Anda di halaman 1dari 20

Manfaat dan Teknik Penyajian Data

Disusun untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Biostatistik yang Diampu oleh Dr. Ni
Komang Yuni Rahyani, S.Si.T., M.Kes pada Semester VII/2021

Oleh

Ni Kadek Mita Widiari


P07124218004

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I.


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEBIDANAN
PRODI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
DENPASAR
2021

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat, rahmat dan karunianya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Manfaat dan Teknik Penyajian Data” tepat pada waktunya. Penulis
menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi,
penulisan maupun kata-kata yang digunakan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
segala kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan makalah ini lebih
lanjut.
Penulis menyadari bahwa tugas makalah ini dapat terwujud berkat bantuan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya menyampaikan terimakasih
kepada :
1. Dr. Ni Komang Yuni Rahyani, M.Kes sebagai Penanggung Jawab sekaligus
Pengampu Mata Kuliah Biostatistik
2. Semua pihak yang telah membantu terhadap pembuatan makalah ini.
Penulis berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca.

Denpasar, Agustus 2021

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Halaman Judul
KATA PENGANTAR........................................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................1
A. Latar Belakang.............................................................................................................1
B. Rumusan Masalah........................................................................................................2
C. Tujuan Penulisan..........................................................................................................2
D. Manfaat.........................................................................................................................2
BAB II TINJAUAN TEORI..............................................................................................3
A. Pengertian Jenis Data...................................................................................................3
B. Jenis-Jenis Data Textular, Tabular, Grafikal................................................................3
C. Jenis Tabel Penyajian Data......................................................................................... 6
D. Cara Membuat Tabel....................................................................................................7
E. Menyajikan Tabel......................................................................................................10
BAB III PENUTUP..........................................................................................................14
A. SIMPULAN...............................................................................................................14
B. SARAN......................................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................16

ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kata data berasal dari kata datum yang artinya himpunan fakta yang digunakan
dalam keperluan suatu diskusi atau pendapat. Materi fakta tersebut dapat berupa
informasi, status, keterangan dan sebagainya, mengenai sesuatu atau sebagian objek
yang di kumpulkan sendiri oleh periset dari sumber lain, seperti lembaga, publikasi, atau
hasil riset orang lain. Kegiatan riset tidak terlepas dari keberadaan data yang merupakan
bahan baku informasi sebagai deskripsi khusus tentang obyek riset.
Data merupakan kenyataan atau fakta empiris yang dihimpun oleh periset untuk
kepentingan menyelesaika permasalahan dalam riset, data riset dapat berasal dari
berbagai sumber yang dihimpun dengan memakai bermacam metode sepanjang kegiatan
riset berlangsung. Agar bisa di analisis data angka, data itu disusun lebih dahulu dengan
sistematik yang dapat diselesaikan dengan berbagai cara. Jika data yang dipunyai terdiri
dari banyak observasi, maka tidak dapat langsung memperoleh informasi tersebut.
Kegiatan pengumpulan data di lapangan, akan menghasilkan angka-angka yang
disebut data kasar. Penyebutan dengan istilah data kasar menunjukkan bahwa data itu
belum diolah dengan teknik statistik tertentu. Jadi, data-data itu masih berwujud
sebagaimana data itu diperoleh yang biasanya berupa skor. Skor-skor tersebut disebut
juga dengan istilah skor kasar, yang artinya sama dengan data kasar. Biasanya relatif
banyak dan tidak beraturan. Dalam pembuatan laporan penelitian, data tersebut yang
harus dilaporkan. Agar dapat memberikan gambaran yang bermakna, data-data itu
haruslah disajikan kedalam tampilan yang sistematis.
Ada sejumlah cara yang dapat dipilih untuk menampilkan data hasil pengukuran
dalam kerja penelitian. Penyajian data yang mana yang sebaiknya. Penyajian data hasil
penelitian harus dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dibaca dan dimengerti orang
lain. Dalam penyajian, data harus dinarasikan terlebih dahulu, sehingga pembaca
memahami maksud data yang tersaji terkait dengan topik yang mana.

1
Pada naskah hasil penelitian, data yang disajikan merupakan hasil tabulasi, grafik, atau
gambar. Tidak diperkenankan menyajikan data mentah di dalam naskah. Apabila
diperlukan data mentah dapat tersaji dalam lampiran.

B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Jenis Data?
2. Apa saja Jenis-Jenis Data Textular, Tabular, Grafikal?
3. Apa saja Jenis Tabel Penyajian Data?
4. Bagaimana cara Membuat Tabel?
5. Bagaimana cara Menyajikan Tabel?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui Pengertian Jenis Data.
2. Untuk mengetahui Jenis-Jenis Data Textular, Tabular, Grafikal.
3. Untuk mengetahui Jenis Tabel Penyajian Data.
4. Untuk mengetahui cara Membuat Tabel.
5. Untuk mengetahui cara Menyajikan Tabel.

D. Manfaat
Makalah ini disusun agar dapat bermanfaat sebagai bahan pengkajian atau
referensi di bidang pendidikan maupun praktik khususnya pada pembelajaran
Biostatistik.

BAB II

2
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian Jenis Data


Penyajian data adalah pengaturan, penyusunan dan penggambaran data yang telah
dikumpulkan baik dari populasi maupun dari sampel, untuk keperluan pembuatan
laporan atau untuk dianalisis agar mudah dipahami. Data yang terkumpul sebagai hasil
pengamatan harus dipaparkan dalam bentuk yang relatif sederhana dan mudah
dipahamioleh pembaca tanpa mengubah atau mengurangi informasiyang tercakup dalam
data tersebut. Umumnya volumedatayang dikumpulkan relatifbesar, sehingga tidak
mudah untuk menyimpulkan informasi yang ada dalam keseluruhan data tersebut.
Karena itu diperlukanproses peringkasansebelum data dapat disajikan, sebagai bagian
tak terpisahkan dari proses penyajian data itu sendiri. Tujuan metode penyajian data
adalah untuk menyajikan data mentah yang diperoleh dari populasi atau sampel menjadi
data yang tertata dengan baik, sehingga bermakna sebagai informasi bagi pengambilan
keputusan/ maupun kesimpulan.

B. Jenis-Jenis Data
Guna penyajian data adalah untuk mengambil informasi yang ada dalam
kumpulan data tersebut. secara umum jenis-jenis penyajian data dapat dibagi kedalam 3
bentuk yaitu:
1. Textular
Hampir semua bentuk laporan dari pengumpulan data diberikan tertulis, ulai dari
proses pengambilan sampel, pengumpulan data sampai hasil analisis yang berupa
informasi. Penyajian data dalam bentuk textular ialah menyajikan data dalam bentuk
narasi atau uraian. Penggunaan dengan metode penulisan ini harus menggunakan bahasa
yang benar, ringkas, dan berbentuk paragraf. Penyajian data dalam bentuk textular
merupakan teknik penyajian data dengan menggunakan kalimat, biasanya digunakan
untuk penelitian kualitatif. Umumnya, penyajian data secara textular diperlukan untuk
mengawali penulisan hasil atau sebagai pengantar.

3
Penyajian data dalam bentuk narasi atau secara teks adalah penyajian data hasil
penelitian dalam bentuk kalimat. Misalnya, penyebaran suatu penyakit di daerah pantai
lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk pedesaan. Data yang disajikan merupakan
gambaran umum tentang kesimpulan hasil pengamatan. Penyajian dalam bentuk teks
yang banyak digunakan dalam bidan sosial, ekonomi, psikologi dan lain-lain yang
berperan sebagai laporan hasil penelitian kualitatif.
2. Tabular
Penyajian data dalam bentuk tabuler merupakan penyajian yang sistematik yang
tersusun dalam bentuk baris dan kolom. Kolom tersusun ke arah kanan, sedangkan baris
tersusun ke arah bawah. Penyajian sebuah tabel bisanya menampilkan beberapa variabel
sehingga data mudah dibaca dan dimengerti. Selain itu, tabel juga memiliki fungsi
sebagai rujukan rangkuman dengan berupa susunan bilangan atau angka. Dalam
membuat suatu tabel, harus memenuhi beberapa kaidah yaitu:
a. Tabel harus jelas dan mudah untuk dimengerti.
b. Judul tabel harus dapat memberikan gambaran mengenai apa yang disajikan dalam
tabel, bagaimana data disajikan (self explanatory). Judul tabel harus bersifat implisit
dengan memperhatikan what (tabel menyajikan data apa); where (dari mana data itu
diambil); when (kapan data tersebut diambil).
c. Keberadaan tabel harus ditulis dalam naskah.
d. Judul diletakan di bagian atas, terpisah dengan tabel.
e. Judul tabel dibuat center dan tidak diakhiri dengan titik.
f. Ukuran dan satuan harus ditulis pada kolom.
g. Apabila terdapat keterangan/catatan kaki, maka dituliskan di bawah tabel.
h. Apabila terdapat sumber data, maka harus dicantumkan dengan jelas.
i. Garis horizontal dan vertikal bagian dalam harus dihilangkan.
j. Apabila pada sebuah naskah terdapat lebih dari satu tabel, maka diberi penomoran
sesuai dengan urutan tabel. Nomor tabel ditempatkan sebelah kiri sejajar dengan
judul tabel.
k. Ukuran huruf dalam tabel tidak terlalu kecil.

4
l. Apabila tabel yang ditampilkan lebih dari satu halaman, maka di halaman berikutnya
bagian kepala tabel (berisi keterangan tiap-tiap kolomnya) harus ditulis.
3. Grafikal
Penyajian data dalam bentuk grafik umumnya lebih menarik perhatian dan
mengesankan. Penyajian data statistik secara grafis mempunyai berbagai fungsi. Grafik
atau diagram seringkali digunakan dalam iklan dengan maksud agar konsumen
memperoleh kesan yang mendalam terhadap ciri-ciri produk yang diiklankan. Kegiatan
produksi lebih mudah dilihat dan dipelajari secara visual bila dinyatakan dalam angka-
angka dan digambarkan secara grafis. Peta pengawasan kualitas merupakan alat yang
penting dalam melakukan pengawasan produk maupun pengawasan proses produksi.
Grafik penjualan suatu perusahaan memberi gambaran yang sederhana dan menarik
mengenai perkembangan hasil penjualan yang telah dicapai oleh perusahaan yang
bersangkutan. Pada hakekatnya grafik dan tabel seyogyanya digunakan secara bersama-
sama. Grafik statistik lebih mudah dan menarik dibanding tabel statistik. Selain itu,
grafik dapat melukiskan suatu peristiwa secara lebih mengesankan dan tidak
membosankan. Namun demikian, penyajian secara grafis hanyalah bersifat aprosimatif.
Angka-angka yang pasti dan rinci tentang suatu peristiwa dimuat dalam tabel. Oleh
karena itu, analisis dan interpretasi data umumnya dilakukan terhadap data yang terdapat
dalam tabel statistik.
Grafik merupakan cara penyajian data dengan membuat rangka dari data yang
ada di dalam tabel. Penyajian data dalam bentuk grafik memudahkan pembaca untuk
melihat “trend” dari data yang disajikan, sehingga memudahkan untuk membuat
kesimpulan. Penyajian data dalam bentuk grafik harus memperhatikan beberapa
ketentuan yaitu:
a. Judul grafik/diagram harus tepat dan jelas.
b. Judul terletak di bagian bawah grafik dan menggambarkan ciri data, tempat, dan
kapan data itu diambil.Skala pada grafik/diagram harus ada, misal cm, mmHg,
persen, orang dan lain-lain.

5
c. Apabila grafik diambil dari sumber yang lain, maka harus dicantumkan sumber di
bagian kiri bawah grafik/gambar.
d. Sumbu X menunjukkan variabel bebas dan sumbu Y menunjukkan variabel terikat
e. Setiap sumbu X maupun sumbu Y diberi keterangan dan satuan
f. Grafik harus dilengkapi dengan keterangan
g. Skala pada grafik harus dimulai dari nol (0)

C. Jenis Tabel Penyajian Data


Tujuan dari penyajian data dalam bentuk tabel adalah untuk memberikan
informasi dan gambaran mengenai jumlah secara rinci, sehingga memudahkan dalam
melakukan analisis terhadap suatu data yang disajikan. Berdasarkan tujuan dan
kebutuhannya, ada bermacam-macam jenis penyajian data dalam bentuk tabel,
diantaranya yaitu sebagai berikut :
1. Tabel Baris Kolom
Tabel baris kolom adalah bentuk penyajian data yang terdiri dari baris dan
kolom. Tabel baris dan kolom ini dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu tabel satu
arah, dua arah, dan tiga arah.
a. Tabel Satu Arah adalah tabel yang berisi suatu sajian data mengenai satu hal atau
satu karakteristik saja. Tabel ini merupakan bentuk tabel yang paling sederhana. 
b. Tabel Dua Arah adalah tabel yang berisi suatu sajian data menganai hubungan antara
dua hal atau dua karakteristik yang berbeda. 
c. Tabel Tiga Arah adalah tabel yang berisi suatu sajian data mengenai hubungan
antara tiga hal atau tiga karakteristik yang berbeda.
2. Tabel Kontingensi
Tabel kontingensi merupakan bagian dari tabel baris kolom, namun tabel ini
digunakan untuk menyajikan suatu data yang memiliki lebih dari satu kategori atau
pengelompokan. Misalnya suatu data yang menyajikan dua faktor, faktor yang satu
terdiri atas kategori A dan faktor yang kedua terdiri atas kategori B. Sehingga dapat
dibuat daftar kontingensi dengan A menyatakan baris dan B menyatakan kolom.

6
3. Tabel Silang
Tabel silang adalah bentuk penyajian data yang dapat memberikan informasi
mengenai dua hal atau lebih yang berkaitan antara yang satu dengan lainnya. Misalnya
data hasil penelitian yang berupa perhitungan frekuensi dan prosentase jumlah
karyawan. Tabel silang dapat terdiri dari satu faktor atau pun dua faktor tergantung dari
suatu data yang akan dideskripsikan. Dengan begitu, penyajian data pada tabel silang
satu atau dua faktor tergantung dari data yang diperoleh.
4. Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel distribusi frekuensi adalah bentuk tebel yang digunakan untuk menyajikan
data yang dikelompokkan dalam suatu interval. Setiap nilai interval mempunyai
frekuensi atau banyaknya data. Tabel distribusi frekuensi dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Distribusi frekuensi numerikal, merupakan pembagian kelas-kelasnya dinyatakan
dalam bentuk angka-angka atau secara kuantitatif.
b. Distribusi frekuensi kategorikal, merupakan pembagian kelas-kelasnya dinyatakan
berdasarkan penggolongan data yang dilakukan secara kualitatif.

D. Cara Membuat Tabel


Tabel adalah bentuk peringkasan data menjadi sekumpulan angka dan fakta yang
disajikan dalam sejumlah baris dan kolom. Tabel yang baik harus sederhana dan tidak
memerlukan penjelasan secara rinci (bersifat self-explanation), sedangkan penjelasan
naratif yang tidak rinci umumnya tetap disertakan dalam pembahasan isi tabel.
1. Cara Penyusunan Pos-Pos Keterangan Dalam Kompartimen Tabel
a. Penyusunan secara alfabetis
Tabel ini menyajikan data berdasarkan kolom nama kompartemen yang disusun
secara alfabetis dimulai dari alfabet paling awal yang ada dalam kolom tersebut
(ascending).
b. Penyusunan secara geografis

7
Tabel ini menyajikan data berdasarkan kolom nama kompartemen yang disusun
secara geografis dimulai dari lokasi paling barat, misalnya di Indonesia adalah
provinsi Banda Aceh.
c. Penyusunan menurut besaran angka-angka
Tabel ini menyajikan data berdasarkan kolom yang diberikan penekanan dan disusun
menurut besarnya angka-angka, baik dari kecil ke besar (ascending) maupun dari
besar ke kecil (descending).
d. Penyusunan secara historis
Data yang disajikan dalam tabel diklasifikasikan secara kronologis atau historis,
biasanya dimulai dari waktu yang paling dahulu atau paling lama.
e. Penyusunan atas dasar kelas-kelas yang lazim
Penyajian data dalam tabel dimana penyusunan pos-pos keterangan dalam
kompartemen tabel dilakukan berdasarkan kelas-kelas yang umum digunakan dalam
dunia statistik. Misalnya Impor, seringkali dibagi kedalam tiga kategori ekonomi,
yaitu barang konsumsi, bahan mentah dan bahan pelengkap, serta barang modal.
f. Penyusunan secara progresif
Pada tabel ini, penyusunan pos-pos keterangan dalam kompartemen tabel harus
dilakukan sedemikian rupa agar angka akhir dari tiap pos harus merupakan hasil
perkembangan angka-angka yang telah ada sebelumnya. Cara penyusunan yang
digunakan dalam menyusun pos-pos keterangan dalam kompartemen tabel harus
diusahakan agar tabel referensi disusun untuk tujuan referensi, sedangkan tabel
ikhtisar disusun untuk tujuan perbandingan serta penekanan pada pospos yang
dianggap penting oleh penyusun.
2. Struktur Tabel Statistik
Sebuah tabel yang formal umumnya terdiri dari beberapa bagian seperti yang
terlihat pada skema di bawah ini. Tabel staistik yang baik dan efisien harus bersifat
sederhanadan jelas. Nama (titel), nama kolom dan nama kompartemen harus
diusahakan agar jelas dan singkat.
a. Nama/titel dan identifikasi

8
Tabel yang baik harus memiliki nama (titel) dan nama tersebut harus diletakkan di
atas tabel. Nama tabel harus jelas dan singkat, jika tidak maka yang utama
adalahkesederhanaan sedangkan catatan-catatan tambahan dapat diberikan dalam
catatan di bawah tabel. Umumnya susunan redaksi nama harus menggambarkan
tentang ciri-ciri data yang terdapat dalam tabel.
b. Catatan pendahuluan (prefatory note) dan catatan di bawah tabel (foot-note)
Catatan pendahuluan dan catatan yang terdapat di bawah tabel sebetulnya
merupakan bagian yang integral dari sebuah tabel. Catatan pendahuluan biasanya
disimpan langsung dibawah nama tabel dalam bentuk yang kurang menonjol
dibandingkan dengan nama tabel.
c. Sumber data
Sumber data, umumnya ditempatkan langsung di bawah tabel setelah catatan.
Sumber data harus diusahakan selengkap mungkin, berisi keterangan penulis, nama
buku, jiliddan halaman buku, penerbit, dan lainlain yang tidak meragukan. Jika data
diambil dari data sekunder, sumber primer serta sumber sekundernya harus
disebutkan secara lengkap.
d. Presentase
Bila angka presentase digunakan dalam tabel, maka pos-pos keterangan dalam
kompartemen tabel harus rinsi dan jelas. Istilah ‘presentase’ yang meragukan
dapatdihindari, misalnya dengan menggunakan istilah ‘presentase dari jumlah’,
‘presentase dari pertambahan atau penurunan’, dan sebagainya.
e. Jumlah. Jika jumlah angka merupakan hal yang penting, maka jumlah tersebut harus
diletakkan pada sisi atas dalam kompartemen tabel atau sisi kiri dalam nama kolom.
Cara lain adalah dengan menuliskannya dalam huruf tebal. Jika dianggap tidak
penting maka dapat diletakkan di bawah kompartemen atau pada sisi kanan nama
kolom.
f. Unit

9
Unit pengukuran angka-angka yang terdapat dalam kolom tabel harus jelas dan tidak
meragukan. Jika tidak, maka ciri-ciri unit pengukurannya harus dijelaskan dalam
namakompartemen atau nama kolom.
g. Bentuk tabel
Tabel sebaiknya jangan terlalu panjang atau terlalu pendek, tetapi disesuaikan
dengan ruang laporan dimana tabel diletakkan.
1) Tabel mendatar. Bentuk tabel ini ditentukan oleh beberapa faktor sebagai
berikut:
a) Lebarnya kompartemen tabel, yang ditentukan oleh pos-pos keterangan yang
terpanjang.
b) Lebarnya tiap kolom, yang ditentukan oleh jumlah angka yang terbesar.
c) Cara mengatur spasi kata-kata.
d) Cara mengatur tepi.
2) Tabel vertical. Bentuk tabel ini ditentukan oleh beberapa faktor sebagai berikut:
a) Ruang yang dibutuhkan bagi nama, catatan pendahuluan, catatan yang
terdapat di bawah tabel dan sumber data.
b) Jumlah baris yang terdapat dalam tubuh tabel.
c) Cara mengatur spasi kata-kata dan mengatur tepi

E. Menyajikan Tabel
1. Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel Distribusi Frekuensi dapat di artikan sebagai alat penyajian data statistik
yang berbentuk kolom dan lajur yang di dalamnya dimuat angka yang dapat
menggambarkan pembagian frekuensi dari variabel yang sedang menjadi objek riset
(Wahab, Syahid and Junaedi, 2021) .
Dalam tabel distribusi frekuensi dikenal beberapa istilah berikut :
a. Kelas Interval adalah interval mengandung kelas. Biasanya dalam tabel distribusi
frekuensi terdiri dair beberapa kelas, secara umum 5 (lima) sampai 15 (limabelas)
kelas.

10
b. Ujung kelas adalah nilai ujung setiap kelas dalam distribusi yang digunakan sebagai
pedoman untuk memasukkan angka-angka hasil observasi ke dalam kelas. Ada dua
ujung dalam setiap kelasnya yaitu ujung bawah kelas dan ujung atas kelas.
c. Batas kelas ialah angka yang diperoleh dengan cara nilai-nilai ujung kelas dikurangi
atau ditambah dengan tingkat ketelitian yang digunakan. Dalam hal ini tingkat
ketelitian data yang digunakan tergantung pada pencatatan datanya. Jika data yang
digunakan ditulis dalam bilangan bulat, maka tingkat ketelitian datanya sebesar 0.5.
jika data yang digunakan ditulis dalam bilangan satu desimal, maka tingkat ketelitian
datanya 0.05, dua angka desimal tingkat ketelitian datanya 0.005 dan seterusnya.
Ada dua batas kelas dalam setiap interval kelasnya yaitu batas bawah kelas dan batas
atas kelas interval. Bilangan-bilangan untuk batas bawah kelas didapat dari nilai-
nilai ujung bawah kelas dikurangi dengan ketelitian data, sedangkan untuk batas atas
kelas ditambah dengan ketelitian datanya.
d. Nilai tengah adalah rata-rata hitung dari kedua ujung kelasnya. Cara
menghitungnya :
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑡𝑒𝑛𝑔𝑎ℎ = ½ (𝑢𝑗𝑢𝑛𝑔 𝑏𝑎𝑤𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠 + 𝑢𝑗𝑢𝑛𝑔 𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠)
e. Panjang kelas ialah angka yang diperoleh dari perbedaan selisih antara kedua batas
kelasnya.
Menyusun tabel distribusi frekuensi yang panjang kelas yang sama, dilakukan
langkah langkah sebagai berikut:
a. Menentukan Rentang (R). 𝑅𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 (𝑅) = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑀𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚
b. Menentukan Banyak Kelas (B). Banyak kelas digunakan paling sedikit 5 kelas dan
paling banyak 15 kelas, Cara lain untuk n berukuran besar n100 dengan
menggunakan aturan Sturges, yaitu: 𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠 (𝐵) = 1 + 3,3 log 𝑛
c. Menentukan panjang kelas (P), yaitu hasil bagi Rentang dengan Banyaknya Kelas
dengan menggunakan rumus: 𝑃𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠 (𝑃) = 𝑅𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠
d. Menentukan ujung- ujung kelas untuk setiap kelas intervalnya. Dalam menentukan
ujung-ujung kelas yang harus diperhatikan ialah menentukan nilai ujung bawah

11
untuk kelas interval yang pertama. terdapat dua kemungkinan yang dapat dilakukan
yaitu: nilai ujung bawah kelas interval pertama dapat mengambil nilai data yang
terkecil atau nilai data yang lebih kecil dari nilai data yang terkecil.
e. Memasukkan semua data kedalam masing-masing kelas interval, menggunakan
kolom turus/tally.
f. Menuliskan nomor dan judul tabel serta uraian dan sumber data yang didapat.
Jenis-jenis Tabel Distribusi Frekuensi Dalam distribusi frekuensi dikenal tiga
jenis tabel distribusi frekuensi yaitu tabel distribusi frekuensi relatif, tabel distribusi
frekuensi kumulatif dan tabel distribusi frekuensi relatif kumulatif.
a. Tabel Distribusi Frekuensi Relatif adalah sebuah tabel yang berisi nilai-nilai data,
dengan nilai-nilai tersebut dikelompokkan ke dalam interval-interval kelas dan tiap
interval kelasnya masing masing mempunyai bilangan frekuensi dalam bentuk
persentase. Frekuensi relatif masing-masing kelas diperoleh dengan membagi
frekuensi kelas dengan frekuensi totalnya.
b. Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif adalah sebuah tabel yang diperoleh dari tabel
distribusi frekuensi dengan frekuensinya dijumlahkan selangkah demi selangkah.
Ada dua jenis tabel distribusi frekuensi kumulatif yaitu tabel distribusi frekuensi
kumulatif “kurang dari” dan tabel distribusi frekuensi kumulatif “lebih dari”.
c. Tabel Distribusi Frekuensi Relatif Kumulatif merupakan sebuah tabel yang diperoleh
dari tabel distribusi frekuensi relatif dengan frekuensinya dalam bentuk persentase
dijumlahkan selangkah demi selangkah. Ada dua macam tabel distribusi frekuensi
relatif kumulatif yaitu tabel distribusi frekuensi relatif kumulatif “kurang dari” dan
tabel distribusi frekuensi relatif kumulatif “lebih dari”.

2. Tabel Silang 2 variabel


Tabel silang dua dimensi adalah pengelompokan data dari dua variabel dengan
cara pengklasifikasian silang antara kedua variabel yang ada. Disebut juga tabel
kontingensi. Pada tabel silang dua dimensi digambarkan ketergantungan atau keterkaitan
antara dua variabel. Misalnya kita dapat menyebutkan bahwa antara variabel letak suatu

12
wilayah kota dengan tingkat kriminalitas yang ada saling tergantung. Tingkat
kriminalitas akan semakin tinggi di wilayah yang letaknya sebelah barat. Atau bahkan
tidak ada ketergantungan sama sekali. Semuanya ini didukung dengan data yang
diperoleh dari penelitian. Jika tabel kontingensi digambarkan dalam bentuk sebuah
kerangka, maka tabel silang dapat digambarkan sebagai berikut.

Tabel 1.3. Kerangka Tabel Silang


Variabel terkait Variabel bebas (x)
Total y
(y) X1 X2
y1 x1y1 x2y1 Total y1
y2 X1y2 x2y2 Total y2
Total x Total x1 Total x2 Total xy

BAB III

13
PENUTUP

A. SIMPULAN
Penyajian data adalah pengaturan, penyusunan dan penggambaran data yang
telah dikumpulkan baik dari populasi maupun dari sampel, untuk keperluan pembuatan
laporan atau untuk dianalisis agar mudah dipahami. Guna penyajian data adalah untuk
mengambil informasi yang ada dalam kumpulan data tersebut. secara umum jenis-jenis
penyajian data dapat dibagi kedalam 3 bentuk yaitu textular, tabular, dan grafikal.
Textular ialah teknik penyajian data dengan menggunakan kalimat, biasanya digunakan
untuk penelitian kualitatif. Umumnya, penyajian data secara textular diperlukan untuk
mengawali penulisan hasil atau sebagai pengantar. Tabular ialah penyajian yang
sistematik yang tersusun dalam bentuk baris dan kolom. Grafikal merupakan cara
penyajian data dengan membuat rangka dari data yang ada di dalam tabel. Penyajian
data dalam bentuk grafik memudahkan pembaca untuk melihat “trend” dari data yang
disajikan, sehingga memudahkan untuk membuat kesimpulan. Jenis tabel penyajian data
ada empat, yaitu jenis tabel baris kolom, jenis tabel kontingensi, tabel silang, tabel
distribusi frekuensi. Tabel adalah bentuk peringkasan data menjadi sekumpulan angka
dan fakta yang disajikan dalam sejumlah baris dan kolom. Tabel yang baik harus
sederhana dan tidak memerlukan penjelasan secara rinci (bersifat self-explanation),
sedangkan penjelasan naratif yang tidak rinci umumnya tetap disertakan dalam
pembahasan isi tabel. Tabel Distribusi Frekuensi dapat di artikan sebagai alat penyajian
data statistik yang berbentuk kolom dan lajur yang di dalamnya dimuat angka yang
dapat menggambarkan pembagian frekuensi dari variabel yang sedang menjadi objek
riset.

B. SARAN

14
Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan hasil
observasi ini akan tetapi pada kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu
penulis perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan penulis. Oleh karena
itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan sebagai
bahan evaluasi untuk kedepannya.

15
DAFTAR PUSTAKA

Sulung, Neila., A. I. Yasril. 2020. Buku Pengantar Statistik Kesehatan (Biostatistik). CV


Budi Utama. Yogyakarta.
Wahab, A., Syahid, A. and Junaedi, J. (2021) ‘Penyajian Data Dalam Tabel Distribusi
Frekuensi Dan Aplikasinya Pada Ilmu Pendidikan’, Education and Learning
Journal. doi: 10.33096/eljour.v2i1.91.
Wijayanti, Anin. 2019. Modul Pembelajaran Biostatistik. Icme Press. Jawa Timur.
Umami, Afriza. 2021. Konsep Dasar Biostatistik. CV Pelita Merdeka. Kediri.

16