Anda di halaman 1dari 12

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa : Marianus Tegung

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 043021144

Tanggal Lahir : 12/04/1998

Kode/Nama Mata Kuliah : ISIP4130/Pengantar Ilmu Hukum / PTHI

Kode/Nama Program Studi : 50/Administrasi Negara

Kode/Nama UPBJJ : 50/Samarinda

Hari/Tanggal UAS THE : Kamis/17 Desember 2020

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
Surat Pernyataan
Mahasiswa
Kejujuran Akademik
Yang bertanda tangan di
bawah ini:

Nama Mahasiswa : Marianus Tegung

NIM : 043021144

Kode/Nama Mata Kuliah : ISIP4210/Pengantar Antropologi

Fakultas : Pokjar Tunas Mandiri

Program Studi : Administrasi Negara

UPBJJ-UT : Samarinda

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada
laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal
ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan
aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan
tidak melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media
apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik
Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik
yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.

Long Melaham, 17 Desember 2020

Yang Membuat Pernyataan

Marianus Tegung
1. Yaitu dengan cara memberikan edukasi terhadap warga suku rimba dalam yang bertujuan untuk
memberikan pengatahuan dan ketertarikan warga akan dunia luar. Terutama anak-anak suku rimba dalam
perlu medapatkan edukasi berupa pendidikan karena sangat mempengaruhi untuk perkembangan suku
rimba dalam akan ketertarikan terhadap dunia luar.
Suku Mentawai (Sumatra Barat)
Suku Mentawai merupakan salah satu suku kuno yang mendiami wilayah Sumatera Barat dan Utara. Masih
menjadi perdebatan dikalangan peneliti mengenai asal-usul Suku Mentawai. Sebagian berpandapat bahwa
Suku Mentawai berasal dari Bangsa Polinesia, sebagian lagi berpendapat suku ini berasal dari Proto Melayu
atau Melayu Tua.

2. Dengan menjelaskan bahwa sebelum generasi zaman milenial tercipat, manusia terlebih dahulu memasuki
awal fase pertama evolusi manusia dalam berkembang hingga sekarang.
Ketergantungan anak-anak pada gadget dapat memberikan pengaruh negatif pada perkembangan sosial
mereka. Saat anak-anak lebih sering bermain gadget, secara tidak langsung mereka akan terisolasi dari
kehidupan sosial. Mereka enggan untuk berinteraksi dengan dunia nyata karena sudah nyaman hanya
berinteraksi dengan gadget.

3. Kelompok merupakan Sekumpulan orang yang terdiri dari dua individu atau lebih yang saling
berinteraksi dan terorganisir yang mempunyai kesamaan kegiatan dan mempunyai tujuan yang sama
pula.
Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti “kesamaan”, kemudian communitas
dapat diturunkan dari communis yang berarti “sama. Dalam komunitas manusia atau individu-
individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan,
risiko, kegemaran dan sejumlah kondisi lain yang serupa.
Jadi Komunitas adalah orang yang saling peduli satu sama lain dari yang seharusnya terjadi, dimana
dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut
karena adanya kesamaan interest atau values. Komunitas juga dapat dikatakan sebagai sebuah
identifikasi dan interaksi social yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan fungsional
perbedaan komunitas dan kelompok 
pada komunitas :
1) Adanya kesamaan
2) Saling peduli antara yang satu dengan yang lain
3) Adanya relasi pribadi yang erat
4) Terdiri dari 1 orang atau lebih
5) Adanya kesamaan insterest atau values
6) Manusia yang dikomunitas dapat memiliki maksud, kepercayaan, kebutuhan, resiko, kegemaran
yang sama.
pada kelompok :
1) Berupa manusia
2) Terdiri dari 1 individu maupun lebih
3) Saling berinteraksi baik verbal maupun non verbal
4) Saling Terorganisir
5) Mempunyai kesamaan kegiatan
6) Mempunyai tujuan yang sama
7) Anggota kelompok mempunyai pengaruh satu dengan yang lain
8) Mempunyai struktur hubungan yang stabil
9) Individu yang berhubungan dalam kelompok harus mengenal degan individu yang lain.

Masih bisa disebut masyarakat karena tetangga tersebut masih tergolong berada dalam kelompok
masyarakat itu sendiri hanya saya tetangga tersebut telah melanggar aturan dalam masyarakat salah
satu contohnya yaitu tidak adanya interaksi yang dilakukannya terhadap kelompok masyarakat
disekelilingnya.

4. Difusi adalah suatu proses menyebarnya unsur-unsur ke budayaan dari satu kelompok ke kelompok lainnya
atau dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), difusi
diartikan sebagai proses penyebaran atau perembesan suatu unsur kebudayaan dari satu pihak kepada
pihak lain. 
Contoh terjadinya proses difusi sebagai proses penyebaran kebudayaan pada masa prehistori yaitu ketika
kelompok manusia berburu berpindah ke daerah lain yang jauh sekali dan membawa budaya berburu ke
daerah tempat mereka berpindah. Penyebaran unsur kebudayaan melalui pertemuan kelompok individu
yang bertetangga.Masih bisa disebut masyarakat karena tetangga tersebut masih tergolong berada dalam
kelompok masyarakat itu sendiri hanya saya tetangga tersebut telah melanggar aturan dalam masyarakat
salah satu contohnya yaitu tidak adanya interaksi yang dilakukannya terhadap kelompok masyarakat
disekelilingnya.
Evolusi kebudayaan bisa didefenisikan sebagai suatu perubahan atau perkembangan kebudayaan, seperti
perubahan dari bentuk sederhana menjadi kompleks (syaifudin, 2005 : 99) .Perubahan itu biasanya bersifat
lambat laun. Paradigm yang berkaitan dengan konsep evolusi tersebut adalah evolusionalisme yang berarti
cara pandang yang menekankan perubahan lambat-laun menjadi lebih baik atau lebih maju dari sederhana
ke kompleks.
contohnya jaman sekarang bila melihat kerajinan batik , dari jaman abad 21 batik sudah menjadi pakaian
sehari-hari dalam khas masyarakat jawa atau sekitarnya tapi dalam kian waktu yang terus berputar kini
batik sudah menjadi tren dunia dalam bidang Fashion , dimana Batik bukan lagi digunakan dalam
pemakaian baju dan celana saja tapi sudah berkembang dalam hal Tas Batik , Sepatu Batik bahkan lebih
terbarunya adalah teknologi yang mungkin batik sudah menjadi aplikasi dalam ponsel maupun komputer
dalam membuat desain grafis Batik dalam hal pemanfaatannya.

Kebiasaan yang akan terjadi mendatang di era pandemi covi ini meliputi beberapa hal yakni.

Dalam kegiatanTransaksi

Salah satu kebiasaan baru terjadi dalam transaksi jual-beli. Kini masyarakat lebih sering bertransaksi secara
online untuk menghindari risiko terpapar virus korona.

Melakukan Perjalanan

Saat ini, orang memilih untuk meminimalisasi perjalanan yang dilakukan, terutama yang harus ditempuh
menggunakan transportasi umum, baik darat, laut, maupun udara. Sebab ada banyak hal yang harus
dipersiapkan seperti membersihkan tangan, membersihkan tempat duduk, menggunakan masker dan hal-
hal lain yang dapat menurunkan risiko paparan virus.

9 Hal Ini Bakal Terjadi di Dunia Usai Pandemi Corona COVID-19 Berakhir
1. Lebih Banyak Interaksi Tanpa Kontak
Ada masanya ketika kita masih terkesan dengan inovasi teknologi layar sentuh dan kemampuannya. Namun
kini, COVID-19 telah membuat kita memiliki reaksi yang berbeda ketika harus menyentuh suatu
permukaan. Kita kini sadar bahwa segala permukaan bisa saja menjadi sumber penyebaran virus. 
Maka dari itu, keadaan dunia usai pandemi berakhir, diperkirakan kita akan melakukan sentuhan
permukaan yang lebih minim. Kemungkinan, teknologi akan terus berevolusi dan memaksimalkan perintah
suara ataupun sensor wajah. 
Sebelum pandemi, muncul banyak opsi pembayaran tanpa kontak melalui perangkat seluler. Namun,
dengan bertambahnya orang yang ingin membatasi apa yang mereka sentuh, opsi untuk membayar barang
dan jasa yang tidak memerlukan kontak fisik kemungkinan akan mendapatkan daya tarik lebih besar.
Mesin yang menggunakan sensor wajah sudah digunakan saat ini untuk sejumlah kegiatan seperti
membayar barang di toko-toko. 
 
2. Infrastruktur Digital Akan Semakin Kuat
COVID-19 menyebabkan orang beradaptasi dengan bekerja dari rumah, sendirian.
Ini juga memaksa kita untuk menemukan solusi digital untuk melakukan pertemuan, kegiatan belajar
mengajar, latihan, dan lebih banyak kegiatan ketika kita berada di rumah.
Hal ini pun memungkinkan banyak dari kita untuk melihat kemungkinan untuk melanjutkan beberapa
praktik ini di dunia pasca-COVID-19. Mungkin saja nantinya, banyak orang berencana untuk mengurangi
perjalanan dan sebagai gantinya melakukan pertemuan secara online. Ataupun bagi anak-anak, mereka
akan menemukan cara belajar yang lebih efisien dengan menggunakan teknologi. 

3. Pemantauan yang Lebih Baik Menggunakan IoT dan Big Data


Ada fenomena bahwa kekuatan data dalam pandemi secara real-time lebih akurat. Pelajaran yang muncul
dari pengalaman ini akan menginformasikan bagaimana kita dapat memantau pandemi di masa depan
dengan menggunakan internet teknologi dan Big Data. 
Aplikasi nasional atau global dapat menghasilkan sistem peringatan dini yang lebih baik karena dapat
melaporkan dan melacak siapa yang menunjukkan gejala wabah.
Data GPS kemudian dapat digunakan untuk melacak di mana orang yang terpapar dan dengan siapa
mereka berinteraksi untuk menunjukkan penularan. Setiap upaya ini memerlukan implementasi yang hati-
hati untuk melindungi privasi individu dan untuk mencegah penyalahgunaan data tetapi menawarkan
manfaat besar untuk lebih efektif memantau dan mengatasi pandemi di masa depan.

4. Pengembangan Obat yang Diaktifkan AI


Semakin cepat kita dapat membuat dan menggunakan obat yang efektif dan aman untuk  mencegah
COVID-19 dan virus di masa depan, semakin cepat virus dapat teratasi.
Kecerdasan buatan adalah mitra yang ideal dalam pengembangan obat karena dapat mempercepat dan
melengkapi upaya manusia. Realita saat ini akan menginformasikan upaya masa depan
untuk memanfaatkan AI dalam pengembangan obat.

5. Telemedicine
Halodoc aplikasi konsultasi dokter berbasis online yang memudahkan pasien 'menemui' dokter mereka
kapan saja. Halodoc juga adalah pengembangan dari LinkDokter.
Sudahkah Anda menerima email dari profesional kesehatan Anda bahwa mereka terbuka untuk konsultasi
jarak jauh atau konsultasi virtual?
Untuk membatasi lalu lintas di rumah sakit dan kantor praktisi perawatan kesehatan lainnya, banyak yang
menerapkan atau mengingatkan pasien mereka bahwa konsultasi dapat dilakukan melalui video.
Daripada bergegas ke dokter atau pusat kesehatan, perawatan jarak jauh memungkinkan layanan klinis
tanpa kunjungan langsung.
Beberapa penyedia layanan kesehatan telah mencoba upaya iini sebelum COVID-19, tetapi minat telah
meningkat sekarang karena jarak sosial diamanatkan di banyak bidang.
6. Belanja Online Akan Makin Marak
Bisnis yang tidak memiliki opsi online menghadapi kehancuran finansial, dan mereka yang memiliki
kemampuan mencoba meningkatkan penawaran.
Setelah COVID-19, bisnis yang ingin tetap kompetitif akan mencari cara untuk memiliki layanan online
bahkan jika mereka mempertahankan lokasi yang kokoh, dan akan ada peningkatan pada sistem logistik
dan pengiriman untuk mengakomodasi lonjakan permintaan apakah itu dari preferensi pembeli atau
pandemi masa depan.

7. Meningkatnya Ketergantungan pada Robot


Robot tidak rentan terhadap virus.
Entah untuk apa mereka digunakan, mulai dari mengirimkan bahan makanan atau menjalankan produksi di
pabrik, perusahaan menyadari bagaimana robot dapat mendukung kegiatan manusia dan memainkan
peran penting dalam dunia pasca-COVID-19 atau selama pandemi di masa depan.

8. Banyaknya Acara Digital


Penyelenggara dan peserta acara langsung yang terpaksa beralih ke digital menyadari ada pro dan kontra
dari keduanya. 
Selama pandemi ini, banyak musisi dunia hingga nasional yang menghibur penggemarnya secara digital.
Mulai dari Chris Martin, John Legend hingga Rossa atau Vidi Aldiano yang kerap mengadakan konser di
rumah. 
Kemungkinan setelah pandemi, banyak penyelenggara acara menyadari potensi acara digital seperti yang
banyak dilakukan saat ini. 

9. Meningkatnya Minat Esport


Akibat pandemi, banyak acara olahraga yang terpaksa ditunda. Mulai dari pertandingan bola hingga
balapan membuat para penggemar terpaksa harus menikmati hiburan untuk bidang tersebut secara
online. 

Anda mungkin juga menyukai