Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MANDIRI

JUDUL : PENERAPAN CARRING DI KAMAR BEDAH


NAMA : ZULFIKAR R.
INSTANSI : IBS – RSUD dr. Zainoel Abidin B. Aceh

A. Pengertian
Caring berasal dari kata dalam bahasa inggris “to care”, yang memiliki beberapa aspek
pengertian, antara lain : 1) Per-HATI-an yang sungguh –sungguh, pemikran yang sungguh-
sungguh; 2) Perlindungan, tanggung jawab, dan 3) Perasaan ingin mengerti, memelihara,
menginginkan.”Caring”adalah sentuhan dan empati (Ray,1981).

B. 5 komponen caring ( 5C’S)


Aktualisasi caring dalam keperawatan merupakan hal yang penting. Caring diaktualisasi
oleh perawat melalui komponen caring yang dikenal dengan Five C’S yaitu:
1. Compassion (Belarasa) Merupakan cara manusia membuktikan kesadarannya akan
hubungan antara manusia.
2. Competence (Kompetensi, Kemampuan) : Keadaan dimana seseorang mempunyai
pengetahuan, ketrampilan upaya, pengalaman dan motivasi untuk memenuhi tanggung
jawab professional.
3. Confidence (Percaya Diri) : Suatu keadaan dimaksudkan untuk memelihara hubungan
antara manusia dengan penuh kepercayaan.
4. Conscience (Suara Hati) : Mewarnai pernyataan seseorang akan kesadaran moral,
kepekaan, menyatakan perasaan tentang apa yang benar dan apa yang salah.
5. Commitment : Suatu tanggapan yang mengekspresikan pertemuan antara hasrat dan
tanggung jawab.

C. Caring Dalam Keperawatan


Dalam kehidupan profesionalnya,para perawat mengalamikejadian khususyang berkesan
dengan pasiennya. Namun hanya sedikit cerita rinci tentang kejadian terkesan tersebut karena
walaupun mengalaminya, perawat kurang begitu merasakannya.Hasilnya, aspek perawatan
yang penting ini tidak dikemukakan secara eksplisit dalam mengkonsumsikan esensi
keperawatan bagi perawat maupun orang lain. Perawat bukan satu-satunya professional
kesehatan tetapi dapat dikatakan bahwa perawat satu-satunya yang fokus perhatiannya adalah
caring terhadap manusia
Model kejadian caring yang menyembuhkan terdiri dari komponen besar yaitu:
1. Pre kondisi Caring
Adalah persyaratan awal agar proses kepedulian terjadi. Perawat dan pasien siap
melakukan kontak dan masing-masing membawa kapasitas dan harapan khusus ke dalam
situasi tersebut. Perawat membawa keunikan dirinya dan kekhususannya pada masalah
yang berhubungan dengan kesehatannya. Perawat, secara pribadi dan professional
mempersiapkan diri untuk memberi asuhan dengan memiliki Five C’s.
2. Proses Caring Actual
a. Siap
b. Hadir
c. Memiliki Hubungan Saling Percaya
d. Berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan pasien.
e. Melakukan komunikasi empatik
f. Menyeimbangkan pengetahuan tenaga dan waktu
3. Konteks Caring
Merupakan kontak perawat –pasien di suatu tempat pada waktu tertentu, dalam
lingkungan asuhan keperawatan yang meningkatkan terjadinya proses caring.
4. Perilaku Caring
Sebagai unggulan dari seorang perawat tentunya Perilaku Caring menjadi dasar dan
wajib untuk diterapkan pada pelayanan keperawatan baik dalam rumah sakit, klinik,
rumah perawatan, dll
5. Mewujudkan Sikap Caring Dalam Pelayanan Keperawatan Perioperatif
Sikap caring pertama-tama harus diwujudkan bagi diri sendiri agar semakin menjadi
pribadi yang utuh dan mengembangkan harga diri, supaya pada gilirannya sikap tersebut
akan menjadi pola bertindak dalam melayani orang lain

6. Implementasi Caring Dalam Asuhan Keperawatan Perioperatif


7. Hambatan Dalam Perwujudan Kepedulian / Caring Ada beberapa hal yang merupakan
hambatan kepedulian sosial, diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Egoisme
b. Materialistis
DAFTAR PUSTAKA
Corner Ramona, at al (2013) Perioperative Standar and Recommended, 2013 edition
USA: AORN
Goodmen Terri dan Spry Cynthya (2014) Essential of Perioperative Nursing USA: John
and Bartlett
Lundie Nanette (2008) Standards For Perioperative Nursing. Australia: ACORN
Osborne Sonya (ed) (2016) Standards For Perioperative Nursing14 th edition. Australia:
ACORN

Anda mungkin juga menyukai