Anda di halaman 1dari 2

Ahmad Huzein Bahtiar

165020301111045
AKM CG

 Persediaan adalah pos-pos aktiva yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual
dalam operasi bisnis normal, atau barang yang akan digunakan atau
dikonsumsi dalam membuat barang yang akan dijual. Investasi dalam
persediaan biasanya merupakan aktiva lancar paling besar dari perusahaan
barang dagang (ritel) dan manufaktur.

 Klasifikasi Perusahaan
1. Perusahaan dagang seperti Wal-Mart ini melaporkan biaya yang terkait
dengan unit-unit yang belum terjual dan masih ada ditangan sebagai
persediaan barang dagang. Hanya satu akun persediaan, Persediaan
Barang Dagang, yang muncul dalam laporan keuangan.
2. Perusahaan manufaktur, merupakan perusahaan manufaktur seperti
Boeing dan Motorola. Walaupun produk yang mereka hasilkan sangat
berbeda, perusahaan manufaktur biasanya memiliki tiga akun persediaan
yaitu : bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi.

 Sistem perpetual secara terus menerus melacak perubahan akun persediaan.


Yaitu, semua pembelian dan penjualan (pengeluaran) barang dicatat secara
langsung ke akun persediaan pada saat terjadi. Sistem ini menyediakan
catatan yang berkelanjutan tentang saldo baik dalam akun persediaan
maupun akun Harga Pokok Penjualan.

 Sistem periodik, kuantitas persediaan di tangan ditentukan secara periodik.


Akun persediaan tetap sama dan yang didebet adalah akun pembeliaan.
Harga pokok penjualan ditentukan pada akhir periode dengan mengurangi
persediaan akhir dari harga barang yang tersedia untuk dijual. Persediaan
akhir ditentukan melalui perhitungan fisik.

 Barang - Barang Fisik yang Dimasukkan Dalam Perlengkapan


o Barang dalam perjalanan : barang dagang yang dibeli masih berada
dalam perjalanan belum diterima pembeli pada akhir periode fiskal. Hal ini
dapat itentukan dengan mengaplikasikan aturan perpindahan hak
kepemilikan. Jika barang dikirim atas dasar:
- F.O.B Shipping Poin, hak kepemilikan pindak ke pembeli jika penjual
menyerahkan barang kepada perusahaan pengangkut, agen bagi
pembeli
- F.O.B destination, hak kepemilikan belum berpindah sampai pembeli
menerima barang dari perusahaan pengangkut
o Barang konsinyasi : barang konsinyasi ialah barang dagang yang dikirim
ke pihak lain dan bertindak sebagai afen consignor dalam menjual barang
konsinyasi.
o Perjanjian penjualan khusus : untuk mengidentidikasi jenis masalah yanf
dapat ditemukan dalam praktek penjualan, yaitu:
- Penjualan dengan perjanjian beli kembali
- Penjualan dengan retur yang tinggi
- Penjuala cicilan
o Kesalahan persediaan

 Biaya - Biaya yang Dimasukkan Dalam Perlengkapan


o Biaya produk : biaya yang melekat dengan persediaan yang dicatat dalam
akun perserdiaan. Biaya produksi berhubungan langsung dengan transfer
barang ke lokasi bisnis pembeli dan pengubahan barang tersebut ke
bentuk yang siap dijual.
o Biaya periode : ialah biaya yang tidah berhubungan langsung dengan
proses produksi barang. Oleh karena itu, tidak dianggap sebagai bagian
dari pesediaan.
o Biaya manufaktur : biaya overhead manufaktur meliputi beban tidak
langsung, tenaga kerja tidak langsung, dan pos-pos seperti penyusutan,
pajak, asuransi, pemanas dan listrik yang dibutuhkan dalam proses
manufaktur

 Asumsi Biaya
o Biaya rata-rata : menilai pos-pos yang terdapat dalam persediaan
menurut biaya rata-rata dari seluruh barang serupa yang tersedia selama
satu periode.
o FIFO : mengasumsikan bahwa barang-barang digunakan sesuai dengan
urutan pembeliannya. Karena itu, persediaan yang tersisa harus
merupakan barang yang dibeli paling akhir.
o LIFO : menandingkan biaya dari barang-barang yang dibeli paling akhir
dengan pendapatan.