Anda di halaman 1dari 3

Anggoro Wibikseno (R1902004)

Administrasi Dan Kebijakan Kerja

Kuis :

1. - Kebijakan publik adalah serangkaian tindakan yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pemerintah
yang berorientasi pada tujuan tertentu guna memecahkan masalah-masalah publik atau demi
kepentingan publik.

Ada beberapa ciri kebijakan publik :

- Kebijakan adalah suatu tindakan pemerintah yang bertujuan menciptakan kesejahteraan masyarakat.

- Kebijakan dibuat melalui tahap-tahap yang sistematis sehingga semua variabel pokok dari semua
permasalahan yang akan dipecahkan tercakup.

- Kebijakan harus dapat dilaksanakan oleh unit organisasi pelaksana.

- Kebijakan perlu dievaluasi sehingga diketahui berhasil atau tidaknya dalam menyelesaikan masalah.

2. Dalam teori sistem yang dikemukakan oleh Dunn, mengatakan bahwa dalam pembuatan kebijakan
publik melibatkan 3 elemen yaitu pelaku kebijakan, kebijakan publik dan lingkungan kebijakan.

3. - Penyusunan Agenda

Agenda setting yaitu sebuah fase dan proses yang sangat strategis dalam realitas kebijakan publik.
Dalam proses inilah mempunyai ruang untuk memaknai apa yang dinamakan sebagai masalah publik
dan prioritas dalam agenda publik dipertarungkan. Bila sebuah isu sukses mendapatkan status sebagai
masalah publik, dan mendapatkan prioritas dalam agenda publik, karenanya isu tersebut berhak
mendapatkan alokasi sumber daya publik yang semakin daripada isu lain.

- Formulasi kebijakan

Masalah yang sudah masuk dalam agenda kebijakan kemudian dibahas oleh para pembuat kebijakan.
Masalah-masalah tadi diartikan untuk kemudian dicari pemecahan masalah yang terbaik. Pemecahan
masalah tersebut berasal dari beragam alternatif atau pilihan kebijakan yang telah tersedia. Sama
halnya dengan perjuangan suatu masalah untuk masuk dalam agenda kebijakan, dalam tahap
perumusan kebijakan masing-masing slternatif bersaingan untuk dapat dipilih sebagai kebijakan yang
diambil untuk memecahkan masalah.

- Adopsi/ Legitimasi Kebijakan


Tujuan legitimasi yaitu untuk memberikan otorisasi pada proses dasar pemerintahan. Bila tindakan
legitimasi dalam suatu masyarakat diatur oleh kedaulatan rakyat, warga negara akan mengikuti arahan
pemerintah. Namun warga negara harus percaya bahwa tindakan pemerintah yang sah. Mendukung
dukungan untuk rezim cenderung berdifusi - cadangan dari sikap patut dan niat patut terhadap tindakan
pemerintah yang menolong bagian mentolerir pemerintahan disonansi. Legitimasi dapat diurus
melewati manipulasi simbol-simbol tertentu. Di mana melewati proses ini orang berupaya bisa untuk
mendukung pemerintah.

- Penilaian/Evaluasi Kebijakan

Secara umum evaluasi kebijakan dapat diceritakan sebagai agenda yang menyangkut estimasi atau
penilaian kebijakan yang mencakup substansi, implementasi dan dampak. Dalam hal ini, evaluasi
dipandang sebagai suatu agenda fungsional. Artinya, evaluasi kebijakan tidak hanya dilakukan pada
tahap kesudahan saja, melainkan dilakukan dalam seluruh proses kebijakan. Dengan demikian, evaluasi
kebijakan dapat mencakup tahap perumusan masalh-masalah kebijakan, program-program yang
diusulkan untuk menyelesaikan masalah kebijakan, implementasi, maupun tahap dampak kebijakan.

4. A. Proses : Model Dominan Proses Pembuatan Kebijakan Tidak Realistik.

Terdapat berbagai teori dan model yang memberikan gambaran mengenai tahapan pembuatan
kebijakan dengan berbagai variasinya. Tahapan tersebut dalam kondisi nyata sering tumpangtindih dan
tidak dapat dipisahkan. Terkadang masalah kebijakan dan solusi muncul secara bersamaan, evaluasi dan
implementasi dilakukan bersamaan, siklus kebijakan dimulai dari implementasi atau evaluasi dan lain-
lain.

B. Tuntutan Kualitas Pembuatan Kebijakan Semakin Tinggi.


Bagaimana karakter proses kebijakan yang baik? Hallsworth, dkk. (2001) menggambarkan model
profesional dalam pembuatan kebijakan dengan karakteristik sebagai berikut :

- Memperhatikan dan mempertimbangkan lingkungan kebijakan atau dengan kata lain memperhatikan
faktorfaktor eksternal dalam proses pembuatan kebijakan (outward looking).
- Terbuka terhadap ide dan solusi yang baru (inovatif, kreatif dan fleksibel).

- Menggunakan data-data dan fakta-fakta dari berbagai sumber dan melibatkan stakeholders kunci
dalam pembuatan kebijakan (evidence-based). Selain karakter di atas kebijakan publik yang baik harus
juga memiliki karakter forward looking (mengarah pada outcome dan mempertimbangkan dampak
jangka panjang), joined up (proses perumusannya dikelola dengan baik, holistic view, berkoordinasi
dengan institusi yang lain), serta communication (dalam proses perumusan juga mempertimbangkan
strategi mengkomunikasikan kepada publik) (the First Minister and Deputy First Minister, 2015).

C. Struktur
Keberadaan institusi yang bertanggung jawab terhadap kualitas kebijakan publik juga menjadi perhatian
untuk menjawab tantangan kebutuhan kebijakan publik yang baik. Duplikasi kebijakan, tumpang-tindih,
dan ketidakjelasan adalah beberapa indikasi ketidakjelasan struktur yang mendukung upaya pembuatan
kebijakan yang baik.

D. Dinamika Politik

Dinamika dan aktivitas politik memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pembuatan kebijakan. Proses
politik memiliki sifat interaktif, dengan mekanisme kerja yang sangat fleksibel, menggunakan barter
untuk tujuan kepentingan tertentu, dan juga menggunakan berbagai pertemuan informal untuk saling
mempengaruhi. Mekanisme politik yang cenderung polycentric, komplek dan heterogen ini (dengan
berbagai aktor dengan berbagai kepentingan) memungkinkan munculnya variasi komunikasi antar aktor
dan memunculkan ketidakpastian sangat tinggi karena tidak ada satu aktor pun, termasuk pihak
pemerintah, memiliki kontrol penuh dalam proses pembuatan kebijakan.