Anda di halaman 1dari 77

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

PENGEMBANGAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI KEGIATAN


LITERASI KELAS VI DI SD NEGERI NGROMBO 1 TANGEN

Disusun oleh:

Nama : Kukuh Sandy Sudrajat, S.Pd


NIP : 19940603 201903 1 005
Angkatan/No.presensi : LXVI / 04
Jabatan : Guru Kelas Ahli Pertama
Unit Kerja : SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
Golongan/Ruang : III/a
Coach : Sodikin, SS. M.Si
Mentor : Slamet, S.Pd.SD

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN LXVI


BADAN KEPEGAWAIAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
KABUPATEN SRAGEN BEKERJA SAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
2019

ii
iii
iv
PRAKATA

Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur penulis panjatkan kepada


Allah SWT atas limpahan rahmat dan nikmat-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan Rancangan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-Nilai Dasar
Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berjudul “Pengembangan Kualitas
Lulusan Melalui Kegiatan Literasi Kelas VI di SD Negeri Ngrombo 1
Tangen”dengan baik. Rancangan kegiatan aktualisasi dan habituasi nilai-
nilai dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini bertujuan untuk
meningkatkanpenerapan Gerakan Literasi Kelas VI di SD Negeri Ngrombo
1 Tangen dengan melibatkan sikap perilaku PNS dan nilai dasar PNS
yang terdiri dari: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA).
Rancangan aktualisasi ini dapat terwujud karena bantuan dan
dorongan dari banyak pihak.Dengan sepenuh hati penulis mengucapkan
terima kasih kepada:
1. dr. Hj. Kusdiar Untung Yuni Sukowati selaku Bupati Sragen yang telah
memberikan kesempatan untuk mengikuti Latihan Dasar CPNS
Golongan III
2. Drs. Mohamad Arief Irwanto, M. Si, selaku Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah
3. Drs. SarwakaKepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan
Kabupaten Sragen yang telah memberangkatkan CPNS untuk
melaksanakan Latsar.
4. Drs. Suwardi, M.M selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Sragen atas pemberian ijin untuk mengikuti Latihan Dasar
CPNS Golongan III
5. Bapak Suharno, SP. M.Si sebagai narasumber atas saran dan
masukan yang diberikan untuk perbaikan Rancangan Aktualisasi.
6. Bapak Sodikin, SS. M.Si. selaku coach atas semua inspirasi,
dorongan, masukan dan bimbingannya sehingga rancangan aktualisasi
dapat selesai dengan baik

v
7. Bapak Slamet, S.Pd. SD selaku mentor atas semua arahan, motivasi,
dukungan, masukan dan bimbingan selama perancangan program
aktualisasi.
8. Seluruh Widyaiswara dan Binsuh yang telah membimbing dalam
perkuliahan dan memberikan pengarahan terkait materi ANEKA untuk
dapat diinternalisasikandan diaktualisasikan di instansi.
9. Seluruh Panitia, dan Binsuh yang telah membantu dan menfasilitasi
kegiatan latsar.
10. Keluarga besar SD Negeri Ngrombo 1 Tangen, Kabupaten Sragen
11. Keluarga besar peserta Latsar Golongan III Angkatan LXVI tahun
2019.
Penulis menyadari bahwa rancangan aktualisasi ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan masukan dari
berbagai pihak agarrancangan aktualisasi ini menjadi lebih baik sehingga
dapat dijadikan dasar dalam pelaksanaan, pelaporan aktualisasi dan
habituasi nilai-nilai dasar PNS, serta memberikan manfaat bagi semua
pihak.

Semarang, 17 Juni 2019

Penulis

Kukuh Sandy Sudrajat, S.Pd

vi
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ........................................................................... ii


HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................ iii
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................. iv
PRAKATA ........................................................................................ v
DAFTAR ISI ..................................................................................... vii
DAFTAR TABEL .............................................................................. ix
DAFTAR GAMBAR .......................................................................... x
BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 1
A. Latar Belakang ...................................................................... 1
B. Identifikasi Isu, Dampak dan Rumusan Masalah................... 4
C. Tujuan ................................................................................... 10
D. Manfaat ................................................................................. 11
BAB II LANDASAN TEORI .............................................................. 12
A. Sikap Perilaku Bela Negara .................................................. 12
B. Nilai-Nilai Dasar PNS ............................................................ 14
C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI .............................. 24
D. Kegiatan Literasi di Sekolah .................................................. 28
BAB III TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA ................... 31
A. Profil Organisasi .................................................................... 31
1. Dasar Hukum Pebentukan Organisasi .............................. 31
2. Visi, Misi, Nilai dan Tujuan Organisasi .............................. 33
3. Struktur Organisasi dan Job Deskripsi .............................. 37
4. Deskripsi SDM, Sarpras dan Sumber Daya Lain .............. 39
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat ............................................... 40
C. Role Model ............................................................................ 43
BAB IV RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI .......................... 45
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan
Nilai ANEKA ........................................................................ 45
B. Jadwal Rancangan Aktualisasi.............................................. 61

vii
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala ........................ 62
BAB V PENUTUP ............................................................................ 63
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………… 66
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................... 68

viii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Identifikasi Isu .................................................................. 5


Tabel 1.2 Analisis Isu Strategis ........................................................ 7
Tabel 3.1 Profil Sekolah ................................................................... 32
Tabel 3.2 Pembagian Tugas Mengajar ............................................ 38
Tabel 3.3 Data Jumlah Siswa .......................................................... 39
Tabel 3.4 Identitas Kepala Sekolah ................................................. 44
Tabel 4.1 Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi ........................... 46
Tabel 4.2 Jadwal Rancangan Aktualisasi ........................................ 61
Tabel 4.3 Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala ................... 62

ix
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Sekolah .......................................... 37


Gambar 3.2 Foto Role Model ............................................................. 43

x
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai
Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
(PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintah. Tugas dan fungsi
ASN adalah melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat
pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional
dan berkualitas serta mempererat persatuan dan kesatuan dalam
bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setelah
disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN
(selanjutnya disebut Undang-Undang ASN), PNS memiliki kekuatan
dan kemampuan profesional, berintegritas tinggi dalam melaksanakan
tugas, berbudaya kerja serta dipercaya publik dengan dukungan
Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.
Guru sebagai Aparatur Sipil Negara sekaligus sebagai
pengajar wajib bersikap profesional dalam menjalankan jabatan.
Bekerja yang profesional berarti bekerja dengan keahlian atau
kompetensi serta kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran.
Proses pembelajaran dan pendidikan bertujuan untuk mendapatkan
mutu sumber daya manusia sesuai dengan tuntutan kebutuhan
pembangunan.Tugas guru seperti yang dijelaskan dalam Undang-
Undang No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen serta Pasal 52
Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru, yaitu
merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran
yang bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran,
membimbing dan melatih peserta didik/ siswa, melakukan penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat, melaksanakan tugas tambahan
yang melekat pada kegiatan pokok yang sesuai, dan meningkatkan

1
dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara
berkelanjutan.
Melalui Pelatihan Dasar (Latsar), Aparatur Sipil Negara
dituntut untuk memiliki kemampuan profesional, berintegritas tinggi
dan berbudaya kerja tinggi dalam melaksanakan tugas berdasarkan
nilai-nilai dasar ASN yang diwujudkan dalam bentuk Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Kelima
nilai-nilai dasar ini selanjutnya diakronimkan menjadi ANEKA.
Internalisasi nilai-nilai dasar ANEKA dalam sikap dan perilaku ASN
didukung oleh pemahaman terhadap manajemen ASN, Whole Of
Government (WoG), dan pelayanan publik. PNS diharapkan dapat
turut serta mengembangkan lingkungan kerja yang positif untuk
membantu pembentukan etika dan aturan perilaku organisasi.
Menghadapi kemajuan globalisasi, sebagian besar ilmuwan
menganggap literasi sebagai hak asasi warga negara yang wajib
difasilitasi oleh setiap Negara. Secara sederhana, literasi adalah
kemampuan kemampuan memahami, mengelola, dan menggunakan
informasi dalam berbagai konteks (Hartati, 2017)Sebagian besar
ilmuwan menganggap literasi sebagai hak asasi warga negara yang
wajib difasilitasi oleh setiap Negara. Secara sederhana, literasi adalah
kemampuan kemampuan memahami, mengelola, dan menggunakan
informasi dalam berbagai konteks (Hartati, 2017)
Tingkat literasi masyarakat Indonesia beberapa tahun
belakangan ini telah semakin meningkat. Namun, beberapa hasil
survei international masih mendorong gerakan literasi. Laporan PIRLS
2011 menyatakan bahwa minat baca peserta didik kelas 4 Sekolah
Dasar di Indonesia masih menduduki peringkat ke-45 dari 48 negara
peserta, dengan perolehan skor428 dari skor rata-rata 500 (Thompson
et al., 2012)
Data statistik UNESCO 2012 dalam kutipan Nafisah juga
menyebutkan bahwa indeks minat baca di Indonesia baru mencapai

2
0,001. Artinyahanya satu orang saja yang memiliki minat baca dari
setiap 1000 orang di Indonesia (Nafisah, 2014).
Lebih dalam dari itu mutu lulusan pada pendidikan dasar musti
berkualitas. Hal ini perlu direncanakan secara sistematis dengan
menggunakan proses manajemen peningkatan mutu lulusan yang
diharapkan. Hal ini didasarkan dengan melihat secara obyektif, tajam
dan realistis kondisikondisi eksternal dan internal, sehingga dapat
mengantisipasi perubahan lingkungan yang akan terjadi (Tien, 2015)
Manajemen peningkatan mutu lulusan yang direncanakan agar output
yang dihasilkan mampu bersaing untuk melanjutkan jenjang
pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama.
.Dalam rangka mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah
Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
telahmeluncurkan program Gerakan Literasi Sekolah(GLS) yang
bertujuan untuk: 1) menumbuhkembangkan budaya literasi membaca
dan menulis siswa di sekolah, 2) meningkatkan kapasitas warga dan
lingkungan sekolah agarsadar akan pentingnya budaya literasi, 3)
menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan
ramah anak, dan 4) menghadirkan beragam buku bacaan dan
mewadahi berbagai strategi membaca untuk mendukung
keberlanjutan pembelajaran (Suragangga, 2017)
Langkah awal untuk menjadi ASN profesional adalah memiliki
kemampuan untuk menerapkan nilai-nilai ANEKA pada isu-isu yang
memiliki hubungan dengan pelayanan publik, manajemen ASN, atau
whole of government. Pada dasarnya isu yang muncul dapat
bersumber dari individu, unit kerja maupun organisasi. Kegiatan
tersebut terdapat pada tahap pembelajaran dan penyusunan
rancangan aktualisasi. Penulis merupakan seorang guru kelas di SD
Negeri Ngrombo 1 Tangen Kabupaten Sragen. Penyelenggaraan
pendidikan yang sudah berjalan pada sekolah tersebut mampu
melaksanakan semua program dengan baik, namun masih diperlukan
pengembangan kualitas lulusan yang menjadi output sekolah dasar

3
pada umumnya. Nilai hasil ujian siswa masih rata – rata tengah dan
belum begitu unggul dikarenakan beberapa siswa kesulitan
mendalami permasalahan soal yang perlu dipecahkan, sehingga perlu
tindakan menyeluruh dalam memperbaiki kualitas pembelajarannya
terlebih dahulu. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk
menerapkan Pengembangan Kualitas pembelajaran Melalui Kegiatan
Literasi Kelas VI di SD Negeri Ngrombo 1 Tangen.

B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah


1. Identifikasi Isu
Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi
beberapa isu atau problematika yang ditemukan dalam
melaksanakan tugas di SD Negeri Ngrombo 1 Tangen. Sumber isu
yang diangkat dapat berasal dari individu, unit kerja, maupun
organisasi. Isu-isu yang menjadi dasar rancangan aktualisasi ini
bersumber dari aspekwhole of government (WoG),,pelayanan
publik, dan manajemen ASN.Telah dipetakan beberapa isu atau
problematika, antara lain:
a. Belum terealisasinya program kebersihan siswa di SD Negeri
Ngrombo 1 Tangen
b. Kurangnya Kemampuan Literasi Kelas VI guna Pengembangan
Kualitas pembelajaran SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
c. Belum optimalnya ekstrakurikuler di SD Negeri Ngrombo 1
Tangen
d. Belum mahirnya peran guru dalam pemanfaatan teknologi dalam
pembelajaran di SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
e. Belum maksimalnya perolehan juara pada setiap kompetisi yang
dikuti oleh SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
Berdasarkan prinsip-prinsip kedudukan dan Peran Pegawai
Negeri Sipil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, dapat di
identifikasi isu-isu sebagai berikut:

4
Tabel 1.1 Identifikasi Isu
Kondisi yang
No. Identifikasi Isu Prinsip ASN Kondisi Saat Ini
Diharapkan

1. Belum Pelayanan Program Menjadi gerakan


terealisasinya Publik kebersihan pembiasaan bagi
program disekolah masih seluruh warga
kebersihan siswa terbatas sekolah yang
di SD Negeri dilaksanakan terprogram
Ngrombo 1 tenaga
kebersihan saja
Tangen
dan berjalan
hana dikelas atas
2. Kurangnya Pelayanan Sedikitnya Adanya
kemampuan Publik program literasi dukungan
literasi kelas VI khususnya program dan
guna dikelas VI guna fasilitas yang bisa
pengembangan menghadapi meningkatkan
kualitas ujian akhir dan program literasi
menunjang supaya siswa
pembelajaran
kualitas siap menghadapi
SD Negeri
pembelajaran ujian akhir
Ngrombo 1
Tangen

3. Belum Whole of Ekstrakurikuler Maksimalnya


optimalnya Goverment yang berjalan pelaksanaan
ekstrakurikuler di hanya pramuka, ekstrakurikuler
SD Negeri dan dilaksanakan pramuka serta
Ngrombo 1 menjelang acara memiliki
Tangen kemah saja. ekstrakurikuler
yang beragam
4. Belum mahirnya Manajemen Kurangnya Adanya
peran guru ASN pemahaman pemanfaatan dan
dalam akan berbagai pelatihan
pemanfaatan macam teknologi teknologi untuk
teknologi dalam yang dapat pembelajaran
pembelajaran di digunakan dalam seperti power
pembelajaran. point game
SD Negeri
edukasi dan
Ngrombo 1
video-video
Tangen pembelajaran.
5. Belum Manajemen Pembimbingan Adanya
maksimalnya ASN dan penjaringan pembimbigan

5
Kondisi yang
No. Identifikasi Isu Prinsip ASN Kondisi Saat Ini
Diharapkan

perolehan juara peserta lomba yang rutin supaya


pada setiap belum lebih siap
kompetisi yang terprogram menghadapi
diikuti oleh SD lomba - lomba
Negeri Ngrombo
1 Tangen

(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)


Berdasarkan pemetaan dan identifikasi isu yang telah
dipaparkan, perlu dilakukan proses analisis isu untuk menentukan
isu mana yang merupakan prioritas yang dapat dicarikan solusi
oleh penulis. Proses tersebut menggunakan dua alat bantu
penetapan kriteria kualitas isu yakni berupa:
a. APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan)
APKL memiliki 4 kriteria penilaian yaitu Aktual,
Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan.
1) Aktual (A): Isu yang sedang terjadi atau dalam proses
kejadian, sedang hangat dibicarakan di kalangan
masyarakat, atau isu yang diperkirakan bakal terjadi dalam
waktu dekat. Jadi bukan isu yang sudah lepas dari perhatian
masyarakat atau isu yang sudah basi.
2) Problematik (P): Isu yang menyimpang dari harapan standar,
ketentutan yang menimbulkan kegelisahan yang perlu
segera dicari penyebab dan pemecahannya.
3) Kekhalayakan (K): Isu yang secara langsung menyangkut
hajat hidup orang banyak, masyarakat pelanggan pada
umumnya, dan bukan hanya untuk kepentingan seseorang
atau sekelompok kecil orang tertentu saja.
4) Layak (L): Isu yang masuk akal (logis), pantas, realistis, dan
dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang, dan
tanggung jawab.

6
b. USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)
Analisis USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)
mempertimbangkan tingkat kepentingan, keseriusan, dan
perkembangan setiap variabeldengan rentang skor 1-5.
1) Urgency (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu,
mendesak atau tidak masalah tersebut diselesaikan.
2) Seriousness (keseriusan), yaitu melihat dampak masalah
tersebut terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap
keberhasilan, membahayakan sistem atau tidak, dan
sebagainya.
3) Growth (berkembangnya masalah), yaitu apakah masalah
tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga sulit
dicegah.

Tabel 1.2. Analisis Isu Strategis

Prinsip Isu yang Kriteria A Kriteria B Perin


ASN diangkat A P K L Ket U S G ∑ gkat
Pelayanan Belum - + + - Tidak
Publik terealisasinya Memen
program uhi
kebersihan siswa syarat
di SD Negeri
Ngrombo 1
Tangen

Pelayanan Kurangnya + + + + Memen 5 5 4 14 I


Publik Kemampuan uhi
Literasi Kelas VI syarat
guna
Pengembangan
Kualitas
pembelajaran SD
Negeri Ngrombo 1
Tangen
Whole of Belum optimalnya + + + + Memen 3 3 4 10 II
Govermen ekstrakurikuler di uhi
t SD Negeri syarat
Ngrombo 1
Tangen

7
Prinsip Isu yang Kriteria A Kriteria B Perin
ASN diangkat A P K L Ket U S G ∑ gkat
Manajeme Belum mahirnya + + + + Memen 3 3 3 9 III
n ASN peran guru dalam uhi
pemanfaatan syarat
teknologi dalam
pembelajaran di
SD Negeri
Ngrombo 1
Tangen

Manajeme Belum - + - + Tidak


n ASN maksimalnya Memen
perolehan juara uhi
pada setiap syarat
kompetisi yang
diikuti oleh SD
Negeri Ngrombo 1
Tangen

(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)


Keterangan (*) :
(A=Aktual, P=Problematik, K=Kekhalayakan, L=Kelayakan)
U=Urgency (mendesak), S=Seriousness (kegawatan), G=Growth
(perumbuhan)
Bobot
U S G
5 = Sangat Mendesak 5 = Sangat Gawat 5 =Sangat Cepat
4 = Mendesak 4 = Gawat 4 = Cepat
3 = Cukup Mendesak 3 = Cukup Gawat 3 = Cukup Cepat
2 = Kurang Mendesak 2 = Kurang Gawat 2 = Kurang Cepat
1=Sangat Kurang 1 = Sangat Kurang 1= Sangat Kurang
Mendesak Gawat Cepat

Berdasarkan tabulasi APKL seperti tercantum pada tabel


1.2. Analisis Isu Strategis, ditemukan tiga isu utama yang
memenuhi syarat, yaitu sebagai berikut:
a. Kurangnya kemampuan literasi kelas VI guna pengembangan
Kualitas pembelajaran SD Negeri Ngrombo 1 Tangen

8
b. Belum optimalnya ekstrakurikuler di SD Negeri Ngrombo 1
Tangen
c. Belum mahirnya peran guru dalam pemanfaatan teknologi
dalam pembelajaran di SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
Dari ketiga isu yang problematik tersebut, ditetapkan isu
paling prioritas yakni “Kurangnya Kemampuan Literasi Kelas VI
guna Pengembangan Kualitas pembelajaran SD Negeri Ngrombo 1
Tangen.” dengan perolehan skor USG 14.
Dampak dari isu terpilih yang telah dianalisis menggunakan
metode USG jika tidak diselesaikan dapat dilihat pada tabel
dibawah ini:

Tabel 1.3 Dampak Isu Tidak Terselesaikan

Sumber
No Identifikasi Isu Dampak
Isu
1 Pelayanan Kurangnya  Siswa tidak terbiasa dengan soal –
Publik Kemampuan soal HOTS atau berbasis cerita
Literasi Kelas VI  Nilai ujian yang kurang sesuai
guna target
Pengembangan  Antusias anak untuk membaca
Kualitas yang rendah dan kemampuan
pembelajaran SD menulis dan berhitung yang
Negeri Ngrombo terlampau lama
1 Tangen  Penurunan nilai peserta didik
dalam pembelajaran
(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)
Dari Tabel 1.2. Analisis Isu Strategis, menunjukkan validasi
isu dengan menggunakan analisa USG. Dari analisa didapatkan core
issue yakni Kurangnya Kemampuan Literasi Kelas VI guna
Pengembangan Kualitas pembelajaran SD Negeri Ngrombo 1
Tangen.

9
2. Rumusan Masalah
Dari isu tersebut maka rumusan masalah kegiatan aktualisasi
melalui habituasi adalah:
a. Apa saja kegiatan yang harus dilakukan untuk mengembangkan
kualitas pembelajaran melalui literasi kelas VI di SD Negeri
Ngrombo 1 Tangen?
b. Apa saja output dan outcome yang dihasilkan dari kegiatan-
kegiatan tersebut?
c. Bagaimana Nilai Dasar PNS (ANEKA) dapat diimplementasikan
selama kegiatan aktualisasi melalui habituasi di unit kerja?
d. Apakah kegiatan-kegiatan yang dilakukan memberikan kontribusi
terhadap visi misi SD NegeriNgrombo 1 Tangen?
Gagasan Pemecahan Isu pada unit kerja SD Negeri Ngrombo 1
Tangen adalah “Pengembangan Kualitas pembelajaran Melalui
Kegiatan Literasi Kelas VI di SD Negeri Ngrombo 1 Tangen”.

C. Tujuan
Berdasarkan identifikasi isu dan rumusan masalah yang telah
ditemukan, tujuan yang akan dicapai dari dilaksanakannya
aktualisasi ini adalah sebagai berikut :
1. Mendiskripsikan kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan
kualitas pembelajaran melalui literasi kelas VI di SD Negeri
Ngrombo 1 Tangen
2. Menemukan isu-isu yang ada di satuan kerja kemudian
melakukan analisis terhadap isu-isu tersebut sehingga dapat
menemukan pemecahan masalah dari isu-isu tersebut dalam
bentuk kegiatan.
3. Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yaitu nilai ANEKA.
4. Mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN ke dalam setiap
kegiatan yang dilakukan di satuan kerja.

10
D. Manfaat
Manfaat kegiatan pengaktualisasian nilai-nilai dasar PNS
adalah sebagai berikut:
1. Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil
Meningkatkan pemahaman penulis dan mampu untuk
mengimplementasikan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
2. Bagi Satuan Kerja
Membantu mengembangkan kualitas pembelajaran melalui
literasi kelas VI di SD Negeri Ngrombo 1 Tangen.
3. Bagi Pihak Lain (peserta didik dan masyarakat)
Membantu peserta didik dan warga sekolah dapat menimati
literasi dimana setiap sudut sekolah baik di perpustakaan,
halaman dan ruang kelas..

11
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Sikap Perilaku Bela Negara


1. Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara
Pemahaman dan pemaknaan wawasan kebangsaan dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bagi aparatur,
pada hakikatnya terkait dengan pembangunan kesadaran
berbangsa dan bernegara yang berarti sikap dan tingkah laku
PNS harus sesuai dengan kepribadian bangsa dan selalu
mengaitkan dirinya dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsa
Indonesia.
Kesadaran bela negara merupakan upaya untuk
mempertahankan negara dari ancaman yang dapat mengganggu
kelangsungan hidup bermasyarakatyang berdasarkan atas cinta
tanah air. Selain itu menumbuhkan rasa patriotisme dan
nasionalisme di dalam diri PNS. Upaya bela negara selain sebagai
kewajiban dasar juga merupakan kehormatan bagi setiap warga
negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, penuh
tanggung jawab dan rela berkorban dalam pengabdian kepada
negara dan bangsa.
2. Analisa Perubahan Lingkungan Strategis
Lingkungan strategis adalah situasi internal dan eksternal
baik yang statis (trigatra) maupun dinamis (pancagatra) yang
memberikan pengaruh pada pencapaian tujuan nasional. Analisa
perubahan lingkungan strategis ini bertujuan membekali peserta
dengan kemampuan memahami konsepsi perubahan lingkungan
strategis sebagai wawasan strategis PNS. Sehingga PNS dapat
memahami modal insani dalam menghadapi perubahan
lingkungan strategis, dapat mengidentifikasi isu-isu kritikal, dan
dapat melakukan analisis isu-isu kritikal dengan menggunakan

12
kemampuan berpikir kritis. Dengan begitu PNS dapat mengambil
keputusan yang terbaik dalam tindakan profesionalnya.
3. Kesiapsiagaan Bela Negara
Pasal 27 dan Pasal 30 UUD Negara RI 1945
mengamanatkan kepada semua komponen bangsa berhak dan
wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara dan syarat-syarat
tentang pembelan negara. Dalam hal ini setiap PNS sebagai
bagian dari warga masyarakat tertentu memiliki hak dan kewajiban
yang sama untuk melakukan bela negara sebagaimana
diamanatkan dalam UUD Negara RI 1945 tersebut.
Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai-nilai
bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara sesuai peran dan profesi warga negara, demi menjaga
kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap
bangsa dari segala bentuk ancaman.
Kesiapsiagaan bela negara merupakan kondisi warga
negara yang secara fisik memiliki kondisi kesehatan, keterampilan
dan jasmani yang prima serta secara kondisi psikis yang memiliki
kecerdasan intelektual, dan spiritual yang baik, senantiasa
memelihara jiwa dan raganya, memiliki sifat-sifat disiplin, ulet,
kerja keras, dan tahan uji, merupakan sikap mental dan perilaku
warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang
berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945 dalam menjamin
kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Oleh sebab tiu
dalam pelaksanaan latihan dasar bagi CPNS dibekali dengan
latihan-latihan seperti :
1. Kegiatan olah raga dan kesehatan fisik;
2. Kesiapsiagaan dan kecerdasan mental;
3. Kegiatan baris-berbaris, apel, dan tata upacara;
4. Keprotokolan;
5. Fungsi-fungsi Intelijen dan Badan Pengumpul Keterangan;
6. Kegiatan ketangkasan dan permainan.

13
B. Nilai-Nilai Dasar PNS
Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk memiliki nilai-nilai
dasar sebagai seperangkat prinsip yang menjadi landasan dalam
menjalankan profesi dan tugasnya sebagai ASN. Adapun nilai-nilai
dasar yang dimaksud adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA).
Berdasarkan dari kelima nilai dasar ANEKA yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik komitmen mutu dan Anti
korupsi yang harus di tanamkan kepada setiap ASN maka perlu di
ketahui indikator-indikator dari kelima kata tersebut, yaitu:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kata yang seudah tidak asing lagi
kita dengar, namun seringkali kita susah untuk
membedakannya dengan responsibilitas. Namun dua konsep
tersebut memiliki arti yang berbeda. Responsibilitas adalah
kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan akuntabilitas
adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Lebih lanjut akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap
individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung
jawab yang menjadi amanahnya.
Adapun indikator dari nilai akuntabilitas adalah:
a Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah
dimana pimpinan memainkan peranan yang penting
dalam menciptakan hal tersebut.
b Transparansi
Transparansi dapat diartikan sebagai keterbukaan atas
semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh
individu maupun kelompok / institusi.

14
c Integritas
Integritas mempunyai makna konsistensi dan keteguhan
yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai
luhur dan keyakinan.
d Tanggungjawab
Tanggungjawab merupakan kesadaran manusia akan
tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun
yang tidak disengaja. Tanggungjawab juga dapat berarti
berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
e Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral
mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda maupun
orang.
f Kepercayaan
Rasa keadilan membawa pada sebuah kepercayaan.
Kepercayaan ini akan melahirkan akuntabilitas.
g Keseimbangan
Pencapaian akuntabilitas dalam lingkungan kerja,
diperlukan adanya keseimbangan antara akuntabilitas
dan kewenangan, serta harapan dan kapasitas. Selain
itu, adanya harapan dalam mewujudkan kinerja yang
baik juga harus disertai dengan keseimbangan kapasitas
sumber daya dan keahlian (skill) yang dimiliki.
h Kejelasan
Fokus utama untuk kejelasan adalah mengetahui
kewenangan, peran dan tanggungjawab, misi organisasi,
kinerja yang diharapkan organisasi, dan sistem
pelaporan kinerja baik individu maupun organisasi.

15
i Konsistensi
Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus dan terus
melakukan sesuatu sampai pada tercapainya tujuan
akhir.

2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang
meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai
bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas
mencerai beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain.
Sedang dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan
tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara,
dan sekaligus menghormati bangsa lain.
Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-
nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia
senantiasa: menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan
dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan
pribadi atau kepentingan golongan; menunjukkan sikap rela
berkorban demi kepentingan bangsa dan negara; bangga
sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta
tidak merasa rendah diri; mengakui persamaan derajat,
persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan
sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling mencintai sesama
manusia; mengembangkan sikap tenggang rasa.
Ada lima indikator dari nilai-nilai dasar nasionalisme
yang harus diperhatikan, yaitu :
a. Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa
1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan
ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2) Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan
Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan

16
kepercayaannya masing-masing menurut dasar
kemanusiaan yang adil dan beradab.
3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut
kepercayaan yang berbedabeda terhadap Tuhan Yang
Maha Esa.
4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat
beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa.
5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi
manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan
menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing.
7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

b. Sila Kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradap


1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan
harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang
Maha Esa.
2) Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan
kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-
bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis
kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama
manusia.
4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa
selira.
5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap
orang lain.
6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

17
7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
8) Berani membela kebenaran dan keadilan.
9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari
seluruh umat manusia.
10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama dengan bangsa lain.

c. Sila Ketiga : Persatuan Indonesia


1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta
kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara
sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan
pribadi dan golongan.
2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara
dan bangsa apabila diperlukan.
3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan
bangsa.
4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan
bertanah air Indonesia.
5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar
Bhinneka Tunggal Ika.
7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan
bangsa.

d. Sila Keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat


kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap
manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan
kewajiban yang sama.
2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil
keputusan untuk kepentingan bersama.

18
4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh
semangat kekeluargaan.
5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan
yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
6) Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima
dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama
di atas kepentingan pribadi dan golongan.
8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai
dengan hati nurani yang luhur.
9) Keputusan yang diambil harus dapat
dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan
Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat
manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan
mengutamakan persatuan dan kesatuan demi
kepentingan bersama.
10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang
dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

e. Sila Kelima : Keadilan sosial bagi seluruh Indonesia


1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang
mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
kegotongroyongan.
2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4) Menghormati hak orang lain.
5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat
berdiri sendiri.
6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang
bersifat pemerasan terhadap orang lain.
7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat
pemborosan dan gaya hidup mewah.

19
8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan
dengan atau merugikan kepentingan umum.
9) Suka bekerja keras.
10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang
bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan
kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

3. Etika Publik
Etika lebih dipahami sebagai refleksi atas baik/buruk,
benar/salah yang harus dilakukan atau bagaimana melakukan
yang baik atau benar, sedangkan moral mengacu pada
kewajiban untuk melakukan yang baik atau apa yang
seharusnya dilakukan. Dalam kaitannya dengan pelayanan
publik, etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
a. Ada tiga fokus utama dalam pelayanan publik yakni:
1) Pelayanan publik yang berkualitas dan relevan.
2) Sisi dimensi reflektif, etika publik berfungsi sebagai
bantuan dalam menimbang pilihan sarana kebijakan
publik dan alat evaluasi.
3) Modalitas etika, menjembatani antara norma moral dan
tindakan faktual.
b. Pada prinsipnya ada 3 (tiga) dimensi etika publik yaitu :
1) Dimensi Kualitas Pelayanan Publik, Membentuk
integritas pelayanan publik dlm mengidentifikasi masalah
dan konsep etika bagi pelayanan publik
2) Dimensi Modalitas, Unsurnya :akuntabilitas, transparansi
dan netralitas

20
3) Dimensi Tindakan Integritas Publik. Singkatnya, Tidak
melakukan kecurangan atau korupsi
c. Indikator nilai-nilai dasar etika publik, yaitu :
1) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara
Pancasila.
2) Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar
Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945.
3) Mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia
4) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak
berpihak.
5) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
6) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
7) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
8) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya
kepada publik.
9) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan
dan program pemerintah.
10) Memberikan layanan kepada publik secara jujur,
tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil
guna, dan santun.
11) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
12) Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
13) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
14) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
15) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sistem karir.

d. Nilai-nilai yang terkandung dalam Etika Publik diantaranya :


1) Kebersamaan 5) Orientasi
2) Empati 6) Organisasi
3) Kepedulian 7) Respect
4) Kedewasaan 8) Kebajikan

21
9) Integritas 12) Keluwesan
10) Inovasi 13) Kearifan
11) Keunggulan

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan
publik dengan berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-
nilai komitmen mutu antara lain:
a. Efektif, yaitu berhasil guna dapat mencapai hasil sesuai
dengan target;
b. Efisien, yaitu berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan
mencapai hasil tanpa menimbulkan pemborosan;
c. Inovasi, yaitu penemuan sesuatu yang baru atau
mengandung kebaruan;
d. Berorientasi mutu, yaitu ukuran baik buruk yang di
persepsi individu terhadap produk atau jasa.
Selain itu, nilai – nilai dasar komitmen mutu lainnya yaitu
sebagai berikut:
a. Manajemen Mutu dimana didalamnya terdapat kesadaran
akan mutu, rasa kemanusiaan, semangat kerja sama ,
obsesi pada perbaikan, dan tanpa cacat (zero depect)
b. Siklus Plan Do Check Act (PDCA) dimana didalamnya
terdapat kemauan untuk memperbaiki, menjunjung tinggi
kebenaran, bekerja secara terstruktur, dan mau berubah
c. Berorientasi mutu dimana didalamnya terdapat tampilan,
handal, tanggap, kompeten, kemudahan, ramah,
komunikatif, kepercayaan, aman, dan memahami
pelanggan

5. Anti Korupsi
Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang
dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau

22
tindakan yang melawan norma–norma dengan tujuan
memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau
masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.
Tindak pidana korupsi yang terdiri dari kerugian keuangan
negara, suap-menyuap, pemerasan, perbuatan curang,
penggelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam
pengadaan dan gratifikasi.
Indikator yang ada pada nilai dasar anti korupsi meliputi:
a. mandiri yang dapat membentuk karakter yang kuat pada diri
seseorang sehingga menjadi tidak bergantung terlalu banyak
pada orang lain. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin
hubungan dengan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab
demi mencapai keuntungan sesaat;
b. kerja keras merupakan hal yang penting dalam rangka
tercapainya target dari suatu pekerjaan. Jika target dapat
tercapai, peluang untuk korupsi secara materiil maupun non
materiil (waktu) menjadi lebih kecil;
c. berani untuk mengatakan atau melaporkan pada atasan atau
pihak yang berwenang jika mengetahui ada pegawai yang
melakukan kesalahan;
d. disiplin berkegiatan dalam aturan bekerja sesuai dengan
undang-undung yang mengatur;
e. peduli yang berarti ikut merasakan dan menolong apa yang
dirasakan orang lain;
f. jujur yaitu berkata dan bertindak sesuai dengan kebenaran
(dharma);
g. tanggung jawab yaitu berani dalam menanggung resiko atas
apa yang kita kerjakan dalam bentuk apapun;
h. sederhana yang dapat diartikan menerima dengan tulus dan
iklas terhadap apa yang telah ada dan diberikan oleh Tuhan
kepada kita;

23
i. adil yaitu memandang kebenaran sebagai tindakan dalam
perkataan maupun perbuatan saat memutuskan peristiwa
yang terjadi.

C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI


Untuk mewujudkan birokrasi yang professional dalam
menghadapi tantangan-tantangan global, pemerintah melalui UU
Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara telah bertekad
untuk mengelola aparatur sipil negara menjadi semakin
professional. Undang-undang ini merupakan dasar dalam
manajemen aparatur sipil negara yang bertujuan untuk membangun
aparat sipil negara yang memiliki integritas, profesional dan netral
serta bebas dari intervensi politik, juga bebas dari praktek KKN,
serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas
bagi masyarakat.
1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk
menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai
dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari
praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih
menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga
diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil
Negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.
Adapun asas-asas manajemen ASN, antara lain:
a. kepastian hukum; i. keterbukaan;
b. profesionalitas; j. non diskriminatif;
c. proporsionalitas; k. persatuan;
d. keterpaduan; l. kesetaraan;
e. delegasi; m. keadilan;
f. netralitas; n. kesejahteraan.
g. akuntabilitas;
h. efektif dan efisien;

24
2. Pelayanan Publik
Pelayanan Publik menurut Lembaga Administrasi
Negara adalah segala bentuk pelayanan umum yang
dilaksanakan oleh instansi Pemerintah di pusat dan daerah dan
dilingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang atau jasa baik
dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Adapun prinsip pelayanan publik yang baik untuk
mewujudkan pelayanan prima adalah:
a. Partisipatif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang
dibutuhkan masyarakat pemerintah perlu melibatkan
masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan
mengevaluasi hasilnya.
b. Transparan
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah
sebagai penyelenggara pelayanan publik harus
menyediakan akses bagi warga negara untuk mengetahui
segala hal yang terkait dengan pelayanan publik yang
diselenggarakan tersebut.
c. Responsif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah
wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan
warga negaranya terkait dengan bentuk dan jenis
pelayanan publik yang mereka butuhkan, mekanisme
penyelenggaraan layanan, jam pelayanan, prosedur, dan
biaya penyelenggaraan pelayanan.
d. Tidak Diskriminatif
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah
tidak boleh dibedakan antara satu warga negara dengan
warga negara yang lain atas dasar perbedaan identitas
warga negara.

25
e. Mudah dan Murah
Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat
harus memenuhi berbagai persyaratan dan membayar fee
untuk memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus
diterapkan prinsip mudah dan murah. Hal ini perlu
ditekankan karena pelayanan publik yang
diselenggarakan oleh pemerintah tidak dimaksudkan
untuk mencari keuntungan melainkan untuk memenuhi
mandat konstitusi.
f. Efektif dan Efisien
Penyelenggaraan pelayan publik harus mampu
mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak dicapainya dan
cara mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan
prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan
biaya yang murah.
g. Aksesibel
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah
harus dapat dijangkau oleh warga negara yang
membutuhkan dalam arti fisik dan dapat dijangkau dalam
arti non-fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan
yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk mendapatkan
layanan tersebut.
h. Akuntabel
Semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus
dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada
masyarakat. Pertanggungjawaban di sini tidak hanya
secara formal kepada atasan akan tetapi yang lebih
penting harus dipertanggungjawabkan secara terbuka
kepada masyarakat luas melalui media publik.
i. Berkeadilan
Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan
sebagai alat melindungi kelompok rentan dan mampu

26
menghadirkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika
berhadapan dengan kelompok yang kuat.
3. Whole Of Government
Whole of government (WoG) adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-
upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam
ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-
tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan
pelayanan publik.
Pendekatan WoG dapat dilihat dan dibedakan
berdasarkan perbedaan kategori hubungan antara
kelembagaan yang terlibat sebagai berikut:
a. Koordinasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi
menjadi:
1) penyertaan, yaitu pengembangan strategi dengan
mempertimbangkan dampak;
2) dialog atau pertukaran informasi;
3) joint planning, yaitu perencanaan bersama untuk
kerjasama sementara.
b. Integrasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi
menjadi:
1) joint working, atau kolaborasi sementara;
2) joint ventrure, yaitu perencanaan jangka panjang,
kerjasama pada pekerjaan besar yang menjadi urusan
utama salah satu peserta kerjasama;
3) satelit, yaitu entitas yang terpisah, dimiliki bersama,
dibentuk sebagai mekanisme integratif.
c. Kedekatan dan pelibatan, yang tipe hubungannya dapat
dibagi lagi menjadi:
1) aliansi strategis, yaitu perencanaan jangka panjang,
kerjasama pada isu besar yang menjadi urusan utama
salah satu peserta kerjasama;

27
2) union, berupa Unifikasi resmi, identitas masing-masing
masih nampak; merger, yaitu penggabungan ke dalam
struktur baru.

D. Kegiatan Literasi di Sekolah


Sebagian besar ilmuwan menganggap literasi sebagai hak asasi
warga negara yang wajib difasilitasi oleh setiap Negara. Secara
sederhana, literasi adalah kemampuan kemampuan memahami,
mengelola, dan menggunakan informasi dalam berbagai konteks
(Hartati, 2017)
Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan telahmeluncurkan program Gerakan Literasi
Sekolah (GLS) yang bertujuan untuk: 1) menumbuhkembangkan
budaya literasimembaca dan menulis siswa di sekolah, 2)
meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agarsadar
akan pentingnya budaya literasi, 3) menjadikan sekolah sebagai
taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak, dan 4)
menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai
strategi membaca untuk mendukung keberlanjutan pembelajaran
(Suragangga, 2017)
Adapun tahapan pelaksanaan gerakan literasi sekolah dibagi ke
dalam tiga tahapan, yaitu sebagai berikut.
1. Tahap pembiasaan
Pada tahapan ini, sekolah menyediakan berbagai buku
dan bahan bacaan yang dapat menarik minat peserta didik dan
melaksanakan kegiatan yang meningkatkan minat baca peserta
didik. Misalnya, menata sarana dan area baca, menciptakan
lingkungan yang kaya teks, mendisiplinkan kegiatan membaca
15 menit sebelum pelajaran dimulai, melibatkan publik dalam
gerakan literasi sekolah (Antasari, 2017)

28
2. Tahap pengembangan
Setelah kebiasaan membaca terbentu pada warga
sekolah, maka sekolah dapat masuk ke tahap pengembangan
yang bertujuan untuk mengembangkan kecakapan literasi
peserta didik melalui berbagai kegiatan literasi. Misalnya,
kegiatan membaca cerita dengan intonasi, mendiskusikan
suatu bahan bacaan, menulis cerita, dan melaksanakan
kegiatan festival literasi (Wandasari, 2017)
3. Tahap pembelajaran
Pada tahapan ini, sekolah menyelenggarakan berbagai
kegiatan yang bertujuan untukmempertahankan minat baca dan
meningkatkan kecakapan literasi peserta didik melalui buku-
buku pengayaan dan buku teks pelajaran. Misalnya, kegiatan
pembinaan kemampuan membaca, menulis cerita, dan
mengintegrasikan kegiatan literasi dalam tahapan
pembelajaran
Meskipun penggunaan istilah literasi sudah sangat jamak,
namun pada dasarnya istilah tersebut tetap merujuk pada
kemampuan dasar seseorang dalam membaca dan menulis.
Mengacu pada arti literasi, berikut ini adalah beberapa jenis literasi:
1. Literasi Dasar. Literasi dasar adalah kemampuan dasar dalam
membaca, menulis, mendengarkan, dan berhitung. Tujuan
literasi dasar adalah untuk mengoptimalkan kemampuan
seseorang dalam membaca, menulis, berkomunikasi, dan
berhitung.
2. Literasi Perpustakaan. Literasi perpustakaan adalah
kemampuan dalam memahami dan membedakan karya tulis
berbentuk fiksi dan non-fiksi, memahami cara menggunakan
katalog dan indeks, serta kemampuan memahami informasi
ketika membuat suatu karya tulis dan penelitian.
3. Literasi Media. Literasi media adalah kemampuan dalam
mengetahui dan memahami berbagai bentuk media (media

29
elektronik, media cetak, dan lain-lain), dan memahami cara
penggunaan setiap media tersebut.
4. Literasi Teknologi. Literasi teknologi adalah kemampuan dalam
mengetahui dan memahami hal-hal yang berhubungan dengan
teknologi (misalnya hardware dan software), mengerti cara
menggunakan internet, serta memahami etika dalam
menggunakan teknologi.
5. Literasi Visual. Literasi visual adalah pemahaman yang lebih
kemampuan dalam menginterpretasi dan memberi makna dari
suatu informasi yang berbentuk gambar atau visual. Literasi
visual hadir dari pemikiran bahwa suatu gambar bisa „dibaca‟
dan artinya bisa dikomunikasikan dari proses membaca.

30
BAB III

TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Profil Organisasi / Unit Kerja


1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi
Sekolah Dasar (SD) merupakan jenjang paling dasar pada
pendidikan formal di Indonesia. Sekolah dasar ditempuh dalam
waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Pelajar sekolah
dasar umumnya berusia 6-12 tahun. Di Indonesia, setiap warga
negara berusia 6-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.
Sekolah dasar diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta,
sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001,
pengelolaan sekolah dasar negeri (SDN) di Indonesia yang
sebelumnya berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional,
kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota.
Sedangkan Departemen Pendidikan Nasional hanya berperan
sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan.
Secara struktural, sekolah dasar negeri merupakan unit pelaksana
teknis dinas pendidikan kabupaten/kota.
Jenjang pendidikan dasar di Indonesia yang biasa ada pada
Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) menjadi dasar
dalam program wajib belajar 12 tahun. Program wajib belajar yang
dulunya 6 tahun, diubah menjadi 9 tahun, dan kini menjadi 12
tahun merupakan kebijakan pemerintah dalam rangka
meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan sangat penting
untuk perkembangan ke depan bagi bangsa indonesia. Terutama
pendidikan dasar peserta didik akan di bentuk karakter untuk
menjadi seperti apa di masa mendatang.
Pedoman pendirian, perubahan, dan penutupan satuan
pendidikan Dasar dan Menengah terdapat dalam permendikbud
no.36 tahun 2014 (mencabut keputusan menteri no. 060/ U / 2002
dan pedoman pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan

31
terdapat pada PP no. 17 tahun 2010 dari pasal 67-75 untuk
pendidikan dasar.
Tabel 3.1 Profil Sekolah

Identitas Sekolah
1 Nama Sekolah : SDN Ngrombo 1
2 NPSN : 20312862
3 Jenjang Pendidikan : SD
4 Status Sekolah : Negeri
5 Alamat Sekolah : Ngrombo
RT / RW : 5 / 1
Kode Pos : 57261
Kelurahan : Ngrombo
Kecamatan : Kec. Tangen
Kabupaten/Kota : Kab. Sragen
Provinsi : Prop. Jawa Tengah
Negara : Indonesia
6 Posisi Geografis : -7,2853 Lintang
111,0486 Bujur
Data Pelengkap
7 SK Pendirian Sekolah : 640/06/107/1992
8 Tanggal SK Pendirian : 1992-03-29
9 Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah
10 SK Izin Operasional : 640/06/107/1992
11 Tgl SK Izin Operasional : 1992-03-29
12 Kebutuhan Khusus Dilayani : Tidak ada
13 Nomor Rekening : 3-010-13637-4
14 Nama Bank : BPD
15 Cabang KCP/Unit : Sragen
16 Rekening Atas Nama : SDN Ngrombo 1
17 MBS : Ya
18 Luas Tanah Milik (m2) : 0
19 Luas Tanah Bukan Milik (m2) : 1935
Kontak Sekolah
20 Nomor Telepon : 082324009544
22 Email : ngrombo1sdn@gmail.com
Data Lainnya
31 Kepala Sekolah : Slamet, S.Pd. SD
32 Operator Pendataan : Suwar, S.Pd
33 Akreditasi : A (2016-2021)
34 Kurikulum : Kurikulum 2013

32
2. Visi, Misi, Nilai dan Tujuan Organisasi
a. Visi SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
Pengembangan kualitas pembelajaran melalui kegiatan
literasi kelas VI di SD Negeri Ngrombo 1 Tangen adalah upaya
mendukung visi SD Negeri Ngrombo 1 Tangen yang berbunyi:
“TERDEPAN, TERBAIK, DAN TERPERCAYA”
b. Misi SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
Misi berfungsi untuk menjelaskan mengapa suatu
organisasi berdiri, apa yang harus dilakukannya dan
bagaimana melakukannya untuk mewujudkan visi tersebut.
Adapun misi dari SD Negeri Ngrombo 1 Tangen:
1) Menyiapkan generasi yang unggul dibidang IMTAQ dan
IPTEK.
2) Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama
sehingga terbangun insan cerdas, cendikia, berbudi pekerti
luhur.
3) Membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif,
inovatif, dan berprestasi sesuai dengan perkembangan
zaman.
4) Membangun citra sekolah sebagai mitra terpercaya di
masyarakat.
5) Melaksanakan pembelajaran yang PAIKEM
6) Menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam
kegiatan belajar siswa untuk mendukung pengembangan
potensi peserta didik agar berkembang secara optimal.
7) Memberikan jaminan pelayanan yang prima dalam berbagai
hal untuk mendukung proses belajar dan bekerja yang
harmonis dan selaras.

33
c. Nilai-Nilai SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
Nilai-nilai yang menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas di
SD Negeri Ngrombo 1 Tangen, berasal dari nilai-nilai Tata Nilai
Budaya Kerja Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Adapun
nilai-nilainya adalah sebagai berikut:
1) Integritas
Memiliki keselarasan antara apa yang dipikirkan,
dikatakan dan dilakukan. Indikator yang ada dalam
integritas, diantaranya :
a) Konsisten dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran
dalam tindakan
b) Jujur dalam segala tindakan
c) Menghindari benturan kepentingan, berpikir positif
d) Berpikir positif, arif, dan bijaksana dalam
melaksanakan tugas dan fungsi
e) Mematuhi peraturan perundang-undangan yang
berlaku
2) Kreatif dan Inovatif
Memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk
menciptakan hal baru yang berbeda dari yang sudah ada
atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode
atau alat). Indikator dalam nilai kreatif dan inovatif
diantaranya :
a) Memiliki pola pikir, cara pandang, dan pandangan yang
variatif terhadap setiap permasalahan, serta mampu
menghasilkan karya baru
b) Selalu melakukan penyempurnaan dan perbaikan
berkala dan berkelanjutan
c) Bersikap terbuka dalam menerima ide-ide baru yang
konstruktif
d) Berani mengambil terobosan dan solusi dalam
memecahkan masalah

34
e) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
dalam bekerja secara efektif dan efisien
3) Inisiatif
Kemampuan seseorang untuk bertindak melebihi
yang dibutuhkan atau yang dituntut dari tugas dan
pekerjaanya. Indikator dalam nilai inisiatif diantaranya :
a) Responsif melayani kebutuhan stakeholder
b) Bersikap proaktif terhadap kebutuhan organisasi
c) Memiliki dorongan untuk mengidentifikasi masalah atau
peluang dan mampu mengambil tindakan nyata untuk
menyelesaikan masalah
4) Pembelajar
Seorang pembelajar selalu berusaha untuk
mengembangkan kompetensi dan profesionalisme.
Indikator dalam nilai pembelajar diantaranya :
a) Berkeinginan dan berusaha untuk selalu menambahkan
dan memerluas wawasan, pengetahuan dan
pengalaman
b) Mengambil hikmah dan menjadikan pelajaran atas
setiap kesalahan
c) Berbagi pengetahuan/pengalaman dengan rekan kerja
5) Menjunjung Meritrokasi
Menjunjung tinggi asas keadilan dalam pemberian
apresiasi, penghargaan bagi karyawan yang kompeten.
Indikator nilai menjunjung meritrokasi diantaranya :
a) Berkompetisi secara professional
b) Memberikan kesempatan yang setara dalam
mengembangkan kompetensi pegawai
c) Memberikan penghargaan dan hukuman secara
proposional sesuai kinerja
d) Tidak sewenang-wenang
e) Tidak mementingkan diri sendiri

35
6) Aktif
Senantiasa berpartisipasi dalam kegiatan. Indikator
dari nilai aktif, diantaranya :
a) Terlibat langsung dalam setiap kegiatan untuk
mendukung visi dan misi
b) Memberikan dukungan pada rekan kerja
7) Tanpa Pamrih
Senantiasa bekerja dengan penuh tulus ikhlas dan
berdedikasi. Indikator dari nilai tanpa pamrih diantaranya :
a) Penuh komitmen dalam melaksanakan pekerjaan
b) Rela membantu pekerjaan rekan kerja lainnya
c) Menunjukkan sikap 4S (senyum, sapa, sopan dan
santun).
d. Tujuan SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
1) Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam hal ketakwaan
terhadap Tuhan yang Maha Esa.
Terwujudnya sikap perilaku rajin, taat dan tertib menjalankan
ibadah selaras dengan tuntunan agama yang dianut dalam
praktik kehidupan sehari-hari, sehingga terbangun insan
yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia.
2) Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam pengembangan
potensi, kecerdasan, dan minat.
Memiliki bekal pengetahuan dan ketrampilan kecakapan
hidup (life Skill) sebagai salah satu modal hidup mandiri di
masa depan
3) Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam perolehan nilai UN
Memiliki kompetensi yang memadai untuk bekal melanjutkan
sekolah ke jenjang pendidikan lebih tinggi, mampu
berkompetisi dan meningkat prosentase lulusan yang
diterima di SLTP Negeri/Unggulan.
4) Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam kompetisi
akademik dan non akademik

36
Berpartisipasi secara aktif dan optimal sehingga mampu
meraih minimal satu kejuaraan dari berbagai even lomba
atau festival baik bidang akademik maupun non akademik
5) Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam persaingan secara
global
6) Terdepan, terbaik, dan terpercaya dalam pelayanan

3. Organisasi dan Job Deskripsi


a. Struktur Organisasi
Gambar 3.1. Struktur Organisasi SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
Tahun Pelajaran 2018/2019

KEPALA SEKOLAH KOMITE


SLAMET, S.Pd.SD
NIP. 19650203 198709 1 002

GURU KELAS I GURU KELAS II


Dra. Tatik Wartoni, S.Pd Rini Oktaviani, S.Pd
NIP.196510082006042003 NIP.-
NIP. 197012092007012006
GURU KELAS III GURU KELAS IV
Seksi Wahyu Piningit, S.Pd Marsini, S.Pd
NIP. 19921031 201903 2 011 NIP. -

GURU KELAS V GURU KELAS VI


Kukuh Sandy Sudrajat, S.Pd Heri Subowo, S.Pd
NIP. 19940603 201903 1 005 NIP.19670513 201409 1 001

GURU AGAMA GURU PENJAS


Adnan Mikasa Yoga, S.Pd.I Suwar, S.Pd
NIP. - NIP. 19640507 198508 1002

BENDAHARA PRAMUKA PERPUSTAKAAN PENJAGA


SEKOLAH Heri Subowo, S.Pd Purwadi, A.Ma.Pust Setiyadi
Dra. Tatik Wartoni, S.Pd NIP.19670513 201409 1 001
NIP. - NIP. -
NIP.196510082006042003

SISWA

MASYARAKAT SEKITAR

Keterangan: Perpindahan guru mengikuti siswa selama 2 tahun pelajaran

37
b. Job Deskripsi
Tabel 3.2 Pembagian Tugas Mengajar
No Nama / NIP Gol Jabatan Jenis Mengajar Jumlah Jumlah
Ruang Guru Guru Kelas Jam Siswa
1 Slamet, S.Pd. SD IV/a Guru Kepala IV – VI 6 81
19650203 198709 Madya Sekolah
1 002
2 Suwar, S.Pd IV/a Guru Guru I – IV 24 153
19640507 198508 Madya Penjaskes
1 002
3 Dra. Tatik Wartoni, III/a Guru Guru I 24 28
S.Pd Pertama Kelas
19700803 200501
2 010
4 Heri Subowo, S.Pd III/a Guru Guru VI 24 27
19670513 201409 Pertama Kelas
1 001
5 Kukuh Sandy III/a Guru Guru V 24 21
Sudrajat, S.Pd Pertama Kelas
19940603 201903
1 005
6 Seksi Wahyu III/a Guru Guru III 24 20
Piningit, S.Pd Pertama Kelas
19921031 201903
2 011
7 Marsini, S.Pd - - Guru IV 24 33
- Kelas
8 Rini Oktaviani, S.Pd - - Guru II 24 24
- Kelas
9 Adnan Mikasa - - Guru I - VI 24 153
Yoga, S.Pd.I Agama
- Islam
10 Purwadi, A.Ma.Pust - - Perpust. I - VI 2 153
-
Peserta Latsar adalah guru kelas V (tahun plajaran
selanjutnya mengampu kelas VI) yang mempunyai tugas dan
kewajiban tertentu. Undang Undang no 14 Tahun 2005 pasal
20 menjelaskan bahwa dalam melaksanakan tugas
keprofesionalan, guru berkewajiban untuk :
a. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses
pembelajaran yang bermutu,serta menilai dan mengevaluasi
hasil pembelajaran;

38
b. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik
dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
c. Bertindak obyektif dan tidak diskriminatif atas dasar
pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi
fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial
ekonomi peserta didik dalam pembelajaran;
d. Menjunjung tinggi peraturan perundang – undangan, hukum,
dan kode etik guru, serta nilai nilai agama dan etika;
e. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Deskripsi SDM, Sarpras dan Sumber Daya lainnya


a. Data Siswa
Tabel 3.3 Data Jumlah Siswa
Kelas Jml Pembagian Jumlah
Kls L P JML
I 1 12 16 28
II 1 13 11 24
III 1 14 06 20
IV 1 17 16 33
V 1 11 10 21
VI 1 14 13 27
JML 6 81 72 153
b. Kondisisosialekonomisiswapadaumumnya
Pada umumnya kondisi social ekonomi di SD Negeri
Ngrombo 1 Tangen menengah kebawah, karena sebagian
besar bermata pencaharian sebagai petani/buruh tani dan
Pedagang pasar tradisional.
c. Data guru dan Karyawan
1) Kepala sekolah : 1 8) Jumlah PNS : 6
2) Guru Kelas : 6 9) Jumlah WB : 5
3) Guru Agama : 1 10) Jumlah Pegawai: 11
4) Guru Penjok : 1
5) Guru Mapl : 0
6) Petugas Perpust: 1
7) Penjaga : 1

39
d. Data saranaprasarana
1) RuangKepalaSekolah : 1 (Baik)
2) Ruang Guru : 1 (Baik)
3) Ruangkelas : 6 (5 Baik, 1 Rusak ringan)
4) Ruang Khusus (UKS) : 1(Rusak ringan)
5) RumahDinas KS :-
6) RumahDinasPenjaga :-
7) Perpustakaan : 1 (Rusak ringan)
8) Alatperagapendidikan : 10 buah (baik)
9) Alatelektronik : 7 buah (Baik)

B. Tugas Jabatan Peserta Diklat


1. Tugas Aparatur Sipil negara
Berdasarkan UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 11,
tugas Aparatur Sipil Negara adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat
Negara;
b. Memberikan pelayanan publik yang professional dan
berkualitas; dan
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Kewajiban ASN adalah sebagai berikut:
a. Setia dan taat kepada Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI, dan
pemerintah yang sah;
b. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
c. Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah
yang berwenang;
d. Menaati ketentuan peraturan perundang - undangan;
e. Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian,
kejujuran, kesadaran, dan tanggung jawab;

40
f. Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku,
ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam
maupun di luar kedinasan;
g. Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan
rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan perundang-
undangan; dan
h. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.

2. Tugas Pokok dan Tugas Fungsional Guru Kelas


Tugas guru dijelaskandalam BAB XI Pasal 39 ayat (2)
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Pasal 20 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen serta Pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 74
Tahun 2008 tentang Guru yaitu:
a. Merencanakan pembelajaran
b. Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu
c. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran
d. Membimbing dan melatih peserta didik
e. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
f. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan
pokok yang sesuai dengan beban kerja guru
g. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan
kompetensi secara berkelanjutan.
Tugas guru secara lebih terperinci dijelaskan dalam
Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 tentang petunjuk Teknis
Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diantaranya :
a. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan
b. Menyusun silabus pembelajaran
c. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
d. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
e. Menyusun alat ukur soal sesuai mata pelajaran

41
f. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata
pelajaran di kelasnya
g. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran
h. Melaksanakan pembelajaran, perbaikan dan pengayaan
dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi
i. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi
tanggung jawabnya (khusus guru kelas)
j. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan
hasil belajar tingkat sekolah/madrasah dan nasional
k. Membimbing guru pemula dalam program induksi
l. Membimbing siswadalam kegiatan ekstra kurikuler proses
pembelajaran
m. Melaksanakan pengembangan diri
n. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/ atau karya inovatif
o. Melakukan presentasi ilmiah
Lebih lanjut Sesuai dengan Sasaran Kinerja Pegawai, tugas
guru di sebutkan :
a. Merencanakan dan melaksanakan pembelajaran
b. Mengevaluasi dan menilai hasil pembelajaran
c. Menganalisis hasil pembelajaran
d. Melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian.
Fungsi guru yang dimaksudkan di sini juga termasuk dalam
tugas guru yang sudah dijabarkan di atas, namun terdapat
beberapa fungsi lain yang terkandung dalam poin D dan E Pasal 20
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
serta poin a, b, dan c Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni :
a. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa
b. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan
kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika
c. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna,
menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis

42
d. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan
mutu pendidikan dan
e. Memberi teladan dan menjaga nama baik, lembaga, profesi,
dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan
kepadanya.

C. Role Model
Peranan adalah suatu perilaku yang
diharapkan oleh orang lain dari seseorang
yang menduduki status tertentu. Peranan atau
role juga memiliki beberapa bagian, salah
satunya yaitu model peranan (Role Model)
adalah seseorang yang tingkah lakunya kita
contoh, tiru, diikuti. Dalam kegiatan aktualisasi

Gambar 3.2 Foto ini, yang menjadi role model adalah Kepala
Profil Role Model SD Negeri Ngrombo 1 Tangen yaitu bapak
Slamet, S.Pd. SD. Alasan Bapak Slamet dijadikan role model pada
pelaksanaan rencana aktualisasi ini yaitu karena merupakan sosok
pemimpin yang Akuntabel.
Kepala sekolah adalah sosok yang dalam keseharian, bapak
kelahiran Salatiga tangen 1965 ini layak dijadikan contoh dan
panutan. Sebagai sosok pemimpin, Bapak Slamet memiliki sifat yang
ramah berhasil membawa suasana ceria di dalam maupun di luar
kantor, serta bijaksana dalam mengambil keputusan. Sebagai pelaku
manajemen di sekolah, bapak yang hobi mengajar matematika ini
telah berhasil mengkoordinasikan tugas dan fungsi guru sebagai
mana mestinya. Sebagai fasilitator, alumni UT UBJJ 44 SURAKARTA
ini selalu menjembatani baik guru, siswa maupun stakeholder untuk
melaksanakan kegiatan dengan penuh tanggung jawab.
Sebagai motivator, bapak yang dikenal humoris ini tidak pernah
lelah untuk menyemangati guru untuk tidak mudah menyerah dalam
menghadapi tantangan-tantangan dalam dunia pendidikan. Beliau

43
belum lama menjabat sebagai kepala sekolah di SD Negeri Ngrombo
1 Tangen. Namun beliau sudah menunjukkan kinerja yang baik. Hal
ini terlihat dari kenaikan akreditasi sekolah yaitu A dengan nilai yang
memuaskan. Kedepan dengan gaya kepemimpinan Bapak Slamet,
semoga dapat menginspirasi kepala sekolah yang lain untuk ikut maju
dan mengembangkan sekolah.
Tabel 3.4 Identitas Kepala Sekolah

NIP 131753290 / 196502031987091002


Nama Lengkap SLAMET,S.Pd.SD
Tempat Lahir SALATIGA
Tanggal Lahir 3-2-1965
Jenis Kelamin Pria
Agama Islam
Candi Asri I RT 36/9, Plumbungan,
Alamat Rumah
Karangmalang, Sragen
Pendidikan Terakhir S1
Jurusan PGSD
Asal Sekolah UT UBJJ 44 SURAKARTA SURAKARTA
Diklat Teknis Pelatihan PTK
Penataran Kemampuan Profesional Guru
Seminar Menyongsong Pelaksanaan Pend Profesi

44
BAB IV
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterikatan dengan


Nilai ANEKA
Kegiatan yang ada pada rancangan ini adalah kegiatan yang
bersumber dari Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) sebagai pelaksana
guru kelas atau penugasan khusus dari atasan. Dari sumber kegiatan
ini, diperolehenamkegiatan untuk sarana aktualisasi ANEKA pada SD
Negeri Ngrombo 1 Tangen dengan pertimbangan bahwa kegiatan
tersebut dapat dilaksanakan selama masa aktualisasi nilai dasar di
tempat tugas.
Berdasarkan hasil analisis dengan metode AKPL dan USG
dengan skor 14 yaitu Kurangnya Kemampuan Literasi Kelas VI guna
Pengembangan Kualitas pembelajaran SD Negeri Ngrombo 1 Tangen.
Untuk mengatasi masalah tersebut, ditemukan gagasan pemecah isu
yaitu Pengembangan Kualitas pembelajaran Melalui Kegiatan Literasi
Kelas VI di SD Negeri Ngrombo 1 Tangen.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, peserta Diklat Latsar
dituntut mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS sebagai
tindak lanjut dari proses internalisasi nilai-nilai dasar selama masa
pembelajaran. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:
1. Majalah Dinding 3D
2. Game-Board Literasi
3. Reading Corner / Pojok Baca
4. Bioskop Literasi
5. Posterisasi Kelas
6. Outing Class terjadwal

45
Tabel 4.1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Judul : Pengembangan Kualitas Pembelajaran Melalui Kegiatan Literasi Kelas VI di SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
NamaLengkap : Kukuh Sandy Sudrajat, S.Pd.
Jabatan : Guru Kelas Ahli Pertama
Unit Kerja : SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
Coach : Sodikin, SS. M.Si
Mentor : Slamet, S.Pd. SD
Identifikasi Isu :
a. Belum terealisasinya program kebersihan siswa di SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
b. Kurangnya kemampuan literasi kelas VI guna pengembangan kualitas pembelajaran SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
c. Belum optimalnya ekstrakurikuler di SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
d. Belum mahirnya peran guru dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di SD Negeri Ngrombo 1 Tangen
e. Belum maksimalnya perolehan juara pada setiap kompetisi yang dikuti oleh SD Negeri Ngrombo 1 Tangen

Isu yang Diangkat :Kurangnya Kemampuan Literasi Kelas VI guna Pengembangan Kualitas Pembelajaran SD Negeri Ngrombo
1 Tangen
Gagasan yang Diangkat :Pengembangan Kualitas Pembelajaran Melalui Kegiatan Literasi Kelas VI di SD Negeri Ngrombo 1 Tangen

46
Kontribusi Terhadap Penguatan
Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Visi dan Misi Nilai
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi
1. Membuat 1. Melakukan Terlaksananya  Akuntabilitas Kontribusi kegiatan ini Aktualisasi
Majalah Konsultasi konsultasi dengan Kejelasan memahami adalah sebagai nilai-nilai dasar
Dinding 3D dengan bahasa yang kewenangan, peran dan perwujudan Visi SD PNS berupa:
(SKP) Kepala komunikatif dan saling tanggungjawab selama Negeri Ngrombo 1  Integritas
Sekolah menghormati sehingga pelaksanaan kegiatan Tangen: “TERDEPAN,  Kreatif dan
selaku mentor disetujuinya desain  Nasionalisme TERBAIK, DAN Inovatif
mengenai oleh mentor Diwujudkan dengan TERPERCAYA”  Pembelajar
konsep isi dan saling menghormati dari  Aktif
desain keputusan Kontribusi kegiatan ini  Tanpa
bermusyawarah (sila ke- adalah sebagai Pamrih
4) perwujudan Misi SD
Negeri Ngrombo 1
2. Menyiapkan Tersedianya alat  Komitmen Mutu: yang ke 2 dan 3 :
alat dan bahan bahan yang dapat Mengolah alat bahan
yang dimanfaatkan untuk dengan pertimbangan Menumbuhkan
digunakan membuat mading yang tampilan dan penghayatan terhadap
untuk menarik minat berorientasi mutu ajaran agama sehingga
terbangun insan
membuat  Anti Korupsi:
mading cerdas, cendikia,
Melaksanakan kegiatan
(majalah berbudi pekerti luhur.
dengan mandiri
dinding) Membentuk sumber

47
Kontribusi Terhadap Penguatan
Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Visi dan Misi Nilai
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi
3. Pembuatan Terselesaikannya  Akuntabilitas: daya manusia yang
dan bentuk mading dan Mengelola mading aktif, kreatif, inovatif,
membentuk struktur pengelola dengan kompeten dan dan berprestasi sesuai
pengelola mading yang penuh tanggung jawab. dengan perkembangan
mading akuntabel  Nasionalisme zaman”
bersama Diwujudkan dengan
siswa sikap gotong royong
dalam pembuatan
mading (sila ke-3)
 Etika Publik
Pembuatan mading
bersama (dimensi
moodalitas)
4. Membuat a. Memberikan  Komitmen Mutu
peraturan pemahaman pada Diwujudkan dengan
pengisian siswa mengenai pelaksanaan program
konten pengisian content yang efektif dan efisien
mading. mading  Anti Korupsi
b. Menambah Disiplin dalam
kreativitas siswa berkegiatan sesuai
melalui fungsi aturan yang dibentuk
mading sekolah. bersama
c. Menambah luas  Akuntabilitas
wawasan siswa Integritas dan
konsistensi dalam
melaksanakan kegiatan
48
Kontribusi Terhadap Penguatan
Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Visi dan Misi Nilai
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi
2 Menyusun 1. Membahaskon Hasil desain  Akuntabilitas Aktualisasi
Game-board sep permainan berdasarkan konsep Kejelasan memahami nilai-nilai dasar
Literasi papan sesuai papan permainan yang kewenangan, peran dan PNS berupa:
(Inovasi) muatan yang mengedepankan tanggungjawab selama  Integritas
diinginkan literasi dengan cermat pelaksanaan kegiatan  Kreatif dan
bersama sesuai nilai-nilai yang  Nasionalisme Inovatif
mentor ingin di sampaikan Diwujudkan dengan  Inisiatif
saling menghormati dari  Pembelajar
keputusan  Aktif
bermusyawarah (sila ke-
4)

2. Menyiapkan Ketersediaan barang  Komitmen Mutu:


alat, bahan yang mendukung Mengolah alat bahan
dan rangkaian konten litersasi dengan pertimbangan
sesuai konten tersampaikan dengan tampilan dan
isi atau baik berorientasi mutu
muatan  Anti Korupsi:
literasi yang Menggunakan anggaran
diharapkan dana dan bertindak
secara bijak dan jujur.

49
Kontribusi Terhadap Penguatan
Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Visi dan Misi Nilai
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi
3. Merangkai Bentuk riil permainan  Etika Publik
dan papan yang Menawarkan inovasi
menyajikan diharapkan dengan pembelajaran literasi
Game-Board mempertimbangkan  Komitmen mutu
faktor keamanan Manajemen kegiatan
yang mengedepankan
mutu dan zero depect

4. Menjelaskan Terlaksananya  Komitmen mutu


cara main dan kegatan siswa yang Diwujudkan dalam
manfaat yang menyenangkain dan kegiatan permainan
diperoleh inovatif efektif dan efisian
menyesuaikan
kebutuhan dan waktu
 Etika Publik
Menyediakan layanan
belajar yang
menyenangkan dan
respect kepada siswa
 Akuntabilitas
Penyampaian kejelasan
informasi dan
merealisasikan desain
yang bisa digunakan
semua siswa

50
Kontribusi Terhadap Penguatan
Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Visi dan Misi Nilai
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi
5. Perawatan Terlaksananya  Anti korupsi
Game Board kepedulian untuk Diwujudkan dalam
merawat papan sikap peduli untuk
permainan sehingga merawat poster poster
poster awet tahan agar tidak rusak
lama dan bisa terus  Nasionalisme
digunakan untuk Diwujudkan dalam
kepentingan bersama perawatan poster demi
kepentingan bersama
dan menghargai
karya(sila ke- 2)

3. Membuat 1. Membuat Menciptakan ide/  Komitmen Mutu: Kontribusi kegiatan ini Aktualisasi
Reading desain/ gagasan yang kreatif Mengedepankan inovasi adalah sebagai nilai-nilai dasar
Corner/ Pojok rancangan dan inovatif sehingga baru dengan mendesain perwujudan Visi SD PNS berupa:
Baca Kelas reading terbentuk pojok baca pojok baca yang Negeri Ngrombo 1  Integritas
(SKP) corner/pojok kelas yang menarik menarik Tangen: “TERDEPAN,  Pembelajar
baca  Anti Korupsi TERBAIK, DAN  Aktif
Mengedepankan TERPERCAYA”  Tanpa
kemandirian bekerja Pamrih
tanpa bergantung orng Kontribusi kegiatan ini
lain adalah sebagai
perwujudan Misi SD
2. Konsultasi Disetujuinya  Etika Publik: Negeri Ngrombo 1
rancangan/des rancangan/desain Berkonsultasi dengan yang ke 3 dan 6 :
51
Kontribusi Terhadap Penguatan
Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Visi dan Misi Nilai
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi
ain pojok baca pojok baca dari hasil kepala sekolah dan wali
dengan musyawarah. kelas dengan sopan Membentuk sumber
kepala santun daya manusia yang
sekolah  Nasionalisme: aktif, kreatif, inovatif,
Bermusyawarah untuk dan berprestasi sesuai
mencapai kesepakatan dengan perkembangan
rancangan pojok baca zaman.
kelas (Sila ke-4)
Menyediakan sarana
3. Menyiapkan Terdapat buku bacaan  Nasionalisme dan prasarana yang
buku-buku yang sesuai dengan Memperhatikan jenjang diperlukan dalam
yang akan variasi yang menarik kemampuan siswa kegiatan belajar siswa
dipajang di dalam memahami buku untuk mendukung
pojok baca bacaan secara adil (Sila pengembangan potensi
kelas. ke-5) peserta didik agar
 Akuntabilitas berkembang secara
Transparansi optimal.
pengadaan buku
tersebut

4. Menghias Terbentuk bagian  Komitmen Mutu


pojok baca pojok baca yang Menjadikan pojok baca
dengan kata- menarik sehingga sebagai tempat yang
kata maupun meningkatkan minat inovatif untuk membaca
benda-benda baca siswa di kelas
yang dapat
52
Kontribusi Terhadap Penguatan
Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Visi dan Misi Nilai
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi
menarik minat  Etika Publik
baca siswa Menunjukan
kepemimpinan yang
berkualitas dalam
memantau kegiatan
yang berjalan

5. Membuat Dapat memantau  Anti Korupsi


kartu baca pencapaian literasi Merangkum aktivitas
kelas untuk siswa berdasarkan dengan disiplin dan adil
memantau buku yang dibaca  Akuntabilitas:
aktivitas dengan pemahaman Menjalankan tugas
membaca yang dimiliki dengan penuh tanggung
siswa jawab dan berintegritas.
 Komitmen mutu
Manajemen kegiatan
yang mengedepankan
mutu dan zero depect

4. Mengadakan 1. Konsultasi Terlaksananya  Etika publik Kontribusi kegiatan ini Aktualisasi


Program dengan konsultasi yang Diwujudkan dalam adalah sebagai nilai-nilai dasar
Bioskop mentor dan komunikatif dan proses komunikasi, perwujudan Visi SD PNS berupa:
Literasi rekan tim menghormati konsultasi, dan Negeri Ngrombo 1  Integritas
(Inovasi) mengenai keputusan sehingga kerjasama dengan pihak Tangen: “TERDEPAN,  Kreatif dan
program terciptanya pihak yang terkait . TERBAIK, DAN Inovatif
bioskop persetujuan untuk  NasionalismeDiwujudk TERPERCAYA”
53
Kontribusi Terhadap Penguatan
Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Visi dan Misi Nilai
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi
literasi menayangkan film-film an dengan menghormati  Inisiatif
edukasi. keputusan bersama Kontribusi kegiatan ini  Pembelajar
dibimbing oleh adalah sebagai  Menjunjung
mentor(sila 4) perwujudan Misi SD Meritrokasi
Negeri Ngrombo 1  Tanpa
2. Menjelaskan Tersampaikannya  Akuntabilitas yang ke 1, 2 dan 5 : Pamrih
kepada program bioskop Diwujudkan dengan
peserta didik literasi secara jelas kejelasanpenyampaian Menyiapkan generasi
untuk pada peserta didik program yang unggul dibidang
menonton film supaya memahami  Anti korupsi IMTAQ dan IPTEK.
bersama maksud bioskop Diwujudkan dalam
literasi berani bersosialisasi Menumbuhkan
 Komitmen mutu penghayatan terhadap
Menjelaskan konten isi ajaran agama sehingga
yang akan memberikan terbangun insan
kepercayaan dan cerdas, cendikia,
kemudahan bagi siswa berbudi pekerti luhur.

3. Menempelkan Tersedianya jadwal  AkuntabilitasDiwujudka Melaksanakan


jadwal yang pemutaran film yang n dengan kejelasan pembelajaran yang
berkaitan jelas jadwal PAIKEM
tentang  Anti Korupsi
pelaksanaan Berkomitmen dan
bioskop literasi disiplin berkegiatan
sesuai jadwal yang
dibuat
54
Kontribusi Terhadap Penguatan
Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Visi dan Misi Nilai
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi

4. Pelaksanaan Terlaksananya  Komitmen mutu


Program penyajian film bertema Diwujudkan dengan
bioskop literasi dengan pelaksanaan program
literasi memperatikan mutu yang berorientasis mutu.
dari film terebut  Etika Publik
Menjadi Modalitas etika,
menjembatani antara
norma moral dan
tindakan faktual

5. Mencari nilai- Tersampaikanya  Nasionalisme


nilai yang pendapat dari setiap Diwujudkan dalam sikap
terkandung pesera didik nilai nilai mendengarkan
dalam film yang terkandung di pendapat siswa (Sila ke-
dalam film 2)
 Akuntabilitas
Menjadikan kegiatan
akhir yang konsisten
dan menbuahkan hasil

5. Memasang 1. Menentukan Draf jenis dan desain  Komitmen Mutu Kontribusi kegiatan ini Aktualisasi
Posterisasi macam dan poster literasi dengan terdapat kemauan untuk adalah sebagai nilai-nilai dasar
Kelas desain Poster cermat sesuai nilai dan memperbaiki perwujudan Visi SD PNS berupa:
55
Kontribusi Terhadap Penguatan
Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Visi dan Misi Nilai
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi
(Perintah informasi yang ingin di danmenjunjung tinggi Negeri Ngrombo 1  Integritas
Atasan) sampaikan kebenaran Tangen: “TERDEPAN,  Inisiatif
 Etika Publik TERBAIK, DAN  Pembelajar
diwujudkan dengan TERPERCAYA”  Aktif
sikap menjalankan  Tanpa
tugas sesuai keahlian Kontribusi kegiatan ini Pamrih
dan tidak mengandung adalah sebagai
konten yang memihak perwujudan Misi SD
Negeri Ngrombo 1
2. Mengkonsulta Terlaksananya  Akuntabilitas yang ke 6 dan 7 :
sikan Desain konsultasi dan saling Kejelasan memahami
Poster kepada menghormati sehingga kewenangan, peran dan Menyediakan sarana
mentor disetujuinya desain tanggungjawab selama dan prasarana yang
oleh mentor pelaksanaan kegiatan diperlukan dalam
 Nasionalisme kegiatan belajar siswa
Diwujudkan dengan untuk mendukung
saling menghormati dari pengembangan potensi
keputusan peserta didik agar
kepalasekolah (Sila ke berkembang secara
4) optimal.

Memberikan jaminan
3. Mencetakan Pencetakan poster  Anti korupsi pelayanan yang prima
poster di secar efektif dan Jujur, berani, dan dalam berbagai hal
percetekan efisien sehingga bertanggung jawab untuk mendukung
tercetaknya poster terhada karya proses belajar dan
sesuai desain dan bisa  Komitmen mutu
56
Kontribusi Terhadap Penguatan
Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Visi dan Misi Nilai
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi
dipertanggung Diwujudkan dalam bekerja yang harmonis
jawabkan pencetakan poster yang dan selaras.
menarik

4. Memasang Terlaksananya  Komitmen mutu


poster di pemasangan poster Diwujudkan dalam
setiap sudut secara efektif, efisien pemasangan poster
kelas dan tanggung jawab di yang efektif dan efisian
setiap sudut sekolah menyesuaikan
denagan kerja keras kebutuhan dan waktu
 Akuntabilitas
Diwujudkan dengan
tanggung jawab dan
profesionaldalam
pemasangan poster
 Anti Korupsi
Diwujudkan dengan
bekerja keras dalam
pemasangan poster

5. Perawatan Terlaksananya  Anti korupsi


Poster kepedulian untuk Diwujudkan dalam
merawat poster sikap peduli untuk
sehingga poster awet merawat poster poster
tahan lama dan bisa agar tidak rusak
terus digunakan untuk  Nasionalisme
57
Kontribusi Terhadap Penguatan
Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Visi dan Misi Nilai
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi
kepentingan bersama Diwujudkan dalam
perawatan poster demi
kepentingan bersama.
(sila ke-2)

6. Mengadakan 1. Konsultasi Terlaksananya  Etika Publik Kontribusi kegiatan ini Aktualisasi


Outing Class dengan konsultasi yag Menjadi modalitas etika adalah sebagai nilai-nilai dasar
terjadwal (mentor) dan mengedepan kan rasa menjebatani konsep dan perwujudan Visi SD PNS berupa:
(Inovasi) rekan tim hormat dan kegiatan faktualnya Negeri Ngrombo 1  Integritas
mengenai mekanisme konsep  Akuntabilitas Tangen: “TERDEPAN,  Kreatif dan
program kegiatan yang Diwujudkan dengan TERBAIK, DAN Inovatif
Outing Class membuahkan hasil membahas kejelasan TERPERCAYA”  Inisiatif
program yang  Pembelajar
diharapkan Kontribusi kegiatan ini  Menjunjung
adalah sebagai Meritrokasi
2. Menjelaskan Tersampaikannya  Etika Publik perwujudan Misi SD  Tanpa
kepada siswa program outing class Diwujudkan dalam Negeri Ngrombo 1 Pamrih
mengenai dengan komunikatif proses komunikasi yang yang ke 1, 2 dan 7 :
mekanisme sehinggamaksud dari menyeluruh dengan
kegiatan pogram tersampaikan siswa Menyiapkan generasi
 Nasionalisme yang unggul dibidang
Diwujudkan dengan IMTAQ dan IPTEK.
sikap tidak diskriminatif
dalam pemilihan peserta Menumbuhkan
outing class penghayatan terhadap
(Sila ke-2) ajaran agama sehingga
58
Kontribusi Terhadap Penguatan
Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Visi dan Misi Nilai
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi
terbangun insan
cerdas, cendikia,
berbudi pekerti luhur.
3. Pembuatan Bentuk dan Distribusi  Akuntabilitas
dan distribusi surat ijin pelaksanaan Mempersiapkan Memberikan jaminan
surat outing class guna kegiatan dan kejelasan pelayanan yang prima
perizinan mensingkronkan serta tanggung jawab dalam berbagai hal
outing class dengan pihak pemilik acara untuk mendukung
lokasi yang dituju  Anti Korupsi proses belajar dan
Pelaksanaan tahap bekerja yang harmonis
kegiatan dengan mandiri dan selaras.
dan sigap

4. Pelaksanaan Terlaksananya  Nasionalisme


Program kunjunan kegiatan Diwujudkan dengan
Outing Class sehingga terciptanya sikap menghargai karya
dengan kondisi dimana siswa orang lain (Sila ke - 2)
memberikan mengahargai segala  Anti Korupsi
tugas berbasis aspek benda dan Diwujudkan dalam sikap
literasi informasi yang mereka kerja keras dalam
dapatkan melaksanakan program
 Akuntabilitas
Diwujudkan dengan
sikap tanggung jawab
terhadap perilaku
selama kegiatan
59
Kontribusi Terhadap Penguatan
Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Visi dan Misi Nilai
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan
Organisasi Organisasi
5. Penilaian hasil Pemberian nilai dan  Etika Publik
tugas literasi atau penghargaan Cermat menilai hasil
kepada siswa pekerjaan siswa
mengenai hasil tugas
literasi selama outing  Komitmen Mutu
class Pelaksanaan kegiatan
yang efektif sekali kerja

(Sumber: data dielaborasi penulis, 2019)

60
B.Jadwal Rancangan Aktualisasi
Kegiatan aktualisasi akan dilaksanakan di SD Negeri Ngrombo 1 Tangen pada tanggal 20 Juni sampai dengan 24 Juli 2019.
Adapun kegiatan-kegiatan aktualisasi akan di jabarkan dalam timeline kegiatan pada tabel berikut:
Tabel 4.2 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi

Juni Juli
Bukti
No

Kegiatan
Fisik
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Portofolio, foto desain,
1 Mading 3D contoh konten, video
kondisi program
Game
Portofolio, foto desain,
2 Board
video permainannya
Literasi
Reading
Portofolio, foto bagian ,
3 Corner/
video kegiatan
Pojok Baca
Portofolio, contoh film
Bioskop
4 edukasi, contoh video
Literasi
presentasi anak
Posterisasi
5 Portofolio, foto poster
Kelas
Outing Portofolio, foto kegiatan,
6
Class laporan anak

Keterangan:
A. : Perencanaan kegiatan, perijinan, dan atau pengkondisian Kelas
B : Pelaksanaan kegiatan secara mandiri
C. : Pelaksanaan kegiatan bersama siswa
D. : Tahap finalisasi, pelaporan, dan penyusunan bukti kegiatan aktualisasi melalui habituasi.
61
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
Pelaksanaan 6 kegiatan aktualisasi dan habituasi ANEKA,
terdapat kemungkinan kegiatan-kegiatan tersebut mengalami kendala
sehingga rancangan kegiatan ini tidak dapat direalisasikan secara
optimal atau tidak tercapai aktualisasinya.. Kendala, resiko dan solusi
tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini

Tabel 4.3. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala


Antisipasi Strategi menghadapi
No Kendala
menghadapi kendala kendala
1. Kegiatan tidak selesai Manajemen waktu  Membuat jadwal
tepat waktu dengan baik dan kegiatan dengan cermat
mengingat separuh melaksanakan piket dan teliti sehingga tidak
waktu habituasi sekolah terjadi penumpukan
kegiatan di hari yang
adalah hari libur
sama.
sekolah  Membuat skala prioritas
kegiatan yang akan
dilaksanakan terlebih
dahulu.
 Tidak menunda-nunda
kegiatan yang telah
direncanakan dan
melaksanakannya
sesuai jadwal.
2. Menjaga kualitas  Menyiapkan semua  Menyampaikan
koordinasi dengan dokumen-dokumen informasi diawal
Kepala Sekolah diawal masa  Mengunjungi
mengingataktifitas habituasiuntuk kediaman kepala
dan kesibukan beliau koordinasi sekolah jika waktu
 Berkomunikasi lebih koordinasi disekolah
intens kurang efisien
3. Sarana dan prasarana Koordinasi dengan  Melakukan koordinasi
untuk melakukan kepala sekolah, dengan guru (teman
kegiatan belum teman sejawat, dan sejawat)dan penjaga
tersedia / kurang penjaga sekolah sekolah
tersedia  Meminjam sementara
dan atau memperbaiki
yang rusak
4. Kurangnya personil Koordinasi dengan Melakukan gotong royong
dalam pembuatan alat guru-guru bersama guru dan siswa
5. Pencetakan yang Menyiapkan template Bekerjasama dengan
terlambat pengetikan dan pihak percetakan
desain diawal (sponsor)
(Sumber: data dielaborasi penulis, 2019)

62
BAB V
PENUTUP

A. Simpulan
Rancangan aktualisasi melalui habituasi di unit kerja
merupakan rancangan kegiatan utuk menyelesaikan isu dengan
identifikasi isu yang telah dirumuskan melaui analisa APKL dan
analisa USG. Identifikasi isu yang ada dapat berasal dari individu, unit
kerja maupun dari organisasi, dari sana beberapa isu telah dapat
diidentifikasi. Dari beberapa isu tersebut kemudian dilakukan
identifikasi dengan metode USG.Isu yang diangkat yaitu Kurangnya
Kemampuan Literasi Kelas VI guna Pengembangan Kualitas
pembelajaran SD Negeri Ngrombo 1 Tangen. Dari isu tersebut muncul
gagasan pemecahan isu yang tertuang dalam 6 kegiatan. Adapun
kegiatan tersebut sebagai berikut :
1. Majalah Dinding 3D
2. Game-Board Literasi
3. Reading Corner / Pojok Baca
4. Bioskop Literasi
5. Posterisasi Kelas
6. Outing Class terjadwal
Dalam aktualisasi nilai-nilai ANEKA, Pelayanan public,
Komitmen Mutu, Whole of Government, Manajemen ASN dan,
Akuntabilitas, penulis menerapkan nilai-nilai ANEKA, yaitu:
1. Akuntabilitas : tanggung jawab, kejelasan, transparansi,
konsisten, dan mendahulukan kepentingan publik
2. Nasionalisme : Menghargai karya orang lain, menghormati
keputusan, tidak diskriminatif, kepentingan bersama, saling
menghormati, mendengarkan pendapat.
3. Etika publik : komunikasi, konsultasi, kerjasama, sopan,
hormat, teliti, cermat, integritas tinggi, dan profesional
4. Komitmen mutu : efisien, efektif, berorientasi mutu, inovasi,

63
dan efektif
5. Anti korupsi : bekerja keras, disiplin, jujur, berani, mandiri,
dan peduli.

B. Pentingnya Rancangan Aktualisasi


1. Pentingnya Rancangan Aktualisasi Dibuat
Rancangan Aktualisasi penting dibuat karena menjadi
pedoman dan panduan untuk menyelesaikan isu melalui gagasan
pemecahan isu atau permasalahan yang tertuang dalam kegiatan
yang dirancang, Bagi Penulis rancangan ini dibuat sebagai
pemecahan isu dari Kurangnya Kemampuan Literasi Kelas VI guna
Pengembangan Kualitas pembelajaran SD Negeri Ngrombo 1
Tangen, pemecahan isu adalah dengan menerapkan beberapa
kegiatan literasi yang diamanatkan dalam buku gerakan literasi
sekolah oleh kemendikbud. Dengan adanya pembuatan
Rancangan Aktualisasi, diharapkan pelaksanaan kegiatan
aktualisasi dapat menghasilkan output yang sesuai dengan
perencanaan. Selain itu dengan membuat Rancangan Aktualisasi,
penulis juga dapat lebih memahami nilai-nilai dasar ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi) yang dapat diimplementasikan dalam berbagai kegiatan
selama melaksanakan aktualisasi maupun dalam pelaksanaan
tugas dan fungsinya. Penulis juga lebih paham mengenai sikap dan
perilaku yang dapat memberikan kontribusi terhadap visi dan misi
organisasi serta menguatkan nilai organisasi.
2. Dampak Apabila Rancangan Aktualisasi Tidak Dibuat
Apabila Rancangan Aktualisasi tidak dibuat maka dapat
mengakibatkan dampak berupa tidak terselesaikannya isu yang
ada di unit kerja dan dapat menghasilkan berbagai masalah yang
lebih kompleks yaitu mengakibatkan pemahaman literasi siswa
tidak mengalami perkembangan, dan siswa tidak memiliki wawasan
yang luas guna menunjang pengembangan kualitas pembelajaran.

64
Selain itu pemahaman mengenai nilai-nilai dasar ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi) pun menjadi kurang karena tidak ada pedoman dan
panduan dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut.

65
DAFTAR PUSTAKA

Antasari, I. W. 2017. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Tahap


Pembiasaan di MI Muhammadiyah Gandatapa Sumbang
Banyumas. Libria, 9(1), 13–26.
Guza, Afnil. 2008. Undang-undang SISDIKNAS: UU RI No. 20
Tahun2003, dan Undang-undang Guru dan Dosen: UU RI
Nomor 14Tahun 2009. Jakarta: Asa Mandiri.
Hartati, T. 2017. Multimedia in Literacy Development At Remote
Elementary Schools in West Java (Multimedia Dalam
Pengembangan Literasi Di Sekolah Dasar Terpencil Jawa
Barat) . Edutech, 15 (3), 301310
Lembaga AdministrasI Negara. (2015). Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan III Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi
Pegawai Negeri Sipil. Jakarta :Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2015). Akuntabilitas Modul Pendidikan
dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2015). Nasionalisme Modul Pendidikan
dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2015). Etika Publik Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2015). KomitmenMutuModul Pendidikan
dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2015). Anti KorupsiModul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Pelayanan Publik. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Whole of Goverment. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul
Pendidikan dan Pelatihan Dasar Calon PNS Habituasi Jakarta :
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

66
Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005. Tentang Guru dan Dosen
:UU Guru dan Dosen.
Nafisah, A. 2014. Arti Penting Perpustakaan bagi Upaya Peningkatan
Minat Caca Masyarakat. Jurnal Perpustakaan Libraria, 2 (2),69-
81.
Suragangga, I. M. N. 2017. Mendidik Lewat Literasi Untuk Pendidikan
Berkualitas. Jurnal Penjaminan Mutu, 3 (2), 154–163.
Thompson, S., Provasnik, S., Kastberg, D., Ferraro, D., Lemanski, N.,
Roey, S., & Jenkins, F. 2012. Highlights from PIRLS 2011:
Reading Achievement of US FourthGrade Students in an
International Context. United State: National Center for
Education Statistics.
Tien, Yean Chris. 2015. Manajemen Peningkatan Mutu Lulusan. Jurnal
Manajer Pendidikan, Volume 9, Nomor 4, hlm. 579-587
Wandasari, Y. 2017. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS)
Sebagai Pembentuk PendidikanBerkarakter. JMKSP (Jurnal
Manajemen, Kepemimpinan,Dan Supervisi Pendidikan), 2(2),
12–22.

67
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Jabatan : Guru Kelas Ahli Pertama


Nama : Kukuh Sandy Sudrajat, S.Pd
Tempat, tanggal : Sragen, 3 Juni 1994
Lahir
Agama : Islam
Alamat Rumah : Doplang RT 19/01,
Denanyar, Tangen, Sragen
Jenis Kelamin : Laki - Laki
Status : Belum Menikah
No. HP : 085647570193
Email : sudrajatsandy@gmail,com

Instansi : SD Negeri Ngrombo 1 Tangen


Alamat Instansi : Nglorog, Ngrombo, Tangen, Sragen
Riwayat : 1. SD Negeri Denanyar 1 Tahun 2000 - 2006
Pendidikan 2. SMP Negeri 2 Tangen Tahun 2006 - 2009
3. SMA Negeri 3 SRagen Tahun 2009 -2012
4. FKIP PGSD Universitas Muhammadiyah
Surakarta Tahun 2013 – 2017
Pengalaman : MI Muhammadiyah PK Kartasura tahun 2017 –
Kerja 2018

68