Anda di halaman 1dari 6

TUGAS TUTORIAL KE-3

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


NAMA : FARIDA MILASARI
NIM : 031123123
MATA KULIAH : TEORI FORTOFOLIO DAN ANALISIS INVESTASI

No Tugas Tutorial Skor Maksimal

1 Jelaskan CAPM (Capital Asset Pricing Model), sebutkan 35


asumsi-asumsi dalam praktek model CAPM dan jelaskan
apakah model CAPM realistis diterapkan?

2 Dalam memulai online trading, apa pertimbangan yang 30


dilakukan investor dalam memilih pialang dan jelaskan
praktik transaksi beli dan jual saham secara online/daring
melalui pialang.
3 Untuk memaksimalkan return dan meminimalkan risiko, 35
maka investor melakukan manajemen portofolio, jelaskan
proses dalam manajemen portofolio tersebut.

* coret yang tidak sesuai


1. Jelaskan CAPM (Capital Asset Pricing Model), sebutkan asumsi-asumsi dalam
praktek model CAPM dan jelaskan apakah model CAPM realistis diterapkan?

Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan model penetapan harga


aktiva equilibrium yang menyatakan bahwa ekspektasi return atas
sekuritas tertentu adalah fungsi linear positif dari sensitivitas sekuritas
terhadap perubahan return portofolio pasarnya

sebutkan asumsi-asumsi dalam praktek model CAPM

Menurut Jones,2004. Asumsi-asumsi dalam praktek model CAPM,


sebagai berikut :

a) Semua investor mempunyai satu pandangan periode yang sama.


b) Semua investor memiliki ekspetasi yang homogen (homogeneous
expetation) terhadap faktor-faktor input (return ekspetaktasian,
varian, dan kovarian) aset- aset yang digunakan untuk keputusan
portofolio dengan return bebas- risiko (risk-free rate), investor
menggunakan informasi ini untuk menghasilkan aset efisien
(efficient set) yang sama.
c) Semua investor dapat meminjamkan dan meminjam sejumlah
dana dengan jumlah yang tidak terbatas pada tingkat return bebas-
risiko (Risk-free rate).
d) Tidak ada biaya transaksi.
e) Tidak ada inflasi.
f) Pasar modal dalam kondisi ekuilibrium.

Asumsi-Asumsi Capital Asset Pricing Model


Capital Asset Pricing Model mengasumsikan bahwa para investor adalah perencana
pada suatu periode tunggal yang memiliki persepsi yang sama mengenai keadaan
pasar dan mencari mean-variance dari portofolio yang optimal. Capital Asset Pricing
Model juga mengasumsikan bahwa pasar saham yang ideal adalah pasar saham yang
besar, dan para investor adalah para price-takers, tidak ada pajak maupun biaya
transaksi, semua aset dapat diperdagangkan secara umum, dan para investor dapat
meminjam maupun meminjamkan pada jumlah yang tidak terbatas pada tingkat suku
bunga tetap yang tidak berisiko (fixed risk free rate). Dengan asumsi ini, semua investor
memiliki portofolio yang risikonya identik.
Selain asumsi-asumsi tersebut, CAPM memiliki asumsi lainyaitu sebagai berikut
 Berdasarkan model Markowitz, masing-masing investor akan
mendiversifikasikan portofolionya dan memilih portofolio optimal berdasarkan
preferensi investor terhadap return dan risiko
 Semua investor mempunyai distribusi probabilitas di masa depan yang identik
 Semua investor mempunyai satu periode waktu yang sama
 Semua investor dapat meminjam (borrowing) dan meminjamkan (lending) uang
pada tingkat return yang bebas risiko (risk free rate of return).Asumsi ini
menyatakan bahwa pemodal bisa menyimpan dan meminjam dengan tingkat
bungan yang sama dan bebas risiko jelas tidak realistis. Lebih realistis kalau
pemodal bisa menyimpan uangnya pada tingkat bunga yang bebas risiko (misal
dengan Sertifikat Bank Indonesia) tetapi kalau meminjam tentulah terbatas dan
tingkat bunga simpanan. Sebelum kita menggunakan asumsi tersebut, marilah
kita gunakan skenario pada saat pemodal tidak bisa menyimpan dan meminjam
dengan tingkat bunga bebas risiko yang sama.
o Ada beberapa model dalam Riskless Lending dan Borrowing Rate ini
yaitu:
 Tidak ada Riskless Lending And Borrowing Rate
 Terdapat Riskless Lending tetapi tidak ada Riskless Borrowing
 Tidak ada biaya transaksi
 Tidak ada pajak pendapatan
 Tidak ada inflasi
 Terdapat banyak sekali investor dan tidak ada satu investor pun
yang dapat mempengaruhi harga suatu sekuritas. Investor adalah
price taker
 Pasar dalam kondisi seimbang (equilibrium). Implikasinya:
o Semua investor akan memilih portofolio pasar yaitu portofolio yang berisi
semua aktiva yang ada di pasar
o Portofolio pasar ini adalah portofolio aktiva berisiko yang optimal, yaitu
yang berada pada efficient frontier

jelaskan apakah model CAPM realistis diterapkan

Dengan menggunakan Asumsi-asumsi pada model CAPM sudah bisa dianggap


realistis untuk diterapkan oleh perusahaan. Asumsi-asumsi inilah yang
digunakan untuk menyederhanakan persoalan-persoalan yang sesungguhnya
terjadi. Asumsi-asumsi diperlikan supaya suatu model lebih mudah dipahami dan
lebih mudah untuk diuji. Oleh karena itu kehadiran CAPM yang dapat digunakan
untuk mengestimasi return suatu sekuritas dianggap sangat penting di bidang
keuangan.
2. Dalam memulai online trading, apa pertimbangan yang dilakukan investor dalam
memilih pialang dan jelaskan praktik transaksi beli dan jual saham secara
online/daring melalui pialang.

apa pertimbangan yang dilakukan investor dalam memilih pialang

 Pilang tercatat di BEI


 Reputasi dari pilang
 Komisi yang dipungut
 Kemudahan menggunakan dan keamanan perangkat lunak
 Kecepatan akses ke server pilang
 Pelayanan yang disediakan
 Dukungan pelayanan purna jual

Melakukan Transaksi Beli dan Jual Saham

1. Melakukan Pemesanan beli saham

Untuk melaksanakan transaksi saham dapat diklik menu "Order"


dan klik "Buy Order" di submenu untuk melakukan transaksi
memesan beli saham sebagai berikut:
Di layar "Buy Order" harus diisi dengan data transaksi yang
diinginkan. Misalnya akan membeli saham bank BNI maka
masukkan kode BBNI di isian "Code" maka dikolom kanan akan
muncul informasi mengenai saham BBNI ini.
Kolom "Bid" menunjukkan harga yang investor mau membeli.
Kolom "Ask" menunjukkan harga yang investor mau menjual.
Sebelum menekan tombol "Send" untuk mengeksekusi transaksi ini
, untuk keamanan, investor harus memasukkan terlebih dahulu
kata lewat (password) yang kedua (password yang pertama
digunakan untuk log-in).
2. Melakukan pemesanan jual saham

Untuk melakukan transaksi saham dapat di klik menu "Order" dan


klik "Sell Order" di submenu untuk melakukan transaksi memesan
beli saham. Sama dengan pemesanan beli saham, sebelum
menekan tombol "Send" untuk mengeksekusi pemesan jual ini,
untuk keamanan, investor juga harus memasukkan terlebih dahulu
kata lewat (Password) yang kedua.
Jika ingin melihat transaksi jual yang dilakukan investor asing
terbesar dalam rupiah maka ditampilkan informasi tersebut.

3. Untuk memaksimalkan return dan meminimalkan risiko, maka investor


melakukan manajemen portofolio, jelaskan proses dalam manajemen portofolio
tersebut.

manajemen portofolio adalah suatu seni dan sains pengambilan-


pengambilan keputusan mengenai kebijakan dan kombinasi investasi,
menemukan sasaran-sasaran investasi-investasi, alokasi aset untuk
individual-individual dan institusi- institusi, dan menyeimbangkan risiko
terhadap kinerjanya.
Proses manajemen portofolio yang diusulkan oleh CFA (Chartered
Financial Analyst) meliputi tiga proses, yaitu
A. perencanaan (planning)
Tahap perencanaan ini memfokuskan pada penentuan input-
input yang diperlukan untuk membentuk portofolio.
Ada dua tujuan utama dalam proses perencanaan portofolio,
yaitu:

 Menetapkan Kebijakan dan Strategi Investasi


Untuk dapat membuat kebijakan dan strategi portofolio
yang baik, maka perlu dipahami dengan baik preferensi,
batasan-batasan target investor-investor yang akan
membeli portofolionya, dan sasaran portofolio yang akan
dibuat.

 Preferensi Risiko Investor


 Batasan Investasi
 Sasaran-sasaran Portofolio

 Menentukan Ekspektasi Pasar Modal ke Depan


Menentukan ekspektasi pasar modal ke depan adalah
mengekspektasi kondisi pasar modal di masa depan
yang harus dipersiapkan sedini mungkin.

B. eksekusi (execution)
Mengeksekusi portofolio berarti membuat portofolionya jika
portofolio masih belum dibuat dan merevisinya dikemudian hari
berdasarkan umpan balik yang diterima.
Beberapa tahapan dalam mengeksekusi portofolio adalah
sebagai berikut ini.

 Alokasi Aset (Asset Allocation)


 Optimalisasi Portofolio (Portofolio Optimization)
 Pemilihan Sekuritas (Security Selection)
 Implementasi dan Eksekusi

C. umpan balik (feedback).


Setelah portofolio selesai dibuat dan dieksekusi, portofolio ini
perlu terus dievaluasi dan di-monitoring. Evaluasi dan
monitoring ini penting dilakukan karena kinerja portofolio akan
terus berubah sesuai dengan kinerja aset-aset di dalamnya.
Hasil dari evaluasi dan monitoring perlu digunakan sebagai
masukan atau umpan balik bagi portofolio.

Anda mungkin juga menyukai