Anda di halaman 1dari 13

BAB I

KONSEP MEDIS

A.     Pengertian Tumor Tulang


Tumor tulang adalah istilah yang dapat digunakan untuk pertumbuhan tulang yang tidak
normal, tetapi umumnya lebih digunakan untuk tumor tulang utama, seperti osteosarkoma,
chondrosarkoma, sarkoma Ewing dan sarkoma lainnya.

B.      Etiologi Tumor Tulang


a) Radiasi sinar radio aktif dosis tinggi
b) Keturunan, Contoh faktor genetika yang dapat meningkatkan resiko kanker tulang adalah:
1.      Multiple exostoses
2.      Rothmund-Thomson sindrom
3.      Retinoblastoma genetik
4.      Li-Fraumeni sindrom
c) Beberapa kondisi tulang yang ada sebelumnya, seperti : penyakit paget (akibat pajanan
radiasi ).

C.       Patofisiologi Tumor Tulang


Keganasan sel pada mulanya berlokasi pada sumsum tulang (myeloma) dari jaringan sel
tulang (sarcoma) atau tumor tulang (carcinomas). Pada tahap selanjutnya, sel-sel tulang akan
berada pada nodul limpha, hati, limfe dan ginjal. Akibat adanya pengaruh aktivitas hematopoetik
sumsum tulang yang cepat pada tulang, sel-sel plasma yang belum matang/ tidak matang akan
terus membelah.akhirnya terjadilah penambahan sel yang tidak terkontrol lagi.

D.     Manifestasi Klinis Tumor Tulang


Beberapa manifestasi klinis yang muncul pada tumor tulang bisa bervariasi tergantung
pada jenis tumor  tulangnya, namun yang paling umum adalah nyeri. Tumor tulang lebih umum
terjadi pada tulang yang bentuknya panjang (lengan dan kaki), sehingga tempat-tempat tersebut
merupakan tempat yang paling sering merasakan nyeri.
Tidak semua tumor tulang bersifat ganas, melainkan ada juga yang jinak. Nyeri tulang
umumnya menunjukkan bahwa tumor tersebut adalah jinak. Beberapa manifestasi klinis
tumor tulang, antara lain:
a)      Persendian yang bengkak dan inflamasi.
b)      Patah tulang yang disebabkan karena tulang yang rapuh

Manifestasi klinis yang tidak spesifik seperti demam, menurunnya berat badan, kelelahan
yang hebat, dan anemia juga bisa menjadi gejala tumor tulang, tapi bisa juga merupakan
indikator penyakit lain.

E.      Jenis – jenis tumor

a)     Multipel myeloma
Tumor ganas tulang yang paling sering ditemukan adalah multiple myeloma, akibat
proliferasi ganas dari sel-sel plasma. Myeloma multiple merupakan keganasan sel plasma yang
ditandai dengan pengantian sumsum tulang, destruksi tulang dan pembentukan paraprotein.
Gejala yang paling sering timbul adalah nyeri tulang, dan lokasi nyeri seringkali pada tulang
iga dan tulang belakang. Tanda lain adalah teraba lesi tulang, terutama pada tulang tengkorak,
dan klavikula. Lesi-lesi pada tulang punggung dapat menyebabkan vertebra kolaps dan kadang-
kadang menjepit saraf spinal.
Pengobatannya memerlukan berbagai usaha sebab myeloma multiple menyerang banyak
organ. Tujuan terapi myeloma sering kali paliatif, jika penyakit yang di temukan di temukan
dalam keadaan minimal atau jika diagnosis keganasan meragukan, pasien harus di observasi
tanpa dilakukan terapi sebelumnya.
b)      Tumor Raksasa
Tumor ini biasanya berasal dari sarumg tendo. Sifat khas dari tumor sel raksasa adalah
adanya stroma vascular dan seluler yang terdiri atas sel-sel berbentuk oval yang mengandung
sejumlah nucleus, kecil dan berwarna gelap. Sel raksasa ini merupakan sel besar dengan
sitoplasma yang berwarna merah muda. Sel ini mengandung sejumlah nucleus yang vesikuler
dan menyerupai sel-sel stroma.
Tumor sel raksasa sering terjadi pada orang dewasa muda dan lebih banyak pada wanita.
Tumor ini sering menyerang pada ujung-ujung tulang panjang, terutama lutut dan ujung bawah
radius. Gejala yang paling sering terjadi adalah nyeri, disamping gejala keterbatasan gerak sendi
dan kelemahan. Tumor ini (sekitar 60% atau lebih) cenderung kambuh secara local dan biasanya
tumor yang kambuh karena tidak bersihnya eksisi akan bersih bersifat lebih ganas. Untuk
memastikan jenis tumor dilakukan biopsi, kemudian perlu dilakukan eksisis local yang cukup
luas, termasuk pengangkatan jaringan normal dari tepi tumor. Dengan melakukan biopsy maka
diagnosis dapat ditegakkan dan operasi lokal yang disertai tindakan rekonstruksi segera dapat
dilakukan.

c)      Osteoma
Merupakan lesi tulang yang bersifat jinak yang ditandai oleh pertumbuhan tulang yang
abnormal. Osteoma klasik berwujud sebagai benjolan yang tumbuh dengan lambat dan tidak
nyeri. Jika lesi menimbulkan gejala, maka perawatan yang dipilih adalah eksisi osteoma dengan
pembedahan. Operasi pembuangan bagian tulang yang membesar ini juga dilakukan utuk
keperluan diagnostic pada lesi-lesi yang besar. Eksisi biasanya memberikan penyembuhan pada
tulang. Pada pemeriksaan radiografi, osteoma perifer tambak sebagai lesi radio – opak yang
meluas dari permukaan tulang. Osteomas sentral tampak sebagai suatu massa sklerotik berbatas
jelas dalam tulang.

d)      Kondroblastoma
Adalah tumor jinak yang jarang ditemukan, dan biasanya menyerang anak laki-laki yang
berusia remaja. Tumor ini secara unik ditemukan di Epifisis. Tempat yang paking sering
terserang adalah humerus. Gejala yang muncul seringkali berupa nyeri sendi yang timbul dari
jaringan tulang rawan. Perawatannya dilakukan dengan eksisi pembedahan. Jika mengalami
kekambuhan, maka tumor ini akan di tangani dengan eksisi, bedah beku atau radioterapi.

e)      Enkondroma
Enkondroma atau kondroma sentral adalah tumor jinak dari sel-sel tulang rawan dispalstik
yang timbulnya pada metafisis tulang tubular terutama pada tangan dan kaki, seperti falang,
metacarpus, dan metatarsus. Pada pemeriksaan radiografi didapati titik-titik perkapuran yang
berbatas tegas, membesar,dan menipis. Tanda itu merupakan cirri khas dari tumor enkondroma.
Tumor berkembang selama massa pertumbuhan pada anak-anak atau remaja. Keadaan tersebut
meningkatkan kemungkinan terjadinya fraktur patologis.
Enkondroma tidak menimbulkan gejala nyeri sampai terjadi pembengkakan, atau fraktur
patologis pada tulang yang korteksnya menjadi tipis karena absorbs enkondroma. Untuk jenis
gangguan ini biasanya dilakukan pembedahan dengan kuret dan pencangkokan tulang.

f)        Sarkoma Osteogenik (osteosarkoma)


Merupakan neoplasma tulamg primer yang sangat ganas kedua. Neoplasma ini sering di
temukan pada anak, remaja, dan dewasa muda. Tumor ini tumbuh pada bagian metafisis tulang.
Tempat yang paling sering terserang tumor adalah bagian ujung tulang panjang, terutama lutut.
Osteosarkoma paling banyak menyerang anak remaja dan mereka yang mengijak masa dewasa,
tetapi dapat juga menyerang klien penyakit paget yang berusia lebih dari 50 tahun.
Nyeri yang menyertai destruksi tulang dan erosi adalah gejala umum dari osteosarkoma.
Penampakan luar dari osteosarkoma dapat berupa osteolitik dimana tulang telah mengalami
perusakan dan jaringan lunak diinvasi oleh tumor, atau periosteum tulang yang baru dapat
tertimbun dekat tempat lesi, dan pada hasil pemeriksaan radiografi menunjukkan adanya suatu
bangunan yang berbentuk segitiga. Walaupun gambaran ini juga dapat terlihat pada berbagai
bentuk keganasan tulang yang lain, tetapi bersifat khas untuk sarcoma osteogenik. Tumor ini
dapat menghasilkan suatu pertumbuhan tulang yang bersifat abortif. Pada radiogram akan terlihat
sebagai suatu sunburst (pancaran sinar matahari).
g)      Kondrosarkoma
Tumor ini paling sering menyerang pria berusia di atas 35 tahun (price,1995). Gejala yang
paling sering adalah adanya massa tanpa nyeri yang berlangsung lama tetapi mungkin akan
diikuti pertumbuhan yang cepat dan agresif. Tempat-tempat yang sering ditumbuhi tumor ini
adalah pelvis, femur, tulang iga, gelang bahu, dan tulang-tulang kraniovasial.
Tampak sebagai suatu daerah radiolusen dengan bercak-bercak berkapuaran yang tidak jelas,
pada penampakan radiogram. Penatalaksanaannya terbaik yang dilakukan pada saat ini adalah
dengan eksisi radikal, juga dengan bedah beku, radioterapi, dan kemoterapi. Untuk lesi-lesi yang
agresif dan kambuh berulang-ulang, penatalaksanaannya yang paling tepat adalah dengan
amputasi.
Terapinya adalah dengan mengangkat kelainan yang disusul dengan kemoterapi bila perlu.
Walaupun bermetastasis, tetapi prognosisnya lebih baik daripada osteosarkoma.

h)      Sarkoma Ewing
Sarkoma ewing adalah jenis tumor tulang lain yang sangat ganas. Tumor ini sering
memenuhi sum-sum tulang panjang dan merupakan neoplasma tulang primer ketiga yang paling
sering dijumpai. Tumor ini paling terjadi pada anak-anak belasan tahun dan paling sering pada
kortus tulang panjang. Penampilan secara kasarnya adalah berupa tumor abu-abu lunak yang
tumbuh ke reticulum sum-sum tulang dan merusak korteks tulang dari sebelah dalam. Dibawah
periosteum terbentuk lapisan-lapisan tulang yang baru diendapkan paralel dengan batang tulang
sehingga membentuk gambaran berupa kulit bawang.
Tanda dan gejala yang khas berupa nyeri,benjolan nyeri tekan,dema seperti pada klien
osteomielitis akut (38-40oc), dan leukositosis (20.000-40.000 leukosit/mm3).penatalaksanaannya
berupa pengobatan dengan penyinaran, pemberian obat-obat sitostatik, dan pembedahan
dilakukan untuk membuang tumor. Tumor ewing bersifat relative radiosensitive. Prognosis
sarcoma ewing mirip osteosarkoma yaitu buruk dan tidak jarang klien meninggal beberapa tahun
setelah didiagnosis.  
F.       Pengobatan Tumor Tulang
Ada tiga bentuk standar pengobatan tumor tulang , antara lain :
a) Pembedahan.
Kanker tulang umumnya diterapi dengan pembedahan. Pembedahan dilakukan pada
kanker yang belum menyebar dan mengangkat jaringan kanker dan jaringan yang ada
disekitarnya. Beberapa tumor mungkin masih memerlukan kemoterapi atau radiasi selain
pembedahan.
b) Terapi radiasi
Terapi radiasi menggunakan energi radiasi tertentu untuk mengecilkan tumor atau
menghilangkan sel kanker. Terapi radiasi bekerja dengan merusak DNA sel, sehingga sel
tidak mampu berkembang. Meskipun terapi radiasi dapat merusak sel sehat yang ada
disekitarnya, sel kanker lebih sensitif terhadap radiasi dan akan mati saat diradiasi. sel
sehat disekitarnya akan rusak karena radiasi, namun mereka akan segera pulih
c) Kemoterapi
Kemoterapi sering diberikan untuk pengobatan kanker tulang. Obat kemoterapi bekerja
dengan menghilangkan sel-sel yang memiliki kecepatan dalam membelah diri, seperti sel
kanker. Namun, ada beberapa jenis sel normal yang juga memiliki sifat cepat membelah
diri seperti sel rambut. Sehingga kadangkala kemoterapi menyebabkan kerontokan
rambut.
BAB II
KONSEP KEPERAWATAN

A. Pengkajian
Kasus
Tn. M usia 51 tahun datang ke RSU Sari Mutiara dengan keluhan nyeri atau ngilu pada tulang,
pasien mengatakan awalnya rasa nyeri hanya muncul pada saat malam hari atau saat melaksanakan
kegiatan namun lama kelamaan rasa nyeri itu teus menerus timbul sepanjang waktu. Dari hasil
pengkajian skala nyeri mencapai 6, adanya benjolan pada tulang, pasien mengatakan mengeluarkan
keingat pada malam hari dengan belebihan, berat badan menurun. Dari pemeriksaan vital sign
didapatkan TD: 150/100 mmhg, temp: 38,50 C, RR: 22 x/I, HR: 85 x/I, BB dari 75 kg menjadi 60
kg, GCS :Composmentis. Pemeriksaan CT scan tulang menyatakan bahwa klien positif mengidap
kanker tulang (neoplasma tulang).

a. Aktivitas /Istirahat
Gejala:
1. kelemahan dan atau keletihan.
2. Perubahan pada pola tidur dan waktu tidur pada malam hari, adanya faktor-faktor yang
mempengaruhi tidur seperti : nyeri, ansietas, dan berkeringat malam.
3. Keterbatasan partisipasi dalam hobi dan latihan.
4. Pekerjaan atau profesi dengan pemajanan karsinogen, tingkat stress tinggi.
b. Sirkulasi
Gejala :
1. palpitasi dan nyeri dada pada aktivitas fisik berlebih.
2. Perubahan pada TD.
c. Integritas Ego
Gejala :
1. Faktor stress (keuangan, pekerjaan, perubahan peran) dan cara mengatasi stres (misalnya
merokok, minum alkohol, menunda mencari pengobatan, keyakinan religious/spiritual).
2. Masalah tentang perubahan dan penampilan, misalny : alopesia, lesi, cacat, pembedahan.
3. Menyangkal diagnosis, perasaan tidak berdaya, putus asa, tidak mampu, tidak bermakna,
rasa bersalah, kehilangan.
Tanda :
1. Kontrol depresi.
2. Menyangkal, menarik diri, dan marah.
d. Eliminasi
Gejala :
Perubahan pola defikasi, misalnya : darah pada feses, nyeri saat defikasi. Perubahan
eliminasi urinearius misalnya : nyeri atau rasa terbakar pada saat berkemih, hematuria,
sering berkemih.
Tanda:
Perubahan bising usus, distensi abdomen.
e. Makanan/Cairan
Gejala:
1. Kebiasaan diet buruk (misalnya : rendah serat, tinggi lemak, aditif, dan bahan
pengawet).
2. Anoreksia, mual/muntah.
3. Intoleransi makanan.
Tanda:
1. Perubahan berat badan (BB), penurunan BB hebat, kaheksia, berkurangnya massa otot.
2. Perubahan pada kelembapan/turgor kulit, edema.
f.   Neurosensori
Gejala :
Pusing, sinkope.

g. Nyeri/Kenyamanan
Gejala :
Tidak ada nyeri yang bervariasi, misalnya : kenyamanan ringan sampai nyeri berat
(dihubungkan dengan proses penyakit).
h. Pernafasan
Gejala :
Merokok (tembakau, mariyuana, hidup dengan seseorang yang merokok), pemajanan asbes.
i. Keamanan
Gejala :
1. Pemajana pada kimia toksik, karsinogen.
2. pemajanan matahari lama/berlebihan.
3. Demam.
Tanda :
Ruam kulit, ulserasi.
j. Seksualitas
Gejala :
1. Masalah seksual, misalnya dampak pada hubungan, perubahan pada tingkat kepuasaan.
2. Nuligravida lebih besar dariusia 30 tahun.
3. Multigravida, pasangan seks multiple, aktivitas seksual dini, dan herpes genital.
k. Interaksi Social
Gejala :
1. Ketidakadekuatan/kelemahan system pendukung.
2. Riwayat perkawinan (berkenaan dengan kepuasan di rumah, dukungan atau bantuan).
Masalah tentang fungsi/tanggung jawab peran.

B. Diagnosa Keperawatan
Diagnosis keperawatan pada klien tumor/kanker tulang umumnya sama dengan
tumor/kanker pada organ yang lain. Ada 14 diagnosis keperawatan yang dapat ditemukan pada
klien tumor/kanker pada tulang. Di bawah ini akan diuraikan diagnosis keperawatan dari
Doenges (2000).
a. Ansietas berhubungan dengan krisis situasi (kanker), ancaman/perubahan pada status
kesehatan/sosial ekonomi, fungsi peran, pola interaksi, ancaman kematian, perpisahan dari
keluarga.
b. Berduka berhubungan dengan kehilangan yang diantisipasi (kehilangan bagian tubuh,
perubahan fungsi), perubahan gaya hidup, penerimaan kemungkinan kematian klien.
c. Gangguan harga diri berhubungan dengan biofisik (kecacatan bedah, efek kemoterapi,
penurunan BB, impoten, nyeri tidak terkontrol, kelehan tidak terkontrol, ragu tentang
penerimaan, takut atau kehilangan).
d. Nyeri berhubungan dengan kompresi/destruksi jaringan saraf, opstruksi jaringan saraf atau
inflamasi, serta efek samping berbagai agen terapi saraf.
e. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan stasus hipermetabolik,
konsekuensi, kemotrapi, radiasi, pembedahan, distre emosiona, keletihan atau kontrol nyeri
buruk.
f. Risiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan status hipermetabolik,
kerusakan masukan cairan, kehilangan cairan berlebihan (luka, selang indwelling).
g. Keletihan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik (hipermetabolik),
emosional berlebihan, efek obat-obatan/kemoterapi.
h. Risiko tinggi terjadi infeksi berhubumgan dengan pertahanan sekunder tidak adekuat,
malnutrisi, proses penyakit kronis, atau prosedur invasif.
i. Risiko tinggi terjadi perubahan membran mukosa oral berhubungan dengan efek samping
agen kemoterapi dan radiasi.
j. Risiko tinggi terjadi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan efek radiasi, kemoterapi,
perubahan imunologis, perubahan status nutrisi, atau anemia.
k. Risiko tinggi terjadi diare/konstipasi berhubungan dengan iritasi mukosa GI, masukan
cairan buruk,kurang latihan, penggunaan opiat/narkotik.
l. Risiko tinggi perubahan pola seksualitas berhubungan dengan perubahan fungsi/ struktur
tubuh, sangat lelah, ketakutan/ansietas, kurang privasi/orang terdekat.
m. Risiko  tinggi perubahan proses keluarga berhubungan dengan krisis situasi, perubahan
peran/status ekonomi atau kehilangan yang diantisipasi dari anggota keluarga.
n. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar tentang penyakit, prognosis, dan kebutuhan
perawatan) berhubungan dengan kurang informasi, salah interpretasi informasi, mitos, tidak
mengenal sumber informasi, atau keterbatasan kognitif.
C. Diagnose Yang Muncul Berdasarkan Kasus
1. Nyeri berhubungan dengan kompresi/destruksi jaringan saraf, opstruksi jaringan saraf atau
inflamasi, serta efek samping berbagai agen terapi saraf.
2. Ansietas berhubungan dengan krisis situasi (kanker), ancaman/perubahan pada status
kesehatan/sosial ekonomi, fungsi peran, pola interaksi, ancaman kematian, perpisahan dari
keluarga.
3. Gangguan harga diri berhubungan dengan biofisik ( penurunan BB, nyeri tidak terkontrol,
kelehan tidak terkontrol, ragu tentang penerimaan, takut atau kehilangan).
4. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar tentang penyakit, prognosis, dan kebutuhan
perawatan) berhubungan dengan kurang informasi, salah interpretasi informasi, mitos, tidak
mengenal sumber informasi, atau keterbatasan kognitif
BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Tumor tulang adalah istilah yang dapat digunakan untuk pertumbuhan tulang yang tidak
normal, tetapi umumnya lebih digunakan untuk tumor tulang utama, seperti osteosarkoma,
chondrosarkoma, sarkoma Ewing dan sarkoma lainnya.
Kanker tulang disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain : radiasi sinar radio aktif dosis
tinggi, keturunan (adapun contoh faktor keturunan/genetika yang dapat meningkatkan resiko
kanker tulang adalah: multiple exostoses, rothmund-Thomson sindrom, retinoblastoma genetic,
Li-Fraumeni sindrom). Selain itu juga kanker tulang disebabkan oleh beberapa kondisi tulang
yang ada sebelumnya, seperti : penyakit paget (akibat pajanan radiasi ).
Manifestasi klinis yang muncul pada tumor tulang bisa bervariasi tergantung pada jenis
tumor  tulangnya, namun yang paling umum adalah nyeri. Akan tetapi manifestasi lainny juga
yang sering muncul, yaitu : persendian yang bengkak dan inflamasi, patah tulang yang
disebabkan karena tulang yang rapuh.
Tumor tulang di bagi menjadi beberapa jenis, antara lain : Multipel myeloma, Tumor
Raksasa, Osteoma, Kondroblastoma, Enkondroma, Sarkoma Osteogenik (osteosarkoma),
Kondrosarkoma, Sarkoma Ewing.
Ada tiga bentuk standar pengobatan kanker tulang, yaitu : pembedahan, terapi radiasi
dan kemoterapi. Adakalanya dibutuhkan kombinasi terapi dari ketiganya. Pengobatan sangat
tergantung pada jenis kankernya, tingkat penyebaran atau bermetastasis dan faktor kesehatan
lainnya.

B.  Saran
Sebagai perawat disarankan untuk memberi dukungan kepada pasien untuk bertahan hidup,
dan menganjurkan pasien maupun keluarga untuk tidak putus asa terhadap kemungkinan buruk
yang akan terjadi, serta menganjurkan pasien untuk mengikuti terapi yang dianjurkan.
Selain itu juga perawat harus memperhatikan personal hygiene untuk mengurangi dampak
yang terjadi pada saat memberikan pelayanan kesehatan pada penderita kanker tulang maupun
penderita kanker lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

1. Lukman dan Nurna Ningsih. 2009. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan


Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Palembang : Salemba Medika.
2. http://silviahidayantiaskep.blogspot.com/2012/05/askep-tumor-tulang.html
3. http://sectors4u.blogspot.com/2012/06/asuhan-keperawatan-ca-tulang.html
4. Doengoes,Marilynn E. Rencana Asuhan Keperawatan: pedoman untuk perencanaan dan
pendokumentasian perawatan pasien, edisi 3,Jakarta EGC, 2000