Anda di halaman 1dari 9

TUGAS 1 SESI 3 – (ESPA4314) PEREKONOMIAN INDONESIA

NAMA : MARLINA SUKMAWATI


NIM : 043535189
PRODI : S1 MANAJEMEN 2021.1 (SIPAS)
UPBJJ : UT JAKARTA
SEMESTER : 2

1. Jelaskan pemikiran yang dijadikan dasar falsafah pada Sistem Ekonomi Kapitalis?
 Kebebasan memiliki harta secara perorangan (Hak Milik Pribadi)Setiap negara mengetahui hak
kebebasan individu untuk memiliki harta perseorangan. Setiap individu dapat memilik, membeli
dan menjual hartanya menurut yang dikehendaki tanpa hambatan. Individu mempunyai
kekuasaan penuh terhadap hartanya dan bebas menggunakan sumber-sumber ekonomi menurut
cara yang dikehendaki. Setiap individu berhak menikmati manfaat yang diperoleh dari produksi
dan distribusi secara bebas untuk melakukan pekerjaan.
 Kebebasan ekonomi dan persaingan bebas (Kebebasan Berusaha dan kebebasan memilih) Setiap
individu berhak untuk mendirikan, mengorganisasi dan mengelola perusahaan yang diinginkan.
Individu juga berhak terjun dalam semua bidang perniagaan dan memperoleh sebanyak-
banyaknya keuntungan. Negara tidak boleh campur tangan dalam semua kegiatan ekonomi yang
bertujuan untuk mencari keuntungan, selagi aktivitas yang dilakukan itu sah dan menurut
peraturan negara tersebut. Berdasarkan prindip ekonomi dan tuntutannya yaitu persaingan
bebas maka untuk itu tiap individu dapat menggunakan potensi fisiknya, mental dan sumber-
sumber yang tersedia untuk dimanfaatkan bagi kepentingan individu tersebut.
 Ketimpangan ekonomi dalam sistem ekonomi kapitalis, modal merupakam sumber produksi dan
sumber kebebasan. Individu-individu yang memiliki modal lebih besar akan menikmati
hakkebebasan yang lebih baik untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Ketidaksamaan
kesempatan mewujudkan jurang perbedaan diantara golongan kaya bertambah kaya dan
golongan miskin bertambah miskin.
 PersainganSistem persaingan bebas dari sistem ekonomi kapitalis adalah motivasi individu untuk
memenuhi kepentingan/keuntungan diri sendiri.
 Harga ditentukan oleh mekanisme pasarSegala keputusan yang diambil oleh pengusaha (penjual)
dan konsumen (pembeli)dilakukan melalui sistem pasar. Daam kata lain, tingkat harga dan jumlah
produksi sepenuhnya oleh kekuatan permintaan dan penawaran.
 Peranan terbatas pemerintahDalam sistem ekonomi kapitalis, pemerintah masih mempunyai
peran yang dapat membatasi berbagai kebebasan individu misalnya mengeluarkan peraturan-
peraturan yang melarang praktek-praktek monopoli dan melindungi hak-hak konsumen dan
pekerja.

Sumber: BMP.ESPA4314/MODUL 1, Nelite.com, jurnal.uinbanten.ac.id

2. Jelaskan Sistem Ekonomi Pancasila, sebagai Sistem Ekonomi khas Indonesia?

Sistem ekonomi pancasila adalah sistem ekonomi yang berasaskan nilai dan moral pancasila. Sistem
ekonomi ini menjadi identitas perekonomian Indonesia. Sebutan lain dari sistem ekonom pancasila
adalah sistem demokrasi ekonomi. Di sini istilah demokrasi ekonomi dan ekonomi pancasila akan
TUGAS 1 SESI 3 – (ESPA4314) PEREKONOMIAN INDONESIA

NAMA : MARLINA SUKMAWATI


NIM : 043535189
PRODI : S1 MANAJEMEN 2021.1 (SIPAS)
UPBJJ : UT JAKARTA
SEMESTER : 2

digunakan bergantian. Keduanya dimaknai dalam arti yang mirip satu sama lain. Dalam ekonomi
pancasila terkandung undur demokrasi, maka bisa disebut juga demokrasi ekonomi.

Sistem ekonomi pancasila yang diterapkan di Indonesia ini dilihat sebagai tipe ideal. Bagaimanapun,
melihat ekonomi pancasila sebagai tipe ideal lebih relevan ketimbang realitas. Artinya, ada lima
sumber nilai dalam sistem perekonomian pancasila:

- Pertama, nilai ketuhanan, artinya sistem ekonomi berjalan tanpa mengabaikan nilai agama dan
etika.
- Kedua, nilai kemanusiaan, artinya sistem ekonomi mengedepankan prinsip humanis dan tidak
eksploitatif.
- Ketiga, nilai persatuan, artinya kegiatan ekonomi dilakukan bersama-sama dengan
mengedepankan asas kekeluargaan.
- Keempat, nilai musyawarah atau demokrasi, artinya prinsip ekonomi selaras dengan nilai-nilai
demokrasi.
- Kelima, nilai keadilan, artinya pengelolaan sumberdaya ekonomi digunakan seadil-adilnya untuk
kemakmuran rakyat.
Secara legal-formal, penerapan ekonomi pancasila di Indonesia ditopang oleh kekuatan konstitusional
yang dibentuk sejak republik ini berdiri.

Ciri-ciri atau karakteristik sistem ekonomi pancasila


- Etika dan nilai agama terlibat dalam keputusan perekonomian.
- Kebijakan ekonomi mengedepankan nilai kemanusiaan.
- Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berasas kekeluargaan.
- Pengelolaan ekonomi dilakukan dengan pemufakatan lembaga perwakilan rakyat.
- Cabang-cabang produksi yang penting bagi rakyat dikuasai oleh negara untuk kemakmuran
rakyat.
- Kekayaan alam di bumi Indonesia dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat.
- Hak milik perseorangan diakui oleh negara dengan tidak bertentangan dengan kepentingan
umum.
- Daya kreasi ekonomi masyarakat tidak merugikan kepentingan umum.
- Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Beberapa ciri sistem ekonomi yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa ekonomi pancasila
mengedepankan unsur kolektivitas dan kekeluargaan dalam pengelolaan perekonomian. Rakyat
banyak sangat diuntungkan dengan sistem demokrasi pancasila karena kekayaan dan kekuasaan
ekonomi negara dikembalikan lagi pada rakyat.

Kelebihan sistem ekonomi pancasila


 Pengelolaan ekonomi merupakan usaha kolektif untuk mencapai kemakmuran bersama.
 Perekonomian nasional diutamakan untuk kemakmuran rakyat.
 Inovasi dan kreativitas individu dikembangkan tanpa mengganggu kepentingan umum.
TUGAS 1 SESI 3 – (ESPA4314) PEREKONOMIAN INDONESIA

NAMA : MARLINA SUKMAWATI


NIM : 043535189
PRODI : S1 MANAJEMEN 2021.1 (SIPAS)
UPBJJ : UT JAKARTA
SEMESTER : 2

Kekurangan sistem ekonomi pancasila


 Daya kreasi dan inovasi masyarakat berpotensi mati karena dominasi negara dalam pengelolaan
perekonomian.
 Keputusan ekonomi diambil secara lambat karena perlu penyelarasan kepentingan bersama.
 Perekonomian berjalan secara tidak efisien karena mengedepankan proses demokrasi yang relatif
lama.
Contoh penerapan ekonomi pancasila
 Koprasi
Adanya koperasi merupakan salah satu wujud penerapan ekonomi pancasila dilihat dari
institusinya. Koperasi merupakan usaha kolektif berasaskan kekeluargaan. Pengelolaan dan
distribusi kekayaannya dikuasai oleh para anggota sehingga kesenjangan ekonomi antarindividu
bisa diminimalisir. Namun sayang, popularitas koperasi kian tenggelam, hal ini terlihat dari
banyaknya koperasi di Indonesia yang tinggal papan namanya saja.
 BUMN
BUMN adalah singkatan dari Badan Usaha Milik Negara. Adanya BUMN menunjukkan eksistensi
peran negara dalam mengelola perekonomian di berbagai bidang. Sebagian BUMN merupakan
hasil dari nasionalisasi perusahaan Belanda setelah proklamasi. Jika BUMN mengalami privatisasi,
maka bisa dilihat sebagai Indikasi berkurangnya peran negara dalam pengelolaan perekonomian
negara.
 Serikat buruh
Serikat buruh merupakan bentuk gerakan kolektif kelas pekerja. Relasi antara pekerja dan
pemodal yang rentan eksploitasi bisa diantisipasi atau dikurangi dengan adanya serikat buruh.
Serikat buruh yang kuat memiliki posisi tawar yang kuat di mata pemilik modal. Kesenjangan
pendapatan antara buruh dan pengusaha termasuk tim manajerial perusahaan bisa dikurangi
apabila serikat buruh memiliki posisi tawar yang kuat. Ekonomi pancasila mengutamakan
kemakmuran bersama, bukan kemakmuran segelintir elit.

Kesimpulan:
Dari sekian banyaknya jenis sistem ekonomi, diantaranya yang cocok diterapkan di Indonesia adalah
sistem ekonomi pancasila. Mengapa demikian? karena sistem ekonomi pancasila adalah sistem
ekonomi yang didasarkan pada pancasila sila ke 5 dan undang-undang dasar pasal 33. Oleh karena itu,
sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila, yang di dalamnya
terkandung demokrasi ekonomi sehingga dikenal juga dengan Sistem Demokrasi Indonesia di mana
peran pemerintah dan masyarakat saling berkesinambungan.

Sumber: BMP.ESPA4314/MODUL 1(hal1.15-1.17), kumparan.com


TUGAS 1 SESI 3 – (ESPA4314) PEREKONOMIAN INDONESIA

NAMA : MARLINA SUKMAWATI


NIM : 043535189
PRODI : S1 MANAJEMEN 2021.1 (SIPAS)
UPBJJ : UT JAKARTA
SEMESTER : 2

3. Jelaskan penyebab internal dan eskternal krisis moneter?

Istilah krisis moneter merujuk pada keadaan memburuknya keuangan suatu negara dalam kurun
waktu tertentu yang ditandai dengan merosotnya nilai tukar uang nasional terhadap mata uang
internasional dan melonjaknya harga kebutuhan di pasar serta menurunnya aktivitas perekonomian
secara global. Setiap negara, baik negara maju maupun berkembang, pasti pernah mengalami krisis
moneter, termasuk Indonesia.

Krisis moneter yang terparah yang pernah dialami oleh Indonesia terjadi pada tahun 1998. Menurut
para ahli, terdapat beberapa faktor internal dan eksternal penyebab krisis moneter. Adapun faktor
internal yang menyebabkan terjadinya krisis moneter ialah sebagai berikut:

a. Kondisi Politik

Pergolakan dalam dunia politik dinilai berpotensi menyebabkan perpecahan dalam masyarakat yang
dikarenakan adanya perbedaan pendapat. Akibatnya, kondisi negara menjadi tidak stabil, dan tidak
menutup kemungkinan terjadinya kerusuhan di sana-sini. Dalam keadaan chaos seperti itu maka para
investor, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, enggan untuk berinvestasi pada negara
dan memilih untuk berinvestasi ke negara lain hingga kondisi politik kembali kondusif. Hal ini
berdampak pada berkurangnya penerimaan pembiayaan negara untuk menjalankan pemerintahan
dan dengan demikian memperburuk kondisi ekonomi secara signifikan.

b. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah menunjukkan kredibilitas pemerintah dalam mengatasi berbagai situasi yang
terjadi pada suatu negara. Bagi para investor, kebijakan pemerintah yang terwujud dalam penerapan
regulasi sangat mempengaruhi keputusan untuk berinvestasi pada suatu negara. Pemerintah melalui
regulasi-regulasi yang disusun seharusnya dapat menyeimbangkan peranan pihak swasta dalam
perdagangan, industri, dan alat-alat produksi. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah agar pihak
swasta tidak terlalu banyak mengambil keuntungan. Karena apabila pihak swasta terlalu banyak
mengambil keuntungan, maka akan berpotensi menyebabkan krisis moneter.

c. Inflasi

Inflasi merupakan kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Ada
beberapa faktor penyebab inflasi di Indonesia, yaitu peningkatan kebutuhan, dorongan biaya,
peningkatan harga rumah, dan jumlah uang yang beredar. Dampak inflasi dapat dirasakan oleh
seluruh lapisan masyarakat di suatu negara, dan secara khusus akan mempengaruhi keputusan
masyarakat dalam melakukan kegiatan konsumsi, investasi, dan produksi.

d. Kelemahan system Perbankan

Lemahnya sistem perbankan bertanggungjawab atas terjadinya krisis moneter yang menimpa
Indonesia pada tahun 1997-1998. Pada masa itu, sebagai dampak dari paket deregulasi perbankan
Oktober 1988, setiap orang dapat mendirikan bank hanya dengan berbekal modal 1 miliar sehingga
TUGAS 1 SESI 3 – (ESPA4314) PEREKONOMIAN INDONESIA

NAMA : MARLINA SUKMAWATI


NIM : 043535189
PRODI : S1 MANAJEMEN 2021.1 (SIPAS)
UPBJJ : UT JAKARTA
SEMESTER : 2

banyak bank baru bermunculan. Sayangnya, kemunculan bank-bank tersebut tidak dibarengi sistem
manajerial dan pengawasan yang baik. Banyak bank yang mengandalkan pinjaman luar negeri dalam
jangka pendek dan tidak disertai mekanisme hedging. Lemahnya pengawas otoriter moneter
menyebabkan banyak penyaluran dana terkonsentrasi pada debitur dalam satu grup. Tidak cukup
disitu, persaingan antar bank yang ketat membuat masing-masing bank berusaha menarik pelanggan
dengan menawarkan produk seperti pinjaman beresiko. Hal-hal tersebut memicu tingginya resiko
kredit macet yang mengakibatkan terjadinya krisis moneter.

e. Masalaha Pada Sector produksi

Pada umumnya, ada dua macam masalah pada sektor produksi yang dinilai berpotensi sebabkan krisis
moneter, yakni:

 Lemahnya alokasi asset atau faktor-faktor produksi yang menyebabkan kesenjangan produktivitas
 Ketidakseimbangan pada struktur produksi

Selain faktor internal, ada pula faktor eksternal yang menyebabkan terjadinya krisis moneter, antara
lain:

a. Hutang Luar Negeri

Negara-negara maju pada umumnya memasang tingkat bunga pinjaman yang rendah dengan tujuan
menarik perhatian debitur. Rendahnya bunga pinjaman ini biasanya dibarengi dengan jangka waktu
yang pendek. Hal ini memicu ketergantungan hutang suatu negara, khususnya negara berkembang
yang membutuhkan pinjaman dana untuk membiayai proyek-proyek seperti pembangunan
infrastruktur. Tanpa menyadari kenyataan bahwa pinjaman dana dalam jumlah besar dan jangka
waktu pendek dapat memicu terjadinya krisis finansial.

b. Krisis Ekonomi Global

Suatu negara juga dapat mengalami krisis moneter sebagai dampak dari krisis ekonomi global, atau
krisis yang juga dialami oleh negara-negara lain. Misalnya, krisis ekonomi tahun 1997-1998 yang
dialami oleh negara-negara di Asia, dan krisis ekonomi tahun 2008 atau dikenal sebagai krisis
subprime mortgage yang dialami oleh Amerika. Krisis moneter yang terjadi pada suatu negara
memang biasanya akan berdampak pada negara lain, karena negara-negara di dunia saling terkait
dalam perekonomian, misalnya dalam perdagangan, industri, dan pinjam-meminjam dana. Akan
tetapi, krisis ekonomi global dapat dihindari dengan kebijakan Pemerintah. Contohnya pada krisis
ekonomi tahun 2008, Indonesia terkena imbas dari krisis subprime mortgage yang dialami Amerika
namun masih dapat terselamatkan berkat penguatan di sektor perbankan.
TUGAS 1 SESI 3 – (ESPA4314) PEREKONOMIAN INDONESIA

NAMA : MARLINA SUKMAWATI


NIM : 043535189
PRODI : S1 MANAJEMEN 2021.1 (SIPAS)
UPBJJ : UT JAKARTA
SEMESTER : 2

Adapun faktor eksternal tersebut dapat diatasi dengan menerapkan kebijakan ekonomi internasional
melalui tarif, quota, serta kebijakan fiskal dan moneter. Sekian pembahasan tentang faktor internal
dan eksternal penyebab krisis moneter.

SUMBER: BMP.ESPA4314/MODUL 1 (HAL 1.22-1.23), dosenekonomi.com,

4. Jelaskan masalah struktural pertanian di Indonesia menurut pendapat Setiawan (2003) dan
pendapat Prof Mubyarto pada tahun 1989?

1) Masalah Struktural Pertanian Indonesia

Menurut Sweiawan (2003) masalah structural pertanian Indonesia ialah mentransformasikan puluhan
juta kaum tani miskin marjenal kedalam dunia pertanian yang lebih modern dan memungkinkan para
petani untuk memiliki kehidupan yang lebih layak.

2) Menurut Prof. Mubyarto (1989) permasalhan structural pertanian Indonesia diantaranya :

a. Jarak yang lebih lebar antar apengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian.
Pendapatan petani hanya pada musim panen, sedangkan pengeluarannya dilakukan setiap
hari. Dalam musim panen terdapat harga pasar yang rendah dan pada musim paceklik
harganya tinggi. Yang sering merugikan petani adalah adanya pengeluaran-pengeluaran yang
tidak dapat diatur dan tidak dapat ditunggu sampai masa panen tiba, sehingga petani sering
menjual tanamannya yang masih hijau di sawah dengan harga atau berupa pinjaman sebagai
jaminan.

b. Pembiayaan Pertanian
Dengan titik tolak adanya kemelaratan yang luas dikalangan petani dan keterlibatan mereka
dengan hutang (baik hutang biasa maupun hutang denga system ijon) maka dapat
disimpulkan bahwa persoalan yang paling sulit dalam ekonomi dalam pertanian Indonesia
adalah persoalan pembiayan pertanian. Jatuhnya petani dalam system ijon karena tidak
adanya system kredit alternative yang lebih baik untuk petani, padahal petani memerlukan
kredit murah untuk meningkatkan produksi dan pendapatan.

c. Tekanan Penduduk
Selain penduduk Indonesia yang sangat padat dan pertambahan jumalah penduduk
pertahunnya tinggi, tetapi persebarannya juga tidak merata antara daerah. Adanya persoalan
penduduk dalam ekonomi pertanian dapat dilihat dari tanda sebagai berikut:
 Persediaan tanah pertanian yang makin kecil,
 Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun,
 Bertambahnya pengangguran
TUGAS 1 SESI 3 – (ESPA4314) PEREKONOMIAN INDONESIA

NAMA : MARLINA SUKMAWATI


NIM : 043535189
PRODI : S1 MANAJEMEN 2021.1 (SIPAS)
UPBJJ : UT JAKARTA
SEMESTER : 2

 Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tandah dan bertambahnya hutang-hutang


pertanian

Masalah penduduk bukan semata mata merupakan perbandingan antara jumlah kelahiran
dan produksi makanan, persebaran, demografis atau masalah kesehatan dan gizi, melainkan
keseluruhan persoalan kehidupan petani sehari-hari.

d. Pertanian Subsistem
Pertanian subsistem merupakan system bertani di mana tujuan utama dari petani adalah
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Produk subsistem mumi di tandai
dengan tidak adanya aspek-aspek komersial dan penggunaan uang. Hubungan antara usaha
tani dan rumah tangga tani sangat erat, kegiatan produksi menyatu dengan kegiatan
konsumsi.

SUMBER: BMP.ESPA4314/MODUL 2 (HAL 2.5-2.6) ,

5. Jelaskan lima faktor yang dapat mendorong terjadinya pertumbuhan industri?

Lima factor yang dapat mendorong pertumbuhan industry adalah;

1) Peningkatan kemampuan SDM


Peningkatan kemampuan SDM mutlak diperlukan untuk menyiapkan pelaku industry yang
berpendidikan dan berkeahlian. Investasi perkembangan sumber daya manusia merupakan
investasi jangka panjang berkelanjutan yang hasilnya tidak dapat dilihat secara cepat.

2) Pembangunan Infrastruktur yang memadai


Untuk memacu perkembangan industry diperlukan infrastruktur yang mencukupi kebutuhan
industry. Infrastruktur yang memadai dapat meningkatkan perkembangan investasi di suatu
wilayah. Contohnya, di Indonesia di pusatkan di pulau Jawa. Padahal di luar pulau Jawa memiliki
areal yang lebih luas, namun karena kurangnya infrastruktur yang memadai menyebabkan
kurangnya minat investor untuk berinvestasi atau menjalankan usahnya di luar pulau Jawa.

3) Foreign Direet Investment


Investasi asing langsung dapat meningkatkan perkembangan industry, bahkan pertumbuhan
ekonomi. Investasi asing secara langsung ditandai dengan didirikannya pabrik-pabrik baru.
Adanya modal asing yang masuk ke pabrik akan merubah pola industry dari tradisional ke industry
modern dan adanya ahli teknologi dengan harapan akan berkurangnya kerusakan lingkungan,
tidak menyingkirkan ekonomi rakyat dan tidak merusak tatanan social, budaya masyarakat
setempat.

4) Pembayaran yang dihasilkan dari investasi menarik


TUGAS 1 SESI 3 – (ESPA4314) PEREKONOMIAN INDONESIA

NAMA : MARLINA SUKMAWATI


NIM : 043535189
PRODI : S1 MANAJEMEN 2021.1 (SIPAS)
UPBJJ : UT JAKARTA
SEMESTER : 2

Retrun yang tinggi dari hasil investasi akan menarik investor untuk meningkatkan modalnya di
Indonesia. Modal dengan bentuk uang akan selalu mencari bentuk usaha yang memberikan hasil
investasi lebih tinggi. Dengan demikian, tingkat retrun yang tinggi akan meningkatkan investasi di
Indonesia.

5) Peningkatan riset serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai.


Adanya peningkatan riset di bidang iptek dapat meningkatkan daya saing produksi di pasar
internasional baik dari segi harga maupun kualitas. Untuk dapat bersaing dengan produk dari
Negara lain, perusahan harus efisien, yang dapat di capai melalui kegiatan riset Iptek.

SUMBER: BMP.ESPA4314/MODUL 2 (HAL 2.21-2.22)

6. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong perbankan untuk menerapkan prinsip prinsip
manajemen yang berorientasi pada pasar. Bentuk-bentuk subsidi bunga dibatasi dan hanya
diberikan untuk skala prioritas tertentu, sedangkan penentuan suku bunga kredit non prioritas
diserahkan pada pasar. Sebutkan Isi Paket Kebijakan Juni 1983?

Pada Juni 1983, pemerintah mengumumkan paket deregulasi sektor moneter atau biasa disebut
Pakjun 1983. Deregulasi ini pada intinya mengubah mekanisme dan piranti pengendalian moneter.
Sasarannya kali ini adalah mendorong swasta lebih berperan dalam pembangunan, mengingat
sumber-sumber pendanaan pemerintah sedang terbatas.
Isi Pakjun 1983 adalah:
1) Pengehapusan pagu kredit sehingga perbankan dapat memberikan kredit secara lebih fleksibel
sesuai dengan kemampuan.
2) Kembebasan dalam menetukan suku bunga perbankan baik deposito, tabungan, maupun kredit
dalam meningkatkan mobilitas dana dari dan kepada masyarakat.
3) Pengaturan volume kredit likuiditas dapat mengurangi ketergantungan bank-bank kepada bank
sentral dengan memperkenalkan alat kebijakan moneter berupa sertifikat bank Indonesia (SBI)
dan fasilitas diskonto.
Dengan deregulasi perbankan diharapkan mampu menghilangkan distorsidistorsi dalam
perekonomian nasional khususnya bagi sektor perbankan. Ini berarti bahwa suku bunga deposito
makin mencerminkan nilai nominal yang sebenarnya karena berfluktuasi mengikuti fluktuasi laju
inflasi.

SUMBER: BMP.ESPA4314/MODUL 3(hal 3.6)


TUGAS 1 SESI 3 – (ESPA4314) PEREKONOMIAN INDONESIA

NAMA : MARLINA SUKMAWATI


NIM : 043535189
PRODI : S1 MANAJEMEN 2021.1 (SIPAS)
UPBJJ : UT JAKARTA
SEMESTER : 2

7. Jelaskan cara yang telah ditempuh pemerintah untuk menyehatkan perbankan Indonesia?

Ada bebrapa cara yang telah ditempuh pemerintahan untuk menyahatkan perbankan Indonesia yaitu:

1) Likuidasi Bank
Kebijakan pemerintah untuk melikudasi 16 bank menimbulkan biaya social yang besar, yaitu
anjloknya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan. Tidak berjalannya mekanisme
intermediasi bank berdampak buruk bagi perekonomian. Adanya kontraksi penawaran agregat
dan sisi lain terjadi pula ekspansi permintaan agregat mengakibatkan angka inflasi tinggi.

2) Penggabungan Bank ( Marger)


Marger akan meningkatkan efisiensi yang berasal dari penghematan biaya oprasonal bank
Pemerintah melalui peraturan pemerintah NO.40 Tahun 1997 dapat di beri kewenangan Bank
Indonesia untuk melaksanakan segala kewenangan pemegang saham untuk melakukan
penggabungan, peleburan, atau pengambilalihan bank tanpa melalui rapat umum pemegang
saham (RUPS)

3) Restruktur Perbankan
Restruktur perbankan bertujuan untuk mengubah perbankan dari yang tidak sehat menjadi sehat
dengan berbagai strategi. Untuk jangka pendek restruktur ditujukan untuk memeulihkan
kepercayaan pasar terhadap system keuangan, penggunaan sumber daya secara efisien, dan
memiliki investor dan pengelola yang professional.

4) Rekapitalisai Perbankan
Untuk mengikuti sekema rekapitulasi, bank diwajibkan dapat mencapai CAR tidak kurang dari
25%. Target adanya rekapitalisai adalah menjadikan bank domestic mencapai CAR 4% pada saat
setelah krisis

SUMBER: BMP.ESPA4314/MODUL 3(hal 3.13-3.14)