Anda di halaman 1dari 7

KECERDASAN BUATAN ( ARTIFICIAL INTELLIGENCE ) DALAM

SUDUT PANDANG AGAMA ISLAM

Nama : La Safril
Institut : Institut Teknologi Telkom Surabaya
Prodi : Teknik Komputer
Judul : Revolusi Industri 4.0 : Menjawab Tantangan Islamisasi Ilmu
Pengetahuan Artificial Intelligence Sebagai Teknologi Masa Depan

Pendahuluan :

Teknologi komputer terus Berkembang dengan kecepatan yang sungguh luar biasa.
Software dan hardware komputer saling berlomba untuk bisa saling melengkapi. Sehingga
software menuntut si hardware yang lebih canggih, demikian juga sebaliknya. Maka dari hal
tersebutlah, tak heran kalau saat kita ini Kita sering kali mendengar dan mengetahui
munculnya software dan hardware komputer dengan spesifikasi yang berbeda dari
sebelumnya. Dan pastinya dengan kemampuan yang lebih baik dan canggih pula. Dalam proses
perkembangannya, komputer sering difungsikan sebagai alat pengolah data dan penghasil
informasi. Bahkan komputer juga turut berperan dalam proses pengambilan keputusan. Tidak
puas hanya dengan fungsi tersebut, para ahli Teknologi masih terus mengembangkan
kecanggihan Teknologi agar dapat memiliki kemampuan seperti seorang manusia. Para ahli
Teknologi sering menyebutnya dengan istilah kecerdasan buatan.

Tampaknya meihat kondisi sekarang dengan perkembangan teknologi yang sudah


semakin maju, membuat pengolahan komputer berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial
Intelligence) sudah bukan hanya menjadi angan-angan belaka saja, tetapi juga akan segera
menjadi kenyataan dan bisa dioperasikan pada komputer pribadi. Metode-metode penyelesaian
masalah dengan mengadopsi bentuk, karakter dan kebiasaan manusia dalam menjalani
hidupnya di dunia ini, sudah banyak dijadikan bahan kajian penelitian bagi para ahli komputer,
khususnya di bidang teknologi kecerdasan buatan.

Pembahasan :

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi banyak mengalami


pertumbuhan pesat belakangan ini. Sehingga memberikan dampak positif bagi umat manusia.
Salah satu perkembangan teknologi yang sampai saat ini terus berkembang yaitu internet.
Dimana internet ini Secara langsung mempengaruhi kebutuhan pokok akan informasi dalam
kehidupan manusia saat ini. Karena dengan informasi yang sangat mudah didapat membuat
berbagai aspek kehidupan manusia menjadi lebih muda. Perkembangan di bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi informasi senantiasa diikuti dengan adanya dampak baik secara
langsung maupun tidak. Denga kemajuan teknologi informasi, Membuat masyarakat memiliki
ruang gerak yang lebih luas. Aktifitas manusia pun yang semula bersifat nasional telah berubah
menjadi internasional, peristiwa yang terjadi di suatu negara dalam hitungan detik sudah dapat
diketahui oleh penduduk dibelahan dunia lainnya.

Industri 4.0 sangat terkait dengan inovasi kreatif. Dalam beberapa dekade terakhir,
inovasi menambahkan kompilasi melalui mobile application cloud computing, dan big data
yang bersama-sama dapat membangun simbiosis yang sempurna, menciptakan konsep baru
untuk proses simbiosis yang sempurna, menciptakan konsep baru untuk proses industrialisasi,
dan menggeser model pasar ke era baru persaingan dan diferensiasi produk (Geiger & Sa,
2013). Industri 4.0 mewakili pergeseran menuju ekonomi berbasis inovasi dengan ilmu
pengetahuan, data, dan IoT sebagai konsep yang terpusat. Hal ini akan mempengaruhi struktur
model saat ini, pasar, dan proses bisnis zaman industri serta membuka jalan menuju era baru
digitalisasi, jaringan sistem, produksi yang “lebih pintar”, dan proses bisnis yang saling
berkaitan.

A. Menjawab Tantangan yang dihadapi Umat Islam dengan Perkembangan


Kecerdasan Buatan ?

Abad 21 seakan baru saja kita masuki. Berbagai karakteristik abad 21 meliputi :
perkembangan teknologi yang begitu pesat, hubungan antarbangsa dan antarmanusia semakin
mudah, kompetensi sumber daya manusia harus jelas. Dalam surah Al-Hujurat ayat 13 Allah
SWT berfirman : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki
dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya
kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi
Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
lagi Maha Mengenal".

Ayat ini jelas menggambarkan dan menjelaskan tentang globalisasi dan mendorong
manusia khususnya umat Islam agar mampu menghadapi arus globalisasi, harus dapat
menangkap peluang dan menghadapi tantangan abad 21. Perubahan dan perkembangan
berjalan terus begitu cepat dan kini telah muncul sebuah era revolusi industri 4.0.Revolusi
Industri 4.0 sebuah keniscayaan yang mesti harus dihadapi oleh umat Islam. Karakteristik
revolusi industri 4.0 yang mesti harus dipahami bagi kita semua adalah :

1). Munculnya inovasi disruptif (disruptive innovation) adalah inovasi yang memunculkan
kondisi baru yang kadang tidak banyak yang bisa menduga, mengganggu atau merusak kondisi
yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu yang sudah mapan.

2) Berkembang sangat pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence disingkat AI) adalah
kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah.
Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin komputer agar dapat melakukan
pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia.

3). Istilah Big Data atau data besar yang semula hanya dapat disimpan dalam memori besar
seperti mainframe atau server, saat ini dengan basis internet setiap orang dengan menggunakan
smartphone dapat memiliki big data dengan berbagai keterbatasannya. Seberapa besar
seseorang khususnya umat Islam memanfaatkan teknologi internet menunjukkan seberapa
besar seseorang sudah terlibat dalam revolusi industri 4.0.

B. Menjawab Perspektif Agama Islam Mengenai AI Berdasarkan Kajian


Qur'an dan Hadits

Berbicara tentang perspektif agama Islam mengenai AI berdasarkan kajian Qur'an


dan Hadits, ada Penjelasan yang menarik dari seorang Profesor di bidang Kecerdasan Buatan
beliau adalah Prof. Mohd Zakree Ahmad Nazri, Ketua Program Kedoktoran (S3) di Universiti
Kebangsaan Malaysia. Menurutnya “Ilmu dan teknik yang tertumpu pada metode komputer
untuk memprogram suatu aplikasi dan mesin cerdas dengan meniru kepintaran manusia
atau sunnatullah yang memelihara dan mengatur seluruh alam dan isinya yang ada di darat, laut
dan udara.
Beliau mengaitkan antara Kecerdasan Buatan dan Sunnatullah. Beliau menambahkan
bahwa sunnatullah yang beliau maksud di sini adalah hukum atau ketentuan Allah Azza wa
Jalla yang saintis barat sebut, Nature’s Law, Intelligent Design dan sebagainya yang
merangkumi hukum fisika, biologi, kimia, astrologi dan sebagainya. Sunnatullah adalah suatu
sistem dan peraturan yang ditentukan oleh Allah Taala untuk manusia, hewan dan semua jenis
makhluk di dunia ini. Sunnatullah tidak akan berubah dan tidak ada siapa yang dapat
merubahnya sejak Allah Taala wujudkannya sampai kapanpun Firman Allah SWT yang
artinya: “Karena engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang perubahan bagi
Sunnatullah, engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang penukaran bagi perjalanan
sunnatullah itu.” (Fathir: 43)
Perlu diingat bahwa Sunnatullah itu terbagi pada dua bagian:

1. Manusia menerimanya secara terpaksa

2. Manusia menerima secara sukarela

Ilmuan komputer bukan sekedar mengadopsi kecerdasan manusia tetapi pada hari ini,
malah mengadopsi kecerdasan lebah, lalat, burung, semut, sifat elektromagnetik, keharmonian
musik dan sebagainya. Apa yang dikatakan oleh ahli Kecerdasan Buatan dari Negeri jiran ini
dapat membuat kita bahwa semakin kagumlah kita dengan kebesaran Allah dengan
memerhatikan kejadian-kejadian alam yang diatur oleh Sunnatullah, Bahkan yang lebih
menariknya, Ilmuan komputer menirunya dan dapat menyelesaikan masalah kompleks. Allah
SWT berfirman yang artinya :

 Surah Ash – Shuraa ayat 29 ( 42 ) :


Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah kejadian langit dan bumi serta segala yang Dia
biakkan pada keduanya dari makhluk-makhluk yang melata dan Dia Maha Kuasa
menghimpunkan mereka semuanya apabila Dia kehendaki (melakukannya).

 Surah Al – Imran ayat 191 ( 3 ) :


(Yaitu) orang-orang yang menyebut dan mengingati Allah sewaktu mereka berdiri dan duduk
dan sewaktu mereka berbaring dan mereka pula memikirkan tentang kejadian langit dan bumi
(sambil berkata): Wahai Tuhan kami! Tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini
dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab Neraka.

C. Melihat Peluang yang dihadirkan oleh AI yang Selaras dengan


Kesejahteraan Umat Islam

Kehidupan sejahtera adalah kehidupan yang didambakan oleh semua manusia, tanpa
memandang perbedaan agama, suku, bangsa, dan lain-lain. Namun, tidak selalu kehidupan
sejahtera yang didambakan itu, dapat diraih oleh semua orang. Untuk itulah diperlukan ikhtiar
yang sungguh-sungguh dari setiap individu untuk menggapai kehidupan sejahtera yang
diidambakannya. Negara berperan memfasilitasi dan menjamin setiap warga secara adil untuk
dapat mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh warga negara. Hal inilah yang dicita-
citakan founding fathers bangsa Indonesia, sebagaimana yang tercantum dalam sila ke-3 dasar
negara, Pancasila, yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal itu juga termaktub
dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 bahwa tujuan
negara adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

D. Peran Umat Islam dalam erjalanan Perkembangan AI Saat ini

Dalam perkembangan AI yang begitu cepat saat ini, tentu saja itu selaras dengan apa
yang diberikan kemajuan teknologi ini kepada umat islam. Sebagai contoh nyata adalah proses
mengakses informasi serta pengetahuan keislaman melalui Internet, akses penerbangan untuk
ibadah haji dan umrah serta inovasi lain yang diberikan untuk kesejahteraan umat manusia.
Peran umat islam dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan sudah tidak bisa
dipungkiri lagi, banyaknya ilmuwan dari kalangan muslim telah membuktikan bahwa
kemajuan teknologi saat ini tidka terlepas dari penemu-penemu islam . Sebagai salah satu
contoh adalah Prof. Zakree Ahmad Nazri, Ketua Program Kedoktoran (S3) di Universiti
Kebangsaan Malaysia beliau sering mengaitkan kecerdasaan buatan dengan sunnatullah.
Bahkan beliau pernah memberikan contohnya. Prof. Zakree mencontohkan, pernahkah kita
berfikir bahwa cara semut mencari makanan digunakan oleh ilmuan barat untuk menyelesaikan
masalah yang kompleks seperti optimasi jadwal atau pengenalan pola? Masalah yang kompleks
yang dikategorikan oleh ahli matematika sebagai Non-deterministic Polynomial-time hard
(NP-hard) problem? Siapa yang mengatakan ciptaan Allah sia-sia? Bahkan lalat yang Allah
jadikan perumpaan pun dijadikan penelitian untuk menciptakan drone. Ini membuktikan bahwa
peran umat islam terkait perkembangan AI tetap akan ada.

E. Membekali Umat Islam dalam Menghadapi Perkembangan AI di Masa


Depan

Pendidikan Islam adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk pribadi muslim
seutuhnya, mengembangkan seluruh potensi manusia baik yang berbentuk jasmanniah maupun
rohaniah, menumbuh suburkan hubungan harmonis setiap pribadi dengan Allah, manusia, dan
alam semesta. (Majid, 2012: 47) Pendidikan itu lebih banyak ditujukan kepada perbaikan sikap
mental yang akan terwujud dalam amal perbuatan, baik bagi keperluan diri sendiri maupun
orang lain. Pendidikan Islam merupakan proses bimbingan dan pembinaan semaksimal
mungkin yang diberikan kepada seseorang melalui ajaran Islam agar orang tersebut tumbuh
dan berkembang sesuai tujuan yang diharapkan. (Idi dan Suharto, 2006: 51).

Dengan demikian, pendidikan Islam itu berupaya untuk mengembangkan individu


sepenuhnya, agar orang tersebut tumbuh dan berkembang sesuai tujuan yang diharapkan yaitu
tujuan duniawi maupun ukhrawi. Al-Quran dan As-Sunnah Merupakan satu kesatuan yang
tidak bisa dipisahkan dari umat islam. Sebagai pedoman Al-Quran dan As-Sunnah juga
merupakan sumber dari ilmu pengetahuan yang mengajarkan seseorang untuk bisa mengetahui
sesuatu yang tidak ketahuinya melalui proses pendidikan. Sehingga kita perlu membekali diri
agar tetap terkontrol saat melakukan sesuatu, apalagi saat ini penyalahgunaan media social,
cyber bullying dan lain-lain, telah menjadi rutinitas yang bisa kita lihat dalam dunia
genggaman. Sehingga Tujuan pendidikan Islam adalah untuk mencapai keseimbangan
pertumbuhan kepribadian manusia. Secara menyeluruh dan seimbang yang dilakukan melalui
latihan jiwa, akal pikiran, diri manusia yang rasional, perasaan dan indra.

Kesimpulan :

Islam tidak menghambat kemajuan iptek, tidak anti produk teknologi, tidak akan
bertentangan dengan teori-teori pemikiran modern yang teratur dan lurus, asalkan dengan
analisis-analisis yang teliti, obyekitf dan tidak bertentangan dengan dasar Al-Qur`an. Peran
Islam dalam perkembangan Iptek setidaknya ada dua yaitu: Pertama, menjadikan aqidah Islam
sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Kedua, menjadikan syariah Islam (yang lahir dari aqidah
Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari.
Daftar Pustaka

Ahmad, Khursid dalam M. Umer Chapra, What is Islamic Economics, (Jeddah: IRTI –

IDB, 1992).

Anas Zarqa’, “Islamic Economics: An Approach to Human Welfare”, dalam Aidit

Ghazali dan Syed Omar (eds.), Readings in The Concept and Methodology of Islamic

Economics, (Petaling Jaya: Pelanduk Publications, 1989).

Ahmad, Abu. "Mengenal artificial intelligence, machine learning, neural network, dan deep
learning." no. October (2017).

Bagir, Zainal Abidin. Dkk. 2006. Ilmu, Etika, dan Agama. Menyingkap Tahir Alam dan
Manusia. Yogyakarta: Center for Religious and Crosscultural Studies (CRCS).

Budiyanto, Mangun. 2010. Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: Griya Santri

C. Verhaak, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 1991.


Daradjat, Zakiah. 2009. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
https://www.krjogja.com/kolom/hikmah-ramadan/peluang-dan-tantangan-umat-islam-pada-
revolusi-industri-4-0/ ( Diakses pada tanggal 8 april 2021 )
https://tif.uin-suska.ac.id/kecerdasan-buatan-dan-sunnatullah-dalam-terminologi-islam/ (
Diakses pada tanggal 8 april 2021 )
https://fst.uin-suska.ac.id/2015/08/13/kecerdasan-buatan-dan-sunnatullah-dalam-terminologi-
islam/ ( Diakses pada tanggal 11 april 2021 )
Sumber ( Pemikiran Pribadi )