Anda di halaman 1dari 10

TEKNIK PEMROGRAMAN MIKROKONTROLER

ATMEGA8535 Menggunakan CodeVisionAVR C


2011 © Zainal Abidin
Teknik Pemrograman Mikrokontroler April 7, 2011

Prosesor merupakan komponen utama dari setiap instrumen. Prosesor bertugas untuk mengkonversi sinyal analog dari sensor menjadi data
digital, mengolah data tersebut, menyimpan pada suatu memori, menampilkan pada suatu display dan mengirimkannya ke terminal komputer
dengan format tertentu. Salah satu prosesor yang dapat ditemukan dengan mudah di pasaran adalah mikrokontroler (µC) AVR ATMega8535.
Berikut ini adalah tampilan fisik dan pin keluaran dari ATMega8535:

Gambar 1. Tampilan Fisik Gambar 2. Pin Out

 Sistem Minimum

minimum ATMega8535 terdiri dari dua bagian utama, yaitu:


1. Sumber daya, yaitu: VCC (5.3V) dan GND (0V).
2
Sistem minimum adalah rangkaian elektronik sederhana yang diperlukan supaya sebuah prosesor dapat berfungsi dengan baik. Sistem

2. Clock, yaitu: jantung dari sebuah prosesor dengan kecepatan maksimum 16 MHz.
Teknik Pemrograman Mikrokontroler April 7, 2011

 CodeVisionAVR C
CodeVisionAVR C memiliki peran sebagai editor, compiler dan uploader program ke µC AVR yang berbasis bahasa C. CodeVisionAVR C
dilengkapi dengan generator kode yang membuat proses pemrograman menjadi lebih tepat dan cepat. Instaler dapat diperoleh dengan
mengunduh pada tautan berikut: http://www.codevision.gr/Download/Download_en.html. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus
dikerjakan setelah CodeVisionAVR C sudah terinstal pada komputer:

1. Klik File→New, sehingga muncul tampilan di bawah ini: 4. Setting Chip, pilih Atmega8535 dengan Clock: 4.000.000 MHz!
(pilih Project pada bagian File Type)

2. Klik Yes!

3. Pilih AT90,ATtiny,Atmega,FPSLIC!

3
Teknik Pemrograman Mikrokontroler April 7, 2011

5. Setting Timer0, pilih Clock Source: T0pin Rising Edge! 6. Setting Alphanumeric LCD!

4
Teknik Pemrograman Mikrokontroler April 7, 2011

7. Setting USART! 8. Setting ADC!

5
Teknik Pemrograman Mikrokontroler April 7, 2011

9. Klik Program→Generate,Save and Exit, kemudian buat sebuah folder baru dan isi File name!
10. Coding/Scripting!

 Counter
Counter digunakan untuk menghitung banyaknya pulsa yang masuk ke pin PB.0 ATMega8535 (Counter0). Pulsa tersebut dihasilkan oleh
saklar magnet yang diletakkan pada pusat tipping bucket penakar hujan (rain gauge). Hasil penghitungan pulsa oleh Counter0 ditampung
pada register TCNT0 yang bertipe unsigned char. Satu bagian tipping bucket menampung 0.5 mm curah hujan, maka dapat diperoleh
persamaan konversi:

Curah Hujan = (TCNT0 x 0.5) mm

Berikut ini adalah kode programnya:

 ADC
ADC (Analog to Digital Converter) berfungsi sebagai pengubah sinyal analog dari sensor menjadi data digital. ATMega8535 memiliki
delapan kanal ADC, sehingga dapat digunakan untuk mengukur delapan besaran atau satu besaran di delapan tempat yang berbeda secara
simultan. Kita hanya akan menggunakan satu kanal saja, yaitu: ADC0 yang akan mendapatkan masukan dari LM35. LM35 merupakan
sensor suhu yang akan memberikan perubahan tegangan sebesar 10 mV setiap perubahan 1 oC. Hasil konversi ADC0 ATMega8535
ditampung oleh variabel bertipe unsigned integer, yaitu: read_adc(0). Oleh karena ADC ATMega8535 berukuran 10-bit, maka akan
dihasilkan nilai digital dari 0 – (210-1) = 0-1023. Sehingga dapat diperoleh persamaan konversi:

Temperatur = (
(
read (0)
1023 )
adc
x (VCC) mV
) o
C 6
(10)mV
Teknik Pemrograman Mikrokontroler April 7, 2011

Jika digunakan VCC konstan sebesar 5000 mV, maka: Temperatur = ( read adc (0) x 4.887585
10 ) C= ( read_adc(0) x 0.4887585 ) C
o o

Sehingga kode program bertambah menjadi:

 LCD
LCD (Liquid Crystal Diode) merupakan penampil (display) yang lazim kita ditemui pada berbagai peralatan elektronik. Kita akan
menggunakan Alphanumerik LCD dengan dimensi 16 baris dan 2 kolom atau lebih popular disebut LCD 16x2. LCD akan kita gunakan untuk
menampilkan inisial pembuat program, temperatur dan curah hujan real time. Jika diinginkan curah hujan yang tertampil maksimum berorde
ratusan mm dan puluhan oC untuk temperatur, maka rancangan (design) karakter yang akan ditampilan pada LCD adalah sebagai berikut:

Sehingga kode program bertambah menjadi:

7
Teknik Pemrograman Mikrokontroler April 7, 2011

Setelah selesai menuliskan kode program , klik Project→Configure, sehingga muncul


tampilan di bawah ini: (Ubah pilihan (s)printf Features: menjadi float,width,precision )

8
Teknik Pemrograman Mikrokontroler April 7, 2011

 USART
9
USART (Universal Synchronous/Asynchronous Receiver and Transmitter) adalah IC (Integrated Circuit) yang memiliki peranan pada
komunikasi antar prosesor. Pin 14 dan 15 merupakan pin receiver dan transmitter dari USART yang ada di dalam ATMega8535.
USART kita gunakan untuk mengirimkan data dari mikrokontroler ke komputer. Berikut ini adalah kode programnya:
Teknik Pemrograman Mikrokontroler April 7, 2011

 EEPROM
EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory) adalah memori permanen internal dari suatu mikrokontroler.
ATMega8535 memiliki EEPROM sebesar 512 byte yang berarti dapat menyimpan 512 data bertipe unsigned char (1 byte), 256 data bertipe
int (2 byte) dan 128 data bertipe float (4 byte).

 UPLOADING …
Uploading adalah pengiriman file .hex ke mikrokontroler. Proses ini dilakukan dengan bantuan software PonyProg2000. Keterangan lebih
lanjut dapat dilihat pada link berikut ini: http://www.scribd.com/doc/51484129/Generator-Sinyal-ATMega16.

10

Anda mungkin juga menyukai