Anda di halaman 1dari 109

PANDUAN

Aplikasi Sistem Administrasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling


( SIAP-BK )

MUSYAWARAH GURU BIMBINGAN DAN KONSELING ( MGBK )


KANTOR KEMENTERIAN AGAMA WILAYAH PROPINSI JAWA TIMUR

Hak cipta di lindungi oleh undang-undang


Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa seizin
dari penerbit

Ketentuan pidana pasal 72 UU No. 19 tahun 2002


1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana
di maksut dalam pasal 2 ayat (1) atau pasal 29 ayat (1) dan ayat (2) dipidana
dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit
Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) atau pidana penjara paling lama (tujuh) tahun
dan/atau denda paling banyak Rp.5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah)
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan atau
menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta
terkait sebagaimana di maksut pada ayat (1), dipidana dengan pidana penjara
paling lama 5 (lima) tahun dan/denda paling banyak Rp. 500.000.000,00
(limaraurus juta rupiah)
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan
Rahmat serta hidayahNya kepada kita, sehingga penyusun dapat menyelesaikan panduan
Aplikasi Sistem Administrasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling (SIAP-BK) sesuai dengan
rencana.
Layanan Bimbingan dan Konseling merupakan kegiatan yang terpadu dan takterpisahkan
dari keseluruhan kegiatan pendidikan di lembaga pendidikan yang mencakup seluruh tujuan dan
fungsi layanan konseling. Oleh karena itu upaya pelayanan konseling hendaknya memungkinkan
peserta didik mengenal, menerima diri sendiri serta lingkungan secara positif dan dinamis dan
mampu mengambil keputusan, mengarahkan, merencanakan diri sendiri secara efektif dan
produktif sesuai dengan pengembangan tugas kompetensinya.
Panduan Aplikasi Sistem Administrasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling (SIAP-BK)
ini disusun berdasarkan analisis kebutuhan guru Bimbingan dan Konseling yang disesuaikan
dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun
2014 Tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, POP
BK dan KMA No 890 Tahun 2019.
Namun demikian kami menyadari bahwa penyusun buku ini masih banyak kekurangan.
Oleh karena itu kami sangat berterima kasih apabila Bapak/Ibu memberikan kritik dan saran untuk
penyempurnaannya.
Akhirnya semoga buku Panduan Aplikasi Sistem Administrasi Pelayanan Bimbingan dan
Konseling (SIAP-BK) ini dapat memberikan manfaat bagi pelayanan terhdap peserta didik dan
menjadi media untuk dapat mengenal dan menemukan potensi peserta didik. Kepada semua pihak
yang telah membantu terbitnya panduan ini disampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan
ucapan terima kasih.

Surabaya, 13 Maret 2021


Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul……………………...............................................…………………………………
Kata Pengantar………………………………………………………...................…………………
Daftar Isi………………………………………....................…...........................................……….
BAB I PENDAHULUAN …………..........……………………………...……………….………
Latar Belakang……...........................................................................................................…………
Tujuan Penulisan panduan.................................................................................…………...........….
Penguna …………………………..........................................……….......…………………………
BAB II PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING....................................................
Ruang Lingkup Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling ...........................……...…..........………..
Layanan langsung..........................................................................................................……………
Layanan melalui Media.....................................................................................…………………….
Kegiatan Adminstrasi……….............................................................................……………………
Pelaksanaan Administrasi dsan Managemen Konseling................................................................…
BAB III BEBAN KERJA DAN EKUIVALENSI........................................................………….
Beban Kerja Guru Bimbingan dan Konseling..................................................................................
BAB IV VOLUME KEGIATAN PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING.....……...……
Volume……….....................................................................................................................………..
BAB V PANDUAN PENGUNAAN SIAP BK…….......................................................................
BAB VI PENUTUP……………...………………………………………………………………...

LAMPIRAN – LAMPIRAN
Lampiran 1. Rekomendasi Pengunaan SIAP BK dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.
Lampiran. 2. Data siswa/ peserta didik dalam bentuk format Excel
Lampiran. 3. Struktur organisasi bimbingan dan konseling
Lampiran. 4. Mekanisme penaganan siswa bermasalah
Lampiran . 5. Contoh format laporan pelaksanaan kegiatan Bimbingan dan Konseling
Lampiran 6. Rekomendasi Pengunaan SIAP BK dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital
economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya, Peserta didik
dihadapkan pada situasi kehidupan yang kompleks, dan wajib memiliki Emapati, daya taha,
Managemen waktu, Kreatifitas, Publik Speaking, Negosiasi, membuat keputusan,
Kepeminpinan, komunikasi interpersonal, dan Critikal Thiking.
Pengembangan kompetensi hidup memerlukan sistem layanan pendidikan pada satuan
pendidikan yang tidak hanya mengandalkan layanan pembelajaran mata pelajaran/bidang
studi dan manajemen saja, tetapi juga layanan khusus yang bersifat psiko-edukatif melalui
layanan bimbingan dan konseling. Berbagai aktivitas bimbingan dan konseling dapat
diupayakan untuk mengembangkan potensi dan kompetensi hidup peserta didik/konseli yang
efektif serta memfasilitasi mereka secara sistematik, terprogram, dan kolaboratif agar setiap
peserta didik/konseli betul-betul mencapai kompetensi perkembangan atau pola perilaku yang
diharapkan.
Layanan bimbingan dan konseling dalam implementasi kurikulum 2013 dilaksanakan
oleh konselor/ guru bimbingan dan konseling sesuai dengan tugas pokoknya dalam upaya
membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional, dan khususnya membantu peserta
didik/konseli mencapai perkembangan diri yang optimal, Berahlak, mandiri, sukses, sejahtera
dan bahagia dalam kehidupannya. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kolaborasi dan
sinergisitas kerja antara guru bimbingan dan konseling, guru mata pelajaran, pimpinan
madrasah, staf administrasi, orang tua, dan pihak lain yang dapat membantu kelancaran proses
dan pengembangan peserta didik/konseli secara utuh dan optimal dalam bidang 4 bidang
layanan.
Eko Prasetyo (2007:05) Bahwa tugas Guru secara umum adalah melayani dan
menemani peserta didik dalam merumuskan pertayaan – pertayaan dasar, madrasah bukan
tempat untuk menumpahi peserta didik dengan tumpahan informasi tetapi melatih
kematangan berfikir serta kedewasaan bersikap. Sedangkan di jelaskan dalam panduan
bimbingan konseling di Sekolah . Sarono (2014) Tugas guru BK adalah:
1. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta
didik dalam memahami, menilai bakat dan minat.
2. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik
dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan
industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat.
3. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta
didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan
sekolah/madrasah secara mandiri.
4. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam
memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.

Tugas tersebut cenderung tidak maksimal karena guru BK dituntut banyak dalam tugas
administrasi. Winkel (2012:716) Administrasi merupakan suatu rangkaian kegiatan
bimbingan yang terencana, teroganisasi, dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu,
misalnya satu tahun ajaran. Kegiatan ini terfokus pada pelayanan yang diberikan kepada para
siswa (layanan-layanan BK) dan kepada rekan tenaga kependidikan serta keapda orangtua
siswa, dan evaluasi program bimbingan, yang semuanya disebut sebagai kegiatan professional
eksternal sesuai dengan jumlah komponen dalam suatu program bimbingan.
Karenanya kegiatan administrasi Bimbingan dan konseling menjadi kegiatan
pengendalian perangkat layanan secara sistematis, terarah, dan berencana guna mencapai
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Rangkaian kegitan penataan ini adalah kegiatan
ketatausahaan yang intinya kegiatan rutin catat-mencatat, mendokumentasikan kegiatan,
menyelenggarkan surat – menyurat dengan segala aspek juga dalam membuat laporan.
Sehingga menjadi kegiatan yang tidak kalah penting dari kegiatan membimbing siswa.
Akan tetapi tidak bisa dipungkiri, bahwa kegiatan administrasi dalam BK cenderung
menyita banyak waktu dan pikiran guru BK. Administrasi mejadi prioritas karena merupakan
persyaratan sebagai guru BK dalam tunjangan profesi guru (TPG). Dalam kondisi inilah guru
BK cenderung mengabaikan tugas pokoknya dan terjebak oleh rutinitas administrasi.
Aplikasi Sistem Administrasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling (SIAP-BK)
merupakan aplikasi administrasi Bimbingan dan Konseling yang dibuat oleh MGBK Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Lamongan dan diluncurkan oleh Musyawarah Guru
Bimbingan Konseling (MGBK) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur pada Senin 05
Desember 2016 bertempat di Aula Kementerian Agama Kantor Wilayah Propinsi Jawa Timur
Aplikasi Sistem Administrasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling (SIAP BK) di buat
dan di dedikasikan khusus untuk semua guru Bimbingan dan Konseling Kanwil Kemenag
Provinsi Jawa Timur. Sehingga Aplikasi ini telah mendapat rekomendasi dalam pengunaanya.
(Lampiran. 1)
Aplikasi ini di buat berdasarkan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan
republik indonesia nomor 111 tahun 2014 tentang bimbingan dan konseling pada pendidikan
dasar dan pendidikan menengah dan di sesuaikan dengan panduan operasional
penyelenggaraan bimbingan dan konseling sekolah menengah atas Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Aplikasi Sistem Administrasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling (SIAP BK)
memiliki Spesifikasi Laptop / Komputer Minimal Hardware : 1). Intel Dual Core 1.0 GHz. 2).
Ram 1 GB. 3). Hardisk Freespace 250 MB. 4). Layar 11in (Rekomendasei 14 in) dengan
System: 1). Windows 7 Professional 32bit. 2). Microsoft Office 2007/2013. 3). Net
Framework 4.0
Sebagai Aplikasi yang bertujuan memudahkan kinerja guru Bimbingan dan
Konseling, SIAP BK dilengkapi dengan data siswa/ peserta didik dalam bentuk format Excel,
(Lampiran. 2). Data ini sebagai basis data dalam melakukan pelayanan terhadap peserta didik
sehingga semua siswa yang asuh setiap guru Bimbingan dan Konseling wajib ada dalam data
tersebut.
Dengan adanya aplikasi SIAP-BK ini diharapkan dapat mempermudah Guru BK
Madrasah dalam upaya untuk mewujudkan Administrasi Bimbingan Konseling yang
sistematis sehingga dapat memberikan pelayanan terhadap peserta didik secara maksimal.
D. Tujuan Penulisan Panduan
Panduan ini bertujuan untuk memberi arah penyelenggaraan layanan Bimbingan dan
Konseling di Madrasah. Secara khusus, panduan ini bertujuan :
1. Memandu guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam membantu peserta
didik/konseli dalam mengembangkan kemampuan, dan minat sesuai dengan
karakteristiknya.
2. Memfasilitasi guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam merencanakan,
melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan tindak lanjut program Bimbingan Konseling
3. Memberi acuan administrasi guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam
mengembangkan program layanan bimbingan dan konseling secara utuh dan optimal.
4. Memandu guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam mengunakan Sistem
Administrasi pelayanan Bimbingan dan Konseling (SIAP BK)
5. Membantu guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam membuat laporan
Bimbingan dan Konseling
E. Pengguna
Panduan ini diperuntukkan bagi pemangku kepentingan penyelenggaraan layanan
bimbingan dan konseling, yaitu:
1. Guru bimbingan dan konseling atau konselor sebagai pelaksana kegiatan bimbingan dan
konseling di Madrasah.
2. Kepala Madrasah sebagai pendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan layanan layanan
bimbingan dan konseling di Madrasah.
3. Pengawas Madrasah memiliki tugas mensupervisi dan membina pelaksanaan bimbingan dan
konseling sebagai bagian dari program pendidikan di Madrasah
4. Komite Madrasah memberikan dukungan penyelenggaraan layanan bimbingan dan
konseling di Madrasah.
5. Kantor Kementrian Agama sebagai Krmenterian yg memberikan regulasi dan kebijakan yang
mendukung penyelenggaraan bimbingan dan konseling di madrasah
6. Organisasi Profesi Bimbingan dan Konseling memberikan dukungan dalam Pengembangan
Keprofesian guru bimbingan dan konseling atau konselor .
7. Pusat Pendidikan dan Pelatihan dan Balai Diklat Keagamaan Kementrian Agama RI sebagai
bahan sosialisasi, pelatihan, dan atau bimbingan teknis.
BAB II
PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Ruang Lingkup dan Pelaksanan Bimbingan dan Konseling


Pelaksanaan bimbingan dan konseling di Madrasah didasarkan kepada tujuan, prinsip,
fungsi dan azas bimbingan dan konseling. Kegiatannya mencakup semua komponen dan bidang
layanan melalui layanan langsung, media, kegiatan administrasi, serta kegiatan tambahan dan
pengembangan keprofesian guru bimbingan dan konseling. Layanan langsung meliputi (1)
konseling individual, (2) konseling kelompok, (3) bimbingan kelompok, (4) bimbingan
klasikal, (5) bimbingan kelas besar atau lintas kelas, (6) konsultasi, (7) kolaborasi, (8) alih
tangan kasus, (9) konferensi kasus, (10) layanan advokasi, dan (11) layanan peminatan.
Layanan bimbingan dan konseling melalui media meliputi (1) papan bimbingan, (2)
kotak masalah, (3) leaflet, dan (4) pengembangan media bimbingan dan konseling.
Kegiatan administrasi meliputi (1) pelaksanaan dan tindak lanjut asesmen kebutuhan,
(2) penyusunan dan pelaporan program kerja, (3) evaluasi bimbingan dan konseling, (4)
pelaksanaan administrasi dan manajemen bimbingan dan konseling, dan (5) kunjungan rumah.
Kegiatan tambahan meliputi (1) kegiatan sebagai Kepala/Wakil Kepala Sekolah,
Pembina OSIS, Pembina Ekstrakurikuler, Pembina Pramuka, dan Koordinator BK serta
pengembangan keprofesian meliputi (1) seminar, (2) workshop, (3) pelatihan, dan (4) studi
lanjut.
Pelaksana bimbingan dan konseling di Madrasah adalah guru bimbingan dan konseling
atau konselor. Guru bimbingan dan konseling atau konselor adalah pendidik profesional yang
berkualifikasi akademik minimal Sarjana Pendidikan (S-1) dalam bidang bimbingan dan
konseling dan telah lulus Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor
(PPGBK/K). Guru bimbingan dan konseling atau konselor adalah pendidik yang berkualifikasi
akademik minimal Sarjana Pendidikan (S-1) dalam bidang bimbingan dan konseling dan
memiliki kompetensi di bidang BK. Untuk mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan dan
konseling di madrasah, kepala madrasah mengangkat seorang koordinator bimbingan dan
konseling dari guru bimbingan dan konseling atau konselor. Ekuivalensi kegiatan dengan
jumlah jam layanan yang dilakukan merujuk kepada Tabel Perhitungan Ekuivalensi Kegiatan
Layanan Bimbingan dan Konseling di Luar Kelas dengan Jam Kerja pada Lampiran Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014.
B. Layanan Langsung
1. Konseling Individual
a. Pengertian Konseling individual merupakan proses interaktif yang dicirikan oleh
hubungan yang unik antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan peserta
didik/konseli yang mengarah pada perubahan perilaku, konstruksi pribadi, kemampuan
mengatasi situasi hidup dan keterampilan membuat keputusan. Konseling individual
diberikan baik kepada peserta didik/konseli yang datang sendiri maupun diundang.
Peserta didik/konseli diundang oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor
berdasarkan hasil asesmen, referal, dan observasi.
b. Tujuan Tujuan konseling individual adalah memfasilitasi peserta didik/konseli melakukan
perubahan perilaku, mengkonstruksi pikiran, mengembangkan kemampuan mengatasi
situasi kehidupan, membuat keputusan yang bermakna bagi dirinya dan berkomitmen
untuk mewujudkan keputusan dengan penuh tanggungjawab dalam kehidupannya.
2. Konseling Kelompok
a. Pengertian Konseling kelompok adalah layanan konseling yang diberikan kepada
sejumlah peserta didik/konseli dalam suasana kelompok dengan memanfaatkan dinamika
kelompok untuk saling belajar dari pengalaman para anggotanya sehingga peserta
didik/konseli dapat mengatasi masalah
b. Tujuan Tujuan konseling kelompok adalah memfasilitasi peserta didik/konseli melakukan
perubahan perilaku, mengkonstruksi pikiran, mengembangkan kemampuan mengatasi
situasi kehidupan, membuat keputusan yang bermakna bagi dirinya dan berkomitmen
untuk mewujudkan keputusan dengan penuh tanggungjawab dalam kehidupannya dengan
memanfaatkan kekuatan (situasi) kelompok.
3. Bimbingan Kelompok
a. Pengertian Bimbingan kelompok adalah bantuan kepada kelompok-kelompok kecil yang
terdiri atas 2-10 peserta didik/konseli agar mereka mampu melakukan pencegahan
masalah, pemeliharaan nilai-nilai, dan pengembangan keterampilan-keterampilan hidup
yang dibutuhkan. Bimbingan kelompok harus dirancang sebelumnya dan harus sesuai
dengan kebutuhan nyata anggota kelompok.Topik bahasan dapat ditetapkan berdasarkan
kesepakatan angggota kelompok atau dirumuskan sebelumnya oleh guru bimbingan dan
konseling atau konselor berdasarkan pemahaman atas data tertentu. Topik bimbingan
kelompok bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti: cara-cara belajar
yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, pergaulan sosial, persahabatan, penanganan
konflik, mengelola stress.
4. Bimbingan Klasikal
a. Pengertian Bimbingan klasikal merupakan kegiatan layanan yang diberikan kepada
sejumlah peserta didik/konseli dalam satu rombongan belajar dan dilaksanakan di kelas
dalam bentuk tatap muka antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan
peserta didik/konseli. Metode bimbingan klasikal antara lain diskusi, bermain peran, dan
ekspositori. Bimbingan klasikal merupakan salah satu strategi layanan dasar serta layanan
peminatan dan perencanaan indivual pada komponen program bimbingan dan konseling.
Bimbingan klasikal diberikan kepada semua peserta didik/konseli dan bersifat
pengembangan, pencegahan, dan pemeliharaan. Dalam pelaksanaan bimbingan klasikal,
guru bimbingan dan konseling atau konselor perlu menyusun RPL dan laporan
pelaksanaan bimbingan klasikal.
b. Tujuan Kegiatan layanan bimbingan klasikal bertujuan membantu peserta didik/konseli
dapat mencapai kemandirian dalam kehidupannya, perkembangan yang utuh dan optimal
dalam bidangpribadi, sosial, belajar, dan karir, serta mencapai keselarasan antara pikiran,
perasaan dan perilaku.
5. Bimbingan Kelas Besar atau Lintas Kelas
a. Pengertian Bimbingan kelas besar/lintas kelas merupakan layanan bimbingan klasikal
yang melibatkan peserta didik/konseli dari sejumlah kelas pada tingkatan kelas yang sama
dan atau berbeda sesuai dengan tujuan layanan. Bimbingan lintas kelas merupakan
kegiatan yang bersifat pencegahan, pemeliharaan, dan pengembangan. Materi bimbingan
kelas besar atau lintas kelas diantaranya pengenalan lingkungan sekolah, bridging course
(masa orientasi sekolah), hari karir, seminar bahaya narkoba, keamanan berlalu lintas,
talkshow reproduksi sehat, internet sehat, literasi digital, dan kunjungan belajar ke
perguruan tinggi. Nara sumber bimbingan kelas besar/lintas kelas adalah guru bimbingan
dan konseling atau konselor , alumni, tokoh masyarakat/agama, dan ahli atau pihak yang
relevan lainnya. Dalam pelaksanaan bimbingan klasikal, guru bimbingan dan konseling
atau konselor perlu menyusun RPL dan laporan pelaksanaan bimbingan kelas besar atau
lintas kelas.
b. Tujuan Bimbingan kelas besar/lintas kelas bertujuan memberikan pengalaman, wawasan,
serta pemahaman yang menjadi kebutuhan peserta didik/konseli, baik dalam bidang
perkembangan pribadi, sosial, belajar, maupun karir. c. Langkah 1) Pemetaan dan
penetapan kegiatan bimbingan kelas besar/lintas kelas didasarkan kepada kebutuhan
peserta didik/konseli dalam menyesuaikan diri dan berperilaku sesuai dengan tuntutan
lingkungan dan tahap perkembangan.
6. Konsultasi
a. Konsultasi merupakan proses pemberian masukan kepada konsulti atau upaya
memperoleh dukungan dalam perencanan, pelaksanaan dan evaluasi program layanan.
Artinya, guru BK atau konselor dapat berperan baik sebagai konsultan maupun konsulti.
1) Sebagai konsultan, guru bimbingan dan konseling atau konselor memberi masukan,
saran, berbagi akses bagi peserta didik yang berperan sebagai peer konselor, orang tua,
guru mata pelajaran, wali kelas, kepala sekolah atau pihak lain yang berkepentingan untuk
membangun pemahaman dan kepedulian, kesamaan persepsi dan memberikan dukungan
terhadap penyelesaian masalah peserta didik/konseli. 2) Sebagai konsulti, guru BK atau
konselor menyampaikan kebutuhan dukungan dalam memperlancar pelaksanaan
program layanan BK kepada pendidik dan tenaga kependidikan, kepala sekolah, personal
ahli/profesi lain yang memiliki kapasitas memberi masukan dalam membantu
pengembangan potensi atau pengentasan masalah peserta didik/konseli.
7. Kolaborasi
a. Pengertian Kolaborasi adalah suatu kegiatan kerjasama interaktif antara guru bimbingan
dan konseling atau konselor dengan pihak lain (guru mata pelajaran, orang tua, ahli lain
dan lembaga), yang dapat memberikan sumbangan pemikiran dan atau tenaga untuk
mengembangkan dan melaksanakan program layanan bimbingan dan konseling.
Kerjasama tersebut dilakukan dengan komunikasi serta berbagi pemikiran, gagasan dan
atau tenaga secara berkesinambungan.
b. Tujuan 1) Menjalin hubungan baik dengan pihak lain yang dilibatkan dalam pelaksanaan
program bimbingan dan konseling 2) Memperoleh sumbangan pemikiran, gagasan dan
tenaga yang diperlukan dalam melaksanakan program bimbingan dan konseling.
8. Alih Tangan Kasus
a. Pengertian Alih tangan kasus adalah suatu tindakan mengalihkan penanganan masalah
peserta didik/konseli dari satu pihak kepada pihak lain yang lebih berwenang dan
memiliki keahlian. Guru bimbingan dan konseling atau konselor melakukan alih tangan
kasus kepihak lain karena keahlian dan kewenangannya baik di sekolah (misalnya guru
mata pelajaran) maupun di luar sekolah (misalnya psikolog, dokter, psikiater). Sebaliknya
guru bimbingan dan konseling atau konselor menerima alih tangan kasus peserta didik
dari wali kelas, guru mata pelajaran, manajemen sekolah, dan kepala sekolah
b. Tujuan Alih tangan kasus bertujuan untuk membantu peserta didik/konseli menemukan
jalan keluar terbaik bagi masalah yang dialaminya apabila bantuan yang dibutuhkan
diluar kompetensi dan kewenangan yang dimiliki oleh guru bimbingan dan konseling atau
konselor
9. Kunjungan Rumah
a. Pengertian Kunjungan rumah adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru bimbingan dan
konseling atau konselor dalam rangka melengkapi data, klarifikasi, konsultasi dan
kolaborasi melalui pertemuan tatap muka dengan orang tua/wali peserta didik/konseli
di tempat tinggal yang bersangkutan.
b. Tujuan 1) Membangun hubungan baik dengan orangtua/wali peserta didik/konseli, 2)
Melengkapi dan klarifikasi data tentang peserta didik/konseli, 3) Mengkonsultasikan
serta membangun kolaborasi untuk pemecahan masalah peserta didik/konseli. c.
Langkah-langkah 1) Persiapan a) Menentukan tujuan dan waktu pelaksanaan, b)
Mendapat ijin dan surat tugas dari kepala sekolah, c) Mempersiapkan perlengkapan
yang dibutuhkan, misalnya daftar pertanyaan dan pedoman observasi, d) Membuat
kontak awal dengan orang tua/wali untuk kunjungan rumah. 2) Pelaksanaan a)
Melakukan komunikasi dengan orang tua/wali menjelaskan maksud kunjungan rumah.
b) Melakukan wawancara dan observasi. 3) Mengakhiri kunjungan rumah. 4) Membuat
laporan hasil kunjungan rumah
10. Layanan Advokasi
a. Pengertian Advokasi adalah pendampingan kepada peserta didik/konseli yang
mengalami perlakuan tidak mendidik, salah, diskriminatif, malpraktik, kekerasan,
pelecehan, dan tindak kriminal dengan cara mempengaruhi cara berpikir, berperasaan
dan bertindak untuk mendukung pencapaian perkembangan optimal peserta didik.
Dalam pelaksanaan kegiatan advokasi, guru bimbingan dan konseling atau konselor
perlu menyusun kelengkapan berupa laporan pelaksanaan advokasi.
b. Tujuan Mengubah cara pandang dan cara bertindak peserta didik/konseli, orang tua,
pendidik, tenaga kependidikan, kepala sekolah, serta stakeholder lain yang
berkepentingan dalam rangka menyelesaikan permasalahan peserta didik/konseli. c.
Langkah-langkah
a. Pengertian Konferensi kasus adalah kegiatan untuk membahas dan menemukan
penyelesaian masalah yang dihadapi peserta didik/konseli dengan pihak-pihak yang
dapat memberikan keterangan, kemudahan dan komitmen. Konferensi kasus bersifat
terbatas dan tertutup (rahasia), setiap pembicaraan yang terjadi hanya untuk diketahui
oleh para peserta konferensi. Konferensi kasus dilakukan dalam suasana kekeluargaan
dan bukan untuk menghakimi peserta didik/konseli. Dalam pelaksanaan konferensi,
guru bimbingan dan konseling atau konselor perlu menyusun kelengkapan berupa
rencana pelaksanaan konferensi kasus
b. Tujuan Konferensi kasus bertujuan memperoleh pengertian, penerimaan, persetujuan,
dan komitmen peran dari para peserta konferensi sebagai upaya mengatasi masalah yang
dihadapi peserta didik/konseli.
C. Layanan Melalui Media
Layanan bimbingan dan konseling dapat dilakukan melalui media, baik media
informasi, media cetak, maupun media digital. Media membantu guru bimbingan dan konseling
atau konselor menyajikan informasi lebih menarik, menerima informasi/keluhan/kebutuha
bantuan lebih cepat serta menjangkau peserta didik/konseli lebih banyak. Guru Bimbingan dan
Konseling atau Konselor dapat mengembangkan berbagai media layanan bimbingan dan
konseling secara kreatif dan inovatif sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik
serta perkembangan teknologi dan informasi.
1. Papan Bimbingan
a. Pengertian Papan bimbingan dan konseling merupakan sarana untuk memberikan
informasi dan melakukan komunikasi interaktif melalui tulisan yang memfasilitasi
perkembangan pribadi, sosial, belajar dan karir peserta didik/konseli.
b. Tujuan Papan bimbingan dan konseling bertujuan memberikan informasi yang
menfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar dan karir yang dibutuhkan peserta
didik/konseli.
2. Kotak Masalah
a. Pengertian Kotak masalah adalah salah satu instrumen media bimbingan dan konseling
yang berbentuk kotak surat yang disiapkan untuk menampung harapan, kebutuhan,
keluhan, dalam bentuk tertulis. Kotak tersebut ditempatkan dilokasi yang paling mudah
dijangkau. Tanggapan atas isi surat yang dikemukakan peserta didik/konseli harus
sesegera mungkin direspon oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan
memberikan layanan sesuai kebutuhan peserta didik/konseli berupa layanan konseling,
konsultasi, bimbingan klasikal, advokasi, atau mediasi. Apabila sekolah telah
menggunakan website, maka kotak masalah dapat dibuat sebagai salah satu menu dari
web sekolah yang diproteksi dan hanya dapat dibuka oleh guru bimbingan dan konseling
atau konselor.
b. Tujuan Menyediakan fasilitas bagi peserta didik/konseli yang ingin menyampaikan
pikiran dan perasaan namun tidak mampu disampaikan melalui komunikasi langsung
kepada guru bimbingan dan konseling atau konselor .
3. Leaflet
a. Pengertian Leaflet bimbingan dan konseling adalah media layanan bimbingan dan
konseling dalam bentuk cetak dan dapat dilipat serta berisi informasi dalam bidang
pribadi, sosial, belajar, atau karir.
b. Tujuan Leaflet bimbingan dan konseling dibuat untuk memberikan informasi yang
dibutuhkan peserta didik/konseli.
4. Pengembangan Media (inovatif) Bimbingan dan Konseling
a. Pengertian Pengembangan media bimbingan dan konseling adalah usaha kreatif dan
inovatif guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk menghasilkan produk yang
mampu menjembatani penyampaian pesan bimbingan dan konseling yang dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik/konseli untuk
menangkap pesan dengan tepat. Media bimbingan dan konseling tersebut dalam bentuk
cetak atau elektronik/digital. Sebagai alat bantu menyampaikan pesan, memilih media
harus hati-hati dan bisa mengikuti pilihan dari tingkat yang paling kongkrit ke yang paling
abstrak,
b. Tujuan Guru bimbingan dan konseling atau konselor dapat membuat media secara kreatif
dan inovatif serta memanfaatkan media sebagai upaya memaksimalkan layanan
bimbingan dan koseling kepada peserta didik/konseli.
D. Kegiatan Administrasi
Guru BK atau konselor mengadministrasikan semua kegiatan bimbingan dan konseling yang
dilakukan sesuai format laporan kegiatan layanan bimbingan dan konseling sebagai laporan
kinerja profesi dan dipergunakan sebagai perhitungan ekuivalensi jam kerja profesional.
1. Pelaksanaan dan Tindak Lanjut Asesmen Kebutuhan
a. Batasan
Pelaksanaan asesmen mencakup pelaksanaan tes dan nontes, analisis dan intepretasi data,
pengembangan profil individual dan kelompok, serta perumusan kebutuhan peserta
didik/konseli. Tindak lanjut asesmen kebutuhan mencakup pemberkasan dan dan
pelaksanaan layanan BK sesuai dengan kebutuhan peserta didik/konseli.
b. Tujuan
1) Melaksanakan administrasi tes & non tes baik oleh guru BK maupun oleh ahli lain.
2) Menganalisis data yang teridentifikasi dari hasil tes dan non tes,
3) Menyusun profil potensi peserta didik/konseli secara individual dan kelmpok,
4) Merumuskan prioritas kebutuhan peserta didik/konseli dan madrasah,
5) Merumuskan tujuan BK berdasar kebutuhan peserta didik/konseli.
2. Penyusunan dan Pelaporan Program Bimbingan dan Konseling
a. Pengertian
Penyusunan program BK mencakup penyusunan program tahunan dan semesteran.
Struktur program terdiri atas rasional, visi dan misi, deskripsi kebutuhan, tujuan,
komponen program, bidang layanan, rencana operasional, pengembangan tema/topik,
evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut serta anggaran biaya. Dilaporkan secara tertulis
maupun online untuk dijadikan standar pelaksanaan dan evaluasi proses dan hasil.
b. Tujuan
Terdokumentasikannya program tahunan dan semesteran bimbingan dan konseling
baik secara tertulis maupun online.
E. Pelaksanaan Administrasi dan Manajemen Bimbingan dan Konseling
1. Pelaksanaan Administrasi Bimbingan dan Konseling
Pelaksanaan, disebut juga tata laksana, admnistrasi bimbingan dan konseling mencakup
penyimpanan, pemberkasan, pengklasifikasian, prosedur akses, penemuan kembali,
pembaharuan, dan pemanfaatan data hasil asesmen kebutuhan, program semesteran dan
tahunan, pola organisasi dan peran anggota organisasi, sistem sosialisasi program,
penyiapan sarana dan prasarana, serta penyediaan anggaran. Tata laksana administrasi
bimbingan dan konseling secara lebih lengkap tampak pada tabel dibawah ini.
2. Pelaksanaan Manajemen Bimbingan dan Konseling
a. Pengertian
Proses manajemen bimbingan dan konseling mencakup perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, pengendalian layanan bimbingan dan konseling. Secara berturut-turut
diuraikan sebagai berikut:
Manajemen perencanaan adalah pengelolaan kegiatan penyiapan (preparing) dan
peraancangan (designing) program layanan bimbingan dan konseling dalam setia
komponen yakni layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, layanan
responsif, dan dukungan sistem.
b) Manajemen pengorganisasian adalah pengaturan pemangku layanan dan perincian
tugas-tugas setiap guru bimbingan dan konseling atau konselor sebagai pemangku
layanan bimbingan dan konseling.
c) Manajemen pengendalian adalah mekanisme monitoring dan evaluasi proses dan
hasil layanan bimbingan dan konseling, pelaporan hasil monitoring dan evaluasi,
serta perencanaan program tindak lanjut layanan bimbingan dan konseling
berdasarkan hasil evaluasi.
2 Mekanisme Manajemen Bimbingan dan Konseling
Pengelolaan layanan bimbingan dan konseling di Madrasah merupakan bagian integral
dari manajemen pendidikan di Madrasah sesuai dengan Struktur Organisasi Layanan
Bimbingan dan Konseling dan struktur mekanisme penaganan Peserta didik
bermasalah.(Lampiran 3) dan (Lampiran 4)
F. Kegiatan Tambahan dan Pengembangan Keprofesian Guru Bimbingan dan Konseling
atau Konselor
1. Kegiatan Tambahan
Kegiatan tambahan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru bimbingan dan
konseling atau konselor di luar tugas sebagai guru bimbingan dan konseling atau konselor
karena penghargaan dan atau prestasi kerja personal (pribadi) guru bimbingan dan
konseling atau konselor dari kepala sekolah dan atau lembaga. Kegiatan tambahan antara
lain meliputi tugas sebagai Koordinator Bimbingan dan Konseling, pembina ekstra
kurikuler, Kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah, tim pengembang kurikulum, dll
2. Pengembangan Keprofesian Guru bimbingan dan konseling atau konselor
Pengembangan keprofesian guru bimbingan dan konseling atau konselor merupakan
pengembangan kemampuan profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor
secara berkelanjutan untuk peningkatan kapasitas dan kompetensimeliputi keikutsertaan
pada kegiatan pendidikan dan latihan, seminar atau lokakarya, aktif pada organisasi
profesi bimbingan dan konseling, pembahas atau peserta pada seminar, koloqium, diskusi
pannel, penelitian dalam bimbingan dan konseling,karya ilmiah, karya inovatif dan
kegiatan lainnya yang relevan. Adapun contoh format laporan pelaksanaan kegiatan
Bimbingan dan Konseling ada pada: (Lampiran 5).

BAB III
BEBAN KERJA DAN EKUIVALENSI

A. Beban Kerja Guru BK


Penetapan Beban kerja dan Ekuivalensi bagi Guru BK (Bimbingan dan Konseling)
serta Guru TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) telah diatur melalui Keputusan Menteri
Agama atau KMA No 890 Tahun 2019. KMA Nomor 890 Tahun 2019 merupakan penjabaran
dari penetapan beban kerja guru yang sebelumnya sudah diatur secara eksplisit melalui
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2017 tentang perubahan atas PP No 74 Tahun 2008
tentang Guru.
Dengan diberlakukannya KMA No 890 Tahun 2019 tentang pedoman pemenuhan
beban kerja guru madrasah bersertifikat pendidik tersebut, Beban kerja dan Ekuivalensi bagi
Guru BK dan TIK yang memiliki sertifikat pendidik juga mulai diberlakukan. Sehingga guru
BK dan TIK haruslah memenuhi kewajiban minimal tersebut agar dapat dibayarkan tunjangan
profesinya. Pemberlakukan Beban Kerja tersebut berlaku bagi Guru BK dan TIK yang berstatus
PNS atau GBPNS, baik yang mengampu pada satu Madrasah atau lebih.
Pada BAB II KMA Nomor 890 Tahun 2019 di jelaskan bahwa Beban Kerja Guru BK
(Bimbingan dan Konseling) yang bertugas di Madrasah pelaksana Kurikulum 2013 (K13),
adalah sebagai berikut:
1. Beban Kerja Guru BK (Bimbingan dan Konseling) mengampu Bimbingan dan Konseling
paling sedikit 5 (lima) rombongan belajar per tahun pada satu atau lebih Madrasah.
2. Bagi Guru BK (Bimbingan dan Konseling) yang mendapat tugas tambahan lain seperti;
Wakil Kepala Madrasah, Koordinator Bidang Pendidikan MI, Ketua Program Keahlian
Madrasah Aliyah Kejuruan, Kepala Perpustakaan, Kepala Laboratorium, Kepala
Bengkel/Unit produksi pada MAK dan sebagai Pembina Asrama. Maka, di ekuivalensikan
dengan pelaksanaan Bimbingan dan Konseling terhadap 3 (tiga) Rombongan Belajar per
semester.
3. Sedangkan Untuk Guru BK (Bimbingan dan Konseling) yang diberikan tugas tambahan
lain seperti; Guru Pembimbing Khusus pada Madrasah Inklusi, Wali Kelas, Pembina
OSIM, Pembina Ekstrakurikuler, Koordinator PPKB/PKB, Koordinator Bursa Kerja
Khusus (BKK) pada MAK, Guru Piket, Ketua LSP-P1, Penilai Kinerja Guru, dan Pengurus
Organisasi/Asosiasi Profesi Guru. Maka, di Ekuivalensikan dengan pelaksanaan
Bimbingan terhadap 1 Rombel per Semester.
Kemudian untuk Guru BK (Bimbingan dan Konseling) yang bertugas pada Madrasah
penyelenggara KTSP 2006, rincian beban kerjanya adalah sebagai berikut;
Mengampu paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per semester.
1. Guru BK (Bimbingan dan Konseling) yang mendapat tugas tambahan yang meliputi: Wakil
Kepala Madrasah, Koordinator Bidang Pendidikan MI, Ketua Program Keahlian Madrasah
Aliyah Kejuruan, Kepala Perpustakaan, Kepala Laboratorium, Kepala Bengkel/Unit
produksi pada MAK dan sebagai Pembina Asrama. Maka, di ekuivalensikan dengan
pemberian bimbingan terhadap 80 (delapan puluh) peserta didik per semester.
2. Guru BK (Bimbingan dan Konseling) yang mendapat tugas tambahan yang meliputi: Guru
Pembimbing Khusus pada Madrasah Inklusi, Wali Kelas, Pembina OSIM, Pembina
Ekstrakurikuler, Koordinator PPKB/PKB, Koordinator Bursa Kerja Khusus (BKK) pada
MAK, Guru Piket, Ketua LSP-P1, Penilai Kinerja Guru, dan Pengurus Organisasi/Asosiasi
Profesi Guru. Maka, di ekuivalensikan dengan pelaksanaan Bimbingan terhadap 40 (empat
puluh) Peserta didik per Semester.
Itulah tadi ringkasan tentang Beban Kerja dan ekuivalensi Guru BK (Bimbingan dan
Konseling) di Madrasah yang memiliki Sertifikat Pendidik baik PNS maupun GBPNS. Dikutip
dari: https://kamimadrasah.blogspot.com/2020/01/beban-kerja-guru-bk-dan-tik-di-madrasah.html

BAB IV
VOLUME KEGIATAN
PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
A. VOLUME
Volume kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling dalam satu minggu adalah sebagai
berikut:
1) Volume kegiatan mingguan Guru Bimbingan dan Konseling/ Konselor disusun dengan
memperhatikan:
a) Siswa yang diasuh seorang Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor yaitu minimal
150 orang
b) Semua kegiatan Guru BK/ Konselor dalam pengasuhan peserta didik tiap minggu
secara langsung di tujukan kepada peserta didik asuhnya yang berjumlah minimal
150 orang itu. Dengan kata lain semua siswa asuh itu setiap waktu sepanjang tahun
memiliki hak dan kesempatan untuk mendapatkan pelayanan dari Guru BK/Konselor
sebagai pengasuhnya sesuai dengan kebutuhan/ Masalah yang dirasakan dan/atau
dianggap perlu mendapat pelayanan.
c) Masing – masing Guru BK/Konselor mendapat ksempatan mengasuh peserta didik
yang ada pada satuan Pendidikan secara bergiliran, yaitu mengasuh peserta didik
yang berbeda (Secara bergilir) setiap pergantian tahun ajaran, atau berkelanjutan,
yaitu mengasuh peserta didik terus menerus mulai dari ketika mereka masuk awal
tahun Pendidikan sampai menamatkannya.
2) Jumlah jam pembelajaran wajib, sesuai peraturan yang berlaku, yaitu 18 – 24 jam
pembelajaran per minggu. (Lampiran. 6.)
3) Satu kali kegiatan layanan atau pendukung BK ekuivalen dengan 2 jam pembelajaran.
Dalam hal ini kegiatan guru BK/ Konselor tiap minggu adalah penyelenggaraan minimal
berupa 9 (Sembilan) kali kegiatan layanan dan/ atau pendukung.
4) Kegiatan pelayanan BK, baik berupa layanan/ maupun pendukung, yang diselengarakan
di dalam maupun di luar jam pembelajaran dalam satu minggu di hitung ekuivalensinya
dengan jam pembelajaran mingguan. (Dtrektorat Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah. 2014:882)

BAB V
PANDUAN PENGUNAAN SIAP BK V2.0. 2019

1. Instalasi
a. Buka Folder SIAP-BK → Support
b. Terdapat 2 File, sebagai berikut :

c. Sebelum melakukan proses instalasi SIAP-BK, kita harus Install dulu kebutuhan tambahan
1. CRRuntime (Crystal Report)
File Tambahan agar dapat mencetak dokument.
• Klik ganda pada “CRRuntime_32bit_13_0_12”, tunggu hingga muncul gambar berikut.
• Klik “Next”
• Pilih “Accept” kemudian “Next”

• Pilih “Next” lagi


• Tunggu proses instalasi berjalan

• Apabila ada pertanyaan User Access Control, pilih “YES”


• Klik “Finish”

2. Microsoft Net Framework 4.0


• Klik ganda pada “dotNetFx40_Full_ x86_x64”.
• Apabila ada pertanyaan User Access Control, pilih “YES”
• Tunggu sampai proses Extracting selesai
• Masuk ke → .NET Framework 4.0 Setup
Centang “I have Read and…” → “Install”

• Tunggu proses selesai, Finish.

d. Instalasi SIAP_BK
• Klik ganda pada file “SIAPBK v2.4”

• Tunggu sampai muncul “Selamat Datang di Instalasi SIAPBK” kemudian Klik “Selanjutnya”

• Select Installation Folder → klik “Selanjutnya”


• Siap Menginstal→ klik “Install”
• Apabila ada pertanyaan User Access Control, pilih “YES”
• Tunggu proses instalasi selesai
• Selesai → klik “Selesai”

2. Membuka Aplikasi “SIAP-BK v2.4 2021”


• Klik ganda pada ikon Siap-BK hingga muncul Splash Screen, tunggu proses loading
hingga muncul halaman LOGIN
• Isi Username dan Password, kemudian Klik “OK”

• Hingga muncul tampilan halaman Utama “SIAP-BK v2.4 2021”

3. Daftar Menu
Terdapat 5 menu dalam aplikasi ini, diantaranya adalah sebagai berikut :
- Menu Admin, terdapat 3 submenu :
o User Admin
o Clear Data
o Backup Restore

- Menu Utama, terdapat 3 submenu :


o Data Madrasah
o Data Siswa
o Laporan Bulanan
- Menu Layanan Langsung, terdapat 11 submenu :
o Konseling Individual
o Konseling Kelompok
o Bimbingan Kelompok
o Bimbingan Klasikal
o Bimbingan Lintas Kelas
o Konsultasi
o Kolaborasi
o Alih Tangan Kasus (Referal)
o Kunjungan Rumah
o Layanan Advokasi
o Konverensi Kasus

- Menu Layanan Melalui Media, terdapat 4 submenu :


o Papan Bimbingan
o Kotak Masalah
o Leaflet
o Pengembangan Media BK
- Menu Kegiatan Tambahan, terdapat 4 submenu :
o Tugas Tambahan
o Pengembangan Keprofesian
o Karya Ilmiyah dan Inovatif
o Keikutsertaan dalam Organisasi
o Tindak Lanjut Assesment
o Menyusun dan Melaporkan Program
o Membuat Evaluasi
o Administrasi dan Manajemen BK

- Menu About (berisi tentang deskripsi Aplikasi SIAP-BK v2.4 2021)

a. Menu Admin
1. User Admin
Menu User Admin digunakan untuk merubah Username dan Password yang
digunakan untuk Login (Masuk) ke aplikasi SIAPBK
Masuk “User Admin” dengan cara :
Menu Admin → User Admin, sehingga muncul tampilan berikut ini.

Keterangan :
User Name : Masukkan Username yang lama
Password : Masukkan Password yang lama
User Baru : Masukkan Username yang Baru
Password Baru : Masukkan Password yang Baru
Konfirmasi Password : Ulangi masukkan password yang baru

2. Clear Data
Menu Clear Data digunakan untuk menghapus Data secara massal dalam satu tabel.
Masuk “Clear Data” dengan cara :
Menu Admin → Clear Data, Sehingga muncul tampilan berikut :

Keterangan :
Pilih salah satu item/menu yang ingin dihapus dalam menu diatas, kemudian klik
“Clear Data”, sehingga akan menghapus seluruh data yang ada dalam item/menu
tersebut.

Contoh :
Jika ingin menghapus semua data yang ada dalam tabel “Datasiswa”, maka pilih
(centang) “Datasiswa” kemudian klik “Clear Data”, maka otomatis semua data siswa
akan terhapus (kosong).

3. Backup and Restore


Menu Backup and Restore digunakan untuk melakukan Backup (menyimpan)
database menjadi satu data (file), serta melakukan Restore (mengembalikan)
database yang sudah disimpan.
Masuk “Backup and Restore” dengan cara :
Menu Admin → Backup and Restore, Sehingga muncul tampilan berikut :

Langkah – Langkah :
- Backup

1. Klik pada bagian “Backup”, sehingga muncul tampilan berikut :

2. Isi “File Name”, kemudian klik “Save”


3. Setelah itu akan kembali ke tampilan Backup and restore dan pastikan
filesudah terisi, kemudian klik “Backup”
- Restore

1. Klik pada bagian “Restore”, sehingga muncul tampilan berikut :

2. Pilih file/database yang akan kita Restore, sehingga muncul pada “File
Name”, kemudian klik “Open”
3. Setelah itu akan kembali ke tampilan Backup and restore dan pastikan
filesudah terisi, kemudian klik “Restore”

b. Menu Utama
Menu utama berisi Data-data Utama yang harus ada dalam aplikasi SIAP-BK, menu utama
terdiri dari :
1. Data Madrasah
Menu “Data Madarasah” digunakan untuk mengisi data Provinsi, Nama Madrasah,
Nama Kepala Madrasah dan Nama Guru BK, data-data ini akan muncul ketika
melakukan mencetak data kegiatan BK.

Isi semua data dengan benar, kemudian klik Simpan, hingga muncul kotak dialog
berikut ini :

Merubah Logo Madrasah :


- Klik Browse Foto :

- Cari Gambar/Logo Madrasah


- Simpan, untuk menyimpan data.

Catatan :
Logo Madrasah masing – masing tidak keluar pada saat cetak data, karena untuk
cetak hanya akan keluar LOGO KEMENAG saja.

2. Data Siswa
Menu datasiswa digunakan untuk memasukkan semua data pribadi siswa
a. Input Data : untuk memasukkan data siswa dapat dilakukan melalui 2 proses :
1. Manual : memasukkan data siswa 1 per 1
Dari sejumlah data yang terdapat pada menu “datasiswa” ini, hanya ada 2
data yang wajib di isi, yaitu NIS Lokal dan Nama Siswa agar data dapat di
simpan.

Langkah – langkahnya adalah sebagai mana gambar berikut :


• Klik → Data Baru → Isi NIS Lokal → isi Nama Siswa → Simpan → OK

sehingga muncul data siswa yang sudah di masukkan pada tabel di


samping.
2. Otomatis : Import dari excel
▪ Siapkan datasiswa yang akan di import
▪ Masukkan datasiswa ke file Microsoft Excel yang sudah disiapkan, ada
di folder aplikasi SIAP-BK.
▪ Langkah – langkah Import sebagai berikut :
• Klik Import

• Akan tampil form Import Data Excel → klik Import dari Excel

• Sehingga muncul tampilan berikut, cari file Microsoft Excel yang


sudah kita isi dengan data siswa.
• klik Open
• hingga semua data siswa yang ada pada file Microsoft Excel masuk
ke dalam tabel berikut.
• Klik Excel ke Database

• Tunggu hingga proses selesai yang ditandai dengan muncul kotak


dialog berikut.
• Klik OK → Keluar
• Pastikan jumlah data yang masuk sesuai dengan jumlah data yang
ada pada file Microsoft Excel.

• Jika tidak sama, cek kembali file Microsoft Excel.

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data siswa dengan cara klik data siswa pada tabel disamping kanan,
kemudian ubah datasiswa lalu klik → UBAH untuk menyimpan.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data siswa pada tabel di samping → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak salah satu data siswa


Pilih data siswa pada tabel di samping → Klik CETAK
e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.
Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK

3. Laporan Bulanan
Laporan Bulanan berisi laporan semua kegiatan Guru BK, yang ada dalam aplikasi
SIAP-BK.
- Langkah – langkah :
▪ Klik Menu Utama → Laporan Bulanan
▪ Tentukan Rentang tanggal, dari kegiatan Guru BK yang ingin di proses.
▪ Klik Proses, Pastikan proses data berhasil sehingga muncul data ekuivalen.

c. Layanan Langsung
1. Konseling Individual
a. Input Data Konseling Individual :
▪ Klik Data Baru → Pilih Siswa → Isi Data Konseling → Simpan
b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.
Pilih salah satu data konseling individual dengan cara klik data konseling
individual pada tabel dibawah, kemudian ubah data lalu klik → UBAH untuk
menyimpan.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Konseling Individual pada tabel di bawah → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak salah satu data


Pilih data Konseling Individual pada tabel di bawah → Klik CETAK
e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.
• Klik CETAK REKAP
• Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK

2. Konseling Kelompok
a. Input Data Konseling Kelompok :
▪ Klik Data Baru → Pilih Siswa → Isi Data Konseling → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Konseling Kelompok dengan cara klik pada tabel di
bawah, kemudian ubah data Konseling Kelompok lalu klik → UBAH untuk
menyimpan data.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Konseling Kelompok pada tabel di bawah → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data


Pilih data Konseling Kelompok pada tabel di bawah → Klik CETAK
e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.
Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai rentang tanggal data yang diinginkan → klik CETAK

3. Bimbingan Kelompok
a. Input Data Bimbingan Kelompok :
▪ Klik Data Baru → Pilih Siswa → Isi Data Bimbingan Kelompok → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Bimbingan Kelompok dengan cara klik pada tabel di
bawah, kemudian ubah data Bimbingan Kelompok lalu klik → UBAH untuk
menyimpan data.
c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.
Pilih data Bimbingan Kelompok pada tabel di bawah → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data


Pilih data Bimbingan Kelompok pada tabel di bawah → Klik CETAK
e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.
Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai rentang tanggal yang diinginkan → klik CETAK

4. Bimbingan Klasikal
a. Input Data Bimbingan Klasikal :
▪ Klik Data Baru → isi Data Bimbingan Klasikal → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Bimbingan Klasikal dengan cara klik pada tabel di bawah,
kemudian ubah data Bimbingan Klasikal lalu klik → UBAH untuk menyimpan
data.
c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.
Pilih data Bimbingan Klasikal pada tabel di bawah → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data


Pilih data Bimbingan Klasikal pada tabel di bawah → Klik CETAK
e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.
Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai rentang tanggal yang diinginkan → klik CETAK

5. Bimbingan Lintas Kelas


a. Input Data Bimbingan Lintas Kelas :
▪ Klik Data Baru → Isi Data Bimbingan Lintas Kelas → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Bimbingan Lintas Kelas dengan cara klik pada tabel di
bawah, kemudian ubah data Bimbingan Lintas Kelas lalu klik → UBAH untuk
menyimpan data.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Bimbingan Lintas Kelas pada tabel di bawah → Klik Hapus
d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data
Pilih data Bimbingan Lintas Kelas pada tabel di bawah → Klik CETAK

e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.


Klik CETAK REKAP
Pilih (1) Berdasarkan Pemateri, (2) rentang tanggal yang diinginkan → klik
CETAK
6. Konsultasi
a. Input Data Konsultasi :
▪ Klik Data Baru → Pilih Siswa → Isi Data Konsultasi → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Konsultasi dengan cara klik pada tabel di bawah, kemudian
ubah data Konsultasi lalu klik → UBAH untuk menyimpan data.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Konsultasi pada tabel di bawah → Klik Hapus
d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data
Pilih data Konsultasi pada tabel di bawah → Klik CETAK

e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.


Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK
7. Kolaborasi
a. Input Data Kolaborasi :
▪ Klik Data Baru → Isi Data Kolaborasi → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Kolaborasi dengan cara klik pada tabel di bawah,
kemudian ubah data Kolaborasi lalu klik → UBAH untuk menyimpan data.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Kolaborasi pada tabel di bawah → Klik Hapus
d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data
Pilih data Kolaborasi pada tabel di bawah → Klik CETAK

e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.


Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK

8. Alih Tangan Kasus


a. Input Data Alih Tangan Kasus :
▪ Klik Data Baru → Pilih Siswa → Isi Data Alih Tangan Kasus → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Alih Tangan Kasus dengan cara klik pada tabel di bawah,
kemudian ubah data Alih Tangan Kasus lalu klik → UBAH untuk menyimpan
data.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Alih Tangan Kasus pada tabel di bawah → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data


Pilih data Alih Tangan Kasus pada tabel di bawah → Klik CETAK
e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.
Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK

9. Kunjungan Rumah
a. Input Data Kunjungan Rumah :
▪ Klik Data Baru → Pilih Siswa → Isi Data Kunjungan Rumah → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Kunjungan Rumah dengan cara klik pada tabel di bawah,
kemudian ubah data Kunjungan Rumah lalu klik → UBAH untuk menyimpan
data.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Kunjungan Rumah pada tabel di bawah → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data


Pilih data Kunjungan Rumah pada tabel di bawah → Klik CETAK
e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.
Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK

10. Layanan Advokasi


a. Input Data Layanan Advokasi :
▪ Klik Data Baru → Pilih Siswa → Isi Data Layanan Advokasi → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Layanan Advokasi dengan cara klik pada tabel di bawah,
kemudian ubah data Layanan Advokasi lalu klik → UBAH untuk menyimpan
data.
c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.
Pilih data Layanan Advokasi pada tabel di bawah → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data


Pilih data Layanan Advokasi pada tabel di bawah → Klik CETAK

e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.


Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK
11. Konverensi Kasus
a. Input Data Konverensi Kasus :
▪ Klik Data Baru → Pilih Siswa → Isi Data Konverensi Kasus → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Konverensi Kasus dengan cara klik pada tabel di bawah,
kemudian ubah data Konverensi Kasus lalu klik → UBAH untuk menyimpan
data.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Konverensi Kasus pada tabel di bawah → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data


Pilih data Konverensi Kasus pada tabel di bawah → Klik CETAK
e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.
Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK

d. Layanan Melalui Media


1. Papan Bimbingan
a. Input Data Papan Bimbingan :
▪ Klik Data Baru → Isi Data Papan Bimbingan → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Papan Bimbingan dengan cara klik pada tabel di bawah,
kemudian ubah data Papan Bimbingan lalu klik → UBAH untuk menyimpan
data.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Papan Bimbingan pada tabel di bawah → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data


Pilih data Papan Bimbingan pada tabel di bawah → Klik CETAK
e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.
Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK

2. Kotak Masalah
a. Input Data Kotak Masalah :
▪ Klik Data Baru → Isi Data Kotak Masalah → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Kotak Masalah dengan cara klik pada tabel di bawah,
kemudian ubah data Kotak Masalah lalu klik → UBAH untuk menyimpan data.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Kotak Masalah pada tabel di bawah → Klik Hapus
d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data
Pilih data Kotak Masalah pada tabel di bawah → Klik CETAK

e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.


Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK
3. Leaflet
a. Input Data Leaflet :
▪ Klik Data Baru → Isi Data Leaflet → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Leaflet dengan cara klik pada tabel di bawah, kemudian
ubah data Leaflet lalu klik → UBAH untuk menyimpan data.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Leaflet pada tabel di bawah → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data


Pilih data Leaflet pada tabel di bawah → Klik CETAK
e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.
Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK

4. Pengembangan Media BK
a. Input Data Pengembangan Media BK :
▪ Klik Data Baru → Isi Data Pengembangan Media BK → Simpan
b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.
Pilih salah satu data Pengembangan Media BK dengan cara klik pada tabel di
bawah, kemudian ubah data Pengembangan Media BK lalu klik → UBAH
untuk menyimpan data.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Pengembangan Media BK pada tabel di bawah → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data


Pilih data Pengembangan Media BK pada tabel di bawah → Klik CETAK
e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.
Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK

e. Kegiatan Tambahan
1. Tugas Tambahan
a. Input Data Tugas Tambahan :
▪ Klik Data Baru → Isi Data Tugas Tambahan → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Tugas Tambahan dengan cara klik pada tabel di bawah,
kemudian ubah data Tugas Tambahan lalu klik → UBAH untuk menyimpan
data.
c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.
Pilih data Tugas Tambahan pada tabel di bawah → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data


Pilih data Tugas Tambahan pada tabel di bawah → Klik CETAK
e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.
Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK

2. Pengembangan Keprofesian
a. Input Data Pengembangan Keprofesian :
▪ Klik Data Baru → Isi Data Pengembangan Keprofesian → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Pengembangan Keprofesian dengan cara klik pada tabel di
bawah, kemudian ubah data Pengembangan Keprofesian lalu klik → UBAH
untuk menyimpan data.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Pengembangan Keprofesian pada tabel di bawah → Klik Hapus
d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data
Pilih data Pengembangan Keprofesian pada tabel di bawah → Klik CETAK

e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.


Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK
3. Karya Ilmiyah dan Inovatif
a. Input Data Karya Ilmiyah dan Inovatif :
▪ Klik Data Baru → Isi Data Karya Ilmiyah dan Inovatif → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Karya Ilmiyah dan Inovatif dengan cara klik pada tabel di
bawah, kemudian ubah data Karya Ilmiyah dan Inovatif lalu klik → UBAH untuk
menyimpan data.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Karya Ilmiyah dan Inovatif pada tabel di bawah → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data


Pilih data Karya Ilmiyah dan Inovatif pada tabel di bawah → Klik CETAK
e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.
Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK

4. Keikutsertaan dalam Organisasi


a. Input Data Keikutsertaan dalam Organisasi :
▪ Klik Data Baru → Isi Data Keikutsertaan dalam Organisasi → Simpan
b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.
Pilih salah satu data Keikutsertaan dalam Organisasi dengan cara klik pada
tabel di bawah, kemudian ubah data Keikutsertaan dalam Organisasi lalu klik
→ UBAH untuk menyimpan data.

c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih data Keikutsertaan dalam Organisasi pada tabel di bawah → Klik Hapus

d. Cetak, digunakan untuk mencetak satu data


Pilih data Keikutsertaan dalam Organisasi pada tabel di bawah → Klik CETAK
e. Cetak Rekap, digunakan untuk mencetak data sesuai pilihan.
Klik CETAK REKAP
Pilih sesuai dengan parameter yang diinginkan → klik CETAK

5. Tindak Lanjut Assesment


a. Input Data Tindak Lanjut Assesment :
▪ Klik Data Baru → Isi Data Tindak Lanjut Assesment → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Tindak Lanjut Assesment dengan cara klik pada tabel di
bawah, kemudian ubah data Tindak Lanjut Assesment lalu klik → UBAH untuk
menyimpan data.
c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.
Pilih data Tindak Lanjut Assesment pada tabel di bawah → Klik Hapus

6. Menyusun dan Melaporkan Program


a. Input Data Menyusun dan Melaporkan Program :
▪ Klik Data Baru → Isi Data Menyusun dan Melaporkan Program → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Menyusun dan Melaporkan Program dengan cara klik pada
tabel di bawah, kemudian ubah data Menyusun dan Melaporkan Program lalu
klik → UBAH untuk menyimpan data.
c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.
Pilih data Menyusun dan Melaporkan Program pada tabel di bawah → Klik
Hapus

7. Membuat Evaluasi
a. Input Data Membuat Evaluasi :
▪ Klik Data Baru → Isi Data Membuat Evaluasi → Simpan

b. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Membuat Evaluasi dengan cara klik pada tabel di bawah,
kemudian ubah data Membuat Evaluasi lalu klik → UBAH untuk menyimpan
data.
c. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.
Pilih data Membuat Evaluasi pada tabel di bawah → Klik Hapus

8. Administrasi dan Manajemen BK


d. Input Data Administrasi dan Manajemen BK :
▪ Klik Data Baru → Isi Data Administrasi dan Manajemen BK → Simpan

e. Ubah, digunakan untuk menghapus salah satu data.


Pilih salah satu data Administrasi dan Manajemen BK dengan cara klik pada
tabel di bawah, kemudian ubah data Administrasi dan Manajemen BK lalu klik
→ UBAH untuk menyimpan data.
f. Hapus, digunakan untuk menghapus salah satu data.
Pilih data Administrasi dan Manajemen BK pada tabel di bawah → Klik Hapus
BAB VI
PENUTUP
Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral dalam penyelenggaraan pendidikan memberikan
kontribusi terhadap pencapaian tujuan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam Undang-
Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Oleh karena itu, sebagai
konsekuensi logis bahwa setiap satuan pendidikan harus terdapat bimbingan dan konseling yang
dilaksanakan secara profesional. Madrasah sebagai salah satu satuan pendidikan memerlukan
bimbingan dan konseling yang dilaksanakan oleh tenaga profesional dalam jumlah yang cukup
sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sehingga Guru Bimbingan konseling Madrasah berhak
mendapatkan tunjamgan Profesi sebagaimana di atur dalam juknis penyaluran Tunjangan Profesi Guru
(TPG) Madrasah tahun 2020 ditetapkan oleh Dirjen Pendis Kemenag RI melalui Petunjuk Teknis
Penyaluran TPG Madrasah Tahun 2020 yang ditandatangani pada 31 Desember 2019 di Jakarta.
Upaya-upaya yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor pada akhirnya
diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian tujuan madrasah
dan pendidikan nasional secara utuh.
Dengan demikian, Panduan Sistem Administrasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling di
Madrasah ini merupakan panduan di bawah naungan Kementerian agamam Wilayah Propivinsi
Jawa Timur harus dijadikan rujukan operasional dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling
di Madrasah dalam upaya membantu peserta didik/konseli mencapai perkembangan yang optimal.
Untuk itu, panduan ini harus dipahami dengan baik kemudian dimplementasikan dengan penuh
kesungguhan dalam nuansa kolaborasi yang sinergis antar berbagai pihak (stakeholders).
Panduan ini dikembangkan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, terutama pihak
Kementerian Agama Kanntor Wilayah Provinsi Jawa Timur, Widiaswara bimbingan dan
konseling dari perguruan tinggi penyelenggara program studi bimbingan dan konseling, organisasi
profesi dalam bidang bimbingan dan konseling, Pengawas Madrasah serta para praktisi bimbingan
dan konseling di Madrasah. Di samping itu, panduan ini merupakan pendamping panduan-panduan
bimbingan dan konseling yang lain yang telah terbit dan diberlaku
DAFTAR PUSTAKA

Ws. Wingkel (2008). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Gasindo
Seherman AS, Umam (2009) Managemen Bimbingan dan Konseling. Bandung:Rizqi Press.
Departemen Pendidikan Nasional. Dtrektorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (2014)
Buku Pedoman Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Binata Citra Pratama
Eko Prasetyo (2007:05) Guru Mendidik itu Melawan. Yokyakarta: Resist Book.
Hurlock E. (2004). Psikologi Perkembangan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka.
Permendikbud Nomor 111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar
dan Menengah
Permendikbud Nomor 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi
Konselor
Sunaryo Kartadinata dan Tim. (2000-2002). Pengembangan Inventori Tugas-tugas Perkembangan
Siswa dalam Meningkatkan Mutu Manajemen dan Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah.
Penelitian Unggulan Dikti.
KMA No 890 Tahun 2019 tentang pedoman pemenuhan beban kerja guru madrasah bersertifikat
pendidik
Yusuf Syamsu. (2007). Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : Rosda Karya
Panduan Operasional Penyelengaraan Bimbingan dan Konseling 2016 Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan
Lampiran 1. Rekomendasi Pengunaan SIAP BK dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.
Lampiran. 2. Data siswa/ peserta didik dalam bentuk format Excel
Lampiran. 3. Struktur organisasi bimbingan dan konseling

STRUKTUR ORGANISASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI MADRSAH


(Sesuai dengan Panduaan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan Konseling)

KEMENTERIAN AGAMA
KAB/KOTA

KOMITE MADRASAH KEPALA MADRASAH ORGANISASI PROFESI

KEPALA. SUB BAG TU

WAKIL KEPALA MADRASAH KOORDINATOR BK

GURU MAPEL GURU BK

PESERTA DIDIK
Lampiran. 4. Mekanisme penaganan siswa bermasalah
Lampiran . 5. Contoh format laporan pelaksanaan kegiatan Bimbingan dan Konseling.
1. Konseling Individu
2. Konseing Kelompok
3. Bimbingan Kelompok
4. Bimbingan Klasikal
5. Bimbingan Lintas Kelas
6. Konsultasi
7. Kolaborasi
8. Alih Tangan Kasus
9. Kunjungan Rumah
10. Layanan Advokasi
11. Konferensi Kasus
12. Papan Bimbingan
13. Kotak Masalah
14. Leaflet
15. Pengambangan Media Inovatif
16. Tugas Tambahan
17. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
18. Karya Ilmiah dan Inovatif
19. Keikutsertaan dalam Organisasi
20. Melaksanakan Tindak lanjut asesmen
21. Menyusun dan melaporkan Program
22. Membuat Evaluasi
23. Melaksanakan administrasi dan managemen
24. Laporan Bulanan
Lampiran 6. Pemberitahuan Alokasi Waktu Layanan BK dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa
Timur