Anda di halaman 1dari 13

JARINGAN IKAT

MAKALAH PRAKTIKUM
BIOLOGI

Oleh :
Kelas :F
Kelompok :8

Yolan Yolanda 200110180259


Sholihah Amrina R. 200110180275
Rifqy 200110180277
Yonathan Ganda Ezra 200110180282
Rafie Muhammad Azziz 200110180311

LABORATORIUM PRODUKSI TERNAK


UNGGAS
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2019

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jaringan ikat adalah jaringan yang susunannya dibangun oleh tiga

komponen yaitu sel, serabut, dan substansi dasar. Semua sel jaringan ikat ini

berasal dari mesenkim embrional. Jaringan ikat memiliki fungsi yang penting

dalam tubuh, yaitu mengikat dan menyokong jaringan-jaringan lain. Jenis

jaringan ikat ini dibedakan menjadi jaringan ikat padat dan jaringan ikat

longgar/kendur. Jaringan ikat padat berfungsi untuk menghubungkan satu

organ dengan organ lainnya. Sedangkan jaringan ikat longgar berfungsi untuk

membungkus organ-organ tubuh, pembuluh darah, dan saraf.

1.2 Identifikasi Masalah

1.2.1 Apakah pengertian dari jaringan ikat?

1.2.2 Bagaimana struktur penyusun jaringan ikat?

1.2.3 Apa saja jenis-jenis jaringan ikat?

1.2.4 Apa saja fungsi jaringan ikat?

1.3 Maksud dan Tujuan

1.3.1 Untuk mengetahui definisi dari jaringan ikat.


1.3.2 Untuk mengetahui struktur penyusun jaringan ikat.

1.3.3 Untuk mengetahui jenis-jenis jaringan ikat.

1.3.4 Untuk mengetahui fungsi jaringan ikat.

\
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Jaringan ikat terdiri atas komponen yang telah dibicarakan sel-sel dan

substansi dasar meskipun cukup bervariasi di struktur histologis. Hal ini berujung

pada penggunaan nama atau klasifikasi untuk berbagai jenis jaringan ikat, merujuk

pada komponen utama dalam jaringan atau ciri struktural jaringan tersebut

(Mescher Anthony L, 2011).

Jaringan ikat longgar adalah jaringan yang paling banyak terdapat pada tubuh.

Dinamai longgar karena kelonggaran seratnya. Jaringan ikat longgar mengikat

epitel ke jaringan dibawahnya dan memegang organ di tempat yang semestinya.

Sel ini di sekresi oleh sel yang disebut fibrosa (Bresnick Stephen, 2012).
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Jaringan Ikat

Jaringan ikat adalah jaringan tubuh yang tersusun dari substansi dasar

dan sel-sel lainnya. Dimana pada jaringan ikat ini terdapat banyak pembuluh

darah, terkecuali pada tulang rawan yang hanya memiliki sedikit pembuluh darah.

Tingkat populasi pada jaringan ikat tersebar di dalam matriks.

Jaringan ikat banyak ditemukan di dalam tubuh dan memiliki susunan

sela yang jarang dan menyebar dalam suatu matriks ekstraseluler. Jaringan ikat

dibentuk dari mesenkim yang asalnya dari mesoderm. Mesoderm adalah lapisan

tengah di embrio jarigan ikat juga disebut dengan jaringan penyokong atau

jaringan penunjang.

Jaringan ikat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

 Letak sel jaringan ikat tidak berdekatan jika hanya terhubung

di ujung protoplasmanya.

 Mempunyai komponen intraseluler atau matriks.

 Mempunyai bentuk sela yang tersebar atau tidak beraturan,

sitoplasma bergranula dan inti dari sel menggelembung.

3.2 Struktur Penyusun Jaringan Ikat


Jaringan ikat disusun oleh dua sel, yaitu sel tetap dan sel bebas. Kedua sel

tersebut memiliki fungsi dan peranannya masing-masing, yaitu :

1. Sel Tetap

Sel tetap terdiri dari sel mesenkim, fibroblas, sel lemak, sel mast, dan juga

makrofag.

A. Fibroblas

Fibroblas merupakan bagian dari sel mesenkim yang berfungsi untuk

memproduksi matriks jaringan ikat. Fibroblas memiliki bentuk yang

gepeng dan pada sitoplasmanya memiliki cabang yang kecil seperti

benang. Di dalam sitoplasmanya terdapat banyak retikulum

endoplasma yang berfungsi untuk regenerasi jaringan yang rusak

akibat adanya suatu kerusakan atau peradangan seperti luka dengan

jaringan baru. Fibroblas memiliki elemen kecil yang disebut

miofibroblas dimana sitoplasmanya mengandung miofilamen yang

aktif pada saat menutup luka dengan cara berkontraksi.

B. Sel Lemak

Sel lemak juga disebut adiposit sel ini terdapat pada sel mesenkim.

Pada awalnya, sel lemak dianggap sebagai bagian dari sel fibroblast.

Namun, ternyata sel lemak telah mengalami diferensiasi akhir, yaitu

tidak dapat membelah lagi untuk menyimpan trigliserida. Sel lemak

dikelompokkan menjadi dua, yaitu unilokuler dan multilokuler. Sel

lemak unilokuler memiliki satu tetes asam lemak yang besar dengan
inti berada di tepi dan sitoplasmanya tipis. Terdapat kompleks golgi

dan juga beberapa mitokondria berbentuk flamen. Sel lemak

unilokuler berbentuk polyhedral. Sel lemak juga berada di sepanjang

kapiler sel map yang berkelompok besar disebut sebagai jaringan

lemak. Sel lemak multilokuler, bentuknya lebih kecil dari sel lemak

unilokuler dan membentuk polygonal. Sel lemaknya tersimpan di

dalam sejumlah vakuola-vakuola yang kecil. Dalam sitoplasmanya

terdapat sedikit polirobosom bebas yang mengandung banyak

mitokondria.

C. Sel Mast

Sel mast adalah salah satu sel yang paling besar pada jaringan ikat.

Bentuknya lonjong tidak teratur, pendek, serta memiliki inti sel yang

sangat kecil. Sel mast bersifat metakromasi, dikarenakan

sitoplasmanya penuh dengan granula yang mengandung heparin, yaitu

sejenis glikosaminoglikan sulfat yang bersifat polianion. Sel mast

memiliki jumlah mediator derivat asam arahidonik dari membran sel.

Oleh sebab itu, sel mast juga berperan mensintesis mediator lainnya.

Pelepasan bahan mediator dari granula menyebabkan alergi,

dikarenakan reaksi tersebut terjadi setelah antigen masuk ke dalam

tubuh.

2. Sel Mesenkim

Sel mesenkim memiliki ukuran yang sangat kecil. Sel ini terletak di

dinding kapiler atau dikenal juga dengan sebutan sel pervisakuler atau sel
perisit. Sel pervisakuler bersifat pluripoten yang nantinya menjadi sel

fibroblas, sel lemak, dan sel otot polos.

3. Sel Bebas

Sel bebas adalah sel yang yang tidak terikat dan berpindah-pindah.

Biasanya berpindah melalui sirkulasi, pada dasarnya sel ini berasal dari

sumsum tulang masuk ke jaringan pembuluh venule.

4. Sel Makrofag

Sel makrofag biasa juga disebut sebagai sel histiosit. Dalam keadaan

normal, makrofag berfungsi secara terus menerus untuk memfagositosis

berbagai bahan asing atau yang sudah tidak lagi diperlukan oleh tubuh.

Secara histologic, makrofag berbentuk tidak beraturan, berpenampang

sekitar 10– 30 μm, permukaan sel tidak rata, ddan memiliki tonjolan-

tonjolan seperti jari.

5. Sel Plasma

Sel plasma adalah sel yang berasal dari limfosit B, dan memiliki

sitoplasma yang lebih basofil dibandingkan dengan limfosit lainnya

karena mengandung banyak retikulum endoplasma granuler yang

menghasilkan imunoglobulin (Ig). Sel plasma akan menghasilkan antibodi

dari rangsangan antigen yang bersangkutan, sehingga bila masuk antigen

yang sama lebih dari satu kali, akan terjadi reaksi antigen antibodi,

menyebabkan efek dari antigen untuk dapat menimbulkan penyakit

menjadi hilang atau lebih lemah. Masa hidup sel plasma dapat mencapai

10-20 hari.
6. Sel Leukosit

Pada suatu keadaan, sel leukosit adalah sel yang akan bermigrasi ke

seluruh tubuh jika terjadi peradangan atau penyakit.

3.3 Jenis-jenis Jaringan Ikat

1. Jaringan Ikat Longgar

Pada vertebrata, jenis yang paling umum dari jaringan ikat adalah

jaringan ikat longgar. Jaringan ini memegang organ dan menempel

pada jaringan epitel ke jaringan di bawahnya. Jaringan ikat longgar

terbagi menjadi tiga berdasarkan jenis seratnya, yaitu:

a. Serat kolagen

Serat kolagen terbuat dari kolagen dan terdiri dari kumpulan fibril

yang merupakan kumparan molekul kolagen.

b. Serat elastis

Serat elastis terbuat dari protein elastin dan dapat merenggang.

c. Serat retikuler

Serat retikuler berfungsi menggabungkan jaringan ikat ke jaringan

lain.

2. Jaringan Ikat Padat

Tipe lain dari jaringan ikat adalah jaringan ikat padat atau berserat,

yang ditemukan di tendon dan ligamen. Struktur ini membantu otot

melekat ke tulang dan menghubungkan tulang dengan sendi. Jaringan


ikat padat terdiri dari sejumlah besar serat kolagen. Banyak dari

lapisan dermis kulit terdiri dari jaringan ikat padat tidak teratur.

3. Jaringan Ikat Khusus

a. Jaringan adiposa

Jaringan adiposa adalah bentuk jaringan ikat longgar yang

menyimpan lemak. Jaringan adiposa mencakup garis organ dan

rongga tubuh fungsinya untuk melindungi organ dan melindungi

tubuh terhadap kehilangan panas. Jaringan adiposa juga

menghasilkan hormon endokrin.

b. Tulang rawan

Tulang rawan adalah bentuk jaringan ikat fibrosa yang terdiri dari

serat kolagen berbentuk seperti agar-agar karet yang disebut

kondrin. Kerangka hiu dan embrio manusia terdiri dari tulang

rawan. Tulang rawan juga memberikan dukungan yang fleksibel

untuk struktur tertentu pada manusia dewasa termasuk hidung,

trakea, dan telinga.

c. Tulang

Tulang adalah jenis jaringan ikat mineral yang mengandung

kolagen dan kalsium fosfat, kristal mineral. Kalsium fosfat

memberikan kekerasan pada tulang.

d. Darah

Darah dianggap sebagai jenis jaringan ikat. Meskipun memiliki

fungsi yang berbeda dibandingkan dengan jaringan ikat lainnya,


darah memiliki matriks ekstraselular. Matriks terdiri dari plasma,

sementara sel-sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit

tersuspensi dalam plasma.

e. Getah bening

Getah bening adalah jenis lain dari jaringan ikat cair. Cairan

bening ini berasal dari plasma darah yang keluar dari pembuluh

darah kapiler. Sebuah komponen dari sistem limfatik, kelenjar

getah bening mengandung sel-sel sistem kekebalan tubuh yang

melindungi tubuh terhadap patogen.

3.4 Fungsi Jaringan Ikat

a. Melekatkan suatu jaringan ke jaringan lain.

Contoh : Serat kolagen. Serat ini terdapat pada tendon yang

berfungsi menghubungkan otot tendon dan tulang, selain itu serat

kolagen juga terdapat pada tulang dan kulit.

b. Membungkus organ-organ.

Contoh : Jaringan ikat longgar yang membungkus pembuluh

darah, syaraf, dan organ-organ tubuh lain.

c. Mengisi rongga di antar organ-organ.

d. Mengangkut zat oksigen dan makanan ke jaringan lain.

Contoh : Vaskular, karena mengandung banyak pembuluh darah.

Fungsi darah adalah mengangkut oksigen dan makanan ke seluruh

tubuh.

e. Mengangkut sisa-sisa metabolisme ke alat pengeluaran.


f. Menghasilkan kekebalan (imunitasi).

BAB IV

KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Jaringan ikat merupakan jaringan yang sangat penting dalam tubuh manusia

dan hewan karena memiliki fungsi yang cukup krusial, yaitu mengikat sel dan

menyambungkan satu sel dengan sel lainnya, hingga membentuk suatu jaringan.

Jaringan ikat juga memiliki fungsi untuk menyokong dan melindungi bagian-

bagian tubuh, mengisi rongga-rongga yang kosong, dan menyimpan sumber

energi berupa lemak.

Komponen-komponen jaringan ikat terdiri atas matriks jaringan ikat yang

tersusun atas bahan dasar dan serabut-serabut. Sel-sel jaringan ikat terdiri atas

fibroblast, makrofag, sel tiang, sel lemak, dan beberapa sel darah putih. Jaringan

ikat terbagi atas jaringan ikat longgar, jaringan ikat padat, dan jaringan ikat

khusus yang memiliki peranan dan fungsi masing-masing yang sangat penting

untuk tubuh manusia dan hewan.


DAFTAR PUSTAKA

Cambell, Neil A. dan Reece, Jane B. 2008. Biologi Edisi kedelapan Jilid 1.

Jakarta: Erlangga.

Firmansyah, R., A.M. Hendrawan., & M.U. Riandi. 2007. Mudah dan Aktif

Belajar Biologi. Bandung: PT. Setia Purna Inves.

Anda mungkin juga menyukai