Anda di halaman 1dari 10

Pertemuan Ke 9

Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan Pada Kasus Kompleks


SKS : 2 SKS
Program Studi : Pendidikan Profesi Bidan STIKes Indramayu
Dosen : Mayang Chyntaka, S.ST.,M.Kes
Topik : Alur Rujukan dan Rencana Asuhan Pada Kasus Kompleks
Sub Topik : 1. Prinsip Rujukan
2. Sistem Rujukan
3. Penanganan Awal Pada Saat Merujuk

DAFTAR PUSTAKA
1. Rukiyah, dkk. 2009. Asuhan Kebidanan IV. Jakarta : Trans Info Media
2. Prawirohardjo S, 2006. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP-SP
3. Syafrudin, Hamidah, Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC, 2009
4. Setyarini dan Suprapti, 2016. Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Neonatal dan
Maternal. Kemenkes RI. Pusdik SDM Kesehatan.

PENDAHULUAN

Angka kematian ibu dan angka kematian perinatal di Indonesia masih sangat tinggi.
Menurut survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka Kematian Ibu
(AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi mencapai359/100.000
kelahiran hidup untuk AKI dan AKB mencapai 32/1000 kelahiran hidup.
Sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menunjang upaya pencapaian Millenium
Development Goals(MDG’s) No.4 dan 5 didalam menurunkan angka kematian ibu adalah
pencapaian angka kematian ibu menjadi 112/100.000 kelahiran hidup. Dari berbagai faktor
yang berperan pada kematian ibu, kemampuan kinerja petugas kesehatan berdampak
langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan maternal neonatal terutama
kemampuan dalam mengatasi masalah persalinan yang bersifat kegawatdaruratan. Materi bab
ini direncanakan supaya Anda dapat melakukan rujukan kegawatdaruratan maternal
neonatalsecara optimal.
A. Prinsip Rujukan
Kebijakan dan prinsip dasar rujukan
1. Prinsip utama adalah mengurangi kepanikan dan kegaduhan yang tidak perlu dengan
cara menyiapkan persalinan ( rujukan terencana ) bagi yang membutuhkan ( pre-
empaty strategy). Sementara itu bagi persalinan emergency harus ada alur yang jelas.
2. Bertumpu pada proses pelayanan KIA yang menggunakan continum of care dengan
sumber dana.
3. Sarana pelayanan kesehatan dibagi menjadi 3 jenis : RS PONEK 24 jam, Puskesmas
PONED dan sarana pelayanan kesehatan lainnya seperti puskesmas, bidan praktek,
rumah bersalin, dokter praktik umum dan lain-lain.
4. Harus ada rumah sakit PONEK 24 jam dengan hot line yang dapat dihubungi 24 jam.
5. Sebaiknya ada hotline di Dinas Kesehatan 24 jam dengan sistem jaga untuk
mendukung kegiatan persalinan di RS.
6. Memperhatikan secara maksimal ibu-ibu yang masuk dalam:
a. Kelompok A
Ibu – ibu yang mengalami masalah dalam kehamilan (ANC) dan diprediksi akan
mempunyai masalah dalam persalinan yang perlu dirujuk secara terencana
b. Kelompok B
Ibu-ibu yang dalam ANC tidak bermasalah, di bagi menjadi 3 kelompok, antara
lain :
- Kelompok B1
- Ibu-ibu bersalin yang membutuhkan rujukan emergency ke RS PONEK 24
Jam
- Kelompok B2
ibu-ibu bersalin yang ada kesulitan namun tidak perlu dirujuk ke RS PONEK
24 Jam, dapat dilakukan dipuskesmas PONED
- Kelompok B3
Ibu-ibu yang mengalami persalinan normal.
7. Menekankan pada koordinasi antar lembaga seperti LKMD, PKK dan pelaku
8. Memberikan petunjuk rinci dan jelas mengenai pembiayaan, khususnya untuk
mendanai ibu-ibu kelompok A dan kelompok B1, B2 dan BBL. Dan dilihat juga
bagaimana kondisi bayinya seperti kelainan lahir, kelainan genetik, gawat janin,
kelainan korgenetik dan anechephali.
B. Sistem Rujukan
1. Pengertian
Sistem rujukan adalah suatu sistem jaringan fasilitas pelayanan kesehatan yang
memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik asat
masalah yang timbul, baik secara vertikal maupun horizontal ke fasilitas pelayanan
yang lebih kompeten, terjangkau, rasional dan dibatasi oleh wilayah administrasi.
(Syafrudin, 2009).
2. Tujuan
Untuk meningkatkan mutu, cakupan dan efisiensi pelayanan kesehatan secara
terpadu. (Syafrudin, 2009).
Untuk meningkatkan mutu, cakupan dan efisiensi pelaksanaan pelayanan metode
kontrasepsi secara terpadu. (Syafrudin, 2009).
a. Jenis rujukan
1) Rujukan medik
Yaitu melimpahkan tanggung jawab secara timbal balik atas kasus yang
timbul baik secara vertikal maupun horizontal kepada yang lebih berwenang
dan mampu menanganinnya secara rasional. Jenis rujukan medik antara lain:
a) Transfer of patient. Konsultasi penderita untuk keperluan diagnotik,
pengobatan, tindakan operatif dll.
b) Transfer of speciment. Pengiriman bahan (spesimen) untuk pemeriksaan
laboratorium yang lebih lengkap.
c) Transfer of knowlage/personal. Pengiriman tenaga yang lebih kompeten
atau ahli untuk meningkatkan mutu layanan pengobatan setempat.
2) Rujukan kesehatan
Rujukan kesehatan yaitu hubungan dalam pengiriman, pemeriksaan bahan
atau spesimen ke fasilitas yang lebih mampu dan lengnkap. Ini adalah
rujukan yang menyangkut masalah kesehatan yang sifatnya preventif dan
promotif (Syafrudin, 2009)
b. Tata laksanan
Rujukan medik dapat berlangsung :
1) Internal antara petugas di suatu puskesmas
2) Antara puskesmas pembantu dan puskesmas
3) Antara masyarakat dan puskesmas
4) Antara satu puskesmas dan puskesmas lain
5) Antara puskesmas dan rumah sakit, laboratorium atau fasillitas kesehatan lain
6) Internal antara bagian/unit pelayanan di dalam suatu rumah sakit
7) Antara rumah sakkit, laboratorium atau fasilitas lain dan rumah sakit,
laboratorium atau fasilitas pelayanan lain
Skema Rujukan dan jenjang pelayanan

Rumah Sakit Kabupaten

Bidan Desa/Polindes
Puskesmas
Pendidikan masyarakat dan Dukun
Pendidikan masyarakat dan
pelayanan
Dukun pelayanan
a. Perawatan antenatal
a. ANC
b. Vaksinasi
b. Vaksinasi
c. Pertolongan persalinan
c. Rujuksn
d. Rawat gabung ASI
d. Persalinan
e. Penapisan hamil resiko
e. Pencatatatan dan pelaporan
f. Rujukan penderita
g. Pencatatan dan pelaporan

Posyandu Dukun Bersalinan


Pendidikan masyarakat pelayanan 1. Pendidikan masyarakat
1. KB terbatas 2. Pelayanan persalianan
2. Vaksinasi 3. Resiko rendah
3. Rujukan Resiko 4. Rawat gabung ASI
4. Pemberian Fe Vit.A dan oralit 5. Rujukan
5. Pencatatan dan pelaporan 6. Hamil atau persalinan dengan resiko
tinggi
7. laporan

Dari hubungan rujukan diatas, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :


1. Peranan dukun bayi tidak dapat ditiadakan dalam waktu singkat. Oleh karena itu,
dukut diikutsertakan dalam sistem rujukan aktif. Dukun masih diperlukan
masyarakat. Oelh karena itu, mereka dilatih untuk lebih mampu melaksanakan
tugasnya.
2. Sistem rujukan medis yang berjalan dengan baik, mencerminkan pelayanan dan
pengayoman medis yang bermutu dan lebih menyeluruh.
Tujuan rujukan adalah dihasilakn pemerataan upaya kesehatan dalam rangka
penyelesaian masalah kesehatan secara berdaya dan berhasil guna.
C. Penanganan awal pada saat merujuk khususnya pada kasus kebidanan kompleks
Kesiapan untuk merujuk ibu dan bayinya ke fasilitas kesehatan rujukan secara
optimal dan tepat waktu menjadi syarat bagi keberhasilan upaya penyelamatan. Setiap
penolong persalinan harus mengetahui lokasi fasilitas rujukan yang mampu untuk
penatalaksanaan kasus gawatdarurat Obstetri dan bayi baru lahir dan informasi tentang
pelayanan yang tersedia di tempat rujukan, ketersediaan pelayanan purna waktu, biaya
pelayanan dan waktu serta jarak tempuh ke tempat rujukan.
Persiapan dan informasi dalam rencana rujukan meliputi siapa yang menemani ibu
dan bayi baru lahir, tempat rujukan yang sesuai, sarana tranfortasi yang harus tersedia,
orang yang ditunjuk menjadi donor darah dan uang untuk asuhan medik, tranfortasi, obat
dan bahan, disingkat “BAKSOKU” Yang dijabarkan sebagai berikut :
B (Bidan), pastikan ibu/bayi/klien didampingi oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan
memiliki kemampuan untuk melaksanakan kegawatdaruratan.
A (Alat), bawa perlengkapan dan bahan-bahan yang diperlukan, seperti spuit, infus set,
tensi meter dan stetoskop.
K (Keluarga), beritahu keluarga tentang kondisi terakhir ibu dan alasan mengapa ibu
dirujuk. Suami dan anggota keluarga yang lain harus menemani ibu ketempat rujukan.
S (Surat), beri surat ketempat rujukan yang berisi identifikasi ibu, alasan rujukan, uraian
hasil rujukan, asuhan, atau obat-obatan yang telah diterima.
O (Obat), bawa obat-obatan esensial diperlukan selama merujuk.
K (Kendaraan), siapkan kendaraan yang cukup baik untuk memungkinkan ibu dalam
kondisi yang nyaman dan dapat mencapai tempat rujukan dalam waktu yang cepat.
U (Uang), ingatkan keluarga untuk membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk
membeli obat dan bahan kesehatan yang diperlukan ditempat rujukan.
Jika upaya penanggulangan diberikan ditempat rujukan dan kondisi ibu telah
memungkinkan, segera kembalikan ibu ketempat fasilitas pelayanan asalnya dengan
terlebih dahulu memberi hal-hal berikut ini:
1. Konseling tentang kondisi klien sebelum dan sesudah diberi upaya penanggulangan.
2. Nasihat yang perlu diperhatikan
3. Pengantar tertulis kefasilitas pelayananan kesehatan mengenai kondisi pasien, upaya
penanggulangan yang telah di berikan dan saran-saran.
Sistem rujukan pelayanan kegawatdaruratan maternal dan Neonatal mengacu
pada prinsip utama kecepatan dan ketepatan tindakan, efisien, efektif dan sesuai dengan
kemampuan dan kewenangan fasilitas pelayanan. Setiap kasus dengan
kegawatdaruratan obstetrik dan neonatal yang datang ke puskesmas PONED harus
langsung dikelola sesuai dengan prosedur tetap sesuai dengan buku acuan nasional
pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Setelah dilakukan stabilisasi kondisi
pasien, kemudian ditentukan apakah pasien akan dikelola di tingkat puskesmas mampu
PONED atau dilakukan rujukan ke RS pelayanan obstetrik dan neonatal emergensi
komprehensif (PONEK) untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik sesuai dengan
tingkat kegawatdaruratannya. Alur Rujukan dari Hulu ke Ilir
Penjelasan
1. Ibu hamil dapat memperoleh pelayanan ANC diberbagai sarana pelayanan kesehatan
( bidan, puskesmas biasa, puskesmas PONED, RB, RS biasa atau RS PONEK)
2. Sarana pelayanan kesehatan mengidentifikasi jenis kehamilan dan perkiraan jenis
persalinan dari ibu – ibu yanng mendapatkan pelayanan ANC dimasing-masing
sarana.
3. Sarana Pelayanan Kesehatan mengelompokan jenis kehamilan dan jenis persalinan
menjadi 2 kelompok.
a. Kelompok A : merupakan ibu-ibu yang dideteksi mempunyai permasalahan
dalam kehamilan dan diprediksi akan mempunyai permasalahan dalam persalinan
b. Kelompok B : merupakan ibu-ibu yang dalam ANC tidak ditemukan
permasalahan
4. Untuk kelompok A, Rujukan bisa dilakukan pada saat ANC dimana sarana pelayanan
kesehatan marujuk Ibu Hamil Kelompok A ke RS PONEK ( kecuali ibu hamil
tersebut sudah ditangani di RS PONEK sejak ANC)
5. Sarana pelayanan kesehatan akan menangani persalinan ibu hamil kelompok B
6. Pada saat persalinan sarana pelayanan kesehatan akan mengidentifikasi kemungkinan
terjadinya penyulit pada persalinan menggunakan proses dan tekhnik yang baik
( misalnya : penggunaan partograf)
7. Sarana pelayanan kesehatan mengelompokkan jenis persalinan menjadi 3 kelompok,
yaitu :
- Kelompok B1: ibu – ibu yang mengalami permasalahan didalam persalinan dan
harus dirujuk emergency (dirujuk dalam keadaan inpartu)
- Kelompok B2 : ibu-ibu yang mengalami permasalahan didalam persalinan tapi
tidak memerlukan rujukan
- Ibu-ibu dengan persalinan normal
8. Ibu bersalin kelompok B1akan dirujuk ke RS PONEK (kecuali persalinan sudah
ditangani di RS PONEK)
9. Ibu bersalin kelompok B2 dapat ditangani di puskesmas PONED
10. Ibu bersalin kelompok B3 dapat ditangani diseluruh jenis sarana pelayanan
11. Bayi baru lahir yang dimaksud dalam manual ini adalah neonatus berusia antara 0-28
hari
12. Bayi baru lahir tanpa komplikasi dapat ditangani diseluruh jenis sarana pelayanan
kesehatan termasuk RS PONEK apabila sang ibu bersalin di RS PONEK tersebut
(karena masuk kelompok A dan B1)
13. Bayi baru lahir dengan komplikasi dapat lahir dari ibu dengan komplikasi persalinan
maupun dari ibu yang melahirkan normal, baik di RS PONEK atau di sarana
pelayanan kesehatan primer
14. Bayi baru lahir yang telah pulang pasca kelahiran dan kemudian kembali lagi ke
fasilitaskesehatan karena menderita sakit juga termasuk dalam manual rujukan ini
15. Bayi baru lahir kontrol kesaran pelayanan kesehatan sesuai dengan surat kontrol yang
diberikan oleh fasilitas kesehatan ditempat kelahiran
16. Pengelompokan tingkat kegawatan bayi baru lahir dilakukan berdasarkan algoritma
Manajemen Terpadu Bayi Muda ( MTMB). Bayi baru lahir dengan sakit berat
dirujuk ke Rumah Sakit PONEK, bayi baru lahir dengan sakit sedang dirujuk ke
Puskesmas PONED, sementara bayi baru lahir sakit ringan ditangani di sarana
pelayanan kesehatan primer atau di sarana pelayanan kesehatan tempat bayi kontrol.
D. Perencanaan Rujukan
1. Komunikasikan rencana merujuk dengan ibu dan keluarganya, karenarujukan harus
medapatkan pesetujuan dari ibu dan/atau keluarganya. Tenaga kesehatan perlu
memberikan kesempatan, apabila situasi memungkinkan, untuk menjawab
pertimbangan dan pertanyaan ibu serta keluarganya. Beberapa hal yang disampaikan
sebaiknya meliputi:
a) Diagnosis dan tindakan medis yang diperlukan
b) Alasan untuk merujuk ibu
c) Risiko yang dapat timbul bila rujukan tidak dilakukan
d) Risiko yang dapat timbul selama rujukan dilakukan
e) Waktu yang tepat untuk merujuk dan durasi yang dibutuhkan Untuk merujuk
f) Tujuan rujukang.Modalitas dan cara transportasi yang digunakanh.Nama tenaga
kesehatan yang akan menemani ibu
g) Jam operasional dan nomer telepon rumah sakit/pusat layanankesehatan yang
dituju
h) Perkiraan lamanya waktu perawatan
i) Perkiraan biaya dan sistem pembiayaan (termasuk dokumenkelengkapan untuk
Jampersal, Jamkesmas, atau asuransi kesehatan)
j) Petunjuk arah dan cara menuju tujuan rujukan dengan menggunakan modalitas
transportasi lain. Pilihan akomodasi untuk keluargaHubungi pusat layanan
kesehatan yang menjadi tujuan rujukan dansampaikan kepada tenaga kesehatan
yang akan menerima pasien hal-halberikut ini
2. Hubungi pusat layanan kesehatan yang menjadi tujuan rujukan dansampaikan kepada
tenaga kesehatan yang akan menerima pasien hal-halberikut ini:
a. Indikasi rujukan
b. Kondisi ibu dan janin
c. Rencana terkait prosedur teknis rujukan (termasuk kondisi lingkungandan cuaca
menuju tujuan rujukan)
d. Kesiapan sarana dan prasarana di tujuan rujukan
e. Penatalaksanaan yang sebaiknya dilakukan selama dan sebelumtransportasi,
berdasarkan pengalaman-pengalaman rujukansebelumnya
3. Hal yang perlu dicatat oleh pusat layanan kesehatan yang akan menerimapasien
adalah:
a. Nama pasien
b. Nama tenaga kesehatan yang merujuk
c. Indikasi rujukan
d. Kondisi ibu dan janin
e. Penatalaksanaan yang telah dilakukan sebelumnya
f. Nama dan profesi tenaga kesehatan yang mendampingi pasien
4. Saat berkomunikasi lewat telepon, pastikan hal-hal tersebut telah dicatatdan diketahui
oleh tenaga kesehatan di pusat layanan kesehatan yangakan menerima pasien.
5. Lengkapi dan kirimlah berkas-berkas berikut ini (secara langsung ataupunmelalui
faksimili) sesegera mungkin:
a. Formulir rujukan pasien (minimal berisi identitas ibu, hasil pemeriksaan,
diagnosis kerja, terapi yang telah diberikan, tujuanrujukan, serta nama dan tanda
tangan tenaga kesehatan yangmemberi pelayanan)
b. Fotokopi rekam medis kunjungan antenatal
c. Fotokopi rekam medis yang berkaitan dengan kondisi saat ini
d. Hasil pemeriksaan penunjange.Berkas-berkas lain untuk pembiayaan
menggunakan jaminankesehatan
6. Pastikan ibu yang dirujuk telah mengenakan gelang identifikasi.
7. Bila terdapat indikasi, pasien dapat dipasang jalur intravena dengan kanul berukuran
16 atau 18.
8. Mulai penatalaksanaan dan pemberian obat-obatan sesuai indikasisegera setelah
berdiskusi dengan tenaga kesehatan di tujuan rujukan.Semua resusitasi, penanganan
kegawatdaruratan dilakukan sebelummemindahkan pasien.
9. Periksa kelengkapan alat dan perlengkapan yang akan digunakan Untukmerujuk,
dengan mempertimbangkan juga kemungkinan yang dapatterjadi selama transportasi.
10. Selalu siap sedia untuk kemungkinan terburuk.
11. Nilai kembali kondisi pasien sebelum merujuk, meliputi:
a. Keadaan umum pasien
b. Tanda vital (Nadi, Tekanan darah, Suhu, Pernafasan)
c. Denyut jantung janin
d. Presentasi
e. Dilatasi serviks
f. Letak janing.Kondisi ketuban
g. Kontraksi uterus: kekuatan, frekuensi, durasi
12. Catat dengan jelas semua hasil pemeriksaan berikut nama tenagakesehatan dan jam
pemeriksaan terakhir.Untuk memudahkan dan meminimalkan resiko dalam
perjalanan rujukan, keperluan untuk merujuk ibu dapat diringkas menjadi
BAKSOKU (Bidan, Alat, Keluarga, Surat, Obat, Kendaraan, dan Uang

Anda mungkin juga menyukai