi, kasus pembiayaan kampanye men konstituen telah memperoleh pemaknaan politik yang
yang tidak wajar, impunitas di pengadilan dari pengusaha baru: revitalisasi dari sistem kepartaian.
dsb. adalah beberapa di antara gejala masyarakat yang
terperangkap oleh jejaring kekuasaan yang diletakkan Kendati perlawanan bersangkutan memiliki nuansa
pada masa kediktatoran. Slogan “bangunlah Cile” mem- anti-partai, difokuskan pada aksi massa, dan kritis terha-
perlihatkan momen pengungkapan dan pemberontakan, dap sistem politik, pada akhirnya organ negaralah yang
momen kesadaran, identifikasi, dan kekuatan, seiring menyalurkan dan membentuk proses konstituen. Kekuat-
“pernyataan perang” oleh pemerintah, pelanggaran hak- an independen dan para kandidatnya harus menghadapi
hak asasi (8.827 laporan resmi di pengadilan) serta pe- serangkaian kesulitan dan ketidakadilan dibandingkan de-
menjaraan para pengunjuk rasa (ada setidaknya 27.432 ngan para kandidat yang merupakan anggota dari partai
yang menjadi korban) menggabungkan suasana otoriter, politik, sebagaimana misalnya tercermin dalam halangan
konservatif, dan militer yang masih bertahan di tatanan untuk mendaftarkan kandidat, pembiayaan, dan keikutser-
politik formal. taan di media. Hal ini telah menghalangi pengorganisasian
dari kekuatan independen, yang sejak awal sudah tersebar
Unjuk rasa di Cile juga merupakan gabungan dari sub- dan terpecah belah.
yektivitas dan daerah asal yang sangat majemuk. Anak-
anak muda, perempuan, lanjut usia, masyarakat adat, Pandemi telah membatasi debat dan ruang pertemuan
migran, dll. mengembangkan repertoar-repertoar aliansi untuk diskusi dan elaborasi proposal-proposal. Ilmu-ilmu 6
yang spontan dan terkoordinasi. Masa kini dan masa lalu sosial sudah mempromosikan serangkaian refleksi dengan
melebur lewat perjumpaan memori politik antargenerasi perspektif yang kritis dan reflektif dari proses ini, dengan
di ruang privat dan publik, yang politis telah mengeje- sikap mengutuk dan kesadaran kolektif terhadap pelang-
wantahkan dirinya di ranah estetis, lewat kreativitas artis- garan hak asasi manusia dsb., mengambil peran publik,
tik, lewat musik, di jalanan, pedesaan sebagaimana juga meninggalkan habitus akademik dan membuka diri terha-
pertemuan, percakapan, dan pendudukan ruang virtual, dap tantangan yang dihadapi. Namun, kebanyakan dari
dsb. Sebagai sebuah masyarakat, kami telah mengalami intervensi ini terbatas pada ruang virtual atau media tradi-
perjumpaan mendalam kembali secara kultural, politis, sional berupa buku, artikel ilmiah dsb., yang telah meng-
dan simbolik, yang bertaut dengan “harga diri” sebagai halangi dampak serta ruang lingkup persebarannya. Akan
tujuan, sebagai sebuah tradisi. Karenanya, apa yang ter- tetapi, intervensi-intervensi tersebut telah menanamkan
ungkap dari perjumpaan ini adalah elemen orisinal dan perasaan publik terkait hubungan di antara keterlibatan,
mendasar dari masyarakat Cile, kontrak sosialnya, da- ilmu(-ilmu), serta pengetahuan.
sar-dasarnya, Konstitusinya.
Bagian apa dari kerja ilmiah sosial Anda yang mema-
Bagaimana proses elaborasi dari Konstitusi nampak inkan peran istimewa dalam pertikaian politik yang
terlihat pada saat ini? Adakah aktor yang menonjol belakangan menandai Cile? Adakah area relevan
di sana? Apakah ilmu-ilmu sosial memainkan peran atau persoalan dalam menggabungkan ilmu sosial
ataukah kepakaran legal yang mendominasi? yang terlibat dan kerja politik?

Sebuah Plebisit Nasional digelar pada 26 April 2020, seta- Kerja ilmiah saya menekankan pada penelitian tentang
hun silam. Lebih dari tujuh juta orang berpartisipasi. Lebih kerentanan kerja dan hidup. Saya telah mendedikasikan
dari 78% pemilih, yakni sekitar 5,8 juta orang, meratifikasi diri dalam menganalisis watak dari bekerja dan hidup di
perlunya Konstitusi baru maupun perlunya ia dirumuskan masyarakat Cile dan mempertimbangkan elemen kebu-
oleh orang-orang yang dipilih sebagai anggota suatu De- dayaan, subyektif, ekonomi, serta teritorial yang hadir
wan (Konvensi Konstituen), tanpa partisipasi dari anggota
dalam persinggungan kekuasaan. Tujuan saya adalah
Kongres. Sekitar 50% dari pemilih terdaftar memberikan
mendirikan platform lokal-teritorial dengan organisasi so-
suara dalam proses tersebut, menorehkan tingkat partisi-
pasi yang bersejarah lantaran kesukarelaan mereka dalam sial, lingkungan, dan serikat buruh, memobilisasi konek-
mengikutinya. si dengan jaringan penelitian global, serta memperkuat

>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
persatuan dari komunitas ilmu sosial nasional dalam ka- annya. Namun saya percaya bahwa pertanyaan utamanya
jian-kajian perburuhan. bukanlah bagaimana hasilnya dipersepsikan, melainkan
adakah kerja untuk membangun jalur, jaringan, melalui
Lantaran saya telah menelusuri proses kerentanan sosi- mana pengetahuan dipertukarkan, didialogkan, dibagi-
al dan dunia kerja, saya dapat melihat bagaimana kerja, kan, dan diciptakan ulang. Terdapat komunikasi konstan
pekerjaan, dan pengangguran diidentifikasi sebagai situs dengan organisasi, asosiasi, serikat buruh, dsb. Kami ber-
yang penting bagi kondisi hidup orang-orang. Kualitas dari usaha untuk memobilisasi agenda penelitian kami dalam
pekerjaan, gaji, otomasi, pendapatan, penggunaan plat- kaitan dengan persoalan yang kami tangkap dari kenya-
form serta kelemahan dari sistem hak sosial telah sangat taan, didasarkan pada diagnosis yang berasal dari ruang
menekan kehidupan orang-orang. Perasaan berhutang, dialog ini. Kami menyasar pendekatan yang harmonis ter-
pencarian kerja informal, atau lebih dari satu pekerjaan, hadap tantangan keilmuan global serta persoalan publik
merupakan bagian dari ketegangan antara harga diri dan di kawasan.
kerentanan hidup. Banyak dari antara persoalan ini meru-
pakan sebagian dari hal pokok yang hadir dalam pertikaian Beginilah proses bagaimana “Grupo de Estudios del Tra-
politik dan sosial di Cile, dan juga memperlihatkan keren- bajo desde el Sur” (GETSUR) muncul. GETSUR merupa-
tanan dari anak-anak muda, perempuan, migran, lanjut kan platform lokal-teritorial, yang mengandalkan jaringan
usia dsb. penelitian global serta berusaha untuk memperkuat ikat-
an organisasi sosial serta serikat buruh. Kami mempro-
Apakah ilmu sosial perlu mengambil tanggung jawab, mosikan sinergi dan simbiosis dengan kebutuhan organi-
khususnya ketika konflik mengemuka atau apakah sasi serikat buruh, yang bagi merekalah kami membuka
ilmu pengetahuan bekerja dalam kerangka waktu perguruan tinggi, baik dalam hal infrastruktur dan logistik,
yang berbeda, mungkin dalam jangka yang lebih pan- maupun dalam hal kapasitas pengetahuan dan penelitian
jang? untuk menghadapi persoalan tertentu dalam pelatihan, in-
formasi, dan/atau refleksi.
Terdapat beberapa orang dan kelompok kerja yang berusa-
ha memperkuat jembatan antara ilmu sosial dan masyara- Perlawanan Oktober merupakan momen yang sangat ber-
kat, berusaha untuk mengasatmatakan dan mempertegas arti bagi ilmu-ilmu sosial. Sebagai ilmuwan kami menyak-
pentingnya pengetahuan ilmiah dalam pengambilan kepu- sikan kebangkitan kami sendiri, dan kemungkinan untuk
tusan, tindakan, serta deliberasi demokratis. Kesenjangan hadir dan menjadi aktor dalam kebangkitan ini juga me- 7
di antara dunia penelitian, ranah publik, dan, terutama, rupakan hal yang menyegarkan dan menghidupkan. Saya
aktivitas gerakan sosial ini, merupakan hal yang perlu di- percaya bahwa konsep rentan dan kerentanan menawar-
atasi. Faktanya, banyak gerakan seperti gerakan feminis, kan satu dari antara berbagai kemungkinan yang memper-
lingkungan, dan lainnya sudah memberikan contoh dan kenankan kami berjalan dalam koridor ini.
menginspirasi kita tentang bagaimana artikulasi ini di-
mungkinkan. Topik penelitian Anda adalah kerentanan, ketidak-
pastian pasar tenaga kerja, dan bagaimana kedua-
Pada gilirannya, tanggung jawab ilmu-ilmu sosial justru nya berkontribusi terhadap reproduksi masyarakat.
menjadi semakin terang pada momen krisis. Konflik acap Namun, Anda juga berpartisipasi dalam proyek yang
merupakan gejala dari krisis dan pada saat yang sama melibatkan lingkungan dan institusi pemerintahan
tanda-tanda perubahan. Proses ini kerap merupakan situs Temuco dalam model daur ulang. Dapatkah Anda ce-
referensi dalam ilmu-ilmu sosial. Secara pribadi, praktik ritakan sedikit kepada kami tentang pengalaman pe-
sosiologi saya adalah respons yang mendesak. Demikian- nelitian ini serta mengidentifikasi persoalan khusus
lah perang yang dilancarkan kepada masyarakat, pemus- dan tantangan dari penelitian sosiologis sejenis ini?
nahan dan perentanan, sehingga saya harus bertindak
dalam situasi saat ini juga, yang merupakan bagian dari Tentu saja. Pengalaman-pengalaman ini muncul mengikuti
kemungkinan temporalitas yang rentan, rawan, serta tidak jejak yang saya temukan seiring perjalanan, dan yang, di
pasti. Hal ini memiliki kontradiksi serta ekses negatifnya, antara rasa penasaran, pedagogi serta kepekaan, mendo-
karena ia menghalangi gagasan mengenai masa depan rong saya untuk berkolaborasi dengan aktor lain di ruang
lokal. Di antara pengalaman daur ulang, saya berkolabo-
(yang dapat mengerubungi keringnya utopia), tapi pada
rasi dengan organisasi nonpemerintah Cile bernama Red
saat yang sama ia mengajarkan cara baru, lebih praktis
de Acción por los Derechos Ambientales (RADA), yang
serta aktif untuk menempa utopia dalam pengetahuan. merupakan organisasi yang berkolaborasi dengan berba-
gai gerakan sosial, komunitas Mapuche, serta organisasi
Apakah hasil penelitian Anda terpapar ke publik dan kewilayahan di kawasan La Arucanía dan Wallmapu. Me-
di luar ranah keilmuan, dan apakah aktor politik ter- reka memiliki strategi dan rencana “Nol Sampah” untuk
tarik dengan hasil penelitian ilmu sosial? manajemen serta pengendalian sampah di Kota Temuco,
di mana mereka berhasil menawarkan proyek perlindung-
Pengalaman saya memperlihatkan bahwa inilah kenyata- an lingkungan pada 2017 untuk didanai.

>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
Kami memulai pengalaman ini mengikuti penutupan pada tanan penduduk Mapuche yang bekerja di sektor ini dan
Desember 2016 dari tempat pembuangan sampah kota menghadapi rasisme lingkungan di tempat pembuangan
yang sudah beroperasi sejak 1992. Tempat pembuangan sampah. Kedua tipe kerentanan ini bersangkut paut de-
sampah tersebut telah runtuh dan mencemari air tanah di ngan cara memahami pembangunan, masyarakat, kerja,
seputar kawasan. Tempat pembuangan sampah ini berada alam, dan kehidupan. Mereka hadir dalam sebuah konflik:
di tengah-tengah 22 komunitas Mapuche di bagian barat tempat pembuangan sampah, pembangunannya, operasi-
kota. Konsekuensinya bagi kesehatan orang-orang yang nya, serta penutupannya.
hidup di sekitarnya sudah dikonfirmasi oleh beberapa in-
vestigasi, dan pemerintah mengalokasikan dana ke sektor Sampah-sampahnya, sebagai produk dari suatu masya-
publik dan infrastruktur sebagai solusi untuk mengalihkan rakat yang terpusat pada konsumsi dan sebagai mate-
kesalahan atas konsekuensi dari bencana lingkungan ini. rialitas dari ketidaksinambungan ekologis, memperlihat-
Pencemaran ini mempengaruhi ekonomi setempat, kon- kan kepada kita bagaimana kerentanan berlipatganda
disi kehidupan serta lingkungan. Namun, dalam kerenta- di sekitarnya. Pekerja yang hidup dari sampah. Orang-
nan ini banyak orang yang melihat tempat pembuangan orang siap makan atau mencari makan dari sampah. Ke-
sampah bersangkutan sebagai kesempatan untuk mencari miskinan ekstrem dan pengabaian sosial. Inilah meng-
nafkah dengan mendaur ulang dan menjual sampah. apa sebelum penutupan tempat pembuangan sampah,
informalitas pekerjaan yang sejak lama ada dalam akti-
Inilah awal mula bagaimana pada 2016 kami mengga- vitas daur ulang menjadi zona baru penyingkiran sosial,
lang pendaur ulang informal, pemulung sampah di tem- di mana semakin sulit untuk mengembangkan strategi
pat pembuangan sampah ini. Sebelum penutupan tempat bertahan hidup dan mencari nafkah. Pembentukan seri-
pembuangan sampah ini, saya berkolaborasi dalam pem- kat buruh bukanlah jaminan kekuatan politik karena ke-
bentukan serikat pendaur ulang bersama dengan RADA. rangka institusional menyebabkan kerawanan organisasi
Serikat ini memiliki 62 anggota. Beberapa merupakan pekerja, namun pada saat yang sama memungkinkan
orang-orang Mapuche dari sektor bersangkutan, yang la- kita untuk membayangkan tokoh asosiatif untuk meru-
innya merupakan orang-orang dari distrik miskin Temuco. muskan jalan keluar.
Kebanyakan dari mereka melihatnya sebagai pekerjaan
keluarga. Dalam tugas ini saya didampingi oleh seorang Serangkaian krisis mengancam eksistensi manusia dan
mahasiswa sosiologi yang melakukan penelitian tentang karenanya penggandaan, bukan hanya risiko, melainkan
proses penutupan dan pengembangan alternatif ekonomi juga kerentanan dari kehidupan. Saya percaya bahwa 8
dari daur ulang. Ketika kami dihadapkan dengan proposal pertikaian politik saat ini telah menghadapkan kita kepa-
serikat untuk mencari dan membentuk ruang ekonomi un- da kemawasan politik, khususnya gerakan pengetahuan
tuk bertahan hidup, kami memikirkan proposal perlindung- feminis, ekologis dan dekolonial, yang mengundang kita
an lingkungan dengan cara yang ekologis. untuk memikirkan ulang rasa kemendesakan, krisis, dan
komitmen di hadapan kapitalisme yang tamak, rakus, dan
Dalam pandangan Anda, bagaimana kedua area pe- perang.
nelitian tersebut–kerentanan dan inisiatif lingkungan
lokal–bertautan satu sama lain? Seluruh korespondensi ditujukan kepada Dasten Julián <dasten@gmail.com>

1. Pemilihan ini diundur terkait pandemi. Ajang ini akan dihelat pada 15 dan 16
Saya kira bagaimana mereka bertautan dapat dicontoh- Mei 2021.
kan dengan pengalaman yang baru saja saya ceritakan.
Dalam pengalaman ini, kami mulai mengerjakan titik per-
singgungan pertama dari dua hal ini: kerentanan dari para
pendaur ulang dalam kerja keseharian mereka dan keren-

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


KETIDAKSETARAAN GLOBAL DAN PANDEMI

> COVID-19 dan


Ketidaksetaraan
Global
oleh Karin Fischer, Universitas Johannes Kepler, Austria

“COVID-19 adalah tantangan global. Namun, semakin


membesar tantangannya, cakrawalanya menjadi
semakin terbatas pada perspektif nasionalistis atau
bahkan lebih sempit.”

V
irus korona tidak mengecualikan siapa uangan global; dan ketidaksetaraan paparan peru-
pun dan tidak mengenal batas negara. bahan iklim.
Menurut Program Pembangunan PBB,
indeks pembangunan manusia–ga- Artikel pertama oleh Kajal Bhardwaj menjelaskan
bungan dari pengukuran taraf pendidikan, kesehat- Perjanjian TRIPS dari rezim perdagangan dunia yang
an, dan standar hidup–sedang menukik turun un- menempatkan nilai lebih tinggi pada hak kekaya- 9
tuk pertama kalinya sejak tahun 1990. Penurunan an intelektual dan keuntungan pribadi daripada hak
ini diperkirakan terjadi di sebagian besar negara– asasi manusia atas kesehatan. Hak monopoli peru-
baik negara kaya maupun miskin–di seluruh dunia. sahaan memacu apa yang semakin dipandang se-
bagai “apartheid vaksin” atau “imperialisme vaksin”:
Pengamatan ini tidak bermaksud memantikkan perebutan vaksin COVID-19 yang tidak setara, tidak
“imajinasi kesetaraan.” COVID-19 menguak tabir adil, dan meresahkan. Dalam kontribusinya, Camila
bahwa kita tidak semua duduk di kapal yang sama. Gianella mengunjungi Peru sebagai salah satu lokus
“Saat kita semua mengarungi laut yang sama, jelas pertempuran pengadaan vaksinasi global yang tidak
bahwa beberapa berada di kapal pesiar super, se- setara. Pfizer menempatkan negara asal Gianella ini
mentara yang lain terombang-ambing di puing-puing di bagian paling bawah daftar pasokan setelah tidak
yang hanyut,” sebagaimana yang diungkapkan Sek- menerima beberapa klausul perjanjian pembelian
retaris Jenderal PBB António Guterres. Pandemi vaksin–walaupun Peru adalah negara dengan ting-
telah mengungkapkan dan memperlebar ketidakse- kat kematian COVID-19 tertinggi di Amerika Latin.
taraan kekayaan dan pendapatan, gender dan ras
yang ada–baik dalam batas-batas negara, maupun Pandemi dan rangkaian resesi global yang diaki-
secara drastis dalam skala global. batkannya mendorong negara-negara ke dalam pe-
rangkap utang. Hal ini bukan masalah negara miskin
Dampak pandemi yang sangat tidak setara dapat saja. Menurut Global Sovereign Debt Monitor 2021,
diamati di banyak skala, mulai dari rumah tangga 132 dari 148 negara yang disurvei di Selatan Global
hingga tingkat sub-nasional dan negara. Sumbang- terjerat utang cukup kritis. Christina Laskaridis me-
an dalam seksi khusus ini berfokus pada lebarnya nunjukkan geografi utang negara yang tidak setara
perspektif ketidaksetaraan—antara lain kesenjang- dalam pandemi COVID-19. Ia menjelaskan bahwa
an antara Utara-Selatan. Terdapat tiga tema subjek kebijakan tentang utang adalah permainan kekuat-
ketidaksetaraan yang mengakar di antara negara an global dengan dampak besar pada kondisi kehi-
kaya dan miskin: akses yang tidak setara pada vak- dupan. Luckystar Miyandazi menambahkan geografi
sin, terapi, dan teknologi COVID-19; ketimpangan profit global yang tidak merata ini: Aliran keuang-
beban utang negara dengan berbagai institusi ke- an terlarang diambil dari negara-negara termiskin

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


KETIDAKSETARAAN GLOBAL DAN PANDEMI

di dunia dan berakhir di kantong-kantong individu, dari pandemi ini semakin diperburuk oleh bencana
“mitra” dagang, markas besar perusahaan transna- ekologis seperti masalah ketersediaan air bersih,
sional, dan surga pajak di Utara Global. Tiap tahun, banjir, atau angin topan. Sekali lagi, konsekuensi
Afrika kehilangan sebesar hampir sejumlah gabung- dari bencana lingkungan tidak merata dan terutama
an total arus masuk tahunan program bantuan pem- mempengaruhi mereka yang sudah menderita seca-
bangunan dan investasi asing, tulisnya. Itu berarti ra tidak proporsional dari pandemi.
bahwa negara-negara ini tidak memiliki ruang fiskal
untuk menuangkan uang tunai ke ekonomi mereka COVID-19 adalah tantangan global. Namun,
atau membiayai program perlindungan sosial khu- semakin dekat masalahnya dan semakin besar
sus dalam menanggapi pandemi COVID-19. Kewa- tantangannya, nampaknya semakin sempit pula
jiban pembayaran utang dan arus keluar keuangan cakrawalanya, menjadi perspektif nasionalistis atau
terlarang akan semakin mencekik ekonomi mereka bahkan lebih sempit lagi. Seruan para kontributor:
dan menghambat pembangunan jangka panjang, Tidak seorangpun aman, sampai semua orang aman!
seperti yang ditunjukkannya dengan contoh Zambia.
Seluruh korespondensi ditujukan kepada Karin Fischer <Karin.fischer@jku.at>

Yang terakhir, tapi tidak kalah penting, E. Venkat


Ramnayya dan Viha Emandi menarik perhatian pada
apa yang mereka sebut “bencana kembar,” karena
virus korona dan kerentanan ekologi tumbuh secara
eksponensial di beberapa wilayah di India. Mereka
menunjukkan bahwa dampak sosial dan ekonomi

10

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


KETIDAKSETARAAN GLOBAL DAN PANDEMI

> Dahulukan Rakyat ketimbang Laba:

Seruan dalam
penanggulangan
COVID-19
oleh Kajal Bhardwaj, praktisi hukum, New Delhi

P
ada tahun 2001 Organisasi Perdagangan
Dunia (World Trade Organization, WTO)
menghadapi dampak dari kewajiban
penerapan kekayaan intelektual
(intellectual property, IP) yang tercantum dalam
perjanjian multilateralnya, yaitu Perjanjian TRIPS (TRIPS
Agreement) mengenai upaya global untuk menanggulangi
pandemi HIV. Pada waktu itu perusahaan-perusahaan
farmasi multinasional menuntut Presiden Afrika Selatan, 11
Nelson Mandela, yang membuat ketentuan hukum
untuk mengizinkan impor pengobatan generik HIV yang
terjangkau. Perusahaan-perusahaan tersebut, yang
merupakan pemegang hak paten atas pengobatan
tersebut, menetapkah harga puluhan ribu dolar untuk
obat-obatnya padahal obat generik HIV hanya seharga
satu dolar per hari. Perusahaan-perusahaan tersebut
menuduh bahwa tindakan-tindakan Afrika Selatan
melanggar perjanjian TRIPS. Kemarahan global terhadap
perusahaan-perusahaan farmasi yang telah mengangkat
kasus tersebut berujung pada diterimanya Deklarasi
Doha mengenai TRIPS dan Kesehatan Masyarakat
(the Doha Declaration on TRIPS and Public Health)
oleh semua anggota WTO. Perjanjian ini menegaskan
bahwa negara-negara berhak menafsirkan Perjanjian
TRIPS untuk mendukung hak mereka dalam melindungi
kesehatan masyarakat dan menjamin akses obat bagi
Kampanye proyeksi Global Justice Now dan The People’s Vaccine semua orang.
untuk kesetaraan vaksin global di kantor Asosiasi Industri Farmasi
Inggris, Westminster, London, 2021.
Kredit: Flickr: Jess Hurd/Global Justice Now. > COVID-19 dan hambatan TRIPS

Dua puluh tahun kemudian, ketika terjadi pandemi


lain, COVID-19, dua per tiga dari anggota WTO menun-
tut agar kewajiban IP yang didasarkan pada Perjanjian
TRIPS dikesampingkan. Keluwesan TRIPS yang dititikbe-
ratkan oleh Deklarasi Doha—lisensi wajib, impor pa-

>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
KETIDAKSETARAAN GLOBAL DAN PANDEMI

ralel, atau standar paten yang ketat—dianggap telah besar untuk manufaktur vaksin, namun bertebarannya
membantu negara-negara untuk mengakses pengobatan ranjau perlindungan IP termasuk paten, rahasia dagang,
HIV, Hepatitis C, kanker dan penyakit jantung yang ter- dan eksklusivitas data menjadi penghambat. Data dari
jangkau. Tetapi usulan yang diajukan saat ini oleh India Kantor Paten Eropa menunjukkan adanya ratusan paten
dan Afrika Selatan berpendapat bahwa suatu penyakit yang terkait dengan vaksin virus korona. Kajian-kajian
menular yang bergerak dan bermutasi dengan cepat mengindikasikan bahwa ruang lingkup paten vaksin cen-
seperti COVID-19 menuntut dikesampingkannya secara derung sangat luas, mencakup bahan-bahan baku, tek-
penuh hambatan-hambatan IP agar negara-negara dan nologi proses, kelompok usia, dan tata cara dosis. Per-
para pesaingnya bebas menyelenggarakan penelitian, lindungan rahasia dagang memungkinkan para produsen
pengembangan dan produksi teknologi kesehatan CO- untuk menyembunyikan tata cara yang dapat membantu
VID-19–tanpa membuang waktu dengan perundingan para perusahaan manufaktur lain untuk meningkatkan
lisensi yang kompleks, tanpa kekhawatiran atas tuntut- produksi dengan cepat, sedangkan eksklusivitas data
an hukum bernilai jutaan dolar terhadap pelanggaran IP, dan pasar mungkin dapat menciptakan hambatan selan-
dan tanpa kekhawatiran terhadap tekanan-tekanan per- jutnya dalam pendaftarannya
dagangan dari negara-negara kaya.
> Melebarnya kesenjangan pengobatan
Negara-negara kaya, sebagaimana dapat diduga, ber- Utara-Selatan
pendapat bahwa IP tidak menciptakan hambatan. Tetapi
perjalanan satu tahun pandemi yang suram memberikan Vaksin Oxford-AstraZeneca seharusnya tersedia bagi
bukti sebaliknya. Bahkan di kala perhatian global tertuju produksi massal vaksin berdasarkan ikrar semula dari
pada apa yang semakin dipandang sebagai “apartheid Universitas Oxford untuk lisensi IP non-eksklusif bagi
vaksin” dalam perebutan vaksin COVID-19 yang tidak se- teknologi COVID-19 mereka. Namun, alih-alih demikian,
tara, tidak adil dan mengejutkan tersebut, ketidakadilan sebuah kesepakatan eksklusif dijalin dengan AstraZene-
ini telah tampak sejak awal dalam memperoleh akses ca, yang mengarah pada sub-lisensi rahasia dengan be-
terhadap masker, diagnosis, peralatan, dan pengobatan. berapa perusahaan manufaktur. Kapasitas produksi jelas
tidak memadai ketika dosis-dosis dari India menetes ke
Bagi publik yang lebih luas, kesadaran mengenai daya beberapa negara yang sedang berkembang. Dan janji 12
jangkau dan kekuatan dari perlindungan IP ini dirasakan untuk menentukan harga nirlaba tidak ditepati karena
ketika muncul berita bahwa para peneliti Italia yang se- negara-negara yang lebih miskin dilaporkan membayar
dang membuat cetakan 3D dari katup-katup ventilator antara USD 3 dan USD 8 per dosis.
dapat menghadapi tuntutan dari para pemegang IP. Se-
orang senator AS meminta 3M, suatu perusahaan yang Yang menarik, negara-negara kaya seperti Prancis,
memegang ratusan hak paten atas disain-disain masker Jerman, dan Kanada termasuk di antara negara-negara
yang dipertahankannya secara agresif, untuk melepas- pertama yang menerima ketentuan-ketentuan hukum
kan hak paten-patennya guna meningkatkan persediaan. untuk memfasilitasi lisensi wajib bagi COVID-19. Israel
Ancaman tuntutan hukum memaksa perusahaan farma- mengeluarkan suatu lisensi wajib bagi anti-virus Lopinavir/
si Roche untuk mengungkapkan resepnya yang dipakai Ritonavir. Hongaria dan Rusia mengeluarkan lisensi wajib bagi
untuk melalui tes-tes COVID-19 yang dilaksanakannya Remdesivir. Tindakan pemerintah untuk mengesampingkan
di Belanda. Tes-tes COVID-19 oleh Cepheid selama 45 hambatan-hambatan sering mengakibatkan perusahaan-
menit seharga USD 19,80 dapat diturunkan harganya perusahaan untuk memodifikasi perilaku mereka untuk
menjadi USD 5 dan telah menuai kecaman dari kelom- mengejar keuntungan yang terkait IP. Lisensi wajib Israel
pok-kelompok masyarakat sipil. Perusahaan AS MNC mengakibatkan AbbVie mengumumkan bahwa secara
Gilead menjual obat anti-virus Remdesivir dengan harga global mereka tidak akan menegakkan lagi paten mereka
USD 2.340. Segelintir pemegang izinnya yang menyedi- atas Lopinavir/Ritonavir. Kelompok-kelompok pasien di
akan bagi sejumlah kecil negara yang sedang berkem- India, Thailand dan Argentina telah mengajukan tantangan
bang memasang harga USD 320. Tetapi para peneliti di terhadap paten atas Remdesivir and Favipiravir. Sebuah
Universitas Liverpool memperkirakan bahwa dengan pro- perusahaan manufaktur Kanada telah secara publik
duksi massa harganya mungkin bisa kurang dari USD 6. mengusahakan lisensi bagi vaksin Johnson & Johnson dan
mungkin akan mengupayakan suatu lisensi wajib.
Di kala negara-negara kaya tiap detik melakukan
vaksinasi terhadap setiap orang, sebagian besar ne- Negara-negara kaya telah mengucurkan sejumlah be-
gara-negara termiskin belum menjalankan vaksinasi ter- sar dana publik untuk pengembangan vaksin, tes, dan
hadap seorangpun. Di Selatan Global dijumpai kapasitas pengobatan COVID-19. Namun mereka membayar har-

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


KETIDAKSETARAAN GLOBAL DAN PANDEMI

ga yang mahal dan menghadapi gangguan persediaan. mengakar, pada tanggal 5 Maret 2021, setelah adanya
Alih-alih menggunakan langkah-langkah hukum untuk kampanye selama berbulan-bulan oleh para aktivis yang
mengesampingkan hambatan IP, membuka diri untuk mendukung dikesampingkannya TRIPS, perwakilan Per-
berbagi pengetahuan, dan meningkatkan produksi, me- dagangan AS secara mengejutkan mengumumkan untuk
reka justru memborong persediaan yang ada dan mem- mendukung dikesampingkannya TRIPS walaupun terba-
perkuat pembatasan ekspor. Lebih buruk lagi, tidak ada tas pada vaksin COVID-19.
keharusan bagi perusahaan-perusahaan untuk bertindak
transparan bagi kapasitas produksi mereka, harga-har- Walaupun tindakan AS tersebut semakin mendorong
ga mereka, atau perjanjian-perjanjian mereka. Bebe- perundingan ke arah dikesampingkannya TRIPS, apa
rapa perundingan dikabarkan memuat tuntutan agar yang terlihat adalah bahwa tahun lalu kita telah membu-
negara-negara memberikan ganti rugi kepada perusa- ang waktu dengan menunggu agar perusahaan-perusa-
haan-perusahaan karena memberikan reaksi yang me- haan mau menempuh langkah yang benar. Seruan bagi
rugikan, atau menjadikan aset negara seperti kedutaan adanya “vaksin rakyat” (people’s vaccine) semakin keras.
besar sebagai jaminan. Di kala perusahaan-perusahaan Di kala varian-varian baru bermunculan, negara-negara
mengabaikan mekanisme sukarela dengan cara meno- seperti negara saya secara berturut-turut diterpa ge-
lak terlibat dengan akses teknologi WHO atau dengan lombang demi gelombang yang meluluh-lantakkan, dan
tidak memprioritaskan persediaan bagi fasilitas Cofax maut serta penyakit berkepanjangan karena COVID-19
yang ditujukan untuk pendistribusian vaksin COVID-19 menggerus para pasien, keluarga dan sistem-sistem ke-
secara adil, asosiasi-asosiasi farmasi justru mening- sehatan, kita tidak dapat membuang waktu lagi dengan
katkan lobi mereka melawan pemerintah-pemerintah mengarungi peraturan-peraturan perdagangan yang kom-
dan badan-badan PBB yang berusaha mengatasi ham- pleks yang lebih mengutamakan laba ketimbang rakyat.
batan-hambatan IP. WHO dan badan-badan PBB telah Dikesampingkannya TRIPS merupakan langkah pertama
secara vokal memberikan dukungan bagi dikesamping- yang diperlukan agar dapat membuka jalan ke arah ter-
kannya TRIPS. Tetapi sekretariat WTO dengan tegas me- jaminnya akses ke semua teknologi kesehatan COVID-19
nolak untuk bertindak, dengan jalan secara gigih terus bagi setiap orang di manapun mereka berada.
mendorong dilakukannya pendekatan-pendekatan suka-
Seluruh korespondensi ditujukan kepada Kajal Bhardwaj <k0b0@yahoo.com> 13
rela. Namun walaupun posisi-posisi ini nampak semakin

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


KETIDAKSETARAAN GLOBAL DAN PANDEMI

> Vaksin COVID-19:


Mengungkap
Ketidaksetaraan Global
oleh Camila Gianella, Pontificia Universidad Católica del Perú-Cisepa, Peru

14

P
Distribusi vaksin mengikuti pola tidak setara yang sama seperti andemi COVID-19 telah mengakibatkan ben-
ketidaksetaraan global sebelum pandemi. cana ekonomi dan sosial di seluruh dunia.
Kredit: FrankyDeMeyer /Getty Images/iStockphoto.
Namun suatu pesan berbahaya yang muncul
dari krisis global ini ialah bahwa kita mengha-
dapi krisis yang sama di mana-mana (kita berada di sekoci
yang sama), seakan-akan suatu pembatasan (lockdown) di
Bergen, Norwegia, sama dengan menghadapi pembatasan
di Lima, Peru; atau menghadapi pembatasan di suatu ling-
kungan hunian kaya di Lima sama dengan keharusan meng-
hadapi tantangan besar pembatasan bagi keluarga-keluar-
ga yang hidup di daerah kumuh di kota yang sama.

Penggambaran yang menyamaratakan ini telah memung-


kinkan terjadinya ketidaksetaraan dalam distribusi vaksin

>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
KETIDAKSETARAAN GLOBAL DAN PANDEMI

COVID-19, meskipun ada himbauan untuk jaminan bagi negara-negara yang memerlukan vaksin, sehingga dengan
akses setara di antara negara-negara. Kenyataannya ialah demikian menunda akses terhadap vaksin dan pada akhir-
bahwa negara-negara kaya memenangkan lomba; mereka nya berkontribusi pada kematian yang lebih banyak dan
adalah yang pertama yang memiliki kapasitas untuk mem- perkembangan (dan penyebaran) varian-varian virus baru.
beli vaksin dan, sebagai konsekuensinya, memulai vaksi-
nasi penduduk mereka. Meskipun benar bahwa beberapa Suatu contoh ialah Peru dan kegagalannya dalam ber-
negara kaya seperti Norwegia telah berkomitmen untuk negosiasi dengan Pfizer. Peru termasuk negara-negara
berbagi dosis vaksin dengan negara-negara lebih miskin, dengan insidens dan mortalitas COVID-19 tertinggi di
namun pada Januari 2021 akses ke vaksin ditentukan oleh Amerika Latin, dan Karibia maupun di seluruh dunia.
kekayaan suatu negara Pada bulan Januari 2021, di kala negara tersebut se-
dang mengalami awal gelombang kedua, sistem kesehat-
> Privatisasi rezim inovasi obat annya telah runtuh. Pada tahun 2020 Pemerintah Peru
telah memulai negosiasi dengan Pfizer, tetapi menolak
Situasi yang kita hadapi dalam hal akses ke vaksin di untuk menerima beberapa di antara klausul-klausul yang
seluruh dunia tidak (hanya) ditentukan oleh kekikiran ne- diterapkan oleh perusahaan tersebut yang menyangkut
gara-negara tertentu melainkan mencerminkan suatu re- ketiadaan tanggung jawab (non-liability). Sebagai akibat-
zim inovasi obat global yang bermasalah. Negara-negara nya, Pfizer menempatkan Peru di bagian terbawah daftar
kaya telah mengalokasikan dana publik untuk pengem- walaupun COVID-19 membawa dampak bencana bagi
bangan vaksin. Bahkan dalam kasus Pfizer, yang telah negara tersebut. Seperti pada kasus Afrika Selatan dan
menolak diikutsertakannya dana publik dalam pengem- masalah harga vaksinnya, impunitas total telah dijalan-
bangan vaksinnya, laporan-laporan menunjukkan peru- kan; para perusahaan manufaktur vaksin menerapkan
sahaan-perusahaan mitranya, yang telah ikut serta me- aturan-aturan dan memutuskan siapa yang memperoleh
ngembangkan vaksinnya, telah menerima dana publik. akses dan dengan harga berapa, di tengah-tengah kea-
Keikutsertaan negara-negara kaya dalam pengembangan daan darurat global.
vaksin memungkinkan mereka untuk meminta “harga
yang pantas”, tetapi tidak menolak hak perusahaan-per- > Akses terhadap vaksin dan hak atas
usahaan swasta untuk memperoleh laba dari vaksin. Se- kesehatan
bagai konsekuensinya, dengan peraturan yang kini berla-
ku, dan walaupun terdapat kebutuhan mendesak untuk Akses terhadap obat-obat seperti vaksin merupakan 15
vaksinasi penduduk Afrika Selatan untuk menghentikan salah satu elemen fundamental untuk mewujudkan se-
penyebaran penyakit tersebut serta varian-variannya yang cara penuh hak tiap orang memperoleh standar terting-
baru, Afrika Selatan telah diharuskan untuk membayar gi dalam kesehatan fisik dan mental. Inovasi obat dan
ongkos hampir 2,5 kali lipat lebih [mahal] ketimbang akses terhadap inovasi tersebut merupakan suatu ele-
yang harus ditanggung oleh kebanyakan negara Eropa men kunci dari akses terhadap obat-obat, dan, sebagai
untuk harga dosis vaksin COVID-19 Oxford-AstraZeneca. konsekuensinya, hukum serta regulasi yang mengatur
akses terhadap inovasi obat merupakan elemen sentral
Partisipasi dana publik tidak menghalangi perusaha- dari kebijakan kesehatan negara. Pandemi COVID-19
an manufaktur vaksin swasta untuk meminta klausul ke- telah menyingkapkan ketiadaan kepemimpinan global
rahasiaan usaha (confidentiality clause) dalam perjanji- dan kelemahan dari negara-negara dalam menerapkan
an maupun perubahan hukum untuk melindungi mereka persyaratan terhadap para perusahaan manufaktur ba-
dari tuntutan hukum bilamana suntikan COVID-19 mere- rang-barang berharga, maupun batas-batas dari skema
ka menyebabkan efek samping yang tak terduga. Kebu- inovasi obat yang berlaku. Alokasi dana publik kepada
tuhan vaksin dan ketiadaan kepemimpinan global untuk perusahaan-perusahaan swasta jelas tidak cukup untuk
menerapkan beberapa persyaratan minimum terhadap dapat menjamin akses universal ke obat.
perdagangan vaksin COVID-19 telah memberikan keku-
asaan luar biasa kepada perusahaan manufaktur vaksin. Seluruh korespondensi ditujukan kepada Camila Gianella
<gianella.c@pucp.edu.pe>
Mereka menunda atau menghambat negosiasi dengan

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


KETIDAKSETARAAN GLOBAL DAN PANDEMI

> Melanggengkan
Kesenjangan
Antara Kreditur dan Debitur
oleh Christina Laskaridis, The Open University, Inggris

Ilustrasi oleh Arbu.

16

N
egara-negara kaya memerangi kemerosotan nansialisasi. Finansialisasi subordinat mencirikan hubungan
ekonomi melalui pengeluaran yang dibiayai utang yang tidak setara, dengan kendala struktural terhadap
utang dan stimulus ekonomi, sementara pembangunan yang ditimbulkan oleh posisi subordinat ter-
negara-negara berpenghasilan rendah dan hadap (vis-à-vis) pihak lain yang berkedudukan lebih kokoh.
menengah di Selatan Global terjebak dalam perangkap utang
Salah satu aspek dari masalah ini berkaitan dengan
yang membentang. Warisan kolonialisme dan geografi masa
sistem moneter dan finansial internasional. Sesuai dengan
lalu dari utang pemerintah pusat (sovereign debt) di Selatan
sikap Keynes, yang kemudian dianut oleh banyak orang
Global menjadi lebih kuat di masa COVID akibat pendekatan pasca-Keynesian, preferensi likuiditas mengungkap adanya
jangka panjang untuk pinjaman internasional yang mendorong hirarki dalam aset finansial yang menjadi tampak paling
kepentingan kreditur atas keringanan utang. jelas dalam ekonomi internasional selama berada dalam
kondisi ketidakpastian dan ketidakstabilan. Peringatan akan
> Ketidaksetaraan Utara-Selatan dan terjadinya perangkap utang meningkat menjelang awal
keuangan utang global pandemi. Kebijakan moneter longgar yang telah berlangsung
selama bertahun-tahun di AS, yang lahir dari respons terhadap
David Graeber termasuk di antara mereka yang mengung- krisis di Utara global yang menyertai langkah-langkah tindakan
kapkan bagaimana utang efektif untuk menutupi hubungan perusahaan-perusahaan finansial, menciptakan lonjakan
historis dari ketergantungan dan hubungan kekuasaan yang pada likuiditas global dengan efek-efek kumulatif terhadap
tidak setara. Menurut pendapatnya, kejadian berulang kali krisis utang di saat ini. Hal ini mengarah pada pencarian-
telah memperlihatkan bahwa hubungan kekerasan yang di- keuntungan investasi global di seluruh dunia berkembang yang
bingkai ulang dalam bahasa utang memiliki efek langsung menyebabkan perubahan lanskap kreditur bagi banyak negara
yang menempatkan pihak yang lebih lemah sebagai pihak berpenghasilan menengah ke bawah, dengan akses dan
yang bersalah. Pinjaman internasional adalah bagian dari biaya finansial yang sangat tidak setara untuk negara-negara
proyek kolonial, dan kesulitan pembayaran utang mengha- berpenghasilan rendah dan menengah. Hal ini dibangun
silkan konflik antara kreditur dan debitur yang mengakibatkan dengan kerentanan struktural terhadap “risiko pasar” di mana
mekanisme pengawasan asing secara langsung dan campur kemampuan suatu negara untuk membiayai dan membiayai-
tangan militer, tetapi jarang debitur berhasil menangguhkan ulang dirinya menjadi sangat tergantung pada faktor-faktor di
pembayaran dan mencegah penagihan utang. Belum lama luar kendalinya yang menambah kekhawatiran jangka panjang
berselang, ketidaksetaraan global dalam utang internasional terhadap ketidakseimbangan (volatility) devisa yang timbul dari
telah dipelajari melalui kaca mata neo-kolonialisme dan fi- ketergantungan komoditas.
>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
KETIDAKSETARAAN GLOBAL DAN PANDEMI

Masalah pembayaran utang lebih disebabkan oleh kendala penghematan anggaran selama bertahun-tahun di masa de-
pembangunan dan struktur produksi global, yang merupa- pan, sementara secara tidak langsung memungkinkan kre-
kan produk dari masa lalu kolonial, ketimbang penjelasan ditor swasta dan multilateral yang tidak berpartisipasi untuk
yang sering terdengar tentang kesalahan pengelolaan finan- mendapatkan pembayaran kembali. Aspek sukarela dari DSSI
sial publik domestik. Aspek lain dari hal ini berkaitan dengan berarti bahwa keringanan layanan utang bersifat parsial, dan
kegagalan kelembagaan yang telah berakar tentang caranya menguntungkan bagi kreditor yang tidak berpartisipasi, dan
penanganan krisis utang. Ketika masalah pembayaran utang pembayaran dengan persyaratan yang mahal dan jauh lebih
muncul, negara-negara menghadapi beraneka ragam forum sedikit daripada yang diperlukan. Kerangka Kerja Umum yang
kreditur, lingkungan hukum yang berbeda, pengucilan dari didirikan pada November 2020 untuk mengatasi restrukturi-
pasar modal, dan proses hukum kreditor berisiko, seraya di- sasi mencerminkan kegagalan kelembagaan yang sudah di-
paksa untuk meninggalkan rencana pembangunan. Hal ini ketahui ini.
sering terjadi bersamaan dengan program-program IMF yang
mengalami kontraksi yang gagal memberikan solusi yang adil > Arsitektur utang internasional yang miring
dan berjangka panjang untuk masalah utang, sehingga me-
lemahkan kemampuan negara untuk melindungi kelompok Pandemi ini menyoroti ketidakmampuan arsitektur utang
penduduk yang rentan. Seperti yang diakui secara luas, krisis internasional yang ada yang sudah sejak lama diketahui, un-
utang ditangani dengan cara-cara yang “serba terlalu sedikit, tuk mengelola keseluruhan kreditur, mencegah masalah tin-
terlambat,” sehingga sering gagal untuk membangun kembali dakan kolektif, memastikan ekuitas antar-kreditur, dan yang
keberlanjutan utang, dan dengan biaya sosial yang besar bagi paling penting, memastikan bahwa kesulitan pembayaran
negara debitur. utang ditangani dengan cepat, transparan, independen, dan
komprehensif dengan cara yang meminimalkan dampak pada
> Dampak COVID-19 terhadap utang penduduk-penduduk di negara-negara dalam krisis utang.
Penting untuk diingat kembali bahwa pendekatan yang ada
Dengan dimulainya pandemi, ketidaksetaraan jangka pan- adalah hasil dari upaya terus-menerus oleh kreditor untuk
jang dalam ekonomi global menjadi terungkap dan diperpa- mengelola krisis utang sesuai dengan kepentingan mere-
rah. Di samping gangguan terhadap perdagangan yang dian- ka, dengan berulang kali menolak usulan dan upaya untuk
dalkan negara sebagai sumber devisa, dan penurunan harga mengatasinya dengan cara yang diusulkan oleh negara-nega-
komoditas utama yang ditentukan di pasar finansial, pemba- ra berpenghasilan rendah dan menengah. Elemen inti dari
likan aliran modal pada musim semi 2020 adalah yang ter- sistem ini adalah Bank Dunia dan program penghematan IMF
besar yang pernah tercatat. Hal ini menyebabkan penurunan yang sering mengakibatkan dampak negatif pada hak asasi
nilai mata uang negara, yang membuat beban pembayaran manusia serta mengandalkan proses persetujuan pinjaman 17
utang dengan valuta asing menjadi lebih besar. Kurangnya yang menggunakan label utang yang "berkelanjutan," mem-
akses ke valuta asing yang stabil (hard currency) selama krisis perparah beban utang, meremehkan besarnya skala masa-
mencerminkan integrasi yang tidak setara dan posisi subordi- lah, dan mengabaikan bantuan yang diperlukan. Sementara
nat dalam ekonomi internasional dan menciptakan kemam- itu, ketika lonceng stimulus terus berdentang dengan keras
puan yang tidak setara untuk merespons. Meskipun hal ini di negara-negara berpenghasilan tinggi tertentu, respon ter-
nampak paling jelas dalam skala yang sangat berbeda dari hadap masalah utang global didasarkan pada asumsi bahwa
langkah-langkah dukungan fiskal di seluruh kelompok penda- pertumbuhan akan bangkit kembali ke tingkat pra-pandemi
patan, akses asimetris ke likuiditas yang diperlukan diperkuat dan bahwa negara-negara akan merangkul pandemi penghe-
oleh tindakan yang diambil oleh aktor yang kuat. matan fiskal setelah pengeluaran yang defisit selama transisi,
meninggalkan investasi dan pengeluaran sosial yang dibutuh-
Hanya beberapa negara terbesar yang memiliki akses ke kan untuk membatasi pengeluaran pemerintah.
garis swap dolar yang diperbesar yang diresmikan oleh Bank
Federal Reserve AS, dan pengaturan pembiayaan regional se- Kita tahu bahwa persyaratan dan penghematan IMF mem-
bagian besar tidak aktif, sehingga respons kebijakan utama perburuk prospek pertumbuhan, memiliki dampak yang meng-
terhadap masalah utang global diserahkan kepada G20 dan hancurkan kesehatan, ketidaksetaraan, dan kemiskinan, dan
Dana Moneter Internasional (IMF). Namun, terlepas dari es- rekam jejak yang buruk tentang pembayaran utang. Meskipun
timasi $ 2,5 triliun yang diperlukan dalam pembiayaan tanpa ini mereproduksi infrastruktur sosial-ekonomi yang lemah dan
syarat dan bebas utang, bersama dengan perkiraan pemba- kurang mendapat pendanaan, hal tersebut juga memperku-
talan utang $ 1 triliun di seluruh kelompok pendapatan, dan at kurangnya legitimasi yang dihadapi lembaga-lembaga ini.
perombakan arsitektur utang yang lama tertunda, respon ter- Respon tersebut telah terbukti sekali lagi bahwa proses-pro-
sebut telah mengandalkan pada peningkatan akses kepada ses kelembagaan memperkuat elemen-elemen historis untuk
pinjaman-pinjaman yang mahal di seluruh wilayah dan kelom- berintegrasi dalam ekonomi internasional. Proses persetuju-
pok pendapatan, serta seringkali kepada negara-negara yang an pinjaman adalah gejala dari kekuatan yang timpang antara
sudah menghadapi kesulitan pembayaran utang. Beberapa debitur dan kreditur, yang menyoroti politik pengetahuan ten-
di antara negara-negara ini sudah menghabiskan sejumlah tang siapa yang memutuskan apa yang bisa dan tidak dapat
pendapatan publik untuk layanan utang yang jauh lebih lebih dibayar. Hal ini memungkinkan kreditor untuk lebih memprio-
besar daripada yang dikeluarkan untuk perawatan kesehatan. ritaskan biaya restrukturisasi utang daripada merestrukturisa-
Pinjaman IMF dan penundaan sementara layanan utang bila- si utang untuk meringankan situasi debitur.
teral melalui Debt Service Suspension Initiative (DSSI), yang
dibentuk oleh G20 pada bulan April 2020, memperburuk ma-
salah utang yang ada dan diramalkan akan mengarah pada Seluruh korespondensi ditujukan kepada Christina Laskaridis
<christina.laskaridis@open.ac.uk>

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


KETIDAKSETARAAN GLOBAL DAN PANDEMI

> Tantangan
Mengurangi
Kemiskinan dan Ketidaksetaraan di Afrika
oleh Luckystar Miyandazi, Program Spesialis, Pengawas Pajak Non-Perbatasan, dan
Koordinator untuk Afrika, Pusat Sektor Keuangan Afrika UNDP, Afrika Selatan

S
ebelum pandemi penyakit virus korona me- nasional akibat pandemi. Angka ini mengembalikan Afrika
landa dunia pada Maret 2020, ketidakse- Sub-Sahara ke tingkat kemiskinan di tahun 2015, menyi-
taraan global yang diukur dengan sebagian ratkan hilangnya kemajuan yang telah dicapai dalam 5 ta-
besar indikator telah meningkat selama be- hun di wilayah tersebut. Oleh karena itu, sekarang, sangat
berapa dekade. Pandemi COVID-19 dan konsekuensi- penting bagi Afrika untuk fokus pada perbaikan kehidupan
nya yang belum pernah terjadi sebelumnya di hampir penduduk yang termiskin dan paling terpinggirkan melalui
semua bidang kehidupan seperti yang kita ketahui ha- penciptaan masyarakat yang berkelanjutan, adil, dan seta-
nya semakin memperburuk aspek multidimensi ketidak- ra dalam semua aspek kehidupan, lebih dari sebelumnya.
setaraan ini karena berbagai perbedaan kebangsaan, 18
usia, jenis kelamin, ras, asal kebangsaan atau etnis, Bagi banyak negara Afrika, ketidaksetaraan ekonomi––
distribusi pendapatan dan kesempatan yang timpang di
agama, status ekonomi. dan dimensi-dimensi lainnya.
antara berbagai kelompok dalam masyarakat––adalah
yang paling memprihatinkan. Bahkan negara-negara Afrika
> Kemunduran dalam kemiskinan dan
dengan Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi, seperti Ni-
ketidaksetaraan
geria, Afrika Selatan, Mesir, Aljazair, Maroko, dan Angola,
mencatat beberapa tingkat kemiskinan dan ketidaksetara-
Meskipun prevalensi dan tingkat kematian COVID-19
an tertinggi.
masih rendah di Afrika, benua itu kini ditantang untuk pulih
dari utang parah dan krisis keuangan yang diperburuk oleh
Negara-negara Afrika menghadapi dua tantangan lebih
pandemi. Ini terutama mengacaukan langkah-langkah Af-
lanjut dalam mencoba untuk mengurangi ketidaksetaraan
rika sebelumnya untuk mencapai 17 Tujuan Pembangunan
dan berinvestasi dalam pertumbuhan dan pembangunan,
Berkelanjutan (SDGs) di berbagai bidang seperti pening-
yaitu: Aliran Keuangan Gelap (IFF) dan meningkatnya krisis
katan kesehatan, akses kepada pangan, dan pendidikan.
utang.
Lebih penting lagi, hal itu merusak pengakuan dalam SDGs
yang diadopsi oleh semua negara anggota Perserikatan
> Aliran keuangan gelap
Bangsa-Bangsa pada tahun 2015, bahwa mengakhiri ke-
miskinan membutuhkan pengurangan ketidaksetaraan.
IFF adalah uang yang diperoleh, ditransfer, atau digu-
Di tingkat benua, aspirasi-aspirasi Afrika dalam Agenda
nakan secara ilegal melalui aktivitas komersial tertentu
2063, visi transformatif jangka panjang benua untuk men-
seperti menyembunyikan pemilik sebenarnya dari peru-
dorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang
sahaan-perusahaan melalui perusahaan cangkang ilegal;
berkelanjutan dan inklusif, juga memprioritaskan pengen-
kegiatan kriminal terorganisir seperti perburuan, narkoba,
tasan kemiskinan dan ketidaksetaraan. Dengan demikian,
perdagangan senjata dan manusia, pencurian minyak dan
ketidaksetaraan yang berkaitan erat dengan pembangun-
mineral; dan praktik korupsi yang memainkan peran kunci
an dan pertumbuhan ekonomi dan telah menjadi isu kebi-
dalam memfasilitasi arus-arus keluar ini. Perusahaan-per-
jakan utama secara global.
usahaan multinasional kaya, suaka-suaka pajak, dan indi-
vidu-individu bertanggung jawab atas sebagian besar IFF
Sayangnya, sebuah laporan PBB memperkirakan bahwa
dari negara-negara termiskin di dunia. Ada konsentrasi IFF
Afrika Sub-Sahara akan mengalami peningkatan kemiskin-
yang lebih tinggi di sektor-sektor tertentu, terutama indus-
an ekstrem terbesar pada tahun 2020, dengan tambahan
tri ekstraktif dan pertambangan, yang cenderung berakhir
26 juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan inter-
>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
KETIDAKSETARAAN GLOBAL DAN PANDEMI

“Aliran Keuangan Gelap bukanlah ‘kejahatan


tanpa korban’–hal tersebut berbahaya bagi
individu-individu dan masyarakat.”
di negara-negara maju yang kaya dan para mitra dagang gerinya kepada pemerintah lain seperti Tiongkok, kepada
Afrika. Melihat kembali pada dua dekade terakhir, skandal lembaga-lembaga multilateral, dan kepada para kreditur
terkait pajak yang tak ada habisnya seperti Luanda Leaks, swasta eksternal, termasuk pinjaman-pinjaman dan obli-
Mauritius Leaks, Lux Leaks, Swiss Leaks, Panama Papers, gasi-obligasi. COVID-19 telah memperburuk krisis kema-
dan Paradise Papers, antara lain, telah mengungkap isu nusiaan dan ekonomi dengan antara lain melanda sistem
IFF dan menimbulkan kekhawatiran publik dan politik da- kesehatan. Sektor-sektor kunci ekonomi seperti pertam-
lam berurusan dengan mereka. bangan, pertanian, dan pariwisata telah terkena dampak
buruk dari pandemi, yang menyebabkan hilangnya peker-
Informasi yang tersedia dari Konferensi PBB tentang jaan dan tingkat pengangguran yang tinggi. Ruang fiskal
Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) menunjukkan untuk menerapkan langkah-langkah yang dapat mengarah
bahwa Afrika kehilangan sekitar $88,6 miliar—setara de- pada lebih banyak investasi dalam jaring pengaman sosial
ngan 3,7% dari PDB per tahun—melalui IFF. Arus keluar terbatas karena utang dan berbagai insentif pajak yang di-
ini hampir sama dengan total arus masuk tahunan ban- berikan kepada perusahaan multinasional.
tuan pembangunan resmi dan investasi asing langsung
yang diterima oleh negara-negara Afrika. Ini menunjukkan > Kebutuhan akan kebijakan pajak yang
potensi Afrika untuk melakukannya tanpa bantuan asing memihak kelompok miskin
jika mampu mengembalikan uang yang hilang melalui IFF
untuk diinvestasikan dalam pembangunan benua. Mobilisasi Sumber Daya Domestik melalui pajak dan ke-
bijakan-kebijakan perpajakan nasional yang memihak ke-
Ini adalah uang yang hilang untuk benua yang sudah lompok miskin dapat memainkan peran kunci dalam me-
menderita kekurangan pendapatan. Oleh karena itu, IFF ngurangi ketidaksetaraan ekonomi di banyak masyarakat
bukanlah “kejahatan tanpa korban” – hal tersebut berba- Afrika maupun secara global.
19
haya bagi individu-individu dan masyarakat. Hal itu juga
memiliki dampak yang mencolok terhadap pembangunan Perpajakan memainkan peran kunci dan dapat mempe-
karena memainkan peran utama dalam meningkatkan ngaruhi kesetaraan, misalnya, dengan meningkatkan pen-
tingkat ketidaksetaraan sosial ekonomi di Afrika dan se- dapatan yang kemudian dibelanjakan untuk menyediakan
cara global melalui pengambilan uang yang dibutuhkan barang dan layanan publik yang sangat dibutuhkan seperti
untuk [sektor] kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta pendidikan dan perawatan kesehatan publik. Pajak progre-
barang dan pelayanan publik lainnya. sif dapat digunakan sebagai sarana redistribusi pendapat-
an, kekayaan, dan memaksimalkan kesejahteraan sosial,
> Utang yang meningkat sehingga mengurangi kesenjangan ekonomi. Pajak dapat
menjadi instrumen sosial yang kuat yang memainkan pe-
Afrika juga menghadapi krisis keuangan yang akan segera ran penting dalam pengaturan pilihan dan perilaku yang
terjadi yang disebabkan oleh meningkatnya masalah utang berimplikasi pada hasil kesehatan, kesetaraan gender, dan
akibat pinjaman dari kreditur eksternal publik dan swasta. lingkungan. Pajak juga merupakan alat yang penting untuk
Dengan COVID-19, beberapa negara Afrika telah meminta representasi dan akuntabilitas karena menerapkan alokasi
pembatalan utang dan keringanan utang untuk membantu pajak yang lebih baik untuk mendanai layanan publik khu-
mereka pulih dari dampak pandemi yang menghancurkan susnya dapat bermanfaat bagi kelompok miskin.
ekonomi dan kesehatan.
Jelas bahwa pajak merupakan sumber daya penting un-
Namun, misalnya, untuk sebuah negara yang terkurung tuk pencapaian tujuan pembangunan dan dapat mema-
daratan dan kaya sumber daya seperti Zambia yang baru inkan peran kunci dalam pengurangan ketidaksetaraan di
mencapai status berpenghasilan menengah ke bawah Afrika dan global. Peran pajak tidak harus dipahami seba-
pada tahun 2011, beban utang luar negeri yang mening- gai satu dimensi; itu lebih dari sekadar mendanai respons
kat dan gagal bayar baru-baru ini dipersalahkan oleh se- dan pemulihan dari pandemi untuk membangun masyara-
bagian warganya sebagai akibat salah urusnya para elit kat yang lebih adil dan setara.
politik, korupsi, kurangnya transparansi, dan respons ke-
bijakan yang buruk yang hanya akan memicu tingkat ke- Seluruh korespondensi ditujukan kepada Luckystar Miyandazi
miskinan dan ketidaksetaraan. Pada tahun 2020, Zam- <AzreeStar@gmail.com>

bia menjadi negara Afrika pertama yang gagal membayar


utang Eurobond senilai $42,5 juta. Zambia telah berju-
ang untuk mempertahankan pembayaran utang luar ne-

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


KETIDAKSETARAAN GLOBAL DAN PANDEMI

> Bencana Kembar


di India
– Agenda yang Belum Selesai
oleh E. Venkat Ramnayya dan Viha Emandi, Youth For Action, India

Konsekuensi bencana lingkungan terutama


berdampak pada mereka yang sudah
menderita secara tidak berimbang karena
pandemi. Rumah Sakit Umum Osmania
di Hyderabad bagi pasien virus korona,
misalnya, pada tahun 2020 terkena banjir
akibat hujan lebat. Kredit: Twitter.

20

J
ika dan ketika nanti pandemi berakhir, kehi- perubahan lingkungan akan menjadi kunci untuk meng-
dupan akan berjalan jauh dari normal. Keru- identifikasi potensi pandemi di masa depan. COVID-19
gian manusia, mata pencaharian, dan harta juga memperkuat kebutuhan untuk memberikan perha-
benda akan sangat besar seperti yang telah tian yang jauh lebih besar pada ilmu-ilmu biologi yang
dibuktikan di India ketika orang-orang menghadapi ben- menopang pertanian, kesehatan, dan lingkungan.
cana kembar COVID-19 dan banjir. Pada tahun 2020, di
tengah merebaknya COVID-19, India menghadapi murka > Pembatasan pandemi dan migrasi terbalik
alam ketika hujan lebat dan angin topan terjadi di bebe-
rapa negara bagian India yang mengakibatkan hilangnya Di India, komunitas-komunitas migran yang rentan dan
mata pencaharian, hasil panen, dan nyawa manusia. Ini secara khusus perempuan dan anak-anak harus meng-
melipatgandakan dampak pada jutaan migran yang kem- hadapi berbagai jenis tekanan psikologis dan ekonomi.
bali ke desa mereka setelah COVID-19 dan tidak dapat Seperti diketahui, mayoritas perempuan bekerja di sektor
menopang diri mereka sendiri. Operasi bantuan oleh pe- perekonomian informal; ketika migrasi terbalik (reverse
merintah dan organisasi masyarakat sipil tidak memadai migration) terjadi, sejumlah besar perempuan tidak dapat
untuk menangani bencana kembar yang dahsyat terse- menemukan pekerjaan di desa mereka setelah mereka
but. Alam akhirnya menarik permadani dari bawah kaki kembali dari kota karena adanya pembatasan (lockdown).
kita. COVID-19 tidak diragukan lagi merupakan bencana Ini berkontribusi pada depresi, keputusasaan, dan ketidak-
kesehatan publik dan mensyaratkan peningkatan inves- pastian ekonomi pada perempuan. Selama periode yang
tasi untuk kesehatan publik. Namun, pada dasarnya, sama, dilaporkan telah terjadi peningkatan 100% penga-
pandemi mencerminkan ketidakseimbangan ekologis. duan kekerasan dalam rumah tangga, sementara perem-
Bukti-bukti telah terkumpul bahwa hilangnya keaneka- puan tidak bisa mendapatkan bantuan sosial apa pun dari
ragaman hayati dan serangan manusia yang membabi lembaga-lembaga sosial. Kontak yang terbatas dengan
buta kepada alam, telah memberikan kontribusi besar keluarga yang melahirkan mereka karena akses yang juga
terhadap wabah dan penyebaran penyakit epidemi se- terbatas ke telepon pintar dan tidak tersedianya dukungan
perti COVID-19. Memahami ekologi dan mengevaluasi formal berkontribusi pada meningkatnya kecemasan dan

>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
KETIDAKSETARAAN GLOBAL DAN PANDEMI

perilaku bunuh diri di kalangan perempuan. Sejumlah be- ini di bawah kepemimpinan Presiden Biden. Pada perte-
sar gadis remaja dan perempuan muda menelepon 1098, muan KTT G-20 kelima belas November 2020, Perdana
saluran pusat dukungan bantuan untuk perlindungan anak Menteri India menyerukan indeks global baru untuk du-
dari kekerasan fisik dan mental. Institusi kesehatan tidak nia pasca-COVID, yang akan memberikan penekanan kuat
dapat menangani masalah-masalah lain selain COVID-19 pada penghormatan pada alam dengan semangat perwa-
dan perempuan-perempuan miskin harus bergantung lian terhadap “Ibu Pertiwi” (trusteeship of “Mother Earth’).
pada kemampuan mereka sendiri, menghabiskan banyak Elemen lainnya adalah penciptaan kumpulan bakat yang
uang untuk pengobatan COVID dan melahirkan sekaligus. luas, memastikan teknologi menjangkau semua segmen
Malnutrisi di antara perempuan dan anak-anak merajalela masyarakat dan yang lebih penting “transparansi dalam
karena bantuan pemerintah tidak memadai dan penutup- tata kelola.” Pembentukan Coalition for Disaster Resilient
an sekolah menyebabkan anak-anak tidak menerima ma- Infrastructure (CDRI) dengan 18 negara dan empat orga-
kan siang seperti di sekolah. Kelaparan sebagian (partial nisasi internasional sebagai anggotanya akan memberikan
starvation) dalam keluarga-keluarga telah tampak, dengan perhatian pada kerusakan infrastruktur akibat bencana
ketiadaan pekerjaan menyebabkan menipisnya tabungan alam yang selama ini belum tertangani. Adalah menjadi
mereka yang sedikit untuk bertahan hidup. penting untuk menyelamatkan nyawa dan mata penca-
harian orang-orang di negara-negara miskin yang terkena
> Banjir dampak bencana secara tidak proporsional.

Bahkan di daerah perkotaan seperti Hyderabad, pendu- Kebijakan global mungkin membutuhkan waktu, tetapi
duk yang rentan di daerah kumuh dan pemukiman kecil langkah menuju masa depan di India harus dengan men-
harus meninggalkan rumah mereka saat air banjir mema- definisikan kembali konsep “garis kemiskinan” dan bekerja
suki wilayah mereka. Banyak dari komunitas miskin ini te- untuk mencapai “indeks pemberdayaan.” Indeks pember-
lah kehilangan pekerjaan dan barang-barang rumah tang- dayaan akan mencakup pemenuhan delapan kebutuhan
ga mereka, dan harus pindah sementara ke lokasi baru dasar: kesehatan, sanitasi, perumahan, gizi dasar, energi
dan mengalami tekanan fisik, psikologis, dan ekonomi bersih, pendidikan, air minum yang aman, dan jaminan
yang mengenaskan. Banjir adalah hasil dari perencanaan sosial. Sektor korporasi harus mendukung pemerintah
yang salah, dengan promosi pembangunan kanal draina- dalam mencapai kebutuhan dasar tersebut; daripada ter-
se dan tangki-tangki air, yang telah semakin mengurangi buru-buru memenangkan kontrak untuk pengembangan
daya dukung lingkungan perkotaan. Lebih lanjut, rangkai- vaksin, perusahaan harus bekerja menuju pembangun- 21
an angin topan dan banjir yang terjadi di India dari tahun an berkelanjutan untuk menghasilkan keluaran kualitatif
2014 dan seterusnya merupakan dampak dari dua hal se- sehingga akses ke vaksin dapat menjadi “hak pertama”
kaligus; emisi antropogenik tidak hanya di India tetapi juga dari populasi yang rentan. Dana Tanggung Jawab Sosial
bagian lain dunia, dan kegiatan-kegiatan pembangunan Perusahaan (CSR) harus digunakan untuk meningkatkan
yang tidak direncanakan di negara tersebut. Sebagai con- infrastruktur kesehatan, akses ke vaksin, serta adopsi dan
toh, banjir besar sungai Kosi yang melanda negara bagian kegiatan mitigasi untuk COVID-19 dan perubahan iklim.
Bihar bagian timur pada Agustus 2014 adalah akibat dari Pemerintah India harus meningkatkan anggaran kesehat-
curah hujan yang tinggi di Nepal, di mana sungai tersebut annya dari 1% saat ini menjadi setidaknya 5% dari PDB
berasal, dan pelepasan 2.8 juta kaki kubik air di sana. untuk memenuhi tantangan kesehatan pasca-COVID-19.
Banjir yang diakibatkan oleh tanggul Kosi mempengaruhi Seperti yang diucapkan oleh seorang anggota perempuan
sekitar 225.000 orang, yang kehilangan mata pencaha- dari sebuah kelompok swadaya masyarakat yang bekerja
rian, nyawa, hasil panen, ternak, serta dan harta benda. dengan organisasi kami, pemerintah harus memberikan
kepada mereka “tempat yang aman untuk tinggal, akses
> Pemerintah harus bertindak yang lebih baik untuk kebutuhan dasar, dan inisiasi tin-
dakan darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka
Waktunya telah tiba bagi para pembuat kebijakan un- yang mendesak.”
tuk sadar akan situasi perubahan iklim dan secara ko-
Seluruh korespondensi ditujukan kepada:
lektif bekerja menuju pemulihan ekologi dan lingkungan. E. Venkat Ramnayya <vedvon@yahoo.co.in>
Kami berharap AS akan memiliki komitmen baru untuk Viha Emandi <viha.emandi@gmail.com>

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


PERAN BARU NEGARA?

> Ekonomi
Fundamental
Sebagai Kunci Pembaruan Sosial
oleh Julie Froud, Universitas Manchester, Inggris, untuk Ekonomi Fundamental Kolektif

P
andemi saat ini memberikan pengingat jitu
mengenai pentingnya ekonomi fundamental
(foundational economy)—barang dan jasa
yang dikonsumsi sehari-hari yang memung-
kinkan kehidupan yang aman dan beradab. Termasuk di
dalamnya infrastruktur jaringan pipa dan kabel yang me-
nyediakan utilitas, komunikasi, transport, dan pasokan
makanan, serta layanan penyediaan (providential)1 kese-
hatan, perawatan, pendidikan dan dukungan pendapat-
an2. Ada kecenderungan untuk menganggapnya sebagai 22
hal yang sudah seharusnya demikian, meremehkan baik
layanan maupun para pekerja yang menyediakan layanan
tersebut, sampai terjadi disrupsi serius yang menciptakan
ketidaknyamanan dan ancaman besar. Selama COVID-19,
banyak warga telah menyadari bahwa sistem distribusi
makanan rentan, sebagaimana halnya gangguan terhadap
ketersediaan listrik atau musim kemarau mengingatkan
kita akan ketergantungan kita pada listrik atau air. Pande-
mi telah memberikan pada kita istilah “pekerja kunci” atau
“pekerja esensial”, yaitu orang-orang yang harus tetap
“pergi bekerja” di saat krisis untuk memastikan bahwa in-
frastruktur sehari-hari terpelihara. Pada waktu yang sama,
jelas terlihat bahwa pekerja esensial ini dibayar dengan
Rasa terima kasih terhadap apa yang dinamakan “pekerja esensial”
buruk dan berada dalam situasi rentan, maupun terekspos
sering diungkapkan selama krisis korona, ketika jelas bahwa risiko kerja baru yang ditimbulkan COVID-19.
kebanyakan di antara mereka sebenarnya digaji rendah dan bekerja
dalam situasi rentan, maupun terpapar risiko baru dari COVID-19
terkait pekerjaan mereka. Di luar pengingat yang tepat mengenai sifat kritis dari
Kredit: Flickr/Creative Commons. ekonomi fundamental, krisis tersebut menggarisbawahi
pentingnya organisasi kolektif, ketetapan, dan dalam
beberapa kasus konsumsi. Bahkan mereka dengan pen-
dapatan yang tinggi masih tergantung pada kualitas sis-
tem transportasi atau pelayanan intensif di rumah sakit;
pendapatan pribadi yang tinggi tidak bisa menjamin sinyal
Wi-Fi yang baik, atau udara bersih atau taman publik ber-
kualitas baik. Dalam hal yang sama, keamanan individu-
al kita tergantung pada kualitas dan perluasan pelayanan
perawatan kesehatan di seluruh dunia pada saat pandemi
>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
PERAN BARU NEGARA?

ini. Ini semua memperkuat batas dari ukuran standar per- raan generasi mendatang3. Sebagai contoh, pemenuhan
tumbuhan ekonomi (seperti GDP per kapita), yang gagal target emisi nol akan mensyaratkan kontribusi signifikan
menangkap rentang perbedaan nilai yang berkontribusi dari aktivitas ekonomi fundamental, seperti perumahan,
pada kehidupan yang baik, dan seringkali tidak memberi- transportasi, dan pangan4. Karena ini esensial, pengu-
kan penghargaan yang sesuai kepada mereka yang mela- rangan emisi akan dihasilkan tidak dari pembatasan (ab-
stention) melainkan dari perubahan dalam produksi dan
kukan pekerjaan pokok.
konsumsi, didorong oleh peraturan-peraturan baru dan
perubahan perilaku. Ini bisa mencakup teknik konstruksi
> Pembaruan layanan dan infrastruktur
yang berbeda dan penguatan bangunan yang sudah ada
untuk membuat mereka lebih efesien energi, perubahan
Pengakuan akan pentingnya pelayanan material dan
dalam komposisi konsumsi makanan, dan penggantian
penyediaan ini membutuhkan pemikiran jernih mengenai
kendaraan pribadi dengan perjalanan dan transportasi
kesempatan yang disediakan oleh momen saat ini. Pen-
publik yang aktif.
deknya, ada tantangan ganda untuk mengamankan ke-
sejahteraan yang terus meningkat bagi generasi saat ini
> Peran nyata negara
dan generasi ke depan melalui fokus kebijakan dan politik
pada ekonomi fundamental. Kekurangan pada layanan
Ada peran nyata negara dalam proses pembaruan ini.
fundamental telah terlihat bahkan sebelum COVID-19 me-
Bukan hanya dalam kondisi di mana banyak pelayanan
nyerang, melalui berbagai kombinasi investasi yang tidak
fundamental disediakan atau dibiayai oleh negara, namun
memadai (underinvestment), privatisasi, marketisasi, dan
dalam hal kewargaan sosial yang dimungkinkan melalui
finansialisasi. Infrastruktur yang benar-benar runtuh, pe-
akses pada infrastuktur sehari-hari, syarat negara yang
layanan dengan dana tidak memadai dalam masyarakat
akuntabel dan responsif juga diperlukan. Banyak dari in-
yang menua, “kekeringan makanan” di mana masyarakat
frastruktur fundamental asli seperti air dan sistem pem-
sulit mengakses makanan segar berkualitas baik: ini se-
buangan air, jaringan listrik, atau rumah sakit umum diatur
mua adalah contoh dari kegagalan penyediaan fundamen-
melalui perencanaan dan rekayasa yang bersifat top-down.
tal, di mana kemajuan akan meningkatkan kesejahteraan
Pembaruan dan penyediaan infrastruktur baru juga perlu
masyarakat.
menyediakan peran yang lebih kuat bagi partisipasi war-
ga, terutama jika terjadi kompromi (sebagaimana halnya
Dalam banyak kasus, pembaruan fundamental bagi ke-
dalam penanganan perubahan iklim atau kerja dalam ba- 23
sejahteraan generasi saat ini mensyaratkan sumber dana
tas anggaran) atau ketika keahlian dalam komunitas dan
tambahan baik kapital maupun pendanaan pendapatan.
organisasi di level lokal telah paham bagaimana cara me-
Bahkan di negara dengan penghasilan tinggi seperti Jer-
ningkatkan hasil sosial, seperti dalam kesehatan publik.
man, kerusakan infrastruktur transportasi dan pendidikan
telah menjadi bahan perdebatan sengit. Tetapi, investasi
Pembaruan pada ekonomi fundamental juga menjadi
itu sendiri tidak akan mengatasi masalah yang juga me-
prasyarat penting bagi kebijakan lain yang mempromosi-
rupakan bentuk konsekuensi dari bagaimana pelayanan
kan pendapatan dasar universal atau jasa dasar univer-
diatur dan disediakan, dalam arti bahwa pembaruan juga
sal. Hanya memberi bantuan tunai pada warga tidak akan
perlu mencakup reformasi dari model bisnis yang sering
menjamin kesejahteraan karena kualitas hidup tergantung
bersifat disfungsional. Sebagai contoh, sistem perawatan
pada akses untuk secara kolektif menyediakan jasa seper-
yang kurang didanai membutuhkan lebih banyak sum-
ti pelayanan kesehatan, jaringan internet, perumahan so-
berdaya untuk bisa memenuhi kebutuhan kesehatan dan
sial, transportasi publik yang terintegrasi dan terjangkau,
kelompok sosial lanjut usia yang terus bertambah atau
dan ruang hijau. Jika harus ada warisan bermakna dari
orang-orang yang rentan. Namun bilamana penyedia pe-
pandemi, hal itu harus mencakup pembaruan dari ekono-
rawatan dimiliki oleh ekuitas swasta atau bentuk kepe-
mi fundamental, yang secara sosial dan ekologis berkelan-
milikan ekstraktif lain, sumberdaya tambahan mungkin
jutan meningkatkan daya hidup di waktu ini.
akan diarahkan pada keuntungan yang lebih besar dan
tidak pada penambahan jumlah tenaga kerja atau untuk
Semua korespondensi ditujukan kepada Julie Froud
peningkatan pelayanan perawatan. Atau, jika perawatan <julie.froud@manchester.ac.uk>
diorganisir oleh birokrasi besar dengan sedikit masukan
1. Istilah providential di sini dipakai dalam arti penyediaan, untuk menyediakan kebutuhan
dari penerima perawatan, sumberdaya tambahan harus di masa yang akan datang. Istilah ini mengikuti konsep masyarakat penyediaan (providenti-
dikombinasikan dengan reformasi untuk melokalisasi al societies), yang didirikan untuk memungkinkan masyarakat menabung untuk membayar
provisi dan memberi suara yang lebih besar pada pe- biaya saat sakit, dsb di masa yang akan datang. Istilah ini mencakup pelayanan publik dan
kesejahteraan..
mangku kepentingan. 2. Untuk informasi lebih lengkap, lihat: https://foundationaleconomy.com/introduction/.
3. Untuk informasi lebih lanjut, lihat: https://foundationaleconomycom.files.wordpress.
com/2021/01/fe-wp8-meeting-social-needs-on-a-damaged-planet.pdf.
Ketika pelayanan kepada warga negara ditingkatkan me- 4. Sebagai contoh, Institut Stockholm memperkirakan bahwa 59% jejak ekologis di Wales
lalui pembangunan ulang infratruktur dan jasa, tantangan dapat dikaitkan dengan konsumsi makanan (28%), perumahan (20%), dan transport (11%)
https://gov.wales/sites/default/files/publications/2019-04/ecological-and-carbon-footp-
politik dari pembaruan fundamental ini termasuk menyasar rint-of-wales-report.pdf.
krisis iklim dan alam yang juga mempengaruhi kesejahte-

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


PERAN BARU NEGARA?

> Ekonomi dan Negara yang Sesuai


untuk Masa Depan
oleh Andreas Novy dan Richard Bärnthaler, Universitas Ekonomi dan Bisnis Wina, Austria

A
da pengakuan yang luas bahwa kita saat ini gara-negara berkembang di Selatan Global, muncul sebuah
hidup di masa kekacauan yang mendalam. “konsensus pasca-perang” yang didasarkan pada kapitalis-
Pertanyaannya bukan lagi apakah perubahan me kesejahteraan. Penyediaan infrastruktur dianggap seba-
besar akan terjadi di abad kedua puluh satu, gai tugas mendasar bagi otoritas publik: dari akses kepada
tetapi bagaimana transformasi ini akan terjadi–dengan kesehatan dan pendidikan hingga pengalihan yang signifikan
kepemilikan swasta kepada pemerintah daerah (municipali-
jalan yang kacau-balau, seperti yang kita alami saat ini
zation) atau nasionalisasi atas penyediaan energi, perumah-
dalam menghadapi pandemi, atau dibentuk secara kolek-
an, dan mobilitas. Suatu repertoar instrumen yang lebih be-
tif. Cara yang terakhir itu tergantung pada dua prasyarat:
sar–seperti intervensi makroekonomi, batasan ruang lingkup
memikirkan kembali ilmu ekonomi, dan memperkuat insti- pasar, dan langkah-langkah redistributif–menghasilkan insti-
tusi-institusi publik dan demokrasi. tusi-institusi ekonomi yang bersifat plural, yang memungkin-
kan munculnya kemakmuran di Eropa Barat dan Amerika Uta-
> Batas-batas pemikiran tentang ekonomi di ra serta pembangunan nasional di Global Selatan. Sementara
abad XX pada akhir abad kedua puluh konsensus ekonomi ini meng-
alami kemunduran parah di kalangan akademisi dan pem-
Selama beberapa dasawarsa terakhir, pemikiran pasar-libe- buatan kebijakan, [model ekonomi] itu memperoleh kembali
ral, yang sudah dominan di abad kesembilan belas, telah pengaruhnya setelah terjadinya Krisis Keuangan Hebat tahun
mengalami kebangkitan. Sering dikritik dengan sebutan neoli- 2008. Kapitalisme kesejahteraan versi abad kedua puluh
beralisme, pemikiran itu telah merembes ke dalam pemikiran satu mencerminkan pendekatan pragmatis terhadap trans-
politik dan bertindak jauh melampaui pembuatan kebijakan formasi sosial-ekologis, mempromosikan modernisasi ekolo- 24
sayap kanan. Kekuatan pasar dalam meningkatkan (eko-) gis dan mengakui peran yang lebih aktif bagi negara dalam
efisiensi dan mengoptimalkan alokasi sumber daya yang inovasi dan kebijakan industri, tetapi mengabaikan bagaima-
langka telah menjadi dogma, dan mendisiplinkan arus uta- na hal-hal yang memaksa dari laba dan pertumbuhan serta
ma yang ada di UE dan AS. Namun, mengoptimalkan pasar konsumerisme mengatur cara-cara kita dalam berproduksi
tidak akan cukup untuk melindungi kehidupan kita di dalam dan hidup. Akibatnya, ketimpangan tetap tinggi dan bencana
ruang lingkup planet ini—bukan hanya karena pertumbuhan iklim meningkat. Terlebih lagi, efektivitas dari “negara kese-
hijau [pertumbuhan yang ramah lingkungan] (yang nyatanya jahteraan dan peraturan” yang diatur secara teritorial telah
tidak hijau samasekali karena tidak adanya pemisahan mut- dilemahkan oleh ekonomi yang semakin ter-deteritorialisasi,
lak antara pertumbuhan ekonomi dan tekanan lingkungan se- yang memungkinkan perusahaan-perusahaan multinasional
hingga cenderung mengimbangi keuntungan efiensi dengan untuk dapat menghindari undang-undang nasional dan me-
peningkatan konsumsi), tetapi juga karena liberalisme pasar musatkan kekayaan.
mengabaikan rutinitas, praktik, dan kebiasaan yang tidak ber-
kelanjutan. Liberalisme pasar ini memegang keyakinan yang > Kemunculan sebuah kerangka
hampir menyerupai agama pada kekuatan konsumen yang
berpengetahuan luas dan rasional untuk “mengatasi” krisis Mengingat krisis-krisis yang semakin meningkat, aliran pe-
iklim melalui pilihan pasar yang bersifat perorangan. Prioritas mikiran ekonomi ketiga baru mulai muncul. Aliran ini meng-
yang diberikan pada solusi pasar ini tidak hanya memperkuat angkat wawasan dari Marx, Keynes, Braudel, ekonomi fe-
akses konsumsi yang tidak merata, tetapi juga merupakan minis, dan Foundational Economy Collective [perkumpulan
ancaman bagi demokrasi. Dalam liberalisme pasar, negara akademisi Eropa untuk ekonomi fundamental] untuk mem-
tidak lemah atau terbatas pada laissez-faire, tetapi memiliki bedakan antara: (i) zona ekonomi fundamental dari kegiatan
mandat yang kuat untuk menegakkan kontrak dan melindungi sehari-hari, termasuk penyediaan eksistensial [infrastruktur]
hak milik pribadi. Namun, di dunia di mana hak milik terkon- dan lokal serta pekerjaan perawatan tidak berbayar; (ii) eko-
sentrasi pada korporasi-korporasi bisnis, negara pasar-liberal nomi pasar yang menghasilkan nilai, termasuk penyediaan
telah melahirkan struktur kekuasaan baru, tidak demokratis, lokal yang tidak esensial dan kegiatan-kegiatan berorientasi
dan sangat tidak setara. Perusahaan-perusahaan multinasio- ekspor; serta (iii) ekonomi rentier [ekonomi yang dibangun
nal telah menjadi pembuat peraturan dan keputusan global, dari penyewaan sumber daya] yang mengambil nilai. Pema-
mampu mengeksternalisasikan biayanya kepada masyarakat haman Karl Polanyi tentang ekonomi sebagai suatu sistem
dan lingkungan serta menerjemahkan eksternalisasi ini ke da- yang mengatur mata pencaharian paling cocok digunakan
lam nilai pemegang saham yang diprivatisasi. untuk menghadapi tantangan transformasi sosial-ekologis,
menyoroti kebutuhan untuk memperluas dan memperkuat
Setelah Perang Dunia II, baik di Utara Global maupun ne- ekonomi kebutuhan dasar (prioritas utama) serta penyediaan

>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
PERAN BARU NEGARA?

“Strategi-strategi yang efektif untuk memperkuat ekonomi


yang sesuai di masa depan perlu mengejar bentuk-bentuk
penentuan nasib sendiri yang saling berhubungan secara
teritorial dengan pemberdayaan keragaman dari ruang-
ruang kebijakan yang saling terkait tetapi tepat, melalui
deglobalisasi ekonomi selektif”

lokal yang tidak penting (prioritas kedua), mengubah ekonomi Kami setuju bahwa lembaga-lembaga negara publik dan
pasar berorientasi ekspor, dan mengecilkan ekonomi rentier. demokratis hanya dapat berkembang dalam sistem ekonomi
di luar kapitalisme. Namun, karena zona-zona non-kapita-
Meskipun mengakui bahwa kehidupan yang baik untuk lis selalu ada di dalam kapitalisme, institusi-institusi nega-
semua pihak di dalam ruang lingkup planet hanya dapat di- ra non-kapitalis juga dapat bertahan di dalam kapitalisme:
wujudkan melalui transisi menuju moda-moda produksi dan baik itu menjadi koperasi, perusahaan kota, atau sistem
kehidupan pasca-kapitalis, pendekatan ini kurang mempu- pensiun publik. Dan karena kapitalisme bergantung pada
nyai strategi mengenai bagaimana cara memperkenalkan zona-zona ekonomi kebutuhan dasar (terutama perawatan
perubahan yang diperlukan dengan cara yang demokratis. dan infrastruktur), lembaga-lembaga negara non-kapitalis
Beberapa pendukung cenderung menolak negara dan meng- menopang legitimasi dan efektivitas kapitalisme. Karena ke-
istimewakan gerakan-gerakan akar rumput dan aktivisme ma- beradaan kapitalisme bergantung pada negasinya sendiri,
syarakat sipil, yang dengan demikian memperkuat anti-statis- badan negara dapat memperkuat zona ekonomi kebutuhan
me pasar-liberal dan fatalisme politik serta menggabungkan dasar yang memungkinkan kehidupan beradab bagi semua
pembuatan kebijakan pasca-politik arus utama pada bebera- penduduk. Akses inklusif ke sistem-sistem penyediaan ko-
pa dasawarsa terakhir dengan badan negara secara umum. lektif yang terjangkau (perawatan, kesehatan, pendidikan,
Bagaimanapun, munculnya berbagai pemerintahan otoriter perumahan, mobilitas) dapat dikombinasikan dengan me-
menunjukkan potensi kekuatan lembaga-lembaga negara. nyisihkan pilihan-pilihan yang tidak berkelanjutan (misalnya,
Meskipun tidak satu pun di antara mereka, baik Tiongkok, larangan penerbangan jarak pendek) dan mengarahkan in- 25
India, atau Brasil di masa sekarang ini menjadi model panut- vestasi ke dalam kegiatan ekonomi berkelanjutan (misalnya,
an, mereka menunjukkan potensi yang inheren di dalam diri melalui subsidi, investasi langsung, perpajakan, lisensi so-
negara sebagai entitas dengan yurisdiksi yang berbatas, de- sial, program pelatihan ulang) untuk memastikan universal-
ngan kedaulatan teritorial: baik itu sebagai negara-kota, ne- isabiltas sosial-ekologis. Dalam jangka pendek, ini adalah
gara-bangsa atau negara-Eropa. Mengabaikan potensi yang strategi yang layak untuk bergerak melampaui neoliberalis-
terletak pada monopoli negara atas pembuatan aturan yang me, memperkuat bentuk-bentuk negara hijau dan non-kapi-
sah tidak hanya naif dan berbahaya, tetapi, di atas segalanya, talis di dalam kapitalisme.
tetap terjebak dalam permainan khusus dengan mengorban-
kan proyek-proyek kontra-hegemonik potensial. Namun, dalam jangka panjang, moda produksi kapitalis
tetap tidak sesuai dengan kehidupan yang baik untuk semua
> Kebutuhan akan lembaga negara orang dalam ruang lingkup planet. Oleh karena itu, untuk
non-kapitalis bergerak melampaui kapitalisme, bentuk-bentuk baru nega-
ra harus berkembang di seputar pertumbuhan bidang-bidang
Strategi-strategi yang efektif untuk memperkuat ekonomi kehidupan yang terdekomodifikasi di luar fungsinya untuk re-
yang sesuai di masa depan perlu mengejar bentuk-bentuk produksi kapital. Ini dapat merupakan hubungan masyarakat
penentuan nasib sendiri yang saling berhubungan secara te- sipil-negara yang bertransformasi di mana investasi-inves-
ritorial dengan pemberdayaan keragaman dari ruang-ruang tasi serta pengoperasian penyediaan infrastruktur menjadi
kebijakan yang saling terkait tetapi tepat, melalui degloba- lebih tersosialisasi dan ketergantungan pada pendapatan
lisasi ekonomi selektif–misalnya. kota, wilayah, bangsa, dan yang diperoleh dari pasar kerja berkurang. Mempromosikan
seterusnya. Negara-negara, yang mengatur wilayah melalui kesejahteraan (well-being) akan menghasilkan lebih banyak
lembaga publik dan demokrasi, tidak boleh direduksi men- waktu luang ketimbang upah yang meningkat, mengakses
jadi negara-bangsa, atau menjadi birokrasi terpusat. Bentuk barang publik akan lebih disukai daripada memiliki barang
negara yang inovatif harus lebih terdesentralisasi, member- pribadi, mengurangi biaya hidup (misalnya, infrastruktur
dayakan dan melindungi lembaga-lembaga perantara serta publik dan perumahan yang terjangkau) akan diprioritaskan
lingkungan kerja dan hidup yang tidak terkomodifikasi yang daripada meningkatkan daya beli.
dikelola sendiri. Namun, [pendekatan] ekonomi politik kritis
yang telah menekankan batas-batas lembaga negara progre- Seluruh korespondensi ditujukan kepada:
Andreas Novy <Andreas.novy@wu.ac.at>
sif seperti itu dalam kapitalisme, bersikeras bahwa negara Richard Bärnthaler <richard.baernthaler@wu.ac.at>
dalam kapitalisme adalah negara kapitalis.

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


PERAN BARU NEGARA?

> COVID-19:
Artikulasi Baru
Negara dan Ekonomi
oleh Bob Jessop, Universitas Lancaster, Inggris

S
ignifikansi pandemi COVID-19 masih terus mensubordinasi pemerintahan secara lebih langsung dan
berlangsung. Sampai virus ini bisa dikontrol, lebih lama pada “keharusan globalisasi” sebagaimana
atau dihilangkan, kita tidak akan sepenuhnya yang dikembangkan oleh wacana neoliberal. Strategi ini
tahu respons seperti apa yang benar-benar mendorong kerentanan (precarity) dalam masyarakat se-
tepat. Tetapi, telah cukup jelas bahwa beberapa negara bagai alat pendisiplinan untuk menunjang finansialisasi ke-
lebih berhasil dalam mengontrol kasus dan mengurangi hidupan sehari-hari, dengan tumbuhnya ketidaksetaraan
angka kematian dari apapun penyebabnya. Juga telah je- dalam hal kesejahteraan dan stratifikasi yang lebih besar
las bahwa pandemi telah menghasilkan alasan baru bagi di dalam kelas-kelas. Hal ini juga mempercepat perubah-
intervensi negara yang diorientasikan pada bantuan tim- an dari negara kesejahteraan dengan pembagian hak-hak
bal balik maupun dukungan pada bisnis swasta. Artikel ini warga negara, menuju rezim dunia kerja yang koersif, dan,
membahas aspek ini dari pandemi. terutama di Amerika Serikat, peluang untuk dipenjarakan.
26
Neoliberalisme memberi privilese pada kekuatan pasar
Pandemi bisa dianggap sebagai krisis global. Krisis cen- dan menggunakan negara untuk memperluas pasar itu.
derung mengganggu pandangan mengenai dunia yang Sebaliknya, COVID-19 mengandalkan negara sebagai ak-
telah diterima dan bagaimana caranya untuk tetap bisa tor kunci, kemitraan antara publik dan swasta, dan solida-
berlanjut di dalamnya, dengan mempertanyakan paradig- ritas tanpa syarat (saling membantu) serta menghidupkan
ma kebijakan dan teoretis maupun rutinitas sehari-hari. kembali masyarakat yang saling peduli.
Meskipun pandemi telah lama diakui sebagai ancaman
potensial, krisis COVID-19 pada awalnya secara umum Inggris merupakan suatu rezim politik neoliberal yang ti-
ditafsirkan sebagai guncangan dari luar yang tak terduga dak siap dalam menghadapi pandemi dalam arti pengor-
yang mengancam manusia. Ini tercermin dalam wacana ganisasiannya yang terpecah, terdesentralisasi, serta se-
biopolitik mengenai keamanan untuk melindungi pendu- perangkat entitas publik dan swastanya yang terkoordinasi
duk dan dalam wacana militan yang ditujukan terhadap dengan buruk. Perhatian Pemerintah juga dikacaukan oleh
ancaman internal (misalnya pekerja migran, populasi kebutuhan untuk menerapkan Brexit, dengan seorang Per-
Roma). Bertentangan dengan itu, krisis pandemi bisa di- dana Menteri baru yang berorientasi pada peringkat opini
telusuri dari pertanian yang terkapitalisasi yang menyerbu publik. Bagaimanapun juga, sistem kesehatan Inggris ti-
kehidupan alam dan menciptakan kondisi yang memung- dak siap dalam menghadapi pandemi. Pengeluaran untuk
kinan penyakit menyeberang dari hewan ke manusia. Pe- pelayanan kesehatan per orang dari tahun 2009 hingga
nyebaran COVID-19 juga mencerminkan perdagangan glo- 2018 dikurangi menjadi pertumbuhan rata-rata sebesar
bal dan perjalanan internasional, yang memudahkannya 1,2% yang tidak sebanding dengan penambahan kebu-
untuk berpindah antar negara dan benua. Namun insiden tuhan pelayanan kesehatan. Terdapat kekurangan sekitar
pandemi tetap saja tidak merata: rejim politik yang berbe- 40.000 perawat, 2.500 dokter umum, dan 9.000 dokter
da menafsirkannya secara berbeda, memprioritaskan kea- rumah sakit, maupun kekurangan dalam peralatan pera-
manan biopolitik, pertahanan melawan musuh dari dalam, watan intensif.
atau lebih memilih ekonomi daripada kesehatan.
Pemerintah-pemerintah terdahulu telah menyiapkan
> Menjelaskan respons buruk Inggris strategi pandemi yang merupakan cetak biru teknokra-
tis yang tidak mencerminkan kondisi buruk inftrastruktur
Artikel ini berfokus pada Eropa dan Amerika Utara, di mana pelayanan kesehatan dan sosial, termasuk ventilator dan
buruknya kinerja mungkin bersumber dari strategi untuk peralatan pengaman pribadi, serta kerentanan pekerja

>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
PERAN BARU NEGARA?

“Pandemi telah menghasilkan alasan baru bagi


intervensi negara yang berorientasi pada bantuan
timbal balik maupun dukungan pada bisnis swasta ”
dan kelompok marginal. Bercermin pada Strategi Kesiap- awalnya menolak untuk mengakui sifat mematikan CO-
an Pandemi Influenza tahun 2011, kebijakan pemerintah VID-19 dan untuk melindungi kehidupan. Menjaga bis-
Inggris “mengikuti ilmu” sebagaimana yang ditampilkan nis (besar) dianggap lebih penting. Hal ini menyebabkan
oleh Kelompok Penasehat Ilmu untuk Kedaruratan. Ilmu pembatasan dan tindakan isolasi sosial yang terlambat,
pengetahuan tersebut didasarkan pada analogi menyesat- kemudian menghasilkan pembatasan “ringan” yang tidak
kan tentang epidemi influenza, yang mencerminkan perhi- menekan virus; serta kemudian relaksasi yang terlalu dini,
tungan bahwa virus akan menyebabkan ekstra kematian yang menjadikan pandemi justru kembali muncul.
sebesar 250.000 yang akan ditangani berdasar tingkat
kegawatan (lanjut usia dibiarkan meninggal, yang sakit > Suksesnya aksi negara kuat
disebar ke panti perawatan). Ketika opini publik menolak
hal ini, Pemerintah berusaha meratakan kurva peningkat- Namun meskipun COVID-19 adalah pandemi global,
an infeksi untuk menunda penyebaran virus dan kemudian hanya ada sedikit koordinasi antara politisi dan ilmuwan
memberlakukan strategi nasional dengan beberapa pelim- dalam meresponsnya. Sebaliknya, dalam masyarakat
pahan kewenangan. Hal ini diikuti dengan penegakan ke- kapitalis yang maju dijumpai solusi nasionalis terhadap
bijakan pembatasan (lockdown) yang seringkali terlalu se- pandemi dan vaksin dan sedikit usaha atau uang diguna-
dikit dan terlambat. Memang, rendahnya tingkat upah bagi kan untuk koordinasi kampanye vaksinasi global. Hal ini
mereka yang sakit mempunyai arti bahwa mereka yang khususnya terlihat jelas di Utara Global, di mana pandemi
secara finansial tidak terjamin akan terus bekerja, meski- diduga akan mempengaruhi Selatan Global. Tetapi, tidak
pun mereka sedang tidak sehat. Hal ini telah berkontribusi peduli apakah suatu negara itu demokratis atau otoriter,
pada meningkatnya angka infeksi dan kematian. di kepulauan ataupun benua, Kong Hu Cu atau Buddhis, 27
komunitarian atau individualistis, jika negara itu Asia Ti-
Pemerintah telah gagal membangun sistem tes-rekam mur, Asia Tenggara, atau Australasia, mereka memiliki
jejak-isolasi yang seharusnya berfungsi dan, karena obse- kecenderungan untuk mengelola COVID-19 dengan cara
sinya pada sektor swasta, tidak menghubungkan antara lebih baik daripada negara Eropa ataupun Amerika Utara.
pelayanan lokal dan agensi nasional untuk memberikan Kebijakan nol-COVID seperti di Selandia Baru, Singapura,
respons yang koheren. Tidak ada tindak lanjut yang sis- Vietnam atau Australia, di mana aksi negara kuat dan
tematis bagi orang-orang yang diisolasi atau dikarantina, langkah kesehatan publik berfungsi, lebih baik daripa-
kecuali bagi pendatang yang baru tiba dari negara-nega- da kebijakan imunitas komunitas (herd immunity) yang
ra tertentu. Test virus korona yang dilakukan di komunitas membiarkan kematian dalam jumlah yang bisa ditole-
Inggris diberikan di luar struktur NHS (Layanan Kesehatan ransi, secara bertahap meningkatkan imunitas, dan/atau
Nasional) yang lazim, tanpa pengawasan medis yang baik kebijakan vaksinasi yang menyeluruh. Kita bisa berharap
seperti di tempat lain (misalnya Jerman, Irlandia, atau Ko- bahwa penelitian pasca COVID-19 akan mengkritik res-
rea Selatan). Namun kebijakan vaksinasi telah ditangani pons neoliberal dan merekomendasikan investasi yang
dengan baik melalui pelayanan kesehatan. baik bagi infrastruktur kesehatan publik dan perawatan
dengan yang memadai dengan dukungan kuat bagi tin-
Dalam responsnya terhadap COVID-19 Inggris lebih dakan negara yang efektif.
memprioritaskan kesejahteraan daripada kesehatan, dan
itu malah menjadi bumerang. Sesungguhnya, melindungi
Seluruh korespondensi ditujukan kepada Bob Jessop
kesehatan lebih efektif daripada mempertahankan ekono- <b.jessop@lancaster.ac.uk>
mi. Di AS, Inggris, Swedia, dan Brasil, pemerintah pada

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


PERAN BARU NEGARA?

> Leviathan Muncul Kembali!


Negara Korona dan Sosiologi
oleh Klaus Dörre dan Walid Ibrahim, Friedrich-Schiller-Universität Jena, Jerman

28

Pusat vaksinasi di Erfurt, Jerman. Sisi kepedulian dari “Negara Korona,”


atau suatu langkah yang diperlukan bagi pemulihan ekonomi?
Kredit: Walid Ibrahim.

L
eviathan muncul kembali! Ini adalah ungkapan negara dan kawasan yang mampu untuk melindungi dan, jika
yang dapat merangkum apa yang saat ini terjadi perlu, membangun kembali ekonomi.
di berbagai belahan dunia akibat pandemi Koro-
na. Dalam karya utamanya, “Leviathan, atau Per- > Asesmen Negara Korona
kara, Bentuk, dan Kuasa atas sebuah Kesejahteraan Umum
Gerejawi dan Keadaban” (Leviathan, or the Matter, Forme Bagaimana asesmen terhadap negara semacam ini? Para
and Power of a Commonwealth Ecclesiastical and Civil), Tho- ahli teori sistem merasa kesal karena mereka telah menge-
mas Hobbes memilih analogi monster laut untuk mengeks- sampingkan kemungkinan adanya aktor negara yang meng-
presikan sifat kontradiktif dari negara modern. Selama era intervensi secara efektif dalam setiap subsistem sosial. Para
neoliberalisme, Leviathan tampak sedang mengambil langkah ekonom Keynesian bersukacita karena utang pemerintah
mundur. Namun tentu saja hal tidak pernah benar-benar ter- saat ini merupakan sarana pilihan untuk merangsang eko-
jadi, sebab di Cile saja hanya suatu negara tirani yang dapat nomi. Jurnalis liberal, di sisi lain, khawatir tentang hak-hak
muncul sebagai eksperimen radikal dari pasar bentukan dari dasar yang akan ditangguhkan oleh “Negara Korona” selama
Chicago Boys. Meskipun demikian, kritik sosial sosiologis, di karantina wilayah (lockdown dan shutdown). Jadi, bagaima-
atas segalanya, merupakan kritik terhadap pasar. Bukanlah na seharusnya asesmen kita terhadap intervensionisme ne-
suatu kebetulan bahwa Karl Polanyi menjadi saksi akademik gara (state interventionism) baru ini? Sebagai jawaban awal,
utama mengenai suatu gerakan ganda yang pada awalnya kami mengajukan tesis bahwa intervensionisme negara dapat
merupakan penghancuran pasar yang berdampak luas. Sejak menjadi bidan dari “kapitalisme dengan wajah baru.” Namun,
pandemi Korona, pendulum berayun balik. Leviathan mela- Negara Korona adalah hibrida, karena merespons pandemi
kukan intervensi– sebagai keadaan darurat untuk memerangi dan resesi dengan dua varian aktivitas negara yang berbe-
pandemi dan pada saat yang bersamaan sebagai negara in- da secara fundamental dan keduanya hanya bertautan satu
tervensionis ekonomi yang menginvestasikan triliunan dolar di sama lain secara longgar. COVID-19 sedang ditangani oleh
>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
PERAN BARU NEGARA?

keadaan darurat yang, di satu sisi, beroperasi dalam kerangka cepat daripada yang diharapkan. Perhitungan oleh Badan
konstitusional, dan di sisi lain, mengesampingkan konstitusi Energi Internasional (IEA) mengkonfirmasi penurunan 5,8%
dengan menangguhkan sementara hak-hak dasar. Satu-satu- pada emisi di seluruh dunia dalam tiga bulan pertama tahun
nya cara untuk mengabsahkan pengecualian adalah adanya 2020; yang setara dengan emisi seluruh Uni Eropa. Namun
perang melawan pandemi. Negara memberlakukan aturan sejak April 2020, emisi global telah meningkat kembali; pada
yang mengikat mengenai jarak sosial untuk mencegah ce- bulan Desember, angkanya sudah berada di atas level bulan
patnya penyebaran penyakit tersebut. Dengan melakukan hal Desember dari tahun sebelumnya. Untuk mencapai skenario
itu, ia menanggapi bencana medis; namun, ketika pandemi pemanasan global 1,5- derajat yang menurut Panel Antar-
menjadi lebih mudah dikelola, aturan tersebut akan kehilang- pemerintah mengenai Perubahan Iklim (Intergovernmental
an keabsahannya. Semua kewajiban—seperti perlambatan Panel on Climate Change) masih dapat dikendalikan, emisi
kehidupan sehari-hari, penurunan konsumsi, penghindaran gas rumah kaca global harus dikurangi rata-rata 7,6% per
perjalanan, meluangkan waktu untuk merawat diri sendiri dan tahun—tetapi ini harus dilakukan terus menerus dan bukan
orang lain—hanya akan dapat dipertahankan secara sukarela sebagai akibat dari lockdown sementara. IEA [Badan Ener-
setelah pandemi berakhir. Dorongan yang dapat dikenali un- gi Internasional] khawatir bahwa peluang bersejarah dunia
tuk memulihkan normalitas pra-COVID-19 memberikan fira- untuk mencapai puncak emisi global pada 2019 sedang
sat betapa terpisahnya analisis semacam itu dari kenyataan. disia-siakan. Kesulitan dalam perjuangan distribusi kemak-
muran, yang dihadapi semua masyarakat sebagai akibat dari
Terhadap negara intervensionis ekonomi harus dilaksana- tingginya tingkat utang dan penurunan pendapatan pajak, da-
kan asesmen yang berbeda. Langkah bertahap untuk men- pat semakin memperburuk tren ini.
jauhi penghematan fiskal, anggaran berimbang, “Schwarze
Null”1 dan—yang sejauh ini hanya disinggung—peningkatan Akhirnya, kita harus mencatat bahwa meskipun negara in-
pajak terhadap aset besar dan pendapatan tinggi, merupa- tervensionis adalah sebuah Leviathan, monster ini mungkin
kan kemajuan bila dibandingkan dengan radikalisme pasar di memiliki efek yang menguntungkan. Leviathan melindungi
masa-masa sebelumnya. Namun demikian, Negara Korona warga nasionalnya sendiri dengan menempatkan kehidupan
tidak menjamin transformasi sosial-ekologis yang memenu- manusia di atas kepentingan ekonomi. Sisi lain dari hal ini,
hi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Social Development dengan sendirinya, ialah bahwa ia menjadikan pandemi se-
Goals). Dalam istilah politik-ekonomi, langkah-langkah ter- bagai sebuah sasaran persaingan antara kekuatan-kekuatan
sebut merupakan sebuah pijakan yang lemah, karena bagi besar. Hanya negara yang memiliki cukup vaksin dan dapat
negara-negara yang kaya pun utang publik yang terlalu ting- dengan cepat menjalankan kampanye vaksinasinya melalui
gi hanya berfungsi selama bank sentral dan pasar keuangan tindakan akan memiliki peluang lebih tinggi untuk pemulihan 29
bermain bersama dan menjamin kebijakan suku bunga ren- ekonomi secara cepat. Akibatnya, ancaman kesehatan glo-
dah. Hal ini membuat masalahnya lebih serius karena apara- bal sedang diperangi dengan nasionalisme vaksin. Terlepas
tur negara yang bertanggung jawab sering kali minim imajina- dari semua ekspresi solidaritas, pada musim semi 2021, 10
si dalam merangkai kebijakan ekonomi dan industri. Disapih negara telah mendapatkan 76% dari vaksin yang tersedia.
dari intervensionisme yang hati-hati, mereka sebetulnya ha- Sebanyak 85 negara berpenghasilan rendah mungkin mem-
nya tahu sedikit tentang apa yang harus dilakukan dengan butuhkan waktu bertahun-tahun untuk mulai mengimunisasi
hasil keuntungan dari program investasi dan rekonstruksi. populasi mereka. Hal ini meningkatkan risiko mutasi yang ter-
bukti resistan terhadap vaksin. Negara-negara dengan sistem
> Batas-batas intervensi ekonomi kapitalis yang dominan tidak mampu memperlakukan vaksin
sebagai barang publik dan dengan cara demikian memban-
Karena alasan ini juga, seseorang tidak boleh menaruh tu tercapainya tujuan keberlanjutan perlindungan kesehatan
harapan tinggi pada efek ekologis berkelanjutan dari Negara untuk semua (SDG 3). Oleh karena itu, dalam bentuknya
Korona. Negara ekonomi intervensionis bertujuan untuk seca- yang dominan, Negara Korona bukanlah penjamin kemajuan
ra langsung melawan kontraksi kegiatan ekonomi. Keabsahan dalam konteks keberlanjutan sosial dan lingkungan. Analisis
program rekonstruksi yang dibiayai utang diukur dari keber- dan kritik sosiologis ini menyiratkan bahwa kita harus mende-
hasilan pertumbuhan. Dalam hal ini, Negara Korona adalah finisikan kembali pokok bahasan kita. Negara harus menjadi
entitas yang ambivalen. Negara intervensionis ekonomi akan fokus lagi dari keahlian sosiologi. Untuk benar-benar mela-
menyantap asupan yang telah dibuat oleh kembarannya yang kukan asesmen terhadap apa itu Negara Korona dan bagai-
tidak setara–negara darurat pandemi. Dalam prosesnya, tu- mana cara kerjanya, kita membutuhkan program penelitian
juan ekologis yang keberlanjutan tidak akan bisa bertahan. antardisiplin yang besar dan terfokus secara global. Sudah
waktunya bagi komunitas sosiologi internasional untuk mena-
Perubahan iklim menawarkan sebuah pelajaran. Hanya ngani tugas-tugas ini dengan cepat dan tegas.
sekilas saja COVID-19 tampak bermanfaat secara ekologis.
Seperti halnya keruntuhan [finansial global] tahun 2007, Seluruh korespondensi ditujukan kepada:
lockdown dan krisis ekonomi menyebabkan “mundurnya Klaus Dörre <klaus.doerre@uni-jena.de>
Walid Ibrahim <walid.ibrahim@uni-jena.de>
pertumbuhan (degrowth) karena bencana.” Memang benar
bahwa mobilitas terbatas dan keruntuhan industri sementara 1. “Nol Hitam,“ merujuk pada anggaran berimbang [istilah di Jerman].
telah mengurangi emisi karbon dioksida ke tingkatan yang be-
lum pernah terlihat dalam beberapa dekade. Tetapi, dengan
kebangkitan kembali ekonomi, emisi telah meningkat lebih

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


PERAN BARU NEGARA?

> COVID-19:
Membuat Tempat
Tidak Aman di Jerman
oleh Daniel Mullis, Institut Penelitian Perdamaian Frankfurt (PRIF), Jerman

M
enurut Rosemary-Claire Collard, “justru
kehidupan siapa atau kehidupan ma-
cam apa yang dapat diawasi atau dibuat
aman” yang menjelaskan perhitungan
biopolitik. Biopolitik, mengikuti Michel Foucault, adalah po-
litik yang berkaitan dengan kesejahteraan penduduk. Hal
tersebut adalah kemampuan untuk menentukan “membi-
arkan hidup” dan “membiarkan mati.” Matthew Hannah,
Jan Simon Hutta, dan Christoph Schemann berpendapat
bahwa tanggapan negara terhadap COVID-19 “telah dibe-
narkan dalam artian biopolitik melalui ‘biologisasi ulang’
populasi, dan suatu persepsi mengenai keharusan me-
nyeluruh untuk sedapat mungkin membiarkan sebanyak
mungkin orang tetap hidup.” Namun demikian, jelas bah- 30
wa beberapa nyawa dianggap lebih berharga daripada yang
lain. Pada skala global, ketidaksetaraan perhatian terha-
dap populasi yang beraneka ragam terbukti dalam jumlah
korban maupun dalam tingkat akses ke vaksin. Di seputar
Amerika Utara dan Eropa, tingkat infeksi COVID-19 naik
seiring dengan marginalisasi kelas, ras, dan gender. Pan-
demi memiliki geografi yang sangat khas, yang menyoroti
segmen masyarakat yang terabaikan, tempat-tempat yang
oleh negara tidak dianggap layak untuk diamankan. Saya
Ruang produksi yang telah ditinggalkan. Kredit: Daniel Mullis akan menguraikan argumen ini dengan secara khusus me-
rujuk pada Jerman.

> Peminggiran

“Di mana virus terkonsentrasi, Anda menemukan pinggir-


an (the peripheral), di kota dan masyarakat” ujar Samantha
Biglieri, Lorenzo De Vidovich, dan Roger Keil. Dalam pembica-
raan awal Januari 2021, Roger Keil mengidentifikasi tiga pola
peminggiran (peripheralization): Peminggiran spasial meli-
batkan tempat-tempat yang tidak sentral dalam masyarakat
kontemporer; peminggiran kelembagaan muncul dari praktik
yang dipimpin negara yang mengorganisir masyarakat dengan
cara yang mendorong kelompok masyarakat tertentu ke tepi;
dan peminggiran sosial membahas pembagian rasial masya-
rakat–sebuah perspektif yang ingin saya perluas dengan me-
nambahkan dimensi kelas dan gender.

Terkait dengan geografi COVID-19, Institut Robert Koch te-


lah menunjukkan bahwa pada musim dingin 2020/21, angka
>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
PERAN BARU NEGARA?

kematian di wilayah Jerman dengan deprivasi sosial ekono- > Sentralitas


mi adalah sekitar 50% hingga 70% lebih tinggi daripada di
kawasan dengan deprivasi sosioekonomi yang rendah. Data Suatu hal yang menjadi jelas ialah bahwa penamaan suatu
dari daerah perkotaan menunjukkan bahwa pandemi terparah tempat sebagai tempat yang aman/tidak aman adalah suatu
melanda distrik-distrik di mana kepadatan penduduknya ting- proses politik yang diterapkan oleh penguasa. Foucault ber-
gi, orang-orangnya memiliki pendapatan rata-rata yang lebih pendapat bahwa dalam perjalanan neoliberalisasi, ekonomi
rendah, dan tingkat kemiskinan lebih tinggi. Ketika memba- politik menjadi alasan yang menentukan bagi keputusan pe-
has (non-)intervensi negara dalam konteks ini, peminggiran merintah. Wendy Brown menambahkan bahwa “tujuan nega-
kelembagaan merupakan pola paling nyata di antara tiga pola ra adalah untuk memfasilitasi perekonomian, dan legitimasi
negara terkait dengan pertumbuhan ekonomi.” Langkah-lang-
peminggiran tersebut. Dua pola lainnya, misalnya, tampak
kah Jerman yang bertujuan untuk membatasi penyebaran CO-
dalam produksi kemiskinan maupun produksi peminggiran
VID-19 menganut prinsip tersebut. Menurut data yang terse-
spasial. dia, dari total nilai tambah bruto, hanya 12,8% yang secara
langsung dipengaruhi oleh pembatasan yang terkait dengan
Terkait pola pertama, kemiskinan telah menjadi lebih parah pandemi: dampak tersebut paling terasa pada sektor eceran,
setelah diterapkannya reformasi sistem kesejahteraan Jerman katering, pendidikan, industri perjalanan dan rekreasi, dan
yang disebut Agenda 2010. Antara lain: sektor upah rendah budaya. Yang 87,2% dari ekonomi lainnya tetap dapat me-
diterapkan dan bantuan sosial dasar ditata ulang. Kemiskinan lanjutkan operasi nyaris tanpa dampak. Tidak pernah ada
tidak terjadi secara alami: kemiskinan diproduksi/reproduksi upaya untuk menutup ekonomi untuk melindungi angkatan
oleh sistem ekonomi yang tidak adil, dan dibantu oleh hukum kerja yang rentan terhadap penularan.
dan kekuasaan negara. Konsekuensinya jelas. Angka-angka
menunjukkan bahwa orang-orang yang bergantung pada ban- Oleh sebab itu, wabah massal di ruang yang terpinggirkan
tuan sosial dasar jauh lebih terpapar oleh COVID-19 daripada mengindikasikan adanya sentralitas. Ini terbukti dari tinggi-
bagian masyarakat yang lebih kaya. Mereka yang mengang- nya angka infeksi di rumah pemotongan hewan, pusat logis-
gur untuk jangka panjang hampir dua kali lebih sering dirawat tik, dan sekolah. Di Jerman, industri daging merupakan sektor
inap di rumah sakit daripada golongan orang bekerja. Orang- penting yang berorientasi pada ekspor dan produksinya tidak
orang yang kurang memiliki sumber daya ekonomi hidup da- boleh terhenti. Dalam kasus pusat logistik, Agnieszka Mróz,
lam permukiman yang terlalu padat atau berimpitan, yang se- seorang pekerja Amazon dari Poznan, Polandia, secara tajam
ring terpinggirkan di perumahan sosial; mereka bekerja dalam merujuk pada poin ini tatkala ia menyatakan bahwa dia dan
kondisi rentan; dan mereka terputus dari infrastruktur digital, rekan-rekan kerjanya bukanlah korban, melainkan bekerja di 31
yang membuat sekolah rumah (homeschooling) yang layak pusat kapitalisme global, yang sangat penting untuk menjamin
menjadi tidak mungkin. Semua aspek ini menghasilkan ke- kelancaran arus komoditas. Dalam kasus sekolah, jelas bahwa
rentanan yang lebih tinggi dan berkembangnya kesenjangan anak-anak tidak pernah berarti banyak selama pandemi, terle-
sosial. Selama pandemi, yang kurang kaya telah kehilangan pas dari banyaknya pembicaraan tentang hak-hak anak. Seko-
pendapatan, sementara kelas menengah telah memperta- lah secara dibuka kembali terutama agar para orang tua terse-
hankan statusnya, dan yang kaya menjadi makin kaya. dia bagi angkatan kerja, dan bukan demi keadilan pendidikan.

Pola kedua yang dibahas–peminggiran spasial–adalah pro- > Pola (non-)intervensionisme negara
ses politik yang diterapkan dari pusat masyarakat. Di sua-
tu sisi, keputusan politik di bawah prinsip-prinsip kenegara- COVID-19 menandai pola berbagai peminggiran spasial,
an kapitalis menciptakan lanskap sentralitas dan pinggiran. kelembagaan, dan sosial; ruang-ruang inilah yang menjadi
Produk pola ini memunculkan pola pengucilan dalam peru- ruang utama di mana virus dan konsekuensi sosial memiliki
efek samping terbesar. Deprivasi hak sosial ekonomi mengha-
mahan sosial, kamp pengungsi, tempat penampungan untuk
dapkan khalayak pada risiko yang mematikan dan memiskin-
tunawisma, dan panti jompo, tetapi juga penciptaan kondisi
kan. Mengenai intervensionisme negara, sangat penting un-
kerja yang rentan. Selama pandemi, semua pengaturan sosi- tuk menyoroti jalur otoriter dan berorientasi pada keamanan
al tersebut telah menjadi pusat penyebaran COVID-19. Pada yang telah dipilih oleh sebagian besar pemerintahan di dunia
saat yang sama, pusat permukiman dan distrik perkotaan dalam menghadapi virus ini, alih-alih melibatkan rakyat da-
telah secara khusus digambarkan dalam wacana politik se- lam suatu proses demokrasi berupa pembatasan kebebasan
bagai tempat yang berbahaya untuk memisahkan pandemi atas dasar solidaritas dan keadilan. Namun penting juga un-
dari masyarakat arus utama. Strategi ini sudah dikenal dalam tuk menganalisis secara lebih hati-hati di mana negara telah
wacana mengenai permukiman kumuh (ghetto). Pada lang- memilih untuk tidak mengambil tindakan dan tidak membuat
kah pertama, pandemi dikaitkan dengan ruang (spatialized), ruang-ruang menjadi aman. Dan di mana, sebaliknya, kepu-
kemudian bagian dari ruang tersebut diberi label sebagai “mi- tusan politik telah memperdalam pola eksternalisasi, margi-
gran”, “miskin”, “liar”, dll., yang mengarah pada kesimpulan nalisasi, dan peminggiran di sepanjang dimensi kelas, ras,
dan gender, untuk melindungi dan memisahkan rakyat dari
bahwa ruang-ruang tersebut, bersama dengan penghuninya
mereka yang telah terpinggirkan.
merupakan masalah yang sebenarnya.
Seluruh korespondensi ditujukan kepada Daniel Mullis <mullis@hsfk.de>

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


PERSPEKTIF TEORETIS

> Setelah Depresi:


Subjek Pasca-Neoliberal
oleh Arthur Bueno, Universitas Frankfurt, Jerman dan anggota Komite Penelitian ISA
mengenai Analisis Konsepsi dan Terminologi (RC35)

Peralihan ke abad kedua puluh satu


untuk sebagian besar ditandai ciri-ciri
depresi, yang terutama berwujud perasaan
lelah, kekosongan, dan ketidakmampuan
bertindak. Kredit: Ehimetalor Akhere
Unuabona di Unsplash.

32

K
ita sedang hidup di era transformasi besar. lahan, kekosongan, dan ketidakmampuan untuk bertindak.
Dari keruntuhan finansial 2008 hingga ge- Neurosis Freudian tampil dalam sakit akibat rasa bersalah,
lombang protes politik yang muncul di ta- yaitu saat subjek merasa terombang-ambing antara yang di-
hun-tahun berikutnya, dari bangkitnya ge- bolehkan dan yang dilarang, antara kuasa hukum dan keku-
rakan-gerakan kanan ekstrem baru hingga dampak-dampak atan naluri yang direpresi. Karena itu depresi dapat digam-
pandemi saat ini, rangkaian peristiwa itu menandakan bah- barkan sebagai penyakit ketidakcukupan (inadequacy) yaitu
wa kita sedang berada di persimpangan sejarah: satu dunia saat semuanya tampak dibolehkan tapi orang merasa tidak
sedang sekarat sementara dunia yang lain belum lahir. Pro- mampu meraih sepenuhnya semua kemungkinan yang ter-
ses-proses ini mengajukan tantangan-tantangan baru bukan sedia. Orang mengalami depresi karena harus menanggung
hanya untuk lembaga-lembaga yang sudah mapan, mela- beban ilusi bahwa segalanya bisa diraih: keterbelahan antara
inkan juga untuk sesuatu yang begitu dekat dengan kita: yang mungkin dan yang tidak mungkin, antara yang tersedia
semua itu menunjukkan habisnya cara kita merasa, berpikir, tak habis-habisnya dan apa yang sungguh-sungguh bisa di-
dan bertindak yang selama beberapa dekade ini berlaku. lakukan, orang yang depresi adalah sosok yang “kehabisan
Krisis kita juga merupakan krisis dari sebentuk subjektivitas. bensin.”
Tanpa menimbang struktur subjektivitas dan perubahan-per-
ubahannya, kita tidak akan bisa mengukur secara tepat Perubahan dari neurosis ke depresi semacam itu dalam
bahaya maupun potensi situasi saat ini. Tetapi bagaimana diagnosis klinis bukan hanya menyangkut pengalaman pen-
kita bisa memahami subjek ini yang kini sedang mengalami deritaan tertentu. Hal itu bisa dibaca secara lebih luas se-
krisis? bagai tanda munculnya tatanan sosial baru sejak 1960an:
yaitu tatanan di mana individu-individu ditatapkan pada me-
> Subjek entrepreneurial-depresif nguatnya tuntutan akan tanggung jawab pribadi dan penca-
rian diri dalam konteks melemahnya dukungan sosial dan
Pergantian menuju abad dua puluh satu secara umum ter- melebarnya ketimpangan, menguatnya kompetisi, dan me-
jadi dalam rupa tanda depresi. Penderitaan psikologis saat itu ningkatnya kerentanan. Sebagai akibat dari suatu “kedekatan
tampaknya tidak lagi kelihatan dalam gejala-gejala neurotik elektif” (elective affinity) antara perkembangan rezim akumu-
klasik dari zaman Freud, melainkan dalam perasaan kele- lasi pasca-Fordis dan melemahnya cita-cita Romantik tentang

>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
PERSPEKTIF TEORETIS

otentisitas pribadi, suatu subjek baru muncul: “entrepreneur zaman kita menyatakan ketidaksukaan terhadap elite berku-
diri” (entrepreneur of the self) neoliberal yang diharapkan suk- asa dan menuntut partisipasi lebih: gerakan-gerakan itu da-
ses secara ekonomi dengan cara menjawab tuntutan untuk pat dibaca sebagai bagian dari reaksi terhadap fatalisme dari
“menjadi diri sendiri” atau, seperti digembar-gemborkan oleh bentuk-bentuk regulasi bersama yang marak.
sebuah buku self-help populer, Best Self: Be You, Only Better.
Yang dituntut dari diri entrepreneurial ini bukanlah ketaatan Subjektivitas neoliberal juga ditandai oleh ketegangan kedua,
disipliner, melainkan kelangsungan hidup pribadi yang dicari kali ini mengenai otentisitas: ketegangan antara janji koneksi
sendiri dan dipupuk secara eksperimental, yang komunikatif afektif dengan orang lain dan strukturasi kehidupan bersama
secara emosional, dan disesuaikan secara lentur dengan si- sebagai kompetisi ala pasar di antara individu-individu yang
tuasi pasar yang terus berubah. mengalami atomisasi (lagi-lagi digambarkan dengan salah satu
slogan Thatcher: “Tidak ada yang namanya masyarakat”). Mes-
Individu yang depresi menandai titik di mana tuntutan un- kipun demikian, tuntutan agar tiap individu itu swadaya telah
tuk menjadi entrepreneur diri tersebut menjadi problematik mengakibatkan tumbuhnya perasaan terisolasi dan keretakan
secara subjektif: ketika prospek perwujudan diri yang otentik dalam masyarakat. Tidak mengejutkan memang bahwa bebe-
berubah menjadi kekosongan dan kelelahan, ketika pencari- rapa gerakan politik di masa kita menyerukan keinginan untuk
an kehendak pribadi yang otonom berakhir dengan alienasi. mengalami paguyuban yang afektif: gerakan-gerakan itu bisa
Lebih dari sekadar diagnosis klinis, depresi dengan demikian dipandang sebagai bagian dari reaksi terhadap bentuk-bentuk
telah menjadi kata kunci bagi berbagai kegagalan subjektif disintegrasi sosial yang marak.
dalam hal ekspektasi normatif yang dilembagakan sepanjang
beberapa dekade terakhir di abad ke dua puluh. Akan tetapi, situasi pasca-depresif tersebut tidak bisa di-
lukiskan hanya dalam satu bentuk tindakan atau organisasi
> Krisis dan politik kelelahan politik yang utuh. Kita sedang menghadapi bukan hanya se-
bentuk tatanan baru melainkan juga suatu konstelasi baru,
Keadaan sosial seperti ini–yang bisa kita namai secara kias- seperangkat reaksi dan cakrawala politik yang berbeda. Ber-
an sebagai masyarakat depresif–dipenuhi dengan ketegang- ikut ini, saya akan mengangkat dua posisi politis yang telah
an yang meningkat, namun masih bisa cukup stabil dalam menjadi jamak dalam beberapa tahun terakhir ini, tetapi hen-
beberapa dekade terakhir. Sedemikian rupa sampai-sampai daknya tidak ditangkap sebagai satu-satunya yang muncul
di peralihan abad ke dua puluh satu, tatanan kelembagaan ini dalam krisis saat ini. Masa kini kita dibingkai oleh satu per-
sepertinya menghalangi artikulasi gejala-gejala depresi dalam tanyaan pokok–apa yang terjadi setelah depresi?–dan belum 33
hal klaim-klaim politik yang terang-terangan dan perlawanan ada jawabannya.
sosial yang terorganisir. Saat ini tekanan tatanan ini sema-
kin kuat sampai pada titik di mana kelangsungan sistem itu > Keriuhan pasca-depresif
tampak benar-benar dalam bahaya: kelelahan depresif sudah
sendirinya sampai pada titik lelah. Dalam hal inilah saya ber- Banyak protes politik dari periode 2010-an–dari Arab
pendapat bahwa kita hendaknya bicara tentang suatu konste- Spring sampai Occupy Wall Street, sejak Juni 2013 di Brasil
lasi pasca-depresif: sebuah situasi di mana ketegangan so- hingga rompi kuning (gilets jaunes) di Prancis – yang pada
sial-psikologis dari tatanan depresif itu telah sampai puncak, momen-momen yang menentukan dicirikan oleh pengalaman
berbuntut segala jenis reaksi dan perlawanan tetapi belum keterlibatan afektif dalam suatu kumpulan yang tidak terlalu
sampai pembentukan konsensus baru dan kerangka kelem- terstruktur dan tidak punya tujuan yang jelas. Dua ciri tersebut
bagaan yang stabil. penting untuk memahami mengapa gerakan-gerakan tersebut
dilihat sebagai ekspresi situasi pasca-depresif.
Penjelasan seperti itu, menurut saya, didasarkan pada ke-
nyataan bahwa bentuk-bentuk perlawanan politik yang ba- Kekaburan normatif dan afektif dalam gerakan-gerakan ter-
nyak terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini bisa ditafsirkan sebut, yang sering jadi sasaran kritik, juga membuat orang
sebagai reaksi terhadap dua ketegangan utama yang ada da- tertarik: kekaburan itu justru menimbulkan rasa guyub ber-
lam individualitas entrepreneurial-depresif neoliberal. dasarkan keikutsertaan dalam suasana yang sama, persepsi
bahwa perbedaan sosial dan politik bukannya tidak bisa di-
Dalam hal otonomi, subjektivitas bentuk ini menjanjikan damaikan, melainkan justru mengawali tumbuhnya kesatuan
bahwa orang bisa meraih kedaulatan diri melalui inisiatif wi- afektif yang dibangun dari keragaman. Ini penting untuk me-
rausaha (entrepreneurial): dengan menawarkan suatu produk mahami daya hentak gerakan-gerakan tersebut. Berbeda dari
inovatif dalam salah satu di antara pasar-pasar yang mem- ciri swadaya dari diri-entrepreneur dan isolasi yang dialami
bentuk kehidupan bersama saat ini, orang akan mening- subjek depresif, pengalaman mencari diri di jalanan bersama
galkan jejak yang personal pada produk dan mengubahnya macam-macam orang dirasakan banyak orang sebagai peng-
sesuai gambar dan citra dirinya. Akan tetapi kegagalan te- alaman yang membebaskan secara afektif atau “katartik”.
rus-menerus dalam memenuhi janji ini menciptakan kesan
kuat bahwa orang tunduk pada seperangkat hukum baku Kini, jelaslah bahwa rasa kebersamaan afektif (yang tidak
yang sering sulit dimengerti dan diubah: “Tidak Ada Alterna- amat jelas) ini berhubungan dengan konfrontasi melawan
tif.” Tidak mengejutkan memang bahwa beberapa gerakan di satu musuh bersama (yang juga digambarkan secara umum
>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
PERSPEKTIF TEORETIS

saja): sistem politik, lembaga-lembaga yang ada, “semua fatalisme, subjek otoriter lebih banyak bereaksi terhadap ang-
yang ada di sana.” Pengalaman keriuhan kolektif ini diper- gapan tentang situasi anomie, yaitu perasaan bahwa ben-
dalam oleh kaitannya dengan perlawanan radikal, meskipun tuk-bentuk peraturan yang membuat relasi sosial tertata dan
sesaat, terhadap norma-norma yang mapan. Konfrontasi de- stabil tidak lagi berlaku.
ngan polisi, blokade jalanan, pendudukan kantor-kantor pub-
lik: secara mendadak, hidup ini kelihatannya tak lagi dikekang Ini menjelaskan mengapa pandangan politik semacam itu
oleh perangkat hukum yang kaku, fatal. Berbeda dari adap- tidak bertujuan menghentikan norma-norma yang berlaku,
tasi diri-entrepreneur terhadap norma dan perasaan tak ber- seperti pada pengalaman kebangkitan kolektif yang lalu, me-
daya subjek depresif, pengalaman menantang tatanan yang lainkan untuk menegakkan suatu tatanan represif. Sebagai
mapan bisa membuat orang merasa kembali mendapatkan reaksi terhadap masyarakat yang dianggap tercerai-berai dan
kemampuan untuk penentuan diri kolektif yang efektif. tak punya aturan, kaum otoriter mendaku sebuah komunitas
politik yang dapat memusnahkan sampai tuntas elemen-ele-
Kesempatan semacam itu, sayangnya, secara inheren tidak men pemecah belah dan menegakkan norma-norma yang
stabil. Akan segera muncul persepsi bahwa kebersamaan ini cukup keras agar efektif.
terjadi dari elemen-elemen heterogen yang tidak mudah di-
satukan; tak lama, mereka yang terlibat akan sadar bahwa Meskipun demikian, selain berciri otoriter, kaum sayap
posisi normatif mereka bisa menghasilkan tatanan-tatanan kanan ekstrem yang baru ini juga sering (terutama dalam
politik yang sangat berbeda. Seperangkat ketegangan baru kasus Brasil) ditandai oleh kampanye untuk melakukan
muncul justru dari kekaburan normatif dan ketidakjelasan radikalisasi proyek neoliberal lebih jauh lagi. Inilah paradoks
afektif dalam gerakan-gerakan ini. Ketegangan-ketegangan dari otoritarianisme pasca-depresif: meskipun bereaksi
itu menandai awal mula dari perlawanan mengenai makna terhadap krisis subjektivitas neoliberal dan menimba tenaga
politis dan artikulasi kelembagaan dari pengalaman kolektif perlawanannya dari situ, gerakan ini dengan segala cara
yang ambivalen tersebut–yang darinya muncul, antara lain, berupaya untuk melanjutkan, dan bahkan meradikalkan,
gelombang baru gerakan-gerakan sayap kanan ekstrem. bentuk subjektivitas yang sama tersebut. Persis pada struktur
paradoksal ini–usaha melampaui depresi dengan menerapkan
> Otoritarianisme pasca-depresif kembali kondisi depresi–terletak salah satu sumber potensi
destruktifnya yang luar biasa.
Maraknya persepsi mengenai perpecahan masyarakat bisa
menjelaskan mengapa kebangkitan kaum sayap kanan, mi- Otoritarianisme dan neoliberalisme radikal dengan demikian 34
rip dengan yang terjadi dalam gerakan-gerakan di era 2010- bercampur di sini secara unik (mungkin bisa kita katakan:
an, ditandai oleh harapan yang tinggi terhadap paguyuban pasca-depresif). Aliansi politik keduanya, di satu pihak, meng-
afektif. Akan tetapi, pengalaman tercebur dalam kerumunan arah pada gagasan bahwa suatu paguyuban yang mendalam
yang heterogen, sekelompok “orang banyak” yang tak jelas, dapat dibangun atas dasar penyingkiran, atau pemusnahan,
berubah menjadi konsep paguyuban (nasional) yang lebih setiap orang yang menolak cita-cita entrepreneur diri yang
seragam dan eksklusif–seperti dalam slogan Trump “Make katanya sempurna: “warganegara yang baik.” Di lain pihak,
America Great Again” atau slogan [Presiden Brasil] Bolsonaro aliansi itu juga mengarah pada gagasan bahwa suatu tatanan
“Brasil Di Atas Segalanya, Tuhan Di Atas Semua Orang.” normatif yang kohesif hanya bisa dicapai dengan menegak-
kan secara tegas dan kalau perlu keras “hukum pasar”: tidak
Sikap politik ini bisa dibaca sebagai reaksi defensif yang akan ada alternatif.
agresif terhadap disintegrasi sosial: ia menganggap kebersa-
maan afektif hanya bisa diperoleh lewat penyingkiran, atau > Melampaui depresi?
bahkan pemusnahan, elemen-elemen luar yang dianggap
merusak–bisa “komunis” (disamakan dengan kaum kiri), Tentu menyesatkan kalau kita menganggap kombinasi
“penjahat” (disamakan dengan kaum miskin kulit berwarna), Otoritarianisme baru dan neoliberalisme radikal itu sebagai
“musuh keluarga” (disamakan dengan gerakan feminis dan satu-satunya wawasan yang diciptakan oleh situasi saat ini.
LGBTQI+), dan lain-lain. Sebuah analisis yang lebih komprehensif, yang tidak dapat
saya lakukan di sini, harus menimbang cara-cara yang
Akan tetapi kaum sayap kanan ekstrem yang baru tidak ha- dipakai oleh proyek-proyek politik untuk menanggapi krisis
nya bereaksi terhadap persepsi mengenai perpecahan yang subjektivitas entrepreneurial-depresif–yang ketegangan
mendalam dengan menggelar kampanye moral yang berbe- inherennya bisa dianggap menguat setelah meledaknya
da; mereka juga bereaksi secara khusus terhadap suasana pandemi. Meski demikian, langkah apa pun yang akan kita
delegitimasi normatif yang muncul akibat krisis 2008 dan ambil secara kolektif tentang hal ini hanya bisa muncul dari
protes-protes politik dari 2010an. Dalam hal ini, yang dira- ketegangan-ketegangan dan perlawanan-perlawanan yang
sakan problematik tentang lembaga-lembaga sosial bukanlah diciptakan oleh konstelasi tersebut.
bagaimana mereka tampil sebagai perwujudan “hukum alam”
Seluruh korespondensi ditujukan kepada Arthur Bueno
yang mutlak (seperti dalam tatanan depresif) melainkan ba-
<oliveira@normativeorders.net>
gaimana kita akan hidup di dunia di mana norma-norma
“alamiah” telah kehilangan daya. Daripada terhadap situasi

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


SOSIOLOGI BERTEMU SENI

> Representasi Visual


Karya Tak Kasat mata
oleh Jenni Tischer, Universitas Seni Terapan, Wina, Austria

S
ebagai hasil dari langkah-langkah yang diperke- an yang dilakukan secara kolektif di depan umum dengan
nalkan untuk mengatasi COVID-19, beberapa solidaritas sebagai tindakan politik. Kesimpulannya adalah
dari kita mengalami jarak sosial, pembelajaran bahwa tindakan apresiasi yang dilakukan secara kolektif
jarak jauh, pemisahan, dan isolasi di sejumlah di depan umum adalah isyarat kuat yang dapat mengu-
lingkungan. Sepintas, sepertinya seseorang dapat berbi- bah cara orang berpikir dan memberi mereka harapan dan
cara tentang “kami”, “kita”, bahkan pengalaman kolektif, kekuatan untuk bertahan. Namun, pada akhirnya, hal itu
atau melangkah lebih jauh dan memikirkan kolektif global. tidak akan berkontribusi pada kondisi kerja yang lebih baik
Namun, berdasarkan pengalaman saya sebagai dosen di dan lebih aman bagi pekerja di pasar swalayan, rumah
Universitas Seni Terapan di Wina, saya tidak sepenuhnya sakit, pusat penitipan anak, dan sebagainya, atau pada
setuju bahwa hal tersebut mungkin dilakukan. Pada saat penjaminan upah yang setara dan lebih baik serta jam ker-
pembatasan drastis terhadap kebebasan bergerak individu ja yang lebih sedikit dalam jangka panjang. Terlebih lagi,
di ruang publik, berbagai pilihan politik dan sosial yang sa- ketika kita kembali ke pertanyaan tentang apa yang teru-
ngat besar untuk menghadapi situasi luar biasa ini menjadi tama diklasifikasikan sebagai relevan dengan sistem, kita
semakin jelas. menjadi sadar bahwa pekerjaan tak kasatmata (dan tidak
dibayar) ada karena berada di ranah privat, domestik, atau
Ruang belajar dan pengalaman kolektif seperti sekolah karena memang dilakukan pada malam hari.
35
dan universitas, serta ruang publik seperti taman dan fa-
silitas bermain anak, masih hanya dapat diakses untuk Dengan latar belakang ini, saya ingin memperkenalkan
sebagian sehingga fokus kehidupan otomatis beralih ke dan mendiskusikan dua kolase saya dari tahun 2020 yang
ruang privat. Ketika pekerjaan hilang dan anak-anak tidak menyertai teks ini: “Nightcleaners” (Pembersih malam) dan
dapat lagi dititipkan ke fasilitas penitipan anak—tanpa pi- “Service” (Layanan). Dalam kolase “Nightcleaners,” Anda
lihan berupa rumah akhir pekan dengan taman—orang- dapat melihat gambar yang dipotong dan digandakan,
orang menjadi terbatas pada ruang kecil di rumah mereka. diambil dari film dokumenter eksperimental Nightcleaners
Statistik menunjukkan bahwa telah terjadi lonjakan keke- (1972-75) oleh The Berwick Street Film Collective, dan
rasan psikologis dan domestik dalam rumah tangga, dan dua patung marmer berbaring yang dipotong dari gambar
isu pembagian kerja berdasarkan gender (kembali) men- dokumentasi Hartford Wash: Washing/Tracks/Maintenance:
jadi agenda. COVID-19 pada dasarnya menunjukkan jenis Inside (1973), pertunjukan oleh seniman Mierle Laderman
pekerjaan yang diandalkan masyarakat kita: tenaga kerja Ukeles yang berlangsung di Wadsworth Atheneum Museum
yang relevan dengan sistem dan reproduksi. Kita semua di Hartford. Ide awal Berwick Street Film Collective adalah
bergantung pada jasa perawatan, baik yang dibayar dan mengajak sekelompok perempuan imigran dan kelas
tidak dibayar. Tiap tubuh dan lingkungannya perlu dipeli- pekerja untuk bergabung dengan sekelompok aktivis feminis
hara, dirawat, dibersihkan, diberi makan, dicintai, diasuh, dalam upaya membentuk serikat pekerja. Salah seorang
dipegang, diperhatikan, disembuhkan, diregenerasi. Saya seniman, Mary Kelly, adalah bagian dari tim film dan juga
ingin menunjukkan di sini bahwa gagasan “relevan dengan terlibat dalam kampanye pembersih malam sebagai aktivis
sistem” pada khususnya bersifat kontroversial, karena me- feminis. Salah satu konsep pertama adalah pembuatan
nyiratkan bahwa pekerjaan tertentu tidak (sedemikian) re- suatu cuplikan film dokumenter bayangan waktu nyata
levan dengan “sistem.” (real-time) sebagai film berdurasi sekitar delapan jam yang
hanya menampilkan pembersihan toilet. Menyinggung
Seperti yang telah kita semua alami, meningkatnya per- poster film Nightcleaners yang menggambarkan urutan
hatian media terhadap pekerjaan-pekerjaan yang menja- seorang wanita membersihkan toilet, gambar diam dalam
min kebutuhan dasar dan eksistensial kita, seperti halnya kolase mewakili aktivitas berulang yang berpotensi tak
kehadiran karyawan di pasar swalayan, menyebabkan berujung membersihkan sisa-sisa pekerja kantor di malam
orang melakukan hal-hal seperti bertepuk tangan seba- hari. Di kaki wanita itu kita melihat gambar ganda dari
gai tanda penghargaan. Salah satu mahasiswa saya, Nora patung marmer putih seorang wanita tergeletak di tanah,
Licka, menulis makalah tentang perbedaan antara gerak- ditangkap dalam pose yang tampak santai.

>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
SOSIOLOGI BERTEMU SENI

Jenni Tischer, “Nightcleaners,” kolase di atas kertas, 30 x 40 cm. Jenni Tischer, “Service,” kolase di atas kertas, 30 x 40 cm.

Patung ini dapat dilihat di latar belakang foto yang oleh ikonografi bergaya Klasisisme yang mengabaikan 36
diambil untuk mendokumentasikan pertunjukan polychromy apa pun dalam seni pahat, membangun
seni seniman Amerika Mierle Laderman Ukeles saat ideologi rasisme berdasarkan monochromy murni dan
ia membersihkan lantai museum. Manifesto for warna putih murni (pure whiteness) yang belum pernah
Maintenance of Art (Manifesto untuk Pemeliharaan Seni) ada di dunia kuno sebelumnya.
yang ditulis sang seniman pada tahun 1969 dan karyanya
secara keseluruhan membahas bidang-bidang pekerjaan “Service” adalah kolase yang terbuat dari salinan gam-
rumah tangga, pekerjaan reproduksi, dan sanitasi yang bar di sebuah koran, menampilkan seorang wanita se-
tidak diakui dan tidak dihargai. Dengan memindahkan dang bersih-bersih di depan poster yang menggambar-
pekerjaan rumah tangga dari ranah privat ke ranah publik, kan seorang wanita dengan headset. Wanita yang sedang
hal itu menjadi terlihat. Dan dengan menyatakan karya ini membersihkan lantai ditampilkan dari belakang dan me-
sebagai seni [“Saya kerja keras mencuci, membersihkan, ngenakan seragam biru. Sebaliknya, wanita di poster itu
memasak, memperbarui, mendukung, melestarikan, tersenyum ke arah kita dan digambarkan mewakili opera-
dll. Juga, (sampai sekarang, secara terpisah) saya tor layanan telepon yang menyenangkan dan ramah. Ko-
‘melakukan’ Seni. Saya akan senantiasa melakukan lase tersebut menyorot bahwa meskipun peralatan teknis
kegiatan ini sehari-hari, dan menyiramnya ke kesadaran, dapat berubah–seperti halnya kemoceng dan robot peng-
memamerkannya, sebagai Seni.”] serta menampilkannya isap debu bersatu pada kolase–tidak mungkin hal ter-
sebagai peristiwa berkesenian, Laderman Ukeles tidak sebut dengan begitu saja merekonstruksi penghargaan
hanya menyodorkan pertanyaan tentang visibilitas kita pada tenaga kerja di sektor jasa dengan mengguna-
dan nilai kerja reproduksi, tetapi juga menunjukkan kan gambaran (image) atau perlengkapan yang berbeda.
bagaimana substrat sistemik dukungan material (bahkan Kesalingterkaitan antara representasi, penghargaan, dan
ketika didefinisikan sebagai seni) pasti terjerat dengan pekerjaan tak kasatmata masih perlu disorot dan diurai
produksi nilai, terutama jika prosesnya tampaknya untuk menjawab struktur tersembunyi dalam pendefini-
tidak material. Konstruksi terbalik representasi dalam sian “pekerjaan kotor” yang sering kali dipisahkan oleh
kolase mempertanyakan hierarki kulit putih yang diwakili garis kelas, ras, dan gender.

Seluruh korespondensi ditujukan kepada Jenni Tischer <jenni.tischer@uni-ak.ac.at>

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


COVID-19: PANDEMI DAN KRISIS

> Kekerasan Domestik


selama Pandemi Global
oleh Margaret Abraham, Universitas Hofstra, AS, mantan Presiden ISA (2014-18) dan anggota
Komite Penelitian ISA mengenai Rasisme, Nasionalisme, Masyarakat Adat dan Etnisitas (RC05),
Sosiologi Migrasi (RC31), Perempuan, Gender dan Masyarakat (RC32), Hak-hak Asasi Manusia
dan Keadilan Global (TG03) dan Kekerasan dan Masyarakat (TG11)

Kredit: Flickr/Jane Fox.

namun hal ini telah mengakibatkan


apa yang oleh beberapa orang na-
makan “pandemi bayangan” (sha-
dow pandemic) berupa kekerasan
domestik. Kebijakan-kebijakan iso-
lasi dan menjaga jarak, yang vital
bagi kesehatan masyarakat dan ke-
amanan, secara ironis telah berarti
kurangnya keamanan bagi mereka
yang berada dalam hubungan yang
bersifat disfungsional dan menindas
(abusive). Kondisi tekanan finansial
dan mental, yang juga disebabkan 37
oleh pandemi, di beberapa keluar-
ga telah mengakibatkan penindasan
(abuse) yang sebelumnya tidak ada.
Bagi mereka yang sudah mengalami
penindasan, kondisi tersebut telah
memperparah dan memperburuk
kekerasan, yang dalam beberapa
kasus telah mengakibatkan kema-
tian.

Kekerasan domestik menyangkut


kekuasaan dan pengendalian yang
diterapkan seorang individu terhadap
individu lain dan dapat diwujudkan de-
ngan berbagai cara: fisik, emosional,
lisan, seksual, psikologis, dan eko-

F
nomis. Namun meskipun kekerasan
akta mengenai terjadi- tina wilayah” (lockdown), “tinggal di domestik terjadi di semua komunitas,
nya peningkatan pada rumah” (stay-at-home), dan “berlin- hal tersebut tidak dapat digeneralisa-
kekerasan domestik di dung di tempat” (shelter-in-place) sikan. Setiap kejadian dan hubungan
masa-masa krisis dan yang mendunia, yang menempatkan memiliki konteks perbedaan kekuasa-
ketidakpastian telah terdokumenta- pembatasan-pembatasan peme- an, privilese, dan pengendalian. Pun
si dengan sangat baik. Pandemi glo- rintah terhadap gerak masyarakat. terdapat persamaan dan perbedaan
bal COVID-19 pun tidak terkecuali. Meskipun hal ini telah terbukti men- pengalaman yang kompleks yang di-
Sejak Maret 2020, virus korona te- jadi langkah yang diperlukan dalam dasarkan pada interseksi ras, etnisi-
lah mengakibatkan perintah “karan- memperlambat penyebaran virus, tas, kelas, gender, orientasi seksual,

>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
COVID-19: PANDEMI DAN KRISIS

kasta, budaya, usia, wilayah, dan sta- Kondisi-kondisi yang diciptakan vi- tik melaporkan adanya peningkatan
tus imigran. Penelitian menunjukkan rus korona telah mengurangi banyak 9.5% dalam jumlah panggilan [tele-
bahwa kekerasan domestik mempu- bentuk dukungan institusional dan pon] yang diterima antara 16 Maret
nyai dampak tidak proporsional ter- sosial bagi kita semua. Sementara dan 16 Mei 2020 dibandingkan de-
hadap kelompok-kelompok termar- kekuasaan dan pengendalian terus ngan periode sama di tahun 2019.
ginalisasi pada jenjang mikro, meso, merupakan inti dari kekerasan do- Mereka juga mendokumentasikan
dan makro. Pandemi COVID-19 telah mestik, faktor-faktor penyebab telah bagaimana para penindas menggu-
membuktikan kebenaran hal ini, ka- meningkat melalui tekanan-tekan- nakan COVID-19 untuk melanjut-
rena kelompok-kelompok termargi- an dan penderitaan yang terkait de- kan pengendalian dan penindasan.
nalisasi memikul beban lebih berat ngan pandemi termasuk ketiadaan Perwujudan perilaku penindasan
dalam arti hilangnya pekerjaan, kesu- keamanan pangan, pengangguran, dan pengendalian oleh para pelaku
litan finansial, dan infeksi (misalnya ketakutan dan kecemasan, frustrasi, kini mencakup penolakan memberi
lebih terpapar karena menyandang depresi, alienasi, dan kesedihan. Pe- makanan maupun sarana kesehat-
pekerjaan penting di bidang pelayan- nutupan sekolah dan fasilitas peng- an dan keamanan penting seperti
an, dan/atau akses lebih terbatas ke asuhan anak dalam banyak kasus sabun, disinfektan, dan masker pe-
pelayanan kesehatan). telah menambah ketegangan ini dan lindung. Di beberapa negara tindak-
membebani sumber daya keluarga an para penindas telah ditingkatkan
> Kondisi pandemi pada berbagai tingkatan; hal terse- di kala akses ke sistem hukum dan
but juga meningkatkan kerentanan sistem dukungan lain seperti polisi,
Sejak Maret 2020, laporan dari anak-anak dalam rumah tangga yang tempat perlindungan, dan pengadilan
berbagai negara menunjukkan bah- bersifat menindas. Berkomunikasi jumlahnya terbatas, dan kasus-kasus
wa karantina wilayah dan berbagai dan mencari pertolongan di dalam ditunda. Bagi para imigran hal ini
pembatasan yang telah diterapkan kungkungan tempat tinggal menjadi diperparah dengan ketakutan dide-
telah meningkatkan dan menginten- lebih sukar, khususnya di kala lang- portasi. Peran negara dan kebijakan
sifkan kekerasan berbasis gender, kah-langkah kesehatan masyarakat serta praktik pemerintah di seputar
khususnya kekerasan terhadap kaum dan keamanan mengharuskan orga- migrasi intern dan ekstern selama
perempuan dan anak-anak. Ketidak- nisasi-organisasi untuk secara fisik pandemi telah membawa implikasi 38
mampuan dan berkurangnya pelu- menutup kantor-kantor dan beralih ke yang sering terabaikan bagi mereka
ang bagi mereka yang mengalami jaringan (online). Namun COVID-19 yang mengalami kekerasan berbasis
penindasan untuk melarikan diri dan telah mendorong pula beberapa or- domestik dan gender.
meninggalkan kungkungan tempat ganisasi untuk mulai berpikir kreatif
mengenai cara-cara baru untuk men- Di kala organisasi-organisasi yang
tinggal mereka telah mengakibatkan
jangkau dan memberikan jasa du- menangani kekerasan domestik me-
isolasi dari teman, kerabat, tempat
kungan yang sangat diperlukan. nerapkan protokol keamanan selama
kerja, dan jejaring pendukung lainnya.
pandemi, mereka harus mengubah
Hal ini kemudian menciptakan kondi-
Pada awal pandemi sudah ada ke- cara kerja mereka dalam mendukung
si di mana para penindas telah mene-
sadaran mengenai adanya masalah para penyintas. Kavita Mehra, Direk-
rapkan peningkatan pengawasan dan
ini. António Guterres, Sekretaris Jen- tur Eksekutif Sakhi for South Asian
pengendalian secara terus-menerus
deral Perserikatan Bangsa-Bangsa, Women [suatu organisasi anti keke-
terhadap para korban mereka, dan
menghimbau pemerintah-pemerin- rasan domestik] di New York, menje-
dapat memantau dan membatasi
tah untuk mengambil langkah untuk laskannya sebagai berikut:
perilaku mereka melalui pembatasan
mengatasi “peningkatan global se-
akses ke makanan, pakaian, layanan cara mengerikan dalam kekerasan Selama bulan-bulan Maret dan April,
kesehatan, dan produk sanitasi. Pan- domestik” dan untuk mengatasi ke- di saat perintah berlindung-di-tem-
demi, secara tidak disengaja, telah selamatan kaum perempuan, di kala pat diberlakukan di kota New York,
pula menciptakan hambatan pada mereka menanggapi pandemi. Orga- Sakhi for South Asian Women se-
ketersediaan sumber daya komunitas nisasi-organisasi berbasis kelompok dang melayani suatu komunitas
dan kesehatan mental yang sangat dan komunitas serta organisasi-orga- yang hidup di episentrum dari epi-
diperlukan. Bukan hanya rasa takut, nisasi anti-kekerasan telah menang- sentrum. Dari percakapan tim kami
tetapi ketiadaan pilihan aman yang gapinya dengan berbagai cara untuk dengan para penyintas, khususnya
tersedia telah memaksa pula para membantu orang-orang yang meng- mereka yang tinggal di Brooklyn,
korban penindasan untuk tetap ber- alami kekerasan domestik. Di AS, Queens dan Bronx, mereka sedang
ada bersama para penindas mereka. Hotline Nasional Kekerasan Domes- menyaksikan bahwa bentuk-bentuk

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


COVID-19: PANDEMI DAN KRISIS

kekerasan meningkat dan menjadi > Apa yang dapat dilakukan apa tantangan dan keberhasilan yang
semakin ekstrem. Secara bersama- oleh para sosiolog? pernah kita saksikan? Dengan meng-
an, mereka sedang mengelola dam- gunakan suatu pendekatan intersek-
pak yang tak terduga dari pandemi, Penanganan kekerasan domestik sional, kita harus menggunakan pe-
yang mengakibatkan angka ketidak- tidak dapat menunggu berakhirnya ngetahuan, teori, dan analisis, untuk
pastian perumahan, makanan dan pandemi. Sebagai sosiolog, kita ha- menyoroti, bertindak, dan melakukan
utilitas yang belum pernah terjadi rus bersandar pada sosiologi global intervensi. Kita perlu mendukung or-
sebelumnya. Dukungan terbatas yang kontekstual dan berhimpun ber- ganisasi-organisasi dan inisiatif-ini-
dari paket federal berperan seba- siatif yang menemukan cara-cara
sama para ilmuwan, ilmuwan sosial,
gai suatu bantuan bagi penyintas kreatif untuk menghadapi realitas
perumus kebijakan, aktivis, dan pe-
tertentu; para penyintas yang tidak baru ini. Kita sendiri harus melaku-
mangku kepentingan lain untuk me-
memiliki dokumen dan/atau masih kan imajinasi dan rekonfigurasi ulang
ngembangkan suatu agenda untuk
memiliki akun bank bersama para bagaimana kita akan mengatasi ke-
mengakhiri kekerasan yang terkait
penindasnya tidak terlindungi. Un-
dengan gender dan mendorong per- kerasan domestik, dan segala bentuk
tuk mendukung komunitas kami,
ubahan struktural. Kita memerlukan kekerasan berbasis gender, selama
Sakhi membagikan lebih dari
metode pengumpulan dan pelaporan periode ini dalam sejarah manusia.
$130.000 dalam bentuk bantuan
data yang lebih baik. Kita perlu me- Kaum perempuan dan anak-anak da-
darurat dan hampir 16.000 pound
mahami dinamika sosial, ekonomi, lam karantina wilayah, di tempat ting-
makanan dari bulan Maret hingga
dan politik yang berdampak pada gal bersama para penindas mereka,
Oktober 2020.
pengalaman kekerasan domestik tidak dapat menunggu.

Beberapa organisasi kekerasan do- selama COVID-19, dan kita harus


mestik tidak menerima sedemikian menggunakan pemahaman tersebut
Seluruh korespondensi ditujukan kepada Margaret
banyak panggilan karena tantangan, untuk mendorong tindakan sosial. Abraham <Margaret.Abraham@Hofstra.edu>

rasa takut, dan ketiadaan privasi yang Apa yang menghalangi dan memban-
dihadapi orang-orang yang berada tu kaum perempuan dan anak-anak
dalam jeratan dan pembatasan tem- untuk melepaskan diri dari hubungan 39
pat tinggal. penindasan selama bencana, dana

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


COVID-19: PANDEMI DAN KRISIS

> Krisis COVID-19:

Sosiologi Baru
dan Feminisme
oleh Karina Batthyány, Sekretaris Eksekutif CLACSO, Uruguay dan Esteban Torres,
Universidad Nacional de Córdoba-CONICET, Argentina

Kredit: Creative Commons.

duksi pengetahuan ditransformasikan


bukannya sepenuhnya tak diketahui
sama sekali. Perubahan sosial biasa-
nya mengedepan dengan sendirinya di
sepanjang dua aksioma. Pertama, pe-
ristiwa dan proses sejarah menentukan
pedoman produksi pengetahuan dalam 40
ilmu-ilmu sosial, dan bukan sebaliknya.
Penularan COVID-19 muncul sebagai
peristiwa “eksternal” dan objektif yang
sepenuhnya berdampak pada ranah
sosial-ilmiah. Empat dasawarsa sebe-
lumnya, peristiwa lain “di luar” bidang

B
regional, seperti dimulainya mesin pe-
agi ilmu-ilmu sosial, ke- ritim, penaklukan Amerika mengawali musnah kediktatoran militer di Amerika
baruan utama yang diha- globalisasi material, kemungkinan se- Selatan, menghancurkan basis-basis
silkan oleh mega-krisis rangan yang ditimbulkan oleh represen- yang asli dari sosiologi, mengganggu
terkait dengan perluasan tasi COVID-19 di layar digital kita akan gerak globalisasi yang telah dilangsung-
COVID-19 adalah pengakuan bahwa sekali dan untuk selamanya mengang- kannya dengan kecepatan tinggi sejak
kita tidak mungkin mengabaikan bahwa gap globalisasi sebagai kedangkalan tahun 1960-an.
kita hidup dalam masyarakat teritorial intelektual. Jadi, alih-alih memperluas
yang semakin saling tergantung secara proses globalisasi material, pemrose- Kedua, akal sehat berada di depan
global. Jika sebelum tahun 2020, studi san kolektif reinkarnasi (avatar) dari sains, hanya untuk kemudian ditelan
sosial masih mampu mengembangkan COVID-19 adalah memperluas proses olehnya. Di sini muncul persepsi baru
pembenaran untuk mengesampingkan globalisasi mental. Kita tidak menyaksi- mengenai kepemilikan global dalam ke-
kerangka global bagi pengamatan, hal kan penurunan kepekaan mikro-sosial adaan embrionik, tanpa mampu meng-
ini sudah tidak berlaku. Pandemi me- dan singularisasi subjektif, melainkan kode ulang dirinya sendiri dengan in-
mulai proses perhatian yang tidak da- akhir yang vertikal, tiba-tiba, tak terpi- strumen teoretis dan analitis baru serta
pat diubah, yang cepat atau lambat kirkan dari proses panjang ketidaktahu- tindakan praktis. Jika kita memutuskan
akan mempengaruhi semua objek pe- an dan penyangkalan sejarah terhadap untuk menganggap serius fenomena
nelitian, dan dari sana tidak ada jalan kekuatan gravitasi dinamika dunia ter- COVID-19, jika kita membenamkan diri
untuk kembali. hadap masyarakat. di dalamnya dengan perhatian penuh,
kita harus membiarkannya menyapu
Sudah tidak mungkin lagi menghi- > Mekanisme produksi kita sepenuhnya. Sebagai ilmuwan
langkan keberadaan masyarakat glo- pengetahuan ilmu sosial sosial, kita biasanya bersedia untuk
bal tanpa jatuh ke dalam anakronisme mengasumsikan dengan ketenang-
yang serius. Jika di masa navigasi ma- Mekanisme bagaimana agenda pro- an tertentu premis bahwa kebenaran

>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
COVID-19: PANDEMI DAN KRISIS

“Krisis dunia COVID-19 memberi kita kesempatan


untuk maju dalam penciptaan teori-teori baru
mengenai masyarakat dunia untuk semua sosiologi,
untuk menghadapi globalisasi yang berkembang dari
ketidaksetaraan sosial, gender, dan ekonomi dengan
cara yang lebih baik, dari setiap lokasi historis”

bersifat sementara, tetapi bukan kon- kat bersifat duniawi menyiratkan bahwa ilmu yang terlibat secara sosial. Hal ter-
sekuensi praktis yang lebih buruk yang materialitas ilmu-ilmu sosial dan sosio- sebut bahkan kurang mengarah pada
dibawa oleh penegasan semacam itu: logi juga bersifat duniawi. Sejak tahun sosiologi yang berpotensi transforma-
bahwa setiap perspektif dan ide yang 1960-an, sosiologi Amerika Latin tidak tif. Penting untuk mempersoalkan lebih
diciptakan perlu dihancurkan secara lagi menjadi “Liyan” dari sosiologi, atau lanjut gagasan komitmen politik dalam
sistematis atau perlu menghancurkan hanya reproduksinya yang terasing, sosiologi kritis modern untuk mema-
dirinya untuk diciptakan kembali. Ini menjadi suatu arus yang aktif dari sosi- hami mengapa hal itu tidak meng-
adalah satu-satunya metode yang di- ologi dunia. Dalam pengertian ini, kami hasilkan efek politik ekstra-akademik
lakukan sejauh ini untuk menghindari berasumsi bahwa teori tentang masya- selama beberapa dekade. Kami per-
hidup nyaman dalam kepalsuan. rakat dunia yang kita bangun menuntut caya bahwa perlu untuk menempat-
pengetahuan tentang jaringan total dari kan praktik-praktik semacam itu demi
> Teori baru mengenai lokasi-lokasi antara, menyeimbangkan kebijakan umum perubahan sosial.
masyarakat dunia sudut pandang seseorang tentang to- Perkembangan sosiologi kritis modern,
talitas berbeda-beda ini dengan sudut yang terlibat secara politik, menuntut
Sama seperti masyarakat dunia yang pandang dari lokasi masing-masing, semacam hubungan baru dengan po-
bukan merupakan produk dari satu lo- dan berdasarkan praktik yang diperluas litik gerakan dan partai nasional. Ini
kasi, teori masyarakat dunia juga tidak ini mengaktifkan latihan antropologis adalah masalah meninggalkan ruang
seperti itu. Masyarakat dunia dapat untuk mencoba “menempatkan diri di akademis yang nyaman, dengan cara
menyerupai jaringan tatanan yang lebih tempat Orang Lain.” Dari asumsi awal yang sama seperti yang dilakukan arus 41
tinggi, yang membedakan, menginte- ini, dunia tidak akan ditaklukkan dengan sosiologis hingga tahun 1970-an—se-
grasikan, dan menghubungkan seluruh mengumpulkan semua pengetahuan tidaknya di Amerika Latin—dan yang
lingkup sosial nasional, regional, dan yang ada, tetapi dengan menciptakan dilakukan oleh pemikiran kritis feminis
global. Kita dapat berasumsi bahwa se- dialog global baru, yang mampu meng- saat ini. Pendekatan politik nasional
tiap titik lokasi sosial di dunia adalah hasilkan sintesis baru dari pandangan menuntut integrasi prinsip realitas yang
kondensasi unik, langsung dan tidak dunia yang dihasilkan dan diproyeksi- merupakan penangkal terbaik terhadap
langsung dari ketiga lingkungan yang kan dari setiap titik lokasi historis. proto-radikalisme kritik sebagai tujuan,
saling berinteraksi ini. Masyarakat glo- dan melawan utopianisme maksimalis
bal Jerman jelas tidak sama dengan Krisis dunia COVID-19 memberi kita yang tidak dapat secara konkret men-
masyarakat global Argentina, Uruguay, kesempatan untuk maju dalam pen- jelaskan bagaimana kita dapat berge-
Meksiko, Chili, atau Tiongkok. Tetapi ciptaan teori-teori baru mengenai ma- rak menuju masyarakat yang lebih baik
kesemuanya, berdasarkan interaksi syarakat dunia untuk semua sosiologi. untuk semua. Pada gilirannya, trans-
mereka satu sama lain, membentuk Visi global baru akan memungkinkan formasi politik sosiologi kritis modern
masyarakat dunia. Juga tidak ada yang kita untuk menghadapi globalisasi yang ini merupakan kondisi yang diperlukan
namanya sistem patriarki tunggal atau berkembang dari ketidaksetaraan sosial, untuk memasuki dialog yang kuat dan
kapitalisme global: yang ada adalah gender, dan ekonomi dunia dengan cara konstruktif dengan feminisme.
mode patriarki yang konkret, serta dina- yang lebih baik, dari setiap lokasi histo-
mika penundukan yang berbeda antara ris. Dalam kasus perspektif feminis kritis, Hal tersebut akan tergantung pada
kapitalisme pusat dan periferi dalam cukup jelas bagaimana globalisasi yang kita, pada kapasitas kita untuk memba-
masyarakat dunia. lebih besar dari visi mereka dapat me- ngun komunitas intelektual, ilmiah, dan
ningkatkan program transformasi sosial politik, untuk menempatkan inisiatif ko-
Pengakuan prinsip diferensiasi yang struktural mereka. Hal ini akan menjadi lektif dengan kekuatan yang cukup un-
tidak dapat direduksi ini tidak menghi- proses penyesuaian intelektual terhadap tuk mempercepat perubahan struktural
langkan kemungkinan untuk menemu- penyebaran materi gerakan politik, yang yang dapat mengubah arah masyarakat
kan keteraturan universal, tetapi kita pada dasarnya bersifat global. kita saat ini dalam masa historis yang
meminimalkan kemungkinan bahwa membingungkan ini.
hubungan dan proses struktural dapat Dengan sosiologi kritis modern perta-
menghasilkan modalitas identik di lo- nyaannya lebih rumit. Globalisasi lebih Seluruh korespondensi ditujukan kepada:
Karina Batthyány <kbatthyany@clacso.edu.ar>
kasi yang berbeda. Mengakui bahwa lanjut terhadap perspektifnya ini tidak Esteban Torres <esteban.torres@unc.edu.ar>
bagian lapisan (substratum) masyara- selalu mengarah pada pengembangan

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


COVID-19: PANDEMI DAN KRISIS

> Dampak Global


Menakutkan
dari COVID-19
oleh Mahmoud Dhaouadi, Universitas Tunis, Tunisia dan anggota Komite Penelitian ISA
tentang Sejarah Sosiologi (RC08), Sosiologi Agama (RC22), dan Bahasa dan Masyarakat (RC25)

42

S
Pandemi COVID-19 telah memukul ebagaimana diketahui, pan- lakukan pembatasan sosial secara luas
parameter sosial yang paling mendasar dari demi virus korona adalah selama berminggu-minggu. AS dan Ing-
eksistensi kolektif manusia: interaksi sosial. peristiwa bencana dunia gris adalah contoh-contoh yang menge-
Bagaimanakah penjarakan sosial akan
yang sangat tidak lazim. muka. Konsekuensinya, krisis tersebut
mempengaruhi kehidupan sehari-hari kita di
masa mendatang? Ini telah menyeret para spesialis kese- harus menjadi perhatian prioritas bagi
Kredit: Wikimedia Commons. hatan maju ke garis depan demi me- para ilmuwan sosial yang harus dianali-
ngurangi angka kematian dan jumlah sis tidak hanya secara kuantitatif tetapi
pasien yang tertular, terutama di ma- juga melalui perspektif kualitatif. Anali-
syarakat-masyarakat maju. Beberapa sis semacam itu mungkin sangat pen-
dari masyarakat ini dan lainnya telah ting untuk memperbaiki keadaan planet
dipaksa lebih dari satu kali untuk me- Bumi sekarang dan di masa depan.
>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
COVID-19: PANDEMI DAN KRISIS

> Ilmu-ilmu sosial harus pandemi kepada kita tentang bagaimana baru yang berbahaya seperti yang ditun-
memperhatikan diri orang merespons kesulitan? Edisi Juni jukkan oleh beberapa teori saat ini. Me-
tersebut telah menggarisbawahi tekanan reka mengambil kota Wuhan di Tiongkok
Pandemi COVID-19 telah menghantam yang dihadapi oleh dokter dan perawat di tempat virus korona awalnya muncul
parameter sosial paling dasar dari keber- rumah sakit publik maupun swasta serta sebagai contoh. Apa pun penyebabnya,
adaan kolektif manusia, yaitu interaksi klinik-klinik. Namun dalam edisi Agustus penularan virus korona yang mengglobal
sosial. Slogan “tinggal di rumah” telah 2020 majalah ini menggunakan nada merupakan tantangan yang membingung-
menjadi pesan utama di sebagian besar yang agak menenangkan mengenai virus kan sekaligus menakjubkan yang meng-
negara. Interaksi sosial yang normal telah korona dengan menunjukkan bahwa jarak undang para ilmuwan modern untuk lebih
tertahan secara global. Interaksi-interaksi sosial adalah fenomena alami di antara rendah hati dan tidak sesumbar dalam
sosial biasa di dalam dan antar masya- para hewan yang berusaha menghindari menjalankan disiplin-disiplin ilmu mere-
rakat tidak sama [lagi] dan gelombang penularan dari hewan-hewan yang se- ka. Etika ilmiah mereka pertama-tama
korona di masa depan hampir tidak da- dang sakit. Meskipun ini mungkin benar, harus sangat serius dalam meminimalkan
pat disingkirkan. Kehadirannya saat ini jelas jarak sosial tetap bermasalah dalam berbagai potensi masalah yang mungkin
secara global dan potensi kesinambung- jangka panjang untuk interaksi sosial ma- timbul dari karya ilmiah mereka.
annya untuk tahun-tahun mendatang da- nusia yang normal.
pat menjadi bagian dari arus utama pola Adapun fenomena ujaran kebencian
kehidupan orang-orang dan berbagai ma- Kedua, masyarakat saat ini harus men- global di seluruh dunia, kemungkinan
syarakat. cermati suasana-suasana kehidupan akan meningkat selama dan setelah pan-
sosial di dunia yang ada jika tidak ada demi COVID-19. Ujaran kebencian adalah
Ada masalah khusus yang dihasilkan langkah tindakan radikal yang dijumpai perilaku yang merendahkan, brutal, dan
oleh pandemi COVID-19. Secara sosiolo- dalam beberapa bulan atau beberapa mengucilkan orang serta mendiskriminasi
gis, situasi pandemi yang mengkhawatir- tahun mendatang. Untuk menghadapi mereka atas dasar agama, warna kulit,
kan tersebut menghadirkan suatu masa- konsekuensi-konsekuensi pandemi, te- gender, dan etnis. Sumbernya biasanya
lah sosial global baru di mana ilmu-ilmu muan-temuan dari kedua jenis studi ter- adalah perasaan atau sikap yang tidak
sosial harus menemukan konsep-kon- sebut sebagian akan menginovasi ilmu- menyenangkan atau bermusuhan terha-
sep baru dan memahami alat-alat baru ilmu sosial baru yang berbeda dari arus dap seseorang, kelompok, atau seluruh
yang berbeda, misalnya, konsep-konsep utama yang ada saat ini. Ciri-ciri utama masyarakat atau peradaban. Virus korona
dari mendiang sosiolog Erving Goffman lain dari pandemi korona juga memper- diperkirakan akan ditambahkan ke dalam 43
(1922-82). Bersumber pada Interaksio- lihatkan dalam arti dampaknya terhadap daftar penyebab ujaran kebencian. Warga
nisme Simbolik, ia menyediakan sebuah solidaritas sosial di masyarakat. Masya- dari negara-negara yang sangat terdam-
kamus konsep-konsep sosiologis baru rakat maju Barat digambarkan sebagai pak oleh virus korona menghadapi dan
yang memfasilitasi pemahaman menge- individualistis, dan jaringan media sosial akan menghadapi peningkatan diskrimi-
nai catatan pengamatan rinci dari inter- disebut-sebut telah mengeraskan inti in- nasi dan ujaran kebencian saat mereka
aksi-interaksi tatap muka. Di dalam pan- dividualisme itu. Etika dan praktik jarak bepergian ke luar negara mereka. Dengan
demi global yang sedang berlangsung, sosial serta langkah-langkah anti-korona demikian, industri pariwisata di seluruh
konsep-konsep sosiologis baru yang po- lainnya yang mendukung isolasi sosial di- dunia sedang terpukul sangat keras dan
tensial perlu ditemukan untuk menganali- tujukan untuk memperkuat individualisme akan terus terpukul, sekarang dan dalam
sis konsekuensi-konsekuensi selanjutnya dan kesendirian yang tidak hanya terjadi beberapa bulan dan tahun mendatang,
dari pandemi ini bagi manusia, seperti di masyarakat-masyarakat ini tetapi juga seperti yang diproyeksikan WHO pada bu-
ketidakpastian hidup, kehilangan kendali di masyarakat non-Barat. Dengan demiki- lan Agustus 2020. Ada sebuah paradoks
yang signifikan atas peristiwa-peristiwa, an, kerusakan global yang terjadi pada in- di sini. Pandemi global COVID-19 seha-
perhatian yang terpusat hanya pada ke- teraksi sosial yang normal antara individu, rusnya menyatukan masyarakat saat ini,
kinian. Sosiologi kualitatif mungkin lebih kelompok, kolektivitas, dan masyarakat tetapi dampaknya terhadap diskriminasi
siap untuk menangani fitur-fitur baru ini. terlihat sangat jelas. dan ujaran kebencian hampir tidak posi-
Namun, tugas ilmu-ilmu sosial sebenar- tif. Dengan demikian, industri pariwisata
nya ada dua: > Perubahan iklim dan ujaran global kemungkinan akan menderita saat
kebencian ini dan mendatang, bukan hanya kare-
Pertama, kita perlu mempelajari dampak na kendala mobilitas tetapi juga karena
sosial dan psikologis pandemi COVID-19 Dua masalah besar terkait pande- potensi peningkatan global dalam ujaran
saat ini terhadap perilaku masyarakat mi COVID-19 patut digarisbawahi, yaitu kebencian dan diskriminasi.
dan dinamika berbeda dari masyarakat perubahan iklim dan ujaran kebencian.
Seluruh korespondensi ditujukan Mahmoud Dhaouadi
yang telah mengalami krisis sejak De- Pandemi virus korona dijelaskan oleh be-
<m.thawad43@gmail.com>
sember 2019. Majalah Scientific Ameri- berapa analis sebagai akibat dari perilaku
can pada edisi Juni dan Juli 2020 telah manusia di bumi yang telah menyebabkan
menaruh fokusnya pada dampak sosial pencemaran dunia. Polusi pada gilirannya
dan psikologis pandemi korona kepada berdampak negatif pada perubahan iklim
setiap orang: apa yang telah diajarkan dan kemungkinan munculnya virus-virus

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


COVID-19: PANDEMI DAN KRISIS

> Skenario
Pascapandemi,
dari Adaptasi ke Pembelajaran Kolektif
oleh Alejandro Pelfini, Universidad del Salvador, Buenos Aires, dan FLACSO Argentina,
Argentina

Kredit: Creative Commons.

44

W
lalaupun kita refleksi ini berfokus pada kapasitas timbangkan bahwa dari pandemi ini
masih di tengah untuk pembelajaran nyata dalam si- juga, perubahan penting akan terja-
pandemi CO- tuasi ekstrem dan untuk ketahanan di pada moda produksi, konsumsi,
VID-19 dan efek seluruh masyarakat dalam mengha- dan gaya hidup, menunjukkan sekali
serta kerusakannya sulit diperhi- dapi situasi traumatis di mana ma- lagi kapasitas kapitalisme dan mo-
dernitas untuk beradaptasi dengan
tungkan, seperti perkiraan tanggal syarakat dan umat manusia berbagi
tantangan baru dan untuk memi-
di mana pandemi akan dapat diken- kerentanan struktural yang belum
kirkan kembali diri mereka sendiri.
dalikan, ilmu-ilmu sosial tidak ber- pernah terjadi sebelumnya.
Tentu saja, ini tidak dijamin, tetapi
henti merefleksikan skenario-ske- tergantung pada aktivasi, pertama
nario yang mungkin terjadi di dunia > Reaksi-reaksi yang
refleksi, dan kemudian aksi politik
pasca- pandemi. Kedalaman krisis mungkin terjadi pasca-
untuk mempromosikan transformasi
global, demikian juga efek pandemi pandemi
tersebut.
yang belum pernah terjadi terhadap
Sebagaimana ekonom Branco Mi-
kehidupan sehari-hari serta terha- Untuk saat ini, reaksi pertama dan
lanoviov telah tunjukkan, sistem in-
dap fungsi kapitalisme secara umum oleh karena itu merupakan salah
ternasional dan masyarakat tertentu
adalah sedemikian dramatis sehing- satu skenario yang mungkin untuk
memperkenalkan perubahan pen-
ga refleksi ini melampaui spekulasi pasca-pandemi adalah retret partiku-
ting dalam model pembangunan dan
tentang ketersediaan vaksin, re- laris. Seperti yang telah dialami oleh
organisasi politik mereka mengikuti
beberapa negara (Amerika Serikat
komposisi sistem kesehatan publik, krisis global lainnya yang melampaui
di bawah pemerintahan Trump atau
dan kerja sama internasional dalam ekonomi dan termasuk di dalamnya
Brasil di bawah Bolsonaro), tidak ada
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). tantangan bagi kesehatan masya-
gunanya memikirkannya terlalu lama.
Sebagai gantinya, dan dengan mem- rakat, atau perang besar, seperti
Hal ini menyangkut dilanjutkannya
pertimbangkan bahwa pandemi krisis 1873 atau 1919. Oleh kare-
bisnis seperti biasa, dan mempromo-
adalah tantangan peradaban besar, na itu, tidak utopis untuk memper-
>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
COVID-19: PANDEMI DAN KRISIS

sikan kembalinya normalitas dengan tif dan apa yang disebut barang dan dalam hal pemerataan dan akses.
berlindung di negara-bangsa, meng- jasa esensial akan terjadi dengan da-
abaikan–seperti halnya masalah la- lih finansialisasi murni. Dengan berfo- Manakah dari alternatif-alternatif ini
innya–implikasi global dari pandemi kus pada masyarakat sipil, konsumsi yang memiliki lebih banyak kemung-
dan saling ketergantungan radikal yang bertanggung jawab, subsidi, dan kinan untuk unggul dan bergantung
yang ada. Sebaliknya, lebih menarik perawatan diri akan dipromosikan, pada apa? Kita sudah menyadari
untuk mengeksplorasi dua kemung- dan perhatian akan diberikan pada batas-batas reaksi non-transformatif
kinan skenario transformatif yang pembangunan berkelanjutan, meski- pertama dan hanya sedikit yang bisa
bergantung pada agensi manusia dan pun dalam kerangka demokrasi de- diharapkan darinya. Namun, selalu
pada refleksivitas masyarakat. Ada ngan intensitas rendah. ada kemungkinan untuk dipertim-
kemungkinan untuk membedakan bangkan, dan masih memiliki peng-
antara dua tingkat atau derajat trans- > Pembelajaran kolektif anutnya. Kapitalisme dan modernitas
formasi dari kapasitas ini: langkah telah menunjukkan kapasitas mereka
pertama terkait dengan adaptasi (di- Reaksi yang lebih menuntut dengan untuk beradaptasi dan melakukan
pahami sebagai penyesuaian prefe- potensi transformatif yang lebih be- pembaruan, bahkan memasukkan
rensi dan minat seseorang terhadap sar menyiratkan proses pembelajaran kritik paling radikal yang telah dibuat
kompleksitas lingkungan yang baru), kolektif yang lebih mendalam, yang terhadap mereka (seperti yang ditun-
dan proses kedua, yang lebih me- membutuhkan dilampauinya urutan jukkan oleh Boltanski dan Chiapello
nuntut, berupa pembelajaran kolektif negosiasi dan kerja sama internasio- dalam The New Spirit of Capitalism).
(yang menyiratkan tinjauan terhadap nal ke ruang tata pemerintahan global Oleh karena itu, masuk akal untuk
validitas preferensi dan minat ini ber- yang berfokus pada penyediaan dan berpikir bahwa respons adaptif ada-
dasarkan kewajiban moral untuk me- konservasi barang publik, pengurang- lah pilihan yang paling mungkin dan
ngurangi kerusakan). an risiko, dan pencegahan bencana. itu akan terjadi hampir secara meka-
Hal ini tercermin di tingkat nasional nis dari interaksi antara sistem pakar,
> Adaptasi di negara yang memusatkan kebijak- perusahaan besar (terutama yang
an publiknya pada gagasan kepedu- terkait dengan digitalisasi), dan ak-
Lalu bagaimana skenario adaptif lian dan pengurangan kesenjangan tor politik yang berpikir dalam jangka
utama dapat dipahami, di mana tiga akses terhadap barang publik. Di bi- pendek. Sementara itu, pembelajar-
lingkungan sosial mendasar (nega- dang produksi dan konsumsi, logistik an kolektif yang paling menuntut ber- 45
ra, pasar, dan masyarakat sipil) me- jarak pendek dan perdagangan dan gantung pada radikalisasi dan aktivasi
ngembangkan penyesuaian komuni- produksi lokal akan dipromosikan, gerakan sosial dan organisasi populer
kasi menjadi lingkungan yang lebih bersamaan dengan penguatan kota- yang bergerak melampaui rencana
kompleks dan menantang tanpa me- kota kecil dan ekonomi berdasarkan besar bantuan dan pencegahan risi-
mikirkan kembali atau sepenuhnya revaluasi kegiatan “esensial”; hal lain ko kesehatan yang bertujuan untuk
meninggalkan praktik mapan yang yang tidak kalah penting, perselisih- mencapai Global Green New Deal,
telah terbukti berbahaya? Di tingkat an Utara/Selatan saat ini perihal ke- atau lebih baik lagi, Pakta Ekososial
internasional ini akan melibatkan pe- kayaan intelektual dan paten akan dari Selatan–di mana keadilan sosi-
nguatan multilateralisme. Pada ting- membuka jalan menuju rezim yang al selalu dipikirkan bersama dengan
kat nasional, negara akan lebih nyata lebih setara dan inklusif. Masyarakat keadilan lingkungan dalam dialog
kehadirannya, meskipun pada saat sipil akan semakin terbentuk seba- Utara-Selatan, dan di mana, untuk
yang sama ketika berinvestasi dalam gai jaringan “produsen-konsumen” kali ini, sentralitas kerja produktif di-
kesehatan masyarakat akan lebih (“prosumer”, J. Rifkin), di mana ting- gantikan oleh keutamaan kehidupan.
memperhatikan pengamanan dan kat global-lokal (glocal) muncul dan Tidak diragukan lagi, opsi ini adalah
pengawasan privasi. Dari pasar kita jaringan kepedulian yang peka terha- yang paling kecil kemungkinannya.
dapat mengharapkan proteksionisme dap perbedaan gender berkembang; Tetapi mengingat taruhannya, hal ini
komersial dan investasi publik yang ruang untuk transformasi akan terbu- yang paling mendesak dan perlu.
lebih besar; pendalaman digitalisa- ka, terinspirasi oleh ide-ide alternatif
si; promosi kerja sama ilmiah, tetapi seperti pasca-pembangunan dan per- Seluruh korespondensi ditujukan kepada Alejandro
tanpa mengubah perlindungan keka- lambatan pertumbuhan (degrowth) Pelfini <pelfini.alejandro@usal.edu.ar>

yaan intelektual. Dan, sampai batas dalam proses politisasi yang berkon-
tertentu, pemulihan ekonomi produk- tribusi pada demokratisasi mendasar

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


SEKSI TERBUKA

> Sosiolog
dalam Arena Politis-Kewargaan
oleh Fredy Aldo Macedo Huamán, Universidad Iberoamericana (IBERO), Mexico City,
Meksiko

Kredit: Creative Commons.

46

S
ejak awal para sosiolog terlibat dalam urusan tidak. Target kami sering kali adalah ‘sapi keramat’—misal-
publik masyarakat mereka (misalnya Émile Dur- nya, Olympics atau organisasi agama (terdapat banyak irisan
kheim, Max Weber, Marianne Schnitger and Jane di sini)—dan temuan kami sering kali menunjukkan bahwa
Addams), baik untuk memperingatkan khalayak ‘kaisar tidak mengenakan pakaian’.”
lebih luas mengenai kondisi ketimpangan, diskriminasi, dan
penderitaan, maupun ketidakadilan, penyalahgunaan keku- Saat ini terdapat generasi ilmuwan sosial yang kebingungan
asaan, pengingkaran hak, dan pengabaian pemerintah atas tetapi juga kreatif yang sangat gelisah menghadapi era yang
layanan publik yang dialami oleh sebagian besar masyarakat, penuh gejolak dan ketidakpastian ini. Sejalan dengan warisan
ataupun untuk mendorong debat publik yang didukung infor- disiplin yang mereka terima, mereka sangat peka terhadap
masi memadai. Para sosiolog terus melibatkan diri dalam isu- kehidupan sehari-hari para warga dan komunitas mereka
isu sosial yang relevan dengan menggunakan bahasa yang dalam rangka mewujudkan kerangka kerja yang inovatif dan
terjangkau dan menggugah tanpa meninggalkan semangat reflektif yang memungkinkan kita semua dapat menghadapi
kritis dan gairah penjelajahan vokasi, dalam rangka mem- jaman ini. Dalam pandangan saya, hal inilah yang mengge-
bangunkan kesadaran dan mempertanyakan kekuasaan. rakkan David M. Farrell dan Jane Suiter dalam karya kedua-
Dewasa ini, profil sosiolog yang sangat cocok dengan reflek- nya Reimagining Democracy (2019) untuk menceburkan diri
si yang disampaikan di sini adalah Helen Jefferson Lenskyj. dalam masyarakat Irlandia dan berpartisipasi secara aktif da-
Menggambarkan peran akademisi sebagai intelektual publik lam pembentukan demokrasi deliberatif di antara warganya.
dalam kaitan dengan riset yang ia sendiri lakukan, Helen me- Karya mereka menunjukkan kepada perhatian publik berbagai
nyatakan bahwa peran akademisi adalah “mengatasi masa- forum rembug di Irlandia yang berfungsi sebagai sarana refe-
lah-masalah sosial seperti dampak merusak dari Olympics rendum yang akhirnya mengantarkan pada legalisasi aborsi
berusaha mengungkap asal-usul dan sistem penindasan yang dan pernikahan untuk semua. Dengan demikian, teori yang
mendukungnya. Kami membuat rekomendasi atas perubah- berkembang di dunia akademis memperoleh umpan balik
an sosial dan bekerja dengan komunitas untuk menghadapi sosial, sementara kaitan dengan para aktor dieksplorasi be-
mereka yang berkuasa, adakalanya berhasil dan adakalanya gitu rupa sehingga, selain merangsang berbagai pertanyaan

>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
SEKSI TERBUKA

dan persoalan, juga memungkinkan dialog untuk merancang Dalam pengertian yang lebih spesifik, prasyarat bagi ke-
ulang institusi dan budaya publik. bangkitan sektor-sektor sosial dan politik baru ini menuntut
para sosiolog untuk menerima beberapa hal sebagai berikut:
Apabila pada ranah sehari-hari berbagai aktor berhimpun • perolehan beberapa unsur, ketrampilan dan pengalaman
untuk terlibat dalam berbagai isu kritis pada komunitas po- yang lebih baik dalam proses internal (atau proses bersa-
litisnya—demi memperjuangkan kepentingan dan menyam- ma) pada evolusi keorganisasian yang menyiratkan penting-
paikan tuntutan, memperkuat pembelajaran, kolaborasi dan nya penguatan diri secara demokratis pada skala yang ber-
model organisasi, menyalurkan berbagai inisiatif dan program beda-beda.
aksi, membangun ruang-ruang kekuasaan yang berupaya • peningkatan yang ditargetkan dan berkelanjutan dalam
menggabungkan saluran-saluran partisipasi dengan berbagai pencapaian tujuan-tujuan dan perwujudan cita-cita yang
inovasi demokrasi—maka di pihak mereka ini juga terdapat menjadi inti identitas mereka (yang sesuai dengan nilai-nilai
berbagai kelompok dari kalangan sosiolog maupun profesi demokrasi dan hak asasi manusia).
lain yang bersedia untuk mendukung dan memperjuangkan • tindakan yang mengasumsikan suatu platform lobi para
kepentingan mereka. warga yang bertujuan untuk membangun rencana rekonfigu-
rasi kebijakan yang berada di bawah ataupun di luar pengaruh
> Peran baru bagi para sosiolog mereka; dan
• penjernihan atas kontribusi yang akan mereka berikan
Dengan demikian, di antara arena akademis dan po- melalui praktik-praktik demokratis mereka (yang terhubung
litik-kewargaan, para sosiolog yang memandang penting dengan agen dan pakar sosial lain) pada berbagai arena,
kontribusi pada agensi warga negara dapat menjalankan mengarahkan ulang kerangka kelembagaan yang kaku menu-
berbagai profil di tengah pluralitas ruang tindakan pada ju cara-cara yang inklusif dan inovatif untuk menghubungkan
sistem demokrasi dewasa ini. Dengan menyadari hal ini, negara dengan warga.
maka apakah kontribusi, keterlibatan, dan pemikiran ulang
atas pendidikan dan kinerja para sosiolog yang bisa diper- Dalam kasus para sosiolog, peran yang relevan dan sentral
timbangkan? untuk menjalankan tugas semacam ini sangat menonjol ka-
rena mereka diharapkan bertindak sebagai:
Secara umum, pembagian akademis-profesional secara tra- • pengurai (decoders) wacana, narasi, dan imajiner untuk
disional telah dibuat terasing dari situasi saat ini yang ditandai mereka proses ulang dalam berbagai proyek komunikasi, ke-
dengan kompleksitas yang lebih besar, saling penetrasi dan budayaan dan politik dengan signifikansi yang lebih besar;
diversifikasi dari ruang dan sistem para aktor. Ciri-ciri sema- • mediator konflik dan ketegangan yang berakar kuat baik di
cam ini terus berkembang dalam berbagai kondisi yang akan dalam maupun di luar organisasi; 47
tetap penting untuk dipertimbangkan. • pendamping dan penerjemah proses-proses politik, kewar-
gaan, dan aksi publik melawan berbagai kekuasaan publik
Bagi para sosiolog, respons terhadap kompleksitas sema- maupun privat; dan
cam ini pada dasarnya akan menuntut mereka untuk membu- • artikulator (atau mitra pencipta) proyek-proyek mengenai
at universitas dan pusat penelitian mereka lebih relevan bagi kebijakan kewargaan, demokrasi dan publik yang akan dia-
para aktor warga dan aktor politik, sembari memperhatikan dopsi oleh berbagai kelompok warga yang mereka turut be-
kebutuhan, keterbatasan, potensi dan kerangka bersama. kerja bersamanya.
Kedua, pengalaman para sosiolog dalam arena yang beru-
bah itu akan memungkinkan mereka menjangkau dan me- Ringkasnya, berada di antara dua ancaman serius yang ada
nyempurnakan apa yang direncanakan berdasarkan apa yang saat ini—populisme sayap kanan yang ekstrem dan kekuasaan
sudah ada, menarik pembelajaran dari sana dan kemudian besar korporasi teknologi (yang terkait dengan sistem penga-
mendorong inovasi dan kepakaran pendidikan yang sesuai wasan pemerintah)—warga negara perlu untuk menanggapi-
yang ditujukan untuk warga. nya dengan kejernihan dan orientasi pro-aktif, mengartikula-
sikan suara demokratis maupun kapasitas tata kelola mereka
Pada level politik demokratis dan praktik warga, sosok yang yang akan memperkuat dan membuatnya berkelanjutan. De-
patut dipertimbangkan dalam disiplin ini adalah sosiolog yang ngan demikian, seiring kebutuhan mendesak untuk memper-
berperan sebagai konsultan-mediator untuk warga. barui proyek demokrasi, mereka dituntut untuk menemukan
pemfokusan ulang atas pembelajaran politik, integrasi penge-
Dengan melibatkan diri pada berbagai sektor warga, para sosi- tahuan, persahabatan warga, dan orientasi keorganisasian
olog dituntut untuk mempromosikan suatu visi dan kinerja yang mereka. Dan di samping ini semua, mereka perlu membangun
disasarkan pada kapasitas analitis-operasional yang signifikan, jembatan-jembatan dengan aktor-aktor lain, termasuk para
dan dipandu oleh berbagai ketrampilan kreatif, pedagogis, di- praktisi dari disiplin-disiplin seperti sosiologi, ilmu politik, dan
alogis, proposisional dan emosional, di samping oleh berbagai antropologi yang perlu didorong untuk lebih terlibat dengan
cara merangsang definisi, mobilisasi dan resiliensi diri yang akan menggabungkan pendekatan argumentatif dan empati dengan
mendukung (atau melakukan secara bersama dengan) mereka gairah yang lebih energik dan asertif.
yang memegang peranan sebagai aktor-aktor warga dan politik.
Sejalan dengan ini, komitmen para sosiolog pada etika yang di- Seluruh korespondensi ditujukan kepada Fredy Aldo Macedo Huamán
<fredy.macedo@gmail.com>
dasarkan pada nilai-nilai kunci dalam kehidupan demokrasi (se-
perti keadilan, kebebasan, pluralisme, toleransi, solidaritas, kritik 1. Lihat
dan perbedaan pendapat, kesediaan mendengar, dan kolaborasi) https://blogs.lse.ac.uk/politicsandpolicy/irish-referendums-deliberative-assemblies/.

membentuk poros yang memandu keterlibatan mereka.

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


SEKSI TERBUKA

> Kebungkaman di sekitar


Kekerasan Pasangan Intim
di Trinidad dan Tobago
oleh Amanda Chin Pang, University of the West Indies, St. Augustine, Trinidad dan Tobago

D
i Trinidad dan Tobago (T & T), ketika para untuk berpikir bahwa beberapa orang Karibia tampaknya
perempuan, laki-laki dan anak-anak sudah terlalu nyaman dengan pola kekerasan ini. Saya
terbunuh dalam kekerasan pasangan menyebut hal ini sebagai “Budaya Kekerasan”, seperti
intim (intimate partner violence, disingkat: yang digambarkan oleh Brereton (2010) dalam karyanya
IPV) atau perang antar-geng, kejadian ini segera menyita “The Historical Background to the Culture of Violence in
perhatian. Namun, secepatnya, tangisan para korban dan Trinidad and Tobago”, karena budaya kekerasan telah
penyintas tersebut berubah menjadi sunyi dan para pelaku dinormalisasikan di negara tersebut.
hanya mengajukan alibi-alibi basi tentang kekerasan yang
mereka lakukan, meninggalkan gangguan malapetaka > Normalisasi kekerasan
yang menyiksa selamanya.
Kita dapat merenungkan berbagai pertanyaan seputar
Di Trinidad dan Tobago, kebungkaman (silence) telah isu ini. Kekerasan yang terjadi dalam hubungan di antara
berlangsung lama ketika perempuan, laki-laki dan anak- pasangan intim telah menjelma sebagai hal yang lumrah
anak terbunuh dalam kekerasan pasangan intim (IPV) dan dalam interaksi orang Karibia. Apa yang menyebabkan ke-
situasi-situasi kekerasan yang berbasis gender. Kematian kerasan dianggap sebagai suatu hal yang lumrah dalam
seorang perempuan, Andrea Bharatt, diharapkan dapat republik kepulauan kembar seperti Trinidad dan Tobago?
menjadi katalis yang mendorong para korban dan penyin- Mungkinkah itu karena ketidakmampuan untuk mengatasi 48
tas kekerasan dan penganiayaan untuk bersuara. kesulitan-kesulitan dalam hubungan, ataukah kekerasan
itulah yang menjadi suatu hal yang dapat diterima bagi
> Budaya kekerasan para pasangan intim, ataukah keduanya? Bagaimana
dengan budaya T & T yang sepertinya memfasilitasi dan
Sejak seruan untuk “tinggal di rumah” di masa Covid-19 membenarkan kekerasan ini dengan kurangnya atau bah-
diterapkan, telah terjadi peningkatan kasus kekerasan do- kan tidak adanya protes publik? Apakah IPV dianggap se-
mestik—istilah kekerasan domestik kadang disamakan bagai sebuah isu yang privat di dalam suatu hubungan?
dengan IPV–dan banyak kasus yang digambarkan sebagai Apakah para laki-laki dan perempuan itu takut?
kekerasan domestik pada kenyataannya terjadi di antara
pasangan-pasangan intim dewasa. Dalam skala global, IPV terjadi pada banyak pasangan.
Merujuk pada lembar-fakta Kekerasan Terhadap
Kebungkaman para korban serta kecilnya kemungkinan Perempuan WHO, satu dari tiga perempuan pernah
untuk melepaskan diri dari kekerasan yang terus mengalami IPV dalam relasi intimnya dan 38% dari
berlangsung mendorong saya untuk berpikir mengenai kasus pembunuhan perempuan di dunia dilakukan oleh
budaya kekerasan yang telah mengakar secara mendalam pasangan intim laki-lakinya (WHO, 2017). Sementara
di kalangan warga Trinbago [warga Trinidad dan Tobago]. statistik ini merefleksikan kekerasan laki-laki terhadap
Mulut para teman dan kerabat yang mengetahui situasi pasangan intim perempuannya, ada juga kekerasan
ini pun diberangus. Saya menyerukan untuk memecah pasangan intim perempuan terhadap laki-laki, maupun IPV
kebungkaman mengenai kekerasan yang memiliki akar dalam hubungan sesama jenis. Koalisi Nasional Melawan
kolonial yang mendalam tersebut. Bergner (1995) dalam Kekerasan Domestik AS (NCADV, 2020) menyatakan
tulisannya berjudul “Who Is That Masked Woman? Atau, bahwa satu dari sembilan laki-laki mengalami beberapa
Peran Gender dalam tulisan Fanon Black Skin, White Masks” bentuk IPV, kekerasan hubungan seksual dan penguntitan.
menyoroti konteks historis ini, bukan hanya mengenai Selain itu, menurut laporan ini, laki-laki korban perkosaan
rasisme yang sistematis, tetapi juga posisi perempuan dan laki-laki korban dari hubungan seksual yang tidak
yang dirugikan karena ketertundukannya pada laki-laki. diinginkan telah melaporkan para pelaku yang kebanyakan
Kendatipun ada dampak serius bagi para pasangan intim laki-laki. Hal ini merefleksikan situasi serupa di Trinidad
dan para tanggungan mereka, kurang adanya kebijakan dan Tobago. Le Franc et al. (2008) dalam “Interpersonal
langsung dan penelitian mengenai IPV, mendorong saya violence in three Caribbean countries: Barbados, Jamaica,

>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
SEKSI TERBUKA

“Membuat agar berbicara bebas melawan kekerasan dan


memahami kekerasan sebagai hal yang tidak dapat diterima
serta anomali dalam ekspresi diri dalam suatu hubungan
menjadi suatu norma akan memecah kebungkaman dan
pada akhirnya mengubah hubungan pasangan intim
menjadi lebih baik”

and Trinidad and Tobago” menyajikankan bukti tentang Layanan Polisi Trinidad dan Tobago (TTPS) merupakan
kekerasan fisik dan seksual yang dilaporkan di Trinidad kebijakan-kebijakan yang mengangkat isu IPV. Spotlight
dan Tobago, yang menemukan bahwa 47,7% laki-laki Initiative PBB menyoroti adanya peningkatan kejadian
mengalami kekerasan fisik dalam hubungan dan 52,5% kekerasan domestik yang disebabkan oleh [pandemi]
laki-laki mengalami paksaan seksual dalam hubungan. Covid-19. Kendatipun adanya prakarsa-prakarsa kebijakan
ini, budaya kekerasan dan gagasan-gagasan mengenai
Menariknya, menurut Wiltshire (2012) dalam “Youth Mas- maskulinitas dan feminitas di T & T mencerminkan
culinities and Violence in the Caribbean”, maskulinitas di- penerimaan yang umum terhadap budaya kekerasan di
pelajari melalui kuasa, diperkuat oleh sosialisasi keluarga negara tersebut.
antar generasi, agama, sekolah, media dan pertemanan.
Bahkan, Withshire mencatat bahwa kejantanan diekspre- Memberdayakan dan mendorong penyintas IPV mela-
sikan melalui perbuatan-perbuatan yang mengandung ke- lui mekanisme-mekanisme dukungan dan pengamanan,
kerasan dan agresi, dan beberapa laki-laki menganggap pilihan-pilihan terapi bagi para pasangan dan bagi para
bahwa perempuan terkadang perlu didisiplinkan oleh pa- pelaku yang tidak menyangkal perbuatannya, dorongan
sangan laki-laki mereka. Sementara baik laki maupun pe- kesehatan mental bagi laki dan perempuan, serta seru-
rempuan dapat menjadi pelaku kekerasan pasangan intim, an kepada para laki-laki untuk mencari bantuan secara
berita-berita yang dilaporkan di T & T dibanjiri oleh insiden positif dapat mengubah budaya kebungkaman mengenai
dibunuhnya perempuan oleh pasangan intim mereka. Hal kekerasan menjadi suatu budaya yang menyuarakan per- 49
ini disebabkan karena proporsi laki-laki yang melakukan IPV lawanan dan mengungkapkan kepada publik penolakan
terhadap perempuan lebih besar dibandingkan dengan pro- terhadap kekerasan.
porsi perempuan yang melakukan perbuatan ini terhadap
laki-laki. Selain itu, sosialisasi ulang kepada laki dan perempuan
mengenai cara ungkapan seksualitas mereka dan tentang
Gagasan mengenai maskulinitas dan feminitas yang dimi- peran-peran gender adalah hal yang perlu. Saya percaya
liki oleh laki-laki dan perempuan mencerminkan tak terhin- bahwa rasa malu dan takut yang terkait IPV yang ada pada
darkannya kekerasan laki-laki dalam hubungan-hubungan korban dan bahkan pada pelaku, serta rasa tanggung
intim serta penerimaan dan kebungkaman mengenai isu jawab yang semu dari penyintas, menghasilkan kebung-
tersebut. Selain itu, penyalahgunaan ini dilegitimasi de- kaman mengenai kekerasan. Karenanya, satu hambatan
ngan mencap perempuan sebagai “orang yang tidak utama dalam pelaporan kekerasan domestik kepada po-
terhormat” ketika mereka melanggar batas-batas kehor- lisi, bagi korban laki dan perempuan, adalah adanya rasa
matan yang berlaku di masyarakat Karibia. Namun, pemi- malu yang mereka alami, menurut Wallace (2019) dalam
kiran-pemikiran laki-laki tentang ekspresi perempuan me- “Domestic Violence: Intimate Partner Violence Victimiza-
ngenai seksualitas dan feminitas mereka tentunya bukan tion Non-Reporting to the Police in Trinidad and Tobago.”
alasan untuk melakukan penindasan. Sekalipun alasan tersebut nyata, tanggapannya adalah
kebungkaman, sehingga seringkali hal itu berakhir dengan
> Kebungkaman sebagai rintangan untuk pembunuhan.
mengangkat isu IPV
Membuat agar berbicara bebas melawan kekerasan
Penting untuk diperhatikan bahwa ada upaya-upaya yang dan memahami kekerasan sebagai hal yang tidak dapat
sedang dilakukan untuk memecah kebungkaman dan diterima serta anomali dalam ekspresi diri dalam suatu
menyuarakan para korban. Kebijakan Kekerasan Domestik hubungan menjadi suatu norma akan memecah kebung-
di Tempat Kerja Kamar Dagang dan Industri Trinidad dan kaman dan pada akhirnya mengubah hubungan pasang-
Tobago (TTCIC) dan Unit Kekerasan Berbasis-Gender an intim menjadi lebih baik.

Seluruh korespondensi ditujukan kepada Amanda Chin Pang


<amandalall91@gmail.com>

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


SEKSI TERBUKA

> Tentang Kemampuan


Memedulikan Dunia
oleh Francesco Laruffa, University of Geneva, Swiss

Individu harus diperlakukan sebagai


“agen” yang ikut memutuskan arah
perubahan sosial. Gambar oleh Matteo
Laruffa yang berusia tujuh tahun.

50

P
andemi COVID-19 telah menyuburkan berba- Berikut ini, saya mengusulkan interpretasi radikal dari
gai diskusi tentang “dunia setelah Korona” dan “pendekatan kapabilitas”nya Amartya Sen dan Martha
“masa depan yang kita inginkan”. Idenya ada- Nussbaum, yaitu mengeksplorasi bagaimana interpreta-
lah bahwa pandemi bukan hanya konsekuensi si tersebut dapat membantu kita untuk membayangkan
tragis dari kapitalisme neoliberal dan eksploitasi alam yang masa depan yang lebih emansipatoris dan berkelanjutan.
Jelas, menggambarkan masa depan yang berharga tidak
berlebihan (misalnya, penggundulan hutan): pandemi juga
hanya menjadi tugas eksklusif sosiologi (atau filsafat):
menawarkan kesempatan untuk memikirkan kembali ma-
masa depan perlu dibangun bersama secara demokratis,
syarakat kita dan cara-cara di mana ia diatur. Namun, tidak yang melibatkan partisipasi warga negara. Saya berpen-
ada kesepakatan tentang masa depan yang dibayangkan. dapat bahwa pendekatan kapabilitas memungkinkan per-
Beberapa mendorong bagi “pertumbuhan hijau inklusif” dan spektif demokratis semacam itu mengenai “masa depan
Kesepakatan Hijau yang mempromosikan “pekerjaan hijau.” yang kita inginkan”.
Fokusnya adalah pada inovasi teknologi untuk mencapai ke-
lestarian lingkungan tanpa mengubah gaya hidup masyarakat > Untuk interpretasi radikal dari kapabilitas
(misalnya, konsumerisme) atau struktur kapitalis (misalnya,
asimetri kekuasaan antara pengusaha dan pekerja). Yang lain Pendekatan kapabilitas menyarankan bahwa aksi publik
malah bercita-cita untuk “transformasi sosial-ekologis” yang harus fokus pada mempromosikan kemampuan orang,
lebih mendalam, di mana ekonomi ditempatkan di bawah yaitu, kebebasan nyata mereka untuk menjalani kehi-
dupan yang mereka hargai. Dalam perspektif ini, kema-
terpenuhinya kebutuhan sosial dan ekologi daripada keun-
juan masyarakat tidak disamakan dengan pertumbuhan
tungan.
>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
SEKSI TERBUKA

ekonomi tetapi dengan menghilangkan hambatan bagi untuk bersama-sama menentukan arah perubahan sosi-
perkembangan manusia: kebijakan publik harus mem- al, memperdebatkan arti pembangunan, kemajuan, dan
perluas kebebasan individu untuk menjadi “makhluk” kualitas hidup dalam artian tujuan akhir. Pemahaman ini
dan “perbuatan” yang berharga, yaitu, untuk mengejar mencakup pengurangan pengaruh pasar dalam memben-
konsepsi rasional mereka tentang “hidup yang baik.” Fo- tuk nasib kolektif kita, (untuk sebagian) menggantikannya
kus ini memaksa kita untuk merenungkan tujuan akhir, dengan demokrasi partisipatif-deliberatif.
memperdebatkan apa yang secara intrinsik penting. Pen-
dekatan kapabilitas juga memberikan peran kunci bagi > Memusatkan aksi publik pada
demokrasi. Partisipasi demokratis tidak hanya memiliki “kemampuan untuk memedulikan dunia”
fungsi instrumental (memungkinkan supaya suara warga
negara didengar sehingga aksi publik lebih mencermin- Pada titik ini, pendekatan kapabilitas dapat dikombina-
kan kepentingan mereka) tetapi juga peran konstruktif, sikan dengan “etika kepedulian” yang dikembangkan oleh
membentuk prioritas masyarakat dan–karena konsepsi para ahli teori feminis. Seperti yang disarankan oleh Joan
tentang kehidupan yang baik berubah selama proses de- Tronto, perspektif kepedulian menyoroti apa yang kita, se-
liberatif–bahkan nilai-nilai individu. bagai masyarakat pedulikan. Kapitalisme adalah sistem
yang didasarkan pada kepedulian terhadap keuntungan,
Atas dasar ini, saya berpendapat bahwa pendekatan dan individu dihargai sesuai dengan kontribusi mereka ter-
kapabilitas dapat dibingkai dengan cara yang lebih radi- hadap keuntungan. Tapi kita bisa membangun masyarakat
kal daripada pendekatan yang mendominasi lingkaran di mana kepedulian terhadap orang lain (misalnya, anak-
kebijakan. Memang, kaitan antara kemampuan dan per- anak, orang tua, dan orang sakit), untuk lingkungan (baik
tumbuhan ekonomi bisa dipertanyakan lebih dalam. In- dalam bentuk perlindungan/pemeliharaan lingkungan dan
terpretasi dominan dari pendekatan kapabilitas menyoroti perbaikan lingkungan), untuk lembaga demokrasi, dan un-
bahwa pertumbuhan bukanlah tujuan itu sendiri tetapi ha- tuk diri sendiri (olahraga, seni, pendidikan, dll.) lebih dipri-
nya sarana untuk mencapai tujuan yang berharga. Namun, oritaskan daripada keuntungan.
mengingat konsekuensinya yang merusak lingkungan dan
dampak buruknya terhadap kesejahteraan manusia, per- Dari perspektif ini, penghargaan dapat bergeser dari
tumbuhan ekonomi bahkan tidak merepresentasikan cara produksi ke reproduksi sosial dan kerja dapat dikonseptu-
yang tepat dan aksi publik harus mengabaikan tujuan ini alisasikan kembali sebagai aktivitas memedulikan dunia.
sama sekali. Dalam banyak kasus, ekonomi tumbuh me- Makna yang terakhir tersebut harus didefinisikan melalui
lalui penderitaan manusia dan bencana lingkungan: dari deliberasi demokratis. Dengan demikian, demokrasi akan
gempa bumi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi di (untuk sebagian) menggantikan pasar dalam membangun 51
industri konstruksi hingga polusi yang dihasilkan produk- apa yang disebut sebagai kontribusi yang berharga bagi
si memicu berbagai penyakit. Bahkan apa yang semula masyarakat. Pemahaman tentang kerja ini, yang didasar-
(prima facie) tampak positif sebenarnya mengecewakan. kan pada “kegunaan sosial” daripada nilai pasar, menjadi
Kemewahan, misalnya, mendorong visi kehidupan baik terkenal selama pandemi dengan diskusi mengenai peker-
yang serakah-materialistik dan kompetitif-individualistis, ja “esensial”. Agenda yang mengikuti kerangka ini akan
yang pada akhirnya merusak kesejahteraan. Dengan de- menentang proliferasi “pekerjaan omong kosong” (David
mikian, gaya hidup Barat tidak hanya tidak berkelanjutan: Graeber)–hijau atau sebaliknya–dalam masyarakat kapita-
dari perspektif kesejahteraan, keinginan terhadap model lis, [dan] mempromosikan kemampuan individu untuk me-
“pembangunan” berbasis pertumbuhan itu sendiri patut lakukan pekerjaan yang bermakna. Yang terakhir ini meli-
dipertanyakan. batkan kegiatan yang dilakukan di dalam atau di luar pasar
tenaga kerja yang menawarkan peluang berkembangnya
Demikian pula, gagasan–yang sentral dalam pendekat- manusia bagi individu yang melakukannya dan yang mem-
an kapabilitas–bahwa individu harus diperlakukan sebagai berikan kontribusi kepada masyarakat dengan cara yang
“agen” menjadi sangat berpengaruh dalam dunia kebijak- bernilai “obyektif”–dan semua warga negara sama-sama
an. Namun, masyarakat dipahami sebagai agen dalam arti berhak untuk berpartisipasi dalam debat demokratis me-
sempit, yaitu sebagai pelaku ekonomi yang berpartisipasi ngenai apa yang berharga (Ruth Yeoman).
dalam pasar. Sebaliknya, sosok warga negara demokratis
yang ikut menentukan arah perubahan sosial terpinggir- Kesimpulannya, setelah visi kritis kapitalisme dibuat le-
kan. Dalam konteks ini, pendekatan kapabilitas dikoop- bih eksplisit, pendekatan kapabilitas dapat menginspirasi
tasi ke dalam interpretasi neoliberal-individualistis tentang kaum progresif, menyarankan untuk fokus pada aksi publik
“pemberdayaan” yang mereduksi kebebasan manusia bukan pada pertumbuhan ekonomi atau sekedar mema-
menjadi kebebasan untuk berpartisipasi dalam pereko- sukkan orang-orang di pasar tenaga kerja, tetapi mempro-
nomian, khususnya pasar tenaga kerja. Kapabilitas telah mosikan “kemampuan untuk memedulikan dunia” – yang
menjadi sinonim dari modal manusia: seperangkat kete- juga memerlukan hak untuk berpartisipasi dalam perde-
rampilan yang dibutuhkan individu untuk menjadi pelaku batan mengenai apa yang layak dipedulikan.
ekonomi yang sukses.

Menolak pertumbuhan ekonomi dan inklusi masyarakat Seluruh korespondensi ditujukan kepada Francesco Laruffa
<Francesco.Laruffa@unige.ch>
dalam ekonomi kapitalis merupakan tujuan yang diingin-
kan untuk aksi publik, interpretasi yang lebih radikal dari
pendekatan kapabilitas akan memberikan warga kekuatan

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


SEKSI TERBUKA

> Manusia sebagai


Homo Culturus
oleh Mahmoud Dhaouadi, Universitas Tunis, Tunisia dan anggota Komite Penelitian ISA
tentang Sejarah Sosiologi (RC08), Sosiologi Agama (RC22) dan Bahasa dan Masyarakat (RC25)

52

Manusia bukan hanya hewan yang berbicara tetapi pengguna


Simbol-simbol Budaya. Bahasa perlu difahami sebagai bagian dari
Simbol-simbol Budaya ini. Kredit: Flickr/ Thomas Hawk.

K
onsep Homo Culturus tidak dijumpai dalam pemikir lainnya, menganggap budaya sebagai abstraksi atau
ilmu-ilmu sosial. Para ekonom dan mereka sesuatu yang tidak ada atau yang menggambarkan realitas
yang berpandangan materialis telah meng- yang tidak konkret. Ilmuwan-ilmuwan sosial positivis akan su-
gambarkan Manusia sebagai Homo Oecono- lit untuk menunjukkan minat yang besar pada budaya sebagai
micus, ilmuwan politik telah melabelinya sebagai Homo Po- fenomena non-indrawi dan yang ambigu.
liticus dan sosiolog melihat manusia sebagai makhluk sosial
atau Homo Sociologicus. Karena meningkatnya penggunaan > Dampak berkelanjutan dari positivisme
angka saat ini, sebagian orang berbicara tentang Homo Nu-
mericus. Meskipun minat mereka besar terhadap studi buda- Reservasi tentang budaya juga ditemukan di antara “para
ya, namun para antropolog kontemporer tidak menggunakan pendiri” sosiologi Barat. Para ahli teori budaya sebelum 1960
istilah-istilah yang berkaitan dengan budaya untuk menggam- seperti Weber, Durkheim, Marx, Parsons, Mills dan lain-lain
barkan Manusia sebagai Homo Culturus. Epistemologi positi- diketahui memiliki “program yang lemah” (weak program)
vis telah berlaku dalam ilmu-ilmu sosial yang mengklaim bah- tentang budaya dalam karya-karya yang mereka diterbitkan.
wa pengalaman indrawi adalah landasan pengetahuan. Para Artinya, mereka menganggap budaya tidak terlalu penting.
antropolog terkemuka menjadi saksi dampak epistemologi Lebih jauh lagi, Sekolah Birmingham, Bourdieu dan Foucault
tersebut. Dalam buku The Concept of Culture (1973) Leslie tidak melakukan yang lebih baik: mereka juga telah menga-
White menyebutkan bahwa Ralph Linton, Radcliffe-Brown dan dopsi “program yang lemah” untuk studi budaya. Tren “pro-
>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
SEKSI TERBUKA

gram lemah” masih mendominasi studi sosiologi budaya saat lahirannya.


ini meskipun “program kuat” sosiologi budaya (yang membe- 2) Manusia memiliki rentang hidup yang lebih panjang daripa-
rikan penekanan pada pentingnya budaya) semakin menda- da kebanyakan hewan.
pat perhatian sejak lahirnya “pergeseran ke budaya” (cultural 3) Ras manusia memiliki peran dominan yang tak terbantah-
turn) di akhir 1990-an. kan di planet ini.
4) Manusia diistimewakan oleh CS.
> Pencarian Homo Culturus 5) Identitas manusia terdiri dari dua bagian: tubuh dan CS.
Ini adalah identitas dua dimensi yang sering disebut dalam
Penelitian saya secara kebetulan telah membuat saya me- agama dan filsafat sebagai identitas ganda yang terdiri dari
miliki kebersentuhan yang lama dengan studi budaya. Kei- tubuh dan jiwa.
ngintahuan intelektual saya pada 1990-an memotivasi saya
untuk mencoba menyusun kerangka teoretis yang dapat > Wawasan yang ditawarkan CS
membantu untuk memahami dan menjelaskan perilaku orang
dan dinamika dari masyarakat manusia. Dalam bukunya The Manusia tumbuh dan matang secara perlahan baik
Art of Social Theory (2014), sosiolog Richard Swedberg ber- pada ranah tubuh maupun pada CS. Jadi, manusia adalah
pendapat bahwa teori sosiologi tidak berada dalam posisi bi-dimensional dalam perkembangan mereka secara kese-
yang baik. Saya merasa saya harus mengambil risiko dalam luruhan. Sebaliknya, pertumbuhan dan pematangan spesies
petualangan berteori. Saya memulai dengan mengajukan per- non-manusia sebagian besar bersifat uni-dimensional (hanya
tanyaan metodologis ini: mana yang harus menjadi titik awal tubuh) karena kurangnya CS dalam pengertian akal budi ma-
untuk mengeksplorasi teka-teki dari kekuatan yang ada di nusia yang luas yang canggih. Kebutuhan untuk kemajuan
balik perilaku manusia dan dinamika masyarakat? Saya pikir pada dua level terlihat berada di balik lambatnya pertum-
saya harus mengawalinya terlebih dahulu dengan mengiden- buhan tubuh dan pematangan manusia. Artinya, proses per-
tifikasi sifat-sifat khusus (special traits) yang membedakan tumbuhan dan pematangan tubuh manusia melambat, boleh
spesies manusia dengan spesies lain. Saya merasa bahwa dikatakan disebabkan karena manusia terlibat dalam proses
dalam upaya mengidentifikasi sifat-sifat itu, saya harus me- kedua dari pertumbuhan dan pematangan yang direpresen-
mulai penelitian saya dari titik awal. Dalam mengejar potensi tasikan oleh CS.
pembeda sifat-sifat khas manusia itu, saya tidak melewat-
kan apa pun untuk akhirnya menemukan apa yang saya cari: CS harus berkontribusi untuk menjawab teka-teki yang ter-
Simbol-simbol budaya (CS: Cultural Symbols), yaitu, baha- tulis di sampul Edisi Khusus Scientific American (September
sa, pemikiran, pengetahuan, agama, hukum, mitos, nilai dan 2018): “Manusia: Mengapa kita tidak seperti spesies lain di
norma budaya. Studi tentang CS tampaknya menjadi dasar planet ini.” Seperti yang ditunjukkan di atas, manusia berbe- 53
untuk pemahaman dan penjelasan tentang perilaku manusia da dari spesies lain berdasarkan CS. Jadi, CS-lah yang mem-
dan fenomena sosial. Penelitian teoretis saya telah membu- buat mereka tidak sama dengan spesies lain. Gambar berikut
at saya melihat bahasa sebagai kekuatan pendorong di balik mengilustrasikan mengapa manusia adalah Homo Culturus.
kelahiran CS: bahasa adalah “ibu” (“the mother”) dari CS.
Artinya, manusia bukan hanya hewan yang berbicara seperti 1 5
yang dijelaskan oleh para filsuf dan pemikir sosial kuno, tetapi
Tubuh manusia Identitas dua
manusia juga merupakan pengguna CS yang hebat. Dengan tumbuh lambat dimensi
demikian, cogito ergo sum versi saya akan menyatakan: Saya 4
menggunakan bahasa, oleh karena itu, saya adalah manusia. Dampak Simbol Budaya pada
2 Pembentukan identitas manusia
3
Asumsi teoretis ini telah menghasilkan pengamatan lapang- Rentang hidup Peran dominan
an yang memperkuat konsep Homo Culturus. Saya telah me- manusia lebih manusia
nemukan empat ciri manusia yang berbeda yang dapat men- panjang
jelaskan mengapa manusia adalah individu-individu Homo
Culturus. > Homo Culturus dan prinsip Hemat

> Pengamatan dasar tentang kekhasan Baru saja diilustrasikan bahwa CS dapat menjelaskan em-
manusia pat karakteristik khas manusia. CS dapat menjelaskan lebih
lanjut perilaku spesifik yang tak terhitung jumlahnya dari indi-
Sentralitas CS dalam identitas manusia dapat dianggap vidu dan kelompok manusia serta keanekaragaman dinamika
sebagai sesuatu yang baru dalam ilmu-ilmu sosial kontempo- masyarakat dan peradaban. Dengan demikian, CS kompati-
rer, seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Konseptualisasi bel dengan Prinsip Parsimoni (The Principle of Parsimony):
saya tentang CS pada inti dari identitas manusia (Homo Cul- penggunaan sesedikit mungkin variabel untuk menjelaskan
turus) tercapai sebagai berikut: sebanyak mungkin fenomena.
1) Proses pertumbuhan dan pematangan tubuh manusia
lambat dibandingkan dengan kebanyakan makhluk hidup la- Seluruh korespondensi ditujukan kepada Mahmoud Dhaouadi
<m.thawad43@gmail.com>
innya. Misalnya, rata-rata bayi manusia mulai berjalan pada
usia satu tahun, dibandingkan bayi hewan yang dapat lang-
sung berjalan atau dalam beberapa jam atau hari setelah ke-

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021


SEKSI TERBUKA

> Serangan
Teror Norwegia
22 Juli 2011
oleh Pål Halvorsen, editor jurnal di Scandinavian University Press, Norwegia

54

Gedung utama di pulau Utøya, lahan di mana 69 orang dibunuh.


Kredit: Pål Halvorsen.

“Banyak hal terjadi, namun representasi masih bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan yang mun-
mereka belum terselesaikan.” cul setelahnya. Serangan itu menewaskan 77 orang dan
Alexander, J. C. & Gao, R. (2012) melukai lebih banyak lagi. Serangan-serangan tersebut ti-
dak hanya meresahkan Norwegia sebagai sebuah bangsa,

F
namun juga dunia. Pengunjung internasional menghadiri
jotolf Hansen, lebih dikenal dengan nama la- kamp musim panas, dan media internasional meliput se-
manya, Anders Behring Breivik, melakukan rangan tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
dua serangan teroris di Norwegia pada 22 Juli mempertimbangkan, misalnya, inspirasi internasional dari
2011, satu di kawasan eksekutif pemerintah serangan tersebut. Namun masyarakat Norwegia sudah
Norwegia, dan yang kedua di Utøya, tempat Liga Pemuda jenuh menghadapi keputusan praktis setelah terjadinya
Pekerja mengadakan perkemahan musim panas mereka. peristiwa tersebut. Dalam uraian mereka, banyak yang
Sekarang, sepuluh tahun kemudian, masyarakat Norwegia menggarisbawahi waktu serangan, yaitu pertengahan

>>
DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021
SEKSI TERBUKA

musim panas ketika Oslo cukup kosong dan kebanyakan contoh ini biasanya mencoba mempelajari dampak 22 Juli.
orang sedang berlibur. Hal tersebut membuat masyarakat Salah satu konsekuensi penting untuk disebutkan adalah
semakin tidak siap untuk sesuatu yang mengerikan seperti bahwa setelah serangan teroris, pemerintah Norwegia
ini, dan responsnya tidak secepat yang diharapkan atau di- memberikan dukungan keuangan untuk pembentukan
inginkan. Dengan seorang teroris yang telah menyerahkan Pusat Penelitian Ekstremisme (C-REX) di Universitas Oslo
diri dengan menyebutkan nama lengkapnya dan telah me- yang menurut Cynthia Miller-Idriss “saat ini diakui secara
luas sebagai pusat paling komprehensif untuk studi ilmiah
nyebarkan “manifesto” secara luas tepat sebelum serang-
dan kebijakan publik tentang ekstremisme sayap kanan
an, pencarian jawaban dapat dimulai dengan materi yang
secara global.”
tersedia. Pertanyaan psikologis apakah Breivik waras atau
tidak ditangani oleh dua komite ahli psikologi forensik de-
Diskusi ini bukan ruang untuk memberikan penjelasan
ngan cara yang sama, meskipun dengan dua kesimpulan
lengkap tentang keilmuan mengenai, atau yang berkaitan
yang kontras. Komite pertama menemukan dia penderita
dengan, 22 Juli, tetapi artikel-artikel berikut dikemukakan
skizofrenia paranoid, sedangkan komite kedua menemu-
sebagai contoh lanskap di mana saya dan Tore Rafoss
kan bahwa dia memiliki gangguan kepribadian narsistik te-
telah mengerjakan isu tematik terkait “22 Juli” dalam
tapi masih waras selama serangan. Persidangan di Peng-
Norwegian Journal of Sociology. Artikel-artikel tersebut
adilan Distrik Oslo berakhir dengan dinyatakannya Breivik
mencakup berbagai aspek berbeda. Artikel pertama, “Trust
waras dan bersalah. Vonisnya adalah hukuman maksimum
in the aftermath of terrorism in Norway, France and Spain"
di Norwegia: 21 tahun penjara, dengan kemungkinan per-
(Kepercayaan setelah serangan terorisme di Norwegia,
panjangan. Selama berada di penjara, dia telah mengubah
Prancis, dan Spanyol), mempelajari pentingnya narasi
namanya. Pada 15 Maret 2019 Brenton Tarrant melaku-
sebagai bagian dari kepercayaan warga negara terhadap
kan serangan teroris terhadap umat Islam di Christchurch,
politisi dan masyarakat setelah serangan teroris. Kasus
Selandia Baru. Ia secara eksplisit menyebut Breivik seba-
pembandingnya adalah serangan teroris di Nice pada
gai sumber inspirasi, dan “22 Juli” kembali muncul ke per-
tahun 2016 dan di Barcelona pada tahun 2017.
mukaan sebagai berita internasional.
Artikel kedua adalah tentang kinerja memori dan
“22 Juli” telah menjadi metonim untuk trauma budaya
berjudul “National memorials as a response to terrorism"
yang muncul setelah peristiwa tersebut. Hal ini tidak hanya
(Peringatan nasional sebagai respons terhadap terorisme).
mencerminkan suatu peristiwa sejarah, tetapi juga proses
Tulisan ini menelaah proses formasi peringatan nasional
sesudahnya, seperti “9/11.” Peristiwa tersebut menjadi- 55
di Oslo dan Utøya dengan membandingkan dengan
kan pertanyaan tentang identitas kolektif hal yang men-
Peringatan Nasional Kota Oklahoma dan Peringatan
desak, dan menantang konsepsi sebelumnya mengenai
Nasional 9/11 New York. Artikel ini diakhiri dengan diskusi
watak Norwegia (Norwegianness). Seperti yang ditanyakan
tentang bagaimana, secara paradoks, peringatan nasional
oleh konfederasi Serikat Pekerja Norwegia: “Bagaimana
sering menutupi dimensi politik dari peristiwa sejarah dan
‘salah seorang di antara kita’ bisa berakhir sebagai pem-
tindakan mengingat.
bunuh massal?” Cara membuka landasan kolektif untuk
diskusi ini merupakan salah satu indikator trauma budaya.
Artikel ketiga, “The role of the court after 22nd of July"
(Peran pengadilan setelah 22 Juli) menguraikan agenda
Banyak literatur internasional tentang “22 Juli” berkembang
penelitian dalam sosiologi hukum dengan mendokumenta-
luas, tidak terbatas hanya di Norwegia. Mungkin yang
sikan hubungan antara pengadilan dan penyintas, serta ki-
paling terkenal adalah buku non-fiksi tulisan Åsne Seierstad
dengan judulnya yang jitu, One of us. Dalam literatur nerja memori dan rekonstruksi. Tulisan ini berambisi untuk
akademis, antropolog Sindre Bangstad menulis sebuah memberikan pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana
buku berjudul Anders Breivik and the Rise of Islamophobia pengadilan menanggapi peristiwa luar biasa.
(2014) yang secara eksplisit menggali pertanyaan tentang
motivasi ideologis terorisme. Sementara Bangstad Beberapa buku yang akan turut dikaji adalah Hate in
secara eksplisit mempelajari bahaya Islam fobia sebagai Homeland karya Cynthia Miller-Idriss, antologi Bearbeidelser
faktor kontekstual yang penting, Sveinung Sandberg (Cara-cara Menghadapi) suntingan Anne Gjelsvik, Frykt
mempelajari narasi-diri yang disajikan dalam “manifesto” og avsky i demokratiet (Rasa Takut dan Kebencian dalam
Breivik, dan menemukan empat cara berbeda untuk Demokrasi) tulisan Eirik Høyer, dan Arbeiderpartiet og 22.
menganalisisnya, “baik secara strategis, atau ditentukan, Juli (Partai Buruh dan 22 Juli) tulisan Hallvard Notaker.
atau terpadu, atau terfragmentasi.” Dia juga menunjukkan
bagaimana berbagai cara berbeda dalam mendeskripsikan
Seperti yang diilustrasikan oleh artikel dan ulasan buku
Breivik mencerminkan pertentangan antara para anti-
Islamis yang mencoba untuk fokus pada agensi Breivik ini, kekuatan sosiologi bergantung pada keleluasaannya
dan para aktor kiri yang menggarisbawahi pendekatan dalam mengkaji peristiwa “22 Juli.”
struktural. Pendekatan penelitian lain yang seharusnya
Seluruh korespondensi ditujukan kepada Pål Halvorsen
bisa disebutkan adalah, antara lain, studi tentang media, <pal.halvorsen@universitetsforlaget.no>
perdebatan tentang multikulturalisme, kepercayaan dan
keterlibatan warga, dan kebijakan kontra terorisme. Semua

DG VOL. 11 / # 2 / AGUSTUS 2021

Anda mungkin juga menyukai