Anda di halaman 1dari 15

RISALAH PEMBAHASAN / EKSPOSES HASIL AUDIT INVESTIGATIF

ATAS
PENGELOLAAN KEUANGAN DESA X, KECAMATAN Y,
KABUPATEN Z TAHUN ANGGARAN 2015 DAN 2016
DENGAN
PENYIDIK POLRES Z

A. INFORMASI UMUM
Materi Ekspose : Hasil Audit Investigatif atas Pengelolaan
Keuangan Desa X, Kecamatan Y, Kabupaten
Z Tahun Anggaran 2015 dan 2016
Pihak yang melakukan Tim Audit Investigatif Inspektorat Kabupaten
:
Ekspose Z
Dilakukan pada hari/tanggal : Kamis, 8 Juni 2017
Bertempat di : Kantor Polres Z di Z
Dipimpin oleh : Pengendali Teknis pada Inspektorat
Kabupaten Z
Dihadiri oleh : Daftar hadir terlampir

B. RESUME MATERI EKSPOSES


Berdasarkan hasil audit investigatif atas Pengelolaan Keuangan Desa X, Kecamatan Y,
Kabupaten Z Tahun Anggaran 2015 dan 2016 ditemukan hal-hal sebagai berikut:
1. Dana Desa (DD) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
a. Berdasarkan APB Desa X Tahun Anggaran 2015 dan 2016, direncanakan
penerimaan pendapatan transfer dari APBN berupa Dana Desa sebesar
Rp935.297.714,00 dengan uraian sebagai berikut:
No Uraian Nilai (Rp)
(1) Tahun Anggaran 2015 288.274.714,00
(2) Tahun Anggaran 2016 647.023.000,00
TOTAL 935.297.714,00
b. Berdasarkan rekening koran Pemerintah Desa X pada Bank Perkreditan Rakyat
BKK Z nomor xxxxx tahun 2015 dan 2016, Dinas Pendapatan Pengelolaan
Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Z mencairkan Dana Desa
kepada Pemerintah Desa X sebesar Rp676.485.800,00 dengan uraian sebagai
berikut:

No Uraian Tanggal Nilai (Rp) SP2D

1
Masuk
Nomo
Rekening Tanggal
r
Desa
I 2015
1 Tahap I 06-07-2015 115.309.000,00 Xxx 2-7-2015
2 Tahap II 27-11-2015 115.309.000,00 Xxx 25-11-2015
3 Tahap III 28-12-2015 57.654.000,00 Xxx 23-12-2015
Jumlah-1 288.272.000,00,
II 2016
1 Tahap I 13-06-2016 388.213.800,00 Xxx 8-6-2016
2 Tahap II Tidak Cair 0,00
Jumlah-2 388.213.800,00
TOTAL 676.485.800,00

Sedangkan Dana Desa Tahap II Tahun 2016 tidak dapat dicairkan sehubungan
Kepala Desa X belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban ke Bupati Z
atas penggunaan dana Tahap I sebesar Rp388.213.800,00
c. Seluruh dana sebesar Rp676.485.800,00 diserahkan oleh Kode-2 kepada Kode-1,
sehingga semua pengeluaran dilakukan Kode-1,
d. Berdasarkan Laporah Pertanggungjawaban Dana Desa Tahun 2015 dan
keterangan dari pihaki-pihak terkait, dan sebesar Rp288.272.000,00 digunakan
untuk:

No Uraian Penggunaan Nilai (Rp)


I 2015
1 Tahap I Pembangunan Gedung Kantor Desa 115.309.000,00
2 Tahap II Pembangunan Gedung Kantor Desa 114.729.200,00
3 Tahap III Rehabilitasi Rumah dan MCK RTM 58.233.800,00
Jumlah-1 288.272.000,00,

Untuk pembangunan gedung kantor sekretariat desa akan dijelaskan dalam


penjelasan untuk pembangunan gedung kantor sekretariat desa,
e. Berdasarkan Laporah Pertanggungjawaban Dana Desa Tahun 2016 dan
keterangan dari pihak-pihak terkait dana sebesar Rp388.213.800,00 digunakan
untuk:
No Uraian Nilai (Rp)
1 Pembangunan Jalan Desa 178.190.800,00
2 Pembangunan Irigasi Tersier 125.805.500,00
3 Pembangunan Jembatan 84.217.500,00
Jumlah 388.213.800,00
Namu kenyataannya, dana sebesar Rp388.213.800,00 tersebut digunakan oleh
Kode-1 untuk kepentingan pribadi;
Berdasarkan fakta tersebut, terlihat dana DD Tahun 2016 tidak dapat
dipertanggungjawabkan sebesar Rp388.213.800,00;

2
2. Alokasi Dana Desa (ADD) dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD)
Kabupaten Z
a) Berdasarkan APB Desa X Tahun Anggaran 2015 dan 2016, anggaran penerimaan
Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari Anggaran Penerimaan dan Belanja
Daerah (APBD) Kabupaten Z sebesar Rp723.829.618,00 dengan uraian sebagai
berikut:
No Uraian Nilai (Rp)
(1) Tahun Anggaran 2015 344.077.418,00
(2) Tahun Anggaran 2016 379.752.200,00
TOTAL 723.829.618,00
b) Penerimaan bersumber dari APBD Z tahun 2015 dan 2016 masuk rekening koran
Pemerintah Desa X pada Bank Perkreditan Rakyat BKK Z nomor xxxx tahun 2015
dan 2016 sebesar Rp726.947.418,00 dengan uraian sebagai berikut:
No Uraian Tanggal Nilai (Rp) SP2D
Nomo Tanggal
r
I 2015
1 Tahap I 13-05-2015 172.325.829,00 Xxx 12-05-2015
2 Tahap II 23-12-2015 172.325.829,00 Xxx 21-12-2015
3 Tahap III 28-12-2015 2.425.760,00
Jumlah-1 347.077.418,00
II 2016
1 Tahap I 25-04-2016 189.935.000,00 Xxxx 25-04-2016
2 Tahap II 29-08-2016 189.935.000,00 Xxx 29-08-2016
Jumlah-2 379.870.000,00
TOTAL 726.947.418,00

c) Berdasarkan Laporan Pertanggungjawaban dan keterangan pihak-pihak terkait,


(perangkat desa) Dana ADD Tahun 2015 dan 2016 yang digunakan untuk
pembangunan gedung kantor dan balai desa X sebesar Rp188.775.239,00 dengan
uraian sebagai berikut:
No Uraian Nilai (Rp)
1 Tahap II 2015 81.777.229,00
2 Tahap III 2015 2.425.760,00
3 Tahap I 2016 53.091.000,00
4 Tahap II 2016 51.481.250,00
Jumlah 188.775.239,00
Dana sebesar Rp188.775.239,00 yang dikelola oleh Kode-1, dana ADD Tahap II
Tahun 2016 sebesar Rp51.481.250,00 tidak ada pertanggungjawabannya.
Untuk pembangunan gedung kantor sekretariat desa akan dijelaskan dalam
penjelasan untuk pembangunan gedung kantor sekretariat desa;.
d) Dari pengungkapan fakta dan kronologis kejadian terdapat yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan atas dana ADD sebesar Rp51.481.250,00.

3
3. Hibah Dari Masyarakat atas Penjualan Tanah Masyarakat ke PWRI Kecamatan Y
Kabupaten Z
a) Pada Tahun 2014, masyarakat Desa X memiliki sebidang tanah tanah darat Blok
033 / Kecepak dengan luas 281m2 (20 ubin) yang sertifikatnya atas nama Sutiyo,
dimana rencana pemanfaatannya adalah untuk membangun lembaga pendidikan di
Desa X;
b) Berhubung sampai dengan tahun 2014, lembaga pendidikan yang direncanakan
belum dapat dibangun, maka disepakati untuk menjual tanah tersebut kepada
Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Ranting Kecamatan Y,
Kabupaten Z dan dananya dihibahkan ke Desa X, Kecamatan Y, Kabupaten Z
senilai Rp105.000.000,00;
c) Berdasarkan APB Desa X Tahun Anggaran 2015 tanggal 31 Desember 2014,
dianggarkan sebagai penerimaan hibah dari kelompok masyarakat yang tidak
mengikat berupa penjualan tanah masyarakat sebesar Rp105.000.000,00, dan
rencana penggunaannya adalah sebagai berikut:
N Uraian Nilai (Rp)
o
1 Belanja Tidak Langsung 21.000.000,00
Pembangunan Gedung Kantor Sekretariat
2 84.000.000,00
Desa
Jumlah 105.000.000,00
d) Berdasarkan bukti pembayaran dan keterangan pihak terkait yang menerima
pembayaran adalah sebagai berikut:
N Tanggal Yang Menerima Nilai (Rp)
o Kwitansi
1 15-01-2014 Kode-1 40.000.000,00
2 13-08-2014 Kode-2 60.000.000,00
3 Tanpa kwitansi Kode-12 5.000.000,00
Jumlah 105.000.000,00
Dana yang diterima oleh Kode-1 sebesar Rp40.000.000,00 dan Kode-11 sebesar
Rp5.000.000,00 sampai dengan berakhirnya masa audit tidak
dipertanggungjawabkan.
Sedangkan dari dana Rp60.000.000,00 yang diterima oleh Kode-2 dikeluarkan
untuk:
No Uraian Nilai (Rp)
1 Kas Bon / Honor Kode-1
(a). Kas Bon Kode-1 6.000.000,00
(b). Pengembalian sisa kas dari Kode-11 5.500.000,00

4
(c). Honor Kode-1 1.000.000,00
Jumlah 12.500.000,00
2 Honor Perangkat Desa
(a). Operasional BPD 3.000.000,00
(b). Operasional Perangkat Desa 5.000.000,00
(c). Operasional LKMD 500.000,00
Jumlah 8.500.000,00
3 Pembangunan Kantor Desa
(a) Upah tukang (Kode-4) 7.500.000,00
Tanah urug 20 rit, batu belah 3 rit dan pasir 1 rit
(b) 5.750.000,00
(Kode-11)
(c) Beli 7 rit batu belah, 19 rit tanah urug (Kode-11) 8.150.000,00
(d) Upah pemerataan urugan (Kode-1) 600.000,00
Jumlah 22.000.000,00
4 Operasional penjualan tanah
(a) Masjid 10.500.000,00
(b) Robahan 500.000,00
(c) Ukur Tanah 600.000,00
Saksi 400.000,00
12.000.000,00
5 Diserahkan kepada Kode-12
(b). Sisa dana 5.000.000,00
Jumlah 5.000.000,00
Total 60.000.000,00
Untuk penjelasan pembangunan gedung kantor akan dijelaskan pada penjelasan
pembangunan gedung kantor sekretariat desa;
e) Berdasarkan pengungkapan fakta dan kronologis kejadian uang hasil hibah dari
masyarakat terjadi kerugian keuangan Negara sebesar Rp71.000.000,00 dengan
uraian sebagai berikut:
No Uraian Nilai (Rp)
1 Kas Bon / Honor Kode-1
(a). Uang Muka Pembayaran 40.000.000,00
(b). Kas Bon Kode-1 6.000.000,00
(c). Pengembalian sisa kas dari Kode-11 5.500.000,00
(d). Honor Kode-1 1.000.000,00
Jumlah 52.500.000,00
2 Honor Perangkat Desa
(a). Operasional BPD 3.000.000,00
(b). Operasional Perangkat Desa 5.000.000,00
(c). Operasional LKMD 500.000,00
Jumlah 8.500.000,00
3 Sisa Dana ditangan Kode-12
(a). Pelunasan 5.000.000,00
(b). Sisa dana 5.000.000,00
Jumlah 10.000.000,00
Total 71.000.000,00
4. Penerimaan Tanah Bengkok eks Sekdes

5
a. Berdasarkan Buku Inventaris Asset, Desa X memiliki tanah bengkok eks Sekretaris
Desa (seluas 13.049 m2 atau 931,8 ubin dengan rincian sebagai berikut:
No Blok Luas Kelas
(M2) Ubin
1 15 (Siwuluh) 1.472 105,1 SI
2 29 (Waturukit) 3.358 239,8 S II
3 29 (Waturukit) 1.348 96,3 S II
4 17 (Gayam) 849 60,6 SI
5 17 (Gayam) 792 56,6 SI
6 17 (Gayam) 1.631 116,5 SI
7 28 (Sibengkek) 972 69,4 SI
8 28 (Sibengkek) 871 62,2 SI
9 13 (Tiris) 988 70,5 SI
10 13 (Tiris) 768 54,8 SI
Jumlah 13.049 931,8
b. Pada tahun 2015 dan 2016, Kode-1 meminjam uang sebesar Rp70.000.000,00
untuk kepentingan pribadi dengan cara menggadaikan tanah eks Sekdes tersebut
serta menyewakannya kepada warga Desa Candienggo sebesar Rp2.500.000,00
per tahun dengan uraian sebagai berikut:
Jumlah Nilai Sewa /
No Blok Hutang Gadai Tahun
(Rp) (Rp)
1 15 (Siwuluh) 13.000.000,00
2 29 (Waturukit) 5.000.000,00
3 29 (Waturukit) 3.000.000,00
750.000,00
10.000.000,00
4 17 (Gayam) 15.000.000,00
5 17 (Gayam) 750.000,00
6 17 (Gayam) 1.000.000,00
7 28 (Sibengkek)
24.000.000,00
8 28 (Sibengkek)
Jumlah 70.000.000,00 2.500.000,00
Berdasarkan buku kas umum, rekening kas desa dan keterangan pihak terkait,
seluruh uang tersebut tidak disetorkan oleh Kode-1 ke kas desa sehingga tidak
tercatat sebagai penerimaan asli desa X,
c. Berdasarkan keterangan dari perangkat desa X yang menyatakan bahwa nilai sewa
dari tanah eks sekdes yang digadaikan dan disewakan oleh Kode-1 pertahunnya
sebesar Rp9.274.400,00 dengan uraian sebagai berikut:
No Blok Luas Kelas Nilai Sewa
(M2) Ubin (Rp)
1 15 (Siwuluh) 1.472 105,1 SI 1.471.400,00
2 29 (Waturukit) 3.358 239,8 S II 1.918.400,00
3 29 (Waturukit) 1.348 96,3 S II 770.400,00
4 17 (Gayam) 849 60,6 SI 848.400,00
5 17 (Gayam) 792 56,6 SI 792.400,00

6
6 17 (Gayam) 1.631 116,5 SI 1.631.000,00
7 28 (Sibengkek) 972 69,4 SI 971.600,00
8 28 (Sibengkek) 871 62,2 SI 870.800,00
Jumlah 13.049 931,8 9.274.400,00
d. Berdasarkan keterangan Kode-1 dan pihak yang terkait, Kode-1 meminjam uang
kepada masyarakat dengan cara menggadaikan tanah bengkok eks sekdes kepada
delapan orang warga.
e. Berdasarkan pengungkapan fakta dan kronologis kejadian bahwa nilai sewa tanah
eks sekdes yang seharusnya merupakan pendapatan desa sebesar
Rp18.548.800,00 dengan uraian sebagai berikut:
No Tahun Nilai (Rp)
1 2015 9.274.400,00
2 2016 9.274.400,00
Jumlah 18.548.800,00

5. Dana Kompensasi dari PDAM Kabupaten Z, Dana Bantuan Kader Pemberdayaan


Masyarakat Desa (KPMD) dari Pemprov Jawa Tengah
a. Berdasarkan bukti-bukti penerimaan dan keterangan dari pihak terkait, Desa X pada
tahun 2015 dan 2016 menerima dana kompensasi dari PDAM Kabupaten Z dan
KPMD dari Pemprov Jawa Tengah sebesar Rp11.000.000,00 dengan uraian
sebagai berikut:
No Tahun Sumber Dana Jumlah
PDAM KPMD
1 2015 3.000.000,00 0,00 3.000.000,00
2 2016 3.000.000,00 5.000.000,00 8.000.000,00
Jumlah 6.000.000,00 5.000.000,00 11.000.000,00
b. Berdasarkan keterangan dari pihak-pihak terkait seluruh dana tersebut dikelola oleh
Kode-2 dan tidak dan tidak ada pertanggungjawabannya.
c. Dari pengungkapan fakta dan kronologis kejadian terlihat pengeluaran yang tidak
benar sebesar Rp11.000.000,00.
6. Pembangunan Gedung Kantor Sekretariat Desa X
a. Berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Perubahan Desa X Tahun
Anggaran 2015 dan 2016, direncanakan pembangunan Gedung Kantor dan Balai
Desa X sebesar Rp537.243.000,00, dengan uraian sebagai berikut:
No Uraian Nilai (Rp)
a) Tahun Anggaran 2015
(1) Pendapatan Asli Desa 19.410.000,00
(2) Alokasi Dana Desa (ADD-APBD) 84.202.900,00
(3) Hibah (Penjualan Tanah) 84.000.000,00
(4) Dana Desa (APBN) 162.630.100,00

7
Jumlah Tahun Anggaran 2015 350.243.000,00
b) Tahun Anggaran 2016
(1) Dana Desa (APBN) 187.000.000,00
Jumlah Tahun Anggaran 2016 187.000.000,00
TOTAL 537.243.000,00
Dari anggaran sebesar Rp537.243.000,00 dianggarkan untuk pekerjaan konstruksi
(fisik) sebesar Rp533.944.500,00, sisanya sebesar Rp3.298.500,00 untuk belanja
Alat Tulis Kantor dengan rincian belanja sebagai berikut:
No Uraian Nilai (Rp)
a) Tahun Anggaran 2015
(1) Pembelian Bahan 304.031.500,00
(2) Upah 44.000.000,00
Jumlah Tahun Anggaran 2015 348.031.500,00
b) Tahun Anggaran 2016
(1) Pembelian Bahan 153.913.000,00
(2) Upah 32.000.000,00
Jumlah Tahun Anggaran 2016 185.913.000,00
TOTAL 533.944.500,00
b. Berdasarkan pengungkapan fakta dan kronologis kejadian yang terkait dengan
sumber dana pembangunan gedung kantor dan sekretariat desa, nilai
pembangunan sebesar Rp389.332.189,00 yang bersumber dari Dana Desa, ADD
dan Hibah dengan uraian sebagai berikut:
No Uraian Nilai (Rp)
I Dana Desa
1 Tahap I Tahun 2015 115.309.000,00
2 Tahap II Tahun 2015 114.729.200,00
Jumlah Dana Desa 230.038.200,00
II Alokasi Dana Desa
1 Tahap II Tahun 2015 81.777.229,00
2 Tahap III Tahun 2015 2.425.760,00
3 Tahap I Tahun 2016 53.091.000,00
4 Tahap II Tahun 2016 0,00
Jumlah ADD 137.293.989,00
III Jumlah Hibah Masyarakat 22.000.000,00
Total 389.332.189,00

c. Sekitar tahun 2015 dan 2016, Kode-1 selaku Kepala Desa memerintahkan
perangkat desa untuk membuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ) untuk pekerjaan
pembangunan gedung kantor sekretariat Desa X. SPJ dibuat seolah-olah terjadi
pembelian dari 8 (delapan) toko / orang, sebanyak 312 nota / kwitansi dengan nilai
total Rp367.333.750,00, dengan rincian per jenis sumber dana sebagai berikut:

8
d. Dari 315 kwitansi / nota dalam laporan pertanggungjawaban dengan nilai
Rp367.333.750,00 tersebut, berdasarkan catatan dan hasil klarifikasi nilai
pembelian sebesar Rp89.687.500,00 sehingga terdapat selisih sebesar
Rp277.646.250,00.
Dari hasil klarifikasi sebesar Rp89.687.500,00 Sdr. Kode-1 masih berhutang
sebesar Rp32.137.000,00;
e. Berdasarkan catatan dari supplier / pekerja, masih terdapat pembayaran yang
belum dimasukan ke dalam laporan pertanggungjawaban sebesar
Rp195.162.782,00.
Dari nilai Rp195.162.782,00 pembelian alat-alat listrik sebesar Rp3.386.000,00 tidak
dibayar.
Dari fakta tersebut pengeluaran uang oleh Kepala Desa untuk pembangunan
gedung kantor dan balai desa X sebesar Rp246.777.282,00

Namun dari total pembelian bahan / material dan upah sebesar Rp284.850.282,00
tersebut yang masih terhutang sebesar Rp35.523.000,00 sehingga nilai yang riil
dibayar sebesar Rp249.327.282,00
f. Dari pengungkapan fakta dan kronologis kejadian terlihat pembayaran yang tidak
benar sebesar Rp140.004.907,00 dengan uraian sebagai berikut:
Uang yang diterima Kepala Desa Rp389.332.189,00
Biaya riil pembayaran Rp249.327.282,00
Selisih Rp140.004.907,00

Hal tersebut tidak sesuai dengan:

a. Undang-Undan Keuangan Negara Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 Pasal 3:
“Keuangan Negara dikelola secara tertibi, taat pada peraturan perundang-undangan,
efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggungjawab degan memperhatikan
rasa keadilan dan kepatutan”;

9
b. Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor tahun 2014 tanggal 31 Desember 2014
tentang Pengelolaan Keuangan Desa:
1) Pasal 2 “Keuangan desa dikelola berdasarkan asas-asas transparan, akuntabel,
partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran”;
2) Pasal 7 “Bendahara sebagaimana dimaksud pada ayat 1 mempunyai tugas
menerima, menyimpan, menyetorkan/membayar, menatausahakan, dan
mempertanggungjawabkan penerimaan pendapatan desa dan pengeluaran
pendapatan desa dalam rangka pelaksanaan APBDesa”;
3) Pasal 24:
a) Ayat 1 “Semua penerimaan dan pengeluaran desa dalam rangka pelaksanaan
kewenangan desa dilaksanakan melalui rekening kas desa;
b) Ayat 3 “SEmua penerimaan dan pengeluaran desa sebagaimana dimaksuda
pada ayat 1 harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah;
4) Pasal 26 “Pengeluaran desa yang mengakibatkan beban APBDesa tidak dapat
dilakukan sebelum rancangan peraturan desa tentang APBDesa ditetapkan menjadi
peraturan desa”;
5) Pasal 27 ayat 3 “Pelaksana Kegiatan bertanggungjawab terhadap tindakan
pengeluaran yang menyebabkan beban anggaran belanja kegiatan dengan
mempergunakan buku pembantu kas kegiatan sebagai pertanggungjawaban
pelaksanaan kegiatan di desa”;
6) Pasal 28:
a) Ayat 1 “Berdasarkan rencana anggaran biaya sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 ayat 1 pelaksana kegiatan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran
(SPP) kepada Kepala Desa;
b) Surat Permintaan Pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat 1 tidak boleh
dilakukan sebelum barang atau jasa diterima”;
7) Pasal 29 “Pengajuan SPP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat 1 terdiri
atas Surat Permintaan Pembayaran, Pertanyataan Tanggung Jawab Belanja dan
Lampiran bukti transaksi”;
8) Pasal 30:
a) “Dalam pengajuan pelaksanaan pembayaran sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 29, Sekretaris Desa berkewajiban:
(1) Meneliti kelengkapan permintaan pembayaran yang diajukan oleh
pelaksana kegiatan;

10
(2) Menguji kebenaran perhitungan tagihan atas beban APBDes yang
tercantum dalam permintaan pembayaran;
(3) Menguji ketersediaan dana untuk kegiatan dimaksud;
(4) Menolak pengajuan permintaan pembayaran oleh pelaksana kegiatan
apabila tidak memenuhi persyaratan ditetapkan;
b) Berdasarkan SPP yang telah diverifikasi Sekretaris Desa sebagaimana
dimaksud pada ayat 1, Kepala Desa menyetujui permintaan pembayaran dan
bendahara melakukan pembayaran;
c) Pembayaran yang telah dilakukan sebagaimana pada ayat 2 selanjutnya
bendahara melakukan pencatatan pengeluaran;
9) Pasal 35:
a) Penatausahaan dilakukan oleh Bendahara Desa;
b) Bendahara desa wajib melakukan pencatatan setiap penerimaan dan
pengeluaran serta melakukan tutup buku setiap akhir bulan secara tertib;
c) Bendahara Desa wajib mempertanggujawabkan uang melalui laporan
pertanggungjawaban;
d) Laporan pertanggungjawaban sebagaimana dimaksud pada ayat 3
disampaikan setiap bulan kepada Kepala Desa dan paling lambat tanggal 10
bulan berikutnya;
10) Pasal 36 “Penatausahaan penerimaan dan pengeluaran sebagaimana dimaksud
dalam pasal 35 ayat 2 menggunakan:
a) Buku kas umum;
b) Buku ks pembantu pajak;
c) Buku bank;
c. Peraturan Bupati nomor 64 Tahun 2015 tanggal 16 November 2015 tentang
Pengelolaan Keuangan Desa:
1) Pasal 2 ayat 1 “Keuangan desa dikelola secara tertib, tata pada peraturan
perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan, akuntabel dan disiplin
anggaran dengan memperhatikan azas keadilan, kepatutan dan manfaat untuk
masyarakat desa”;
2) Pasal 17:
a) Belanja desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat 1 huruf b meliputi
semua pengeluaran dari rekening desa yang merupakan kewajiban desa

11
dalam satu tahu anggaran yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali
oleh desa;
b) Belanja desa sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dipergunakan dalam rangka
mendanai penyelenggaraan kewenangan desa;
3) Pasal 33:
a) Semua penerimaan dan pengeluaran desa dalam rangka pelaksanaan
kewenangan desa dilaksanakan melalui rekening kas desa,
b) Semua penerimaan dan pengeluaran desa sebagaimana dimaksud pada ayat 1
harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah;
4) Pasal 36 ayat 1 “Pengeluaran desa yang mengakibatkan beban APB Desa tidak
dapat dilakukan sebelum rancangan peraturan desa tentang APB Desa ditetapkan
menjadi peraturan desa”;
5) Pasal 37:
a) Pelaksanan kegiatan mengajukan pendanaan untuk melaksanakan kegiatan
harus disertai dengan dokumen antara lain RAB;
b) RAB sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diverifikasi oleh Sekretaris Desa dan
disahkan oleh Kepala Desa;
c) Pelaksana kegiatan bertanggungjawab terhadap tindakan pengeluaran yang
menyebabkan atas beban anggaran belanja kegiatan dengann
mempergunakan buku pembantu kas kegiatan sebagai pertanggujawaban
pelaksanaan kegiatan di desa;
6) Pasal 38:
a) Berdasarkan RAB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat 1 Pelaksana
Kegiatan mengajukan SPP kepada Kepala Desa;
b) SPP sebagaimana dimaksud pada ayat 1 tidak boleh dilakukan sebelum baran
dan atau jasa diterima;
7) Pengajuan SPP sebagaiaman dimaksud dalam Pasal 38 ayat 1 terdiri atas:
a) SPP;
b) Pernyataan tanggungjawab belanja;
c) Lampiran bukti transaksi;
8) Pasal 40:
a) Dalam pelaksanaan pembayaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38,
Sekretaris Desa / Koordinator PTKPD berkewajiban melakukan verifikasi
dengan cara:

12
(1) Meneliti kelengkapan permintaan pembayaran yang akan diajukan oleh
Pelaksana Kegiatan;
(2) Menguji kebenaran perhitungan tagihan atas beban APB Desa yang
tercantum dalam permintaan pembayaran;
(3) Menguji ketersediaan dana untuk kegiatan dimaksud;
(4) Menolak pengajuan permintaan pembayaran oleh Pelaksana Kegiatan
apabila tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan;
b) Apabila hasil verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 sesuai / benar,
maka Sekretaris Desa / Koordinator PTPKD menandatangani dan
meneruskan SPP tersebut kepada Kepala Desa untuk mendapatkan
persetujuan pembayaran;
c) Apabila hasil verifikasi belum sesuai / belum benar, maka Sekretaris Desa /
Koordinator PTPKD mengembalikan SPP kepada Pelaksana Kegiatan untuk
diperbaiki;
d) Berdasarkan SPP yang telah diverifikasi Sekretaris Desa / Koordinator
PTPKD sebagaimana dimaksud pada ayat 2, Kepala Desa menyetujui
permintaan pembayaran dan Bendahara melakukan pembayaran;
e) Pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat 4 disertai dengan alat bukti
yang sah, dan selanjutnya Bendahara melakukan pencatatan pengeluaran
pada buku Register SPP;
9) Pasal 43:
a) Pelaksana Kegiatan melaksanakan kegiatan dengan dana sesuai SPP yang
telah disetujui dan dilengkapi dengan bukti-bukti pembayaran yang sah;
b) Pelaksana Kegiatan mempertanggungjawabkan dana yang diterima dan
membuat laporan penggunaan dana dengan dilengkapi Buku Kas Bantu
Kegiatan dan bukti-bukti pembayaran yang sah kepada Kepala Desa melalui
Sekretaris Desa / Koordinator PTPKD untuk verifikasi;
10) Pasal 48:
a) Penatausahaan dilakukan oleh Bendahara;
b) Bendahara melakukan pencatatan setiap penerimaan dan pengeluaran serta
melakukan tutup buku setiap akhir bulan secara tertib,
c) Bendahara mempertanggungjawabkan uang melalui laporan
pertanggungjawaban;

13
d) Laporan pertanggungjawaban sebagaiamana dimaksud pada ayat 3
disampaikan setiap bulan kepada Kepala Desa dan paling lambat tanggal 10
bulan berikutnya;

C. SIMPULAN
Berdasarkan resume materi eksposes disimpulkan:
1. Telah terjadi penyimpangan yang berindikasi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan
keuangan Desa X, Kecamatan Y, Kabupaten Z Tahun Anggaran 2015 dan 2016 yang
mengakibatkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp680.248.757,00 dengan uraian
sebagai berikut:
Yang
Dana Yang Kerugian
Yang Diaudit Dibayarkan
No Uraian Diterima Kode-1 Negara
(Rp) Kode-1
(Rp) (Rp)
(Rp)
1 Dana Desa        
A Tahun 2015        
1) Tahap I 115,309,000.00 115,309,000.00 115,309,000.00 -
2) Tahap II 115,309,000.00 114,729,200.00 114,729,200.00 -
3) Tahap III 57,654,000.00 - - -
  Jumlah 288,272,000.00 230,038,200.00 230,038,200.00 -
B Tahun 2016        
1) Tahap I 388,213,800.00 388,213,800.00 - 388,213,800.00
  Jumlah 388,213,800.00 388,213,800.00 - 388,213,800.00
  Total Dana Desa 676,485,800.00 618,252,000.00 230,038,200.00 388,213,800.00
2 Dana ADD        
A Tahun 2015        
1) Tahap I 172,325,829.00 - - -
2) Tahap II 172,325,829.00 81,777,229.00 81,777,229.00 -
3) Tahap III 2,425,760.00 2,425,760.00 2,425,760.00 -
  Jumlah 347,077,418.00 84,202,989.00 84,202,989.00 -
B Tahun 2016        
1) Tahap I 189,935,000.00 53,091,000.00 53,091,000.00 -
2) Tahap II 189,935,000.00 51,481,250.00 - 51,481,250.00
  Jumlah 379,870,000.00 104,572,250.00 53,091,000.00 51,481,250.00
  Total Dana ADD 726,947,418.00 188,775,239.00 137,293,989.00 51,481,250.00
3 Hibah Penjualan Tanah 105,000,000.00 105,000,000.00 34,000,000.00 71,000,000.00
Tanah Bengkok Eks
18,548,800.00 18,548,800.00 - 18,548,800.00
4 Sekdes
5 Kontribusi PDAM 6,000,000.00 6,000,000.00 - 6,000,000.00
6 KPMD 5,000,000.00 5,000,000.00 - 5,000,000.00
Pembangunan Gedung 140,004,907.0
7      
Kantor Sekretariat Desa 0

14
  TOTAL 1,537,982,018.00 941,576,039.00 401,332,189.00 680,248,757.00

2. Pada tanggal 23 Desember 2016 sampai dengan 3 Januari 2017, Kode-1 melakukan
pekerjaan di Desa X diluar APBDES senilai Rp455.545.000,00 namun yang baru
dibayarkan sebesar Rp269.655.000,00 sehingga masih terdapat hutang Kode-1
sebesar Rp185.890.000,00 dengan uraian sebagai berikut:
Nilai Yang Telah
Terhutang
No Rencana Kegiatan Pekerjaan Dibayar
(Rp)
(Rp) (Rp)
1 Pengaspalan Jalan Desa Hotmix 245.890.000,00 60,000,000.00 185.890.000,00
2 Cement Treated Base (CTB) 159,600,000.00 159,600,000.00 0,00
3 Rabat Beton 41,655,000.00 41,655,000.00 0,00
4 Gorong-gorong 8,400,000.00 8,400,000.00 0,00
  Jumlah  455.545.000,00 269,655,000.00 185.890.000,00
Berdasarkan surat keterangan dari dari rekanan yang mengerjakan Pengaspalan Jalan
Desa Hotmix pada tanggal 3 Januari 2017 yang menyatakan bahwa kekurang bayar
sebesar Rp185.890.000,00 akan dibayarkan dengan menggunakan Dana Desa Tahun
2017.
3. Disepakatai untuk menindaklanjuti penyimpangan-penyimpangan tersebut diatas sesuai
dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kepolisian Resor Z Inspektorat Kabupaten Z


Kanit Tipikor Pengendali Teknis

xxxxxx kkkkkkkkkk
IPTU POL / NRP9090900 NIP. 99999999999

15