Anda di halaman 1dari 4

Ahmad Huzein Bahtiar

165020301111045
AKM CG

 Kas adalah alat pembayaran yang dipergunakan oleh perusahaan untuk


membiayai kegiatan umum atau operasional perusahaan.

 Pengendalian kas :
1. Perencanaan untuk arus kas → Cash Budget
2. Pengendalian dari penerimaan kas
3. Pengendalian dari pengeluaran kas
4. Melakukan Rekonsiliasi bank
5. Penerapan sistem dana tetap kas kecil

 Prosedur penerimaan kas :


1. Adanya pembagian tugas, petugas yang menyimpan, menerima, dan
mencatat penerimaan uang
2. Laporan kas dibuat setiap hari, untuk perusahaan kecil pembuatan
laporan kas dibuat oleh pemilik perusahaan
3. Uang langsung disetorkan ke bank setelah uang diterima

 Prosedur pengeluaran kas :


1. Segala pengeluaran menggunakan cek. Sedangkan pengeluaran yang
jumlahnya kecil melalui kas kecil
2. Segala pengeluaran kas harus mendapat persetujuan dari pihak yang
berwenang
3. Dibentuk kas kecil dengan pengawasan yang ketat
4. Penulisan cek harus didukung dengan bukti yang otentik, akurat atau
memakai sistem voucher
5. Adanya pembagian tugas, antara yang menyetujui pengeluaran kas,
menyimpan uang kas, mengeluarkan uang kas, dan yan melakukan
pencatatan atas pengeluaran kas

 Ekuivalen kas
Investasi jangka pendek yang sangat likuid yang :
a) Segera bisa dikonversi menjadi sejumlah kas yang diketahui
b) Begitu dekat dengan jatuh temponya sehingga perubahan suku bunga
tidak signifikan
Contohnya : Treasury bill, kertas komersial (commercial paper), dan dana-
dana pasar uang.

 Kas yang di batasi


Jika jumlahnya material maka dipisahkan dari ‘kas reguler’, dapat dilaporkan
sebagai aktiva lancar atau aktiva jangka panjang tergantung pada tanggal
ketersediaan atau pembayaran.
Contohnya, Dibatasi untuk : 1. perluasan pabrik
2. pelunasan hutang jangka panjang
3. saldo kompensasi.

 Overdraft Bank
Ketika perusahaan menulis cek dalam jumlah yang melebihi rekening kas
(bank).
a) Umumnya dilaporkan dalam kelompok kewajiban lancar (bukan utang
usaha).
b) Di offset terhadap akun kas apabila kas tersedia pada akun lainnya di
bank yang sama di mana overdraft tersebut terjadi.

 Kas kecil adalah uang yang sengaja dicadangkan oleh perusahaan dalam
rangka untuk membayar pengeluaran rutin yang nilai nominalnya relatif kecil.
Kas kecil memliki beberapa karakteristik, diantaranya :
1. Jumlahnya terbatas
Pihak manajemen perusahaan biasanya membatasi jumlah kas kecil
sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jumlah kas kecil tiap perusahaan
akan berbeda-beda sesuai dengan tingkat operasionalnya.
2. Digunakan untuk membiayai transaksi rutin yang jumlahnya relatif kecil
Tujuan dari kas kecil, sebagai persediaan untuk mendanai transaksi rutin
yang jumlahnya kecil. Pihak manajemen memiliki hak untuk menentukan
besarnya kas kecil, tentunya disesuaikan dengan operasional perusahaan.

 Piutang adalah klaim terhadap pihak tertentu yang penyelesaiannya


diharapkan dalam bentuk Kas selama kegiatan normal perusahaan. Klaim
timbul karena berbagai sebab, misalnya penjualan secara kredit, pemberian
pinjaman kepada karyawan, porsekot dalam kontrak pembelian, porsekot
kepada karyawan, dan lain-lain

 Jenis – jenis piutang :


a. Piutang Dagang (Account Receivables) yaitu piutang yang timbul dari
penjualan kredit barang atau Jasa yang merupakan usaha pokok
perusahaan. Bila piutang timbul dari penjualan asset perusahaan,
pemberian pinjaman kepada pihak tertentu maka piutang tersebut tidak
termasuk golongan piutang dagang
b. Wesel Tagih yaitu Piutang yang secara formil didukung oleh penjanjian
untuk membayar secara tertulis (Notes Payable)
c. Piutang non dagang yaitu piutang yang timbul akibat penjualan asset,
pemberian pinjaman kepada pihak tertentu. Misalnya pinjaman karyawan.

 Diskon tunai diberikan sebagai perangsang agar pembeli melakukan


pembayaran secepatnya. Diskon ini dinyatakan seperti 2/10, n/30 atau 2/10,
atau E.O.M. net 30, E.O.M. Perusahaan biasanya mencatat transaksi
penjualan dan diskon penjualan terkait denganmencatat piutang dan
penjualan dalam jumlah kotor.
 Tidak Ada Pengakuan atas Unsur Bunga
Piutang harus diukur dalam istilah nilai sekarang, yaitu nilai diskonto dari kas
yang akan diterima di masa depan. Jika ekspektasi penerimaan kas
memerlukan periode tunggu, maka jumlah nominal piutang tidak sama
nilainya dengan jumlah yang akan diterima kemudian.

 Pelaporan piutang melibatkan :


1. Klasifikasi
2. Penilaian dalam neraca.

 Ada dua prosedur untuk mencatat piutang yang tak tertagih, yaitu sebagai
berikut :
1. Metode penghapusan langsung, ketika sebuah perusahaan menentukan
rekening tertentu tidak akan tertagih itu biaya rugi kepada Beban Utang
Macet. Dengan metode ini,Beban Utang Macet akan menunjukkan hanya
kerugian yang sebenarnya dari piutang tak tertagih. perusahaan akan
melaporkan piutang sebesar jumlah kotor.
2. Metode penyisihan, untuk piutang tak tertagih melibatkan estimasi
piutang tak tertagih pada akhir setiap periode. Kas nilai realisasi bersih
adalah jumlah perusahaan mengharapkan untuk menerima dalam kas.
Metode ini mengurangi piutang dalam laporan posisi keuangan dengan
jumlah piutang tak tertagih diperkirakan.

 Merekam Penghapusan Dari Akun Tak Tertagih


Ketika perusahaan telah kehabisan semua cara mengumpulkan rekening
lewat jatuh tempo dan tagihan muncul mungkin, perusahaan harus
menghapus akun.

 Perusahaan membuat dua entri untuk mencatat pemulihan utang buruk :


1) membalikkan entri yang dibuat secara tertulis dari akun, dan
2) menjurnal tagihan secara biasa.

 Penurunan Proses Evaluasi


Perusahaan menilai piutang terhadap penurunan setiap periode pelaporan
dan memulai penilaian penurunan dengan mempertimbangkan apakah
terdapat bukti obyektif menunjukkan bahwa satu atau lebih peristiwa
hilangnya telah terjadi. Contoh peristiwa kehilangan yang mungkin adalah :
1. Masalah keuangan yang signifikan dari pelanggan
2. Kegagalan pembayaran
3. Negosiasi ulang persyaratan piutang tersebut karena kesulitan keuangan
pelanggan
4. Penurunan yang dapat diukur kas estimasi mengalir dari sekelompok
piutang sejak pengakuan awal, meskipun penurunannya belum dapat
diidentifikasi dengan asetindividu
 Wesel tagih didukung oleh promes formal, yaitu janji tertulis untuk membayar
sejumlah uang tertentu pada suatu tanggal di masa depan. Wesel semacam
itu merupakan instrument yang dapat dinegosiasikan yang ditandatangani
oleh pembuat untuk kepentingan yang dibayar atau penerima yang mungkin
secara legal dan cepat bisa menjual atau mentransfernya ke pihak lain.