Anda di halaman 1dari 5

RMK Teori Akuntansi

 
 

CHAPTER 3: APPLYING THEORY TO


ACCOUNTING REGULATION
 

 
Disusun oleh: Kelompok
Moh. Gofaldi (A031191138)
Akhmad Qusyairi Amiruddin (A031191167)

 
 
 
 
 
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2021
Teori Regulasi yang Relevan Untuk Akuntansi dan Auditing
1. Teori Pasar Yang Efisien
Para ekonom berpendapat bahwa pasar bebas akan berfungsi dengan baik tanpa
intervensi pemerintah dan efisiensi maksimum dapat dicapai dengan membiarkan
kekuatan pasokan dan permintaan untuk mendikte perilaku pasar karena memiliki
pengaruh pada arus informasi dan modal. Intervensi pemerintah untuk mengatur dan
menyediakan informasi pasar modal yang membantu pengembangan pasar dan
mendorong pertumbuhan ekonomi. Adil dan transparan, keseimbangan peluang
peningkatan kekayaan, dan perlindungan investor menjadi daya tarik masyarakat.
Akuntansi dapat dilihat sebagai industri informasi yang menghasilkan informasi untuk
pengambilan keputusan.
Kekuatan pasar bebas dapat menentukan jenis akuntansi apa, data apa yang
disediakan, dan standar yang diperlukan yang mendasari. Namun menurut para ahli,
teori ini tidak realistis karena teori ini tidak bisa dijalankan karena mekanisme pasar
tidak mencapai harga ekuilibrium ideal secara sosial untuk informasi akuntansi.
Sehingga informasi akuntansi tidak dapat dianggap sebagai barang publik walaupun
tersedia untuk semua orang dan dijual kepada pihak tertentu saja. Fenomena ini
disebut pengendara bebas/Free-rider karena tidak semua pengguna dikenakan biaya
pembuatan informasi akuntansi. Hanya peraturan intervensi dapat membujuk
perusahaan untuk menghasilkan informasi yang diperlukan untuk bertemu permintaan
riil dan untuk memastikan pasar modal yang efisien.
2. Teori Agensi
Atkinson dan Feltham menyatakan teori keagenan tersebut mempertimbangkan
terutama pada permintaan penatalayanan untuk informasi akuntansi. Teori ini
berkonsentrasi pada hubungan yang mempercayakan kesejahteraan satu orang pada
orang lain (missal pemilik mempercayakan kepada manajer). Permintaan
kepengurusan informasi karena keinginan untuk memotivasi agen dan
mendistribusikan efisiensi risiko. Permintaan informasi untuk tujuan pengambilan
keputusan yang berkaitan dengan teori keputusan statistik, dimana informasi berharga
jika meningkatkan alokasi sumber daya dan risiko dalam perekonomian untuk
mengurangi ketidakpastian (ex ante / ex post) sebuelum keputusan dibuat.
Ketidakpastian ex post ada setelah keputusan diambil dan hasilnya terwujud, yang
sama dengan ketidakpastian ex ante kecuali dapat dikurangi dengan laporan ex post
tentang apa yang terjadi. Teori agensi berfokus pada dampak dari laporan ex post
yang mempengaruhi ketidakpastian ini. Teori agensi memberi kerangka kerja untuk
mempelajari kontrak antara principal dan agen untuk memprediksi konsekuensi
ekonomi dari standar. Kontrak data keuangan bisa menjadi alternative untuk
pelaporan publik. Jika akuntansi dideregulasi maka mekanisme pasar bisa
menghasilkan informasi yang cukup dan mencapai titik ekuilibrium ideal secara soasial
dimana biaya penyedia informasi sama dengan manfaatnya, pendukung teori ini
membantah pengungkapan wajib tidak dibutuhkan lagi karena kekuatan pasar dapat
diandalkan untuk menghasilkan informasi yang diinginkan. Selanjutnya perusahaan
memiliki insentif untuk mengungkapkan infromasi secara sukarela dan kemungkinan
legislasi yang berlebihan akan pelaporan keuangan juga berkaitan dengan efek free
rider. Selain itu pendukung teori ini juga berpendapat bahwa pelaporan yang
diperlukan cenderung menciptakan produksi informasi berlebihan dan menciptakan
kelebihan standar.
3. Teori Regulasi
 Teori Kepentingan Umum. Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa pasar
ekonomi adalah subjek serangkaian ketidaksempurnaan pasar atau kegagalan
transaksi yang jika dibiarkan tidak terkoreksi maka akan menghasilkan hasil yang
tidak efisien dan tidak adil. Asumsi lain adalah kepentingan konsumen
diterjemahkan kedalam tindakan legislatef melalui operasi dari pasar internal, ada
agen yang akan mencari regulasi atas nama kepentingan umum, dan pemerintah
tidak memiliki peran independen untuk dimainkan dalam pengembangan regulasi.
 Teori Penangkapan Regulasi (Regulatory Capture Theory). Teori ini
mengasumsikan bahwa anggota masyarakat rasional secara ekonomi (mengejar
kepentingan pribadi sampai pada titik dimana manfaat marjinal privat sama dengan
marjinal biaya privat) dan pemerintah tidak memiliki peran independen untuk
dimainkan dalam proses regulasi serta kelompok kepentingan berjuang mengontrol
kekuasaan koersif pemerintah untuk mencapai distribusi kekayaan yang mereka
inginkan. Alasan utama untuk teori ini berpusat pada fakta bahwa keputusan
regulasi biasanya berdampak besar pada kepentingan industri yang diatur sehingga
mereka menghasilkan aktivitas intens untuk mempengaruhi regulasi agen.
 Teori Kepentingan Pribadi. Teori ini muncul karena ketidakpuasan penjelasan
teori diatas. Asumsi teori ini bahwa regulasi muncul sebagai hasil tanggapan
pemerintah terhadap tuntutan masyarakat untuk memperbaiki praktik yang tidak
efisien atau tidak adil oleh individu dan organisasi yang sangat ditantang oleh
George Stigler tahun 1917. Ahli teori ini percaya bahwa ada pasar untuk regulasi
yang serupa dengan kekuatan penawaran dan permintaan yang beroperasi seperti
di pasar modal. Namun hanya satu kelompok yang akan berhasil yaitu yang
membuat pernawaran tertinggi. Tetapi ada mekanisme kelompok memperoleh dan
menggunakan pengaruhnya. Teori memprediksi bahwa regulator menggunakan
kekuasaan ini untuk memperoleh kekuatan politik.
Bagaimana Teori Regulasi Berlaku Untuk Prkatek Akuntansi dan Audit
1. Penerapan Teori Kepentingan Umum. Kerangka teori ini menyarankan intervensi
pemerintah dalam proses penetapan standar akuntansi adalah untuk memperbaiki
kegagalan dipasar informasi akuntansi.
2. Penerapan Teori Regulatory Capture. Walker berpendapat bahwa teori ini lebih bisa
diterapkan untuk menjelaskan peristiwa dan proses yang seharusnya. Agar profesi
bisa melegitimasi standar akuntansi dan mempertahankan kepentingan ekonomi
adalah dengan teori ini. Intervensi regulasi dalam akuntansi proses penetapan standar
dirancang seperti kerangka teori kepentingan publik untuk melindungi kepentingan
umum. Tetapi menurut Walker, profesi akuntan tidak mempertanggungjawabkan
kepentingan umum dan membuat standar untuk keuntungan sendiri dan ketakutan
akan intervensi Negara.
3. Penerapan Teori Kepentingan Pribadi. Teori ini memberikan pendekatan lain untuk
memahami perilaku pihak dengan insentif untuk mempengaruhi regulasi pelaporan
keuangan. Kelompok yang memberikan pengaruh politik lebih banyak terlibat ekstensif
dalam pengaturan standar dan regulasi ini dibandingkan dengan profesi akuntan dan
pengguna. Batasan teori ini adalah teori tidak saling eksklusif yang berarti peristiwa
yang dijelaskan oleh satu teori dapat dijelaskan sama baiknya oleh teori lain sehingga
tidak ada satu penjelasan yang dapat dipertahankan.
4. Penetapan Standar Sebagai Proses Politik. Penerapan standar dianggap sebagai
proses politik karena potensi yang signifikan untuk mempengaruhi kesejahteraan dari
kelompok kepentingan sehingga mereka berusaha mempengaruhi regulasi. Model
perilaku politik digunakan oleh Watts dan Zimmerman untuk berpendapat bahwa
proses politik untuk mengejar kepentingan pribadi. Pemerintah menetapkan pembuat
standar independen untuk mengahasilkan standar yang berkualitas dan mencegah
pemangku kepentingan untuk terlibat dalam penyusunannya. Contoh kasus
keterlibatan politik adalah sehubungan dengan instrument keuangan.
Kerangka Regulasi Untuk Pelaporan Keuangan
1. Persyaratan Hukum. Persyaratan pelaporan keuangan tambahan berasal dari standar
akuntansi tertentu dan banyak yuridiksi standar ini memiliki kekuatan hukum.
Persyaratan hukum ini mencakup cara-cara memantau kepatuhan pada Undang-
Undang dan sistem peradilan memberikan sanksi dan hukuman yang mendorong
kepatuhan terhadap hukum perusahaan.
2. Tata Kelola Perusahaan. Davis menyatakan bahwa tata kelola perusahaan mengacu
pada struktur, proses, dan lembaga didalam dan sekitar organisasi untuk
mengalokasikan kekuasaan dan pengendalian sumber daya diantara peserta.
3. Auditor dan Pengawas. Auditor memberikan pendapat dan opini tentang kualitas
informasi yang diberikan oleh perusahaan dalam laporan keuangan yang disajikan.
4. Badan Penegakan Independen. Peran badan ini adalah untuk mendorong kepatuhan
terhadap regulasi produksi laporan keuangan yang tertuang dalam undang-undang dan
standar akuntansi.
Struktur Kelembagaan Untuk Pengaturan Standar Akuntansi dan Audit
 Latar Belakang. Perkembangan standar akuntansi internasional dimulai ketika
pembentukan International Accounting Standards Committee (IASC) tahun 1973 yang
bertujuan untuk mengembangkan standar akuntansi untuk sektro swasta yang cocok
digunakan di seluruh dunia. Sebelum tahun 2005, International Accounting Standards
(IAS) digunakan dan sangat berpengaruh. Namun, IASC bukan dewan independen,
sehingga tahun 2001 dibentuk International Accounting Standards Board (IASB) yang
merupakan dewan independen yang dibetuk oleh FASB.
 Program Konvergensi. FASB membuat program konvergensi yang disebut Norwalk
Agreement ditahun 2002. Program ini menghasilkan cukup banyak perkejaan dan
mempersulit proses standar Stable Platform ditahun 2005. Program ini membutuhkan
IASB dan FASB untuk mengidentifikasi perbedaan antara standar mereka masing-
masing untuk meninjau solusi yang tersedia dan untuk mengadopsi perlakuan yang
lebih baik. Namun, program ini sulit karena ada perbedaan mendasar antara standar
US GAAP (standar berbasis aturan) dan IAS (berbasis prinsip). Oleh karena itu,
banyak badan dan Negara yang ikut terlibat menjadi penghubung dalam pembuatan
standar.
 Standar Akuntansi untuk Sektor Publik. IASB menetapkan standar untuk sektor
swasta. Tetepi mengingat ada perbedaan tujuan antara public dan swasta maka
dibentuk International Public Sector Accounting Standars Board (IPSASB) untuk
pengembangan kerangka konseptual untuk akuntansi sektor publik.
 Standar Audit Internasional. Sejak berlakunya Sarbanes-Oxley Act (2002), PCAOB
bertanggung jawab menetapkan standar audit perusahaan publik. Saat ini, standar
audit telah ditetapkan oleh badan pemerintah dan mereka telah menulis ulang standar
yang mungkin dimasukkan kedalam undang-undang sebelum menggunakan standar
auditing menggunakan ISA. International Standards on Auditing (ISA) dikembangkan
oleh Auditing and Assurance Standards Board (AUASB).

Anda mungkin juga menyukai