Anda di halaman 1dari 3

BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

TUGAS 2

Nama Mahasiswa : T SODIPTA KARINA NAINGGOLAN

Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 041593408

Kode/Nama Mata Kuliah : HKUM4208/Hukum dan Hak Asasi Manusia

Kode/Nama UPBJJ : 17/JAMBI

Masa Ujian : 2020/21.2 (2021.1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
1. Uraikanlah jaminan hak untuk bebas dari penghilangan nyawa dalam
Undang-Undang HAM dan dalam KUHP!
Jawab:

hak hidup dijamin dalam Pasal 28A Undang-Undang Dasar


1945 (“UUD 1945”) yang berbunyi:

“Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan


hidup dan kehidupannya.”

Dasar hukum yang menjamin hak untuk hidup di Indonesia juga


terdapat dalam Pasal 9 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999
tentang Hak Asasi Manusia (“UU HAM”) yang berbunyi:

(1) Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan


meningkatkan taraf kehidupannya

(2) Setiap orang berhak hidup tenteram, aman, damai, bahagia,


sejahtera lahir dan batin

(3) Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Lebih lanjut, dalam Penjelasan Pasal 9 UU HAM dikatakan bahwa


setiap orang berhak atas kehidupan, mempertahankan kehidupan,
dan meningkatkan taraf kehidupannya. Hak atas kehidupan ini
bahkan juga melekat pada bayi yang belum lahir atau orang
yang terpidana mati.

Sementara dalam KUHP diatur secara jelas hukuman bagi orang yang
menghilangkan nyawa orang lain. Beberapa pasal dalam KUHP yang
merumuskan tentang pembunuhan antara lain Pasal 338 yang
menyatakan bahwa: “Barangsiapa dengan sengaja menghilangkan
jiwa orang lain, dihukum, karena makar mati, dengan hukuman
penjara selamalamanya lima belas tahun.”

Pasal 339 KUHP menyebutkan mengenai pembunuhan yang diikuti,


disertai atau didahului dengan perbuatan yang dapat dihukum, di
mana apabila perbuatan tersebut dimaksudkan untuk tujuan-tujuan
tertentu maka ancaman hukumannya adalah penjara seumur hidup
atau penjara selama-lamanya dua puluh tahun. Sedangkan Pasal 340
KUHP terdapat tiga pilihan hukuman yang dapat dikenakan terhadap
pelaku pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu, yaitu di
samping dua pilihan di atas (hukuman penjara seumur hidup atau
hukuman penjara selama-lamanya dua puluh tahun), pilihan
hukuman yang lain adalah hukuman mati.]
2. Analisislah peristiwa tersebut dari sudut pandang korban berkaitan
dengan hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama di depan
hukum. Jelaskan berdasarkan dasar hukum terkait.
Jawab:

setiap orang harus diperlakukan sama di bawah hukum tanpa


memandang ras, gender, kebangsaan,warna, Kulit, etnis, agama,
difabel atau karakteristik lain, tanpa hak istimewa, diskriminasi,
atau bias.

Dalam konstitusi Indonesia dengan tegas memberikan jaminan


adanya persamaan kedudukan. Hal tersebut dijelaskan dalam Pasal
27 ayat (1) ”Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam
hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan
pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”. Hak tersebut juga
melekat pada bayi yang belum lahir atau orang yang terpidana mati.

Dalam kasus tersebut diketahui bahwa Komisioner Komnas HAM


Choirul Anam menjelaskan peristiwa pertama yaitu baku tembak
yang menewaskan dua orang laskar FPI. Dalam peristiwa kedua,
empat orang yang masih hidup, kemudian tewas dalam penguasaan
polisi. Sementara dalam peristiwa di KM 50 ke atas, kata Anam,
terdapat empat orang yang masih hidup dalam penguasaan resmi
petugas negara yang kemudian ditemukan tewas. Komnas HAM
menyebut peristiwa tersebut sebagai pelanggaran HAM.

Korban yang tewas dihilangkan haknya untuk mempertahankan


hidup dan kehidupannya serta hilang hak nya dimata hukum
dikarenakan tidak dapat dituntut atas kematiannya karena tidak ada
dilakukan proses hukum atas kematian korban tersebut.

Anda mungkin juga menyukai