Anda di halaman 1dari 51

PROGRAM KERJA PENGAWAS MADRASAH TAHUN 2020

DISUSUN OLEH :

ISRO MIARSIH,M.Pd
NIP. 196910092002122002
PENATA TK.I/ III d
CALON PENGAWAS MUDA

KEMENTERIAN AGAMA KOTA SEMARANG


2021

1
HALAMAN PENGESAHAN

Program Kepengawasan Tahun 2021 disusun sebagai pedoman Praktek


Kepengawasan dalam melaksanakan tugas di Madrasah Binaan
Kementerian Agama Kota Semarang

Disusun Oleh :

Nama : Isro Miarsih , MPd


NIP : 196910092002122002
NUPTK : 6341747649210113
Pangkat/Golongan : : Penata TkI/ III d
Jabatan : Calon Pengawas Muda

Mengetahui : Klaten , 21 Oktober 2021


Kepala Kantor kementerian Agama Kota Kordinator Pengawas
Semarang

Muhlis Abdillah Nurkhasanah

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas ridho dan perkenan-
Nya, maka Program Pengawasan Tahun 2020 telah berhasil disusun dan
siap untuk digunakan sebagai pedoman kerja kepengawasan .
Program kerja pengawas ini digunakan sebagai acuan dan diuraikan
lebih operasional ke dalam program semester Pengawas MI, dan sebagai
pedoman pelaksanaan tugas pengawas dalam pembinaan dan penilaian
penyelenggaraan pendidikan di sekolah, pengumpulan, pengolahan dan
analisis data, serta penyusunan laporan hasil pengawasan, sebagai bahan
pertimbangan untuk menentukan kebijakan pembinaan sekolah selanjutnya.
Dengan mengacu pada program kerja ini, diharapkan Pengawas Madrasah
dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sehingga
keberadaannya senantiasa diharapkan oleh warga madrasah
Terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah
membantu penyusunan program pengawasan ini baik langsung maupun
tidak langsung seperti teman sejawat, kepala sekolah dan lain-lain.
Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan di dalam Program
Pengawasan ini. Oleh karena itu, masukan-masukan yang konstruktif akan
diterima untuk penyempurnaan program ini di masa yang akan datang.

Semarang, 21 Oktober 2021


Penyusun,

Isro Miarsih, MPd

iii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

…………………………………………………………………………….. ii
KATA PENGANTAR...........................................................................................iii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN

…………………………………………………………………………….. 1
A. Latar Belakang

…………………………………………………………………………
….. 1
B. Landasan Hukum

……………………………………………………………………………
.. 5
C. Visi, Misi, dan Tujuan Pengawasan
……………………………………………….. 6
D. Sasaran, Target, dan Strategi Pengawasan
……………………………………. 8
E. Alur Kegiatan Pengawasan..............................................................10
F. Ruang Lingkup Pengawasan........................................................11
G. Tujuan dan Manfaat Program Pengawasan......................................15
BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM
KEGIATAN PENGAWASAN TAHUN 2018.....................................17
A. Identifikasi Hasil Pengawasan Tahun 2018.....................................17
B. Evaluasi Hasil Pengawasan Tahun 2018 dan Tindak Lanjut
Hasil Pengawasan Sebagai Acuan dalam
…………
Penyusunan Program Pengawasan
27

BAB III PROGRAM TAHUNAN PENGAWASAN SEKOLAH..................41


A. Pembinaan Guru dan/atau Kepala Sekolah..................................41
B. Pemantauan Pelaksanaan SNP.........................................................48
C. Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah............................54
D. Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dam/atau
Kepala Sekolah................................................................................58

BAB IV PROGRAM SEMESTER PENGAWASAN SEKOLAH.................63


A. Semester Genap (Januari s.d. Juni 2020).........................................63
B. Semester Ganjil (Juli s.d. Desember 2020)......................................73
iv
BAB V RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA) DAN
RENCANA PENGAWASAN MANAJERIAL..........................................82
A. Rencana Pengawasan Akademik (RPA)..........................................82
B. Rencana Pengawasan Manajerial (RPM)..............................................89

BAB VI PENUTUP..............................................................................................96
A. Simpulan..........................................................................................96
B. Saran-Saran......................................................................................96

iv
BAB

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penerapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) merupakan serangkaian proses meningkatkan penjaminan mutu
pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat serta memenuhi hak tiap warga negara mendapat pendidikan yang bermutu. Pelaksanaannya diatur secara
bertahap dan berkelanjutan, terencana, terarah, sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.
Dalam proses pemenuhan standar diperlukan indikator dan target, baik dalam keterlaksanaan prosedur peningkatan
maupun produk mutu yang dapat diwujudkan.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menetapkan delapan standar nasional pendidikan, yaitu
standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan
prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Standar-standar tersebut
merupakan acuan dan sebagai kriteria dalam menetapkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan.
Salah satu standar yang memegang peran penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah standar pendidik dan
tenaga kependidikan. Pengawas Sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memegang peran strategis dalam
meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74
Tahun 2008 tentang Guru Pasal 15 ayat (4) butir d menyatakan bahwa guru yang diangkat dalam jabatan Pengawas Satuan
Pendidikan melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan tugas pengawasan. Tugas pengawasan yang
dimaksud adalah melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial.
Hal ini searah dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun
17
2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya Bab II pasal 5 yang menyatakan bahwa tugas
pokok pengawas sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang
meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan delapan Standar Nasional
Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan,
dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus. Dengan demikian, pengawas sekolah dituntut mempunyai
kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk mampu melaksanakan tugas pengawasan.
Program kerja merupakan landasan bekerja bagi pengawas dalam melaksanakan kegiatan pengawasan. Dengan
adanya program kerja maka kegiatan pengawasan dapat terarah dan memiliki sasaran serta target yang jelas. Segala
aktivitas pengawasan termasuk ruang lingkup, output yang diharapkan serta jadwal pengawasan dituangkan dalam
program yang disusun. Hal ini sekaligus menjadi dasar acuan dan pertanggung jawaban pengawas dalam bekerja. Untuk
dapat menyusun program pengawasan dengan baik, seorang pengawas perlu memiliki pemahaman yang komprehensif
mengenai lingkup tugasnya, menguasai prosedur penyusunan program kerja, serta kemampuan berpikir sistematis untuk
merancang program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sehinggar produktif dan memberi kontribusi terhadap
peningkatan mutu pendidikan.
Kegiatan pengawasan sekolah diawali dengan penyusunan program kerja yang dilandasi oleh hasil pengawasan pada
tahun sebelumnya. Dengan berpedoman pada program kerja yang disusun, dilaksanakan kegiatan inti pengawasan
meliputi penilaian, pembinaan, dan pemantauan pada setiap komponen sistem pendidikan di sekolah binaannya. Pada
tahap berikutnya dilakukan pengolahan dan analisis

data hasil penilaian, pembinaan, dan pemantauan dilanjutkan dengan evaluasi hasil pengawasan dari setiap sekolah dan
dari semua sekolah binaan. Berdasarkan hasil analisis data, disusun laporan hasil pengawasan yang menggambarkan
sejauh mana keberhasilan tugas pengawas dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan di sekolah
binaannya. Sebagai tahap akhir dari satu siklus kegiatan pengawasan sekolah adalah menetapkan tindak lanjut untuk
18
program pengawasan tahun berikutnya. Tindak lanjut pengawasan diperoleh berdasarkan hasil evaluasi komprehensif
terhadap seluruh kegiatan pengawasan dalam satu periode.
Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab XIX, Pasal 66, menyatakan bahwa “
Pemerintah, pemerintah daerah, dewan pendidikan, komite sekolah / madrasah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan
pendidikan pada semua jenjang dan jenis pendidikan sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Pengawasan
dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas publik.”
Pelaksanaan pengawasan oleh pemerintah dan pemerintah daerah dilakukan oleh para pejabat fungsional, yakni
Pengawas Sekolah/Madrasah . Pengawas Sekolah/ Madrasah memiliki peran dan fungsi yang sangat sentral dan strategis
untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran dalam konteks penjaminan mutu pendidikan. Indikator keberhasilan
sekolah, antara lain:
a. Mutu lulusan sekolah
b. Kinerja sekolah pada semua komponen (organisasi dan manajemen, pendidik dan tenaga kependidikan, fasilitas,
program, lingkungan, dan sumber daya lainnya)
c. Kinerja kepala sekolah
d. Kinerja pendidik
Oleh karena itu Pengawas Sekolah harus tanggap terhadap tanda- tanda jaman yang banyak ditengarai oleh akselerasi
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi, budaya mutu,
keunggulan komparatif dan kompetetif, serta akuntabilitas publik.
Memperhatikan uraian-uraian tersebut di atas Pengawas Sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam
peningkatan mutu pendidikan berbasis kompetensi. Pengawas Sekolah harus mampu melaksanakan tugasnya secara
produktif, kreatif, inovatif, profesional, dan akuntabilitas demi terwujudnya penjaminan mutu pendidikan di sekolah yang
menjadi binaannya.

19
Program kerja adalah rencana yang disusun dan berisi berbagai jenis kegiatan yang diselenggarakan berdasarkan
tujuan, sasaran (target), metodologi, dan jangka waktu, serta rincian dan hasil yang akan dicapai sebagai arah dalam
melakukan tindakan dalam jangka waktu tertentu.
Jabatan fungsional pengawas sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung
jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan.
Pengawas Sekolah adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara
penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan.
Kegiatan pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan, melaksanakan
program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional
Guru.
Untuk dapat melaksanakan tugas, fungsi, dan tanggung jawab serta wewenang tersebut di atas, pengawas sekolah
perlu menyusun program kerja/oprasional secara rapi, teratur dan sistematis, sehingga dapat dijadikan pedoman dan
dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Dengan adanya program kerja maka kegiatan pengawasan dapat terarah dan memiliki sasaran serta target yang jelas.
Segala aktivitas pengawasan termasuk ruang lingkup, output yang diharapkan, serta

jadwal pengawasan dituangkan dalam program yang disusun. Hal ini sekaligus menjadi dasar acuan dan pertanggung
jawaban pengawas dalam bekerja.

Dengan perencanaan program kerja pengawasan sekolah yang baik diharapkan mampu dihasilkan kinerja
pengawasan yang bermutu. Kinerja pengawasan bermutu akan berdampak pada prestasi sekolah binaan yang
bermutu/berkualitas pula sesuai dengan visi, misi, dan strategi pendidikan di Kabupaten Klaten

11
0
B. Landasan Hukum
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Pemerintah
Daerah.
4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
6. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.
7. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor
19 Tahun 2005 Tentang Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah.
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 Tentang Standar Pengawas
Sekolah/Madrasah.
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor
39 Tahun 2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan.

11. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 Tentang
Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Pemenuhan
Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah

C. Visi, Misi, dan Tujuan Pengawasan


1. Visi Pengawasan Pendidikan Indonesia

111
“Terwujudnya sistem pengawasan pendidikan yang mampu mendorong penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan
yang efesien dan efektif serta bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, sehingga dapat mendorong
terwujudnya pendidikan yang bermutu, merata dan dapat dipertanggungjawabkan”.
2. Visi Pengawasan Pendidikan Kabupaten Klaten
“Pelayanan supervisi akademis dan manajerial yang berkualitas, transparan dan akuntabel melalui kegiatan
kepengawasan yang professional.”
3. Misi Pengawasan
a. Melaksanakan penilaian untuk mencari peta kondisi real sekolah.

b. Melaksanakan pembinaan berkelanjutan bagi guru, kepala sekolah dan tenaga administrasi Madrasah sesuai
kondisi sekolah binaan.
c. melaksanakan pemantauan akademik dan manajerial kepada semua komponen Madrasah sesuai tugas dan
fungsinya masing- masing.
d. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan di Madrasah binaan.
e. menjadi inovator, kolaborator, motivator, asessor, konselor, peneliti dan konsultan dalam penyelenggaraan
pembelajaran di satuan pendidikan.
f. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.
g. meningkatkan mutu sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, mandiri, bermartabat, mampu bersaing, berbudaya
tetap terhadap pengaruh globalisasi, berkarakter, berakhlak mulia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa.
h. Mengembangkan wawasan dan pengetahuan Pengawas Sekolah dalam bidang ICT untuk mengelola dan memanfaatkan
sumber belajar dan sarana prasarana pendidikan di sekolah binaan secara optimal

11
2
i. Melaksanakan pembinaan berkelanjutan bagi guru, kepala sekolah dan tenaga administrasi Madrasah sesuai
kondisi sekolah binaan.
j. melaksanakan pemantauan akademik dan manajerial kepada semua komponen Madrasah sesuai tugas dan
fungsinya masing- masing.
k. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan di Madrasah binaan.
l. menjadi inovator, kolaborator, motivator, asessor, konselor, peneliti dan konsultan dalam penyelenggaraan
pembelajaran di satuan pendidikan.
m. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.
n. meningkatkan mutu sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, mandiri, bermartabat, mampu bersaing, berbudaya
tetap terhadap pengaruh globalisasi, berkarakter, berakhlak mulia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa.
o. Mengembangkan wawasan dan pengetahuan Pengawas Sekolah dalam bidang ICT untuk mengelola dan memanfaatkan
sumber belajar dan sarana prasarana pendidikan di sekolah binaan secara optima

4. Tujuan Pengawasan Tujuan Umum :


Pengawasan sekolah bertujuan untuk memfasilitasi sekolah meningkatkan dan mengembangkan sistem penjaminan
mutu dalam memenuhi standar nasional pendidikan sesuai dengan tujuan Pendidikan nasional

Tujuan Khusus :
Tujuan khusus pengawasan sebagai berikut:
a. Terhimpun data kinerja sekolah dalam memenuhi SNP.

b. Terlaksana pembinaan kepala sekolah dan guru dalam memecahkan permasalahan nyata dalam pekerjaan dengan
11
3
menggunakan hasil analisis kebutuhan nyata kepala sekolah dan guru dalam meningkatkan efektivitas kinerja
secara berkelanjutan.
c. Tersusun informasi tentang perkembangan sistem pengelolaan sekolah sebagai dasar untuk meningkatkan kinerja
pengelolaan.
d. Tersusun informasi tentang perkembangan sistem pembelajaran sebagai dasar untuk meningkatkan kinerja serta
perbaikan mutu lulusan.

D. Sasaran, Target, dan Strategi Pengawasan


1. Sasaran Pengawasan
Pada Tahun 2021 ini Sasaran Kepengawasan adalah 1 Madrasah / TK/RA seperti pada table dibawah ini :Target
Pengawasan

Jml Guru
No. Nama Sekolah Kepala Sekolah Non Jml
PNS PNS
1 MI Gebanganom Isro Miarsih, M.Pd 3 4 7

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kementerian Agama Kota Semarang maka target pengawasan meliputi :
a. Semua satuan pendidikan (100%) di wilayah binaan memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
yang terintegrasi dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

11
4
b. Semua satuan pendidikan (100%) di wilayah binaan memiliki dokumen silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
yang terintegrasi dengan nilai budaya dan karakter bangsa.
c. Semua satuan pendidikan (100%) di wilayah binaan memiliki dokumen Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang merupakan
rencana jangka menengah, Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang merupakan program sekolah harus dicapai pada
tahun berjalan, dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
d. Semua satuan pendidikan (100%) di wilayah binaan memiliki dokumen panduan, petunjuk tentang pelaksanaan 8
standar Nasional Pendidikan.
e. Semua satuan pendidikan (100%) di wilayah binaan menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
f. Semua satuan pendidikan (100%) di wilayah binaan menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
g. Semua satuan pendidikan (100%) di wilayah binaan melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan
menyenangkan.
2. Strategi Pengawasan
Dalam usaha mencapai target di atas pelaksanaan pengawasan menggunakan empat strategi utama, yaitu :
a. Pengumpulan data monitoring dan evaluasi sitem perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program.

b. Pengumpulan data kuantitatif dan informasi mengenai kinerja sekolah, guru dan kepala sekolah.
c. Pembinaan kepala sekolah, guru dalam pengembangan perencanaan, pengelolaan pembelajaran, dan pelaksanaan
tugas sesuai dangan program.
d. Pelaksanaan evaluasi, reflekesi ketercapaian target yang direncanakan dan perbaikan berkelanjutan.

E. Alur Kegiatan Pengawasan


Alur kegiatan kepengawasan, dapat digambarkan seperti bagan dibawah ini :

11
5
Gambar Alur Kepengawasan
Keterangan :
Kegiatan pengawasan Madrasah diawali dengan penyusunan program kerja yang dilandasi oleh hasil pengawasan pada
tahun sebelumnya. Dengan berpedoman pada program kerja yang disusun, dilaksanakan kegiatan inti pengawasan
meliputi penilaian, pembinaan, dan pemantauan pada setiap komponen sistem pendidikan di sekolah binaannya. Pada
tahap berikutnya dilakukan

pengolahan dan analisis data hasil penilaian, pembinaan, dan pemantauan dilanjutkan dengan evaluasi hasil pengawasan
dari setiap Madrasah dan dari semua madrasah binaan. Berdasarkan hasil analisis data, disusun laporan hasil
pengawasan yang menggambarkan sejauh mana keberhasilan tugas pengawas dalam meningkatkan kualitas proses dan

11
6
hasil pendidikan di sekolah binaannya. Sebagai tahap akhir dari satu siklus kegiatan pengawasan sekolah adalah
menetapkan tindak lanjut untuk program pengawasan tahun berikutnya. Tindak lanjut pengawasan diperoleh
berdasarkan hasil evaluasi komprehensif terhadap seluruh kegiatan pengawasan dalam satu periode.
Ragam kegiatan dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah meliputi:
1. Pelaksanaan analisis kebutuhan.
2. Penyusunan program kerja pengawasan sekolah.
3. Penilaian kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja tenaga kependidikan lain (TU, Laboran, dan pustakawan).
4. Pembinaan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lain.
5. Pemantauan kegiatan sekolah serta sumber daya pendidikan yang meliputi sarana belajar, prasarana pendidikan, biaya,
dan lingkungan sekolah.
6. Pengolahan dan analisis data hasil penilaian, pemantauan, dan pembinaan.
7. Evaluasi proses dan hasil pengawasan.
8. Penyusunan laporan hasil pengawasan.
9. Tindak lanjut hasil pengawasan untuk pengawasan berikutnya.

F. Ruang Lingkup Pengawasan


Ruang lingkup pengawasan selama satu tahun berdasarkan skala prioritas mencakup supervisi akademik, supervisi
manajerial, pembimbingan dan pelatihan profesional guru.
1. Supervisi Akademik
Supervisi akademik atau pengawasan akademik adalah fungsi pengawas yang berkenaan dengan aspek pelaksanaan
tugas pembinaan, pemantauan, penilaian dan pelatihan profesional guru dalam melaksanakan tugas pokoknya
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 pasal 52 ayat (1) berbunyi: Beban kerja guru yang merupakan
117
tugas pokoknya adalah mencakup kegiatan pokok: a) merencanakan pembelajaran; b). melaksanakan pembelajaran; c).
menilai hasil pembelajaran; d). membimbing dan melatih peserta didik; dan e). melaksanakan tugas tambahan yang melekat
pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja guru.
Fungsi-fungsi tersebut dilaksanakan melalui kegiatan tatap muka atau non tatap muka dengan sasaran
supervisi perencanaan pembelajaran, pelaksanakan proses pembel ajaran, penilaian hasil pembelajaran,
pembimbingan dan pelatihan peserta didik.

Ruang lingkup supervisi akademik meliputi :


a. Pembimbingan guru
b. Pemamntauan pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah terdiri atas: standar isi, standar kompetensi
lulusan, standar proses, standar penilaian pendidikan.
c. Penilaian kinerja guru
d. Pembimbingan dan pelatihan profesional guru
e. Penilaian kinerja guru pemula dalam program induksi guru pemula berkaitan dengan pemberlakuan permenpan
nomor 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya.
f. Pengawasan pelaksanaan program induksi guru pemula.

Bidang pembinaan, pemantauan dan penilaian terhadap kemampuan profesional guru meliputi :

a. Kemampuan guru kelas dalam merencanakan pembelajaran melalui penyusunan silabus dan RPP
b. Kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang pembimbingan dan melaksanakan pembelajaran yang aktif,
kreatif, inovatif termasuk penggunaan media pembelajaran yang relevan.
c. Kemampuan guru dalam menilai proses dan hasil pembelajaran/pembimbingan dengan menggunakan teknik
11
8
penilaian yang relevan
d. Kemampuan guru dalam membimbing dan melatih peserta didik dalam proses pembelajaran, bimbingan dan
latihan

2. Supervisi Manajerial
Supervisi manajerial atau pengawasan manajerial merupakan fungsisupervisi yang berkenaan dengan aspek
pengelolaan sekolah yang terkaitlangsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas sekolah yangmencakup
perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, penilaian,pengembangan kompetensi sumber daya tenaga kependidikan dan
sumberdaya lainnya.
Dalam melaksanakan fungsi manajerial, pengawas sekolah berperan sebagai :
a. Fasilitator dalam proses perencanaan, koordinasi, pengembangan manajemen sekolah,
b. Asesor dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta menganalisis potensi sekolah,

c. Informan pengembangan mutu sekolah, dan Evaluator terhadap hasil pengawasan.

Ruang lingkup supervisi manajerial meliputi:


a. Pembinaan Kepala Madrasah Pemantauan pelaksanaan standar nasional pendidikan yang terdiri atas: standar
pendidik dan dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar sarana dan prasarana, serta standar
pembiayaan.
b. Penilaian Kinerja kepala sekolah.

Bidang pembinaan, pemantauan dan penilaian terhadap kemampuan profesional kepala sekolah sebagai berikut:
a. Pengelolaan Madrasah yang meliputi penyusunan program Madrasah berdasarkan 8 SNP , baik rencana kerja tahunan
maupun rencana kerja 4 tahunan, pelaksanaan program, pengawasan dan evaluasi internal,kepemimpinan madrasah
11
9
b. Membantu Kepala Madrasah melakukan evaluasi diri sekolah (EDS) dan merefleksikan hasil-hasilnya dalam upaya
penjaminan mutu pendidikan
c. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan di Madrasah dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk
membantu kepala madrasah mempersiapkan akreditasi madrasah
d. Mengembangkan perpustakaan dan sumber- sumber belajar lainnya.

Metode kerja yang dilakukan pengawas madrasah antara lain observasi,kunjungan atau pemantauan,
pengecekan/klarifikasi data, kunjungan kelas,rapat dengan kepala madrasah dan guru-guru dalam rangka pembinaan.

3. Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru


Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru termasuk kepala madrasah oleh setiap pengawas
madrasah dilaksanakan paling sedikit 5 (lima) kali dalam satu tahun secara berkelompok dalam kegiatan di sekolah
binaan Kegiatan ini dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan
sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi guru. hal-hal yang inovatif sesuai dengan tugas pokok
guru dalam pembelajaran/pembimbingan.
Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalisme guru ini dapat berupa bimbingan teknis, pendampingan,
workshop, seminar, dan group conference, yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kelas melalui supervisi akademik.
Bidang peningkatan kemampuan profesinal guru, difokuskan pada pelaksanan standar nasional pendidikan, yang
meliputi:
a. Kemampuan guru dalam melaksanakan standar isi, standar proses,standar kompetensi lulusan, dalam kerangka
pengembangan KTSP
b. Kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan standar pengelolaan,standar pendidik dan tenaga kependidikan,
standar sarana prasarana dan standar pembiayaan

12
0
c. Pembelajaran yang SEHATI (Senangkan, Hubungkan, Alami, Terapkan, dan Inspirasikan), dengan menggunakan
berbagai model pembelajaran, termasuk penggunaan media yang relevan,
d. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran, termasuk pemanfaatan Rumah Belajar
e. Pengembangan bahan ajar
f. Penilaian proses dan hasil belajar
g. Penelitian tindakan kelas bagi guru untuk perbaikan/pengembangan metode pembelajaran

h. Penelitian tindakan sekolah bagi kepala sekolah dalam perbaikan pengelolaan sekolah
i. Pemberdayaan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Satuan Pendidikan (TPMPS) dalam melakukan Sistem Penjaminan
Mutu Internal (SPMI)
j. Kemampuan supervisi dan tindak lanjut (khusus untuk kepala sekolah)

k. Evaluator terhadap hasil pengawasan.

Ruang lingkup supervisi manajerial meliputi:


c. Pembinaan Kepala Madrasah Pemantauan pelaksanaan standar nasional pendidikan yang terdiri atas: standar
pendidik dan dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar sarana dan prasarana, serta standar
pembiayaan.
d. Penilaian Kinerja kepala sekolah.

Bidang pembinaan, pemantauan dan penilaian terhadap kemampuan profesional kepala sekolah sebagai berikut:
e. Pengelolaan Madrasah yang meliputi penyusunan program Madrasah berdasarkan 8 SNP , baik rencana kerja tahunan
maupun rencana kerja 4 tahunan, pelaksanaan program, pengawasan dan evaluasi internal,kepemimpinan madrasah

12
1
f. Membantu Kepala Madrasah melakukan evaluasi diri sekolah (EDS) dan merefleksikan hasil-hasilnya dalam upaya
penjaminan mutu pendidikan
g. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan di Madrasah dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk
membantu kepala madrasah mempersiapkan akreditasi madrasah
h. Mengembangkan perpustakaan dan sumber- sumber belajar lainnya.

Metode kerja yang dilakukan pengawas madrasah antara lain observasi,kunjungan atau pemantauan,
pengecekan/klarifikasi data, kunjungan kelas,rapat dengan kepala madrasah dan guru-guru dalam rangka pembinaan.

4. Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru


Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru termasuk kepala madrasah oleh setiap pengawas
madrasah dilaksanakan paling sedikit 5 (lima) kali dalam satu tahun secara berkelompok dalam kegiatan di sekolah
binaan Kegiatan ini dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan
sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi guru. hal-hal yang inovatif sesuai dengan tugas pokok
guru dalam pembelajaran/pembimbingan.
Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalisme guru ini dapat berupa bimbingan teknis, pendampingan,
workshop, seminar, dan group conference, yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kelas melalui supervisi akademik.
Bidang peningkatan kemampuan profesinal guru, difokuskan pada pelaksanan standar nasional pendidikan, yang
meliputi:
a. Kemampuan guru dalam melaksanakan standar isi, standar proses,standar kompetensi lulusan, dalam kerangka
pengembangan KTSP
b. Kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan standar pengelolaan,standar pendidik dan tenaga kependidikan,
standar sarana prasarana dan standar pembiayaan
12
2
c. Pembelajaran yang SEHATI (Senangkan, Hubungkan, Alami, Terapkan, dan Inspirasikan), dengan menggunakan
berbagai model pembelajaran, termasuk penggunaan media yang relevan,
d. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran, termasuk pemanfaatan Rumah Belajar
e. Pengembangan bahan ajar
f. Penilaian proses dan hasil belajar
g. Penelitian tindakan kelas bagi guru untuk perbaikan/pengembangan metode pembelajara

h. Penelitian tindakan sekolah bagi kepala sekolah dalam perbaikan pengelolaan sekolah
i. Pemberdayaan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Satuan Pendidikan (TPMPS) dalam melakukan Sistem Penjaminan
Mutu Internal (SPMI)
j. Kemampuan supervisi dan tindak lanjut (khusus untuk kepala sekolah)

G. Tujuan dan Manfaat Program Pengawasan


1. Tujuan Program Kepengawasan
Adapun tujuan disusunnya program kepengawasan adalah:
a. Menjadi acuan Pengawas dalam merencanakan kegiatan kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.
b. Menjadi acuan Pengawas dalam melaksanakan kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.
c. Menjadi acuan Pengawas dalam melaksanakan pembimbingan dan pelatihan professional guru sesuai sekolah
binaannya.
d. Menjadi acuan Pengawas dalam mengevaluasi hasil kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.
2. Manfaat Program Kepengawasan
Adapun manfaat program kepengawasan adalah:
a. Memudahkan Pengawas dalam merencanakan kegiatan kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.

12
3
b. Memudahkan Pengawas dalam melaksanakan kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.
c. Memudahkan Pengawas dalam melaksanakan pembimbingan dan pelatihan professional guru sesuai sekolah
binaannya.
d. Memudahkan Pengawas dalam mengevaluasi hasil kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.

H. Tujuan dan Manfaat Program Pengawasan


3. Tujuan Program Kepengawasan
Adapun tujuan disusunnya program kepengawasan adalah:
a. Menjadi acuan Pengawas dalam merencanakan kegiatan kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.
b. Menjadi acuan Pengawas dalam melaksanakan kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.
c. Menjadi acuan Pengawas dalam melaksanakan pembimbingan dan pelatihan professional guru sesuai sekolah
binaannya.
d. Menjadi acuan Pengawas dalam mengevaluasi hasil kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.
4. Manfaat Program Kepengawasan
Adapun manfaat program kepengawasan adalah:
a. Memudahkan Pengawas dalam merencanakan kegiatan kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.
b. Memudahkan Pengawas dalam melaksanakan kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.
c. Memudahkan Pengawas dalam melaksanakan pembimbingan dan pelatihan professional guru sesuai sekolah
binaannya.
d. Memudahkan Pengawas dalam mengevaluasi hasil kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.

5. Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru

12
4
Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru termasuk kepala madrasah oleh setiap pengawas
madrasah dilaksanakan paling sedikit 5 (lima) kali dalam satu tahun secara berkelompok dalam kegiatan di sekolah
binaan Kegiatan ini dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan
sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi guru. hal-hal yang inovatif sesuai dengan tugas pokok
guru dalam pembelajaran/pembimbingan.
Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalisme guru ini dapat berupa bimbingan teknis, pendampingan,
workshop, seminar, dan group conference, yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kelas melalui supervisi akademik.
Bidang peningkatan kemampuan profesinal guru, difokuskan pada pelaksanan standar nasional pendidikan, yang
meliputi:
a. Kemampuan guru dalam melaksanakan standar isi, standar proses,standar kompetensi lulusan, dalam kerangka
pengembangan KTSP
b. Kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan standar pengelolaan,standar pendidik dan tenaga kependidikan,
standar sarana prasarana dan standar pembiayaan
c. Pembelajaran yang SEHATI (Senangkan, Hubungkan, Alami, Terapkan, dan Inspirasikan), dengan menggunakan
berbagai model pembelajaran, termasuk penggunaan media yang relevan,
d. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran, termasuk pemanfaatan Rumah Belajar
e. Pengembangan bahan ajar
f. Penilaian proses dan hasil belajar
g. Penelitian tindakan kelas bagi guru untuk perbaikan/pengembangan metode pembelajaran

h. Penelitian tindakan sekolah bagi kepala sekolah dalam perbaikan pengelolaan sekolah
i. Pemberdayaan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Satuan Pendidikan (TPMPS) dalam melakukan Sistem Penjaminan

12
5
Mutu Internal (SPMI)
j. Kemampuan supervisi dan tindak lanjut (khusus untuk kepala sekolah)

I. Tujuan dan Manfaat Program Pengawasan


5. Tujuan Program Kepengawasan
Adapun tujuan disusunnya program kepengawasan adalah:
a. Menjadi acuan Pengawas dalam merencanakan kegiatan kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.
b. Menjadi acuan Pengawas dalam melaksanakan kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.
c. Menjadi acuan Pengawas dalam melaksanakan pembimbingan dan pelatihan professional guru sesuai sekolah
binaannya.
d. Menjadi acuan Pengawas dalam mengevaluasi hasil kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.
6. Manfaat Program Kepengawasan
Adapun manfaat program kepengawasan adalah:
a. Memudahkan Pengawas dalam merencanakan kegiatan kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.
b. Memudahkan Pengawas dalam melaksanakan kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.
c. Memudahkan Pengawas dalam melaksanakan pembimbingan dan pelatihan professional guru sesuai sekolah
binaannya.
d. Memudahkan Pengawas dalam mengevaluasi hasil kegiatan kepengawasan sesuai sekolah binaannya.

12
6
BAB II
EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN PENGAWASAN TAHUN 2020

A. Identifikasi Hasil Pengawasan Tahun 2020


Hasil Pengawasan tahun 2020 dapat dideskripsikan pada tabel berikut ini :

Alternatif
No Program Kegiatan Target capaian Hasil yang dicapai Kesenjangan Pemecaha Keterangan
n Masalah
1 Pembinaan Penyusunan 100 % Semua 87% guru dan Guru tidak Pembinaan dan
Guru Prota/Promes guru menyusun KS telah memiliki pendampingan.
prota dan promes mengikuti kalender Penyusunan
sesuai mata pembinaan pendidikan prota/promes
pelajarannya penyusunan Guru belum 2020/2020
Prota dan menjabarkan dilaksanakan
Promes materi ke sebelum
2018/2019 dalam alokasi memasuki
waktu tahun
ajaran baru.
Penyusuna Semua guru dapat  Guru telah Silabus dan Pembinaan dan
n Silabus mengembangkan menyusun/meng RPP hasil pendampingan
dan RPP silabus dan e mbangkan adopsi penyusunan
menyusun RPP silabus dan RPP Indikator silabus dan
2018/2019 pencapaian RPP Kur 13
kompetensi dengan fokus
 Beberapa
dan tujuan pada penerapan
guru belum tepat
pembalajaran model
dalam menyusun belum tepat pembelajaran
indikator dan dan lengkap dan pendekatan
12
7
tujuan Langkah saintifik.
pembelajaran pemebalajaran WS
belum sesuai sebaiknya
Beberapa guru dilakukan
belum tepat dalam sebelum
menyusun memasuki
langkah- TP baru
langkah kegiatan

12
8
Alternatif
No Program Kegiatan Target capaian Hasil yang dicapai Kesenjangan Pemecahan Keterangan
Masalah
2 Pembinaan Penyusuna Semua sekolah  KS dan TPS  Sekolah Membimbing Pembinaan
KS n RKS memiliki dokumen telah menyusun tidak sekolah dan
RKS RKS 2018-2020 memiliki melakukan pendampinga
dokumen EDS, dan n
mengunakanya .
EDS
dalam
 Kemampuan
menyusun RKS
TPS yang
belum
seluruhnya
memahami
penyusunan
RKS
Penyusuna Semua sekolah  KS dan RKAS belum Membimbing
n RKAS memiliki dokumen TPS telah mengusung sekolah dalam
RKAS menyusun program merancang
RKAS peningkatan mutu dan
2018/2019 RKAS belum menyusun
mengintegrasikan program
 Beberapa
dan peningkatan
TPS
menyesuaikan mutu dan
mengembangka rekening laporan penyesuian
n PKAS keuangan daerah laporan
dengan aplikasi
alpeka.
Alternatif
No Program Kegiatan Target capaian Hasil yang dicapai Kesenjangan Pemecahan Keterangan
Masalah
keuangan daerah
Evaluasi 100% Sekolah  Beberapa Entri data Pembinaan dan
Diri melakukan sekolah tidak instrument pendampingan
Sekolah evaluasi diri memiliki tidak lengkap, pengisian
sekolah online dokumen EDS sinkronisasi instrument
melalui hasil terlambat dari PMP, verifikasi
Pendataan Mutu jadwal tang data entri
penjaringan
dalam SPMI ditetapkan instrument
data SPMI
dalam aplikasi
online PMP
3 Pemantau Pemantaua 100 % Semua  Semua • Belum • Membimbing
an n Standar sekolah sekolah telah maksimal dan
Pelaksana Kompetens menyusun dan melaksanakan dalam memantau
a n SNP i Lulusan melaksanakan pencapaian menanamkan penanamakan
program SKL walaupun budipekerti karakter dan
pencapaian dan karakter, pembinaan
belum
Kompetensi serta prestasi
maksimal.
Lulusan pembinaan akademik
 Kurangnya prestasi • WS
dokumen yang akademik pemanfaatan
men unjukkan • Pembelajaran media dan
peserta didik belum sumber
menganalisis maksimal belajar
gejala alam dan dalam
sosial memanfaatkan
berdasarkan sumber belajar
fasilitas sumber-
sumber belajar
yang disediakan
sekolah
Pemantaua 100 % Semua  Semua sekolah Beberapa sekolah Membimbing
n Standar sekolah telah menyusun belum penyusunan
Isi menyusun dan dokumen mengakomodir dokumen
mengesahkan kurikulum MI pelaksanaan 2 kurikulum
dokumen kurikulum MI
kurikulum MI
Alternatif
No Program Kegiatan Target capaian Hasil yang dicapai Kesenjangan Pemecahan Keterangan
Masalah

Pemantauan 100 % Semua  Semua • Guru masih • Membimbing


Standar sekolah dan sekolah telah kurang guru dalam
Proses guru menyusun memahami merumuskan
melaksanakan RPP walaupun penerapan pendekatan
pembelajaran belum pendekatan siswa aktif
sesuai standar siswa aktif dan saintifik
lengkap.
proses dan serta model-
 Dokumen
kurikulum MI pendekatan model dalam
hasil supervisi saintifik serta PBM.
dan model-model • Penguatan
tindaklanjutny pembelajaran Pemantaua
a anak dalam n PPDB
kurang lengkap PBM. • WS
Supervisi
bagi KS

20
Alternatif
No Program Kegiatan Target capaian Hasil yang dicapai Kesenjangan Pemecahan Keterangan
Masalah

Pemantauan 100 %  Semua • Gaji guru • Merekomendas


Standar PTK Terpenuhinya sekolah telah masih di i kan guru
SPM PTK di melaksanakan bawah untuk
sekolah pencapaian standar upah mengajar
Standar PTK minimum sesuai latar
regional belakang
walaupun
• pendidikan.
dalam tahapan
• Merekomenda
SPM
si kan
 Beberapa pelatihan guru
guru mengajar dalam
monoton Bimbingan
kurang dan pelatihan
variative ( BIMLAT )
dalam •
mengembangk
an model
pembelaran
yang sesuai
dengan
perkembangan
anak

40
BAB III
PROGRAM TAHUNAN PENGAWASAN SEKOLAH

Program tahunan pengawasan sekolah terkait langsung dengan sasaran kepala sekolah dan guru binaan yang terdiri dari uraian
kegiatan:
A. Pembinaan Guru dan/atau Kepala Sekolah

Materi
Tujuan dan Indikator Strategi/Meto Skenario Sumber Penilaian Rencana
Pembinaan de
Sasaran Keberhasil Pembinaan Daya dan Tindak
Guru-Kepala /Teknik
an Instrumen Lanjut
Sekolah
1 2 3 4 5 6 7 8
PELAKSANAA Setiap guru  Guru Melalui Pengawas  Pedoman Instrumen Pendamping
N dan kepala melaksanak kegiatan peer mengarahk penyusuna Supervisi an
PEMBELAJA sekolah an teaching pada an dan n RPP Pembelajara , diskusi,
RAN pembelajara  Pengalam dan
mampu saat kegiatan membimbi n dengan
n sesuai an pemberian
melaksanakan KKG ng guru model
dengan masing- contoh
pembelajaran jadwal dan sebelum APKG 1
masing
sesuai dengan program mengadaka dan secara
guru
Program,  Guru n APKG 2 individual
melaksanak atau
an praktek /
peer kelompok
guru

41
Materi
Tujuan dan Indikator Strategi/Meto Skenario Sumber Penilaian Rencana
Pembinaan de
Sasaran Keberhasil Pembinaan Daya dan Tindak
Guru- /Teknik
an Instrumen Lanjut
Kepala
Sekolah
1 2 3 4 5 6 7 8
Silabus, dan pembelajara Mikro
RPP n sesuai teaching
dengan
skenario
pembelajara
n yang
memuat
kegiatan
Eksplorasi,
Elaborasi,
dan
Konfirmasi
B. Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah

Materi Tujuan dan Indikator Strategi/Meto Skenario Penilaian Rencana


de Sumber
Penilaian Sasaran Keberhasil Pembinaan dan Tindak
Daya
Kinerja an /Teknik Instrumen Lanjut
Guru/KS
1 2 3 4 5 6 7 8
PELAKSANAA Guru dan Kepala Guru dan Pengawas Pengawas  Rubrik Instrumen Pemantauan
NPEMBELA Sekolah kepala melalukan memberika dan format PKKS dan dan diskusi
JARA N melaksanakan sekolah pengamata n masukan PKKS dan PKG sesuai bagi guru
dokumen rubrik dan
42
Penilaian n dan atas PKG
Kinerja penilaian kelebihan
PBM di kelas Kepala Sekolah PBM dan kepala
sekolah
sesuai mata dan dokumen Kepala kekurangan yang
pelajaran yang Pnilaian Kinerja Sekola kepala mendapat
Kepala sekolah nilai
diampu Guru dalam kategori
Sekolah
“KURANG”
melalukan melaksanak
diberi
pengamatan an PBM
kesempatan
dan kepala
penilaian untuk
sekolah
PBM guru memberik
an
masukan
atas

43
C. Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dan/atau Kepala Sekolah
Materi Bimlat
Profesional Tujuan dan Indikator Strategi/Metode Skenario Sumber Daya Penilaian Rencana
Sasaran Keberhasil /Teknik Pembinaan dan Tindak
Guru/KS
an Instrumen Lanjut
1 2 3 4 5 6 7 8
BIMLAT GURU
Pelaksanaan Meningkatkan Seluruh Guru Workshop 1. Penyampa 1. NarasumbInstrumen 1. Konsultasi
Pembelajaran kemampuan mapel di penyusunan ia n er monitoring 2. Diskusi
guru dalam sekolah binaan program tujuan 2. Media pelaksanaan kelomp
melaksanakan Setelah pembelajaran, pelatihan 3. Lemb pembelajara ok
pembelajaran pembimbinga pendampingan 2. Disku ar n 3. Pemodelan
yang efektif n dan , dan penilaian si kerja 4. Pelatihan
pelatihan, produk berupa materi
100% guru Program dan 3. Simulasi
melaksanaka Rencana 4. Praktik
n
pembelajara
n yang Pelaksanaan
efektif Pembelajaran

Materi Bimlat
Profesional Tujuan dan Indikator Strategi/Metode Skenario Sumber Daya Penilaian Rencana
Sasaran Keberhasil /Teknik Pembinaan dan Tindak
Guru/KS
an Instrumen Lanjut
1 2 3 4 5 6 7 8
BIMLAT KEPALA SEKOLAH
Pelaksanaan Meningkatkan Seluruh KS Workshop Penyampaian Narasumber 1. Penilaia Konsultasi
Program kerja kemampuan sekolah Pendampinga tujuan Media n Diskusi
sekolah KS dalam binaan n pelatihan Lembar Produk kelompok
melaksanakan Setelah Pemantauan Diskusi kerja 2. Instrumen Pemodelan
54
Program kerja pembimbinga materi Supervisi Pelatihan
sekolah n dan Simulasi Program
KS melaksanakan pelatihan, Praktik Kerja
program 100% KS Sekolah
sekolah sesuai dapat
program kerja melaksanaka
yang telah n program
disusun sekolah
sesuai
program kerja
yang telah
disusun

55
BAB IV
PROGRAM SEMESTER PENGAWASAN SEKOLAH

A. Semester Genap ( Januari s.d. Juni 2020)


1. Identitas Sekolah Binaan :

1. IDENTITAS SEKOLAH 2. VISI DAN MISI SEKOLAH


NAMA SEKOLAH NAMA KEPALA ALAMAT SEMEST VISI MISI SEKOLAH
SEKOLAH SEKOLAH ER SEKOLAH
/ TAHUN
MI Gebanganom Kota Isro Miarsih, M.Pd Jalan Gebanganom 2 Unggul dalam prestasi, 1. Mencetak generasi
luhur dalam budi yang beriman,
Semarang No.72 Kota Semarang 2021 pekerti berdasarkan berilmu dan
berakhlakul
iman dan taqwa. karimah
2. Menumbuhkan
penghayatan dan
pengalaman ajaran
islam dan memiliki
budi pekerti luhur
3. Melaksanakan
pembelajaran dan
bimbingan secara
efektif sehingga
setiap siswa dapat
berkembang secara
optimal, unggul
dalam prestasi
keagamaan, dan
keterampilan
sebagai bekal hidup
dimasyarakat
4. Menyelenggarakan
pembelajaran dan
bimbingan yang
efektif untuk
mengoptimalkan
76
potensi yang
dimiliki siswa
5. Menciptakan
budaya bersih terib
dan rapi.

2. Identifikasi Masalah
a. Penyusunan perencanaan sekolah belum mengacu kepada visi dan misi sekolah serta belum memenuhi kriteria
standar pengelolaan;
b. Penyusunan perencanaan pembelajaran belum memenuhi kriteria standar proses;
c. Ketercapaian standar isi, standar proses, SKL, dan standar penilaian belum memenuhi target.

3. Deskripsi Kegiatan

Aspek/Materi Target Indikator Metode Waktu


No Tujuan Sasaran
Pengawasan Keberhasilan Keberhasilan Kerja Pelaksanaan

Meningkatkan Program Tersusunnya


Penyusunan kemampuan Tim sekolah yang program Minggu ke-3
1. Perencanaan TPS dalam Pengmbang disusun sekolah yang Diskusi bulan Januari
Sekolah menyusun Sekolah memuat 8 memenuhi 8 kelompok
program SNP SNP
sekolah

Visi dan Misi Tersusunnya


Sekolah
Penyusunan sekolah visi dan misi Minggu ke-3
mampu Kepala
2. Visi dan mampu sekolah Diskusi bulan Januari
menyusun sekolah
Misi menginspirasi secara benar
Visi dan Misi
Sekolah warga
secara benar
sekolah
77
Aspek/Materi Target Indikator Metode Waktu
No Tujuan Sasaran
Pengawasan Keberhasilan Keberhasilan Kerja Pelaksanaan

Meningkatkan
Menyusun kemampuan Program Tersusunnya MGMP Minggu ke-
3. perencanaan guru Guru perencanaan perencanaan Sekolah dan 1 bulan
pembelajaran menyusun pembelajaran pembelajaran tugas Februari
perencanaan sesuai secara benar mandiri
pembelajaran

Sekolah Pelaksanaan
Pencapaian mampu Tim SNP dapat Tercapainya Diskusi Tim Maret s.d
4. SNP sesuai mencapai Pengembang tercapai target Pengembang Juni 2020
target minimal pemenuhan SNP sesuai target minimal SNP
minimal SNP minimal

B. Semester Ganjil (Juli s.d. Desember 2020)


1. Identitas Sekolah Binaan

1. IDENTITAS SEKOLAH 2. VISI DAN MISI SEKOLAH

NAMA NAMA KEPALA ALAMAT SEMEST VISI MISI SEKOLAH


SEKOLAH SEKOLAH SEKOLAH ER SEKOLAH
/ TAHUN

78
MI Gebanganom Isro Miarsih, M. Pd Jalan Gebanganom 2-2021 Unggul dalam 1. Mencetak generasi yang
prestasi, luhur dalam beriman, berilmu dan
Kota Semarang Kota Semarang budi pekerti berakhlakul karimah
2. Menumbuhkan penghayatan
berdasarkan iman dan dan pengalaman ajaran islam
taqwa. dan memiliki budi pekerti luhur
3. Melaksanakan pembelajaran
dan bimbingan secara efektif
sehingga setiap siswa dapat
berkembang secara optimal,
unggul dalam prestasi
keagamaan, dan keterampilan
sebagai bekal hidup
dimasyarakat
4. Menyelenggarakan
pembelajaran dan bimbingan
yang efektif untuk
mengoptimalkan potensi yang
dimiliki siswa
5. Menciptakan budaya bersih
terib dan rapi.

79
2. Identifikasi Masalah
a. Pengelolaan Administrasi Sekolah belum sesuai dengan standar minimal;
b. Ketercapaian standar sarana dan prasarana, standar PTK, dan standar pembiayaan belum memenuhi target;
c. Pengembangan pembelajaran mata pelajaran belum sesuai kurikulum yang berlaku;
d. Pelaksanaan manajemen sekolah belum memenuhi standar pengelolaan.

3. Deskripsi Kegiatan

Aspek/Materi Target Indikator Metode Waktu


No Tujuan Sasaran
Pengawasan Keberhasilan Keberhasilan Kerja Pelaksanaan
1. Pengelolaan Meningkatkan Tenaga Program Tersusunny Diskusi Bulan
Administrasi kemampuan Administrasi Pengelolaan a program kelompok Agustus
Sekolah pengelolaan Sekolah Administrasi administras 2020
administrasi Sekolah sesuai i sekolah
sekolah standar yang
memenuhi
standar.
2. Pencapaian Sekolah Tim Pelaksanaan Tercapainya Diskusi Tim Bulan
SNP sesuai mampu Pengembang SNP dapat target Pengembang Agustus s.d
target minimal mencapai SNP tercapai minimal 8 Oktober
pemenuhan sesuai target SNP 2020
minimal SNP minimal
3. Pengembangan Meningkatkan Guru Pelaksanaan Tercapainya Diskus Oktober 2020
Pembelajaran kemampuan guru pengembangan pengembangan i
dalam
Mata Pelajaran mengembangkan mata pelajaran mata pelajaran melalu
mata pelajaran sesuai standar sesuai standar i
yang diampu MGM
P
Aspek/Materi Target Indikator Metode Waktu
No Tujuan Sasaran
Pengawasan Keberhasilan Keberhasilan Kerja Pelaksanaan
4. Manajemen Meningkatkan Kepala Pelaksanaan Terlaksanany Diskus November
Sekolah kemampuan sekola manajemen a manajemen i 2020
kepala sekolah h sekolah sesuai sekolah melalu
dalam standar sesuai i
melaksanakan standar MKK
manajemen S
sekolah

80
BAB V
RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA) DAN RENCANA PENGAWASAN
MANAJERIAL(RPM)

A. Rencana Pengawasan Akademik (RPA)


Ruang lingkup dalam Pengawasan Akademik adalah agar guru binaan mampu dan mempunyai kompetensi dalam
pembelajaran yang diampunya yang meliputi :
1. Merencanakan pembelajaran
a. Guru memformulasikan tujuan pembelajaran dalam RPP sesuai dengan kurikulum/silabus dan memperhatikan
karakteristik peserta didik
b. Guru menyusun bahan ajar secara runtut, logis, kontekstual, dan mutakhir
c. Guru merencanakan laangkah-langkah model pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak
d. Guru memilih sumber belajar/media pembelajaran sesuai dengan materi dan strategi Pembelajaran.

2. Melaksanakan Pembelajaran
a. Guru memulai pembelajaran dengan efektif
b. Guru menguasai materi pembelajaran
c. Guru menerapkan model-model pendekatan/strategi pembelajaran yang sesuai perkembangan anak
d. Guru memanfaatkan sumber belajar/media / alat bermain dalam pembelajaran
e. Guru memotivasi dan mendorong kreativitas motoric anak dan partisipasi siswa dalam pembelajaran
f. Guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran
g. Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif.

81
3. Menilai Hasil Pembelajaran
a. Guru merancang alat evaluasi untuk mengukur kemajuan dan keberhasilan belajar peserta didik
b. Guru menggunakan berbagai strategi dan metode penilaian untuk memantau kemajuandan hasil belajar peserta didik
dalam mencapai kompetensi tertentu sebagaimana yang tertulis dalam RPP
c. Guru memanfaatkan berbagai hasil penilaian untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik tentang kemajuan
belajarnya dan bahan penyusunan rancangan pembelajaran selanjutnya

Adapun rencana pengawasan akademik pada tahun 2021, dapat dilihat pada format dibawah ini :

Sekolah Sasaran : MI Gebanganom Semarang Nama Pengawas : Isro Miarsih, M.Pd


Guru Sasaran : 7 Orang Guru Tahun Pelajaran : 2021/2022
Semester : 1

Uraian Indikator Metode/ Sumber Peniilaian Renca


No Kegiat Tujuan Teknik Skenario Kegiatan dan na
Keberhasil Supervisi Daya yg Instrumen
an an digunakan Tinda
Supervi k
si Lanjut
1. Membimbi Meningkatk  100 % Kelompok Brainstorming konsep Kaldik Penilaian
ng guru an Guru Workshop penyusunan r e n c a n a 2021 : Produk melakukan
dalam kemampua mampu , pembelajaran Kurikulum guru monitoring
penyusuna n guru menganalis pendampin prota/promes MI berupa dan
n prota dalam is kalender gan dokumen evaluasi
dan menyusun pendidikan perencan hasil kerja
91
promes prota dan  Guru mampu aan guru dalam
promes menyusun pembelaj menyusun
prota dan aran prota/prom
promes es

Uraian Indikator Metode/ Sumber Peniilai Rencana


No Kegiat Tujuan Tekni Skenario Kegiatan an Tinda
Keberhasil Daya yg
an k dan k
an digunakan
Supervi Supervi Instrume Lanju
si si n t
2. Pelaksanaan Meningkatkat 100 % guru Mendampin Guru melakukan Kelas Alat Pencatatan
pembelajaran
pembelajara kan kualitas melaksanakan gi di kelas Pengawas hadir di kelas Alat perekam penilain pada lembar
n pembelajaran pembelajaran sebagai sebagai observer / / alat Kegiatan pemantauan
di kelas sesuai Sebagai pengamat pembelajaran pedokunetasi guru disampaikan
Pengawas mencatat an
pembelajaran observer Langkah-langkah (APKG ) kepada guru
pembelajaran yang Lembar
dilakukan guru rencana
pembelajaran
guru

B. Rencana Pengawasan Manajerial (RPM)

Rencana Pengawasan Manajerial (RPM) merupakan kegiatan supervisi tatap muka pengawas sekolah/madrasah dengan kepala
sekolah binaan secara individu maupun kelompok (MKKS) melalui pembinaan, pendampingan, Focus Group Discussion
(FGD), Benchmarking dll sesuai dengan tugas pokok dan kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala Madrasah

92
Aspek pengawasan manajerial meliputi pembinaan/penilaian/pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah/madrasah
diantaranya :
1. Perencanaan Sekolah/Madrasah
a. Madrasah menyusun rencana kerja jangka menengah yang mengacu pada visi, misi, dan tujuan madrasah .
b. Madrasah menyusun rencana kerja tahunan yang memuat ketentuan-ketentuan peserta didik dan alumni, Kurikulum,
kalender pendidikan, dan program pembelajaran, pendididik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, budaya
dan suasana pembelajaran sekolah/madrasah, peran serta masyarakat dan kemitraan serta akreditasi

2. Aspek/Materi Supervisi Manajerial

Aspek/materi supervisi manajerial pengawas sekolah pada sekolah binaan dalam pengelolaan sekolah mengacu pada
standar pengelolaan sekolah seperti pada tabel berikut :

Sekolah Sasaran : MI Gebanganom Nama Pengawas Sekolah : Isro Miarsih, M.Pd


Semarang
Kepala Sekolah : Isro Miarsih, M.Pd Tahun Pelajaran : 2021/2022
Semester : II/I

Uraian Indikator Metode/ Sumber Penilaia Rencana


No Kegiat Tujuan Tekni Skenario n Tindak
Keberhasil Daya yg
an k Kegiatan dan Lanjut
an digunakan
Supervi Supervi Instrume
si si n
93
Penyusunan Meningkatk Kepala MI Curah Pengawas Panduan Produk Pengawas
dokumen an mampu pendapat menyampaikan Kurikulu berupa mengesahka
Kurikulum kemampuan mereview dan Problem konsep m Dokume n dokumen
MI mengemban merevisi Solving pengembangan n
gkan dokumen dokumen kurikulum
kurikulum Kurikulum Kurikulum
MI Pengawas
membaca ,
mengamati
kurikulum yang
telah ada
Kepala TK
menyampaikan
problematika
penyusunan
Kurikulum
Pengawas
memberikan
masukan dan
pandangan dalam
memecahkan
masalah

94
JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM PENGAWASAN SEKOLAH
SMP TAHUN 2021

WAKTU
PELAKSANAAN
No Materi Sasaran Target
Kegiatan Semester Semester
yang
2 1
Diharapk
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ag Sep Okt No Des
an s v
1 Pembinaan Guru Guru Mata Tersusunny
. Pelajaran a
a. Penyusunan perencanaan
Perencanaa ,
n pelaksanaan
Pembelajara , dan
n penilaian
b. Pelaksanaan hasil
Pembelajara
pembelajara
n
n secara
c. Penilaian
benar
Hasil
Pembelajara
n
2. Pembinaan Kepala Tersusunnya
Kepala Sekolah Sekolah perencanaan
Penyusunaan sekolah sesuai
Perencanaan SNP
Sekolah
BAB

PENUTUP

A. Simpulan

1. Kegiatan kepengawasan yang dituangkan dalam program kepengawasan


tahunan yang menjadi pedoman pelaksanakan tugas pengawas telah
disesuaikan dengan Permendiknas RI Nomor 12 tahun 2007, tentang
Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah.
2. Program kepengawasan tahunan ini telah disusun secara terpadu antara
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta tindaklanjutnya, dan
memadukan pengawasan akademik serta pengawasan manajerial.
3. Dalam pelaksanaan program kepengawasan masih dimungkinkan terjadi
adanya penyesuaian jadwal waktu pelaksanaan karena dimungkinkan
adanya kegiatan-kegiatan tambahan yang ditugaskan secara kedinasan dari
instansi terkait di lingkungan Kementerian Agama

B. Saran-saran

1. Untuk menyusun program tahunan diperlukan rapat kerja yang diikuti


secara aktif oleh seluruh pengawas se Kota Semarang
2. Koordinator pengawas agar secara aktif, berkala, dan berkesinambungan
mengagendakan kegiatan rapat koordinasi untuk mengatahui sejauh mana
program tahunan telah dilaksanakan, dan mendiskusikan kendala- kendala
yang mungkin terjadi di sekolah binaan masing-masing.
3. Kementerian Agama hendaknya memfasilitasi kegiatan penyusunan
program tahunan dan kemudian melakukan evaluasi hasil pelaksanaan
program tersebut untuk bahan perencanaan Kementerian Agama Kota
Semarang pada tahun berikutnya.
4. Program kepengawasan hendaknya dimasukkan dalam program induk
Kementerian Agama Kota Semarangsehingga semua komponen berfungsi
sesuai tupoksi masing-masing, yang akhirnya pencapaian visi dan misi
untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Semarang dapat dicapai.

95

Anda mungkin juga menyukai