Anda di halaman 1dari 3

CONTOH METODE PKKN

1. Penyalahgunaan Dana Hibah Tahun Anggaran 2012


7. Metode Penghitungan Kerugian Keuangan Negara
Berdasarkan pengungkapan fakta dan proses kejadian serta bukti-bukti yang
diperoleh sebagaimana disebutkan dalam butir 5 dan butir 6 maka dilakukan
penghitungan kerugian keuangan negara dengan metode menghitung jumlah
penggunaan dana hibah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan yaitu :
1) Pembelian kendaraan milik pribadi.
2) Pengeluaran tanpa pertanggungjawaban.
Jumlah 1) dan 2) tersebut adalah merupakan kerugian keuangan Negara

2. Penyalahgunaan Dana Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas dan Mebelair


untuk Sekolah Dasar se Kabupaten X Tahun Anggaran 2012
7. Metode Penghitungan Kerugian Keuangan Negara
Berdasarkan data dan bukti-bukti/dokumen sebagaimana disebutkan dalam butir
6 di atas, dilakukan penghitungan kerugian keuangan negara dengan metode
sebagai berikut :
1) Menghitung jumlah uang pungutan dari 98 Sekolah Dasar yang dikelola oleh
Sdri. A dan Sdr. B, yang seharusnya tidak dilakukan.
2) Menghitung pengembalian uang dan bahan bangunan yang diterima kembali
oleh sekolah yang pernah menyetor.
3) Menghitung jumlah maksimum biaya perencanaan dan pengawasan yang
dapat dikeluarkan sesuai buku Petunjuk Pelaksanaan Program Nasional
Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Berat Sekolah Dasar Tahun 2012,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan
Dasar Jakarta 2012.
4) Menghitung kerugian keuangan negara yaitu jumlah pungutan tersebut
dikurangi dengan pengembalian uang, bahan bangunan dan biaya
perencanaan serta pengawasan.

3. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada BRI Unit


7. Metode Penghitungan Kerugian Keuangan Negara
Metode penghitungan kerugian keuangan negara yang digunakan sesuai dengan
fakta dan proses kejadian serta data dan bukti yang telah diperoleh sebagaimana
diuraikan dalam butir 5 dan 6, adalah menghitung jumlah uang yang keluar dari
BRI Unit Gemolong 1 Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen selama periode
tahun 2011 – 2012 atas pencairan kepada 151 nasabah KUR yang seharusnya
tidak dikeluarkan.

4. Penyimpangan Pengadaan Logistik


7. Metode Penghitungan Kerugian Negara
Berdasarkan pengungkapan fakta dan proses kejadian serta data/bukti yang
diperoleh, metode yang digunakan dalam audit penghitungan kerugian keuangan
negara ini adalah membandingkan antara uang yang telah dikeluarkan dari Kas
Daerah Kabupaten X setelah dikurangi pajak-pajak yang telah dipungut
dibandingkan dengan barang logistik yang telah diterima oleh BPBD Kabupaten
Kudus pada saat pembayaran terjadi.

5. Penyimpangan Pengadaan Tanah Pengganti Tanah Bengkok


7. Metode Penghitungan Kerugian Keuangan Negara
Berdasarkan pengungkapan fakta dan proses kejadian serta bukti-bukti yang
diperoleh, sebagaimana disebutkan dalam butir 5 dan 6 di atas, maka dilakukan
penghitungan kerugian keuangan negara dengan metode biaya perolehan yang
dapat dibebankan terhadap keuangan negara, dalam hal ini APBD sebagai
berikut:
1) Menghitung jumlah bersih pengeluaran Negara/Daerah setelah dipotong
pajak-pajak.
2) Menghitung biaya perolehan tanah pengganti tanah kas desa yang dapat
dipertanggungjawabkan terdiri atas :
(1) Tanah atas nama Sdr. A, yaitu harga satuan tanah per m2 berdasarkan
transaksi penjualan tanah Sdr. B kepada Sdr. A.
(2) Tanah atas nama Sdr. C, harga satuan tanah per m2 berdasarkan
transaksi penjualan tanah Sdr. B kepada Sdr. A, mengingat kedua bidang
tanah tersebut bersebelahan,dan tanah atas nama Sdr. A berada
dibelakang tanah atas nama Sdr. B.
(3) Menghitung pologoro dan pengganti tanaman yang disetor ke kas desa.
3) Jumlah 1) dikurangi dengan jumlah 2) merupakan jumlah kerugian keuangan
negara.
6. Peyimpangan Pekerjaan Pemeliharaan Jalan

7. Metode Penghitungan Kerugian Keuangan Negara

Berdasarkan pengungkapan fakta dan proses kejadian serta data yang diperoleh
sebagaimana disebutkan dalam butir 5 dan 6 di atas, dilakukan penghitungan kerugian
keuangan negara dengan metode:

1) Menghitung nilai bersih setelah pajak yaitu jumlah realisasi


pembayaran oleh Pejabat Pembuat Komitmen dikurangi kewajiban perpajakan yang
telah disetor.

2) Menghitung nilai pekerjaan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik


sesuai Laporan Pemeriksaan Ahli Teknik dari ..............

3) Menghitung kerugian keuangan negara yang merupakan selisih


nilai bersih setelah pajak dengan nilai fisik pekerjaan.