Anda di halaman 1dari 7

Nama : IRFAN

NIM : 043137403
Mata Kuliah : Pendidikan Agama Islam (MKWU4101)

TUGAS 1
1. Konstruksi pengertian iman dalam Al-quran berkaitan dengan assyaddu hubban (QS. Al-
Baqarah (2): 165), qalbu, mata, dan telinga (QS. Al-A’raaf (7):179).

a. Tuliskan ayat dan terjemahan QS. Al-Baqarah (2):165 dengan teliti dan benar!

Terjemah Arti: Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan
selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang
yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang
berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan
itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka
menyesal).

b. Jelaskan pengertian hubban dalam ayat tersebut!


Berdasarkan redaksi ayat tersebut, iman identik dengan asyaddu hubban lillah. Hub artinya
kecintaan atau kerinduan. Asyaddu adalah kata superlatif syadid (sangat). Asyaddu hubban
berarti sikap yang menunjukkan kecintaan atau kerinduan luar biasa. Lillah artinya kepada atau
terhadap Allah. Dari ayat tersebut tergambar bahwa iman adalah sikap (attitude), artinya
kondisi mental yang menunjukkan kecenderungan atau keinginan luar biasa terhadap Allah.
Orang-orang yang beriman kepada Allah berarti orang yang rela mengorbankan jiwa dan
raganya untuk mewujudkan harapan atau kemauan yang dituntut oleh Allah SWT kepadanya.
c. Jelaskan pengertian iman kepada Allah SWT menurut ayat tersebut?
Keimanan berasal dari kata dasar “iman”. Untuk memahami pengertian iman dalam ajaran
islam strateginya adalah mengumpulkan ayat-ayat Al-quran atau hadits yang redaksionalnya
terdapat kata “iman” atau kata lain yang dibentuk dari kata tersebut yaitu “aamana” (fi’il
madhi/bentuk telah), “yu’minu” (fi’il mudhari/bentuk sedang atau akan), dan “mukminun”
(pelaku/orang yang beriman). Selanjutnya dari ayat-ayat atau hadits tersbut dicari
pengertiannya.

d. Tuliskan ayat dan terjemah QS. Al-A’raaf (7):179 dengan teliti dan benar!

Terjemahan: Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari
jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami
(ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat
(tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya
untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih
sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

e. Jelaskan pengertian iman kepada Allah SWT menurut ayat QS. Al-A’raaf (7):179 tersebut?
Pengertian iman menurut Al-Quran Surah Al-A'raf ayat 179 bahwa iman adalah meyakini
dengan hati dan dibuktikan dalam amal perbuatan dengan menggunakan seluruh indera yang
ada. Manusia dan jin dianugerahkan Allah dengan hati, namun sayangnya hati tersebut tidak
digunakan untuk meyakini ayat-ayat Allah serta tidak mengimani Allah. Manusia dan jin lebih
mendahulukan hawa nafsunya sehingga tidak menggunakan segala pemberiannya untuk
semakin menguatkan keimanan dan ketakwaannya. Seharusnya dengan hati, akal, dan seluruh
anggota tubuh yang dianugerahkan oleh Allah, manusia dan jin dapat semakin yakin akan
beradaan Allah, kebesaran, dan kekuasaan Allah. Manusia dan jin akan semakin taat dan mau
beribadah hanya kepada Allah.
f. Jelaskan secara ringkas pengertian iman kepada Allah SWT dari kedua ayat tersebut?
 (QS. Al- Baqarah (2) : 165), nanamieK ‫و‬berasal‫و‬dari‫و‬kata‫و‬dasar‫“و‬Iman”. Untuk
memahami pengertian iman dalam ajaran Islam strateginya yaitu mengumpulkan ayat-
ayat Al-quran atau hadits yang redaksionalnya terdapat kata iman, atau kata lain yang
dibentuk dari kata tersebut utiay‫“و‬aamana” , “yu’minu” , dan mukminun .
 QS. Al-faar’A‫(و‬7):179), Manusia dan jin dianugerahkan Allah dengan hati, namun
sayangnya hati tersebut tidak digunakan untuk meyakini ayat-ayat Allah serta tidak
mengimani Allah. Seharusnya dengan hati, akal, dan seluruh anggota tubuh yang
dianugerahkan oleh Allah, manusia dan jin dapat semakin yakin akan beradaan Allah,
kebesaran, dan kekuasaan Allah. Manusia dan jin akan semakin taat dan mau beribadah
hanya kepada Allah.

2. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya dari segi fisik, non fisik dan tujuan
penciptaannya. Namun, kesempurnaan manusia lebih ditekankan kepada aspek non fisik
dan pencapaian tujuan penciptaan tersebut daripada aspek fisik. Hal ini diantaranya
diisyaratkan dalam kandungan ayat-ayat Q.S. Ali-Imran (3): 190-191 dan Q.S. Qaaf (50):16.

a. Tuliskan terjemah Q.S. Ali-Imran (3): 190-191 dan jelaskan secara ringkas hakikat manusia
menurut kedua ayat tersebut!
 Terjemahan: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya
malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. Ali Imran (3):
190)
 Terjemahan: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau
dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi
(seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha
Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka (QS. Ali Imran (3): 191)
 Pnejelasan: Surat Ali Imran ayat 190-191 secara umum menjelaskan tentang tanda-tanda
kekuasaan Allah yang semestinya direnungi oleh umat Muslim. Mengutip buku Islam
Cinta dan Damai oleh Faza Mahdiyah, berikut beberapa poin khusus isi kandungan Surat
Ali Imran ayat 190-191 :
- Penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang merupakan tanda
kekuasaan Allah.
- Tanda kekuasaan Allah di alam semesta ini hanya diketahui oleh ulul albab.
- Ulul albab adalah orang yang berdzikir dan berpikir. Ia selalu ingat kepada Allah dalam
segala kondisi dan ia juga mempergunakan akalnya untuk memikirkan penciptaan alam
semesta.
- Tafakkur atau berpikir yang benar akan mengantarkan pada kesimpulan bahwa Allah
menciptakan sesuatu tidak ada yang sia-sia. Semuanya benar, semuanya bemanfaat.
- Tafakkur atau berpikir yang benar juga melahirkan kedekatan kepada Allah dan
memperbanyak doa kepada-Nya.

b. Tuliskan terjemah Q.S. Qaaf (50): 16 dan jelaskan secara ringkas hakikat manusia menurut
ayat tersebut!
 Terjemahan: "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang
dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."
 Penjelasan: Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah mengetahui apa yang dibisikkan oleh
manusia dan tidak ada sesuatu pun yang samar atau tersembunyi bagi-Nya. Dan sungguh,
kami, yakni Allah dengan kuasa-Nya bersama ibu bapak yang dijadikannya sebagai
perantara telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya,
baik kebaikan maupun kejahatan, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
Yakni Allah maha mengetahui keadaan manusia walau yang paling tersembunyi sekali
pun. 17. Ingatlah ketika dua malaikat mencatat perbuatan manusia, yang satu duduk di
sebelah kanan, yaitu malaikat yang mencatat kebaikan dan yang lain di sebelah kiri, yaitu
malaikat yang mencatat kejahatan.

c. Jelaskan hakikat kesempurnaan manusia menurut ketiga ayat tersebut!


Dan di antara bukti kekuasaan Allah bahwasanya Allah menciptakan manusia dan menjadikannya
ada dari ketiadaan, dan bahwasanya Allah mengetahui hal yang membahayakan, serta apa yang
disembunyikan dalam hati. Sungguh Allah Maha Dekat daripada urat leher, yaitu urat yang
mengalirkan darah yang terhubung kepada jantung, maka tiada yang tersembunyi bagi Allah
sesuatu pun selamanya.

3. Manusia dari sisi perwujudannya sebagai makhluk sosial, bertempat tinggal dan
berinteraksi dengan sesamanya dalam waktu yang lama dalam suatu masyarakat.

a. Jelaskan pengertian terminologis tentang masyarakat ?


Pengertian terminologis sendiri adalah suatu penjelasan atas istilah, kata, konsep, maupun
halhal tertentu yang dapat memberikan pemahaman bagi manusia. Terminologis dalam
masyarakat artinya suatu konsep,gabungan yang digunakan masyarakat untuk mencakup
pembentukan suatu budaya.

b. Jelaskan asal-usul masyarakat menurut fitrah manusia dalam QS. Al-Hujuraat: 13 dan
QS. Az-Zukhruf: 32
Dalam Al-Quran dijelaskan berbagai hal termasuk dalam konteks fitrah manusia dalam
membentuk masyarakat. Dalam dua ayat Al-Quran yaitu Surah Al-Hujurat ayat 13 dan Surah
Az-Zukhruf ayat 32 disebutkan asal usul masyarakat sebagai berikut:
 Surah Al-Hujurat ayat 13
- Sebelum membentuk masyarakat (kumpulan individu), manusia dibentuk terlebih
dahulu sebagai individu yang barasal dari dua induk atau orangtua berjenis kelamin
laki-laki dan perempuan.
- Kemudian masyarakat terdiri dari berbagai bangsa-bangsa.
- Di dalam masyarakat juga terdapat berbagai latar belakang suku-suku yang berbeda
yang bersatu dan berusaha saling mengenal hingga tinggal bersama sebagai kesatuan
masyarakat.

 Surah Az-Zukhruf ayat 32


- Masyarakat terdiri dari berbagai latar belakang termasuk pendidikan, keilmuan,
kekayaan, dan keahlian. Ada orang-orang yang Allah berikan pendidikan lebih tinggi,
ilmu lebih banyak, kekayaan lebih banyak, dan keahlian yang lebih banyak. Hal ini
bukan menjadikan dirinya individual, tetapi agar membaur ke dalam masyarakat dan
memberikan manfaat untuk sekitar seperti untuk membantu orang lain yang lebih
membutuhkan contohnya berbagi ilmu, berbagi sedekah, dan berbagi keahlian kepada
sesama.

c. Jelaskan kriteria masyarakat beradab dan sejahtera dari sudut pandang masyarakat
madani!
Kriterianya sebagai berikut :

 Menjunjung tinggi nilai


Menjunjung tinggi nilai, norma, dan hukum yang ditopang dengan iman, ilmu, dan
tekhnologi. Itu artinya masyarakat madani hidup berdasarkan aturan-aturan yang
berlaku, seperti nilai, norma, dan hukum. Ketaatan tersebut dilandaskan pada ilmu dan
tekhnologi yang telah dipelajari dan dikembangkannya beserta kekuatan iman atau
keyakinannya kepada Sang Maha Pencipta.

 Memiliki perabadan yang tinggi


Sebagai makhluk yang memiliki keyakinan atau iman kepada Sang Maha Pencipta,
masyarakat madani telah membuktikan bahwa mereka merupakan manusia yang
memiliki peradaban, yaitu beradab atau bertata krama. Selain bertata krama terhadap
Tuhan, tentunya juga bertata krama pada sesama manusia.

 Mengedepankan kesederajatan dan transparansi.


Ciri masyarakat madani dalam hal ini adalah mereka menganggap bahwa status mereka
sama, baik pria atau perempuan. Transparansi atau keterbukaan berarti mereka
menjalankan hidupnya harus dengan sikap jujur dan tidak perlu ada hal-hal yang harus
ditutupi sehingga menumbuhkan rasa saling percaya antar satu sama lain. Hal ini
menunjukkan bahwa dalam masyarakat madani terdapat nuansa demokrasi, di mana
demokratisasi dapat diwujudkan dengan adanya fungsi Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM), pers yang bebas, supremasi atau kekuasaan tertinggi dalam hukum, partai
politik, perguruan tinggi, dan toleransi.
Hal ini dikarenakan dalam masyarakat sosial memiliki kaitan dengan wacana kritik
rasional masyarakat yang secara eskplisit atau jelas mensyarakat munculnya
demokrasi. Sedemikian sehingga masyarakat madani hanya bisa dijamin di negara
yang menganut sistem demokrasi, seperti Indonesia. Demikianlah pendapat yang
disampaikan oleh Neera Candoke. Toleransi sebagaimana telah disinggung dalam poin
keempat di atas, memiliki artian bahwa kesedian individu atau perseorangan untuk
menerima pandangan, pendapat serta sikap yang berbeda mengenai politik dan sosial.
Toleransi yang demikian juga merupakan sikap yang dikembangkan dalam masyarakat
madani sebagai bentuk dari rasa saling menghargai dan menghormati antar sesama,
baik perorangan maupun kelompok terkait pendapat dan sikap yang berbeda-beda.
 Ruang publik yang bebas
Ruang public yang bebas atau dikenal dengan istilah free public sphere merupakan
wilayah yang memungkinkan masyarakat sebagai warga negara untuk memiliki hak
dan kewajiban warga negara melalui akses penuh terhadap kegiatan politik,
menyampaikan pendapat dengan status orang yang merdeka (yang berarti bebas),
berserikat atau bekerjasama, berkumpul serta mempublikasikan pendapat dan
informasi kepada publik atau masyarakat luas.

 Supremasi hukum
Supremasi hukum atau dalam KBBI diartikan sebagai kekuasaan tertinggi dalam
hukum memiliki arti bahwa terdapat jaminan terciptanya keadilan yang bisa dicapai
bila menempatkan hukum sebagai kekuasaan tertinggi dalam sebuah negara. Tentu
keadilan tersebut akan tercipta apabila hukum diberlakukan secara netral, dalam artian
tidak adanya pengecualian untuk memperoleh suatu kebenaran atas nama hukum.

 Keadilan sosial
Keadilan sosial atau social justice merupakan suatu keseimbangan dan pembagian
yang proporsional atau sesuai antara hak dan kewajiban antar warga dan negara yang
meliputi seluruh aspek kehidupan. Artinya seorang warga negara memiliki hak dan
kewajiban terhadap negaranya. Begitupula pula sebuah negara juga memiliki hak dan
kewajiban atas warganya. Yang mana hak dan kewajiban tersebut memiliki porsi atau
ukuran yang sama sehingga berimbang. Plural atau keberagaman pasti akan terjadi
dalam kalangan masyarakat terlebih dalam suatu negara yang merupakan kesatuan atau
kumpulan dari berbagai kelompok masyarakat, terlepas dari masyarakat asli maupun
pendatang yang menutuskan untuk tinggal di dalamnya.
Sedemikian sehingga yang dimaksud dengan pluralisme adalah sebuah sikap
menerima dan mengakui fakta serta tulus bahwa masyarakat itu bersifat majemuk atau
beragam dan dapat menjadi penyebab terciptanya masyarakat majemuk dan
multikultural. Mulai dari kebiasaan, nilai norma, dan kebudayaannya, seperti
contohnya Negara kita sendiri, yaitu Indonesia.
Banyak sekali keragaman masyarakat, mulai dari bahasa, suku, agama, etnis, dan
budayanya. Sebagai masyarakat madani, tentunya sikap tersebut, yaitu pluralisme
harus dimiliki dan dijaga serta berkeyakinan bahwa keberagaman itu bernilai positif
yang dirahmatkan oleh Sang Maha Pencipta.

 Partisipasi sosial
Berpatisipasi dalam lingkungan sosial merupakan salah satu cara untuk menjalin
hubungan dan kerjasama antar individu maupun kelompok untuk mencapai sebuah
tujuan tertentu. Partisipasi sosial yang bersih tanpa rekayasa merupakan awal yang baik
untuk menciptakan masyarakat madani. Hal ini bisa saja terjadi apabila terdapat nuansa
yang memungkinkan otonomi (hak dan kewajiban) individu terjaga dengan baik.
Artinya dalam masyarakat madani harus seimbang antara hak dan kewajibannya
sesama individu. Sedemikian sehingga tercipta keadilan sosial atau social justice
sebagaimana telah disebutkan sebelumnya pada poin kedelapan.
d. Sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip umum masyarakat beradab dan sejahtera!
Prinsip masyarakat beradab dan sejahtera (masyarakat madani) adalah keadilan sosial,
egalitarianisme, pluralisme, supremasi hukum, dan pengawasan sosial.
 Keadilan sosial adalah tindakan adil terhadap setiap orang dan membebaskan segala
penindasan.
 Egalitarianisme adalah kesamaan tanpa diskriminasi baik etnis, agama, suku, dll.
 Pluralisme adalah sikap menghormati kemajemukan dengan menerimanya secara tulus
sebagai sebuah anugerah dan kebajikan.
 Supremasi hukum adalah menempatkan hukum di atas segalanya dan menetapkannya
tanpa memandang “atas” dan “bawah”.

DEMIKIAN JAWABAN DARI TUGAS YANG DIBERIKAN OLEH BAPAK


DOSEN “M. IRFAN LUTHFI RANGKUTI” UNTUK MEMENUHI
TUGAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MKWU4101 YANG
DIBERIKAN, SEKIAN DAN TERIMAKASIH
WASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATU

Anda mungkin juga menyukai