Anda di halaman 1dari 11

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.2 (2021.1)

Nama Mahasiswa : Wahyu Purnamasari

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 857821736

Tanggal Lahir : Sragen, 30 Juni 1996

Kode/Nama Mata Kuliah : PDGK 4105/ Strategi Pembelajaran di SD

Kode/Nama Program Studi : PGSD S1 Masukan Sarjana

Kode/Nama UPBJJ : Surakarta

Hari/Tanggal UAS THE : Rabu, 14 Juli 2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN


TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS
TERBUKA

Surat Pernyataan
Mahasiswa Kejujuran
Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Wahyu Purnamasari


NIM : 857821736
Kode/Nama Mata Kuliah : PDGK4105/Strategi Pembelajaran di SD
Fakultas : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi : PGSD S1 Masukan Sarjana
UPBJJ-UT : Surakarta

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE
pada laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan
soal ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai
dengan aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media
apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik
Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi
akademik yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.
Sragen, 14 Juli 2021

Yang Membuat Pernyataan

Wahyu Purnamasari
1. Bu Nathifa mengajar di kelas 3 SD N Kalasan. Beliau selalu mengeluhkan kondisi kelasnya yang dirasa kurang
efektif. Siswa-siswa di kelas nampak tidak siap untuk mengikuti pembelajaran dan selalu ramai setiap kali Bu
Nathifa akan memulai pelajaran. Tidak jarang kondisi tersebut membuat beliau frustasi. Melihat kasus yang
dialami oleh Bu Nathifa tersebut:
a. Langkah-langkah apa yang sebaiknya beliau lakukan dalam kaitannya dengan bagaimana memulai
pembelajaran supaya berlangsung kondusif dan efektif?
b. Bagaimana cara yang dapat Bu Nathifa tempuh dalam menciptakan kesiapan belajar siswa sehingga
mereka bersemangat untuk mengikuti pelajaran?

Jawaban :
a. Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh Bu Nathifa dalam memulai pelajaran supaya berlangsung
kondusif dan efektif yaitu :

1) Menerapkan metode/model pembelajaran yang bervariasi.

2) Menjadi guru yang tegas

3) Menyepakati aturan bersama

4) Menjadi guru yang menyenangkan

5) Atur posisi duduk siswa sebaik mungkin

6) Mendesain kelas agar nyaman

7) Biarkan siswa berkereasi

8) Belajar diluar ruangan

9) Memberi nasehat.

10) Bercanda

b. Cara yang dilakukan Bu Nathifa agar siswa bersemangat untuk mengikuti pembelajaran yaitu :

1) Bu nathifa harus membuat suasana lingkungan kelas yang bisa menginspirasi siswa untuk belajar.

Suasana kelas yang menyenangkan. Mulai dari cahaya, udara, warna, sarana, dan sebagainya. Jika
ruangan kelas kurang cahaya dan udara, maka akan menyesakkan dada dan membuat mata lelah.
Kemudian untuk penentuan warna, usahakan pilih yang cerah. Jangan lupa sertakan pajangan yang
inspiratif. Tokoh-tokoh hebat, kalimat motivasi, hasil karya siswa, alat peraga, dan lain-lain.

2) Guru harus Membuat proses belajar yang efektif dan menyenangkan

Jika proses berjalan dengan menyenangkan, maka motivasi belajar siswa otomatis meningkat. Kelas
jadi lebih interaktif karena keaktifan siswa. Untuk menciptakan proses yang menyenagkan, teknik
penilaian pun harus disiapkan secara variatif. Ajukan pertanyaan pada siswa sesuai pada apa yang
hendak diukur. Agar kreativitas dan orisinalitas bangkit, maka perlu dibuat pertanyaan terbuka.
Pertanyaan ini sifatnya membuat siswa merasa tertantang untuk mencapai sesuatu yang lebih, namun
tetap dalam jangkauan. Jika pertanyaan itu-itu saja, terlalu mudah, maka semangat siswa untuk
memberikan usaha lebih tidak akan bangkit. Pun sebaliknya, apabila terlalu sulit maka bisa mematikan
usaha siswa. Untuk itu, Anda harus menjadi guru yang kreatif.

3) Guru harus Membuat suasana kompetesi kelas yang menantang

Sebagai guru, Bu Natifa perlu menyiapkan strategi agar kompetisi yang terjadi di kelas berjalan dengan
baik. Aturlah agar kompetisi tetap bisa diikuti oleh seluruh siswa dan menghasilkan juara bergilir
setiap waktu. Jadi tidak melulu siswa yang itu-itu saja yang menang. Biarkan setiap siswa memiliki
kesempatan menjadi juara di bidangnya masing-masing.

4) Guru harus menyediakan sumber belajar yang memadai

Sumber belajar yang memadai haruslah mendukung kurikulum, berkaitan dengan pengembangan diri,
serta pengembangan karir. Buku cetak yang terpercaya, audio, video, media ajar yang menarik
sehingga siswa tidak jenuh dengan penyampaian materi yang monoton. Semakin beragam dan lengkap
sumber yang tersedia di kelas, akan makin besar kecenderungan siswa suka belajar.

5) Guru harus siap siaga membantu siswa belajar

Guru yang siap sedia membantu siswanya. Ketika siswa mengalami kesulitan belajar, mereka butuh
bantuan dari yang lebih paham. Jika bantuan yang dibutuhkan tidak ada, maka akan timbul
kecenderungan siswa malas melanjutkan belajar. Bantuan belajar di sini bisa berasal dari guru kelas,
atau guru lain yang ditugaskan membantu siswa. Jadi, dengan disediakannya bantuan belajar bagi
siswa di kelas, maka mereka akan lebih suka belajar.

2. Bu Yanti sedang menjelaskan materi tentang “Pemanfaatan Hasil Hutan” untuk siswa Kelas 4 SD di SDN
Kalasan. Beliau juga menjelaskan tentang berbagai macam contoh hasil hutan, antara lain, kayu, rotan, karet,
dan damar, serta perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimanfaatkan untuk mengolah
hasil hutan dan juga ketidakarifan manusia dalam memanfaatkan hasil hutan sehingga hutan-hutan di bumi ini
menjadi cepat gundul. Terkait dengan keterampilan bertanya yang harus dimiliki oleh Bu Yanti sebagai upaya
yang harus dilakukan oleh seorang guru untuk memperoleh informasi dan juga meningkatkan terjadinya
interaksi antara guru dan siswa sehingga siswa dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran, cobalah
bantu Bu Yanti untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa, dengan mengacu kepada komponen-
komponen keterampilan bertanya dasar.
Jawaban :
komponen-komponen keterampilan bertanya dasar :
a. mengungkapkan pertanyaan dengan jelas dan singkat.
Pertanyaan yang diajukan Bu Yanti hendaknya singkat dan jelas sehingga mudah dipahami oleh para
siswa. Pertanyaan yang demikian dapat dibuat dengan menggunakan struktur kalimat yang sederhana serta
kata – kata yang sudah dikenal oleh para siswa.
Contoh : Apa yang menyebabkan hutan menjadi gundul?
b. memberi acuan.
Sebelum bertanya Bu Yanti perlu memberikan acuan berupa informasi yang perlu di ketahui siswa. Siswa
akan mengolah informasi yang diberikan sehingga dapat menjawab pertanyaan guru. Acuan dapat
diberikan pada awal pertanyaan atau sewaktu-waktu ketika guru akan mengajukan pertanyaan.
Contoh pemberian acuan :
Hutan menghasilkan oksigen agar makhluk hidup tetap bisa bernapas. Hutan menyerap
karbondioksida yang berguna untuk proses fotosintesis tumbuhan. Manusia dan hewan bisa mencari
sumber makanan di dalam hutan untuk bertahan hidup. Keberadaan hutan dapat mencegah banjir bandang,
akar-akar pohon membantu menyerap dan menyimpan air di dalam tanah saat terjadi hujan lebat. Adanya
hutan juga bisa mendinginkan suhu Bumi yang semakin memanas.
Sangat kuat alasan kita sebagai makhluk Bumi untuk selalu menjaga ekosistem. Timbal balik
antara manusia, hewan, tumbuhan dengan lingkungannya harus tetap seimbang. Keberadaan hutan telah
memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia dan akan terus berlanjut jika tetap menjaganya.
c. memusatkan perhatian
pertanyaan dapat dibagi menjadi pertanyaan luas dan pertanyaan sempit.
Pertanyaan sempit menuntut pemusatan perhatian siswa pada hal-hal khusus dan yang perku didalami.
Contoh : Sebutkan kayu apa saja yang dihasilkan dari hutan?
Pertanyaan luas hendaknya selalu diikuti dengan pemusatan , yaitu dengan memfokuskan perhatian siswa
pada inti masalah tertentu.
Contoh : Sebutkan berbagai macam hasil hutan !
d. pemindahan giliran
Bu Yanti perlu memberikan kesempatan kepada siswa lain dengan cara pemindahan giliran. Artinya,
setelah siswa pertama memberikan jawaban, Bu Yanti meminta kepada siswa yang kedua untuk
melengkapi jawaban tersebut, kemudian meminta lagi siswa ketiga dab seterusnya. Cara seperti ini dapat
mendorong siswa untuk selalu memperhatikan jawaban yang diberikan temannya serta meningkatkan
interaksi antar siswa.
Contoh :
Bu Yanti : “Sebutkan 5 hasil hutan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia?”
Siswa I : “Rotan”.
Bu Yanti : “ Betul, kemudian apa lagi?”.
Siswa II : “ Pohon jati dan karet Bu”.
Bu Yanti : “Masih kurang dua lagi. Siapa yang dapat melengkapi jawaban tersebut?”
Siswa III : “ Kopi dan teh Bu”
Bu Yanti : “ Tepat sekali. Jadi 5 hasil hutan ada apa saja anak-anak?”
Siswa : “ Rotan, Pohon Jati, Karet, Kopi dan Teh Bu”.
Bu Yanti : “Betul sekali.”
e. Penyebaran
Penyebaran pertanyaan adalah menyebarkan giliran untuk menjawab pertanyaan yang diajukan olah Bu
Yanti. Kalau memungkinkan semua siswa didalam kelas menjawab pertanyaan dengan merata. Agar
tujuan penyebaran dapat tercapai secara efektif, Bu Yanti hendaknya menunjukkan pertanyaan kepada
seluruh siswa, kemudian menyebarkan pertanyaan secara acak sehingga semua siswa siap untuk
mendapatkan giliran.
f. memberikan waktu berpikir
untuk menjawab sebuah pertanyaan siswa membutuhkan waktu untuk memikirkan jawaban yang tepat.
Maka setelah memberikan pertanyaan Bu Yanti hendaknya menunggu beberapa saat sebelum meminta
atau menunjuk siswa untuk menjawabnya.
g. memberikan tuntunan.
Terkadang pertanyaan yang diajukan oleh Bu Yanti tidak dapat dijawab lagi oleh siswa ataupun jika ada
yang menjawab, jawabannya tidak seperti yang diharapkan. Maka guru tidak boleh diam dan menunggu
sampai memberikan jawaban. Bu Yanti harus memberikan tuntunan yang memungkinkan jawaban yang
diharapkan. Tuntunan dapat diberikan dengan berbagai cara antara lain :
a) memparafrase
b) mengajukan pertanyaan lain yang lebih sederhana yang dapat menuntun siswa
menemukan jawabannya.
c) Mengulangi penjelasan/informasi sebelumnya yang berkaitan dengan pertanyaan yang
diajukan.
3. Reyvan termasuk kategori anak yang pendiam dan sulit berinteraksi dengan sesama siswa yang lain di Kelas 4.
Pada saat mengerjakan tugas yang diberikan secara kelompok, dia cenderung menyendiri dan tidak mau
bergabung dengan teman-teman sekelompoknya. Karena cukup lamban dalam mengerjakan tugasnya secara
mandiri, Reyvan juga sering menjadi bahan olok-olok di kelasnya. Hal ini membuatnya semakin “tenggelam”
di antara teman-teman sekelasnya. Sebagai seorang guru, Bu Maryam menyadari bahwa permasalahan ini
harus segera diatasi. Namun karena Reyvan bukan satu-satunya siswa yang perlu mendapat perhatiannya, maka
Bu Maryam cenderung abai dengan kondisi Reyvan.
a. Berdasarkan pada situasi pembelajaran yang ada tersebut di atas, lakukan analisis permasalahan yang
terjadi di kelas Bu Maryam.
b. Desain lah sebuah skenario pembelajaran yang dapat membantu Reyvan untuk dapat mengikuti proses
pembelajaran secara optimal.
Jawaban :
a. Analisis permasalahan yang terjadi di kelas Bu Maryam
a) Terdapat siswa yang kurang aktif dan sulit berinteraksi dalam kelas
b) Guru tidak memperhatikan siswa yang kurang aktif
c) Siswa kurang memperhatikan pelajaran
d) Siswa tidak menghargai temannya yang kurang aktif
c. Skenario pembelajaran yang dapat membantu Reyvan untuk dapat mengikuti proses pembelajaran
secara optimal.
untuk mendorong Reyvan mudah dalam bersosialisai maka guru harus bekerjasama dengan
orangtuanya. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk melatih anak pendiam dan sulit
bersosialisasi seperti Reyvan yaitu :
a) Memasangkannya dengan siswa yang bertolak belakang
Dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, Reyvan dipasangkan dengan siswa yang lebih populer.
Dengan cara ini, anak pendiam akan lebih cepat diterima di lingkungannya.
b) Memasnagkannya dengan yang lebih muda
Anak pendiam dipasangakan dengan anak yang lebih muda, maka popularitasnya meningkat
sebanyak 50%. Popularitas ini membantu dirinya untuk membangun rasa percaya diri yang lebih
baik.
c) Kelompok kecil
Membuat kelompok bermain kecil akan lebih efektif untuk memfasilitasi pertemanan anak
dibandingkan kelompok besar. Di dalam kelompok besar, anak pendiam cenderung menarik diri di
luar percakapan dan permainan, sedangkan didalam kelompok kecil, setiap anak dapt perhatian
dari teman sekelompoknya. Guru dapat melatih mulai dari kelompok kecil lalu secara bertahap
meningkatkan jumlah anggota.
d) Memberikan tanggungjawab penting
Guru dapat memberikan tugas penting di dalam kelas kepada Reyhan. Misalnya tugas mengawasi
piket bersih-bersih dalam kelas.
e) Menolong bila terjadi bullying
Bullying di sekolah dapat berakibat serius pada perkembangan mental anak. Anak yang cenderung
menutup diri dari lingkungan sosial kerap di olok-olok teman-temannya. Hingga pada akhirnya ia
tidak dapat membalas dan bisa menjadi takut untuk sekolah. Ajarkan dan latih anak agar menjadi
dirinya sendiri dan melawan bullying yang diterimanya. Bila bullying sudah di luar batas, maka
guru harus bertindak.
f) Guru yang aktif
Sebagai seorang pendidik, guru tidak boleh mengabaikan siswanya yang kurang aktif dalam
mengikuti pembelajaran.

4. Miss Vira adalah seorang guru Bahasa Inggris di kelas 5 SD Prambanan. Sebagian besar siswanya berasal dari
sekitar Candi Prambanan dan setiap pulang sekolah mereka selalu membantu orangtuanya berjualan souvenir
kepada turis asing yang sedang berkunjung ke Candi Prambanan. Namun permasalahannya adalah siswa-
siswanya tidak begitu mahir dalam menjajakan souvenir kepada turis asing dan hanya cenderung pasif. Dalam
kurikulum muatan lokal Bahasa Inggris, ada beberapa Chapter yang bisa mendukung kemampuan tersebut.
Berdasarkan ilustrasi tersebut di atas, bantu Miss Vira untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) yang bisa membantu siswanya untuk melakukan speaking dengan baik.

Jawaban :
Tugas utama pendidik adalah merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil
pembelajaran dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan termasuk tugas untuk meneliti dan melakukan
pengabdian masyarakat (UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 39 Ayat 2). Sehubungan dengan tugas melaksanakan
proses pembelajaran, pendidik harus mengelola pembelajaran yang interaktif dalam public speaking dan
inspiratif. Dalam satu kali pembelajaran tatap muka, pendidik melaksanakan proses pembelajaran mulai dari
kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. contoh RPP yang dapat membantu sisea untuk
melakukan speaking denganbaik berikut ini:
Tampak dari Skenario pembelajaran tadi bahwa peran guru sangat penting dalam hal menjelaskan,
mengarahkan, mengamati serta memfasilitasi peserta didik untuk belajar. Peran tersebut akan berjalan lebih efektif jika
pendidik memiliki keterampilan berkomunikasi dan public speaking yang baik. Guru yang terampil berkomunikasi
akan mampu menjelaskan dengan baik, akan mampu mengarahkan dengan tepat serta petunjuk dan intruksinya mudah
dipahami. Tidak hanya itu, guru yang terampil berkomunikasi akan mampu memudahkan sesuatu yang sulit,
mengkonkritkan sesuatu yang abstrak serta menyederhanakan yang rumit.
Lalu, apa upaya yang bisa dilakukan pendidik untuk bisa melaksanakan pembelajaran yang efektif yang
didukung oleh keterampilan berkomunikasi dan public speaking?. Ada tiga seni atau cara untuk menjadi pembicara
yang istimewa. Berhubung mengajar juga merupakan sebuah “seni” ini bisa dijadikan dasar oleh guru untuk merancang
pembelajaran yang efektif berbasis public speaking.
1) The Art of Craft.
“the art of craft” ini adalah keterampilan atau seni yang bisa diolah pada diri seorang public speaker.
Arti lainnya adalah bahwa lima aspek yang termasuk “the art of craft” yaitu “Voice, Body Movement, Genstures,
eye contact dan Energy” semuanya bersifat unik. Maksudnya setiap orang bisa menampilkan hal yang berbeda
tanpa harus meniru orang lain. Maka untuk menjadi guru yang istimewa/the exceptional teacher, seorang guru
harus melatih dan mengoptimalkan penggunaan kelima aspek tersebut.
a. Voice Suara adalah bunyi yang keluar dari mulut ketika pita suara bergetar.
Hampir setiap aspek dari suara kita dapat mudah dibentuk, disesuaikan, dikembangkan dan
dimodifikasi. Untuk kepentingan pembelajaran, seorang guru harus mengelola suaranya agar
terdengar jelas dan nyaman di telinga peserta didik. Sesuatu yang terdengar indah dan nyaman akan
ditangkap oleh indera pendengaran peserta didik lalu akan menimbulkan sensasi. Sensasi inilah yang
menyebabkan munculnya persepsi dan memori. Oleh sebab itu, pendidik harus berupa mengelola
suaranya agar terdengar jelas dan nyaman.
Pertanyaannya adalah, apakah sebagai seorang pendidik (guru/dosen) pernah bertanya kepada
peserta didik apakah suara anda sudah jelas dan nyaman di dengar oleh mereka?. Barangkali kita
menganggap semuanya baik-baik saja karena selama ini belum ada peserta didik yang protes secara
langsung tentang suara anda. Tapi, untuk memastikan hal tersebut ada langkah sederhana yang bisa
anda lakukan.
1) Carilah kelas yang kosong lalu berdirilah di depan kelas.
Praktikkanlah skenario membuka pembelajaran dan minta seseorang untuk berdiri di
belakang kelas sambil menghadap kepada anda. Minta pendapatnya, apakah suara anda
jelas dan nyaman?, jika jawabannya sudah. Maka lanjutkan percobaan berikutnya. Namun,
jika belum maka anda bisa mengubah nada bicara. Pilihan nada terbaik untuk berbicara
kepada orang banyak adalah “middle voice”.
2) Berdiri di depan kelas, lalu minta tiga orang untuk merekam suara anda saat membuka
pelajaran. Dengarkan rekaman tersebut dengan saksama. Perhatikan, pada sisi mana suara
anda terdengar jelas dan nyaman serta pada sisi mana sebaliknya. Semakin sering
mendengarkan rekaman suara sendiri maka akan semakin tahulah anda kekuatan dan
kelemahan suara sendiri.
b. Body Movement
Potensi diri kedua yang termasuk “the art of craft” untuk mewujudkan “the exceptional teacher”
adalah “body movement” atau perpindahan badan. Seorang pembicara atau pendidik yang hanya
berdiri mematung di depan kelas akan terlihat kaku serta akan membuat peserta didik yang duduk di
bagian belakang berkurang perhatiannya. Dengan gerakan berpindah yang dilakukan guru
merupakan strategi untuk memastikan semua peserta didik tetap dalam kendali pendidik. Maka
selalulah berpindah selama pembelajaran dalam artian ada kalanya berdiri di depan jika anda
menjelaskan sesuatu yang ada pada media atau menulis, lalu berpindahnya ke sisi kanan kelas untuk
mengamati aktivitas belajar peserta didik di sisi kanan, lalu berpindahlah ke sisi kiri, masuklah ke
tengah kelas untuk mengamati aktivitas belajar dalam kelompok lalu berdirilah di belakang kelas
untuk melihat peserta didik yang menyampaikan atau menjelaskan sesuatu di depan kelas.
c. Gestures
Gesture adalah bentuk dari komunikasi non verbal berupa gerakan anggota tubuh seperti kepala,
ekspresi wajah, bahu atau tangan. Gesture sebagai sebagai gerakan anggota tubuh akan memperkuat
pesan, membantu sampainya pesan yang sulit dimengerti dengan bahasa lisan serta meningkatkan
perhatian. Gesture akan menambah rasa dan menguatkan makna bahasa lisan. Contoh ketika
pendidik mengacungkan jempol kanan ke arah siswa yang baru saja selesai mengerjakan sebuah soal
maka itu artinya sebuah pujian.
d. Eye Contact
Kontak mata merupakan komunikasi non verbal yang memiliki kapasitas luar biasa untuk menarik
perhatian. Dalam konteks pembelajaran, antara pendidik dengan peserta didik dan antara peserta
didik dengan peserta didik yang lain, kontak mata dalam aktivitas belajar adalah sesuatu yang
lumrah. Dengan adanya kontak mata maka kita bisa mengetahui apakah orang lain mau
berkomunikasi dengan kita atau membuka diri untuk berinteraksi.
e. Energy
Energi adalah kekuatan yang datang dari dalam diri. Kenapa ada guru yang begitu bersemangat
dalam mengajar?, karena gurunya punya energi. Darimana energi itu datang?, banyak faktor. Energi
bisa datang dari asupan makanan dan minuman yang kita konsumsi serta energi juga bisa datang
karena lingkungan yang mendukung. Suasana kelas yang dinamis, peserta didik yang aktif belajar
dan memiliki perhatian yang tinggi akan menambah energi seorang pendidik dalam pembelajaran,
begitu juga sebaliknya.

Anda mungkin juga menyukai