Anda di halaman 1dari 70

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BATCH III

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH IV BANDUNG


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI

PENYUSUNAN KONSEP FORMAT KUESIONER PEMANTAUAN


KESIAPAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENERIMA BANTUAN
PROYEK INFRASTRUKTUR TPA
SEBAGAI SALAH SATU INSTRUMEN FORM PEMANTAUAN DAN EVALUASI
DI SUBDIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI DIREKTORAT PENGEMBANGAN
PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN

DISUSUN OLEH
NAMA : FITRIA GITA RAMADHINA, S.T
NIP : 19940215 201903 2 011

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH IV BANDUNG


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
TAHUN 2019
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BATCH III
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH IV BANDUNG
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI


PENYUSUNAN KONSEP FORMAT KUESIONER PEMANTAUAN KESIAPAN
PEMERINTAH DAERAH DALAM MENERIMA BANTUAN PROYEK
INFRASTRUKTUR TPA
SEBAGAI SALAH SATU INSTRUMEN FORM PEMANTAUAN DAN EVALUASI
DI SUBDIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI DIREKTORAT PENGEMBANGAN PENYEHATAN
LINGKUNGAN PERMUKIMAN

Disusun oleh :
FITRIA GITA RAMADHINA, S.T
NIP. 19940215 201903 2 011

DISEMINARKAN PADA :
HARI : RABU
TANGGAL : 16 OKTOBER 2019

MENTOR COACH KEPALA BALAI DIKLAT PUPR


WILAYAH IV BANDUNG

Sarwono Rochmat, S.T.,M.T IR. Adriananda,M.ENG.SC Hasto A. Sapoetro, S.ST., M.T.


NIP. 19680622 199703 1 004 NIP. 19570205 198303 1 004 NIP. 196307211992031003
KEPALA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN JABATAN
FUNGSIONAL, BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA,
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Ir. Moeh Adam, MM


NIP. 196503031992031002

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. ii


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat
menyelesaikan “Laporan Pelaksanaan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi PNS”, sebagai salah satu
syarat untuk memperoleh surat keterangan lulus Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
Golongan III.

Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Ir. Adriananda, M.ENG.SC., sebagai coach yang selalu membimbing dalam menyusun
rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS.
2. Bapak Sarwono Rochmat, ST., M.T., sebagai mentor yang telah memberikan arahan dan
masukan kepada penulis.
3. Bapak Syamsul Bahri, S.Si., M.T., sebagai penguji yang telah memberikan masukan kepada
penulis.
4. Para Widyaiswara yang telah memberi bimbingan kepada penulis selama Pelatihan Dasar CPNS
Golongan III.
5. Panitia penyelenggara yang telah banyak membantu selama proses kegiatan Pelatihan Dasar
CPNS Golongan III.
6. Teman-teman Pelatihan Dasar CPNS Golongan III untuk kebersamaan yang terjalin bersama
selama masa kegiatan Pelatihan Dasar CPNS.
Rancangan aktualisasi ini tidaklah luput dari kesalahan. Oleh karena itu, kritik dan saran
yang bersifat membangun akan membantu dalam penyempurnaan isi dari rancangan aktualisasi
ini. Penulis berharap semoga rancangan aktualisasi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para
pembaca.

Jakarta, 16 Oktober 2019

Fitria Gita Ramadhina.,S.T.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. iii


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................................................ ii


KATA PENGANTAR .................................................................................................................. iii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. iv
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................................... v
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................................. v
BAB I ....................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ....................................................................................................................... 1
1.1. LATAR BELAKANG 1
1.2. TUJUAN 2
1.3. RUANG LINGKUP AKTUALISASI 3
BAB II ...................................................................................................................................... 4
NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS .............................................................................................. 4
2.1. NILAI-NILAI ANEKA 4
2.2. MANAJEMEN PNS 5
2.3. WHOLE OF GOVERNMENT 7
2.4. PELAYANAN PUBLIK 8
BAB III ..................................................................................................................................... 9
DESKRIPSI UNIT ORGANISASI ................................................................................................... 9
3.1. KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT 9
3.2. DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA 10
3.3. DIREKTORAT PENGEMBANGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN 10
3.4. SUBDIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI 11
BAB IV ................................................................................................................................... 13
RANCANGAN AKTUALISASI DAN CAPAIAN AKTUALISASI ......................................................... 13
4.1. ANALISA ISU 13
4.2. DAMPAK ISU 13
4.3. JADWAL KEGIATAN PELAKSANAAN AKTUALISASI 16
4.4. MATRIK HABITUASI 17
4.5. MATRIK VISI MISI DAN TATA NILAI ORGANISASI 18
4.6. MATRIK KEDUDUKAN DAN PERAN ASN 18
4.7. CAPAIAN KEGIATAN AKTUALISASI 19
BAB V .................................................................................................................................... 33
PENUTUP .............................................................................................................................. 33
5.1. KESIMPULAN 33
5.2. SARAN 33
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................. 65

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. iv


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 1 (1) Koordinasi Awal Bersama Mentor Terkait Rencana Aktualisasi (2) Melakukan
Studi Literatur .................................................................................................................................. 21
Gambar 4.1 2 (1) Mendiskusikan Produk Aktualisasi bersama dengan mentor (2) Meminta saran
dan pendapat dari rekan kerja Subdirektorat PE ............................................................................. 23
Gambar 4.1 3 (1) Dokumentasi Berdiskusi bersama mentor/rekan kerja ...................................... 25
Gambar 4.1 4 (1) Diskusi bersama mentor (2) Diskusi bersama rekan kerja .................................. 28
Gambar 4.1 5 (1) Koordinasi diskusi dengan mentor di kegiatan ke 5 (2)Kegiatan Paparan di dalam
Subdirektorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman ............................................ 31

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 1 Rangkuman Studi Literatur......................................................................................... 34


Lampiran 1 2 Notulensi Diskusi ........................................................................................................ 39
Lampiran 1 3 Format Kuesioner ....................................................................................................... 40
Lampiran 1 4 Format Rekap Penilaian Kuesioner ............................................................................ 44
Lampiran 1 5 Format Rekap Kuesioner ............................................................................................ 47
Lampiran 1 6 Format Rekap Diagram Kuesioner.............................................................................. 48
Lampiran 1 7 Bahan Tayang Paparan ............................................................................................... 53
Lampiran 1 8 Lembar Asistensi ........................................................................................................ 60
Lampiran 1 9 Lembar Undangan Persiapan Kegiatan Aktualisasi .................................................... 61
Lampiran 1 10 Lembar Undangan Sosialisasi Hasil Kegiatan Aktualisasi ......................................... 63

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. v


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkarakter dan professional , ASN
dituntut untuk selalu meningkatkan kinerja. Dalam rangka melaksanakan tugas, seorang ASN
dibekali oleh nilai-nilai dasar seperti Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan
Anti Korupsi yang kemudian diakronimkan menjadi ANEKA. Nilai-nilai dasar yang dibekalkan kepada
ASN sudah semestinya diterapkan dengan baik dalam kegiatan sehari-hari.
Keberhasilan pembekalan nilai-nilai dasar profesi ASN pada Pelatihan Dasar ini juga diukur
dari kemampuan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar dalam konteks pekerjaan di tempat kerja atau
di instansi yang ditunjuk sebagai tempat kerja peserta. Tahap aktulisasi merupakan komponen
utama pelaksanaan Pelatihan Dasar CPNS dengan mengangkat agenda pelayanan publik, Whole of
Government dan Manajemen ASN. Pengaktualisasikan agenda-agenda tersebut pada saat
penerapan di unit organisasi dikaitkan dengan penerapan nilai-nilai dasar ANEKA.
Pengaktualisasian nilai-nilai dasar profesi PNS tersebut sebagai internalisasi materi yang
diterima selama mengikuti Pelatihan Dasar, harus memiliki keterkaitan yang kuat antara materi
yang diberikan selama pembelajaran dengan implementasi nilai-nilai dasar profesi PNS yang akan
direncanakan, harus memiliki nilai dalam mengimplementasikan rancangan yang akan
dilaksanakan pada lingkup unit kerjanya.
Tugas Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman salah satunya
adalah TURBINWAS (Penyusunan Produk Pengaturan, Pembinaan dan Pengawasan) dalam sistem
pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, drainase lingkungan dan salah
satu fungsi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan adalah Pelaksanaan Evaluasi dan
Pelaporan. PP NO. 39 Tahun 2006 tentang tata cara pengendalian dan evaluasi, monitoring
merupakan suatu kegiatan mengamati secara seksama suatu keadaan atau kondisi, termasuk juga
perilaku atau kegiatan tertentu, dengan tujuan agar semua data masukkan atau informasi yang
diperoleh dari hasil pengamatan tersebut dapat menjadi landasan dalam pengambilan keputusan
tindakan selanjutnya. Monitoring diperlukan sebagai fungsi kendali seandainya hasil pengamatan
menunjukkan adanya hal atau kondisi yang tidak sesuai dengan yang direncanakan semula.
Lingkungan kerja yang akan dibahas dalam rancangan aktualisasi ini adalah di Subdirektorat
Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP),
Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 1


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi terbentuk di bulan Maret 2019 kurang lebih 7 bulan
sehingga masih dalam tahap penataan dalam mengakomodir tugas-tugas .
Dalam masa On The Job Training didapati suatu isu atau permasalahan bahwa belum
optimalnya kesiapan pemerintah daerah dalam penerimaan bantuan proyek infrastruktur TPA
dikarenakan kurang sinerginya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Oleh karena itu,
Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi harus memiliki suatu instrumen untuk memastikan
kesiapan Pemerintah Daerah dalam penerimaan bantuan proyek infrastruktur TPA.
Bertepatan dengan sedang disusunnya Pedoman Pemantauan Dan Evaluasi ke PPLP-an,
dibutuhkannya instrumen – instrumen pendukung. Oleh karena itu munculah gagasan untuk
pembuatan format kuesioner pemantauan kesiapan pemerintah daerah dalam menerima bantuan
proyek infrastruktur TPA untuk mencatat kesiapan masing-masing pemerintah daerah penerima
bantuan infrastruktur TPA. Sehingga setelah adanya instrumen tersebut, pemerintah pusat dapat
merencanakan lebih baik dan tepat sasaran. Diharapkan dengan adanya instrumen tersebut dapat
dijadikan , sebagai Early Warning System bagi Pemerintah Daerah dalam menyiapkan data terkait
Readiness Kriteria bantuan proyek infrastruktur TPA. Sehingga dapat mengoptimalisasinya
penyelenggaraan pekerjaan di Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi, Direktorat Pengembangan
Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP), Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Demi tercapainya Visi Direktorat Jenderal Cipta Karya
“Terwujudnya permukiman perkotaan dan perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan
melalui penyediaan infrastruktur yang handal dalam pengembangan permukiman, pengembangan
sistem penyediaan air minum, pengembangan penyehatan lingkungan permukiman dan penataan
bangunan dan lingkungan.” Untuk mewujudkan organisasi yang berintegritas, profesional, efisien
dan pelaksanaan yang efektif, dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi yang baik dari segala sektor
melalui konsep Whole Of Government.

1.2. TUJUAN

Tujuan dari disusunnya Rancangan Aktualisasi ini adalah :


1. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan serangkaian kegiatan pelatihan dasar CPNS
golongan III di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
2. Sebagai salah satu solusi pemecahan masalah yang dihadapi di unit penempatan kerja
sementara/On The Job Training.
3. Menerapkan nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mencakup nilai Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi serta kedudukan dan prinsip
PNS terkait Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan Whole of Government.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 2


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
4. Menjadi instrumen untuk menilai kesiapan Pemerintah Daerah dalam penerimaan proyek
infrastruktur.
5. Sebagai Early Warning Sistem untuk Pemerintah Daerah dalam menyiapkan dirinya dalam
penerimaan proyek infrastruktur TPA.
6. Melengkapi instrumen Pemantauan dan Evaluasi yang ada di Direktorat Pengembangan
Penyehatan Lingkungan Permukiman.

1.3. RUANG LINGKUP AKTUALISASI


Lingkungan kerja yang akan dibahas dalam rancangan aktualisasi ini adalah di Subdirektorat
Pemantauan dan Evaluasi, Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP),
Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Berdasarkan pengamatan, penulis menentukan isu yang diambil mengenai kurang sinerginya
koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan infrastruktur,
sehingga kurang maksimal dalam menerima bantuan infrastruktur yakni dikarenakan belum adanya
instrumen untuk mengukur kesiapan pemerintah daerah dalam menerima bantuan proyek
infrastruktur TPA. Diharapkan dengan adanya instrumen tersebut dapat dijadikan , sebagai early
warning sistem bagi Pemerintah Daerah dalam menyiapkan data terkait readiness kriteria bantuan
proyek infrastruktur TPA. Dari hal tersebut penulis menyimpulkan bahwa perlunya membuat
usulan konsep format kuesioner pemantauan kesiapan pemerintah daerah dalam menerima
bantuan infrastruktur. Guna mengsinergikan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sehingga
dapat mengoptimalisasinya penyelenggaraan pekerjaan di Subdirektorat Pemantauan dan
Evaluasi, Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP), Direktorat
Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 3


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
BAB II
NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

2.1. NILAI-NILAI ANEKA


a. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi
pertanggungjawabannya yang telah menjadi amanahnya. Amanah dari seorang PNS adalah
menjamin terwujudnya nilai-nilai publik berupa mengambil keputusan yang tepat dan benar,
menghindari dan mencegah politik praktis, serta konsisten dan dapat diandalkan.
Indikator yang terkandung dalam akuntabilitas yaitu transparansi, integritas, tanggung jawab,
kejelasan target, konsisten, netralitas dan kejujuran.
b. Nasionalisme
Nasionalisme adalah cara pandang mengenai rasa cinta kepada bangsa dan negara sekaligus
menghormati bangsa lain, PNS harus memiliki nilai nasionalisme yang kuat dalam melaksanakan
fungsi dan tugasnya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik serta perekat dan
pemersatu bangsa yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Indikator yang terdapat dalam nilai nasionalisme yaitu religius, saling menghormati,
kerjasama, tidak memaksa kehendak, jujur, amanah, adil, persamaan derajat, tidak diskriminatif,
mencintai sesama manusia, tenggang rasa, membela kebenaran, persatuan, rela berkorban, cinta
tanah air, memelihara ketertiban, disiplin, musyawarah, kekeluargaan, menghormati keputusan,
tanggung jawab, kepentingan bersama, gotong royong, sosial, tidak menggunakan yang bukan
miliknya, hidup sederhana, kerja keras dan menghargai karya orang lain.
c. Etika Publik
Etika publik adalah refleksi kritis mengenai standar/norma yang menentukan baik/benar/salah
perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan
tanggung jawab pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar dalam etika publik: Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara Pancasila,
Setia dan mempertahankan UUD 1945, menjalankan tugas secara profesional, tidak berpihak,
membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian, menciptakan lingkungan kerja yang non
diskriminatif, memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur, pertanggungjawaban atas
tindakan dan kinerjanya kepada publik, memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah, memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun, mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi,
menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama, mengutamakan pencapaian hasil dan

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 4


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
mendorong kinerja pegawai, mendorong kesetaran dalam pekerjaan, meningkatkan efektivitas
sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karir.
Indikator etika publik yaitu: jujur, bertanggung jawab, integritas tinggi, cermat , disiplin,
hormat, sopan, taat pada peraturan perundang-undangan, taat perintah, menjaga rahasia
d. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah pelaksanaan fungsi pelayanan publik yang berorientasi pada efisiensi,
efektivitas dan mutu. Instansi tempat PNS bekerja sangat perlu untuk menetapkan perencanaan
mutu, termasuk didalamnya adalah menyusun standar mutu yang akan menjadi pedoman dalam
proses implementasi hingga sampai pada pengawasan dan perbaikan mutu.
Indikator komitmen mutu yakni efektivitas (keberhasilan mencapai tujuan), efisiensi(jumlah
sumberdaya yang digunakan untuk mencapai tujuan), inovasi(cara beradaptasi dengan perubahan
di dalam organisasi untuk mencapai tujuan), berorientasi mutu (tingkatan atau suatu standar yang
telah ditetapkan).
e. Anti Korupsi
Anti Korupsi merupakan nilai dasar yang menunjukkan segala tindakan dan upaya yang
dilakukan untuk mencegah, melawan dan memberantas tindak kejahatan yang menguntungkan
dirinya sendiri serta merugikan negara dan masyarakat. Kesadaran anti korupsi dibangun melalui
pendekatan spiritual yang dikaitkan dengan tanggung jawab manusia dalam membawa amanah.
Indikator yang menunjukan nilai anti korupsi adalah jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja
keras, sederhana, mandiri, adil, berani dan peduli. Dalam menjalankan fungsi sebagai PNS sebagai
pelayan publik harus mengacu pada kedudukan, peran, kode etik dan kode perilaku yang terdapat
dalam manajemen PNS.

2.2. MANAJEMEN PNS


a. Kedudukan PNS
Manajemen PNS adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan ASN yang professional, memiliki
nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga
diharapkan tersedia sumber daya Aparatur Sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan
jaman.
b. Peran ASN
Untuk menjalankan kedudukannya maka pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan
public, pelayan public dan perekat dan pemersatu bangsa. Pegawai ASN bertugas untuk
melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 5


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan public yang professional dan berkualitas,
dan mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peran Pegawai ASN
sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan
pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang professional,
bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
c. Hak dan Kewajiban ASN
Hak adalah suatu kewenangan atau kekuasaan yang diberikan oleh hukum, suatu
kepentingan yang dilindungi oleh hukum, baik pribadi maupun umum. Dapat diartikan bahwa hak
adalah sesuatu yang patut atau layak diterima. Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung
jawabnya dengan baik dapat meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN dan
akuntabel, maka setiap ASN diberikan hak. Hak ASN yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5
Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, untuk seorang PNS berhak untuk mendapat gaji,
tunjangan, dan fasilitas; cuti; jaminan pensiun dan jaminan hari tua; perlindungan; dan
pengembangan kompetensi. Sedangkan PPPK berhak memperoleh gaji dan tunjangan; cuti;
perlindungan; dan pengembangan kompetensi.
Sedangkan kewajiban adalah suatu beban atau tanggungan yang bersifat kontraktual,
adapun kewajiban pegawai ASN yang disebutkan dalam UU ASN adalah:
1) Setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan pemerintah yang sah;
2) Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
3) Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang berwenang;
4) Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan;
5) Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran, dan
tanggung jawab;
6) Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan kepada
setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan;
7) Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
8) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
d. Kode Etik dan Kode Perilaku ASN
Dalam UU ASN disebutkan bahwa ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode
perilaku. Kode etik dan kode perilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan
ASN. Kode etik dan kode perilaku berisi pengaturan perilaku agar Pegawai ASN:
1) Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggungjawab, dan berintegritas tinggi;

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 6


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
2) Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
3) Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
4) Melaksnakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
5) Melaksnakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang berwenang sejauh
tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika
pemerintahan;
6) Menjaga kerahasian yang menyangkut kebijakan negara;
7) Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggungjawab, efektif, dan
efisien;
8) Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya;
9) Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang
memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;
10) Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya
untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang
lain;
11) Memegang teguh nilai dasar asn dan selalu menjaga reputasi dan integritas asn; dan
12) Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin pegawai ASN.
Dalam mencapai menyelesaikan suatu isu, k/l tidak dapat menyelesaikannya tanpa
bekerjasama, berkolaborasi dan berkoordinasi dengan k/l yang lain sehingga dibutuhkan konsep
whole of government agar kerjasama, kolaborasi dan koordinasi dapat terlaksana.

2.3. WHOLE OF GOVERNMENT


Dalam pengertian USIP, WoG ditekankan pada pengintegrasian upaya-upaya kementerian
atau lembaga pemerintah dalam mencapai tujuan-tujuan bersama. WoG juga dipandang sebagai
bentuk kerjasama antar seluruh aktor, pemerintah dan sebaliknya. Pengertian dari USIP ini
menunjukkan bahwa WoG tidak hanya merupakan pendekatan yang mencoba mengurangi sekat-
sekat sektor, tetapi juga penekanan pada kerjasama guna mencapai tujuan-tujuan bersama. Dari
dua pengertian di atas, dapat diketahui bahwa karakteristik pendekatan WoG dapat dirumuskan
dalam prinsip-prinsip kolaborasi, kebersamaan, kesatuan, tujuan bersama, dan mencakup
keseluruhan aktor dari seluruh sektor dalam pemerintahan.
Dalam banyak literatur lainnya, WoG juga sering disamakan atau minimal disandingkan
dengan konsep policy integration, policy coherence, cross-cutting policymaking, joined-up
government, concerned decision making, policy coordination atau cross government. WoG memiliki
kemiripan karakteristik dengan konsep-konsep tersebut, terutamakarakteristik integrasi institusi
atau penyatuan pelembagaan baik secara formal maupun informal dalam satu wadah. Ciri lainnya

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 7


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
adalah kolaborasi yang terjadi antar sektor dalam menangani isu tertentu. Namun demikian
terdapat pula perbedaannya, dan yang paling nampak adalah bahwa WoG menekankan adanya
penyatuan keseluruhan (whole) elemen pemerintahan, sementara konsep-konsep tadi lebih
banyak menekankan pada pencapaian tujuan, proses integrasi institusi, proses kebijakan dan
lainnya, sehingga penyatuan yang terjadi hanya berlaku pada sektor-sektor tertentu saja yang
dipandang relevan.

2.4. PELAYANAN PUBLIK


a. Pengertian Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah “Sebagai segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan
oleh Instansi Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan di lingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk
barang dan/atau jasa, baik dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. (Lembaga Administrasi
Negara: 1998). Sementara Departemen Dalam Negeri menyebutkan bahwa: Pelayanan publik
adalah suatu proses bantuan kepada orang lain dengan cara-cara tertentu yang memerlukan
kepekaan dan hubungan interpersonal tercipta kepuasan dan keberhasilan. Setiap pelayanan
menghasilkan produk, baik berupa barang dan jasa (Pengembangan Kelembagaan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu, 2004).
Pelayanan publik dapat disimpulkan sebagai pemberian layanan atau melayani keperluan
orang atau masyarakat dan/atau organisasi lain yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu,
sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang ditentukan dan ditujukan untuk memberikan
kepuasan kepada penerima pelayanan. Dengan demikian, terdapat 3 unsur penting dalam
pelayanan publik, yaitu unsur pertama, adalah organisasi penyelenggara pelayanan publik, unsur
kedua, adalah penerima layanan (pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau organisasi yang
berkepentingan, dan unsur ketiga, adalah kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh
penerima layanan (pelanggan).

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 8


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
BAB III
DESKRIPSI UNIT ORGANISASI

3.1. KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) merupakan Kementerian
dalam Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang membidangi urusan Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat. Sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 15/PRT/M/2015
tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mempunyai tugas menyelenggarakan
urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat untuk membantu Presiden
dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air,
penyelenggaraan jalan, penyediaan perumahan dan pengembangan kawasan permukiman,
pembiayaan perumahan, penataan bangunan gedung, sistem penyediaan air minum, sistem
pengelolaan air limbah dan drainase lingkungan serta persampahan, dan pembinaan jasa
konstruksi;
b. koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada
seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
c. pengelolaan barang milik/kekayaan Negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
d. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat;
e. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat di daerah;
f. pelaksanaan penyusunan kebijakan teknis dan strategi keterpaduan pengembangan
infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat;
g. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pekerjaan umum dan perumahan
rakyat;
h. pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang pekerjaan umum dan
perumahan rakyat; dan
i. pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 9


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
3.2. DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA
Direktorat Jenderal Cipta Karya mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan
pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan kawasan permukiman, pembinaan penataan
bangunan, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan sistem pengelolaan air
limbah dan drainase lingkungan serta persampahan sesuai dengan peraturan perundangundangan.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476, Direktorat Jenderal Cipta
Karya menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan di bidang pengembangan kawasan permukiman, pembinaan penataan
bangunan, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan sistem pengelolaan
air limbah dan drainase lingkungan serta persampahan;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan kawasan permukiman, pembinaan penataan
bangunan, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan sistem pengelolaan
air limbah dan drainase lingkungan serta persampahan sesuai dengan perundang-undangan;
c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengembangan kawasan
permukiman, pembinaan penataan bangunan, pengembangan sistem penyediaan air minum,
pengembangan sistem pengelolaan air limbah dan drainase lingkungan serta persampahan;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengembangan kawasan permukiman,
pembinaan penataan bangunan, pengembangan sistem penyediaan air minum,
pengembangan sistem pengelolaan air limbah dan drainase lingkungan serta persampahan;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan kawasan permukiman,
pembinaan penataan bangunan, pengembangan sistem penyediaan air minum,
pengembangan sistem pengelolaan air limbah dan drainase lingkungan serta persampahan;
f. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Cipta Karya; dan g. pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Menteri.

3.3. DIREKTORAT PENGEMBANGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN


Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman memiliki visi berupa
terwujudnya permukiman yang layak huni, bebas air limbah, bersih dari sampah dan bebas
genangan serta mewujudkan kawasan yang sehat, aman dan berkelanjutan melalui peningkatan
kualitas kesehatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.
Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Pengembangan
Penyehatan lingkungan Permukiman bertugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat
Jenderal Cipta Karya, yakni di bidang kebijakan, pengaturan, perencanaan, pembinaan,
pengawasan, pengembangan dan standardisasi teknis di bidang air limbah, drainase dan

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 10


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
persampahan permukiman. Tugas dari Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan
Permukiman adalah:
a. Melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan;
b. Penyusunan produk pengaturan, pembinaan dan pengawasan (TurBinWas); dan
c. Fasilitasi pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL), Sistem Pengelolaan
Persampahan dan Drainase Lingkungan sebagai stimulus bagi Pemerintah Daerah.
Dalam menjalankan tugas Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman
menyelenggarakan fungsi:
a. Penyusunan kebijakan dan strategi;
b. Pelaksanaan kebijakan;
c. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi;
d. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan;
e. Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK); dan
f. Fasilitasi dan penguatan kelembagaan.

3.4. SUBDIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI


Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi baru dibentuk pada bulan Maret tahun 2019 sebagai
pelaksana fungsi unit sistem pengendalian internal di Direktorat Pengembangan Penyehatan
Lingkungan Permukiman. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan
pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pengembangan sistem pengelolaan air limbah
domestik, sistem pengelolaan persampahan, drainase lingkungan.
Visi Misi dari Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman adalah
terwujudnya permukiman yang layak huni, bebas air limbah, bersih dari sampah dan bebas
genangan serta mewujudkan kawasan yang sehat, aman dan berkelanjutan melalui peningkatan
kualitas kesehatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam melaksanakan tugas Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan
fungsi:
a. Pemantauan, evaluasi dan penilaian kepatuhan pelaksanaan, sistem pengendalian internal
pemerintah dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di bidang pengembangan
sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, dan drainase
lingkungan;
b. Pemantauan dan evaluasi implementasi perkembangan inovasi teknologi di bidang
pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan,
dan drainase lingkungan;

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 11


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
c. Pemantauan dan evaluasi penerapan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan,
dan drainase lingkungan;
d. Pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan di bidang pengembangan sistem
pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, drainase lingkungan;
e. Pelaksanaan fungsi unit sistem pengendalian internal pemerintah di Direktorat Pengembangan
Penyehatan Lingkungan Permukiman;
f. Penyusunan penetapan kinerja dan laporan kinerja Direktorat Pengembangan Penyehatan
Lingkungan Permukiman; dan
g. Pengelolaan data dan informasi penyelenggaraan sistem pengelolaan air limbah domestik,
sistem pengelolaan persampahan, dan drainase lingkungan.
Subdirektorat Pengelolaan Pemantauan dan Evaluasi terdiri atas:
1. Seksi Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan,
evaluasi dan penilaian kepatuhan pelaksanaan Sistem Penilaian Internal Pemerintah (SPIP) dan
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), pemantauan dan evaluasi
implementasi inovasi teknologi, pemantauan dan evaluasi penerapan norma, standar,
prosedur, kriteria, pemantauan dan evaluasi kinerja, serta pengelolaan data dan informasi
penyelenggaraan pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan
persampahan, dan drainase lingkungan, yang meliputi wilayah Sumatera dan Jawa;
2. Seksi Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
pemantauan,evaluasi dan penilaian kepatuhan pelaksanaan Sistem Penilaian Internal
Pemerintah (SPIP) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3),
pemantauan dan evaluasi implementasi inovasi teknologi, pemantauan dan evaluasi
penerapan norma, standar, prosedur, kriteria, pemantauan dan evaluasi kinerja, serta
pengelolaan data dan informasi penyelenggaraan pengembangan sistem pengelolaan air
limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, dan drainase lingkungan, yang meliputi
wilayah Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.ir minum.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 12


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI DAN CAPAIAN AKTUALISASI

4.1. ANALISA ISU


Metode USG merupakan salah satu cara menetapkan urutan prioritas masalah dengan
metode teknik scoring. Proses untuk metode USG dilaksanakan dengan memperhatikan :
a. Urgency: seberapa mendesak isu untuk segera ditangani.
b. Seriousness: seberapa besar dampak yang ditimbulkan oleh isu
c. Growth: seberapa besar kemungkinan memburuknya isu apabila tidak ditangani.
Tabel 4.1. Penapisan Isu dengan Metode USG
Metode Penilaian USG Jumlah Rangking
No Isu
Urgency Seriousness Growth
1 Belum optimalnya proses pengarsipan 3 3 3 9 2
hasil monitoring dan evaluasi di
Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi
Direktorat PPLP.
2 Belum optimalnya pemanfaatan layar 2 2 3 7 3
televisi informasi di Subdirektorat
Pemantauan dan Evaluasi Direktorat PPLP
3 Belum adanya instrumen kesiapan 4 4 3 11 1
pemerintah daerah dalam menerima
bantuan proyek infrastruktur TPA di
Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi
Direktorat PPLP
4.2. DAMPAK ISU
Berdasarkan hasil penilaian dengan metode USG terpilihlah nilai tertinggi untuk isu yang
diharapkan segera diselesaikan, memiliki tingkat keseriusan permasalahan yang tinggi dan
berpotensi untuk semakin berkembang menjadi masalah yang lebih besar, yaitu isu terkait “Belum
adanya instrumen kesiapan pemerintah daerah dalam menerima bantuan proyek infrastruktur TPA
di Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Direktorat PPLP” . Isu ini berkaitan dengan salah satu
mata pelatihan dasar PNS mengenai Whole of Goverment. Dengan demikian, isu yang akan diangkat
menjadi isu utama dalam rancangan aktualisasi.capaian
Adapun yang akan menjadi masalah apabila tidak adanya instrumen dalam memantau kesiapan
Pemerintah Daerah dalam menerima bantuan proyek infrastruktur TPA maka yang terjadi adalah :
a. Tidak ada instrumen untuk memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam penerimaan
bantuan proyek infrastruktur persampahan khususnya TPA.
b. Menyebabkan tidak sinerginya perencanaan antara pusat dan daerah khususnya di bidang
infrastruktur persampahan khususnya TPA.
c. Pemberian bantuan kurang tepat sasaran, dana yang dianggarkan tidak terserap maksimal.
d. Kinerja organisasi nampak buruk apabila pekerjaan kurang efektif dan efisien

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 13


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Tabel Rancangan Kegiatan Aktualisasi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai
Organisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


1 Studi literatur • Studi literatur tentang • Rangkuman Akuntabilitas: Nilai ini tercermin dari tanggung jawab pada saat melakukan Terwujudnya peningkatan kualitas kesehatan Penguatan nilai
peraturan perundang- Hasil kajian masyarakat dan menjaga kelestarian Integritas,
koordinasi dan melakukan studi literatur untuk mencapai tujuan aktualisasi.
undangan terkait, seperti peraturan lingkungan. Profesionalitas,
Peraturan tentang perundang- Nasionalisme Nilai ini tercermin dari musyawarah yang dilakukan disaat melakukan Sehingga Terwujudnya permukiman Orientasi Misi,
pemerintah daerah. undangan dan perkotaan dan perdesaan yang layak huni, Visioner, dan Etika -
koordinasi bersama mentor, co-mentor maupun rekan kerja.
• Studi peraturan mengenai peraturan produktif dan berkelanjutan melalui Akhlakul Karimah
kriteria kesiapan terkait. Etika Publik: Nilai ini tercermin dari kegiatan pelaksanaan aktualisasi dengan penyediaan infrastruktur yang handal dalam
perencanaan (readiness • Notulensi pengembangan permukiman, pengembangan
bersikap sopan dan ramah saat melakukan koordinasi dengan mentor, co-mentor
criteria) masukan dari sistem penyediaan air minum,
• Melakukan diskusi dan mentor maupun rekan kerja. pengembangan penyehatan lingkungan
meminta saran permukiman dan penataan bangunan dan
Komitmen Mutu: Nilai ini tercermin dari berorientasi mutu terhadap hasil melalui
mentor/rekan kerja. lingkungan
koordinasi awal mengenai pelaksanaan aktualisasi dan pembuatan konsep format
kuesioner pemantauan dan evaluasi. Mempelajari peraturan – peraturan terkait
diharapkan mampu membuat suatu instrumen pemantauan yang berkualitas baik
dan sesuai.

2 Melakukan • Membuat pertanyaan Daftar pertanyaan Akuntabilitas, tercermin dari tanggung jawab pada saat membuat pertanyaan serta Terwujudnya peningkatan kualitas kesehatan Penguatan nilai
inventarisasi data kuesioner berkait dengan kuesioner dan masyarakat dan menjaga kelestarian Integritas,
opsi jawaban kuesioner agar tersusun sesuai rencana dan tujuan yang diharapkan.
yang diperlukan. literatur yang dibaca dan opsi jawabannya lingkungan. Profesionalitas,
tujuan pembuatan Nasionalisme, tercermin dari dengan berdiskusi maka telah menerapkan nilai Sehingga Terwujudnya permukiman Orientasi Misi,
kuesioner perkotaan dan perdesaan yang layak huni, Visioner, dan Etika -
Permusyawaratan (sila ke-4 Pancasila)
• Membuat opsi jawaban dari produktif dan berkelanjutan melalui Akhlakul Karimah
pertanyaan Etika Publik: bersikap sopan dan ramah saat melakukan diskusi konsultasi penyediaan infrastruktur yang handal dalam
• Melakukan diskusi dengan pembuatan format dengan mentor serta co mentor
pengembangan permukiman, pengembangan
mentor sistem penyediaan air minum,
Komitmen Mutu: nilai ini tercermin dari berorientasi mutu terhadap format pengembangan penyehatan lingkungan
permukiman dan penataan bangunan dan
pertanyaan yang akan menjadi hasil format kuesioner yang dihasilkan dalam proses
lingkungan
kegiatan tersebut. Selain itu adanya saran dan masukan yang diberikan dijadikan
dasar perbaikan sehingga mendapatkan mutu yang lebih baik

Notulensi Anti Korupsi, nilai ini tercermin dengan dibuatnya pertanyaan kuesioner ini sehingga
masukan dari diharapkan data yang didapat akan baik dan sesuai kenyataan tidak ada manipulasi
mentor
data.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 14


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
3 Melakukan • Membuat tata letak Format kuesioner Nasionalisme, tercermin dari dengan berdiskusi maka telah menerapkan nilai Terwujudnya peningkatan kualitas kesehatan Penguatan nilai
Penyusunan format tampilan untuk format masyarakat dan menjaga kelestarian Integritas,
Permusyawaratan (sila ke-4 Pancasila)
kuesioner kuesioner. lingkungan. Profesionalitas,
• Memasukkan pertanyaan Etika Publik: dalam melaksanakan kegiatan ini berkoordinasi dengan mentor dan Sehingga Terwujudnya permukiman Orientasi Misi,
kuesioner ke dalam format perkotaan dan perdesaan yang layak huni, Visioner, dan Etika -
rekan kerja terkait dengan sikap sopan bahasa yang santun
kuesioner. produktif dan berkelanjutan melalui Akhlakul Karimah
• Melakukan diskusi dengan Komitmen Mutu: nilai ini tercermin dari berorientasi mutu terhadap bentuk format penyediaan infrastruktur yang handal dalam
mentor. kuesioner agar mudah untuk dipahami dimengerti dan diisi dengan baik. pengembangan permukiman, pengembangan
sistem penyediaan air minum,
Notulensi pengembangan penyehatan lingkungan
masukan dari permukiman dan penataan bangunan dan
mentor lingkungan

4 Melakukan • Membuat tabel rekap hasil Tabel rekap hasil Akuntabilitas, tercermin dari tanggung jawab menyelesaikan tugas dengan baik, Terwujudnya peningkatan kualitas kesehatan Penguatan nilai
evaluasi rancangan kuesioner dengan format kuesioner masyarakat dan menjaga kelestarian Integritas,
pada saat membuat format rekap hasil kuesioner agar tersusun sesuai rencana dan
kuesioner excel. Dan evaluasi lingkungan. Profesionalitas,
• Melakukan evaluasi format rancangan tujuan yang diharapkan kejelasan target. Sehingga Terwujudnya permukiman Orientasi Misi,
rancangan. kuesioner perkotaan dan perdesaan yang layak huni, Visioner, dan Etika -
Nasionalisme, tercermin dari dengan berdiskusi maka telah menerapkan nilai
• Melakukan diskusi dengan produktif dan berkelanjutan melalui Akhlakul Karimah
mentor. Permusyawaratan (sila ke-4 Pancasila) penyediaan infrastruktur yang handal dalam
• Melaksanakan usulan Notulensi Etika Publik: dalam melaksanakan kegiatan ini berkoordinasi dengan mentor dan
pengembangan permukiman, pengembangan
perbaikan dari saran dan masukan dari sistem penyediaan air minum,
rekomendasi. mentor rekan kerja terkait dengan sikap sopan bahasa yang santun pengembangan penyehatan lingkungan
permukiman dan penataan bangunan dan
Komitmen Mutu: nilai ini tercermin dari berorientasi mutu terhadap format rekap
lingkungan
Perbaikan format hasil kuesioner Selain itu adanya saran dan masukan yang diberikan dijadikan dasar
kuesioner untuk
finalisasi perbaikan sehingga mendapatkan mutu yang lebih baik
5 Finalisasi form • Melakukan penyusunan Finalisasi format Akuntabilitas: bertanggungjawab atas penyelenggaraan paparan yang telah Terwujudnya peningkatan kualitas kesehatan Penguatan nilai
kuesioner dan final terhadap rancangan kuesioner masyarakat dan menjaga kelestarian Integritas,
dilaksanakan, dengan menjelaskan dengan baik dan jelas.
paparan di dalam form kuesioner yang lingkungan. Profesionalitas,
Subdit dibuat. Etika Publik: menghargai komunikasi disaat paparan, berbicara dengan sopan Sehingga Terwujudnya permukiman Orientasi Misi,
Pemantauan dan • Menyiapkan bahan tayang perkotaan dan perdesaan yang layak huni, Visioner, dan Etika -
santun sehingga tidak terjadi multitafsir.
Evaluasi Dit PPLP untuk paparan di Subdit produktif dan berkelanjutan melalui Akhlakul Karimah
Pemantauan dan Evaluasi penyediaan infrastruktur yang handal dalam
Direktorat PPLP pengembangan permukiman, pengembangan
Bahan paparan sistem penyediaan air minum,
pengembangan penyehatan lingkungan
permukiman dan penataan bangunan dan
lingkungan

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 15


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
4.3. JADWAL KEGIATAN PELAKSANAAN AKTUALISASI

SEPTEMBER 2019 OKTOBER 2019


No Kegiatan
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 Studi literatur

Melakukan
inventarisasi
2
data yang
diperlukan

Melakukan
Penyusunan
3
format
kuesioner

Melakukan
evaluasi
4
rancangan
kuesioner

Finalisasi form
kuesioner dan
paparan di
5 dalam Subdit
Pemantauan
dan Evaluasi
Dit PPLP

Keterangan : Pelaksanaan kegiatan


: Realisasi Pelaksanaan Kegiatan
: Hari libur

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 16


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
4.4. MATRIK HABITUASI
Nilai Dasar Indikator Nilai Kegiatan 1 Kegiatan 2 Kegiatan 3 Kegiatan 4 Kegiatan 5 Total
Amanah 4
Transparansi 4
Integritas 4
Tanggung Jawab 4
Akuntabilitas
Kejelasan Target 5
Konsisten 5
Kejujuran 2
Netralitas 2
Saling menghormati 4
Musyawarah 4
Nasionalisme
Kekeluargaan 4
Kepentingan Bersama 4
Sopan 5
Disiplin 5
Etika Publik Hormat 5
Taat Perintah 5
Bertanggungjawab 5
Efektivitas 5
Efisiensi 5
Komitmen Mutu
Inovasi 5
Orientasi Mutu 5
Anti Korupsi Tidak ada manipulasi 1

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 17


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
4.5. MATRIK VISI MISI DAN TATA NILAI ORGANISASI
Keterkaitan terhadap Visi Misi dan Tata Nilai Kegiatan Kegiatan Kegiatan Kegiatan Kegiatan
Total
1 2 3 4 5
Visi dari Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman adalah 5
terwujudnya permukiman yang layak huni, bebas air limbah, bersih dari sampah dan
bebas genangan serta mewujudkan kawasan yang sehat, aman dan berkelanjutan
melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan menjaga kelestarian
lingkungan.

Tata Nilai Organisasi


Integritas 5
Provesional 5
Orientasi Misi 5
Visioner 5
Etika Akhlakul Karimah 5

4.6. MATRIK KEDUDUKAN DAN PERAN ASN

Keterkaitan dengan Kedudukan dan Peran ASN Kegiatan 1 Kegiatan 2 Kegiatan 3 Kegiatan 4 Kegiatan 5 Total
Manajemen ASN
Pelayan Publik 5
Whole Of Goverment 5

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 18


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
4.7. CAPAIAN KEGIATAN AKTUALISASI
Capaian yang akan didapatkan dari gagasan penyelesaian permasalahan yang diangkat
adalah dapat menjadi salah satu instrumen penyusunan pedoman pemantauan dan evaluasi.
Sehingga setelah adanya instrumen kesiapan penerimaan bantuan proyek infrastruktur,
pemerintah pusat bisa merencanakan dengan lebih baik dan tepat sasaran dan juga dapat
digunakan sebagai “EARLY WARNING SYSTEM” Pemerintah Daerah untuk menyiapkan diri dalam
menerima bantuan infrastruktur demi tercapainya Visi Direktorat Jenderal Cipta Karya
“Terwujudnya permukiman perkotaan dan perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan
melalui penyediaan infrastruktur yang handal dalam pengembangan permukiman, pengembangan
sistem penyediaan air minum, pengembangan penyehatan lingkungan permukiman dan penataan
bangunan dan lingkungan.” Untuk mewujudkan organisasi yang berintegritas, profesional, efisien
dan pelaksanaan yang efektif, dibutuhkan kerjasama yang baik dari beberapa sektor melalui konsep
Whole Of Government.
Deskripsi capaian masing-masing kegiatan aktualisasi terhadap nilai dasar profesi ASN yang
telah dilaksanakan di Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi, Direktorat Pengembangan
Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya diuraikan sebagai berikut.
4.5.1. Studi literatur
Hari/Tanggal Senin, 2 September 2019 s.d. Rabu, 11 September 2019
1. Koordinasi dengan pimpinan mengenai rencana aktualisasi.
2. Studi Literatur Tentang Peraturan Perundang-Undangan terkait,
Peraturan Tentang Pemerintah Daerah, Peraturan Tentang
Tahapan kegiatan
Pengelolaan Persampahan.
3. Studi Mengenai Kriteria Kesiapan Perencanaan (Readiness Kriteria).
4. Melakukan Diskusi Dan Meminta Saran Mentor/Rekan Kerja.
Rangkuman studi literatur terkait :
1. Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah
2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Ri Nomor 03/Prt/M/2013
3. Simantav: Form Prosedur Pemantauan Dan Evaluasi Infrastruktur
Bidang Plp Tahap Perencanaan TPA
Output 4. Form Readiness Kriteria Terkait Infrastruktur Pengelolaan
Persampahan.
5. Notulensi FGD II : Penyusunan Pedoman Pemantauan Dan Evaluasi
Prasarana Keciptakaryaan
6. Alur Sistem Informasi SiInsan
7. Notulensi Diskusi bersama mentor

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 19


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Keterkaitan Nilai Dasar Dengan Kegiatan

Kegiatan ini merupakan proses koordinasi dan penyampaian pelaksanaan kegiatan aktualisasi
di Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Pengembangan PLP. Koordinasi dimulai
dengan dengan menyampaikan rencana kegiatan aktualisasi yang akan dilakukan dalam proses
aktualisasi. Koordinasi dilaksanakan untuk memastikan jalannya aktualisasi berjalan lancar.
Selain itu kegiatan aktualisasi ini diharapkan dapat membantu ASN lebih memahami peraturan
dari literatur-literatur yang akan digunakan sebagai bahan pembuatan Kuesioner Pemantauan
Dan Evaluasi.
Agenda 2 Proses Nilai-nilai ANEKA yang dapat teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai
berikut.
Akuntabilitas: Nilai ini tercermin dari tanggung jawab pada saat melakukan koordinasi dan
melakukan studi literatur untuk mencapai tujuan aktualisasi.
Nasionalisme Nilai ini tercermin dari musyawarah yang dilakukan disaat melakukan koordinasi
bersama mentor, co-mentor maupun rekan kerja.
Etika Publik: Nilai ini tercermin dari kegiatan pelaksanaan aktualisasi dengan bersikap sopan
dan ramah saat melakukan koordinasi dengan mentor, co-mentor maupun rekan kerja.
Komitmen Mutu: Nilai ini tercermin dari berorientasi mutu terhadap hasil melalui koordinasi
awal mengenai pelaksanaan aktualisasi dan pembuatan konsep format kuesioner pemantauan
dan evaluasi. Mempelajari peraturan – peraturan terkait diharapkan mampu membuat suatu
instrumen pemantauan yang berkualitas baik dan sesuai.

Keterkaitan Dengan Agenda 3

Produk dari kegiatan aktualisasi ini terkait dengan Whole of Government dan Pelayanan Publik
karena dibutuhkan koordinasi dan kerjasama yang baik dari beberapa sektor untuk mengefisien
dan efektifkan pelaksanaan kegiatan.

Dokumentasi Kegiatan

(1)

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 20


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
(2)
Gambar 4.1 1 (1) Koordinasi Awal Bersama Mentor Terkait Rencana Aktualisasi (2) Melakukan
Studi Literatur

Teknik Aktualisasi

Teknik aktualisasi yang digunakan pada tahap pertama kegiatan aktualisasi ini yakni:
• Teknik komunikasi efektif yaitu menghubungi mentor dengan bahasa yang sopan, singkat,
padat, namun jelas maknanya sehingga tidak menimbulkan multitafsir.
• Teknik membaca efektif yaitu dengan melakukan studi literatur terkait bahasan kuesioner
yang dibuat.

Manfaat Kegiatan

Pelaksanaan tahap kegiatan aktualisasi Ini Diharapkan Dapat Membantu ASN Lebih Memahami
Peraturan dari literatur-literatur yang dibaca yang akan digunakan sebagai bahan pembuatan
kuesioner.

Pencapaian Visi Organisasi

Pembuatan kuesioner ini diharpkan akan memberikan kontribusi dalam meningkatkan kinerja
organisasi dalam hal menambah indikator pemantauan dan evaluasi di Subdirektorat
Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman.
Penerapan kuesioner ini diharapkan mampu membuat sinergi yang baik antara Pemerintah
Daerah dan Pemerintah Pusat dalam hal perencanaan infrastruktur persampahan TPA.
Sehingga terwujudnya Visi Direktorat Jenderal Cipta Karya yaitu permukiman perkotaan dan
perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang
handal serta mewujudkan Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
dalam RPJMN 2014 - 2019 tentang 100% air minum-0% kawasan kumuh-100% sanitasi dan
drainase.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 21


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Penguatan Nilai Organisasi

Kegiatan aktualisasi ini akan memberikan sumbangsih instrumen pemantauan dan evaluasi
pada Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Pengembangan Penyehatan
Lingkungan Permukiman, sehingga dengan instrumen ini diharapkan Pemerintah Daerah dalam
penerimaan bantuan infrastruktur TPA dapat lebih menyiapkan diri, sehingga pekerjaan
menjadi lebih efektif dan efisien menjadi jelas dan berpengaruh untuk menguatkan nilai-nilai
organisasi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat yaitu I ProVe (Integritas,
Provesional, Orientasi Misi, Visioner, Etika Akhlakul Karimah)

4.5.2. Inventarisasi Data

Hari/Tanggal Rabu, 11 September 2019 s.d. Kamis, 19 September 2019

1. Membuat Daftar Pertanyaan Kuesioner.


Tahapan kegiatan 2. Membuat Opsi Jawaban Kuesioner
3. Melakukan Diskusi Dan Meminta Saran Mentor/Rekan Kerja
Output Daftar Pertanyaan, Opsi Jawaban, Dan Notulensi Diskusi

Keterkaitan Nilai Dasar Dengan Kegiatan

Kegiatan ini merupakan proses inventarisasi data dengan output pembuatan daftar
pertanyaan berdasarkan studi literatur dari peraturan terkait, readiness kriteria infrastruktur
persampahan TPA, literatur aplikasi simantav, beserta pembuatan opsi jawaban dari setiap
pertanyaan, sehingga memudahkan untuk ke tahap kegiatan berikutnya Proses Nilai-nilai
ANEKA yang dapat teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai berikut.
Akuntabilitas, tercermin dari tanggung jawab pada saat membuat pertanyaan serta opsi
jawaban kuesioner agar tersusun sesuai rencana dan tujuan yang diharapkan.
Nasionalisme, tercermin dari dengan berdiskusi maka telah menerapkan nilai
Permusyawaratan (sila ke-4 Pancasila)
Etika Publik: bersikap sopan dan ramah saat melakukan diskusi konsultasi pembuatan format
dengan mentor serta co mentor
Komitmen Mutu: nilai ini tercermin dari berorientasi mutu terhadap format pertanyaan yang
akan menjadi hasil format kuesioner yang dihasilkan dalam proses kegiatan tersebut. Selain
itu adanya saran dan masukan yang diberikan dijadikan dasar perbaikan sehingga
mendapatkan mutu yang lebih baik

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 22


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Anti Korupsi, nilai ini tercermin dengan dibuatnya pertanyaan kuesioner ini sehingga
diharapkan data yang didapat akan baik dan sesuai kenyataan tidak ada manipulasi data.

Keterkaitan Dengan Agenda 3

Produk dari kegiatan aktualisasi ini terkait dengan Whole of Government dan Pelayanan
Publik karena dibutuhkan koordinasi dan kerjasama yang baik dari beberapa sektor untuk
mengefisien dan efektifkan pelaksanaan kegiatan.

Dokumentasi Kegiatan

(1)

(2)
Gambar 4.1 2 (1) Mendiskusikan Produk Aktualisasi bersama dengan mentor (2) Meminta
saran dan pendapat dari rekan kerja Subdirektorat PE

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 23


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Teknik Aktualisasi

Teknik aktualisasi yang digunakan pada tahap kedua kegiatan aktualisasi ini yakni :
• Teknik komunikasi efektif yaitu berkomunikasi dengan mentor, comentor, maupun staff
menggunakan bahasa yang sopan, singkat, padat, dan jelas maknanya sehingga tidak
menimbulkan multitafsir.
• Teknik kecermatan dibutuhkan pada saat pembuatan daftar pertanyaan serta opsi
jawaban agar sesuai dengan harapan.

Manfaat Kegiatan

Pelaksanaan tahap kegiatan ini merupakan langkah yang penting dalam rangka pembuatan
format kuesioner kesiapan Pemerintah Daerah dalam menerima bantuan proyek infrastruktur
persampahan TPA, sehingga pertanyaan serta jawaban dapat mewakili kondisi sesungguhnya
dilapangan. Perencanaan di Direktorat PPLP dapat lebih efektif dan efeknya akan
mengoptimalkan terserapnya anggaran. Selain itu dengan penyusunan format kuesioner yang
baik akan mempermudah pihak pengisi untuk memahami dan mengisi kuesioner.

Pencapaian Visi Organisasi

Pembuatan kuesioner ini diharapkan akan memberikan kontribusi dalam meningkatkan


kinerja organisasi dalam hal menambah indikator pemantauan dan evaluasi di Subdirektorat
Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman.
Penerapan kuesioner ini diharapkan mampu membuat sinergi yang baik antara Pemerintah
Daerah dan Pemerintah Pusat dalam hal perencanaan infrastruktur persampahan TPA.
Sehingga terwujudnya Visi Direktorat Jenderal Cipta Karya yaitu permukiman perkotaan dan
perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur
yang handal serta mewujudkan Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat dalam RPJMN 2014 - 2019 tentang 100% air minum-0% kawasan kumuh-100% sanitasi
dan drainase.

Penguatan Nilai Organisasi

Kegiatan aktualisasi ini akan memberikan sumbangsih instrumen pemantauan dan evaluasi
pada Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Pengembangan Penyehatan
Lingkungan Permukiman, sehingga dengan instrumen ini diharapkan Pemerintah Daerah
dalam penerimaan bantuan infrastruktur TPA dapat lebih menyiapkan diri, sehingga
pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien menjadi jelas dan berpengaruh untuk menguatkan
nilai-nilai organisasi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat yaitu I ProVe
(Integritas, Provesional, Orientasi Misi, Visioner, Etika Akhlakul Karimah)

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 24


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
4.5.3. Penyusunan Format Kuesioner

Hari/Tanggal Kamis, 19 September 2019 s.d. Senin, 30 September 2019

1. Membuat tata letak tampilan untuk format kuesioner.


Tahapan kegiatan 2. Memasukkan pertanyaan kuesioner ke dalam format kuesioner
3. Melakukan Diskusi Dan Meminta Saran Mentor/Rekan Kerja
Output Rancangan Format Kuesioner
Keterkaitan Nilai Dasar Dengan Kegiatan
Nasionalisme, tercermin dari dengan berdiskusi maka telah menerapkan nilai
Permusyawaratan (sila ke-4 Pancasila)
Etika Publik: dalam melaksanakan kegiatan ini berkoordinasi dengan mentor dan rekan kerja
terkait dengan sikap sopan bahasa yang santun
Komitmen Mutu: nilai ini tercermin dari berorientasi mutu terhadap bentuk format
kuesioner agar mudah untuk dipahami dimengerti dan diisi dengan baik.

Keterkaitan Dengan Agenda 3

Produk dari kegiatan aktualisasi ini terkait dengan Whole of Government dan Pelayanan
Publik karena dibutuhkan koordinasi dan kerjasama yang baik dari beberapa sektor untuk
mengefisien dan efektifkan pelaksanaan kegiatan.

Dokumentasi Kegiatan

(1)
Gambar 4.1 3 (1) Dokumentasi Berdiskusi bersama mentor/rekan kerja

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 25


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Teknik Aktualisasi
Teknik aktualisasi yang digunakan pada tahap ketiga kegiatan aktualisasi ini yakni :
• Teknik komunikasi efektif yaitu berkomunikasi dengan mentor, comentor, maupun staff
menggunakan bahasa yang sopan, singkat, padat, dan jelas maknanya sehingga tidak
menimbulkan multitafsir.
• Teknik kecermatan dibutuhkan pada saat penyusunan format kuesioner agar sesuai
harapan.
• Teknik berpikir kreatif dibutuhkan untuk menentukan format kuesioner agar lebih mudah
dimengerti pengisi kuesioner pada saat digunakan.

Manfaat Kegiatan
Pada tahap kegiatan ini dimaksudkan dapat menghasilkan tampilan kuesioner yang mudah
dimengerti dan diisi oleh pengisi kuesioner nantinya.

Pencapaian Visi Organisasi

Pembuatan kuesioner ini diharapkan akan memberikan kontribusi dalam meningkatkan


kinerja organisasi dalam hal menambah indikator pemantauan dan evaluasi di Subdirektorat
Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman.
Penerapan kuesioner ini diharapkan mampu membuat sinergi yang baik antara Pemerintah
Daerah dan Pemerintah Pusat dalam hal perencanaan infrastruktur persampahan TPA.
Sehingga terwujudnya Visi Direktorat Jenderal Cipta Karya yaitu permukiman perkotaan dan
perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur
yang handal serta mewujudkan Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat dalam RPJMN 2014 - 2019 tentang 100% air minum-0% kawasan kumuh-100% sanitasi
dan drainase.

Penguatan Nilai Organisasi

Kegiatan aktualisasi ini akan memberikan sumbangsih instrumen pemantauan dan evaluasi
pada Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Pengembangan Penyehatan
Lingkungan Permukiman, sehingga dengan instrumen ini diharapkan Pemerintah Daerah
dalam penerimaan bantuan infrastruktur TPA dapat lebih menyiapkan diri, sehingga
pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien menjadi jelas dan berpengaruh untuk menguatkan
nilai-nilai organisasi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat yaitu I ProVe
(Integritas, Provesional, Orientasi Misi, Visioner, Etika Akhlakul Karimah)

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 26


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
4.5.4. Melakukan Evaluasi Rancangan Kuesioner

Hari/Tanggal Selasa, 01 Oktober 2019 s.d. Senin, 07 Oktober 2019


1. Melakukan evaluasi pekerjaan. Membuat tabel rekap
hasil kuesioner dengan format excel.
2. Melakukan diskusi dan meminta saran rekomendasi
Tahapan kegiatan
dari mentor dan rekan kerja.
3. Melaksanakan usulan perbaikan dari saran dan
rekomendasi.
Output Format hasil rekap kuesioner dan notulensi diskusi

Keterkaitan Nilai Dasar Dengan Kegiatan

Kegiatan evaluasi rancangan kuesioner yang terdiri dari pembuatan tabel rekap hasil
kuesioner dengan format excel dapat membantu dalam pendataan kuesioner nantinya
sehingga hasil kuesioner kesiapan dapat ditunjukkan dalam bentuk diagram dan lebih mudah
untuk dibaca hasilnya. Nilai-nilai ANEKA yang dapat teraktualisasi dari kegiatan ini adalah
sebagai berikut.
Akuntabilitas, tercermin dari tanggung jawab menyelesaikan tugas dengan baik, pada saat
membuat format rekap hasil kuesioner agar tersusun sesuai rencana dan tujuan yang
diharapkan kejelasan target.
Nasionalisme, tercermin dari dengan berdiskusi maka telah menerapkan nilai
Permusyawaratan (sila ke-4 Pancasila)
Etika Publik: dalam melaksanakan kegiatan ini berkoordinasi dengan mentor dan rekan kerja
terkait dengan sikap sopan bahasa yang santun
Komitmen Mutu: nilai ini tercermin dari berorientasi mutu terhadap format rekap hasil
kuesioner Selain itu adanya saran dan masukan yang diberikan dijadikan dasar perbaikan
sehingga mendapatkan mutu yang lebih baik

Keterkaitan Dengan Agenda 3

Produk dari kegiatan aktualisasi ini terkait dengan Whole of Government dan Pelayanan
Publik karena dibutuhkan koordinasi dan kerjasama yang baik dari beberapa sektor untuk
mengefisien dan efektifkan pelaksanaan kegiatan.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 27


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Dokumentasi Kegiatan

(1)

(2)
Gambar 4.1 4 (1) Diskusi bersama mentor (2) Diskusi bersama rekan kerja

Teknik Aktualisasi

Teknik aktualisasi yang digunakan pada tahap keempat kegiatan aktualisasi ini yakni :
• Teknik komunikasi efektif yaitu berkomunikasi dengan mentor, comentor, maupun staff
menggunakan bahasa yang sopan, singkat, padat, dan jelas maknanya sehingga tidak
menimbulkan multitafsir.
• Teknik kecermatan dibutuhkan pada saat penyusunan format rekap kuesioner agar mudah
dalam pembacaan hasil dan sesuai dengan harapan.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 28


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Manfaat kegiatan

Kegiatan pembuatan rekap hasil kuesioner ini diharapkan mampu mempermudah dalam
perekapan dan tampilan hasil kuesioner mudah untuk dibaca.

Pencapaian Visi Organisasi

Pembuatan kuesioner ini diharapkan akan memberikan kontribusi dalam meningkatkan


kinerja organisasi dalam hal menambah indikator pemantauan dan evaluasi di Subdirektorat
Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman.
Penerapan kuesioner ini diharapkan mampu membuat sinergi yang baik antara Pemerintah
Daerah dan Pemerintah Pusat dalam hal perencanaan infrastruktur persampahan TPA.
Sehingga terwujudnya Visi Direktorat Jenderal Cipta Karya yaitu permukiman perkotaan dan
perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur
yang handal serta mewujudkan Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat dalam RPJMN 2014 - 2019 tentang 100% air minum-0% kawasan kumuh-100% sanitasi
dan drainase.

Penguatan Nilai Organisasi

Kegiatan aktualisasi ini akan memberikan sumbangsih instrumen pemantauan dan evaluasi
pada Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Pengembangan Penyehatan
Lingkungan Permukiman, sehingga dengan instrumen ini diharapkan Pemerintah Daerah
dalam penerimaan bantuan infrastruktur TPA dapat lebih menyiapkan diri, sehingga
pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien menjadi jelas dan berpengaruh untuk menguatkan
nilai-nilai organisasi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat yaitu I ProVe
(Integritas, Provesional, Orientasi Misi, Visioner, Etika Akhlakul Karimah)

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 29


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
4.5.5. Finalisasi Rancangan Kuesioner dan Paparan di Subdirektorat Pemantauan dan
Evaluasi Direktorat PPLP

Finalisasi Rancangan Kuesioner dan Paparan di Subdirektorat


Kegiatan
Pemantauan dan Evaluasi Direktorat PPLP
Hari/Tanggal Kamis, 08 Oktober 2019 s.d. Rabu, 11 Oktober 2019
1. Melakukan finalisasi terhadap rancangan form kuesioner yang
dibuat
Tahapan kegiatan
2. Menyiapkan bahan tayang untuk paparan di Subdit Pemantauan
dan Evaluasi Direktorat PPLP
1. Format Kuesioner
Output
2. Bahan Tayang

Keterkaitan Nilai Dasar Dengan Kegiatan

Kegiatan pendistribusian notulen kepada peserta rapat dapat berungsi sebagai sumber
informasi untuk peserta rapat yang tidak hadir. Selain itu notulen rapat dapat juga difungsikan
sebagai pedoman rapat berikutnya, atau alat pengingat bahasan rapat sebelumnya. Nilai-nilai
ANEKA yang dapat teraktualisasi dari kegiatan ini adalah sebagai berikut.
Akuntabilitas: bertanggungjawab atas penyelenggaraan paparan yang telah dilaksanakan,
dengan menjelaskan dengan baik dan jelas.
Etika Publik: menghargai komunikasi disaat paparan, berbicara dengan sopan santun
sehingga tidak terjadi multitafsir.

Keterkaitan Dengan Agenda 3

Produk dari kegiatan aktualisasi ini terkait dengan Whole of Government dan Pelayanan
Publik karena dibutuhkan koordinasi dan kerjasama yang baik dari beberapa sektor untuk
mengefisien dan efektifkan pelaksanaan kegiatan.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 30


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Dokumentasi Kegiatan

(1)

(2)
Gambar 4.1 5(1) Koordinasi diskusi dengan mentor di kegiatan ke 5 (2)Kegiatan Paparan di
dalam Subdirektorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman

Teknik Aktualisasi

Teknik aktualisasi yang digunakan pada tahap kedua kegiatan aktualisasi ini yakni :
• Teknik komunikasi efektif yaitu mengkomunikasikan kepada peserta paparan perihal
kuesioner kesiapan pemerintah daerah dalam menerima bantuan infrastruktur dengan
baik dan jelas.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 31


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Manfaat Kegiatan

Tahap kegiatan pemaparan ini diharapkan menghasilkan instrumen pemantauan yang layak
sebagai salah satu instrumen pemantauan dan evaluasi di Subdirektorat Pemantauan dan
Evaluasi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman.

Pencapaian Visi Organisasi

Pembuatan kuesioner ini diharapkan akan memberikan kontribusi dalam meningkatkan


kinerja organisasi dalam hal menambah indikator pemantauan dan evaluasi di Subdirektorat
Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman.
Penerapan kuesioner ini diharapkan mampu membuat sinergi yang baik antara Pemerintah
Daerah dan Pemerintah Pusat dalam hal perencanaan infrastruktur persampahan TPA.
Sehingga terwujudnya Visi Direktorat Jenderal Cipta Karya yaitu permukiman perkotaan dan
perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur
yang handal serta mewujudkan Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat dalam RPJMN 2014 - 2019 tentang 100% air minum-0% kawasan kumuh-100% sanitasi
dan drainase.

Penguatan Nilai Organisasi

Kegiatan aktualisasi ini akan memberikan sumbangsih instrumen pemantauan dan evaluasi
pada Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Pengembangan Penyehatan
Lingkungan Permukiman, sehingga dengan instrumen ini diharapkan Pemerintah Daerah
dalam penerimaan bantuan infrastruktur TPA dapat lebih menyiapkan diri, sehingga
pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien menjadi jelas dan berpengaruh untuk menguatkan
nilai-nilai organisasi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat yaitu I ProVe
(Integritas, Provesional, Orientasi Misi, Visioner, Etika Akhlakul Karimah)

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 32


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
BAB V
PENUTUP

5.1.KESIMPULAN
Pengaktualisasian nilai-nilai dasar profesi PNS sebagai internalisasi materi yang diterima
selama mengikuti Pelatihan Dasar, dengan implementasi nilai-nilai dasar profesi PNS pada masa
habituasi pada lingkup unit kerja diharapkan menjadikan CPNS nantinya dapat menjadi ASN yang
profesional bertanggung jawab atas tugas dan fungsinya.
Pembuatan kuesioner pemantauan kesiapan Pemerintah Daerah dalam menerima bantuan
infrastruktur TPA diharap mampu menjadi salah satu instrumen untuk menilai kesiapan Pemerintah
Daerah dalam penerimaan proyek infrastruktur yang berguna untuk Subdirektorat Pemantauan
dan Evaluasi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP),
Sebagai instrumen Early Warning System bagi Pemerintah Daerah untuk menyiapkan
dirinya dalam menerima bantuan infrastruktur TPA. Sehingga adanya instrumen kesiapan tersebut,
Pemerintah Pusat bisa merencanakan dengan lebih baik dan tepat sasaran demi tercapainya Visi
Subdirektorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman dan Visi Direktorat Jenderal
Cipta Karya. Terbentuknya sinergi dalam perencanaan pusat dan Pemerintah Daerah khususnya di
bidang Infrastruktur Persampahan (TPA). Pemberian bantuan menjadi lebih tepat sasaran, dana
yang dianggarkan terserap maksimal dan kinerja organisasi meningkat apa karena lebih efektif dan
efisien, hal ini juga sejalan dengan nilai-nilai organisasi sehingga dengan kegiatan aktualisasi ini
akan memberikan kontribusi terhadap pencapaian visi dan misi Kementerian PUPR dimulai dari

5.2. SARAN
Waktu aktualisasi yang diberikan oleh Pembina Pelatihan Dasar perlu ditambahkan karena
apabila hanya dalam waktu 1 bulan kalender saja dirasa kurang untuk mengaplikasikan nilai-nilai
dasar ANEKA melalui kegiatan aktualisasi di unit kerja masing-masing, Selain itu kegiatan di
Subdirektorat ini cukup padat, karenanya penulis tidak bisa hanya fokus untuk mengerjakan
aktualisasi, tetapi harus juga mengerjakan tugas-tugas kantor yang mendesak dan harus segera
terselesaikan.
Semoga lebih lanjutnya format kuesioner ini dapat diadopsi sebagai indikator penilaian di
dalam Subdirektorat Pemantauan Dan Evaluasi dalam bidang lain . Kuesioner ini perlu di uji coba
dan harus linier dengan fakta dilapangan, apabila ada masukan di lapangan kuesioner bisa di
sempurnakan.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 33


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
LAMPIRAN
Lampiran 1 1 Rangkuman Studi Literatur
UNDANG-UNDANG NO 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAH DAERAH
❖ PEMBANGUNAN DAERAH
• Daerah melaksanakan pembangunan untuk peningkatan dan pemerataan pendapatan
masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses dan kualitas
pelayanan publik dan daya saing daerah.
• Pembangunan daerah merupakan perwujudan dari pelaksanaan urusan pemerintahan
yang telah diserahkan ke daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.
• Kementerian atau Lembaga pemerintahan non kementerian berdasarkan pemetaan
urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dan urusan
pemerintahan pilihan sebagaimana dimaksud dalam pasal 24 melakukan sinkronisasi dan
harmonisasi dengan daerah untuk mencapai target pembangunan nasional.PASAL 258
(BAB X)
• Untuk mencapai pembangunan nasonal sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 258 ayat
(3) dilakukan koordinasi teknis pembangunan antara kementerian atau Lembaga
pemerintahan nonkementerian dan daerah
• Koordinasi teknis pembangunan antara kementerian atau Lembaga pemerintah
nonkementerian dan daerah dikordinasikan oleh Menteri dengan Menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang perencanaan pembangunan
• Koordinasi teknis pembangunan antara daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota dan
antar-daerah kabupaten/ kota lingkup daerah provinsi dilaksanakan oleh gubernur sebagai
wakil pemerintah pusat
• Koordinasi teknis dilakukan dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan
evaluasi pebangunan daerah PASAL 259.
PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PU
Sub Urusan Pemerintah Pusat Daerah Daerah Kab/
Provinsi Kota
Persampahan • Penetapan pengembangan system Pengembangan Pengembangan
pengelolaan persampahan secara system dan system dan
nasional pengelolaan pengelolaan
• Pengembangan system pengelolaan persampahan persampahan
persamapahan lintas daerah regional dalam daerah
provinsi & system pengelolaan kabupaten/kota
persampahan untuk kepentingan
strategis nasional

STRATEGI SANITASI KOTA ( SSK )


• DEFINISI : Merupakan dokumen perencanaan strategis sanitasi jangka menengah (5 tahun)
yang akan menjadi acuan pelaksanaan pembangunan sanitasi di tingkat daerah dalam
rangka pencapaian target RPMJD dari sektor sanitasi.
• BERLAKU: Selama 5 tahun terhitung dari tahun n+1 sampai tahun n+5, di mana tahun ke-n
adalah tahun penyusunan SSK.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 34


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
• ISI : Berisi pemetaan kondisi terkini capaian pembangunan sanitasi tingkat kabupaten/kota,
area prioritas penanganan, strategi pengembangan sanitasi, indikasi kebutuhan
pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan sanitasi untuk jangka 5 tahun.

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM RI NOMOR 03/PRT/M/2013


Tentang : Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah
Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA)
• Perencanaan Prasarana dan Sarana TPA, Merencanakan prasarana/sarana TPA yang
dibutuhkan berdasarkan kelayakan teknis, ekonomis dan lingkungan.
• Fasilitas Umum
1. Jalan Akses
Jalan akses TPA harus memenuhi kriteria sebagai berikut : Dapat dilalui kendaraan truk sampah
dan 2 arah, Lebar jalan minimal 8 m, kemiringan pemukaan jalan 2-3 % ke arah saluran drainase,
mampu menahan beban perlintasan dengan tekanan gandar 10 ton dan kecepatan kendaraan 30
km/jam (sesuai dengan ketentuan Ditjen Bina Marga)
2. Jalan Operasi
Jalan operasi yang dibutuhkan dalam pengoperasian TPA terdiri dan 2 jenis, yaitu :
a. Jalan operasi penimbunan sampah, jenis jalan bersifat temporer, setiap saat dapat
ditimbun dengan sampah.
b. Jalan operasi mengelilingi TPA, jenis jalan bersifat permanen dapat berupa jalan beton,
aspal atau perkerasan jalan sesuai dengan beban dan kondisi tanah.
c. Jalan penghubung antar fasilitas, yaitu kantor/pos jaga, bengkel, tempat parkir, tempat cuci
kendaraan. Jenis jalan bersifat pemanen.
3. Bangunan Penunjang
Luas bangunan kantor tergantung pada lahan yang tersedia dengan mempertimbangkan
rencana kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain administrasi pengoperasian TPA, tampilan
rencana tapak, tempat cuci kendaraan, kamar mandi/wc gudang, bengkel dan alat pemadam
kebakaran.

4. Drainase
Drainase TPA berfungsi untuk mengalirkan air hujan yang jatuh pada area sekitar TPA ke tempat
penampungan atau badan air terdekat.
5. Pagar
Pagar berfungsi untuk menjaga keamanan TPA, dapat berupa pagar tanaman sehingga
sekaligus dapat juga berfungsi sebagai daerah penyangga minimal setebal 5 m dan dapat pula
dilengkapi dengan pagar kawat atau lainnya.
6. Papan Nama
Papan nama berisi nama TPA, pengelola, jenis sampah dan waktu kerja yang dipasang di depan
pintu masuk TPA.
• Fasilitas Penunjang
1. Jembatan Timbang
Jembatan timbang berfungsi untuk menghitung berat sampah yang masuk ke TPA
2. Air bersih

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 35


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fasilitas air bersih akan digunakan terutama untuk kebutuhan kantor, pencucian kendaraan
(truck dan alat berat), maupun fasilitas TPA lainnya. Penyediaan air bersih ini dapat dilakukan
dengan sumur bor dan pompa.
3. Hangar
Bengkel/garasi/hangar berfungsi untuk menyimpan dan atau memperbaiki kendaraan atau alat
besar yang rusak. Peralatan bengkel minimal yang harus ada di TPA adalah peralatan untuk
pemeliharaan dan kerusakan ringan.
4. Fasilitas Pemadam Kebakaran
Fasilitas tersebut perlu disediakan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di TPA.
5. Fasilitas Daur Ulang dan Pengomposan
Fasilitas Daur Ulang berfungsi untuk mengolah sampah an organik seperti plastik, kaleng, dll
yang masuk ke TPA agar menjadi sesuatu yang lebih bernilai secara ekonomis, sedangkan
fasilitas Pengomposan berfungsi untuk mengolah sampah organik seperti sisa makanan dan
sampah daun yang masuk ke TPA agar menjadi kompos.
• Fasilitas Pengoperasian
Alat Berat
Pemilihan alat berat harus mempertimbangkan kegiatan pemrosesan akhir seperti
pemindahan sampah, pemadatan sampah, penggalian/pemindahan tanah. Pemilihan alat
berat harus disesuaikan dengan kebutuhan (jumlah, jenis, dan ukuran).
a. Bulldozer
b. Wheel/truck loader
c. Excavator/backhoe
• Persiapan Pembangunan
Persiapan pelaksanaan pembangunan/konstruksi dimulai sejak pengguna jasa mengeluarkan
Surat Perintah Kerja (SPK) kepada penyedia barang/jasa pemborongan. Langkah pertama
penyedia barang/jasa pemborongan harus menyiapkan gambar kerja sebelum melaksanakan
pekerjaan dan disetujui oleh pengguna jasa.
Beberapa hal yang dipersiapkan oleh penyedia barang/jasa pemborongan:
a. Organisasi kerja;
b. Penentuan lokasi dan pengurusan izin sesuai yang disyaratkan;
c. Sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat
mengenai rencana kerja;
d. Jadwal pelaksanaan pekerjaan;
e. Penyediaan gambar teknik, spesifikasi teknis dan dokumen teknis lainnya;
f. Pengadaan barang dan atau jasa sesuai dengan peraturan perundang undangan yang
berlaku;
g. Tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan termasuk rencana pengalihan lalu lintas dan
perencanaan pelaksanaan Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3);
h. Jadwal pengadaan bahan; mobilisasi peralatan, termasuk papan pengumuman proyek,
rambu pengamanan/peringatan, peralatan K3, dan mobilisasi personil;
i. Penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lapangan;
j. Penyusunan perencanaan mutu proyek sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang mengatur tentang sistem manajemen mutu;
k. Penyusunan rencana K3 Kontrak/Kegiatan.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 36


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
READINESS CRITERIA PEMBANGUNAN SANITASI :

Sumber : File PPT Kebjakan dan Strategi Bidang PLP

READINESS CRITERIA PERENCANAAN PERSAMPAHAN :

• Informasi Kewilayahan :
Provinsi, Kabupaten/Kota, Luas Wilayah, Laju Jumlah Penduduk,Jumlah Penduduk Total,
Dokumen Perencanaan Sistem Persampahan (Readiness Criteria) yaitu :
a. Apakah sudah melakukan penyusunan PTMP/Masterplan,
b. Lokasi TPA Sesuai dengan RTRW (th…..),
c. Status Kesipaan Lahan, Penyusunan DED dilakukan pada tahun … dengan pendanaan
d. Ketersediaan RAB,
e. Surat Minat
• Data Teknis :
a. Karakteristik dan Komposisi Sampah : Kondisi eksisting sampah di sumber (jumlah
timbunan)
b. Keterangkutan sampah ke TPA : Bagaimana kondisi keterangkutan sampah, Konsidi/Akses
menuju TPA
c. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Eksisting/Calon Lokasi TPA : Data Umum Nama,
Kecamatan, Desa, Instansi Pengelola, Operator Pengelola, Jumlah Petugas TPA
d. Kondisi TPA :
Pembangunan TPA baru, Luas Lahan tersedia, Kondisi lahan (Topografi, jenis tanah hasil
pengujian geoteknik) keberadaan mata air, estimasi kedalaman muka air tanah,
ketersediaan sumber air untuk operasional TPA, ketersediaan energi listrik, jarak dengan
badan air(untuk pembuatan lindi) tahun pelaksanaan, indikasi biasya (estimasi biaya),
sumber pendanaan.Perluasan Lahan Operasional rencana tambahan kapasitas dari
perluasan lahan operasional, rencana tambahan perluasan lahan, tahun pelaksanaan,
indikasi biaya, sumber pendanaan, kapasitas sampah masuk ke TPA, luas lahanrencana
perluasan, estimasi kepenuhan/umum teknis TPA, kapasitas belum terpakai, alat berat

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 37


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
yang tersedia (jenis,unit,tahun pengadaan, kapasitas) fasilitas yang sudah tersedia,
informasi instalasi pengolahan lindi.
SI MANTAV : Sistem Informasi Pemantauan dan Evaluasi Perencanaan TPA
Indikator sistem si mantav perencanaan infrastruktur sanitasi TPA :
1. Parameter penentu :Status kepemilikan lahan, Kesesuaian lokasi secara administrasi,
Persetujuan lokasi dari Bupati/Walikota dan atau Gubernur, Kesesuaian lokasi secara teknis,
Kesiapan biaya operasional dan pemeliharaan.
2. Kesiapan Pemerintah daera dalam menerima aset.
3. Ketersediaan surat minat Kepala Daerah, Ketersediaan surat kesiapan menerima aset,
Ketersediaan lembaga pengelola, kesediaan alokasi DDUB
4. Aksesibilitas : Ketersediaan jalan akses lokasi pembangunan, Ketersediaan jaringan listrik,
Ketersediaan air.
5. Dokumen perencanaan desain : Kesesuaian dengan dokumen SSK/MPS skala Kabupaten/Kota,
Ketersediaan Dokumen Masterplan/Outline Plan skala Kabupaten/Kota, Ketersediaan
Dokumen Studi Kelayakan (Feasibility Study) Ketersediaan Rencana Teknis Rinci (DED dan RAB
sesuai lokasi rencana), Ketersediaan Dokumen Lingkungan (AMDAL/UKL-UPL/dll),
6. Kesiapan peraturan : Ketersediaan peraturan terkait sistem pengelolaan, Ketersediaan
peraturan tentang retribusi pengelolaan.

FAKTOR FAKTOR KEBERLANJUTAN DALAM ORGANISASI

5M adalah istilah yang merujuk pada faktor produksi utama yang dibutuhkan oleh suatu organisasi
agar dapat beroperasi secara maksimal. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Model 5 M.
Isi dari model 5M adalah:
1. Man (Manusia), merujuk pada manusia sebagai tenaga kerja.
2. Machines (Mesin), merujuk pada mesin sebagai fasilitas/alat penunjang kegiatan perusahaan
baik operasional maupun nonoprasional.
3. Money (Uang/Modal),merujuk pada uang sebagai modal untuk pembiayaan seluruh kegiatan
perusahaan.
4. Method (Metode/Prosedur), merujuk pada metode/prosedur sebagai panduan pelaksanaan
kegiatan perusahaan.
5. Materials (Bahan baku), merujuk pada bahan baku sebagai unsur utama untuk diolah sampai
menjadi produk akhir untuk diserahkan pada konsumen.

NOTULENSI FGD II PENYUSUNAN PEDOMAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI

- Parameter: kalau bisa parameter yang sudah masuk di screening di awal tidak perlu ditanyakan
lagi di belakangnya, misal: SSK di awal ditanyakan di akhir juga ditanyakan.
- Apakah sesuai RPJM, apakah sesuai Renstra? Parameter apakah layak dijadikan penilaian atau
tidak, misal: di perencanaan ada parameter ketersediaan air, tetapi pertanyaannya
ketersediaan air untuk pengelolaan, disesuaikan lagi pertanyaannya.
- Proaktif pemda dinilai juga, misalnya SSK dilengkapi, kalau perencanaan mengundang pusat itu
nilainya bagus kalau dia gak proaktif nilainya rendah.
- Kalau tahap perencanaan hanya memantau readiness criteria berarti hanya bicara ada tidak ada
tidak boleh kualitasnya.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 38


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Lampiran 1 2 Notulensi Diskusi
Notulensi Asistensi 1
Terkait studi literatur, harus tahu alur sistem informasi secara keseluruhan:
- SIINSAN (Sistem Informasi Sanitasi)
- SIPPESAN
- SIPPA (Sistem Informasi Perencanaan dan Penganggaran)
- E-MON (E-Monitoring)
- SIMANTAV (Sistem Pemantauan dan Evaluasi)
- SIMAK BMN (Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara)
Penyelenggaraan kegiatan terdiri dari ex-ante (perencanaan), on-going (pelaksanaan), dan ex-post
(paska pelaksanaan), ini dipantau di dalam SIMANTAV. Posisi format kuesioner yang dibuat
letaknya di dalam alur sistem informasi adalah untuk mendukung SIMANTAV.

Notulensi Asistensi 2
Pertanyaan/indikator yang dibuat dalam format kuesioner perlu dibuat parameter dan harkatnya.
Setiap indikator ditentukan bobotnya, indikator yang lebih penting diberi bobot lebih tinggi.
Kemudian ditentukan indikator mana yang menjadi poin kunci atau harus ada dalam menentukan
kesiapan. Indikator yang menjadi poin kunci diberi bobot lebih tinggi lagi.

Notulensi Asistensi 3
Kata pengantar di dalam format kuesioner cukup pakai Bapak/Ibu/Saudara yang bersedia mengisi
kuesioner, tidak perlu spesifik.
Kesiapan Pemerintah Daerah berdasarkan penilaian kuesioner dibuat range kategorinya, misalkan:
• Nilai 0 - 25 → sangat tidak siap
• Nilai 25 - 50 → tidak siap
• Nilai 50 - 75 → siap
• Nilai 75 - 100 → sangat siap
Nilai kunci harus tinggi atau sesuai pembagian tetapi nilainya itu harus ada.

Notulensi Asistensi 4
Pembobotan ada beberapa metode :
AHP (Analytical Hierarchy Process), ANP (Analytical Network Process), Skala Likert. Metode yang
paling mungkin digunakan adalah Skala Likert, karena tidak membutuhkan waktu lama.
Pembobotan dengan metode skala likert dilakukan dengan menggunakan indikator 5M, yaitu Man,
Machine, Money Material dan Method, dilihat seberapa berpengaruh pertanyaan dalam kuesioner
terhadap 5M. Metode pembobotan menggunakan metode USG atau metode yang
membandingkan keterkaitan antar indikator, berdasarkan rangking persoalan untuk menentukan
bobot. Kalau pakai 5M (man machine methode money material) itu sudah sejalan dengan
indikator/pertanyaan yang dibuat jadi tidak bisa dibandingkan.

Notulensi Asistensi 5
Kuesioner yang dibuat sudah baik dan bisa dimasukkan ke Sistem Informasi Pemantauan dan
Evaluasi Direktorat PPLP (SI MANTAV) .
Perlu dibuatnya tutorial atau simulasi pengisian kuesioner dan penginputan hasil kuesioner ke
dalam excel format rekap yang telah dibuat agar dapat dimengerti penggunanya.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 39


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Lampiran 1 3 Format Kuesioner

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 40


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 41
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 42
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 43
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Lampiran 1 4 Format Rekap Penilaian Kuesioner

Data nilai yang tertera hanya simulasi.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 44


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 45
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 46
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Lampiran 1 5 Format Rekap Kuesioner

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 47


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Lampiran 1 6 Format Rekap Diagram Kuesioner

Data nilai yang dimasukkan hanya simulasi.

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 48


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 49
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 50
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 51
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 52
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Lampiran 1 7 Bahan Tayang Paparan

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 53


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 54
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 55
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 56
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 57
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 58
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 59
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Lampiran 1 8 Lembar Asistensi

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 60


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Lampiran 1 9 Lembar Undangan Persiapan Kegiatan Aktualisasi

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 61


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 62
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Lampiran 1 10 Lembar Undangan Sosialisasi Hasil Kegiatan Aktualisasi

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 63


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 64
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015 Aktualisasi Nilai Dasar Profesi PNS: Modul Diklat Prajabatan
Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas: Modul Diklat Prajabatan Golongan III. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme: Modul Diklat Prajabatan Golongan III. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik: Modul Diklat Prajabatan Golongan III. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi: Modul Diklat Prajabatan Golongan III. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Habituasi. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2006. Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan


Permukiman. 2019. SIMANTAV: Sistem Informasi Pemantauan dan Evaluasi. Jakarta.
http://ciptakarya.pu.go.id/plp/simplp/simantav/ (Kamis, 5 September 2019, pukul 10:30)

Fitria Gita Ramadhina.,S.T. 65


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Latsar CPNS 2019 Batch III