Anda di halaman 1dari 9

Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol. 8, No.

1, Februari 2021: 1-9

Akupresur Dalam Mengurangi Hiperemesis Kehamilan

Acupressure In Reducing Pregnancy Hyperemesis


Nora Rahmanindar1, Evi Zulfiana2, Riska Arsita Harnawati3
123Politeknik Harapan Bersama Tegal
1Email : norarahmanindar@gmail.com

ABSTRAK

Hiperemesis biasanya dimulai dari usia 4-7 minggu dalam kehamilan, akan menghilang pada
usia 18 minggu. Kebanyakan wanita hamil tidak memerlukan pengobatan dan menjalani kehamilan tanpa
intervensi khusus, meskipun hiperemesisakan menghilang dengan sendiri dalam kehamilan ketika
memasuki trimester kedua akan tetapi hiperemesisharus diwaspadai, jika hiperemesisparah dan menetap,
muka pucat, tubuh sangat lemah, frekwensi buang air kecil seditkit sehingga cairan tubuh berkurang serta
darah menjadi kental, tidak bisa beraktifitas tidak bisa mempertahankan makan dan minum akan
menyebabkan dehidrasi, keseimbangan pada cairan dan elektrolit serta nutrisi akan menyebabkan
Hiperemesis Gravidarum. Pada penelitian ini tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh Akupresure
Dalam Mengurangi HiperemesisDalam Kehamilan. Penelitian ini dengan metode kuantitatif
menggunakan rancangan quasy experiment, rancangan penelitian ini non-equivalent control group design
dengan pre dan posttest. Populasi pada enelitian ini yaitu ibu hamil pada trimester pertama yang
mengalami mual dan muntah, teknik pengambilan sampel dengan sistem accidental sampling. Sampel
penelitian ini ada 50 responden ibu hamil dengan 25 responden kelompok intervensi dan 25 kelompok
kontrol. Analisa data menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian ini adalah hasil analisis
ibu hamil yang mengalami hiperemesis memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan sebelum dilakukan
terapi pijat akupresur Hasil uji analisis menggunakan Man Whitney menunjukkan nilai p value 0.000,
artinya ada pengaruh pijat akupresure dalam mengurangi hiperemesispada kehamilan.

Kata kunci : Akupresure, Kehamilan, Hiperemesis,

ABSTRACT

Vomiting nausea usually starts from the age of 4-7 weeks in pregnancy, will disappear at 18
weeks of age. Most pregnant women do not need treatment and undergo pregnancy without special
intervention, although vomiting nausea will disappear by itself in pregnancy when entering the second
trimester, but vomiting nausea should be aware, if severe vomiting and sedentary nausea, pale face, very
weak body, slight frequency of urination so that body fluids are reduced and blood becomes viscous,
unactivity can not maintain eating and drinking will cause dehydration , balance in fluids and electrolytes
and nutrients will cause Hyperemesis Gravidarum. In this study the goal is to find out the influence of
Acupressure In Overcoming Vomiting Nausea In Pregnancy. This research using quantitative method
using quasy experiment design, the design of this research is non-equivalent control group design with
pre and posttest. The population in this study was pregnant women in the first trimester who experienced
nausea and vomiting, sampling techniques with the accidental sampling system. The study sampled 50
pregnant women respondents with 25 intervention group respondents and 25 control groups. Data
analysis using Wilcoxon and Mann-Whitney. The results of this study are the results of analysis of
pregnant women who experience vomiting nausea has a lower value than before acupressure massage
therapy Results of analysis using Man Whitney showed a p value of 0.000, meaning there is an influence
of acupressure massage in overcoming vomiting nausea in pregnancy.

Keywords: Acupressure, Pregnancy, Nausea, vomiting

PENDAHULUAN perkembangan kehamilan normal


Kehamilan adalah suatu yang banyak ketidaknyamanan yang dialami
bersifat fisiologis dan dalam setiap pada masa kehamilan.

1
2 Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol. 8, No. 1, Februari 2021: 1-9

Ketidaknyamanan yang berhubungan tubuh akan menjadi berkurang dan


dengan kehamilan dapat meiliki efek darah menjadi kental, tidak bisa
negatif bagi wanita hamil, banyak beraktifitas tidak bisa mempertahankan
wanita hamil menghindari obat karena makan dan minum akan menyebabkan
takut yang mereka minum akan dehidrasi, keseimbangan pada cairan
berakibat membahayakan bagi janin dan elektrolit tubuh serta nutrisi akan
yang dikandungnya. Sekarang banyak menyebabkan Hiperemesis
wanita hamil yang beralih dalam Gravidarum. Trimester pertama adalah
metode nonfarmakolagi untuk masa-masa kritis saat janin berada
mengurangi ketidaknyamanan dalam dalam tahapan awal pembentukan
kehamilan. organ-organ tubuh, apabila janin
Ketidaknyamanan yang paling kekurangan gizi akan menyebabkan
umum dilaporkan pada ibu hamil yang kekurangan makanan dan oksigen akan
trimester pertama adalah menimbulkan kerusakan janringan yang
hiperemesis(87,8%), kelelahan (77,9%), dapat membahayakan kesehatan serta
dan nyeri payudara (76,2%), pada perkembangan janin di dalam
trimester kedua dan ketiga yaitu poliuria kandungan akan beresiko lahir dengan
(79,9%), kelelahan (75,6%) dan berat badan lahir rendah.
heartburn (71,3%) Akupesure adalah jenis stimulasi
Hiperemesisbiasanya dimulai untuk akupuntur dengan tekanan jari
dari usia 4-7 minggu dalam kehamilan, atau menggunakan tangan, dengan cara
akan hilang pada usia 18 minggu. menekan, memijat, mengurut bagian
Kebanyakan wanita hamil tidak dari tubuh nya agar dapat mengaktifkan
memerlukan pengobatan dan menjalani kembali keseimbangan energi di dalam
kehamilan tanpa intervensi khusus, tubuh ibu karena tubuhnya sedang
meskipun hiperemesis akan menghilang beradaptasi dengan perubahan yang
dengan sendiri dalam kehamilan ketika terjadi saat kehamilan.
memasuki trimester kedua akan tetapi Titik Akupresur untuk
hiperemesisharus diwaspadai, jika mengurangi hiperemesispada kehamilan
hiperemesis parah dan menetap, muka yaitu: Titik PC6.
pucat, tubu sangat lemah, frekwensi Memijat dilakukan pada posisi
buang air kecil sedikit sehingga cairan dimana 3 jari di atas pertengahan
Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol. 8, No. 1, Februari 2021: 1-9 3

pergelangan tangan bagian dalam. kelompok perlakuan (dengan pemijatan


Waktu pemijatan dilakukan sebanyak akupresure). Tempat Penelitian di
30 kali tekanan, erhatikan gambar Puskesmas Margadana Kota Tegal
berikut ini: bulan Januari 2020. Analisa data
menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-
Whitney
Pengukuran titik pemijatan
dilakukan di titik PC6, yakni memijat
Gambar 1 Akupresur Mengurangi Mual
dan Muntah Pada Ibu Hamil pada pada posisi 3 jari di atas pertengahan
pergelangan tangan (PC6).
pergelangan tangan bagian dalam.
Pemijatan dilakukan sebanyak 30 kali
METODE PENELITIAN
tekanan.
Penelitian yang digunakan yaitu
penelitian kuantitatif dengan rancangan
HASIL DAN PEMBAHASAN
quasy experiment, serta rancangan
Penelitian ini dilakukan di
penelitian menggunakan non-equivalent
Wilayah Puskesmas Margadana dengan
control group design. Teknik
judul “Akupresur Dalam Mengurangi
pengambilan sampel adalah sistem
Hiperemesis Kehamilan ” dengan waktu
accidental sampling. Sampel yang
tanggal 2 s/d 31 Januari 2020. Ada 50
digunakan pada penelitian ini yakni 50
ibu hamil yang mengalami hiperemesis.
ibu hamil dengan 25 responden ibu
25 ibu hamil dijadikan kelompok
hamil kelompok kontrol (tidak
kontrol dan 25 ibu hamil menjadi
mengkonsumsi obat mual selama dalam
kelompok intervensi.
penelitian) dan 25 responden ibu hamil

Tabel 1 Distribusi frekwensi menurut karakteristik responden.

Kelompok
Total
No Karakteristik Intervensi Kontrol
F % F % F %
1 Usia ibu
21-25 11 44 12 48 33 66
26-30 9 36 9 36 18 36
31-35 5 20 4 16 9 18
2 Paritas
Primigravida 8 32 10 40 18 36
Multigravida 17 68 15 60 32 64
3 Pekerjaan
Bekerja 2 8 5 20 7 14
4 Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol. 8, No. 1, Februari 2021: 1-9

Kelompok
Total
No Karakteristik Intervensi Kontrol
F % F % F %
Tidak Bekerja 23 92 20 80 43 86
4 Pendidikan
SD 12 48 10 40 22 44
SMP 8 32 12 48 20 40
SMA 5 20 3 12 8 16
5 Usia Kehamilan
1-12 minggu 14 56 13 52 27 54
13-28 minggu 11 44 12 48 23 46
Sumber: data primer

Tabel 1 karakteristik responden masing kelompok sama banyaknya ibu


menunjukan bahwa umur ibu hamil hamil yang mengalami mual serta
yang mengalami hiperemesis yang muntah pada umur kehamilan 1-12
paling banyak yaitu usia 21-25 tahun minggu kehamilan, kelompok intervensi
(66%), 11 ibu hamil (44%) pada 14 ibu hamil (56%), 13 ibu hamil (52%)
kelompok intervensi dan 12 ibu hamil kelompok kontrol.
(48%) pada kelompok kontrol. Paritas Tabel 2 Pengaruh hiperemesissebelum
dan sesudah dilakukan
ibu hamil yang mengalami hiperemesis
akupresur pada kelompok
paling banyak pada multigravida (64%), kontrol.
17 ibu hamil (68%) pada kelompok Hiperemesis P
Kelompok Selisih
intervensi dan 15 ibu hamil (60%) pada Sebelum Sesudah Value
Intervensi 7.98 2.57 5.41
0.000
kelompok kontrol. Ibu hamil yang Kontrol 6.89 3.52 3.37
*Bermakna alpha < 0.05 dengan Mann
mengalami mual dan muntah paling
Whitney
banyak didominan pada ibu yang tidak
bekerja (86%), 23 ibu hamil (92%) Tabel 2 menunjukan bahwa
kelompok intervensi dan 20 ibu hamil terdapat pengaruh yang signifikan
(80%) pada kelompok kontrol. terhadap ibu hamil yang mengalami
Pendidikan ibu hamil yang mengalami hiperemesisdiantara kedua kelompok (p
hiperemesispaling banyak SD (44%), 12 value 0.000). Hasil analisis ibu hamil
ibu hamil (48%) pada kelompok yang mengalami mual dan muntah
intervensi dan 10 ibu hamil (40%) pada memiliki nilai yang lebih rendah
kelompok kontrol. Usia kehamilan dibandingkan sebelum dilakukan terapi
(gestasi) ibu hamil mengalami mual dan pijat akupresur. Hasil uji analisis
muntah paling banyak 1-12 minggu menggunakan Man Whitney
umur kehamilan (54%), pada masing- menunjukkan nilai p value 0.000,
Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol. 8, No. 1, Februari 2021: 1-9 5

artinya ada pengaruh pijat akupresure beradaptasi dengan hormon estrogen


dalam mengurangi mual dan muntah dan chorionik gonadotropin karena
pada kehamilan. sudah mempunyai pengalaman
Usia ibu hamil yang paling sebelumnya terhadap kehamilan dan
banyak mengalami hiperemesis pada persalinan terdahulu. (Prawirohardjo,
kehamilan yaitu usia 21-25 tahun 2017).
(66%), 11 ibu hamil (44%) pada Faktor risiko pada paritas juga
kelompok intervensi dan 12 ibu hamil sering dihubungkan dengan kejadian
(48%) pada kelompok kontrol. mual dan muntah, ada beberapa literatur
Hal ini berarti sebagian besar yang menyebutkan mual, muntah dalam
responden yang berada pada usia kehamilan serta hiperemesis gravidarum
reproduksif yang sehat, aman (tidak banyak terjadi pada nullipara. Faktor
berisiko) yaitu 20-35 tahun, dimana risiko lain adalah pekerjaan yang dapat
pada usia tersebut merupakan usia memengaruhi dengan kondisi sosial
produktif. Pada usia reproduksi sehat ekonomi yang memengaruhi pola
sebagian besar perempuan yang akan makan ibu hamil, aktivitas ibu hamil,
menjalani masa kehamilannya, dan stress pada ibu hamil.
persalinan, serta nifas dalam kondisi Menurut hasil penelitian Atika
optimal dan baik sehingga ibu dan dkk 2016 mengatakan terdapat
janinnya sehat. Usia 21-35 tahun alat- hubungan usia kehamilan (gestasi) dan
alat reproduksi perempuan sudah hiperemesis gravidarum dengan nilai p
berkembang dengan sangat baik serta = 0.005, pada usia gestasi 1-12 minggu
berfungsi secara maksimal dan sehingga lebih akan mengalami hiperemesis
mengurangi berbagai macam risiko gravidarum yaitu 22 ibu hamil (62,9%)
ketika saat hamil. dibanding kelompok gestasi 13-28
Hal ini dibuktikan melalui minggu yaitu 13 ibu hamil (37,1%).
penelitian oleh Sari (2013) yakni Penyebab emesis gravidarum
terdapat hubungan yang bermakna karena adanya Peningkatan pada
antara ibu hamil primigravida dengan hormon estrogen, progesterone, dan
kejadian pada hiperemesis gravidarum. human chorionic gonadothropine
Pada ibu hamil yang multigravida dan plasenta. (Manuaba, 2013). Hiperemesis
grandemultigravida sudah biasa juga disebabkan karena makanan
6 Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol. 8, No. 1, Februari 2021: 1-9

berprotein tinggi dengan rendah gravidarum.


berkarbohidrat dan bervitamin akan Dari 35 jumlah sampel
lebih berpeluang ibu hamil menderita didapatkan ada 24 ibu yang hamil tidak
mual hebat seperti kurangnya makan, bekerja dengan persentase 68,6% dan
kurangnya tidur atau bahkan istirahat ada 11 ibu yang hamil dengan bekerja
dan stress dapat memperburuk rasa 31,4%. Hasil ini menjelaskan tentang
mual (Neil, 2014). analisis bivariat (Chi square) yang
Hiperemesisumumnya terjadi bulan- memberikan beberapa hasil yakni, tidak
bulan pertama kehamilan, pada pagi ada hubungannya antara usia ibu
hari dan bila muntah terlampau sering dengan hiperemesis gravidarum (p
bisa terjadi hiperemesis gravidarum. value = 0,362), adanya hubungan yang
(Wiknjosastro, 2014). Hiperemesis bisa sangat bermakna usia gestasi dengan
terjadi saat usia kehamilan enam hamil hiperemesis gravidarum (p value
minggu setelah HPHT serta berlangsung = 0,005), dan ditemukan hubungan yang
± 10 minggu (Winkjosastro, 2016). bermakna antara paritas dengan
Faktor lain hormonal ada faktor hiperemesis gravidarum (p value =
pendorong terjadinya emesis 0,021), dan terdapat hubungan antara
gravidarum yaitu pengetahuan, pekerjaan dengan hiperemesis
pengalaman, psikologis, pendidikan dan gravidarum (p value = 0,021).
sikap, yang kurang baik dalam Hasil penelitian Atika yaitu
mengkonsumsi makanan yang harus dengan derajat kepercayaan 95% (α =
dihindari pada emesis gravidarum 5%) nilai PR tersebut berada dalam
(Tiran, 2014). interval 0,082-0,858. Penelitian tersebut
Menurut Penelitian Wadud Di memiliki persamaan hasil dengan
Rumah Sakit Muhammadiyah penelitian di Rumah Sakit
Palembang tahun 2012 telah dilakukan Muhammadiyah Palembang yaitu dari
penelitian yang menghubungkan usia 156 responden yang termasuk bekerja
ibu hamil dan pekerjaan dengan sebanyak 46 responden (29.5%)
kejadian pada hiperemesis gravidarum. mengalami hiperemessis gravidarum,
Hasil penelitian tersebut menunjukkan sedangkan dari 200 reponden tidak
bahwa adanya hubungan usia ibu hamil bekerja sebanyak 87 responden (43.5%)
dan pekerjaan dengan hiperemesis yang mengalami hiperemesis
Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol. 8, No. 1, Februari 2021: 1-9 7

gravidarum. Faktor pekerjaan sering akupresure merupakan bagian ilmu


dihubungkan dengan keadaan status akupuntur. Teknik akupresure ini
sosial ekonomi. menggunakan jari-jari tangan sebagai
Penelitian Sari, 2013 dilakukan pengganti jarum, akan tetapi prinsipnya
penelitian serupa yaitu penelitian yang pada titik-titik yang sama pada
menghubungkan usia gestasi dengan akupuntur (Hartono, 2012).
hiperemesis gravidarum. Penelitian Steele, French, Boyles, Newman
tersebut memiliki hasil yang sama pada & Leclaire. (2001), melakukan suatu
penelitian ini yaitu adanya hubungan percobaan intervensi mengenai
bermakna antara usia gestasi terhadap pengaruh akupresur dengan
hiperemesis gravidarum. Hasil tersebut menggunakan Sea Band terhadap
sesuai dengan literatur yang hiperemesi pada kehamilan. Penelitian
menyatakan bahwa hiperemesis Steele, French, Boyles, Newman dan
gravidarum banyak terjadi pada saat Leclaire dilakukan di 17 obstetrik atau
trimester pertama kehamilan yang dapat kantor ginekologi dan klinik di selatan
diakibatkan oleh tingginya kadar Michigan. Terdapat kriteria inklusi
hormon corionik gonadotropin pada meliputi ibu hamil yang hiperemesis,
awal kehamilan. usia kehamilan kurang dari 13 minggu,
Pada penelitian ini data mampu membaca dan berbicara dengan
responden paling banyak berpendidikan bahasa inggris. Penelitian Steele,
SD 22 orang (44%). Pendidikan French, Boyles, Newman dan Leclaire
mempengaruhi individu, kelompok, menggunakan metode quasi
atau masyarakat, semakin tinggi tingkat eksperiment dengan membagi 2
pendidikan dapat memengaruhi kelompok (perlakuan dan plasebo).
pengetahuanpada ibu hamil tentang
emesis gravidarum (Notoatmodjo, SIMPULAN DAN SARAN
2015). Hasil penelitian ini yaitu adanya
Hasil uji analisis menggunakan pengaruh akupresur pada hiperemesis
Man Whitney menunjukkan P Value dalam kehamilan.
0.000, artinya adanya pengaruh Saran Pencegahan lebih baik
akupresur pada hiperemesis dalam dari pada pengobatan, sebaiknya
kehamilan. Teknik pijatan pada titik melakukan pijat akupresure ketika
8 Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol. 8, No. 1, Februari 2021: 1-9

sebelum mual untuk mengurangi rasa Komplementer Akupresur Pada


Titik Perikardium 6 Dalam
hiperemesis pada kehamilan, Tenaga
Mengurangi Mual Dan Muntah
kesehatan hendaknya tidak hanya Pada Kehamilan.
melakukan promotif tapi melakukan
Prawirohardjo. (2017). Ilmu kebidanan.
preventif dengan menggunakan Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo
akupresure pada ibu hamil dengan
hiperemesis. Sari, S. (2013). Hubungan beberapa
faktor risiko ibu hamil dengan
hiperemesis gravidarum. Artikel
DAFTAR PUSTAKA ilmiah. Diperoleh tanggal 06
Januari 2020 dari
Artika, P. (2006). Pengaruh Akupresur
http://www.online-
Pada Titik Perikardium 6
journal.unja.ac.id/index.php/ked
Terhadap Penurunan Frekuensi
okteran/a rticle/view/971/804
Muntah Pada Primigravida
Trimester Pertama dengan
Wiknjosastro, H. (2017). Ilmu
Emesis Gravidarum di
kebidanan edisi ketiga cetakan
Kelurahan Wlingi Kecamatan
keempat. Jakarta: Yayasan Bina
Wlingi. Universitas Brawijaya.
Pustaka Sarwono Prawirohardjo
1-16.
Wesson, N. (2002). Morning sickness.
Arslan, H. & Gurkan, O. (2008). Effect
Jakarta: Prestasi Pustaka
of Acupressure on Nausea and
Vomiting During Pregnancy.
Wadud, M. (2012). Hubungan umur
Complementary Therapies in
dan pekerjaan ibu dengan
Clinical Practice. 14, 46-52.
kejadian hiperemesis
gravidarum di instalasi
Nazik E. Eryilmaz G. Incidence of
kebidanan rumah sakit
Pregnancy-Related
muhammadiyah kota Palembang
Discomforrts and Management
tahun 2012. Skripsi. Diperoleh
Approaches to Relieve Them
tanggal 5 Januari 2020 dari
Among Pregnant women. J
http://poltekkespalembang.ac.id/
ClinNurs. 2014 Jun:23 (11-
userfiles/files/hubungan_umur_d
12):1736-50.
an_pekerjaan_ibu_dengan_kejad
ian_hyperemesis_gravidarum_di
Steele NM, French J, Gathere-Boyles J,
_instalasi_kebidanan_rumah_sa
Newman S, Leclaire S. Effect of
kit_muhammadiyah_kota_palem
acupressure by Sea-Bands on
bang_tahun_2012.pdf
Nausea and Vomiting of
pregnancy. J ObstetGynecol
Manuaba, I. B. G. (2017). Penuntun
Neonatal Nurs. 2001 Jan-
kepaniteraan klinik obstetri dan
Feb:30(1):61-70.
ginekologi edisi 2. Jakarta: EGC
Linda Juwita. Jurnal Ners Lentera, Vol.
Manuaba, 2013. Ilmu Kebidanan,
3, No. 1, September 2015.
Penyakit Kandungan dan
Literature Review: Terapi
Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol. 8, No. 1, Februari 2021: 1-9 9

Keluarga Berencana Untuk (http://emedicine.medscape.com


Pendidikan Bidan. Jakarta: /article/254751-, Diakses 7
EGC. November 2010).

Tiran, Denise. 2014. Mengurangi Mual Sari, S. 2013. Hubungan Beberapa


dan Gangguan Kehamilan Faktor Risiko Ibu Hamil dengan
Lainnya. Yogyakarta: Diglossia Hiperemesis Gravidarum.
Media. Artikel Ilmiah. Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Ogunyemi,D.&A.Fong. 2010. Universitas Jambi.
Hyperemesis Gravidarum.