Anda di halaman 1dari 36

Teori Produksi

By : Paidi Hidayat
The Firm and Its Environment
The Firm’s Production Function

Produksi adalah suatu proses transformasi berbagai input atau


sumberdaya menjadi output berupa barang atau jasa.

Teori produksi menggambarkan tentang hubungan


diantara tingkat produksi suatu barang dengan
sejumlah faktor produksi yang digunakan untuk
menghasilkan berbagai tingkat produksi barang .
The Firm’s Production Function

Input adalah berbagai sumber daya yang digunakan dalam


memproduksi barang dan jasa.
Input tetap adalah input yang tidak dapat diubah dengan mudah
selama periode waktu tertentu, kecuali mengeluarkan biaya yang
sangat besar.

Input variabel adalah input yang dapat divariasikan atau diubah secara
mudah dan cepat, mis : bahan mentah dan tenaga kerja tidak terdidik.
Fungsi Produksi Jangka Pendek
 Fungsi jangka pendek adalah kegiatan produksi
dimana perusahaan tidak dapat dengan segera
melakukan penyesuaian jumlah penggunaan salah
satu atau beberapa faktor produksi.
 Artinya, dalam jangka pendek sebagian dari faktor
produksi dianggap tetap jumlahnya sehingga
perusahaan tidak dapat menambah jumlah faktor
produksi yang dianggap tetap tersebut.
 Faktor produksi yang dianggap tetap adalah modal
seperti mesin-mesin dan peralatannya, bangunan, dll.
Sedangkan faktor produksi yang dapat mengalami
perubahan dalam jangka pendek adalah tenaga kerja.
Fungsi Produksi Jangka Panjang
 Fungsi jangka panjang adalah kegiatan produksi dimana
semua faktor produksi menjadi faktor produksi variabel.
 Artinya, dalam jangka panjang semua faktor produksi dapat
mengalami perubahan atau dapat ditambah jumlahnya
kalau memang hal tersebut diperlukan.
 Dalam jangka panjang perusahaan dapat menyesuaikan
dengan perubahan-perubahan yang berlaku di pasar.
 Jumlah alat-alat produksi dapat ditambah, penggunaan
mesin-mesin dapat dirombak dan ditingkatkan
efisiensinya, jenis barang-barang baru dapat diproduksi
dan teknologi produksi ditingkatkan.
Tenggang waktu jangka pendek setiap perusahaan berbeda-
beda tergantung jenis usahanya. Misalnya perusahaan roti
dengan perusahaan angkutan udara.
Production Function
Output : Labor Input (workers per day)
Jeans
0 1 2 3 4

0 0 0 0 0 0

1 0 15 34 44 48

2 0 20 46 64 72

Fungsi produksi menunjukkan output maksimum yang dapat diproduksi oleh


satu perusahaan untuk setiap kombinasi input dalam jangka waktu tertentu.
Output : Jeans Labor Input
(workers per day) Production Function
0 1 2 3 4
0 0 0 0 0 0
* Note: only the 1st 4 pts.
1 0 15 34 44 48 on this graph are
shown in the table.
2 0 2060 46 64 72
50

40

30

20

10

1 2 3 4 5 6 7 8
Labor Input
Production Function With One Variable Input
 Teori produksi yang paling sederhana
menggambarkan tentang hubungan diantara
tingkat produksi suatu barang dengan jumlah
tenaga kerja yang digunakan untuk
menghasilkan berbagai tingkat produksi barang
tersebut.
 Dalam analisis fungsi produksi dengan satu
variabel input bahwa faktor-faktor produksi
dianggap tetap kecuali jumlah tenaga kerja
yang dapat diubah. Sementara modal, tanah dan
juga teknologi dianggap tidak mengalami
perubahan.
Production With One Variable Input
Produksi Total (TP) adalah output yang diproduksi dengan menggunakan
kuantitas yang berbeda untuk satu input sedangkan kuantitas input yang
lainnya tetap.

Total Product TP = Q = f (L)


Marginal Produk (MP) adalah perubahan pada produksi total per unit
perubahan dalam input variabel yang digunakan.

TP
Marginal Product MPL =
L
Produksi Rata-rata (AP) sama dengan total produksi dibagi dengan input
variabel yang digunakan.

TP
Average Product APL =
L
Production Function With One Variable Input
Total, Marginal, and Average Product of Labor, and Output Elasticity

L Q MPL APL EL
0 0 - - -
1 3 3 3 1
2 8 5 4 1.25
3 12 4 4 1
4 14 2 3.5 0.57
5 14 0 2.8 0
6 12 -2 2 -1

Elastisitas Output yaitu mengukur persentase perubahan output dibagi


dengan persentase perubahan pada input variabel yang digunakan.

MPL
Output Elasticity EL = AP
L
Production With One Variable Input
Production With One Variable Input
Output
per
Month
D
112

C Total Product (TP)

At point D, output is
60 maximized.
B

A
Labor per Month
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Production With One Variable Input
• Left of E : MP > AP & AP is increasing
Output • Right of E : MP < AP & AP is decreasing
per • At E : MP = AP & AP is at its maximum
Worker • At 8 units, MP is zero and output is at max

30
Marginal Product

E
20 Average Product

10

Labor per Month


0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Kurva Produk Total, Marginal & Rata-Rata dari Tenaga Kerja
• When marginal product is greater than the average product, the
average product is increasing
• When marginal product is less than the average product, the
average product is decreasing
• When marginal product is zero, total product (output) is at its
maximum
• Marginal product crosses average product at its maximum
Hukum hasil yang semakin menurun {law of diminishing return}
menyatakan bahwa semakin banyak input variabel yang digunakan pada
suatu tingkat input tetap tertentu, setelah suatu titik, akan memperoleh
hasil (produk marginal) yang semakin menurun dari input variabel.
Kurva Produk Total, Marginal, dan Rata-rata serta Tahapan Produksi
 Tahap I dari produksi
mengacu pada
daerah dimana
produk rata-rata dari
input variabel
meningkat (AP maks).
 Tahap II dari produksi
adalah daerah mulai
dari produk rata-rata
input variabel
maksimum sampai
dimana produk
marginal dari input
adalah nol.
 Tahap III dari
produksi adalah
daerah dimana
produk marginal dari
input variabel adalah
negatif.
Dampak Kemajuan Teknologi
As move from A to B to C
Output labor productivity is
C increasing over time

100 O3
B

A
O2
50

O1

Labor per
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 time period
Production With Two Variable Inputs

 Firm can produce output by


combining different amounts of
labor and capital.
 In the long-run, capital and labor
are both variable.
 We can look at the output we can
achieve with different combinations
of capital and labor.
Production With Two Variable Inputs
Production With Two Variable Inputs

Isoquants

Isokuan menggambarkan berbagai kombinasi dari dua


input (mis tenaga kerja dan modal) yang digunakan untuk
memproduksi output pada tingkat tertentu.
Production With Two Variable Inputs
• Kurva yang menghubungkan titik kombinasi
input untuk menghasilkan tingkat output yang
sama.
K
A
B
C
Isoquant (I)
K0
D
0 L0 L
Production With Two Variable Inputs
Capital
per year
5 E Ex : 55 units of output
can be produced with
3K & 1L (pt. A)
4 OR
1K & 3L (pt. D)
3
A B C

2
q3 = 90
D q2 = 75
1
q1 = 55
1 2 3 4 5 Labor per year
Kombinasi Input pada Kurva Isoquant
K K
M
E
C
K0 A A
K1 B C I3 N

I2 F I3
D I2
I1 B I1

0 L0L1 L2 L 0 L
(A) (B)
Kombinasi input yang dapat dipilih Kombinasi input yang relevan pada
produsen untuk menghasilkan setiap isoquant yang dapat dipilih
jumlah output tertentu produsen pada Ridge line
The Law of Diminishing Returns
Capital
per year
5 Increasing labor
holding capital
constant (A, B, C)
4 OR
Increasing capital
3 holding labor constant
A B C (E, D, C

2 D

1 E q2 = 75
q1 = 55
1 2 3 4 5 Labor per year
Marjinal Rate of Technical Substitution (MRTS)
• Jumlah input L yang dapat disubstitusikan terhadap input K
agar tingkat output yang dihasilkan tidak berubah.

K MPL
MRTSLK  
L MPK
• Menunjukkan tingkat penggantian marjinal yang semakin
kecil sepanjang pergerakan ke bawah kurva isooquant.
K

K1
K2

K3
I

0 L1 L2 L3 L
Marjinal Rate of Technical Substitution (MRTS)
Capital
per year
5
2
Slope measures MRTS
4 MRTS decreases as move
down the indifference curve
1
3
1
1
2
2/3 1 Q3 = 90
1/3
1 1
Q2 = 75
Q1 = 55
1 2 3 4 5 Labor per month
Returns to Scale
• In addition to discussing the tradeoff
between inputs to keep production
the same
• How does a firm decide, in the long
run, the best way to increase output
– Can change the scale of production
by increasing all inputs in proportion
– If double inputs, output will most
likely increase but by how much?
Returns to Scale
• Rate at which output increases
as inputs are increased
proportionately
– Increasing returns to scale
– Constant returns to scale
– Decreasing returns to scale
Increasing Returns to Scale
Capital
(machine The isoquants
hours) A
move closer
together

30

2 20
10
Labor (hours)
5 10
Constant Returns to Scale
Capital
(machine
A
hours)
6
30

4 Constant
Returns:
2 Isoquants are
0 equally spaced
2

10
Labor (hours)
5 10 15
Decreasing Returns to Scale
Capital
(machine A
hours)

Decreasing Returns:
Isoquants get further
4 apart

30
2
20
10

5 10 Labor (hours)
Kurva Isocost dengan Perubahan Harga Input dan
Perubahan Pendapatan
K K

C/PK1 D C2/PK D

C/PK2 A C1/PK A

C3/PK E

E B C
0 C/PL1 C/PL2 L 0 C3/PL C1/PL C2/PL L
(A) (B)
Kurva Isocost dengan Perubahan Kurva Isocost dengan Perubahan
Harga Input Pendapatan (Anggaran)
Kombinasi Input Variabel Biaya Terendah
(Least Cost Combination)
K
• Terjadi pada titik singgung
antara kurva isoquant D
dengan kurva isocost dan C/PK B
Secara matematis :
PL MPL K* E
MRTSLK    I1
PK MPK A I2
• Kondisi penggunaan input I3
L
variabel yang dapat 0 L* C/PL
meminimumkan biaya :
PL MPL K
MRTSLK    
PK MPK L
Berbagai kombinasi input dengan biaya terendah
K
Garis Perluasan Produksi
C2/PK
Titik-Titik kombinasi input dengan
C1/PK Biaya terendah (least cost combination)
Dihubungkan diperoleh garis perluasan
Produksi ( production expantion path)
C0/PK I2

I1
I0
0 C0/PL C1/PL C2/PL L
Optimal Combination of Inputs

Garis Isocost menunjukkan berbagai


kombinasi input yang dapat dibeli atau
dipekerjakan oleh perusahaan pada tingkat
biaya tertentu.

C  wL  rK C  Total Cost

C w w  Wage Rateof Labor ( L)


K  L
r r r  Cost of Capital ( K )

Anda mungkin juga menyukai